The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Sinode GKPI, 2023-10-07 04:13:55

Doc. 5 Notulen SAP XXII 2021

1 NOTULENSI SINODE AM PERIODE (SAP) – XXII GEREJA KRISTEN PROTESTAN INDONESIA (GKPI) TAHUN 2021 KAMIS – MINGGU, 15-18 APRIL 2021 GKPI CENTER, PEMATANGSIANTAR Tim Notulis : 1. Pdt. Theodorus B. Sibarani, S.Si (Teol), M.Kesos (Koordinator) 2. Pdt. Muliadi Simatupang, S.Th (Anggota) 3. Pdt. Edy Simamora, S.Th, M.Psi (Anggota) 4. Pdt. Ferry Sihombing, M.Th (Anggota) 5. Pdt. Janwanri Simamora, S.Th (Anggota) 6. Pdt. Daniel Lubis, S.Si (Teol) (Anggota) 7. Vik. Johannes Simanungkalit, S.Sos, S.Si (Teol) (Anggota) 8. Vik. Nenny Pasaribu, S.Th (Anggota) 9. Vik. Tola Marayani Damanik (Anggota)


2 Notulensi SAP-XXII GKPI 2021 Kamis, 15 April 2021 Bishop GKPI : - Menunjuk Pdt.Maurids Simamora mewakili Para Koordinator Wilayah GKPI untuk membuka Sidang di dalam Nyanyian dan Doa Pdt.Maurids Simamora : - Memimpin Peserta SAP-XXII GKPI di dalam Nyanyian dan Doa Bishop GKPI: - Meminta penjelasan Panitia SAP-XXII GKPI terkait situasi yang menyebabkan mundurnya waktu pelaksanaan SAP-XXII di hari pertama, di mana seharusnya pada saat ini telah memasuki Pleno-1 - (Menerima Informasi dari Panitia) - Menginformasikan bahwa Layar Videotron terbakar di luar dugaan. Persiapan panitia sudah matang pada awalnya, seperti mempersiapkan arus sebesar 70.000 dari kebutuhan 60.000. Demikian juga dengan sinyal untuk memfasilitasi peserta yang online. Sementara layar videotron dalam perbaikan, peserta online ditampilkan pada TV yang tersedia - Menjelaskan terkait kuorum persidangan, bahwa sementara pendaftaran peserta secara online banyak yang terkendala. Kemungkinan penyebabnya adalah kesalahan data, seperti nama, tanggal, lahir, dll. Walaupun begitu, ada juga yang berhasil. Sebelumnya, vendor dan panitia telah melayani peserta secara bergiliran. Akan tetapi, peserta yang membludak dalam waktu singkat, sehingga terkendala. - Menginformasikan telah melaksanakan “rapat kilat” bersama Majelis Sinode dan Panitia agar penentuan kuorum dilakukan secara manual. - Menginstruksikan sembari persidangan berjalan, vendor tetap bekerja di dalam penyelenggaraan persidangan secara online. - Menawarkan pada Peserta SAP-XXII GKPI agar penghitungan kuorum yang seharusnya dilakukan secara online, disesuaikan dengan penghitungan peserta yang hadir secara onsite (fisik) - (Peserta SAP-XXII GKPI dengan bulat suara menyatakan “Setuju”, diiringi tepuk tangan) - Menawarkan pada Peserta tentang teknis penghitungan kuorum. Apakah berdiri satu per satu. Atau, berdasarkan nama yang telah ada di daftar kehadiran. - Meminta Sekjend GKPI untuk melakukan penghitungan kuorum di dalam memutuskan apakah sudah memenuhi syarat 2/3 dari peserta SAP Sekjend GKPI : - Menginformasikan terkait data dari meja Panitia, bahwa dari 537 orang peserta SAP-XXII GKPI yang terdaftar, sudah ada 449 orang peserta yang telah berhasil melakukan registrasi. Bishop GKPI : - Menanyakan kepada Sekjend GKPI, apakah jumlah yang disebutkan itu sudah termasuk mereka yang ada di kehadiran online. Sebab, persidangan dilakukan tidak hanya dengan cara onsite, tetapi juga dengan cara online. - Mempertimbangkan, jumlah 449 orang tadi sebenarnya sudah menyatakan persyaratan kuorum persidangan sudah tercapai


3 Pdt.Edwin Sianipar : - Mengusulkan agar panitia dihadirkan untuk memberitahukan data yang akurat terkait kehadiran peserta SAP-XXII GKPI berdasarkan pendaftaran peserta sidang pada panitia Bishop GKPI: - Menanggapi usulan Pdt.Edwin Sianipar bahwa data yang disebutkan Sekjend GKPI tadi merupakan data yang dipegang panitia berdasarkan pendaftaran peserta pada panitia di pagi hari. - Memutuskan bahwa SAP-XXII GKPI berdasarkan kehadiran peserta berjumlah 449 orang dari 537 orang telah Kuorum (memenuhi syarat 2/3 kehadiran). - (Pkl.15:18 WIB, diiringi 1 ketukan palu sidang ) - Menjelaskan AnggotaSinode Am adalah Pimpinan Sinode, Majelis Sinode, Pendeta Ressort dan Pendeta yang di Lembaga. Termasuk, semua yang datang secara onsite berdasarkan undangan Pimpinan Sinode adalah Anggota Sinode Am. Sedangkan, Peninjau diundang kehadirannya secara online. - Meminta peserta SAP-XXII GKPI berdiri untuk dilantik Pdt.Wilfried Hutapea: - Menginterupsi sebab belum ada daftar nama anggota SAP-XXII GKPI secara utuh yang hendak dilantik. Sebab, bisa terjadi mereka yang hadir di ruangan bukan peserta SAP-XXII GKPI. - Mengusulkan agar diberikan nama-nama anggota SAP-XXII GKPI yang hendak dilantik Bishop GKPI : - Menjelaskan kalau di buku Panduan, telah ada daftar nama peserta anggota SAPXXII GKPI. Dan, di tangan Pimpinan Sinode telah diterima data dari Panitia terkait nama peserta di buku itu yang telah mendaftar. Itulah yang menjadi acuan untuk penetapan Kuorum. Nama yang hadir itu akan dicetak ulang, sehingga yang tidak hadir terlihat di dalam daftar nama yang terbaru sebagai update. Pdt.John Simorangkir : - Memberikan pertimbangan terkait konfirmasi kehadiran tidak lagi secara online, tetapi secara onsite, maka harus diperhatikan hak dari peserta online agar tidak ada yang kurang atau hilang, termasuk di dalam memberikan hak suara agar difasilitasi. Bishop GKPI : - Menjelaskan bahwa telah ada komunikasi dengan vendor bahwa SAP-XXII GKPI masih tersambung dengan peserta online. Hak peserta online sudah terlayani sebagaimana peserta yang onsite. - Menanyakan pada peserta apakah pelantikan sudah bisa dilaksanakan? - Peserta SAP-XXII GKPI bulat menjawab “Sudah” - Meminta seluruh peserta untuk berdiri, baik yang onsite maupun yang online Saut Siahaan : - Menginterupsi dan memberikan informasi bahwa peserta online belum tersambung di dalam mengikuti acara di ruang sidang. - Menanyakan apakah peserta online tetap dapat dilantik sebagai Anggota Sinode Am?


4 Bishop GKPI : - Mengkonfirmasi bahwa peserta online sudah tersambung dengan peserta sidang yang hadir di ruangan - Memeriksa kembali koneksi pada Panitia dan Vendor terkait peserta online dan hasilnya masih terhubung - Melantik anggota SAP-XXII GKPI - Kamis 15 Februari 2021, Pkl.15:26 (ketukan 3 palu sidang) - Menlanjutkan persidangan dengan Pemilihan Ketua Majelis Persidangan berdasarkan PRT GKPI Psl.44 - Mengingatkan kembali berdasarkan PRT GKPI yang menjadi Ketua Majelis Persidangan berjumlah 5 orang, yang terdiri dari dua orang unsur pendeta, satu orang unsur penatua, dan dua orang unsur anggota sidhi jemaat yang tidak berstatus Penatua. - Membagi Peserta Sidang ke dalam golongan untuk memilih Ketua Majelis Persidangan sesuai dengan unsurnya masing-masing. - Menskors Sidang “Pemilihan Ketua Majelis Persidangan sesuai dengan Unsur Kalangan” Sekjend GKPI: - Mencabut skors sidang - Memberitahukan hasil dari kalangan bahwa Ketua Majelis Persidangan dari unsur Pendeta adalah Pdt.Teddy Paul Sihombing dan Pdt.Irvan Hutasoit, dari unsur Penatua adalah Pnt. Dr.Jonner Lumbangaol, SE, M.Si, dari unsur Anggota Sidhi adalah Sahat Pakpahan dan Rut Juani Hutabarat - Mengundang Kelima Ketua Majelis Persidangan yang terpilih dari kalangan untuk maju ke Meja Persidangan Bishop GKPI: - Menyerahkan Palu Persidangan kepada Kelima Ketua Majelis Persidangan pada Pkl. 15:52 WIB. - Mengingatkan masalah waktu yang sangat mendesak, tinggal 2 jam lagi sisa waktu persidangan di hari pertama untuk menyelesaikan Tata Tertib, Jadwal, dan Petunjuk Pemilihan. Semua bahan ada di tautan online serta ada di bahan cetak tertulis bagi yang onsite. Pendekatan yang dilakukan dari awal tadi ada dengan manual oleh sebab kondisi, tetapi informasi dari vendor e-voting sudah siap untuk dilaksanakan. Pdt.Teddi Paul Sihombing: - Mengucapkan terima kasih pada Peserta SAP-XXII GKPI yang telah memilih kelima Ketua Majelis Persidangan - Membuka sesi Pleno-1 - Memberikan kesempatan Peserta Sidang SAP-XXII GKPI untuk memberikan usulan dan tanggapan terkait Tata Tertib dan Petunjuk Pelaksanaan Dearlina Sinaga : - Menginterupsi dan mengingatkan terkait dengan persidangan yang melaksakan sistem online dan onsite, maka sebelum mengesahkan Tata Tertib SAP-XXII GKPI terlebih dahulu diperhatikan soal kode unik


5 Pdt.Gibson Sibuea: - Mengusulkan agar Pembahasan Tata Tertib harus lebih dahulu diputuskan baru membahas tentang Jadwal. - Mengusulkan agar peserta onsite memilih secara konvensional atau langsung sebab banyak yang mengalami gagal registrasi, serta pembagian kode unik belum semua memiliki. Namun, mereka yang hadir secara online tetap dapat memilih secara e-voting. Pdt.Ploser Simanjuntak: - Mengantisipasi dan mengingatkan bahwa kapan dibacakan surat ketetapan setiap sesi? Karena di tiap sesi akan ada pengambilan keputusan atau nanti ketika berada di ujung persidangan? Agar, tidak terjadi seperti Periode lalu, di mana ada surat ketetapan yang tidak ditanda-tangani oleh Ketua Majelis Persidangan. Pdt.Pardomuan Muthe : - Mengucapkan selamat atas terpilihnya kelima Ketua Majelis Persidangan dan berharap bisa memimpin jalannya persidangan secara arif dan bijaksana. - Mempertanyakan hak peserta online yang hilang di dalam persidangan, yaitu interupsi. - Mengusulkan agar sesuai dengan alur persidangan diselesaikan terlebih dahulu Jadwal, lalu Tata Tertib, kemudian Petunjuk Pelaksanaan Pemilihan Pdt.Teddi Paul Sihombing : - Menanyakan dan mengkonfirmasi apakah peserta SAP-XXII GKPI sudah semua memperoleh kode unik - Peserta Sidang sepakat menjawab “Belum” - Meminta agar Vendor segera mengirimkan kode unik pada seluruh peserta sidang - Mengarahkan agar hal pemilihan secara konvensial dan e-voting dibahas dan diputuskan di dalam Tata Tertib. - Mengusulkan agar penetapan keputusan yang diambil pada hari pertama akan harus sudah ditandatangani sebelum memasuki hari kedua Bishop GKPI: - Menegaskan bahwa selesai persidangan hari pertama diketuk, akan langsung dikerjakan oleh Panitia, dan segera ditandatangani oleh mereka yang bersangkutan. Pdt.Polin Sihombing : - Mendukung apa yang telah disampaikan oleh Pdt.Gibson Sibuea, sebab sebelumnya telah membentuk resolusi agar menolak pemilihan dengan cara online bagi yang hadir secara onsite. - Menunjukkan list daftar yang mendukung pemilihan konvensional bagi yang onsite. Pdt.Revalindo Panggabean : - Meminta Ketua Majelis Persidangan untuk tetap fokus di dalam Pengesahan Jadwal (poin 4). Harus tuntas apakah Jadwal Persidangan itu diterima atau ditolak?


6 - Menegaskan bahwa keputusan yang telah melewati proses panjang antara Pimpinan Sinode, Majelis Sinode, dan Panitia, yaitu jajak pendapat yang menetapkan agar persidangan SAP-XXII GKPI dilakukan secara online dan onsite serta hasil lainnya agar diikuti karena telah melibatkan seluruh jemaat GKPI. - Mengingatkan dalam periode sebelumnya, waktu yang diperlukan dalam sidang sampai subuh. Karenanya, e-voting dan Google Form akan mengefektifkan penggunaan sisa 20 jam ke depan. Usulan di dalam resolusi baik dan sah saja, tetapi harus tetap menghargai yang tidak terlibat di dalamnya. Pamostang Hutagalung : - Mendukung apa yang disampaikan oleh Pdt.Revalindo Panggabean. - Mengusulkan agar tidak bertele-tele, Jadwal segera disahkan saja, lalu masuk ke Tata Tertib. Pdt. Edwin Sianipar : - Mengingatkan bahwa Tata Tertib yang di tangan peserta adalah produk dari Majelis Sinode - Mengusulkan agar Ketua Majelis Persidangan mendengarkan usulan dari Peserta SAP-XXII GKPI Edi Giri: - Setuju dengan Pdt.Revalindo Panggabean agar Jadwal segera disahkan baru berlanjut ke Tata Tertib Pdt.Teddy Sihombing : - Mengusulkan pada Peserta SAP-XXII GKPI untuk menuntaskan terkait Jadwal - Menanyakan pada Peserta apakah ada yang masih kurang di dalam Jadwal yang tertulis? Pdt.Gibson Sibuea : - Mengingatkan kalau Tata Tertib berubah, pemilihan bagi yang onsite menjadi secara konvensional, maka Jadwal pun harus turut berubah Pdt.Andar Lumbantobing: - Mendukung usulan dari Pdt.Gibson Sibuea, bahwa perubahan Tata Tertib dapat memengaruhi perubahan Jadwal - Mengingatkan terkait yang disampaikan oleh Pdt.Revalindo Panggabean bahwa apa yang diputuskan oleh Pimpinan Sinode secara posisi masih berada di bawah Keputusan Sinode Am. - Mengusulkan agar Ketua Majelis Persidangan mendengarkan suara Peserta SAPXXII GKPI dan jangan terlalu ketakutan soal dikejar dengan waktu. Pdt.Teddy Sihombing : - Meminta penjelasan dari Pimpinan Sinode dan atau Majelis Sinode terkait masalah Jadwal dan Tata Tertib


7 Pdt. Gibson Sibuea : - Menginterupsi bahwa Ketua Majelis Persidangan memiliki hak dan wewenang penuh untuk mendengar dan memutuskan terkait Persidangan, tanpa harus melalui Pimpinan Sinode dan atau Majelis Sinode Pdt.Wilfried Hutapea : - Menginterupsi dan mendukung yang disampaikan oleh Pdt.Gibson Sibuea. Majelis Ketua Persidangan harus mengembalikan keputusan semuanya pada seluruh Anggota Sidang. Pdt.Darma Aritonang : - Menginterupsi dan mengingatkan Ketua Majelis Persidangan untuk tidak bermaimain dengan waktu yang banyak habis. - Mengusulkan agar pembahasan Jadwal diselesaikan terlebih dahulu baru kemudian Tata Tertib. Pdt.Maurids Simamora: - Menginterupsi dan mengingatkan untuk menyampaikan pendapat jangan terlalu keras, terlebih masih di hari pertama persidangan. - Mengusulkan terkait waktu, agar Laporan Pimpinan Sinode diberikan waktu hanya dua jam saja pada hari Jumat besok. Sisanya adalah pembahasan. - Menyatakan bahwa Jadwal untuk hari Kamis sudah baik. - Mengusulkan agar Jadwal hari Jumat, khususnya pada Penetapan Komisi tidak perlu dicantumkan tapi cukup diumumkan saja. Mengingat Laporan Pimpinan Sinode dan Majelis Sinode serta Tanggapan hanya diberikan waktu hanya dua jam saja, sehingga kita harus memiliki waktu leluasa untuk berpartisipasi di dalam bagian Laporan dan Tanggapan itu. - Mengusulkan untuk penetapan Komisi dan Tim Krendensi, dll cukup diumumkan di dalam Pengumuman dan atau Kertas yang diserahkan pada seluruh Anggota Peserta Sidang. - Mengingatkan untuk batas penyerahan data-data utusan ressort dan sebagainya bahwa hal itu sudah bagian dari penetapan peserta. Jadi jadwal itu dapat digunakan untuk Pembahasan Komisi agar cakupan bahasan lebih luas. - Mengusulkan pada hari Sabtu, agar Jadwal tentang Rapat Kalangan sudah hanya soal teknis dan tidak memerlukan waktu 90 menit. Dengan demikian, waktunya bisa dimanfaatkan untuk masuk ke dalam Pleno 5. - Mengusulkan agar para Pendeta memberikan porsi berbicara yang seimbang dengan peserta non-Pendeta. - Mengusulkan agar Ketua Majelis Persidangan membuka termin berbicara, bukan semua yang mau berbicara diterima langsung. Pdt. John Simorangkir : - Mengusulkan agar peserta sidang mendapatkan informasi akurat dari Panitia dan Vendor tentang kesiapan melakukan pemilihan secara e-voting, sebab sampai saat ini kode unik belum didapatkan. - Mengusulkan agar Persidangan diskors sementara agar Ketua Majelis Persidangan dapat berbicara dengan Panitia dan Vendor tentang kesiapan untuk melakukan pemilhan secara e-voting. - Mengusulkan agar Tata Tertib dulu dituntaskan baru pembahasan tentang Jadwal.


8 Pdt.Teddy Sihombing : - Menjelaskan bahwa di dalam Jadwal ada hal tentang Pemilihan, sehingga pembahasan bergeser ke Tata Tertib. - Menanyakan apakah Anggota Peserta Sidang sudah menyetujui Jadwal yang ada? - Mengakui sangat mungkin akan ada pergeseran Jadwal jika ada perubahan di dalam Tata Tertib. Pdt.Fritz Toman Sitompul: - Menginterupsi dan mengingatkan bahwa keputusan tentang Jadwal sangat berhubungna dengan pembahasan Tata Tertib. - Menyoroti tentang istilah-istilah yang muncul onsite, online, Google Form, vendor, dll, di mana ini semua dikatakan berdasarkan pertimbangan yang matang di dalam di Surat Pimpinan Sinode. No. 148 A.1/II/2021. Namun, HKBP dan HKI telah tuntas melakukan periodesasi dengan cara konvensional. Demikian juga pemerintah yang sukses melakukan Pilkada dengan cara konvensional. Apakah mereka tidak matang mempertimbangkan pelaksanaan serupa? Pnt. Lasro Situmorang : - Menginterupsi dan melihat bahwa Jadwal yang disusun oleh Panitia sudah tepat, tergantung bagaimana Peserta Anggota Sidang menggunakannya dengan baik. - Mengusulkan agar Peserta Anggota Sidang yang datang secara onsite memilih dengan cara konvensional, sedangkan yang hadir secara online memilih dengan alat Google Form. Pdt.Hasintongan Gurning : - Menginterupsi dan mengingatkan bahwa dulunya Jadwal dulu dibahas baru Tata Tertib sebab tidak ada perubahan cara pemilihan, misalnya pemilihan dengan cara online menggunakan Google Form. - Mengusulkan agar pemilihan yang hadir onsite dilakukan dengan cara konvensional. Sehingga, Tata Tertib harus dibahas terlebih dahulu. Pdt.Jention Sihite : - Menginterupsi dan mengusulkan agar persidangan yang dilakukan secara online ini tidak disiarkan secara livestreaming sebab ini merupakan konsumsi internal GKPI. - Mengusulkan agar Tata Tertib dibahas terlebih dahulu agar tidak berkutat di persoalan ini selalu. Pdt.Teddy Sihombing : - Mengusulkan untuk melakukan pembahasan Tata Tertib terlebih dahulu - Peserta Sidang sepakat mengatakan “Setuju” - Membuka termin untuk pembahasan Tata Tertib. Pdt.Megauli Aritonang : - Memastikan ada Notulen yang bekerja di dalam SAP-XXII GKPI - Menolak pandangan dari Pdt.Revalindo Panggabean bahwa sudah ada kesepakatan tentang online dan onsite. Sebab, ini yang mau dibicarakan dan disesuaikan sedikit. - Mengusulkan agar peserta online memilih secara online, dan peserta onsite memilih secara konvensional. Mengingat layar videotron yang sudah terbakar.


9 Pnt.John Posma Tobing : - Menanggapi yang terjadi hanya berbolak-balik kata.Sebab, pelaksanaan registrasi online sudah membuktikan kalau Peserta Sidang telah setuju dengan metode online. - Mengingatkan apabila dilakukan pemilihan secara online dan onsite, maka sesungguhnya telah melanggaran rumusan yang sudah ada. - Memohon agar jangan takut dan kuatir dengan pemilihan e-voting. - Mengingatkan tata cara pemilihan fungsionaris GKPI. Pada Bab II, Pasal 11, Ayat 2 dan Ayat 12, Halaman 35. Ada di sana tertulis, “n” kecil dan “N’”besar. - Mengusulkan agar didefinisikan dengan baik, sehingga tidak akan terbentur. Karena, kalau sama artinya itu, maka Ayat 12 itu harus didrop. Karena, kalau “n”- nya itu adalah Sinodestan yang memilih, maka tidak mungkin nanti yang terpilih diundi. Pdt.Teddy Sihombing : - Mempertajam pertanyaan Pnt.John Posma Tobing tentang bagaimana yang dimaksud? Pnt.John Posma Tobing: - Menjelaskan Pemilihan Fungsionaris Bab II, Pasal 11, Halaman 35. Hal ini sangat berbahaya, karena ada dimungkinkan fungsinaris terpilih akan diundi, sementara tidak akan diundi. Makanya, ia harus diperjelas dengan apa yang dimaksud “N” besar dan “n” kecil. Ketika nanti orang tidak menggunakan hak pilihnya, maka pemilihan bisa tidak akan terjadi. Pdt.Wilfried Hutapea : - Menyoroti waktu yang tinggal 1 jam dan 2 menit lagi. - Mengusulkan agar Tata Tertib dibacakan satu per satu. Pasal per pasal. Tujuannya agar dapat dimengerti. - Mengusulkan apabila waktu tidak cukup agar Sidang diskors sampai besok pagi. Pnt. Berlin Sitanggang : - Mengusulkan agar Ketua Majelis Persidangan yang menentukan arah Sidang sebab kalau seperti ini terus tidak akan selesai sampai waktu seminggu pun. - Mengusulkan agar dibaca pasal per pasal, serta diberikan kesempatan pada tiap Anggota Sidang untuk berbicara secara merata. Pdt.Pardomuan Munthe: - Mengusulkan agar pembahasan Jadwal lebih dahulu dari Tata Tertib karena menentukan di mana Tata Tertib akan dibahas. Minimal judul Jadwal besar saja dulu yang dibacakan. Pnt.Sihar Nainggolan : - Meminta agar SAP-XXII GKPI tetap dalam komitmen seperti yang telah disepakati, yaitu pendekatan online dan onsite. Jangan pernah ragu dengan cara memilih online. - Mengusulkan agar pembahasan Jadwal terlebih dahulu dari Tata Tertib.


10 Pdt.Teddy Sihombing : - Menjelaskan bahwa sebelumnya telah diputuskan untuk menskors pembahasan tentang Jadwal. Jadi, pembahasan saat ini adalah Tata Tertib dan dibacakan pasal per pasal. - Mengusulkan pembacaan pasal per pasal dilakukan secara umum sebab masingmasing Anggota Sidang telah memegang Tata Tertib. - Menanyakan secara urut dari Pasal 1-13 pada Anggota Sidang - Pasal 1 : tentang SAP (Setuju) - Pasal 2 : tentang Tugas SAP (Setuju) - Pasal 3 : tentang Pelaksanaan SAP (Setuju) - Pasal 4 : tentang Anggota dan Peserta SAP (Ada Interupsi) Pdt.Edwin Sianipar : - Menyoroti soal Periode, bahwa tidak lagi 2020-2025 tetapi diperbaiki menjadi 2021-2026. Pdt.Lofty Sihotang : - Menyoroti soal Periode, bahwa harus ada kesepakatan soal penundaan bukan pembatalan, sehingga Anggota Sidang dapat menerima bahwa periode yang digunakan adalah 2020-2025. Bishop GKPI : - Mengusulkan soal Periode apakah 2020-2025 yang digunakan atau 2021-2026 nanti ketika pembicaraan di Komisi 2 melalui rumusan untuk diputuskan di dalam Pleno. Pdt.Teddy Sihombing : - Menyatakan persetujuan dengan usulan dari Bishop GKPI Pdt.Polin Sihombing : - Menanyakan bahwa Preambule Tata Tertib belum jelas, mengapa sudah memutuskan pasal per pasal? - Menyoroti Preambule di bagian 2, halaman 8, di bagian Metode Pelaksanaan, bahwa bagaimana pun tetap mengusulkan agar pemilihan bagi yang hadir secara onsite untuk melakukan pemilihan secara konvensional. Tetapi, SAP-XXII GKPI tetap memfasilitasi peserta online ketika memilih dengan menggunakan Google Form. - Mengusulkan ada pemisahan, sebab bagaimana bisa yang hadir onsite tetap harus memilih dengan Google Form. - Memberikan pertimbangan data yang diisi secara online masih karut-marut, serta kode unik belum didapatkan semua Anggota Sidang. Belum lagi jaringan yang terganggu. Pdt.Teddy Sihombing : - Menjelaskan bahwa perubahan isi secara otomatis akan mengubah pengantar. Itu mengapa langsung masuk ke pasal tidak melalui Preambule.


11 Pnt.Dewarto Sinaga : - Meminta Ketua Majelis Persidangan di waktu yang mendesak untuk memerhatikan keinginan dari Anggota Sidang yang hadir secara onsite yang meminta untuk memilih secara konvensional. Kalau AnggotaSidang tetap memilih secara online. Dengan demikian waktu tidak habis hanya untuk membahas metode mana yang digunakan. - Menunjuk Pasal 12 “Pemilihan dan Pelantikan”, Ayat 1, “Syarat dan Tata Cara Pemilihan” di mana disyarakat dipilih dengan menggunakan format Google Form, padahal yang hadir onsite menginginkan agar memilih dengan cara konvensional. Pdt. Rodion Tampubolon : - Mengusulkan agar Ketua Majelis Persidangan jangan berdialog langsung dengan Anggota Sidang, sebab bukan Ketua Majelis Persidangan yang memutuskan tetapi keputusan ada di Anggota SAP-XXII GKPI. - Mengadukan permasalahan bahwa ketika telah membayar registrasi berdasarkan undangan, tetapi data dikatakan tidak lengkap. Ketika ditanyakan pada Panitia, ada jawaban yang diterima bahwa nama Pdt.Rodion Tampubolon dihapus berdasarkan perintah Pimpinan Sinode. Ketika memohon agar dipulihkan datanya, jawaban Panitia bahwa pendaftaran telah tutup. Menyayangkan harusnya teknologi mempermudah di dalam mengakses kebutuhan, malah saat ini menjadi dipersulit. Mengapa bisa kode unik tidak dikeluarkan Vendor? Alasan Vendor agar ditanyakan pada Panitia. Ketika Panitia ditanya, jawabannya justru Pimpinan Sinode yang memerintahkan agar datanya dihapus. - Memohon Penjelasan Pimpinan Sinode atas kondisinya saat ini. Sekjend GKPI : - Menjelaskan bahwa undangan sebagai Peninjau dikirim kepada Pdt.Rodion Tampubolon sebagai pendeta yang menunggu penempatan. Tapi, mengapa bisa hadir secara onsite pada saat ini yang seharusnya Peninjau itu adalah online. Pdt.Rodion Tampubolon : - Menginterupsi dan menegaskan bukan itu jawaban atas pertanyaan yang diadukan. - Menjelaskan bahwa tidak ada keinginan memaksa untuk hadir onsite tetapi nomor unik belum juga dikeluarkan Vendor. - Memohon agar Sekjend dapat menjawab dengan benar sesuai pertanyaan, jangan bersalahan. Pnt.Sigiro : - Menyoroti jawaban BishopGKPIterkait Periode 2020-2025 dibahas dalam Komisi 2 lalu diputuskan ke Pleno. Sedangkan, diksi “penundaan” telah disepakati. Bahkan, ketika melantik Anggota SAP-XXII GKPI menggunakan Periode 2020- 2025. Bagaimana mungkin bisa diubah lagi? - Mengusulkan agar ada konsistensi soal Periode, bisa berkaca dari gereja tetangga yang menggunakan Periode 2020-2025 , jangan membuka perdebatan baru lagi. Pdt.Teddy Sihombing : - Mengusulkan pada Anggota Sidang untuk dituntaskan segera soal Periode


12 - Mengusulkan karena diksinya adalah penundaan, maka Periode yang digunakan adalah 2020-2025. - Menanyakan pada Anggota Sidang soal usulan Periode 2020-2025? - Anggota Sidang mayoritas “Setuju” Pdt.Dewi Lubis : - Mengimbau pada AnggotaSidang untuk berbicara dengan etika dan sopan santun, sebab Pimpinan GKPI saat ini adalah hasil yang dipilih bersama di Periode lalu - Mengusulkan pada Majelis Ketua Persidangan agar memerhatikan keinginan untuk memilih secara konvensial bagi peserta onsite serta memilih online bagi peserta online. - Mengakui bagian dari Tim Resolusi yang menginginkan pemilihan konvensional bagi yang onsite. Pdt.Ojak Lubis : - Menjelaskan sebagai Majelis Sinode telah berjuang untuk mencarikan sistem yang terbaik dan tercepat untuk melakukan pemilihan di SAP-XXII GKPI. - Mengakui secara pribadi, lebih setuju dengan sistem konvensional. - Mengusulkan agarKetua Majelis Persidangan menanyakan kesiapan Panitia untuk mempersiapkan konsep pemilihan secara konvensional. Pdt.Simon Manurung : - Mengusulkan agar Ketua Majelis Persidangan dapat menentukan apakah pemilihan dilakukan secara konvensional atau secara online. - Memberikan pertimbangan, permasalahan pemilihan online tidak hanya pada Vendor yang sudah kalang kabut, tetapi juga pada peserta. Pnt.Tiopan Purba : - Menginformasikan dalam kapasitas sebagai Majelis Sinode bahwa keputusan yang diambil oleh Majelis Sinode sebenarnya murni karena soal Pandemi Covid-19, tidak ada maksud mempersulit siapapun. - Mengusulkan agar Anggota Sidang mendengar informasi dari Vendor apakah memungkinkan untuk dilakukan pemilihan secara online, sebab ini yang menjadi dasar. N.N : - Mengusulkan agar dilakukan konvensional karena tidak membawa ponsel Android Pdt.Teddy Sihombing : - Mengusulkan pada Anggota Sidang agar peserta onsite memilih secara konvensional hanya untuk Pimpinan Sinode untuk mempersingkat waktu. Sedangkan, pemilihan Majelis Sinode dan BPRP bagi yang onsite tetap dilakukan secara online menggunakan Google Form. Pdt.Edwin Sianipar : - Menginterupsi bahwa kepentingan onsite dilakukan pemilihan secara konvensional untuk menghargai yang tidak memiliki ponsel dan teknologi. - Mengusulkan agar pemilihan seluruhnya bagi yang onsite dilakukan secara konvensional, tidak hanya pemilihan Pimpinan Sinode saja.


13 - Mengingatkan bahwa saran Bishop GKPI soal Periode itu dibawa ke pembahasan Komisi 2, mengapa Ketua Majelis Persidangan mengambil keputusan sepihak? Harus ditarik kembali keputusan tadi. Pdt.Teddy Sihombing : - Menjelaskan soal Periode sudah tuntas, karena Bishop GKPI telah melantik Anggota Sidang dengan keterangan Periode 2020-2025, serta pelantikan di tingkat Jemaat dan Ressort diterangkan Periode 2020-2025. Pdt.Afrida Hutapea : - Mengusulkan agar sistem pemilihan Anggota Sidang yang onsite semuanya adalah konvensional, baik untuk Pimpinan Sinode, Majelis Sinode, dan BPRP, mengingat tidak semua orang mendapatkan kode unik dari Vendor. Pdt.Megauli Aritonang : - Mengusulkan pada Panitia bahwa masih ada waktu untuk mempersiapkan Kotak Pemungutan Suara sebanyak-banyaknya karena sudah ada arah untuk memilih secara konvensional. Pdt.Teddy Sihombing : - Mengusulkan bahwa untuk menghemat waktu, pemilihan konvensional dilakukan hanya untuk memilih Pimpinan Sinode Pdt.Anthony Lumbantobing : - Menginterupsi dan mengingatkan demi rasa keadilan agar semua pemilihan bagi yang hadir secara onsite untuk dilakukan secara konvesional Pdt.Darma Aritonang : - Mengusulkan agar jangan cepat-cepat Ketua Majelis Persidangan untuk mengambil keputusan dan mengetuk palu, karena Sinode ini akan dipertanggungjawabkan oleh Pimpinan Sinode. - Mengusulkan agar Ketua Majelis Persidangan mendengarkan keinginan Anggota Sidang yang datang secara onsite dan menghendaki pemilihan secara konvensional. Sebab, Sinode lebih tinggi dari hal apapun di GKPI. Pdt.Ricky Siregar : - Menginterupsi dan mengusulkan agar Majelis Ketua Persidangann memberlakukan pemilihan konvensional pada seluruh kategori pemilihan Pdt.Teddy Sihombing : - Mengusulkan agar terlebih dahulu Panitia ditanyakan kesediaannya melaksanakan pemilihan secara konvensional - Anggota Sidang menolak usulan tersebut karena proses pemilihan SAP-XXII GKPI tidak bisa tergantung pada mau tidaknya Panitia mengerjakannya Pdt.Kumalasari Tobing : - Mengusulkan kalau kekurangan waktu akibat pelaksanaan pemilihan secara konvensional bagi yang onsite, maka pelantikan Pimpinan Sinode yang baru dapat dilakukan pada sore hari. - Mengusulkan Panitia segera mempersiapkan cara pemilhan konvensional sebanyak-banyaknya.


14 Pdt.Teddy Sihombing : - Bertanya pada Anggota Sidang, “Apakah peserta onsite memilih semua kategori dengan cara konvensional?” - Ruangan Gedung tempat Sidang gemuruh dengan teriakan, “KONVENSIONAL” oleh banyak Anggota SAP-XXII GKPI Pdt.Ploster Simanjuntak : - Menginterupsi Ketua Majelis Persidangan agar memerhatikan psikologis Anggota Sidang yang menginginkan pemilihan secara konvensional. - Mendorong Ketua Majelis Persidangan untuk mengambil keputusan segera. Pdt.Teddy Sihombing : - Mengusulkan agar pemilihan konvensional bagi yang peserta onsite dan pemilihan dengan Google Form bagi peserta online. - Meminta pada Anggota Sidang, kalau setuju dengan usulan tersebut agar berdiri di tempat - Anggota Sidang terlihat hampir semua yang berdiri. - Memutuskan peserta yang onsite akan memilih secara konvensional, sedangkan peserta online akan memilih secara online/Google Form. Panitia : - Mengingatkan waktu yang tidak lama lagi, sesuai kesepakatan dengan Pemerintah soal Protokoler Kesehatan, maka acara harus segera ditutup dan soundsystem akan segera dipadamkan. Pdt.Teddy Sihombing : - Mengkonfirmasi bahwa Sidang akan segera berakhir dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi. - Mengusulkan agar Penyesuaian Tata Tertib dan Jadwal untuk segera diserahkan pada Majelis Sinode di Komisi 2 untuk dibahas. - Anggota Sidang menyatakan setuju. - Memutuskan dengan ketukan palu. Norman Gultom : - Menginterupsi dan mengusulkan jangan lagi di Majelis Sinode di Komisi 2 dibahas. Tetapi, langsung pada Komisi 2 pada Pembagian Anggota Sidang diserahkan. Bishop GKPI : - Mengingatkan Anggota Sidang harus tetap tertib, terlebih baru hari pertama. - Setiap perubahan pasti telah dicatatkan oleh Notulis maupun Ketua Majelis Persidangan. Jadi, yang menyesuiakan tidak lagi Majelis Sinode, tetapi Anggota Sidang yang membahas perubahan dan penyesuaian di Jadwal dan Tata Tertib. - Mengusulkan agar malam ini segera dituntaskan sampai jam berapapun sehingga besok sudah tinggal diputuskan. - Mengingatkan bahwa undangan peserta onsite adalah Anggota Sinode Am, sedangkan Peninjau dan Undangan adalah online. Di dalam Peninjau ada pendeta yang diperbantukan, seluruh pendeta yang bukan pendeta ressort, dan seluruh pendeta yang studi. Tujuan dikonsepkan demikian agar tidak terlalu penuh sesak ruangan sehingga dapat mengikuti protokol kesehatan.


15 - Merespons aduan Pdt.Rodion Tampubolon bahwa kode unik akan segera diberikan supaya dapat mengikuti persidangan secara online. Pdt.Rodion Tampublon : - Menginterupsi dan mengucapkan terima kasih pada Bishop yang dapat menangkap apa masalah yang diadukan. Pdt.Teddy Sihombing : - Mengusulkan agar perubahan dan penyesuaian Tata Tertib serta Jadwal akan dilakukan oleh Ketua Majelis Persidangan dan besok pagi akan dibuka kembali pada Anggota Sidang - Menskors Sidang untuk istirahat malam Notulensi SAP-XXII GKPI 2021 Jumat, 16 April 2021 Pdt.Irvan Hutasoit : - Mencabut skors Sidang - Menginformasikan bahwa Ketua Majelis Persidangan telah menyesuaikan perubahan yang ada di Tata Tertib dan di Jadwal. Hasilnya telah diberikan pada Panitia melalui Sekjend GKPI untuk dibagikan pada Anggota Sidang. - Menanyakan apakah semua Anggota Sidang telah mendapatkan? - Sebagian Anggota Sidang menjawab Belum Mendapatkan - Meminta Vendor untuk membantu menyebarkannya secara digital - Membacakan perubahan yang terjadi, Pertama pada Sistem Pemilihan. Pdt.Fritz Sitompul : - Menginterupsi dan mengusulkan agar softcopy sebaiknya dicetak dan dibagi supaya perubahan dapat terlihat, mengingat tidak semua Anggota Sidang memiliki ponsel Android. Pdt.Irvan Hutasoit : - Menjelaskan bahwa proses pengedaran akan membutuhkan waktu, sehingga lebih baik ditampilkan satu per satu di videotron supaya semua sama-sama dapat melihat - Menanyakan pada AnggotaSidang tentang persetujuannya. Bishop GKPI : - Menginterupsi dan mengingatkan bahan perubahan karena penyesuaian sangat penting dipegang oleh Anggota Sidang. - Mengusulkan agar sembari pembahasan persidangan berjalan, sembari bahan yang dicetak diedarkan pada Anggota Sidang


16 Pdt.Irvan Hutasoit : - Membacakan point-point pasal yang disesuaikan dan perubahan (terlampir) - Memberikan kesempatan pada Anggota Sidang untuk merespons Pdt.Plosser Simanjuntak : - Menanyakan mengapa untuk pemilihan BPRP yang dipilih di kalangan pendeta tidak dibawakan ke dalam Pleno?Selama ini yang terjadi adalah selalu dibawakan. Terkait dengan Psl.10 Tata Cara Pemilihan. Pdt.Gibson Sibuea : - Mengusulkan untuk kesempatan bicara dari peserta onsite lebih banyak dari peserta online, di mana ideal perbandingannya adalah 5 : 1 Pdt.Darma Aritonang : - Menyoroti Tata Tertib tentang Pasal 4 (PRT.GKPI Psl.48), khususnya di ayat 2.1.2. - Menanyakan mengapa statistik Ressort Bekasi menjadi berkurang di Almanak 2021, di mana tercatat di sana berjumlah 1.500-an. Padahal, jumlah jiwa yang aslinya 1.661 jiwa. - Menegaskan secara aturan kalau ada pengurangan jumlah jiwa harus ada tandatangan Pendeta Ressort. Sehingga, hal ini berdampak pada utusan Ressort yang harusnya adalah dua utusan ditambah satu Pendeta Ressort. - Mengingatkan agar jangan sampai kecolongan di dalam pemilihan kategorial. Sebab, apakah bisa Pendeta dan Penatua, atau Diakones dapat dipilih menjadi Majelis Sinode mewakili Seksi Sekolah Minggu? Daniel C. Damanik: - Mengusulkan pada Panitia agar kebutuhan peserta online dapat dipenuhi, misalnya dari awal pendaftaran sudah memberitahukan kalau kehadiran di SAPXXII GKPI sebagai utusan dari kalangan Sekolah Minggu, tetapi oleh Panitia dimasukkan ke dalam Sie.Pria. Namun, secara pribadi sudah berbicara dengan Vendor. - Menginformasikan terkait Peninjau di Tata Tertib Psl.4, ay.3, butir 5, sepertinya tidak sesuai dengan PRT GKPI Pdt.Maradong Nainggolan : - Menyoroti Tata Cara Pemilihan Psl.10, Ay.2, terkait Penulisan Nama dalam Pengesahan Nama-Nama Calon. - Menanyakan apakah para calon telah berkoordinasi dengan Tim Kredensi sebab kesalahan satu huruf saja bisa memengaruhi keabsahan? - Menyoroti Psl.11, Ay.6 - Menanyakan apakah tidak ada kendala bila pemilihan secara online dilakukan selama 10 menit saja? Pdt.Irvan Hutasoit : - Merespons pertanyaan Pdt.Plosser Simanjuntak bahwa bakal calon nama Ketua BPRP di kalangan dan diumumkan hasilnya di Pleno. Hal ini terkait dengan Psl.10 di dalam Tata Cara Pemilihan. Dan ketika nama telah disahkan oleh Tim Kredensi di Pleno, maka nama tersebut tidak boleh mundur kembali. Karena itu, sebelum bakal calon itu benar-benar ingin maju, maka harus ditanya dulu dengan sungguh


17 kesediaannya di dalam pencalonan. Mundur diterima jikalau terkena syarat ½ n +1. - Merespons pertanyaan Pdt.Gibson Sibuea bahwa kehadiran Peninjau secara online juga sangat banyak. Sehingga, pembagian kuota berbicara harus proporsional, semisal 3:2. - Merespons Pdt.Darma Aritonang bahwa mencegah hal yang kecolongan dalam kategorial maka rapat harus dilakukan sesuai dengan kalangannya. Tidak boleh seseorang hadir di luar kalangannya sendiri. - Merespons Pdt.Maradong Nainggolan bahwa penyebaran kode unik ke seluruh peserta online sudah dilakukan koordinasi dengan Vendor sehingga dapat mencegah terjadinya permasalahan registrasi untuk pemilihan. - Mengusulkan untuk penulisan satu huruf yang salah dari nama calon (typo), maka sepanjang nama yang dimaksud itu hadir, bisa dianggap sah. Hal ini belajar dari kasus alm.Pdt.Salomo Simanjuntak yang ditulis dengan nama Salomo Lumbantobing. Sekjend GKPI : - Menginterupsi dan menjelaskan terkait pertanyaan Pdt.Darma Aritonang berhubungan dengan statistik Jemaat. Bahwa, permintaan data termuktahir secara tertulis sudah diberikan langsung pada Pnt.John Posma Lumbantobing, tetapi belum ada respons sebagai update data statistik terakhir. Pdt.Irvan Hutasoit : - Merespons pertanyaan Daniel C. Damanik terkait Pasal 4, Ayat 3, Butir 5 bahwa hal ini sebaiknya direspons oleh Majelis Sinode dari Komisi 2 - Menawarkan pada Anggota Sidang apakah draft telah dapat diresmikan, atau dibuka lagi termin? - Anggota Sidang menjawab agar dibuka lagi termin John Posma Tobing : - Menyoroti Tata Cara Pemilihan, Bab.III, Psl.11, Ay.2 & Ay.8. Meminta penjelasan akan “n” apa yang dimaksudkan? Pdt.James Sitanggang : - Mengusulkan agar istilah e-vote bagi peserta yang onsite dihapuskan. - Menanyakan terkait mana yang lebih dahulu dikerjakan Tim Kredensi? Apakah di dakam Penjaringan Bakal Calon dulu? Atau, ketika nanti sesudah ditetapkan menjadi Calon? Nicholas Sinaga: - Menyoroti Tata Tertib Psl.7 yang mengatur sidang pleno, tetapi tidak mengatur tata cara pemilihan. - Mengusulkan agar tata pemilihan diganti saja menjadi “sidang” - Menanyakan terkait sidang kalangan, “Apakah harus kuorum dulu?” - Menyoroti Tata Cara Pemilihan Psl.3, Ayt.13, sangat multitafsir. Pdt.Wilfried Hutapea : - Mengusulkan agar Calon dapat mengundurkan diri di dalam Pleno - Menyarankan agar pembuktian status calon dilakukan dengan menunjukkan Surat Keputusan (SK) dan tidak dengan Surat Keterangan dari Pimpinan Sinode


18 Pdt.Irvan Hutasoit : - Menjelaskan ½ + n yang dimaksud adalah peserta yang memberikan suara - Menjelaskan untuk sidang Kalangan Pendeta yang disebut multitafsir sudah ada penjelasannya di Pasal berikutnya - Menjelaskan bahwa sebelum mengikuti pencalonan harus ditanya agar tidak dapat mundur di tengah jalan. Mundur diberikan ruang ketika masih menjadi bakal calon. Bishop GKPI : - Menginterupsi dan mengingatkan agar menggunakan waktu dengan baik sebab ada banyak lagi hal yang harus dikerjakan di hari kedua. Saut Siahaan : - Menanyakan apakah waktu yang diberikan 10 menit bagi peserta online dinilai sudah cukup? - Mengingatkan Majelis Ketua Persidangan untuk bijak melihat mekanisme perhitungan online dan onsite, karena konsepnya sudah berubah? Apakah menjadi one man one vote? Pdt.Wilfried Hutapea : - Mengusulkan agar kata “atau” di dalam Psl.3, Ayat 1, Butir 1.1 dihapus agar tidak ada perbedaan dengan PRT GKPI Pdt.Irvan Hutasoit : - Memutuskan kata “atau” dan seterusnya akan dihapus sesuai dengan syarat yang diaturkan oleh PRT GKPI Pdt.Lucius Siahaan : - Mengingatkan kalau ada dari peserta onsite yang telah mendapatkan kode unik. Jadi, Vendor harus menarik kembali agar tidak menjadi double suara yang diberikan. Robert Tambunan : - Menanyakan terkait Tata Cara Pemilihan Psl.11, Ay.2 & Ay.8, di dalam menentukan ½ n +1 itu yang dihitung kuorum yang mana? Pdt.James Sitanggang : - Mengusulkan agar Tim Kredensi bekerja saat di Penjaringan Bakal Calon bukan ketika sudah menjadi Calon agar tidak kelewatan. - Menegaskan pernyataan Pdt.Wiflried Hutapea agar syarat pemilihan Pimpinan Sinode harus sesuai dengan PRT GKPI, bukan ditambahkan. Pdt.Dewi Lubis : - Memohon penjelasan tentang mengapa ada syarat tambahan? Pdt.Irvan Hutasoit : - Meminta Majelis Sinode Komisi 2 untuk menjelaskan tentang syarat tambahan tersebut.


19 Bishop GKPI : - Menjelaskan Surat Keterangan di sana tidak hanya persoalan SK saja di dalamnya, tetapi juga soal apakah Pendeta itu pernah kena Tata Pengembalaan atau tidak sebelumnya. Lalu, dilampirkan tiap SK yang pernah dikeluarkan. - Mengusulkan agar hal yang tidak esensi seperti ini tidak dipermasalahkan untuk menghabiskan waktu. - Menjelaskan syarat pemilihan yaitu syarat 10% yang mengusulkan baru dapat menjadi calon. Kalau perhitungan Pendeta GKPI ada 250 orang, maka tidak banyak yang maju. Pdt.Irvan Hutasoit : - Menambah penjelasan terkait pemilihan Majelis Sinode yang dari kalangan, maka dipilih sebanyak jumlah yang dibutuhkan. Misalnya dari kalangan ada 5 orang, maka dapat mengisi 5 nama yang dirasa sesuai. Atau, dapat dipertimbangkan juga one man one vote. Pdt.John Simorangkir : - Mengusulkan terkait pertanyaan Pdt.James Sitanggang agar Tim Kredensi bekerja setelah Calon terjaring Pdt.Sopindaya Sipahutar : - Menyatakan lebih menyetujui sistem pemilihan sesuai dengan jumlah yang tersedia Pdt.Tubiran Simamora : - Menyatakan sistem one man one vote lebih baik sebab tidak membutuhkan syarat persentase berapa baru masuk dan duduk menjadi Majelis Sinode Tagor Rajagukguk : - Mengingatkan agar waktu tetap diperhatikan dengan serius - Mengusulkan agar lebih baik menggunakan one man one vote. Pdt.Polin Sihombing : - Mengusulkan agar Tim Kredensi bekerja sebelum Rapat Kalangan dilakukan berkaca dari SAP di Tahun 2015 yang kecolongan. Pdt.Irvan Hutasoit : - Mengusulkan agar untuk Pemilihan Majelis Sinode dilakukan dengan cara one man one vote dengan alasan kepercayaan yang tinggi dari Peserta Sinode Pdt.John Simorangkir : - Menginterupsi dan menyatakan pemilihan nama sejumlah kalangan yang diperlukan adalah bentuk dari bagaimana memercayakan beberapa nama di dalam mengawal arah menggereja GKPI - Menolak konsep one man one vote. Pdt.Gibson Sibuea : - Menolak konsep one man one vote karena berpotensi membahayakan. Misalnya yang dibutuhkan 7 orang tetapi yang terpilih hanya 5 orang saja. Bishop GKPI : - Menginterupsi dan mengingatkan jangan saling berjawab di dalam bersidang


20 - Menjelaskan duduk perkara saat ini adalah perbedaan tajam antara one man one vote dengan memilih sejumlah kalangan yang dibutuhkan. - Mengusulkan agar segera ditentukan pilihan konsep apa yang digunakan, tetapi dengan pertimbangan bahwa risiko dari one man one vote itu bisa saja satu menggerus suara menggerus suara lain. Dengan demikian ada satu orang yang mencapai 300 – 400 suara. Dampaknya yang dibutuhkan 7 tetapi yang didapatkan hanya 2 saja. - Mengusulkan agar dilakukan seperti biasa yaitu memilih dari sejumlah orang di kalangan. Pdt.Irvan Hutasoit : - Menanyakan pada AnggotaSidang, apabila mengikuti alur pemikiran dari Pdt.John Simorangkir dan Bishop GKPI, apakah setuju jika pemilihan Majelis Sinode menggunakan konsep pemilihan dari sejumlah orang di kalangan? Pdt.Lucia Tobing : - Menginterupsi dan menyatakan persetujuan dengan pendapat dari Bishop GKPI - Mengingatkan agar Tim Kredensi memeriksa dengan tegas jumlah jiwa dari satu ressort yang dapat mengirimkan sejumlah utusan. Sebab, ada satu ressort yang mengirimkan utusan lebih dari kuotanya. Pdt.James Sitanggang : - Menyetujui usulan Pdt.Polin Sihombing Dearlina Sinaga : - Mengingatkan hak dari peserta online sebab Vendor menyiapkan sistem pemilihan dengan one man one vote. Oleh sebab itu, Vendor harus mengubah sistem pemilihan yang dilakukan secara online. Pdt.Simon Manurung : - Mengantisipasi Tim Kredensi agar tidak seperti periode sebelumnya. - Mengusulkan agar ada satu pasal untuk mengatur tugas dan fungsi Tim Kredensi. - Memberikan persetujuan dengan gagasanBishopGKPIterkait pemilihan sejumlah orang dari kalangan Pdt.Irvan Hutasoit : - Melihat ada dua hal terkait Tim Kredensi, yaitu bekerja memverifikasi calon sebelum Rapat Kalangan? Atau, Tim Kredensi bekerja setelah nama dihasilkan di dalam Rapat Kalangan? - Mengusulkan nama diverifikasi oleh Tim Kredensi ketika nama sudah dihasilkan di Rapat Kalangan. Pdt.Polin Sihombing : - Menginterupsi dan mengusulkan agar siapapun yang mencalon agar memberikan nama pada tim Kredensi untuk diverifikasi. Jangan sampai di Rapat Kalangan menjadi diributkan mengapa ia dapat mencalonkan diri.


21 Pdt.Maurids Simamora : - Mengiterupsi dan menegaskan bahwa nama bakal calon belum ada sebelum dilakukan Rapat Kalangan. Pdt.John Simorangkir : - Menanggapi Pdt.Polin Sihombing bahwa nama calon bukan diputuskan oleh Tim Kredensi, tetapi di Pleno setelah dari Tim Kredensi. Sehingga, masih ada banyak kesempatan untuk mengkritisi soal kelayakan nama. Pdt.Irvan Hutasoit : - Mengusulkan nama akan diverifikasi oleh Tim Kredensi setelah dihasilkan dari Rapat Kalangan Pdt.Baha Pasaribu : - Menginterupsi dan menjelaskan bahwa Bakal Calon merupakan semua yang sudah memenuhi kriteria pencalonan. - Menyatakan setuju dengan Pdt.Polin Sihombing agar diverifikasi sebelum Rapat Kalangan supaya membantu proses di kalangan nantinya. Pdt.Plosser Simanjuntak : - Menginterupsi dan menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada nama yang mencalonkan dan dicalonkan. Pdt.W.G.P.Lumbantobing : - Mengusulkan agar diaturkan lalu lintas percakapan dalam persidangan supaya jangan satu orang mendominasi berulang-ulang berbicara. - Mengusulkan agar Tim Kredensi bekerja sebelum Rapat Kalangan untuk memperbaiki sistem yang sudah ada. Pdt.Wilfried Hutapea : - Menginformasikan kalau ada banyak Pendeta yang usia pelayanannya di atas 10 tahun belum mengetahui sudah berapa tahun senior yang akan dipilihnya. Pdt.Pardomuan Munthe : - Menjelaskan Tim Kredensi dan Nominasi bekerja bersamaan saat Rapat Komisi. Kredensi bertugas memverifikasi jumlah utusan ressort/lembaga/badan dan Sedangkan, Tim Nominasi memeriksa kesesuaian adminstrasi dengan PRT GKPI. - Mengusulkan agar kembali ke konsep one man one vote. Pdt.Irvan Hutasoit : - Menjelaskan bahwa tidak mungkin kembali karena sudah diputuskan tidak menggunakan konsep one man one vote. - Mengusulkan agar Pemeriksaan Syarat Administratif Bakal Calon sudah dapat berlangsung ketika Sidang Komisi berjalan - Anggota Sidang Setuju. - Mengingatkan pada Para Bakal Calon untuk memberikan data sebelum Sidang Komisi agar dapat diverifikasi oleh Tim Nominasi. - Menskors Sidang untuk menutup Pleno-1


22 Pdt.Teddy Sihombing : - Mencabut skors sidang untuk memasuki Pleno-2 - Menyerahkan waktu pada Pimpinan Sinode dan Majelis Sinode untuk menyampaikan Laporan Bishop GKPI : - Membacakan Laporan Pimpinan Sinode Pdt.Gunawan Panjaitan : - Membaca Laporan Majelis Sinode Komisi-1 Pdt.Ojak Lubis : - Membaca Laporan Majelis Sinode Komisi-2 Pdt.Dekson Doloksaribu : - Membaca Laporan Majelis Sinode Komisi-3 Pdt.Teddy Sihombing : - Membuka Termin bagi Anggota Sidang untuk merespons Laporan Pimpinan Sinode dan Majelis Sinode Pdt.Plosser Simanjuntak : - Mengadukan curahan hati tentang kondisi dari seorang pendeta senior yang sudah purnabakti terkait dana sosial. Di Laporan Pimpinan Sinode h.21 ada informasi dana sosial.Namun, yang bersangkutan belum menerima dana tersebut. - Memohon klarifikasi dari Pimpinan Sinode. Pdt.Dirgos Lumbantobing : - Menanyakan di mana Laporan Pemeriksaan PHBK, sebab tidak menemukannya di Laporan yang dibagikan. Menegaskan kalau PHBK tidak bekerja sebagaimana fungsinya maka sebaiknya dibubarkan. Namun, informasinya mereka tetap bekerja - Meminta klarifikasi jika memang disinyalir Laporan dari PHBK tidak benar sehingga menggunakan auditor independen, maka harusnya tetap saja dilampirkan supaya ada pembanding mana yang benar dan tidak benar. - Menyayangkan Majelis Sinode Komisi 3 tidak memberikan penjelasan mengapa Laporan PHBK tidak dimasukan ke dalam dokumen lampiran SAP-XXII GKPI. - Menegaskan kalau pekerjaan PHBK harus tetap dihargai sebagai suatu sistem yang berlaku di GKPI. - Melihat di Laporan Majelis Sinode Komisi 3 bahwa menerima dalam Laporan PHBK ada 53 pelanggaran yang ditemukan. - Menanyakan mengapa Majelis Sinode Komisi 3 tidak berani untuk mengungkapkannya? - Menyayangkan sikap tegas Pimpinan Sinode pada Pendeta yang telah menerima BPJS dari Kantor Sinode tetapi tetap menerima Fasilitas Kesehatan dari Warga Jemaat. Padahal, dari Laporan yang ada termasuk dari Auditor Eksternal ada dua temuan Fasilitas Tunjangan Kesehatan di Kantor Sinode, yaitu BPJS dan Bantuan Perobatan.


23 - Mempertanyakan mengapa selalu Pendeta Ressort yang diserang soal fasilitas kesehatan sedangkan jelas-jelas pelanggaran juga di depan mata terjadi di Kantor Sinode. - Mempertanyakan mengapa dalam Laporan Pimpinan Sinode dan Majelis Sinode saat ini seolah-olah persoalan di Tahun 2020 tidak ada, yaitu dari Bulan April, Mei, dan Juni ada puluhan Pendeta tidak mendapatkan gaji? Sedangkan di tempat yang sama, Pimpinan Sinode beserta unsur di Kantor Sinode melakukan Ibadah Virtual dengan bayaran khotbah Rp.750.000/pengambilan ibadah. - Menyayangkan karena Pimpinan Sinode bersama jajaran di Kantor Sinode mendapatkan bayaran selama berkhotbah di tengah para pendeta di jemaat tidak mendapatkan apa-apa termasuk gaji bulanannya. Pdt.Henry Hutabarat : - Mengulang kembali seruan di SAK-2018 bahwa Pimpinan Sinode telah menjual Pos Pekabaran Injil (PI). - Menyayangkan di tengah upaya pelayanan pada Suku Anak Dalam (SAD) yang sudah demikian intens, ada jalinan dengan gereja Korea Selatan (PCK, Presbyterian Church of Korea). Hal ini berdampak GKPI telah terusir dari tempatnya. - Menyayangkan panggung yang telah dibangun, di mana Bishop GKPI membaptis SAD, saat ini telah dihancurkan dan didirikan rumah. Di rumah itu malah menjadi tempat mesum untuk mengusir Evanggelis. - Menginformasikan kalau yang melayani di tempat SAD adalah GKSI (Gereja Kristen Satia Indonesia). - Berpesan pada Pimpinan Sinode berikutnya agar dapat memerhatikan PI yang menjadi semangat dasar berdirinya GKPI. Pdt.Teddy Sihombing: - Mengarahkan kalau ingin diperpanjang oleh pada Rapat Komisi. Pdt.Megauli Aritonang : - Menanyakan pada Desember 2016 di sana GKPI Belawan mendapatkan dana relokasi dari Pelindo sebesar Rp.2,5 miliar tapi mengapa tidak ada di Laporan Pimpinan Sinode? - Menanyakan di mana uang Rp.2,5 miliar itu? Sebab, GKPI Belawan pada saat ini sudah tidak memiliki gedung lagi. Yang ada hanyalah gedung yang mangkrak karena Panitia tidak menyalurkan dana untuk membangun gedung dengan baik. - Menanyakan dalam Surat Pimpinan Sinode kepada GKPI Belawan selalu ada tembusan pada Kepala Departemen (Kadep) dan Kepala Biro (KaBiro), tapi mengapa Kadep dan Biro tidak pernah mendengungkan masalah GKPI Belawan? - Menanyakan mengapa Pimpinan Sinode yang membuka Rekening GKPI Belawan di Pematangsiantar oleh speciesmen tanda tangan Bishop, Sekjend, dan KaBiro Keuangan, tetapi tidak pernah disalurkan ke GKPI Belawan sendiri? - Menanyakan apakah uang Rp.2,5 miliar itu jumlah yang sedikit? - Menyayangkan Surat Teguran karena melaporkan masalah ini sampai ke Kepolisian Daerah (Polda). Padahal, hal tersebut dalam rangka agar uang tersebut mendapat kejelasan di mana posisinya sehingga dapat digunakan untuk membangun gedung gereja yang baru.


24 - Menanyakan mengapa ketika membuka rekening baru atas nama GKPI Belawan tetapi tidak memberitahukan terlebih dahulu pada GKPI Belawan? Reskana Jonpiter Siregar : - Menanyakan mengapa dalam Laporan Komisi-1 Majelis Sinode dari 10 orang tetapi hanya 4 orang yang bertandatangan? Padahal, saat ini teknologi sudah sangat maju. - Menyayangkan tentang Mutasi Pendeta yang belum ada 2 Tahun pelayanan tetapi langsung pindah. Hal ini terkait dengan dana karena menjadi tanggungan jemaat. Pdt.Fritz Sitompul: - Mengusulkan bahwa Pimpinan Sinode dan Majelis Sinode melengkapi laporannya, dan tidak perlu mengikuti saran dari Majelis Ketua Persidangan untuk menajamkan kasus di Komisi. Sebab, kenyataannya dari lima pembahasan tadi, seperti Laporan PHBK, Laporan Belawan, dll, tidak ada di Laporan. Bishop GKPI : - Menyatakan perlu menjawab berbagai pertanyaan yang dialamatkan pada Pimpinan Sinode dan berharap menjadi termin terakhir sebab waktu saat ini telah lewat. Pdt.Fritz Sitompul : - Menginterupsi dan menyampaikan keberatan kalau tidak boleh dilarang apabila ada tanggapan kembali sebab bahannya tidak ada di Laporan Pimpinan Sinode. - Mengusulkan agar Pimpinan Sinode melengkapi laporannya. Bishop GKPI : - Meminta tidak berjawab-jawab, sebab semua data dan jawaban akan diberikan Pimpinan Sinode. - Menyatakan tidak tahu bagaimana mengklarifikasi pertanyaan Pdt.Plosser Simanjuntak jika tidak diketahui siapa nama Pendeta yang sudah purnabakti tersebut? - Menjelaskan Dana Pensiun GKPI sudah ada di PGI sesuai dengan peraturan. Yang tidak dari PGI, atau yang diterima dari Kantor Sinode, namanya Dana Sosial. Dana itu diberikan dahulu pertama pada para pendeta yang sudah tua, pegawai pensiun, dan para janda atau duda pendeta, yang jumlahnya sekitar 110 orang. - Meminta Kadep Diakonat, Pdt.Raden Samosir menjelaskan lebih lanjut. Kadep Diakonat: - Memastikan bahwa semua pensiunan GKPI mendapatkan Dana Sosial dan dikirimkan oleh Kantor Sinode. - Menanyakan siapa nama yang dimaksud? Pdt.Plosser Simanjuntak : - Pdt.Todung Simanjuntak Kadep Diakonat : - Menjelaskan untuk Pdt.Todung Simanjutak sejak Maret 2021 telah dikirimkan Dana Sosialnya.


25 - Kasus Pdt.Todung Simanjuntak karena pensiun dari Kantor Sinode maka gaji masih dikirim selama satu tahun penuh. Dan, pengiriman gaji berakhir di bulan Maret 2021 lalu. Jadi, Dana Sosial dikirim setelah gaji berhenti. Bishop GKPI : - Merespons pertanyaan Pdt.Dirgos Lumbantobing, bahwa Sekjend GKPI akan menjelaskan lebih lanjut tentang Laporan PHBK. Sebab, Laporan PHBK sudah ada dan akan diserahkan nanti. - Terkait Laporan PHBK yang memberikan 53 catatan, hal itu telah diklarifikasi bersama Majelis Sinode. - Mencurigai darimana Pdt.Dirgos Lumbantobing mendapatkan informasi ini karena hal ini dibahas di Majelis Sinode. Ada apa ini? - Menjelaskan Sidang Majelis Sinode sangat transparan bahkan dilakukan intens tiap 6 bulan sekali. Diberikan di sana laporan perjalanan tugas yang dibahas dari Komisi sampai di Pleno, termasuk yang disebutkan tadi. - Mencurigai ada konspirasi apa? Sebab, Pimpinan Sinode bertanggung jawab pada Majelis Sinode. - Mengingatkan jangan sembarangan sebab ada mekanisme berorganisasi di GKPI jelas. - Menjelaskan terkait Pendeta yang tidak menerima gaji, juga persoalan fasilitas kesehatan, sebelumnya Pimpinan Sinode telah merespons masa sulit Covid-19 dengan mengimbau agar menghentikan sementara pembangunan yang ada di Ressort dan Jemaat. Gaji Pendeta yang dikirim dari Kantor Sinode berasal dari Bakti Bulanan beserta Kantong-II di Jemaat. - Memastikan tidak ada Pendeta yang tidak gajian kecuali berturut-turut tidak membayarkan ke Kantor Sinode selama 2-3 bulan. - Mengingatkan sumber penggajian pendeta berasal dari Jemaat. - Menjelaskan terkait Pdt.Henry Hutabarat, bahwa ia sepertinya benar karena menggebu-gebu, padahal beliau dipindahkan karena tidak melaksanakan pekerjaannya dengan benar. - Menjelaskan kalau Pdt.Henry Hubatarat menerima dari Korea tetapi tidak menjalankan tugas dengan baik. - Menginformasikan di lokasi SAD masih ada 2 Evanggelis GKPI yang fulltimer yang gajinya dibayar dari Kantor Sinode. Korea memberikan banyak bantuan dan tenaga untuk Pos PI GKPI. Dan, ada banyak saat ini Pos PI GKPI. - Merespons terkait pertanyaan Pdt.Megauli Aritonang, bahwa di SAP tidak sedang membicarakan jemaat per jemaat, orang per orang. - Memberikan jawaban khusus untuk GKPI Belawan kalau telah diberikan surat kalau ada usul dari Ressort dan Jemaat bahwa 10 hari sebelum pelaksanaan SAP GKPI agar dikirimkan untuk dibicarakan. - Menginformasikan dua hari lalu Guru Jemaat GKPI Belawan mengirim melalui Whatsapp data PDF tentang GKPI Belawan. Tapi, hal itu tidak sesuai dengan mekanisme. - Menginformasikan bahwa GKPI Belawan harus direlokasi oleh Pelindo entah itu suka ataupun tidak suka. Lalu, Majelis Jemaat mengadakan rapat dan mengangkat Panitia. Pembukaan rekening di Pematangsiantar merupakan kebijaksanaan dari Pelindo dan Majelis Jemaat. Seluruh dana yang sudah masuk ke GKPI ditransfer utuh ke Panitia yang telah diangkat tadi, termasuk bunganya. Tidak ada tinggal sepeser pun.


26 - Menilai Pdt.Megauli Aritonang telah melampaui wewenangnya sebagai Pendeta Ressort. Sebagai Pendeta Ressort tidak pernah melapor pada Pimpinan Sinode tetapi pada orang lain dan menyebarkannya ke mana-mana. Pdt.Teddy Sihombing : - Menginformasikan waktu sudah habis dan semua tanggapan akan dipertajam di sidang Komisi. - Menginformasikan penetapan Komisi akan dilakukan setelah makan siang. - Menskors sidang untuk makan siang dan persiapan memasuki Pleno-3 Pdt.Teddy Sihombing - MencabutSkors Sidang - Membahas Penetapan Komisi - Menyerahkan pada Pnt.Dr.Jonner Lumbangaol Jonner Lumbantobing : - Tim Kredensi : a. Pdt.James Sitanggang (Pendeta) b. Pdt.Jeffron Lumbanbatu c. Pdt.Romauli Siahaan d. Pnt. Askar Pane (Penatua) e. Pnt.Uba Purba f. Pnt. Ramli Simamora g. Norman Gultom (Anggota Sidhi Jemaat) - Tim Nominasi : a. Pdt.Edwin Sianipar (Pendeta) b. Pdt.Lucia Lumbantobing c. Pdt.Ratna Dewi Simanungkalit d. Pnt.Torang Lumbantobing (Penatua) e. Pnt.Patar Situmorang - Tim Pesan : a. Pdt. Samuel B. Purba (Pendeta) b. Pdt.W.G.P.Lumbantobing c. Pnt.Haposan Purba (Penatua) d. Pnt.Karto Manalu e. Nicholas Sinaga (Anggota Sidhi Jemaat) - Tim Pengawas : a. Pdt.Marbin Lumbantobing (Pendeta) b. Pnt.Jonner Hutagalung (Penatua) c. Pdt.Berman Situmorang (AnggotaSidhi Jemaat) Pdt.Teddy Sihombing : - Masuk ke dalam Rapat Komisi - Panitia membagi tempat untuk Rapat Komisi 1, 2, 3 - Anggota Sidang mengambil tempat duduk sesuai dengan pembagian yang telah dilakukan di Rapat Komisi


27 ================RAPAT KOMISI=============== ============= KEMBALI KE PLENO ================ Pembahasan Hasil Rapat Komisi-1 oleh Ketua dan Sekretaris (Pdt.Thomas Sitorus & Pdt.Daniel Lubis) Pdt.Irvan Hutasoit : - Membuka termin untuk merespons penyampaian bahasan oleh Komisi-1 Hotma Simanungkalit : - Mengusulkan agar Agenda Tahun 1964 tetap dipertahankan sebagai bagian menghargai warisan sejarah. - Mengusulkan agar ada keseragaman dalam hal jubah penatua dan berapa kali mengumpulkan persembahan Pdt.Maurids Simamora : - Menginformasikan dan menegaskan bahwa tidak mungkin kembali ke belakang, sebab Agenda GKPI yang baru itu sifatnya mengikat dan yang membuat itu adalah Sinodestan. - Terkait dengan Persembahan yang diaturkan di GKPI, apabila ada pihak yang tidak menyetorkannya maka yang salah bukan aturan yang telah disusun bersama, tetapi yang tidak menyetorkannya itu yang salah. Lambok Siahaan : - Mengusulkan untuk ibadah kontemporer jangan dipaksa menjadi ibadah konvensional, termasuk di dalam musik gerejawi.Sebab warga jemaat yang sudah berusia tua senang dengan ibadah yang konvensional. Keragaman harus dikelola dengan baik - Mengingatkan dan mengusulkan agar berhati-hati menyusun Tata Ibadah, misalnya ketika bernyanyi saat hendak masuk Pengakuan Iman, lagu di ayat 2 atau ayat 3 jemaat harus berdiri di dalam ibadah. Mengusulkan agar lagu dihabiskan dulu, lalu setelahnya baru jemaat berdiri. - Mengusulkan padaSaat Teduh tidak perlu dipaksakan ada musik yang mengiringi, apalagi bila menggunakan chord yang salah. - Mengusulkan agar Pelayanan Sakramen Perjamuan Kudus dijaga kehikmatannya, sebab di salah satu gereja di Pematangsiantar melaksanakannya sudah seperti di acara pesta adat. - Menyatakan persetujuan terkait dengan persembahan yang hanya satu kali di GKPI, yaitu Kantong-1 dan Kantong-2, sesuai peruntukkannya. - Mengusulkan para pendeta untuk tidak memberikan preambule sebelum ibadah seperti ibadah, sebanyak satu atau dua alinea. Mohon bersabar saja karena ada waktunya untuk menjelaskan, sebab itu adalah ibadah bukan makalah. Sihardiman Nainggolan: - Menyoroti dari Pimpinan Rapat Komisi 1 yang mengatakan, “Ya warna coklat,tapi bentuk terserahlah.” Hal itu tidak boleh. Karena bagi kami penatua, jubah


28 merupakan salah satu penunjang rasa percaya diri. Tapi, ada terjadi banyak yang berbeda di mana-mana. - Mengusulkan agar di SAP-XXII GKPI hal itu diputuskan jubah penatua warnanya apa? Bentuknya seperti apa? Harus langsung ditetapkan. Mengenai yang sudah terlanjur dijahit biarlah demikian. Tetapi untuk nanti yang berikutnya bisa seragam. Bila perlu libatkan perancang mode untuk menentukan nilai-nilai estetika, untuk meningkatkan rasa percaya diri dan membantu jemaat juga dalam beribadah. Pdt. Irvan Hutasoit : - Menginformasikan karena sudah 5 orang yang merespons dan satu orang lagi tidak tersambung, maka Komisi 1 boleh menjawabnya. Pdt.Thomas Sitorus : - Merespons Pnt. Hotma Simanungkalit, bahwa keputusan tentang Agenda 1964 adalah bagaimana SAP-XXII GKPI saat ini memutuskan. - Menjelaskan ada dua tanggapan tentangnya, yakni Agenda 1964 sebagai warisan yang tidak mungkin kita ubah-ubah tetapi masih bisa kita pakai, karena GKPI telah bertumbuh dengan model itu. Kedua, perubahan Agenda telah disepakati bersama. - Meyakini kalau kedua suara seperti ini pasti akan tetap ada. Karena di dalam Sinode Am kemarin, ini sudah beberapa kali diusulkan untuk kembali ke 1964. - Mengusulkan agar segera diputuskan supaya di Sinode Am mendatang hal ini tidak kembali dimunculkan. - Mengusulkan agar diputuskan Agenda GKPI Tahun 1964 dimasukkan kembali tetapi tidak mengubah Model A, B, dan C yang sekrang sudah ada. - Merespons soal keseragaman, di satu sisi ya tetapi di sisi lain kita diam-diam melakukan ketidakseragaman. Misalnya, minta keseragaman jubah tetapi persembahan satu kali dilakukan. Sedangkan, keputusan Sinode mengatakan persembahan itu sebanyak dua kali Yang mana harus kita lakukan? Kitalah yang menilai kita. - Merespons Pnt.L.A.Sihaan soal ibadah konvensional dan kontemporer, bahwa kebutuhan tiap gereja berbeda. Seperti di GKPI Pamen Padang Bulan, ibadah kontemporer dibutuhkan. Termasuk gereja GKPI di Medan sudah membuktikan bahwa liturgi sangat dinikmati oleh jemaat yang usia muda. - Merespons soal “Duduk-Berdiri”, hal ini sudah terlanjur beragam. Implementasi di lapangan sangat berbeda. - Merespons soal Preambule bahwa hal itu memang ada di model Tata Ibadah GKPI. Kalau hal itu tidak dibacakan, maka nanti menjadi tidak sesuai dengan Tata Ibadah kita. - Merespons soal Perjamuan Kudus bahwa harus diakui memang beragam. Namun, di dalam masa Pandemi Covid-19 dapat disesuaikan bahwa pelaksanaanya harus dengan kehadiran ragawi/fisik. - Merespons Pnt.Sihardiman Nainggolan, bahwa soal jubah Penatua sudah ada keputusannya dan disebarkan suratnya dari Kantor Sinode. Namun, implementasinya masih sangat panjang di lapangan.


29 Pdt.Irvan Hutasoit : - Menjelaskan persoalan Jubah Penatua tidak perlu lagi keputusan, tetapi tinggal penegasan saja dari keputusan sebelumnya. - Menanyakan pada Anggota Sidang apakah Tata Ibadah GKPI Tahun 1964 kembali dimasukkan ke dalam Tata Ibadah? Termasuk di dalamnya pengumpulan persembahan yang hanya satu kali saja. - Mengusulkan di dalam keputusan diberikan opsi apakah kalau diterima Tata Ibadah GKPI Tahun 1964 itu melengkapi Tata Ibadah yang baru atau menggantikan Model A dari Tata Ibadah yang ada sekarang ini? Bishop GKPI - Menginterupsi dan menjelaskan Persembahan di GKPI tidak boleh lagi mundur ke konsep yang lama. - Menjelaskan alasannya, yaitu berhubungan dengan PRT GKPI Psl.78 (Sumber Penerimaan) & 79 (Pengelolaan Pengurusan Harta Benda) - Menginformasikan bahwa kantong kedua digunakan untuk operasional GKPI. - Menyimpulkan, persembahan di GKPI tetap dilakukan dua kali, yaitu Kantong-1 dan Kantong-2, di luar Bakti Bulanan, dan Amplop Hari Besar Gerejawi. Pdt.Irvan Hutasoit : - Mengusulkan agar Tata Ibadah GKPI Tahun 1964 ditambahkan ke dalam Tata Ibadah GKPI tanpa menghilangkan atau mengubah Model Tata Ibadah lainnya yang ada di dalamnya. - Anggota Sidang menyatakan “Setuju” - Mengetuk palu menjadikan keputusan. - Mengusulkan agar Persembahan di GKPI tetap ada dua kantong persembahan sebagaimana yang ada di PRT GKPI - Anggota Sidang menyatakan “Setuju” - Mengetuk palu menjadikan keputusan. - Mengusulkan agar tercipta keseragaman Tata Ibadah, baik itu di dalam Saat Teduh di Pengakuan Dosa, atau Duduk-Berdiri Jemaat di akhir lagu atau di ayat terakhir nyanyian, maka diadakan Workshop Tata Ibadah GKPI sampai ke aras Jemaat dan menjadi Program GKPI di Periode ini. - Anggota Sidang menyatakan “Setuju” - Mengetuk palu menjadikan keputusan. - Mereview bahwa ada tiga keputusan yang diambil di Komisi-1, yaitu: a. Tata Ibadah GKPI Tahun 1964 disisipkan b. Persembahan di GKPI tetap menggunakan dua kantong c. Adanya Workshop Tata Ibadah di GKPI sebagai upaya Keseragaman - Menutup Pembahasan Pleno Komisi-1 Pdt.Teddy Sihombing : - Memanggil Komisi-2 untuk memaparkan Pembahasan Rapat Komisi di Pleno Pembahasan Hasil Rapat Komisi-2 oleh Pdt.Erikson Hutabarat dan Pdt.Sri Devita Hutasoit Pdt.Teddy Sihombing : - Membuka Termin untuk menanggapi pembahasan Komisi-2


30 Pdt.Demak Siregar : - Menambahkan selaku Anggota Komisi-2 bahwa perlu direvisi kalimat kalau Korwil adalah Perpanjangan Tangan Pimpinan Sinode, karena di PRT GKPI disebutkan Alat Kelengkapan Pimpinan Sinode Ferdinand Nainggolan : - Menambahkan agar status IAS dapat menekankan kompetensi pelayan dan diperhatikan apakah dapat naik menjadi terakreditasi Pdt.Revalindo Panggabean : - Menambahkan agar diusulkan Surat dari GKPI Wilayah XI menjadi lampiran keputusan W.Sigiro : - Menanyakan soal dua lembaga atau yayasan di GKPI, yaitu Agape dan Yapentra, mengapa untuk Agape diserahkan pada profesional sedangkan untuk Yapentra dikembalikan pada pendeta? Tonny Naibaho : - Menanyakan apa yang dimaksud dengan mengevaluasi keikutsertaan Pendeta GKPI dan Keluarga untuk bergabung di dalam BPJS? Apakah evaluasi ini sifatnya akan menguatkan atau malah mengeleminasi kepesertaan? Pdt.Parlindungan Purba: - Meminta penjelasan dari Komisi 2 apakah evaluasi kepesertaan BPJS itu adalah dalam rangka menyesuaikan ke Kelas 1 dari Kelas 2? Karena, belum ada penjelasan lebih lanjut. - Mendukung Pemekaran di GKPI sesuai dengan PRT Psl.28, tapi sering ditabrak. - Menyoroti usulan Komisi-2 agar semua peserta Sinode Am dari semua kalangan bisa masuk. Tetapi bagaimana dengan status Evanggelius yang statusnya ada dua, yaitu fulltimer dan parttimer. Kalau semua masuk, GSM harus masuk semua juga. - Melihat belum tersentuh adaDana Pensiun pada seluruh pendeta GKPI di Wilayah. - Mengusulkan agar PPNS 2008 yang diadopsi di GKPI diberlakukan juga pada hal pensiun, tidak hanya ketika aktif saja. Pdt.Merry Ginting : - Mengusulkan agar pendeta harus ditempatkan di lembaga - Mengusulkan agar pendeta lembaga dikader, seperti studi manajemen - Memohon perhatian untuk pendeta yang ada di lembaga di dalam keterlibatan program Pamostang Hutagalung : - Mengingatkan kalau mau mengubah kewenangan Majelis Sinode, maka PRT juga harus turut diubah. - Mengingatkan ada peluang merekomendasi aset, seperti Padang Mahondang yang ada di dalam aset tetapi tidak ada dasar hukum kepemilikannya. - Mengusulkan agar aset Padang Mahondang dilepas pada warga jemaat dan hasilnya digunakan untuk membeli aset baru yang nyata kepemilikannya GKPI. - Menyetujui kalau Yapentra dikembalikan kepemimpinannya pada Pendeta GKPI.


31 Pdt.Erikson Hutabarat : - Menjelaskan soal BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang dimaksudkan adalah harus lebih kuat dirasakan maknanya pada keluarga pendeta, berkaca dari kasus alm.Pdt.Andy Sidauruk - Menjelaskan soal Dana Pendeta Pensiun sempat dibahas di Rapat Komisi, tapi disarankan pembahasan dilakukan di Komisi 3 karena terkait soal keuangan. - Menjelaskan soal pembahasan aset bahwa ini berhubungan dengan laporan Pimpinan di Biro Umum dan Organisasi yang terlalu singkat. Batasan pembahasan aset di Komisi 2 hanya sampai dalam surat kepemilikan. Namun, kalau nilai aset ada di Komisi 3, sebagaimana arahan dari Anggota Majelis Sinode. - Menjelaskan mengenai Yapentra dan Agape akan diserahkan pada Pimpinan Sinode, tapi dasarnya adalah peningkatan pelayanan, termasuk memberikan ruang bagi pendeta untuk menjadi Direktur Yapentra. Untuk Agape karena Sopo di Medan dan di Tomok kurang dipedulikan, makanya dibutuhkan pengelolaan yang profesional. Bishop GKPI : - Menjelaskan tentang Dana Pensiun bahwa berasal dari PGI di Jakarta sejak tahun 1992. Awalnya sempat terhenti, karena komitmen bayar GKPI. Di zaman Pdt.M.S.E.Simorangkir menjadi Pimpinan Sinode ada usaha luar biasa dengan mendapatkan talangan uang milliaran rupiah agar GKPI bisa masuk kembali ke Dana Pensiun PGI. Rekomendasi ke depan agar gaji pelayan fulltimer dinaikkan sehingga ketika pensiun kelak bisa lebih besar didapatkan. Namun, para pendeta yang masa tugasnya sudah 20 tahun dan masih aktif di atas tahun 2011 akan mendapatkan sedikit karena tersandera oleh masa kerja yang sedikit di gaji pokok yang sekarang sudah besar. - Mencontohkan sebagai Bishop dan Mantan Sekjend ketika pensiun nanti hanya mendapatkan Rp.60.000.000 dan tidak ada bulanan. - Menjelaskan Dana Sosial di luar Dana Pensiun PGI sejak tahun 2017 bersumber dari Persembahan untuk Perumahan Dinas Pendeta Pensiun. - Mengusulkan agar jangan menambah beban Pimpinan Sinode baru sebab sudah ada dari PGI. Kecuali, ada keinginan keluar dari PGI. Sekjend GKPI : - Menjelaskan soal BPJS Ketenagakerjaan bahwa saat ini GKPI sudah ingin menjangkau sampai ke tingkat Penatua. Pdt.Teddy Sihombing : - Mengusulkan untuk diputuskan : a. BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan agar lebih memiliki manfaat bagi keluarga pendeta b. Direktur Yapentra dikembalikan ke Pendeta serta Agape diserahkan pada pengelola profesional c. Aset GKPI untuk dilengkapi sertifikatnya d. IAS untuk meningkatkan kompetensi pelayanan serta ke tahapan akreditasi e. Usulan Wilayah XI menjadi Keputusan - Anggota Sidang menyatakan “Setuju” - Mengetuk palu menjadikan keputusan.


32 Pdt.Revalindo Panggabean : - Menginterupsi dan menanyakan tentang syarat menjadi Majelis Sinode dari kalangan Pendeta di dalam usulan pendeta Wilayah XI bahwa harus pendeta yang berjemaat atau beressort, tidak boleh dari lembaga Pdt.Teddy Sihombing : - Menjelaskan sudah termaktub di dalam keputusan Bishop GKPI : - Menginterupsi dan menyatakan hal itu diskriminatif - Pendeta di Lembaga itu boleh duduk menjadi Majelis Sinode Pdt.Revalindo Panggabean : - Meminta kejelasan dari Majelis Ketua Persidangan. Bishop GKPI : - Menjelaskan dasar dari PRT GKPI cukup terang bahwa tidak ada seperti yang disebutkan untuk syarat Majelis Sinode dari kalangan pendeta - Mengingatkan kalau mau mengubah syarat Majelis Sinode dari kalangan pendeta, maka harus mengubah PRT GKPI. Pdt.Anthony Lumbantobing : - Menginterupsi dan menjelaskan bahwa sekalipun dituding diskriminatif tapi kalau ia merupakan produk Sinode tetap diberlakukan sesudah amandemen terjadi Pdt.Teddy Sihombing : - Mereview keputusan bahwa dari yang telah diketuk palu akan keputusan dari Komisi 2, hanya syarat Majelis Sinode itu yang didrop karena harus sesuai dengan PRT GKPI - Anggota Sidang menyatakan “Setuju” - Mengetuk palu menjadikan keputusan. - Menyerahkan kepada Pdt.Irvan Hutasoit untuk melanjutkan Pembahasan Komisi 3 Pdt.Irvan Hutasoit : - Memanggil Ketua dan Sekretaris Komisi 3 Pembahasan Hasil Rapat Komisi-3 oleh Pdt. Baha Pasaribu dan Pnt.Gandhi Situmeang Pdt. Megauli Aritonang : - Menginterupsi dan menjelaskan bahwa usulan Pnt.H.Manalu untuk menjual aset GKPI Belawan yang telah dibeli di dekat lahan Muhammadiyah untuk pembangunan gedung gereja baru telah diminta untuk dibatalkan. Pdt.Baha Pasaribu : - Menjelaskan hal usulan itu dalam rangka penjualan aset hanya dapat terjadi bila disetujui oleh Sinode Am sebagai lembaga tertinggi.


33 Pdt.Megauli Aritonang : - Menjelaskan Pnt.H.Manalu tidak merepresentasikan Jemaat Belawan tapi dirinya sendiri. - Menjelaskan kalau usulan Pnt.H.Manalu adalah representasi Jemaat Belawan, mengapa sampai dilaporkan ke pihak Polda? - Mengusulkan agar persidangan polisi diikuti saja, nanti hasilnya kita dengar bersama, tetapi di laporan bisa dituliskan proses relokasi sudah berlangsung. Pdt.Irvan Hutasoit : - Mengklarifikasi dengan bertanya dari empat hal usulan Komisi 3 bahwa ada pernyataan yang belum ditarik? Pdt.Baha Pasaribu : - Mengusulkan karena Pnt.H.Manalu perwakilan dari Ressort Belawan jadi harus didengarkan pendapatnya - Datang interupsi dari Anggota Sidang seketika bahwa jangan langsung dilempar kesempatan ke Anggota Sidang apabila belum melalui Komisi-3 Pdt.Teddy Sihombing : - Menyatakan belum ada penyampaian kesempatan berbicara pada AnggotaSidang Pdt.Megauli Aritonang : - Menginterupsi dan bertanya mengapa yang ditekan adalah Pnt.H.Manalu? Sedangkan, Pimpinan tertinggi di Ressort Belawan adalah Pendeta Ressort. - Meminta sikap saling menghargai. Pdt.Irvan Hutasoit : - Menyayangkan harusnya hal yang belum tuntas di Komisi jangan dibawa ke Pleno Pdt.Wilfried Hutapea : - Menginterupsi dan menegaskan bahwa soal Belawan berdasarkan informasi dari Kepala Biro Keuangan adalah tanggung jawab dari Pimpinan Sinode, dan itu pun tidak dicatatkan. - Menyayangkan mengapa harus memaksakan hal yang orang jelas tidak mau Pdt.Rodion Tampubolon : - Menginterupsi dan menginformasikan bahwa bahan yang dibawa ke Pleno satupun tidak ada yang diputuskan di dalam Pleno. Bishop GKPI : - Menginterupsi dan mengingatkan bahwa yang mengikuti persidangan onsite adalah hanya anggota Sinode Am, tapi mengapa Pdt.Rodion Tampubolon masih ada di dalam gedung. - Meminta Pdt.Rodion Tampubolon untuk meninggalkan gedung persidangan Pdt.Rodion Tampubolon : - Menjelaskan bahwa sampai saat ini belum dapat kode unik untuk online. Padahal, sudah registrasi dan membayar. - Meminta solusi yang tak kunjung diberikan Pimpinan Sinode, termasuk jawaban mengapa dihapus datanya dari Peninjau?


34 Pdt.Irvan Hutasoit : - Menengahi bahwa kondisi Pdt.Rodion Tampubolon adalah gagal untuk hadir secara online. - Meminta pihak Vendor atau siapa pun dapat membantu beliau. N.N (1) : - Menjelaskan bahwa ada ketidaksesuaian antara Penatua dan Pendeta dari Ressort Belawan N.N (2) : - Menjelaskan kalau tadi Pnt.H.Manalu sebenarnya dalam pendengarannya suara menyuarakan agar point itu didrop. Tetapi, entah mengapa point itu muncul lagi ke dalam Pleno. Hal ini yang menyebabkan seolah tidak ada kecocokan di antara Res.Belawan terlebih di Komisi 3. Pdt.Irvan Hutasoit : - Menanyakan apakah memang betul kalau Pnt.H.Manalu telah menarik pernyataannya tetapi masih ada ditampilkan dalam Pleno? Pdt.Parlindungan Purba : - Menginterupsi dan bertanya akan bagaimana persoalan Belawan dapat masuk ke dalam pembahasan Komisi 3? Sedangkan hal itu tidak ada di Laporan Pimpinan Sinode? - Mengusulkan permintaan Pdt.Megauli Aritonang diterima agar bahan itu didrop. Pnt.H.Manalu : - Menyesalkan atas ucapannya di dalam Rapat Komisi 3 dan menarik ucapannya Pdt.Anthony Lumbantobing : - Menginterupsi dan menjelaskan bahwa sebenarnya ada kesempatan dari Pimpinan Sinode GKPI untuk menuntaskan permasalahan yang ada di GKPI. Namun, kalau ada keengganan berarti SAP-XXII GKPI dapat menyimpulkan bahwa permasalahan yang tidak diangkat oleh Pimpinan menjadi tanggung jawab Pimpinan pribadi Pdt.Irvan Hutasoit : - Menampung usulan Pdt.Anthony Lumbantobing. - Mengusulkan karena Kasus Belawan sudah sempat masuk ke dalam Notulensi Rapat maka Majelis Sinode berikutnya yang menuntaskannya Pdt.Fritz Sitompul: - Menginterupsi dan menjelaskan bahwa selama di Rapat Komisi tidak ada keputusan karena banyak laporan dan bahan lampiran yang tidak nyambung, belum lagi laporan PHBK sebagai bahan baru yang menjadikannya semakin runyam. - Menjelaskan soal Belawan, kalau benar Pnt.H.Manalu mewakili Res.Belawan apakah sudah persetujuan Majelis Jemaat? Mana datanya kalau Jemaat melalui Sidang Umum Jemaat ingin menjualnya yang ditandatangani oleh PHJ?


35 Pdt.Irvan Hutasoit : - Mengusulkan agar pembahasan Rapat Komisi 3 di SAP-XXII GKPI tentang Keuangan di GKPI yang belum tuntas, agar dituntaskan di Sidang Majelis Sinode (SMS) yang akan datang. Pdt.Vempri Lumbangaol : - Menegaskan berarti Laporan Keuangan Pimpinan Sinode ditolak NN (3) : - Mengusulkan jangan menggunakan kata ditolak tetapi “diinvestigasi” di SMS mendatang Pdt.Baha Pasaribu : - Menjelaskan bahwa keputusan untuk mencari auditor eksternal adalah amanat dari SAK-2018 GKPI - Menanyakan di point apa dan mana saja ada perbedaan auditor eksternal dengan PHBK? Pdt.Rodion Tampubolon : - Menginterupsi dan menegaskan bahwa bukan wewenang Pdt.Baha Pasaribu mengatakan demikian Pdt.Irvan Hutasoit : - Mengusulkan agar Pembahasan Rapat Komisi 3 atas Laporan Pimpinan Sinode akan diinvestigasi oleh Majelis Sinode berikutnya - Anggota Sidang menyatakan “Setuju” - Mengetuk palu menjadikan keputusan. - Menskors sidang sampai esok hari


36 Notulensi SAP-XXII GKPI 2021 Sabtu, 17 April 2021 Pdt.Irvan Hutasoit : - Mencabut skors sidang - Menyerahkan lanjutan sesi Pleno 4 kepada Pdt.Teddy Sihombing untuk dipimpin sebagai Ketua Majelis Persidangan Pdt.Teddy Sihombing : - Memanggil Tim Kredensi untuk menyampaikan hasil kerja mereka di pleno Pdt.Romauli Siahaan : - Membacakan data kehadiran Peserta SAP-XXII GKPI mengikuti Sidang adalah 537 Anggota, Peninjau 100 orang, dan Undangan 11 orang. Total 648 orang. Jumlah Pendeta yang hadir secara onsite adalah 219 orang. Jumlah Penatua yang hadir secara onsite adalah 222 orang. Jumlah Anggota Sidhi yang hadir secara onsite adalah 31 orang. Total jumlah yang hadir secara onsite adalah 472 orang. Jumlah Peserta yang online adalah 65 orang. Total seluruh Anggota Sidang adalah 537 orang. Peserta hadir yang tidak masuk ke dalam peserta onsite yaitu Abednego Tambun, Saut Siahaan, Heryana Hutabarat, Pnt.Toga Siadari, Dearlina Sinaga, Ir.Robert Hutabarat, Pdt.Parlindungan Purba, dan Pdt.John Ki Tov Silitonga. Peserta online dalam absensi adalah Pnt.Pamostang Hutagalung, Pdt.Helmy Tontje - Mengusulkan kepada Panitia untuk menyiapkan kotak suara sebanyak 20 kotak, papan tulis, penghapus, dan spidol, ruangan untuk masing-masing kalangan, format berita acara pemilihan masing-masing kalangan, catatan tiap kalangan akan hasil yang terpilih, rekaman dan foto-foto. Pdt.Teddy Sihombing : - Membuka Termin untuk merespons Tim Kredensi Saut Siahaan : - Mengklarifikasi sejak hari pertama registrasi bersama-sama dengan yang disebutkan Tim Kredensi telah hadir onsite. Robert Manurung : - Menginformasikan sejak hari pertama tidak ada nama di list absensi. - Mengusulkan agar segera diverifikasi agar tidak kehilangan hak suara. - Mengusulkan nama yang telah diverifikasi agar ditempelkan di depan pintu agar dapat diperiksa bersama-sama. Pdt.Ganda Haris Tobing: - Menanyakan terkait nama yang tidak terdaftar di dalam peserta online. - Meminta agar dimasukkan ke dalam peserta online. Pdt.James Sitanggang : - Menjelaskan data yang diterima pertama adalah dokumen dari Buku Panduan yang dibagikan di mana di sana tertulis berapa orang yang menjadi peserta SAP-


37 XXII GKPI. Data kedua adalah daftar absensi yang berasal dari Panitia, termasuk yang onsite dan yang online - Menjelaskan nama seperti Pnt.Ir.Saut Siahaan tidak ada didaftar onsite, demikian juga yang lainnya. Demikian juga Pnt.Pamostang Hutagalung yang hadir secara online tetapi tidak ada di daftar online. - Mengusulkan agar mengadakan absensi sekali lagi di Rapat Kalangan supaya ada kepastian siapa nama yang onsite dan online yang dibantuk oleh Vendor. Pdt.Teddy Sihombing : - Menginformasikan telah mendapatkan absensi terbaru dari AnggotaSidang online yang siap untuk ditayangkan di layar videotron - Mengusulkan untuk ditampilkan agar dapat diperiksa bersama oleh seluruh Anggota Sidang sebagai masukan ke Tim Kredensi - Meminta Pnt.Sahat Pakpahan untuk membacakannya Sahat Pakpahan : - Membacakan nama-nama berdasarkan absensi online Pdt.Teddy Sihombing : - Bertanya pada Anggota Sidang yang online apakah masih ada tanggapan atau klarifikasi? Pdt.Rianto Pasaribu : - Meminta klarifikasi atas nama Pnt.Idar Simbolon, S.Pd A.S.br.Hutauruk : - Mengklarifikasi nama belum tertera di anggota sidang online Pdt.Marliman Turnip : - Mengklarifikasi kehadirannya bersama dengan utusan Ressort hadir secara online. Jiler Lumbanbatu : - Mengklarifikasi namanya tidak ada di daftar absensi peserta online. Pdt.Teddy Sihombing : - Mengusulkan bagi AnggotaSidang yang hadir secara online agar memberitahukan klarifikasinya melalui chat online agar dapat dilakukan klarifikasi. Pdt.Polin Sihombing : - Menginformasikan kalau Pdt.Kartini Simanjutak tidak dapat bergabung di kehadiran online. - Menanyakan status suara Pdt.Johnny yang seharusnya onsite tapi pulang ke Medan? Pdt.Linti Dongoran : - Mengklarifikasi utusan Ressort yang berubah status kepesertaan Anggota Sidang dari onsite ke online atas nama Pnt.Henry Edison Manalu.


38 Pdt.Rolasmi Simatupang : - Mengklarifikasi status kepesertaannya yang seharusnya bukan Peninjau dan kehadiran secara onsite bukan online. Bishop GKPI : - Menanyakan mengapa bisa menjadi Peserta Penuh? Pdt.Rolasmi Simatupang : - Menjelaskan bahwa ia merupakan utusan dari Ressort selain pendeta ressort dan utusan yang satu lagi Bishop GKPI : - Merespons bahwa statusnya adalah Utusan Ressort - Menjelaskan terkait Pdt.Hermalela Simorangkir itu kalau di Kalangan Pendeta adalah Peninjau bukan Anggota Sidang. Kecuali, ia menjadi Utusan Ressort baru bisa menjadi peserta penuh - Mendapatkan info kalau Pdt.Hermalela Simorangkir adalah Utusan Ressort Sahat Pakpahan : - Menjelaskan kalau di Kalangan Pendeta nama Pdt.Hermalela Simorangkir sudah peserta penuh Anggota Sidang Bishop GKPI : - Menjelaskan hal itu yang salah. Ia adalah Utusan Ressort bukan di kalangan Pendeta. - Menginformasikan untuk memilih Calon di Kalangan bahwa Pdt.Hermalela Simorangkir tidak dapat ikut. Kecuali nanti di Sidang Pleno. Pdt.Hendra Sipahutar : - Menginformasikan ada Utusan Ressort yang berdukacita oleh sebab orang tuanya meninggal, sehingga harus kembali ke Medan. Hal ini sudah dilaporkan ke Vendor agar diubah statusnya dari kehadiran onsite menjadi online. Namun, Vendor mengatakan harus seizin Panitia. - Mengklarifikasi kepada Ketua Majelis Persidangan Pdt.Teddy Sihombing : - Menjelaskan oleh karena berita dukacita, maka akan segera diinformasikan pada Vendor untuk diubah status kehadirannya atas nama Pnt.Bornok Sinaga. (Utusan Ressort Padang Bulan) : - Menginformasikan kalau dari GKPI Padang Bulan ada tiga orang Peserta Penuh, di mana Pnt.Tetty Aritonang bukan salah satu di dalamnya, sebab statusnya adalah Peninjau. Pdt.Teddy Sihombing : - Mendapatkan informasi dari Sekjend GKPI bahwa Pdt.Yenny N.Lumbantobing adalah Peninjau. - Menanyakan informasi pada Anggota Sidang apakah masih ada lagi yang perlu diklarifikasi?


39 Pamostang Hutagalung : - Mengklarifikasi status kepesertaannya yang tidak terdaftar di kehadiran online. Abednego Tambun : - Mengklarifikasi sudah mengisi absensi secara onsite tetapi tidak terdaftar di dalam kehadiran onsite Pdt.Lucius Siahaan : - Mengusulkan agar ada data yang pasti berapa peserta onsite dan berapa peserta online. Pdt.Erikson Hutabarat : - Menanyakan apakah Peninjau yang status kehadirannya online boleh mengikuti dari ruangan Gedung GKPI Center? Pdt.Teddy Sihombing : - Menjelaskan kalau sudah ada di ruangan Gedung GKPI Center itu sudah kehadiran onsite. Pdt.Tubiran Simamora : - Mengusulkan agar ketika di Rapat Kalangan nanti diingatkan kembali Pendeta yang status kepesertaannya adalah Utusan Ressort. Marinton Simanjuntak : - Mengusulkan agar tidak diulur mengumumkan data lengkap AnggotaSidang SAPXXII GKPI. Harus diberitahukan segera supaya ada kepastian. Tagor Rajagukguk : - Mengklarfikasi kalau Ev.Risda Siboro adalah Jemaat GKPI JK.Perumnas 2 Mandala Medan dan bukan Utusan Ressort mewakili Sie.Perempuan Pdt.Romauli Siahaan (Tim Kredensi) : - Menjelaskan akan segera memberikan informasi terbaru dari Tim Kredensi atas data klarifikasi yang masuk. - Menanyakan tentang status Pdt.Kartini Simanjuntak dan Pdt.John Ki Tov Silitonga pada Pimpinan Sinode yang seharusnya kehadiran onsite? Pdt.Teddy Sihombing : - Menginformasikan kalau pemberitahuan dari Pimpinan Sinode semua Evanggelis diundang sebagai Peninjau. - Menjelaskan bahwa Pdt.Kartini Simanjutak dan Pdt.John Ki Tov Silitonga akan dimasukkan ke dalam kehadiran online. - Membacakan ulang peserta kehadiran online. - Menanyakan kepada Anggota Sidang apakah hasil pekerjaan dari Tim Kredensi beserta klarifikasi yang telah masuk sudah dapat diputuskan menjadi data resmi kepesertaan Anggota Sidang SAP-XXII GKPI? - Anggota Sidang menyatakan “Setuju” - Memanggil Tim Pengawas


40 Pdt.Berman Situmorang (Tim Pengawas) : - Menjelaskan pengawasan yang dilakukan adalah untuk pemilihan oleh peserta dengan kehadiran online yang menggunakan e-voting sebanyak 76 orang. - Menjelaskan laporan Tim Pengawas akan menggunakan data tersebut. Pdt.Anthony Lumbantobing : - Menanyakan siapa yang mengawasi pemilihan dengan kehadiran onsite? Pdt.Teddy Sihombing : - Menjelaskan yang mengawasi pemilihan onsite adalah Panitia dan Saksi Pdt.Dekson Doloksaribu : - Mengusulkan agar Pengawas memeriksa masing-masing peserta kehadiran online sudah memiliki kode unik. Pdt.Teddy Sihombing : - Mengusulkan persetujuan Anggota Sidang agar pemaparan tugas Tim Pengawas sudah dapat diterima. - Anggota Sidang menyatakan “Setuju”. - Memanggil Tim Nominasi Norman Gultom : - Menginterupsi dan menanyakan mengapa Tim Nominasi sudah dipanggil tetap Calon belum ada Pdt.Teddy Sihombing : - Menjelaskan bahwa Tim Nominasi hanya memeriksa kelengkapan administrasi dari mereka yang hendak mencalonkan dirinya. Bishop GKPI : - Menjelaskan bahwa pertanyaan Bpk.Norman Gultom harus dijawab dengan penjelasan bahwa setelah kemarin diumumkan akan siapa yang ingin menjadi calon, para Anggota Sidang yang mencalonkan dirinya mengantarkan berkas administrasinya dan itu yang diperiksa sekarang oleh Tim Nominasi. Pdt.Lucia Lumbantobing (Tim Nominasi) : - Menginformasikan berdasarkan Berkas yang masuk verifikasi data dilakukan menggunakan acuan dari Peraturan Rumah Tangga GKPI dan Tata Tertib SAP-XXII GKPI. - Menginformasikan hasil untuk Bakal Calon Bishop ada 6 orang. Bakal Calon Sekjend ada 12 orang dengan catatan, Bakal Calon Ketua BPRP ada 3 orang, Bakal Calon Sekretaris BPRP ada 2 orang, Bakal Calon Anggota BPRP ada 4 orang, Bakal Calon Majelis Sinode dari kalangan Pendeta ada 12 orang, Bakal Calon Majelis Sinode dari kalangan Penatua ada 21 orang dengan catatan. Bakal Calon Majelis Sinode dari kalangan Pemuda ada 4 orang, Bakal Calon Majelis Sinode dari kalangan Pria ada 3 orang. Bakal Calon Majelis Sinode dari kalangan Perempuan ada 6 orang, Bakal Calon Majelis Sinode dari kalangan Sekolah Minggu ada 1 orang, Bakal Calon Majelis Sinode dari kalangan Cendikiawan ada 11 orang.


41 - Menginformasikan catatan untuk Majelis Sinode kalangan penatua atas nama Pnt. Winter Sigiro usia 60 tahun dan 4 bulan dan atas nama Pdt.Ro Sininta Hutabarat dari kalangan Pendeta untuk menjadi Sekjend GKPI tentang masa pelayanan sesuai Peraturan di GKPI. - Menginformasikan nama-nama yang telah lolos dari Tim Nominasi melalui Layar. Pdt.Teddy Sihombing : - Membuka Termin untuk merespons Tim Nominasi Jonner Hutagalung : - Menanyakan apakah masih sempat untuk melengkapi berkas khusus untuk Majelis Sinode dari kalangan Penatua? Tagor Rajagukguk : - Menanyakan status Sekjend GKPI saat ini mengapa diberikan catatan syarat oleh Tim Nominasi padahal di SAK GKPI 2018 sudah diterima dan diselesaikan? Pasaoran Manurung : - Menanyakan di Rapat Kalangan apakah masih bisa memunculkan nama di luar yang sudah mendaftar dan diverifikasi oleh Tim Nominasi? Pdt.Pardomuan Munthe : - Mengusulkan kalau sudah melebihi cukup dari kuota tidak perlu dilakukan penjaringan Pdt.Maurids Simamora : - Menjelaskan pertanyaan tentang “Apakah masih sempat” ini merupakan dampak dari keputusan yang sudah diambil. Karena, tidak pernah nama dulu muncul baru Rapat Kalangan. - Mengusulkan syarat tentang pemilihan Bishop dan Sekjend di PRT diubah. Pdt.Lucia Lumbantobing : - Menjelaskan Tim Nominasi bekerja berdasarkan data yang diserahkan Ketua Majelis Persidangan. Nama yang ada hanya lampiran yang lolos berkas. Tidak ada niat mendahului Rapat Kalangan. - Menjelaskan tentang apakah masih sempat bahwa keputusan diserahkan pada SAP-XXII GKPI bukan datang dari Tim Nominasi. - Menjelaskan tentang Pdt.Ro Sininta Hutabarat bahwa berdasarkan PRT GKPI Psl.62, Ayat 2, Poin A, serta Tata Tertib SAP-XXII GKPI berdasarkan Sidang Pleno 2, dan Keputusan SAK-XXI GKPI 2018, Poin 2 dan 3 dari Komisi 2, tentang persyaratan menjadi Pimpinan Sinode, di sana dikatakan Dokumen SAP XX GKPI Tahun 2015 diterima baik yang ditandatangani maupun yang tidak ditandatangani. Legalitas Sekjend GKPI diterima Komisi 2 sesuai SAP XX GKPI 2015. Terkait SAK XXI GKPI 2018 yang diterima legalitas Sekjend GKPI bukan legalitas Pendeta Ressort (8 Tahun 5 Bulan). Sondang Sitanggang : - Menanggapi Tim Nominasi dengan positif karena dapat memverifikasi berkas dengan cepat dan tepat


42 - Mengusulkan tanggapan permohonan untuk kesempatan di dalam mengajukan berkas harus kembali mengacu pada kesepakatan di awal, bahwa siapa yang berminat langsung menyerahkan berkasnya. - Mengusulkan ketika di rapat kalangan agar dapat ketika memilih nama dapat memerhatikan keterwakilan gender. Pdt.Teddy Sihombing : - Menegaskan bahwa di hari sebelumnya telah diberikan batas pendaftaran sampai Pkl.13.00 WIB. Lewat dari waktu itu tidak diterima lagi. NN : - Menyoroti Tata Cara Pemilihan Psl.3, Ayt.4 di mana calon harus hadir secara onsite. - Menanyakan apakah calon yang hadir secara online berhak untuk dipilih? Pdt.Revalindo Panggabean : - Mengingatkan dalam PRT GKPI tidak ada istilah “Pendaftaran”. Di Almanak hanya diatur syarat batas umur dan lama bekerja. Tidak ada wajib membawakan surat keterangan. - Mengusulkan agar kembali ke PRT GKPI yang ada di Almanak. Tiopan Purba : - Menjelaskan dari kalangan Majelis Sinode mengusulkan adanya pendaftaran berkas dalam rangka mempersingkat penggunaan waktu. - Mengingatkan bahwa pemahaman keputusan di hari lalu jangan diterjemahkan menutup kesempatan datangnya nama di rapat kalangan. T.Samosir : - Menanyakan bagaimana solusi dari kalangan Sekolah Minggu yang baru satu orang yang memberikan berkas, padahal ada dua yang akan diterima? - Menyatakan setuju dengan Pnt.Tiopan Purba. Pdt.Teddy Sihombing : - Mengklarifikasi kalau pendaftaran berkas sampai Pkl.13.00 WIB, tetapi kalau berkembang nama di kalangan dipersilakan saja. Pdt.Lucia Tobing : - Menegaskan kalau Tim Nominasi bekerja hanya memeriksa berkas - Menjelaskan untuk nama yang muncul dari Rapat Kalangan tidak ada intervensi dari Tim Nominasi - Menjelaskan terkait masalah pendaftaran yang tidak ada di PRT GKPI, bahwa sebelumnya telah ada surat per tanggal 29 Maret 2021 yang dikirim dari Pimpinan Sinode pada para Pendeta GKPI di butir e atau butir 5 bahwa siapapun yang hendak maju di dalam SAP-XXII GKPI agar mempersiapkan dan melengkapi persyaratan. Pdt.Revalindo Panggabean : - Menginterupsi dan menegaskan bahwa jangan lagi memberlakukan sistem yang tidak ada di dalam PRT GKPI sehingga semua dapat kesempatan mengajukan diri


43 di Rapat Kalangan. Sebab, ada yang mau secara terbuka mencalonkan diri. Tetapi, ada juga yang menunggu dicalonkan di Rapat Kalangan. Pdt.Lucia Tobing : - Menjelaskan bahwa pekerjaan Tim Nominasi saat ini merupakan produk Sinode yang diputuskan di Pleno 2. Pdt.Simon Manurung : - Menegaskan bahwa pekerjaan Tim Kredensi dan Nominasi tidak relevan sebab pengalamannya ketika mendaftar untuk Anggota BPRP menemukan ada yang menyerahkan Surat Baptis. Apakah mungkin pendeta mau mendaftar perlu menyerahkan Surat Baptis padahal itu merupakan syarat untuk menjadi seorang Pendeta. Pdt.Teddy Sihombing : - Menjelaskan bahwa Tim Nominasi di dalam tugasnya hanya membantu untuk mempermudah dan mempersingkat waktu. - Mempertegas di Rapat Kalangan dapat saja muncul kembali nama-nama lain. Pdt.Parlindungan Purba : - Menilai bahwa konten PRT GKPI telah termaktub di dalam Pelaksanaan SAP-XXII GKPI sejauh ini. Bahwa ada tambahan hal itu sifatnya adalah membantu. - Mengharapkan agar pekerjaan Tim Nominasi tidak lagi diganggu gugat. - Merespons hasil Tim Nominasi terkait Pdt.Ro Sininta yang menjabat sebagai Sekjend GKPI saat ini dan hendak mencalon lagi sesuai hasil SAK-XXI GKPI 2018 bahwa masa pelayanannya menggantung dan ditolak. Pada saat itu karena memerhatikan situasi psikologis dan demi kebaikan persekutuan bersama, Sekjend GKPI-nya diterima tapi syarat Pdt.Ro Sininta Hutabarat ditolak. - Mengantisipasi agar masalah ini tidak seperti kondisi masa sulit GKPI di setelah SAK GKPI Tahun 1996. - Mengusulkan agar Pdt.Ro Sininta mundur dari Pencalonan Sekjend GKPI. Pdt.Leo Manik : - Menanyakan apakah syarat 10 tahun itu dihitung ketika tanggal pertama pelaksanaan SAP-XXII GKPI atau ikut dihitung ketika pelaksanaannya masuk pada waktu penundaan? Pdt.Teddy Sihombing : - Menjelaskan bahwa hitungan 10 tahun itu dimulai dari Oktober 2020, sehingga implikasinya pada pencalonan Pnt.Winter Sigiro memenuhi syarat pencalonan. - Menanyakan persetujuan AnggotaSidang - Anggota Sidang sepakat menjawab “Setuju”. Bishop GKPI : - Menjelaskan bahwa harapan pascapelaksanaan SAP-XXII GKPI 2020, seluruh warga GKPI harus bersatu. - Mengharapkan saran Pdt.Parlindungan Purba sebagai senior pendeta di GKPI dapat didengarkan oleh Pdt.Ro Sininta Hutabarat sehingga GKPI dapat berjalan dengan damai sejahtera antargenerasi. Sebab, selama bersama menjalankan


44 Kepemimpinan GKPI di aras Sinode, Pdt.Ro Sininta Hutabarat merupakan orang yang baik, lembut hatinya, dan bertanggung jawab atas tugasnya. Sempat ada permintaan bahwa lamanya 5 tahun menjabat sebagai Kepala Biro 2 dan 5 tahun menjabat sebagai Sekjend GKPI, hal itu dapat dikonversi menjadi syarat untuk pencalonan Pdt.Ro Sininta Hutabarat sebagai Sekjend GKPI. Sekjend GKPI : - Berterima kasih atas usulan dan doa yang disampaikan oleh para senior pendeta, Pimpinan Sinode, dan Ketua Tim Nominasi. - Menjelaskan bahwa ia sangat memahami apa yang dimaksud yaitu jangan sampai gara-gara Pdt.Ro Sininta Hutabarat nantinya GKPI bermasalah kembali - Menyadari bahwa hasil yang dicatatkan oleh Tim Nominasi merupakan apa yang telah dikerjakan dengan sungguh. - Menyatakan bahwa sapaan pagi yang selalu disampaikan pada seluruh sahabat merupakan hal yang tulus dan tidak pernah tertulis di sana untuk menjadi Sekjend GKPI 2020-2025. - Menyatakan bahwa mundur dari Pencalonan Sekjend GKPI 2020-2025 dengan kerendahan hati. Pdt.Plosser Simanjuntak : - Menginterupsi dan mengusulkan agar nama Bakal Calon ditarik karena akan ada dari kalangan Pdt.Teddy Sihombing : - Menegaskan bahwa sebelumnya sudah disepakati akan ada dua kali verifikasi - Menanyakan ke AnggotaSidang soal kesepakatan sebelumnya - Anggota Sidang sepakat menyatakan Setuju Pdt.Vempri Lumbangaol : - Menanyakan berdasarkan PRT GKPI Psl.45 ay.2 yaitu ketika Laporan Pimpinan ditolak maka ada yang di dalam nama bakal calon tidak dapat mencalonkan diri. Pdt.Teddy Sihombing : - Menegaskan kalau Laporan Pimpinan Sinode pada hari lalu diterima dengan catatan Laporan Keuangan harus diinvestigasi Majelis Sinode 2020-2025 - Menanyakan apakah hasil Tim Nominasi dapat diterima - Anggota Sidang sepakat menyatakan Setuju - Memanggil Tim Pesan dan menyerahkan jalannya sidang berikutnya pada Pnt.Dr.Jonner Lumbangaol Jonner Lumbangaol : - Meminta Panitia menampilkan hasil kerja Tim Pesan di layar Tim Pesan/Tona : - Menjelaskan ada banyak hal yang mungkin belum termaktub dan setelah dibacakan Anggota Sidang boleh bersama-sama menyempurnakannya - Membacakan hasil kerja Tim Pesan/Tona


45 Jonner Lumbangaol : - Memberikan kesempatan pada Anggota Sidang untuk memberikan usulan yang perlu ditambahkan ataupun dikurangkan dalam rumusan hasil kerja Tim Pesan/Tona Bishop GKPI : - Mengusulkan agar penambahan ataupun pengurangan diberikan secara tertulis untuk menghemat waktu - Menyerahkan hasil usulan penambahan dan pengurangan yang telah dikerjakan Bishop pada Tim Pesan/Tona Jonner Lumbangaol : - Menanyakan pada AnggotaSidang agar segala usulan untuk Pesan/TonaSAP-XXII GKPI 2020 diserahkan pada Tim dalam bentuk tertulis - Anggota Sidang sepakat menyatakan Setuju - Menyerahkan jalan sidang berikutnya pada Pdt.Irvan Hutasoit Pdt.Irvan Hutasoit : - Menjelaskan bahwa secara jadwa, acara persidangan berikutnya adalah Rapat Kalangan - Mengingatkan Pendeta yang utusan Ressort tidak dapat hadir di dalam Rapat Kalangan, terkhususnya Pendeta. - Meminta Panita menginformasikan tempat bagi AnggotaSidang melakukan Rapat Kalangan - Menskors sidang untuk Rapat Kalangan Pdt.Irvan Hutasoit : - Membuka skors sidang (Pkl.17:25) - Menginformasikan sidang saatini berada di Pleno 5 untuk menetapkan calon yang didapatkan nama berdasarkan usulan dari Rapat Kalangan - Memanggil Ketua dan Sekretaris Rapat Kalangan Penatua Ketua dan Sekretaris Rapat Kalangan Penatua : - Menginformasikan data bahwa yang memilih ada 200 orang di mana kehadiran onsite 178 orang - Menginformasikan dari 22 orang Penatua yang mencalonkan diri menjadi Majelis Sinode, tapi yang terjaring ada 14 orang, yaitu: 1. Pnt.Sondang M.Sitanggang (42 suara) 2. Pnt.Derwanto Sinaga (37 suara) 3. Pnt.Janner Marbun (32 suara) 4. Pnt.HotmaSimanungkalit (27 suara) 5. Pnt.Pantas Situmorang (26 suara) 6. Pnt.Rusman Manurung (25 suara) Pdt.Irvan Hutasoit : - Menginterupsi bahwa jumlah suara tidak perlu disebut karena sudah ada di layar, cukup nama saja yang dibacakan


46 Ketua dan Sekretaris Rapat Kalangan Penatua : - Melanjutkan Pembacaan Nama 7. Pnt.Erah Banurea 8. Pnt.Lasro A.Situmorang 9. Pnt.Jonner Lumbangaol 10. Pnt.TogaSamosir 11. Pnt.Winter Sigiro 12. Pnt.Tetty Aritonang 13. Pnt.Pamostang Hutagalung 14. Pnt.Jonner Hutagalung Pdt.Irvan Hutasoit : - Menanyakan pada Anggota Sidang apakah ke-14 nama dari hasil Rapat Kalangan Penatua dapat ditetapkan menjadi Calon Majelis Sinode? - Anggota Sidang sepakat menjawab Setuju. - Melanjutkan sidang dengan mengumumkan hasil Rapat Kalangan Sekolah Minggu yang dilakukan secara online. - Mengumumkan nama Calon Majelis Sinode dari Kalangan Sekolah Minggu sebanyak dua orang, yaitu: 1. Erika Frisdita Alaniasi Hutabarat 2. Daniel Collyn Damanik - Menanyakan pada Anggota Sidang apakah kedua nama dari hasil Rapat Kalangan Sekolah Minggu dapat ditetapkan menjadi Calon Majelis Sinode? - Anggota Sidang sepakat menjawab Setuju. - Mengundang Ketua dan Sekretaris dari Rapat Kalangan Pria untuk membacakan hasil Ketua dan Sekretaris Rapat Kalangan Pria : - Menginformasikan ada tiga calon dari Kalangan Pria untuk Majelis Sinode, yaitu : 1. Ir.Robert Hutabarat, M.A.P 2. Abednego Tambun, S.E, M.Pd.K 3. John Posma Lumbantobing, S.H Pdt.Irvan Hutasoit : - Menanyakan pada Anggota Sidang apakah ketiga nama dari hasil Rapat Kalangan Pria dapat ditetapkan menjadi Calon Majelis Sinode? - Anggota Sidang sepakat menjawab Setuju. - Mengundang dari kalangan Cendikiawan untuk melaporkan hasil Rapat Kalangan Ketua dan Sekretaris Rapat Kalangan Cendikiawan : - Menginformasikan nama-nama calon dari Kalangan Cendikiawan : 1. Nimrot Marpaung 2. Saut Siahaan 3. Gandhi Situmeang 4. Marnix Sahata Hutabarat 5. Rosario Sianturi 6. Christoffel Tobing 7. Ferdinand Nainggolan 8. Frederick Edy Giri 9. Haris Silalahi 10. Tengger Sinaga


47 Pdt.Irvan Hutasoit : - Menanyakan pada Anggota Sidang apakah ke-10 nama dari hasil Rapat Kalangan Penatua dapat ditetapkan menjadi Calon Majelis Sinode? - Anggota Sidang sepakat menjawab Setuju. - Mengundang Ketua dan Sekretaris dari Kalangan Perempuan untuk melaporkan hasil Rapat Kalangan Ketua dan Sekretaris Rapat Kalangan Perempuan : - Menginformasikan nama-nama calon dari Kalangan Perempuan: 1. Dearlina Sinaga 2. Heryana Hutabarat 3. FridaS. Hutajulu 4. Riris R. Simamora 5. Risma Pardede 6. Ev.VeraSimorangkir Pdt.Irvan Hutasoit : - Menanyakan pada Anggota Sidang apakah ke-6 nama dari hasil Rapat Kalangan Perempuan dapat ditetapkan menjadi Calon Majelis Sinode? - Anggota Sidang sepakat menjawab Setuju. - Mengundang Ketua dan Sekretaris dari Kalangan Perempuan untuk melaporkan hasil Rapat Kalangan Pemuda Ketua dan Sekretaris dari Kalangan Pemuda-Pemudi : - Menginformasikan dua nama calon dari Kalangan Pemuda-Pemudi: 1. Gavea Hutabalian 2. Ruth Juani Hutabarat Pdt.Irvan Hutasoit : - Menanyakan pada Anggota Sidang apakah kedua nama dari hasil Rapat Kalangan Pemuda-Pemudi dapat ditetapkan menjadi Calon Majelis Sinode? - Anggota Sidang sepakat menjawab Setuju. - Mengundang Ketua dan Sekretaris dari Kalangan Pendeta untuk melaporkan hasil Rapat Kalangan Ketua dan Sekretaris dari Kalangan Pendeta : - Menginformasikan hasil penjaringan untuk Bishop GKPI : 1. Pdt.Abdul Hutauruk 2. Pdt.Hasintongan Gurning - Menginformasikan hasil penjaringan untuk Sekjend GKPI : 1. Pdt.Humala Lumbantobing 2. Pdt.Pasaoran Sinaga 3. Pdt.John Simorangkir 4. Pdt.Raden Samosir 5. Pdt.Gibson Sibuea - Menginformasikan hasil penjaringan untuk Majelis Sinode: 1. Pdt.Afrida Hutapea 2. Pdt.Baha Pasaribu 3. Pdt.Dharma Aritonang


48 4. Pdt.Elvina Siregar 5. Pdt.Eril Manalu 6. Pdt.Ganda Aritonang 7. Pdt.Henry Hutabarat 8. Pdt.Henry Marpaung 9. Pdt.Martin Hutabarat 10. Pdt.Megauli Aritonang 11. Pdt.Pardomuan Munthe 12. Pdt.Radot Gultom 13. Pdt.Ro Sininta Hutabarat 14. Pdt.Sopindaya Sipahutar - Menginformasikan hasil penjaraingan BPRP yang akan ditetapkan 1. Ketua : Pdt.Arlinton Nainggolan 2. Sekretaris : Pdt.Wilfrien Hutapea 3. Pdt.Samuel Aritonang (Anggota 1) 4. Pdt.Simon A.Manurung (Anggota 2) 5. Pdt.Linti Dongoran (Anggota 3) Pdt.Irvan Hutasoit : - Menanyakan pada Anggota Sidang apakah 14 nama dari hasil Rapat Kalangan Pendeta dapat ditetapkan menjadi Calon Majelis Sinode? - Anggota Sidang sepakat menjawab Setuju. - Menanyakan pada Anggota Sidang apakah kedua nama dari hasil Rapat Kalangan Pendeta dapat ditetapkan menjadi Calon Bishop GKPI? - Anggota Sidang sepakat menjawab Setuju. - Menanyakan pada AnggotaSidang apakah kelima nama dari hasil Rapat Kalangan Pendeta dapat ditetapkan menjadi Calon Sekjend GKPI? - Anggota Sidang sepakat menjawab Setuju. - Menginformasikan BPRP ditetapkan setelah pemilihan fungsionaris - Mengundang para calon Bishop GKPI dilanjutkan Sekjend GKPI untuk menyampaikan gagasan berpikir Kedua Calon Bishop dan Kelima Calon Sekjend menyampaikan gagasan selama 5 menit Pdt.Irvan Hutasoit : - Menyampaikan sebagaimana tradisi 5 Tahun lalu bahwa Pimpinan Sinode periode sebelumnya akan berdoa pada para calon yang akan dipilih dalam Sidang Pleno. - Mengundang Pimpinan Sinode mendoakan calon Bishop dan Sekjend GKPI di depan para Sinodestan sebagai representasi GKPI Bishop GKPI : - Mengajak AnggotaSidang untuk bernyanyi KJ.424:1, “Yesus Menginginkan Daku” - Mendoakan kedua calon Bishop dan kelima calon Sekjend GKPI Panitia SAP-XXII GKPI : - Menginformasikan sudah berkoordinasi dengan pihak berwajib, termasuk Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara, terkait pelonggaran waktu pelaksanaan sidang sampai Pkl.21.00 WIB, dengan catatan sama-sama menjaga protokol kesehatan.


49 - Mengusulkan agar dilakukan sterilisasi ruangan terlebih dahulu dan yang ada di ruangan yang punya hak suara saja.Di pintu sudah ada absensi untuk peserta yang punya hak suara setelah makan malam. Pdt.Irvan Hutasoit : - Menanyakan pada Anggota Sidang apakah setuju dengan usulan dari Panitia agar ruang disterilisasi ketika istirahat makan malam dan menjalankan sidang sesuai dengan permintaan Panitia - Anggota Sidang sepakat menjawab Setuju. - Menskors sidang Pdt.Teddy Sihombing : - Membuka skors sidang - Menjelaskan Pemilihan akan dilakukan di tempat masing-masing dan Panitia yang akan mengantarkan seluruh kertas suara, terdiri dari dua bagian yaitu : Pertama untuk Bishop & Sekjend dan Kedua untuk Majelis. Setelah semua Anggota Sidang mendapatkan kertas suara diberikan waktu 10 menit untuk men-check list surat suara. Panitia akan mengumpulkan kertas surat suara. Setelah terkumpul semuanya, Ketua Majelis Persidangan akan meminta Panitia untuk mengumpulkan surat suara bagi peserta online yang mengisi juga selama 10 menit. Setelah selesai akan dilakukan penghitungan di mana penghitungan pertama dari suara online karena lebih cepat dihitung. - Menginformasikan akan memulai pemungutan suara. Nicholas Sinaga : - Menginterupsi bahwa namanya belum tertera dan belum bertanda-tangan M.Silalahi : - Menginterupsi bahwa namanya belum tertera dan belum bertanda-tangan Pdt.Rolasi Simatupang : - Menginterupsi bahwa namanya belum tertera, karena disuruh bertanda-tangan dan menuliskan nama di belakang kertas absensi. Tiopan Purba : - Menginterupsi bahwa namanya belum tertera dan belum bertanda-tangan AdelinaSidabutar : - Menginterupsi bahwa namanya belum tertera dan belum bertanda-tangan Pdt.Teddy Sihombing : - Mengusulkan bagi yang nama belum tercatat agar melaporkan ke meja Panitia - Meminta Panitia agar jeli memerhatikan identitas Anggota Sidang dan memastikan yang hadir yang punya hak suara (N.N) : - Menginterupsi dan menanyakan apakah di dalam surat suara diberikan keterangan di tiap kalangan tentang berapa jumlah yang harus dipilih?


Click to View FlipBook Version