PENYUSUNAN RENCANA SKP JPT
MODEL PENGEMBANGAN
TRI ASTONO ARIF, S.A.B.
199105312020121005
DIREKTORAT KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA
DAFTAR ISI
DASAR HUKUM
P2EN0RMKOM2IAN1SE8NTEINSTAERTANPJJEEAAHTMMANUPNNRENNBGS
PENYUSUNAN SKP JPT | AKTUALISASI 2021 1
Daftar Istilah
BALANCED SCORECARD INDIKATOR KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA INDIVIDU
Suatu alat manajemen Tolok ukur keberhasilan Ukuran keberhasilan
strategis yang pencapaian SS atau kinerja yang dicapai oleh
menerjemahkan visi, misi, Kinerja setiap PNS
tujuan dan strategi ke
dalam kerangka MANUAL IKU PERJANJIAN KINERJA
operasional
Dokumen penjelasan Dokumen yang berisikan
KINERJA mengenai IKU yang penugasan dari pimpinan
diperlukan untuk unit kerja yang lebih
Hasil kerja yang dicapai melakukan pengukuran tinggi kepada pimpinan
oleh setiap PNS pada kinerja unit kerja yang lebih
organisasi, unit kerja, rendah untuk
atau tim kerja sesuai RENCANA KERJA melaksanakan
dengan SKP dan Perilaku program/kegiatan
Kerja Dokumen perencanaan
instansi untuk periode 1 RENCANA STRATEGIS
PEJABAT PIMPINAN TINGGI (satu) tahun
Suatu dokumen
Pegawai ASN yang perencanaan yang
menduduki Jabatan berorientasi pada hasil
Pimpinan Tinggi yang ingin dicapai dalam
kurun waktu 1 (satu)
SASARAN KINERJA PEGAWAI SASARAN STRATEGIS sampai dengan 5 (lima)
tahun
Rencana kinerja dan Pernyataan mengenai apa
target yang akan dicapai yang harus dimiliki, TARGET
oleh seorang PNS yang dijalankan, dihasilkan,
harus dicapai setiap tahun atau dicapai organisasi Hasil kerja yang akan
dicapai dari setiap
pelaksanaan rencana
kinerja
PENYUSUNAN SKP JPT | AKTUALISASI 2021 2
Tahapan Rencana Penyusunan SKP
SKP JPT MODEL PENGEMBANGAN
Tahap I:
Melihat gambaran
keseluruhan organisasi
(Renstra / PK / Pohon
Kinerja / Peta Strategis)
Tahap II:
Menyusun Rencana SKP
Tahap III:
Mengelompokkan rencana
kinerja kedalam Perspektif
Kinerja Utama (BSC)
Tahap IV:
Menyusun Manual Indikator
Kinerja
PENYUSUNAN SKP JPT | AKTUALISASI 2021 3
TAHAP I
MELIHAT GAMBARAN ORGANISASI
Melihat gambaran keseluruhan organisasi pada dokumen Rencana
Strategis Instansi/Unit Kerja dan Perjanjian Kinerja
Sasaran Strategis instansi
beserta Indikator Kinerja
dan target yang tercantum
dalam Rencana Strategis
-------------
Sasaran Kinerja beserta
Indikator Kinerja dan
target pada Perjanjian
Kinerja yang diturunkan
dari Rencana Strategis
Instansi/Unit Kerja dan
Rencana Kerja Tahunan
- - - - - - - - - - - - -Instansi
Penyelarasan Sasaran 4
Straategis instansi ke unit
kerja di bawahnya
sebagaimana dapat dilihat
pada Pohon Kinerja /
Piramida Kinerja / Matriks
Penyelarasan Sasaran
Strategis / Peta Proses
Bisnis
-------------
TAHAP II
MENYUSUN RENCANA SKP PEJABAT PIMPINAN TINGGI
MODEL PENGEMBANGAN
TERDAPAT 2 JENIS KINERJA DALAM SKP YAITU KINERJA UTAMA DAN KINERJA TAMBAHAN
KINERJA UTAMA KINERJA TAMBAHAN
Kinerja Utama wajib memuat sasaran, Kinerja Tambahan merupakan jenis
indikator dan target pada Perjanjian kinerja yang mendorong pegawai untuk
Kinerja (PK) dengan memperhatikan berkontribusi terhadap pencapaian
Rencana Strategis dan Rencana Kerja sasaran Kinerja unit kerja/instansi diluar
Tahunan unit kerja. tugas pokok jabatannya yang masih
sesuai dengan kompetensi/kapasitas
pegawai
Direktif atau Inisiatif Strategis Development Community
penugasan dari dan/atau rencana Commitment Involvement
pimpinan Instansi aksi dalam rangka merupakan
mencapai sasaran merupakan keikusertaan dalam
atau Pejabat komitmen dalam kegiatan sosial baik
Pimpinan Tinggi kinerja. di lingkungan
meningkatkan instansi maupun di
diatasnya pengetahuan / luar instansi.
kompetensi /
keterampilan bagi
pegawai.
Tingkat kendali dan kualitas
pada Kinerja Utama
Kinerja Tambahan dibedakan berdasarkan
lingkup penugasannya
Output dengan
tingkat kendali
rendah
5
FORMAT RENCANA SKP JPT
MODEL PENGEMBANGAN
PENYUSUNAN SKP JPT | AKTUALISASI 2021 6
TAHAP III
MENGELOMPOKKAN RENCANA KINERJA
Pada rencana SKP Pejabat Pimpinan Tinggi Model Pengembangan, sebelum tahap menyusun Manual Indikator Kinerja
ditambahkan 1 (satu) Tahap yaitu mengelompokkan rencana kinerja berdasarkan 4 (empat) Perspektif Balanced Scorecard
TABEL 1.1 A dApateeprinrahpyayeeanddngaiaggpludauninyhaaiatlnarkaaeynprajkan?aann Proselasuynaoatpluneakahmynpayeenanngengrgdhimiadlasiaihklkualaakryaanapnnkaann ?
BALANCED SCORECARD
PENERIMA LAYANAN
Bagamimaenamgnagabnaeufrrnaakianuttakskeleairtcnjaaasr?a
ss IKU
D
B
ANGGARAN
ss IKU PROSES BISNIS
ss IKU
ykareKendnlgaacsslaiaefnmiskauaasipik#ea1rnskpienketrijfa C
PENGUATAN INTERNAL
ss IKU
dBakaraigpsaaeigsmiitlaSaaDnskasMuanmnmitaeakn?euinrpjgauknbatatakitkaan
7
PENERIMA LAYANAN #2
Mpkldaeeeiyhrnrajaeeanrfraplaiemnepk.nkasSayiklienalaadynohaialknkeaelahanmnypamasenemneargmtpnaguiublaaihnepnsaareoelyrarntagyacnaaamngnniadasenaitkh.osiaMindrdeeaaarsppjlauakemkaynknagamnudngkeaSubmraireaespranneisrunyiakhganaginnSukgetnlradiaanyibtagleaeningyraiaaisknnnadaandankankhtneieIrnphradhaatdiarakadauapatpyoapearnnnuKggnignituenrjaa
Utama tersebut ke dalam tabel A.
PROSES BISNIS #3
PtdbBamPeiemalreaersdnkubnpauepagenkrhaeki,amntPpbniafearaiuPorgLuanrdiaonttpuuyustekaurekmankhsmnauamBnekKni.seunegnMnmgpkichusaaaaslsmkapesueaipDeklpkiekraeahearenntafnrlitrealiPSaankhepaysgrasiadakaannanatranu.napnSrnespaiyelnneaSatgrhtanPrbgkrageuaaatrindnekuaaigathnmainlsadauerapdyamdnaraponagniklsp-iahauIenannnstrdsedojuieunkalnbegacntahataugognakbpraaneemiKm,rkniPuenieanepnerneraigrmarajhajptayaaueUasyrldnaiaatlaokygnnmamagtMnneaabareknectnenear.altriunsLetsaatiarekuuiryba,amaPnupnnetedpayrtkirnaaueodtnntusadgejeurlaraamskslmnaeypembaKmePnueletaigtpalrikdkbassipaleaanpelniBkalaatt.aiifn
PENGUATAN INTERNAL #4
PmSkSeiatlerarpsnahapgtkseeeaigtkmnaitsisbmfdauPeannemngnitkgiIklnaiuhendarirtjskaeauannbtmocaIanbriknteKeadrirnadkneriaanriyljesaamerUjgyaeaitraySneamDgfnleMadgkitmsbmeiekrialasrikuiensipbiskkuueaentbnmkatbeaagamtadagiapalblauiamekamnsnaatnutnoaakarbg.oienaMrlvngCeaias.ssnatuiasskisakiusajnianmtnuSgekaknsaainprgaaknnajtaknagn.
ANGGARAN #5
Ppueenrnistgpkgeeukrnjtaiaf amAnnegamgnaagnrgafaanraamtnke.aSrneilafalnehkgksgaiankramannekmsineiecliarhjraraedbnaeclarakmnuaarkalitinnagesk.rajMaeayfsaeunkktgikvbaitenarsSisadiksaaannraebnfiasSgietarniamstieagnias
dan Indikator Kinerja Utama tersebut ke dalam tabel D.
8
Berikut adalah Perjanjian Kinerja Instansi X
9
LANGKAH I
Untuk menentukan perspektif, langkah yang pertama dilakukan adalah
membaca Perspektif Balanced Scorecard yang ada dibawah ini
TABEL 1.2 A obaleRethareiunspiceykanaangnnagglaukdnyiniaahenarlaarjaaynpayakankaanhngnir BdiharmapeknpaRgrnoehsnaoeclsseailhynkaaapnnekgnilnaedeyriirlamajankaauynlkaa*anyngyaaunbnnaegtnruiskikan
BALANCED SCORECARD
PENERIMA LAYANAN PROSES BISNIS
Rencanmbaaekgmianaeismnrejfaacaanayraataknuabgnneibtrakeknureigarsjgliaiktaaarnsan
ss IKU ss IKU
D
ANGGARAN
ss IKU
C PaetrMaaaPutetaeupdn*rurrtuaaLeopnpanrdediay,uKtaatuPkennjenuphagrjgauua-nakkltuatuunpebrmDdraeesalarneasuenbekKprgpusaeaaaetphnrpndatd,aeailaaPdaPpeneonaBrrmastaaebtdatutueanarrranraua,nnpa
PENGUATAN INTERNAL 10
ss IKU
mbeaRnikeinndgcbaakaranigtasakeiaklgmainnikaSeksnDraajaanpMaaoym.rsagitnaaagunspibusueannrsiitistakiketaarjna
PENERIMA LAYANAN
LANGKAH II
Tentukan Sasaran Strategis yang termasuk kedalam
perspektif penerima layanan. Dari perjanjian kinerja tersebut
yang termasuk kedalam perspektif penerima layanan adalah:
Terwujudnya birokrasi Instansi X yang efektif, efisien dan
berorientasi pada layanan prima;
Terwujudnya ASN Instansi X yang kompeten;
Terwujudnya pelayanan manajemen SDM yang prima;
Tersedianya Sistem Pengelolaan SDM yang handal dan
mudah diakses.
LANGKAH III
Setelah menentukan SS yang termasuk kedalam
perspektif penerima layanan, langkah selanjutnya
adalah memasukkan SS & IKU tersebut kedalam tabel A.
TABEL A
11
PROSES BISNIS
LANGKAH IV
Tentukan Sasaran Strategis yang termasuk kedalam
Perspektif Proses Bisnis. Dari perjanjian kinerja tersebut yang
termasuk kedalam Perspektif Proses Bisnis adalah:
Terselenggaranya Monitoring dan Evaluasi kinerja di
Instansi X yang akuntabel dan tepat waktu;
Terlaksananya penempatan SDM Instansi X sesuai dengan
kompetensi;
Perencanaan pengelolaan SDM;
Terlaksananya program Pencegahan, Pemberantasan
Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN);
Terselenggaranya program PUG (Pengarusutamaan
Gender) di lingkungan Instansi X.
LANGKAH V
Setelah menentukan SS yang termasuk kedalam
Perspektif Proses Bisnis, langkah selanjutnya adalah
memasukkan SS & IKU tersebut kedalam tabel B.
TABEL B
12
PENGUATAN INTERNAL
LANGKAH VI
Tentukan Sasaran Strategis yang termasuk kedalam
Perspektif Penguatan Internal. Dari perjanjian kinerja
tersebut yang termasuk kedalam Perspektif
Penguatan Internal adalah:
Terintegrasinya Sistem Informasi Instansi X;
Terwujudnya ASN di lingkup Biro Sumber Daya
Manusia Instansi X yang kompeten;
Terwujudnya birokrasi Biro Sumber Daya Manusia
yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan
prima.
LANGKAH VII
Setelah menentukan SS yang termasuk kedalam
Perspektif Penguatan Internal, langkah selanjutnya
adalah memasukkan SS & IKU tersebut kedalam tabel C.
TABEL C
13
ANGGARAN
LANGKAH VIII
Tentukan Sasaran Strategis yang termasuk kedalam
Perspektif Anggaran. Dari perjanjian kinerja tersebut
yang termasuk kedalam Perspektif Anggaran adalah:
Terkelolanya anggaran di Biro Sumber Daya
Manusia Instansi X secara efisien dan akuntabel
LANGKAH IX
Setelah menentukan SS yang termasuk kedalam
Perspektif Anggaran, langkah selanjutnya adalah
memasukkan SS & IKU tersebut kedalam tabel D.
TABEL D
14
Perjanjian Kinerja Instansi X
15
TAHAP IV
MENYUSUN MANUAL INDIKATOR KINERJA
Manual Indikator Kinerja dibuat dalam rangka pemantauan
dan pengukuran kinerja Pejabat Pimpinan Tinggi
1 Didefinisikan dengan jelas dan dapat diukur
Deskripsi dan formula pengukuran indikator
2 kinerja dituangkan dalam Manual Indikator Kinerja
3 Disusun untuk setiap Indikator Kinerja Individu
BIla pada PK dan Renstra sudah ada Indikator
4 Kinerja, JPT tidak perlu menyusun Manual
Indikator Kinerja
Berisi tentang deskripsi Rencana Kinerja, Deskripsi IKI,
5 Satuan Pengukuran IKI, Kualitas dan Tingkat Kendali
IKI, Unit Penyedia Data, Periode yang ditetapkan
6 Dilampirkan pada Rencana SKP
16
FORMAT MANUAL INDIKATOR KINERJA SKP JPT
MODEL PENGEMBANGAN
17
CONTOH RENC
CANA SKP KEPALA BIRO SDM
18
AKTUALISASI
2021