Confidential: Untuk kalangan sendiri. Pendahuluan GKPI pada tahun ini genap berusia 60 tahun. Usia yang cukup dewasa dan matang. Untuk itu sudah sepatutnya GKPI menjadi gereja yang ceria dan ramah. Ramah dalam bertindak, ramah dalam berkata-kata, dan ramah dalam melayani warga jemaat dan sekitarnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memberi arti kata “ceria” adalah: bersih, suci, murni, berseri-seri (tentang air muka), bersinar, dan cerah. Kata “ramah” diberi arti: baik hati, menarik budi bahasanya, manis tutur kata serta sikapnya, suka bergaul, dan menyenangkan dalam pergaulan. Apabila kita gabungkan arti ceria dan ramah: bersih, berseri-seri (wajah yang senyum), manis tutur kata dan sikapnya sehingga menyenangkan. Dengan demikian “Menuju Gereja yang Ceria dan Ramah” adalah gereja yang lingkungannya bersih, murni ajarannya, manis tutur kata para warga, dan pelayannya, ramah lingkungan gerejanya sehingga menyenangkan untuk hadir di dalam gerejanya. Rencana Strategis (Renstra), GKPI menetapkan sebagai tema tahun 2024 adalah “Menuju Gereja yang Ceria dan Ramah.” Tema ini muncul dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi oleh gereja-gereja Arus Utama (Mainstream) dengan munculnya gerakan dan persekutuan-persekutuan Karismatik yang a.l., ditandai oleh suasana ceria dan ramah kepada semua pengunjung. Gereja-gereja arus utama terjebak dalam sikap dan kondisi mapan, dan rutin. Pada tahun 2024 diharapkan upaya yang sudah dimulai dengan melaksanakan berbagai model tata ibadah GKPI, perlu semakin mengupayakan penciptaan suasana yang ceria dan ramah (bersahabat), tanpa kehilangan jati diri (termasuk pegangan pengajaran dan pemahaman iman). Pelayanan yang ceria dan ramah agar setiap pelayan maupun warga jemaat menerima kasih Kristus dengan penuh sukacita. Menuju gereja yang ceria dan ramah ini dapat dicapai dengan beberapa hal, antara lain: 1. Penatalayanan perlu di inovasi 2. Penatalayanan yang mengedepankan dialog antara pelayan dan warga jemaat. Dialog yang dimaksud di sini adalah pelayan memiliki keramahtamahan terhadap jemaat. 3. Penyampaian Firman perlu inovasi agar tidak monoton, tanpa harus meninggalkan ciri khas atau dogma GKPI 4. Pelatihan dan pembinaan para pelayan agar memiliki jiwa enterpreneurship. “Menuju Gereja yang Ceria dan Ramah” harus meneladani pelayanan Tuhan Yesus yang selalu diminati bayak orang, antara lain: anak-anak, pemuda/i, orang tua, bahkan pemungut cukai. Belajar dari kisah Zakheus (Lukas 19: 1-10), di mana Yesus dikerumuni banyak orang, dan Zakheus yang bertubuh pendek dan seorang pemungut cukai sangat menyukai dan berusaha untuk melihat Yesus, karena pelayanan Yesus yang menyenangkan, baik tutur kata-Nya, menguatkan, menyembuhkan dan ramah kepada semua orang. Perkataan Yesus menggelegar saat itu yakni: Sebab Anak Manusia datang untuk mencari KERANGKA ACUAN PROGRAM RENSTRA GKPI TAHUN 2024: “MENUJU GEREJA YANG CERIA DAN RAMAH”
dan menyelamatkan yang hilang (Lukas 19: 10). Firman ini pula yang menjadi nas pendukung untuk tema tahun 2024 ini. Demikian juga dengan perkataan Yesus dalam Matius 10: 40: “Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.” Firman ini mengingatkan kita bahwa dalam menyambut seseorang bukan hanya sekedar menerima dengan baik, tetapi juga bagaimana memperlakukan orang lain dengan baik dan ramah. Menjadi sebuah tantangan bagi GKPI dalam relasi dengan jemaat dan lingkungan sekitar adalah representasi dan simbol kehadiran Kristus. Kristus mengajarkan bahwa Ia hadir dalam kehidupan kita ketika kita menyambut orang lain dengan ceria dan ramah. Pelaksanaan Program Dengan pemahaman tersebut di atas, Renstra GKPI membuat garis besar program tahun 2024, memuat 6 bagian besar program dan 1 program tambahan untuk perayaan 60 tahun GKPI sbb.: 1. Program Penataan manajemen Ibadah a. Mengusahakan kebaktian/ibadah minggu antara jam 8 s/d 10. Karena apabila kebaktian atau ibadah dimulai jam 11 maka waktu ini adalah waktu yang rentan untuk mengantuk. b. Penyampaian Firman atau khotbah dengan bahasa yang sederhana dan yang sesuai dengan daerah di mana GKPI berada. c. Pengelolaan SDM dengan baik, misalnya: pelayan khotbah, liturgis, pemandu kidung/nyanyian, pemusik, dll. Untuk ini Masing-masing gereja perlu mengadakan pelatihan dan pembinaan untuk pengembangan SDM pelayan. 2. Membangun Model-model kebaktian yang kontekstual dan menarik yang dapat menjangkau segmen anak-anak, remaja dan pemuda, serta lansia. a. Tata Ibadah Sekolah Minggu, Remaja, dan pemuda b. Buku Nyanyian Sekolah Minggu GKPI c. Pembekalan Guru-guru Sekolah Minggu 3. Ketersediaan alat-alat musik di masing-masing jemaat. Memakai alat musik yang dapat dijangkau oleh jemaat, antara lain: Gitar, kecapi, harmonika, atau sesuai dengan kemampuan jemaat. 4. Membangun komunikasi antara kantor sinode, antar jemaat dalam satu wilayah, antara majelis dengan jemaat. Untuk ini para koordinator wilayah menetapkan program pertemuan antara Pimpinan Sinode dengan para pelayannya. 5. Program pembangunan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana gereja: a. Ketersediaan sarana dan prasarana bagi setiap kategorial, misalnya: ruang Sekolah Minggu dan perlengkapan pendukung lainnya. b. Ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung lingkungan gereja yang bersih, asri, dan sehat. Misalnya: Toilet, tong sampah, lahan parkir, dll. c. Ramah terhadap Lansia dan difabel 6. Membuat program seminar ceria dan ramah dan kegiatan: a. Pembekalan Guru-guru Sekolah Minggu yang diadakan oleh Resort, Jemaat Khusus, dan Wilayah b. Mengadakan lomba penataan taman atau lingkungan gereja
c. Pembekalan PHJ, Penatua, dan Majelis dilaksanakan di tingkat Jemaat Khusus, Resort, dan Wilayah d. Pembekalan Pendeta atau istri pendeta ditingkat Sinode 7. Program perayaan khusus (hari-hari raya gereja, hari ulang tahun GKPI) misalnya dengan membuat program Perayaan HUT ke-60 GKPI yang disertai dengan aksi sosial kepada anggota jemaat yang sakit, penyaluran beasiswa kepada anak anggota jemaat yang kurang mampu, penyaluran bantuan dan peralatan kepada anggota jemaat yang difabel atau yang berkebutuhan khusus, bedah rumah, donor darah, dll. Untuk pelaksanaan program utama tersebut (tanpa mengabaikan program lainnya sesuai kebutuhan Jemaat dan Resort), maka Pimpinan Sinode mengajak semua pelayan dan warga Jemaat, mulai dari tingkat Sinode, Wilayah, Resort, dan Jemaat supaya melaksanakan program renstra ini dengan baik. Untuk lebih terinci, pelaksanaan Renstra GKPI 2024 diuraikan sbb.: 1. Tema : MENUJU GEREJA YANG CERIA DAN RAMAH Sub tema : 2. Tujuan a. Agar seluruh pelayan semakin dekat dan peka terhadap keadaan jemaat GKPI. b. Meningkatkan kehadiran warga jemaat dalam mengikuti kegiatan-kegiatan gerejawi. 3. Hasil yang diharapkan: a. Para pelayan semakin menunjukkan keramahan (Hospitality). b. Gereja dan lingkungannya semakin nyaman, menarik, dan ramah. c. Jemaat semakin rajin mengikuti kegiatan-kegiatan gereja. d. Setiap jemaat memiliki kepedulian terhadap sesamanya. 4. Peserta/Kelompok Sasaran: Pelayan dan warga di semua aras GKPI. 5. Metode Pelaksanaan: a. Mengirim Kerangka Acuan program Renstra 2024 ke Resort dan Jemaat Khusus. b. Mensosialisasikan program c. Melaksanakan pelatihan-pelatihan tentang gereja yang ceria dan ramah terhadap para pelayan GKPI. d. Melaksanakan program tersebut ditingkat Jemaat/Resort/Wilayah/Sinode. e. Mengevaluasi pelaksanaan program menuju gereja yang ceria dan ramah. e.1. Evaluasi ditingkat jemaat dilakukan oleh Majelis Jemaat; Evaluasi ditingkat Resort dilakukan oleh Majelis Resort; Evaluasi ditingkat Sinode dilakukan oleh Majelis Sinode. e.2. Laporan Evaluasi ditingkat Resort dan Jemaat Khusus dilaporkan kepada Korwil masing-masing untuk selanjutnya diteruskan ke Pimpinan Sinode GKPI f. Pimpinan Sinode memberi penghargaan (reward) kepada masing-masing Resort dan Jemaat Khusus atas keberhasilan pelaksanaan program memelihara dan memedulikan jemaat-jemaat. 6. Penyelenggara Kegiatan: a. Di tingkat Sinode penyelenggara kegiatan adalah Pimpinan Sinode dan Jajarannya. b. Di tingkat Wilayah penyelenggara kegiatan adalah Korwil dan BKS Wilayah. c. Di tingkat Resort penyelenggara kegiatan adalah Majelis Resort dengan mengangkat kepanitiaan.
d. Di tingkat Jemaat penyelenggaraan kegiatan adalah Majelis Jemaat dengan mengangkat kepanitiaan. 7. Waktu dan tempat: a. Oktober 2023, Panduan/Acuan Program dikirim ke Korwil, Resort dan Jemaat Khusus. b. November - Desember 2023 sosialisasi program. c. Januari – November 2024 pelaksanaan program d. November – Desember 2024, evaluasi program dan pemberian penghargaan. 8. Pendanaan: a. Pelaksanaan Program “MENUJU GEREJA YANG CERIA DAN RAMAH” di Kantor Sinode dibiayai oleh Kantor Sinode. b. Pelaksanaan Program “MENUJU GEREJA YANG CERIA DAN RAMAH” di Wilayah dibiayai oleh Wilayah. c. Pelaksanaan Program “MENUJU GEREJA YANG CERIA DAN RAMAH” di Resort dan Jemaat Khusus dibiayai oleh Resort dan Jemaat Khusus itu sendiri. d. Pelaksanaan Program “MENUJU GEREJA YANG CERIA DAN RAMAH” di Jemaat dibiayai oleh Jemaat itu sendiri. e. Pendanaan untuk pelaksanaan program renstra tersebut supaya dimasukkan dalam RAPB-2024 masing-masing aras. Penutup Demikianlah kerangka acuan pelaksanaan program Renstra GKPI 2024 ini disampaikan, kiranya melalui pelaksanaan program tersebut kehidupan berjemaat di GKPI semakin ceria, ramah, dan menyenangkan bagi jemaat untuk kemuliaan nama TUHAN. Pematangsiantar, Oktober 2023 PIMPINAN SINODE Bishop Sekretaris Jenderal Pdt. Abdul Hutauruk, M.Th Pdt. Humala Lumbantobing, M.Th