2022
PROGRAM
KREATIVITAS
MAHASISWA
PANDUAN PKM
RISET
SOSIAL HUMANIORA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI
i
KATA PENGANTAR
Menulis karya ilmiah merupakan bagian yang tak dapat dilepaskan dari kehidupan
akademik seorang mahasiswa saat menjalani perkuliahan. Berbagai bentuk tulisan
akademik menjadi hal yang perlu dipahami oleh setiap mahasiswa, mengingat karya
tulis yang dibuat menjadi refleksi pemahaman dari setiap bidang ilmu yang
dipelajari.
Pedoman Penulisan PKM ini disusun sebagai rujukan bagi mahasiswa di
lingkungan program studi Pendidikan Sejarah pada khususnya dan Jurusan
Pendidikan IPS Universitas Jambi pada umumnya dalam menulis karya ilmiah
khususnya PKM-RSH. Dengan hadirnya pedoman yang jelas, diharapkan tercipta
keseragaman tata cara penulisan karya ilmiah oleh para mahasiswa yang sesuai
dengan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku dan diakui dalam dunia akademik.
Pedoman ini memberikan rambu-rambu umum yang memuat hal-hal pokok yang
berkaitan dengan penulisan karya ilmiah yang umumnya ditulis oleh mahasiswa
selama proses perkuliahan.
Dalam rangka meningkatkan efektivitas dalam pembimbingan Program Kreativitas
Mahasiswa pada Riset Penelitian Sosial Humaniora pada Program Studi Pendidikan
Sejarah, Jurusan Pendidikan IPS, FKIP, Universitas Jambi, maka diperlukannya
untuk dibuat buku pedoman ini. Kami berharap buku ini dapat menjadi salah satu
dokumen dalam melakukan bimbingan bagi dosen pembimbing dan panduan bagi
mahasiswa dalam membuat proposal PKM Penelitian Sosial Humaniora.
Semoga buku pedoman ini dapat diimplementasikan dengan baik sebagai bentuk
komitmen Bersama untuk mewujudkan visi dan misi program studi Pendidikan
sejarah yang berpedoman pada visi-misi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
dan Universitas Jambi yaitu mewujudkan Universitas Jambi yang Unggul pada
tahun 2025.
Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah
Drs. Budi Purnomo, M.Hum, M.Pd.
NIP. 196103081986031004
ii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ................................................................................................. ii
Daftar Isi........................................................................................................... iii
Bab I Pendahuluan ........................................................................................... 1
A. Prinsip-Prinsip Penting dalam Menulis................................................ 1
B. PKM Riset Sosial Humaniora .............................................................. 2
C. Tujuan .................................................................................................. 3
D. Ruang Lingkup..................................................................................... 3
E. Luaran .................................................................................................. 3
F. Kriteria Pengusulan .............................................................................. 4
G. Sumber Dana Kegiatan ........................................................................ 4
H. Sistematika Proposal Kegiatan............................................................. 4
I. Sistematika Laporan Kemajuan ........................................................... 7
J. Sistematika Laporan Akhir .................................................................. 8
K. Sistematika Penulisan Artikel .............................................................. 8
L. Poster.................................................................................................... 9
Bab II Isu Orisinalitas dan Plagiarisme............................................................ 11
A. Pentingnya Orisinalitas Tulisan ........................................................... 11
B. Pengertian Plagiarisme......................................................................... 11
a. Bentuk-bentuk Tindakan plagiat .................................................... 12
b. Sanksi bagi Tindakan plagiat ......................................................... 13
C. Teknik Penulisan .................................................................................. 14
a. Penulisan huruf............................................................................... 14
b. Huruf kapital .................................................................................. 14
c. Huruf miring................................................................................... 16
d. Huruf tebal ..................................................................................... 16
e. Penulisan angka dan bilangan ........................................................ 17
f. Penggunaan tanda baca .................................................................. 17
g. Penulisan kutipan dan sumber kutipan........................................... 19
Bab III Mengelola Sumber Rujukan Berbasis Digital ..................................... 26
A. Mencari Sumber Rujukan Melalui Google Scholar ............................. 26
B. Mencari Sumber Rujukan Melalui Portal Garuda................................ 28
Bab IV Mengelola Daftar Referensi Berbasis Aplikasi ................................... 30
A. Mengenal Mendeley............................................................................. 30
B. Instalasi Mendeley ............................................................................... 30
C. Antar Muka Mendeley ......................................................................... 34
D. Membangun Library dengan Mendeley ............................................... 35
E. Menambahkan Dokumen ..................................................................... 35
F. Mengelola Dokumen ............................................................................ 37
G. Membuat Sitiran dan Daftar Pustaka ................................................... 38
H. Membuat Daftar Pustaka...................................................................... 41
I. Mendeley Web Importer ...................................................................... 42
Daftar Pustaka .................................................................................................. 50
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Prinsip-Prinsip Penting Dalam Menulis
Menulis sebagai sebuah bentuk tugas kuliah sering kali menjadi beban dan
tantangan tersendiri bagi para mahasiswa. Sebelum berbicara secara lebih khusus
mengenai berbagai bentuk tulisan yang biasa ditugaskan, alangkah baiknya para
mahasiswa memahami sedikit mengenai klaim-klaim filosofis tentang menulis.
Berikut ini disampaikan empat klaim mengenai menulis yang merujuk pada apa
yang disampaikan oleh Fabb dan Durant (2005). Pertama, menulis berarti
mengonstruksi. Klaim ini menyatakan bahwa menulis bukan sekedar mengeluarkan
ide atau pendapat secara bebas, melainkan proses mengomposisi, dalam kata lain
sebuah keterampilan untuk membuat atau membangun sesuatu. Dalam proses
membangun ini seorang penulis perlu melakukan kontrol terhadap beberapa hal
utama, yakni argumen, struktur informasi, struktur teks, gaya bahasa, tata bahasa
dan teknik penulisan, serta penyajiannya.
Kedua, menulis melibatkan proses rekonstruksi yang berkelanjutan. Kebanyakan
proses menulis, apa pun jenis tulisannya, mengalami proses revisi secara berulang.
Proses menulis yang diikuti kegiatan membaca hasil tulisan secara berulang
menjadi suatu tahapan yang lumrah dalam melihat hal-hal yang masih memerlukan
perbaikan, penekanan, dan penguatan dari segi makna, pilihan kata, gaya bahasa,
atau aspek penulisan lainnya.
Ketiga, menulis adalah cara berpikir. Dalam hal ini menulis dipandang sebagai alat.
Seperti halnya berbagai bentuk diagram visual dan hasil penghitungan angka,
praktik berpikir. dapat dilakukan dengan cara menulis. Menulis membantu penulis
dalam mengorganisasikan ide ke dalam urutan atau sistematik tertentu yang tidak
mudah dilakukan secara simultan dalam pikirannya. Karena itulah pikiran
memerlukan alat untuk dapat muncul dan terefleksi. Pada dasarnya pembaca dapat
melihat bagaimana cara berpikir penulis melalui tulisan yang dibuatnya.
Keempat, menulis berbeda dengan berbicara. Saat berkomunikasi secara lisan,
pendengar dapat menginterupsi pembicara untuk memberikan klarifikasi mengenai
berbagai hal yang dibicarakan sehingga pemahaman dapat berjalan lebih mudah.
Berbeda dengan komunikasi tertulis, pembaca tidak dapat melakukan klarifikasi
seperti yang dilakukan saat orang mendengarkan dan berbicara.
Hal tersebut di atas kemudian mengharuskan penulis untuk menyediakan
semaksimal mungkin hal-hal yang menguatkan pemahaman pembacanya. Itulah
mengapa menulis sifatnya cenderung lebih formal dan lebih terikat oleh banyak
aturan. Dengan membaca dan memahami klaim-klaim tersebut secara kritis,
diharapkan saat menjalani proses menulis nantinya, mahasiswa dapat secara cermat
menyadari bahwa menulis pada dasarnya lebih merupakan proses yang memiliki
tujuan dan ciri khas tertentu dibandingkan dengan keterampilan berbahasa lainnya.
1
B. PKM-Riset Sosial Humaniora
Mahasiswa dipandang perlu untuk memahami arti penelitian atau riset, tujuan dan
manfaatnya dengan maksud membantu mereka memosisikan PKM-R pada jalur
yang tepat. Pada pedoman ini disertakan arti riset atau penelitian dan beberapa
klasifikasinya.
Butir-butir berikut dimaksudkan untuk membantu mahasiswa memahami beberapa
klasifikasi riset sesuai dengan tujuan dan manfaatnya.
a. Penelitian Pengembangan (Development Research) adalah jenis penelitian
yang bertujuan untuk mengembangkan, memperluas, dan menggali lebih
dalam sebuah teori yang dimiliki ilmu tertentu. Melalui penelitian-
penelitian ini tercipta teknologi-teknologi baru yang akhirnya dikenal
dengan R dan D (Research and Development)
b. Penelitian dan Pengembangan, biasa disingkat Litbang (Research and
Development atau R&D) adalah kegiatan penelitian, dan pengembangan,
serta memiliki kepentingan komersial dalam kaitannya dengan riset ilmiah
murni, dan pengembangan aplikatif di bidang teknologi
c. Penelitian Eksploratif adalah salah satu jenis penelitian sosial yang
bertujuan untuk memberikan definisi atau penjelasan mengenai konsep atau
pola yang digunakan dalam penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti belum
memiliki gambaran akan definisi atau konsep penelitian. Sifat dari
penelitian ini adalah kreatif, fleksibel, terbuka, dan semua sumber dianggap
penting sebagai sumber informasi
d. Penelitian Verifikatif (Verificative Research) adalah jenis penelitian yang
bertujuan untuk menguji suatu teori atau hasil penelitian sebelumnya. Dari
penelitian verifikatif diperoleh hasil yang memperkuat atau menggugurkan
teori atau hasil penelitian sebelumnya
e. Riset operasi(Operation Research) atau disebut juga riset operasional adalah
cabang interdisiplin dari matematika terapan dan sains formal yang
menggunakan model-model seperti model matematika, statistika, dan
algoritma untuk mendapatkan nilai optimal atau nyaris optimal pada sebuah
masalah yang kompleks. Riset operasi biasanya digunakan untuk mencari
nilai maksimal (profit, performa lini perakitan, hasil panen, bandwith dll.)
atau nilai minimal (kerugian, risiko, biaya, dll.) dari sebuah fungsi objektif.
Riset operasi bertujuan membantu manajemen mendapatkan tujuannya
melalui proses ilmiah
f. Riset pemasaran (Marketing Research) adalah pencarian informasi yang
akurat dalam bidang pemasaran yang melibatkan konsumen, pelanggan dan
public. Tujuan riset pemasaran adalah untuk mengidentifikasi dan
menetapkan peluang dan masalah pemasaran, menciptakan, menjaga dan
mengevaluasi kegiatan pemasaran. Maksud dari penelitian jenis ini adalah
untuk menjadikan topik baru lebih dikenal masyarakat luas, memberikan
gambaran dasar mengenai topik bahasan, menggeneralisasi gagasan dan
mengembangkan teori yang bersifat tentatif, membuka kemungkinan akan
diadakannya penelitian lanjutan terhadap topik yang dibahas, serta
menentukan teknik dan arah yang akan digunakan dalam penelitian
berikutnya.
2
g. Riset Pasar (Market Research) adalah sesuatu kegiatan untuk mengetahui
apa saja yang diperlukan pasar atau masyarakat dan juga mengetahui para
pesaing bisnis. Dengan diketahuinya apa saja yang dibutuhkan pasar dan
juga pesaing yang ada dapat membuat produk ataupun jasa yang sesuai
dengan pasar dan dapat membuat produk atau jasa dapat bersaing di pasaran
C. Tujuan
Berdasarkan Direktorat Kemahasiswaan (2022) Tujuan PKM-RSH adalah untuk
menumbuhkembangkan minat dan rasa ingin tahu mahasiswa terhadap persoalan,
kebutuhan dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, menemukan solusi
ilmiah yang tepat sehingga mampu menghasilkan karya penelitian yang bermanfaat
baik bagi masyarakat akademik maupun masyarakat luas.
D. Ruang Lingkup
Disamping menitik beratkan pada unsur kreativitas dan inovasi, Secara utuh, riset
dapat dilihat dari berbagai lapisan dan komponen unsur dalam “research union”,
diantaranya filosofi, cara pendekatan, strategi, pilihan metode, pengaturan waktu
riset, dan teknik atau prosedur riset. Unsur-unsur tersebut merupakan hal mendasar
yang perlu dipahami dalam pelaksanaan riset. Pada dasarnya, riset dapat terbagi
menjadi dua kelompok besar, yaitu riset dasar dan terapan. Kedua riset tersebut
dapat dapat dilaksanakan melalui berbagai strategi pendekatan, misalnya
eksperimen, survei, studi kasus, riset aksi, etnografi, riset arsip atau penggalian
basis data, dan riset pengembangan. Dalam hal ini, pelaksanaan PKM-RSH
menitikberatkan pada unsur kreativitas dan inovasi yang bermanfaat dan berguna
dalam memberikan jawaban atas permasalahan yang diangkat.
PKM-RSH merupakan gabungan antara bidang sosial dan humaniora yang
memiliki objek riset pada fenomena sosial dan perilaku manusia yang dapat ditemui
dalam kehidupan bermasyarakat. Bidang sosial lebih menitikberatkan pada
fenomena sosial interaksi dalam kehidupan bermasyarakat seperti bidang ekonomi,
psikologi, sosial, pendidikan, manajemen dan politik. Bidang humaniora lebih
berfokus pada aspek dasar perilaku dalam kehidupan masyarakat seperti
perkembangan budaya, seni, filsafat, adat istiadat, sejarah, kepercayaan atau agama,
hukum dan nilai-nilai. Penggabungan antara sosial dan humaniora menggunakan
paradigma penelitian berupa hubungan sebab-akibat, deskriptif konklusif,
fenomenologi, hermeneutik, pascakolonial, positivistik, historis, struktural,
pengembangan, dan sebagainya sesuai dengan bidang ilmu masing-masing.
E. Luaran
Luaran wajib kegiatan adalah laporan kemajuan, laporan akhir, artikel ilmiah
dan/atau produk program. Catatan untuk luaran artikel ilmiah:
1. Luaran berupa artikel orijinal, yaitu artikel ilmiah yang disusun berdasarkan
data primer atau data yang dihasilkan dari aktivitas riset sendiri dari
laboratorium atau lapangan.
2. Nama dosen pendamping dituliskan sebagai corresponding author, dan
dituliskan pada urutan terakhir.
3. Bagi artikel yang telah dipublikasikan, maka terhadap artikel tersebut perlu
dilakukan re-layouting, sesuai format pada pedoman PKM. Penilaian
terhadap artikel tersebut tetap dilakukan dengan mengikuti pedoman PKM,
tanpa memperhitungkan apakah artikel pernah dipublikasikan pada jurnal
3
bereputasi atau tidak.
4. Artikel ini merupakan salah satu luaran wajib yang harus diunggah tim
pelaksana PKM-R. Artikel ini bukan dan tidak dianggap sebagai publikasi.
5. Tim yang lolos ke PIMNAS diwajibkan membuat poster sesuai dengan
ketentuan yang tertuang dalam Pedoman PKM.
F. Kriteria Pengusulan
Kriteria, persyaratan dan tata cara pengusulan dijelaskan sebagai berikut :
a. Peserta adalah kelompok mahasiswa aktif program pendidikan Diploma 3
(D3); Diploma 4 (D4) atau Strata 1 (S1) di seluruh PT di bawah
Kemendikbud-Ristek yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi
(PDDikti). Mahasiswa yang sudah menyandang gelar diploma (D3), sarjana
terapan (D4), sarjana (S1) atau yang sedang mengikuti pendidikan profesi
dan koas tidak diperbolehkan mengusulkan proposal PKM;
b. Kelompok pengusul berjumlah 3 (tiga) - 5 (lima) orang, terdiri dari satu
orang ketua dan 2 sampai dengan 4 orang anggota;
c. Nama-nama pengusul (ketua dan anggota) harus ditulis lengkap (tidak boleh
disingkat);
d. Kegiatan sesuai atau relevan dengan bidang ilmu ketua dan/atau anggota tim
pengusul;
e. Mahasiswa pengusul dapat berasal dari program studi yang sama atau dari
program studi yang berbeda, tetapi masih dalam satu Perguruan Tinggi;
f. Keanggotaan setiap kelompok disarankan berasal dari minimal 2 (dua)
angkatan yang berbeda agar terjadi pembinaan dan kesimbungan
pengusulan program tahun berikutnya;
g. Besarnya dana kegiatan per judul Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah) s.d. Rp
7.000.000,00 (tujuh juta rupiah).
G. Sumber Dana Kegiatan
Proposal yang lolos dari standar nilai yang ditetapkan (passing grade) akan didanai oleh
Belmawa. Perguruan Tinggi wajib memberikan tambahan pendanaan pada proposal yang
lolos dengan jumlah pendanaan maksimal 25% dari Rp 7.000.000,00 atau maksimum
sebesar Rp 1.750.000,00 dalam bentuk in cash atau in kind. Selain itu pendanaan dapat juga
memperoleh tambahan dari instansi lain dengan jumlah pendanaan maksimal 10% dari Rp
7.000.000,00 atau maksimum sebesar Rp 700.000,00 dalam bentuk in cash atau in kind.
Dana tambahan wajib dari Perguruan Tinggi dan dana tambahan dari instansi lain (jika ada)
harus sudah dimasukkan dalam proposal. Perguruan Tinggi wajib memberitahukan dana
tambahan tersebut kepada Belmawa dalam bentuk surat.
H. Sistematika Proposal Kegiatan
Adapun ketentuan dalam pembuatan Proposal PKM-RSH harus memperhatikan hal
berikut ini:
1. Judul PKM tidak boleh menggunakan akronim atau singkatan yang tidak
baku dan hanya diperbolehkan maksimal 20 kata. Judul hendaknya dibuat
semenarik mungkin agar reviewer tertarik akan isi dari proposal yang kita
buat.
2. Mahasiswa menyusun dan mengunggah proposal yaitu isian kelengkapan
(sampul dan pengesahan), halaman utama (daftar isi, halaman inti dan
4
lampiran), halaman inti (pendahuluan sampai dengan daftar pustaka)
maksimum 10 (sepuluh) halaman, berkas diunggah ke SIMBelmawa dengan
penamaan file namaketuapeneliti_namapt_PKM-P.pdf untuk divalidasi
dosen pendamping dan disahkan oleh pimpinan perguruan tinggi bidang
kemahasiswaan.
3. Proposal ditulis menggunakan huruf Times New Roman ukuran 12 dengan
jarak baris 1,15 spasi, ukuran kertas A-4, margin kiri 4 cm, margin kanan,
atas, dan bawah masing-masing 3 cm.
4. Halaman kelengkapan sampul sampai dengan daftar isi diberi nomor
halaman dengan huruf: i, ii, iii,.. dst., yang diletakkan pada sudut kanan
bawah. Halaman utama yang dimulai dari pendahuluan sampai dengan
lampiran diberi nomor halaman dengan angka arab: 1, 2, 3,....dst, yang
diletakkan pada sudut kanan atas.
5. Format penulisan mengikuti sistematika sebagai berikut:
DAFTAR ISI BAB 1. PENDAHULUAN
Bab ini berisi uraian tentang latar belakang atau justifikasi ilmiah dan
permasalahan yang akan diteliti. Alasan penelitian tersebut perlu
diungkapkan melalui pemaparan fenomena nyata yang ditemui peneliti jika
ada, penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya terkait fenomena
tersebut, serta kesenjangan yang terjadi antara kondisi saat ini dengan
kondisi yang seharusnya, menurut kajian peneliti. Dituliskan pada bab ini
tujuan khusus penelitian, manfaat penelitian, keutamaan penelitian, temuan
yang ditargetkan, kontribusi penelitian terhadap ilmu pengetahuan sesuai
dengan bidang ilmu pengusul/tim, luaran penelitian.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini menguraikan hasil temuan peneliti lain yang diperoleh dari pustaka
acuan serta menjadi landasan disusunnya proposal. Tinjauan Pustaka bukan
kumpulan teori, melainkan merupakan rangkaian hasil yang sudah dikenali
dan mempunyai sebuah atau beberapa alur pikir tentang terjadinya suatu
peristiwa ilmiah dari suatu topik ilmiah yang akan dikaji atau diteliti.
BAB 3. METODE PENELITIAN
Bab ini mengungkapkan metode penelitian yang akan diterapkan, tahapan
penelitian yang akan dilaksanakan, prosedur penelitian, luaran dan indikator
capaian yang terukur di setiap tahapan, teknik pengumpulan data, analisis
data, cara penafsiran, dan penyimpulan hasil penelitian. Bagi yang
menggunakan metode survei agar melampirkan kuisener lengkap,
diletakkan setelah lembar daftar pustaka dan tidak dihitung sebagai halaman
inti.
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran Biaya
Rekomendasi untuk pengalokasian dan penggunaan dana 80% untuk
kebutuhan operasional dan 20% untuk kebutuhan administrasi. Biaya
perjalanan dilakukan seefisien dan seminimal mungkin. Biaya perjalanan
yang berbasis aktivitas lapangan, disusun seefisien dan seoptimal mungkin
mengacu kepada peraturan Menteri Keuangan RI. Dengan memperhatikan
proses pengelolaan PKM berbasis daring, item biaya yang tidak
diperkenankan diusulkan dalam RAB adalah:
1. Honorarium untuk Tim, Dosen Pendamping atau Pihak ke 3
2. Konsumsi untuk Tim, Dosen Pendamping atau Pihak ke 3
3. Pembelian atau penyewaan perangkat berupa Komputer PC, Laptop,
5
Printer, Ponsel, Kamera, Handycam, sewa laboratorium, peralatan
laboratorium lainnya (jika sifatnya wajib agar besarannya tidak melebihi
Rp 1.500.000,-)
4. Penyusunan, penggandaan dan penjilidan laporan kemajuan, laporan
akhir (kecuali PTS, atau PTN yang mewajibkan hardcopy)
5. Kertas tidak lebih dari 2 rim, ATK sesuai kebutuhan
6. Perjalanan seminar luar kota Rekapitulasi rencana anggaran biaya
disusun sesuai dengan kebutuhan dan disusun mengikuti format pada
tabel
4.2 Jadwal Kegiatan
1. Jadwal Kegiatan Jadwal kegiatan antara 3 s.d 4 bulan, disusun dalam
bentuk bar chart sesuai dengan format pada lampiran.
DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka ditulis dengan tipe huruf menggunakan Times New Roman ukuran
12 cetak normal. Teks menggunakan jarak baris 1,15 spasi dan perataan teks
menggunakan rata kiri dan kanan. Daftar pustaka berisi informasi tentang sumber
pustaka yang telah dirujuk dalam tubuh tulisan. Setiap pustaka yang dirujuk dalam
naskah harus muncul dalam daftar pustaka, dan sebaliknya. Format perujukan
pustaka mengikuti Harvard style (nama belakang, tahun dan diurutkan berdasar
abjad). Daftar pustaka memuat informasi lengkap ketelusuran sumber informasi
disusun urut abjad dan sesuai dengan ketentuan penulisan (Harvard style).
LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota, Biodata Dosen Pendamping
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana
Komponen penilaian proposal menggunakan formulir sebagaimana pada
lampiran 9. Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) dan Pelaporan
Proposal yang dinyatakan sebagai peraih pendanaan wajib melaksanakan
kegiatannya yang akan dipantau dan dievaluasi tim penilai dari Ditjen
Belmawa dalam bentuk Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM yang
sebelumnya disebut monitoring dan evaluasi (monev), dokumentasi dan
catatan pelaksanaan program diunggah ke SIMBelmawa secara berkala
dalam bentuk unggah catatan harian (logbook). Sebelum pelaksanaan PKP2
berlangsung, Tim Pelaksana wajib mengunggah laporan kemajuan. Pada
akhir pelaksanaan penelitian, setiap kelompok melaporkan hasil kegiatan
penelitian dalam bentuk kompilasi luaran penelitian berupa laporan akhir,
artikel ilmiah dan produk program. Setiap kelompok tim pelaksana wajib
melaporkan pelaksanaan penelitian dengan melakukan hal-hal berikut:
a. Mengisi semua kegiatan pelaksanaan pada buku catatan harian kegiatan
secara daring di SIMBelmawa terhitung sejak penandatanganan
perjanjian. Format catatan harian sesuai Lampiran 4 Buku Pedoman.
b. Menyusun dan mengunggah laporan kemajuan ke SIMBelmawa dalam
bentuk:
1. Mengentrikan isian kelengkapan laporan kemajuan (sampul dan
pengesahan) secara langsung interaktif pada SIMBelmawa, dan
proses pengesahan dilakukan dengan validasi oleh dosen
pendamping.
6
2. Mengunggah isi utama laporan kemajuan (daftar isi, halaman inti
dan lampiran), halaman inti (pendahuluan sampai dengan daftar
pustaka) maksimum 10 (sepuluh) halaman dengan jarak 1,15 spasi,
berkas diunggah ke SIMBelmawa dengan penamaan file
namaKetua_namaPT_PKM-RSH.pdf yang divalidasi dosen
pendamping.
c. Mengikuti Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) secara
daring berupa penilaian pelaksanaan kegiatan. Pada saat PKP2
kemajuan hasil kerja mahasiswa dinilai dalam bentuk: presentasi
penyampaian pelaksanaan kegiatan dan laporan kemajuan. Pembagian
jadwal, tempat pelaksanaan, dan judul yang mengikuti penilaian daring
akan ditetapkan oleh Direktorat Belmawa.
d. Menyusun dan mengunggah laporan akhir ke SIMBelmawa dalam
bentuk:
1. Mengentrikan isian kelengkapan laporan akhir (sampul dan
pengesahan) secara langsung interaktif pada SIMBelmawa, dan
proses pengesahan dilakukan dengan validasi oleh dosen
pendamping.
2. Mengunggah isi utama laporan akhir (ringkasan, daftar isi, halaman
inti dan lampiran), halaman inti (pendahuluan sampai dengan daftar
pustaka) maksimum 10 (sepuluh) halaman dengan jarak 1,15 spasi,
berkas diunggah ke SIMBelmawa dengan penamaan file
namaKetua_namaPT_PKM-RSH.pdf yang divalidasi dosen
pendamping.
e. Tim Pelaksana PKM-RSH yang ditetapkan sebagai peserta PIMNAS,
wajib mengunggah artikel ilmiah dan Poster.
I. Sistematika Laporan Kemajuan
Proposal yang dinyatakan sebagai peraih pendanaan wajib melaksanakan
kegiatannya, menyusun dan mengunggah laporan kemajuan yaitu isian
kelengkapan (sampul dan pengesahan), halaman utama (ringkasan, daftar isi,
halaman inti dan lampiran), halaman inti (pendahuluan sampai dengan rencana
tahapan berikunya) maksimum 10 (sepuluh) halaman, berkas diunggah ke
SIMBelmawa dengan penamaan file namaketuapeneliti_namapt_PKM-P.pdf untuk
divalidasi dosen pendamping dan disahkan oleh pimpinan perguruan tinggi bidang
kemahasiswaan.
1. Laporan kemajuan ditulis menggunakan huruf Times New Roman ukuran
12 dengan jarak baris 1,15 spasi, ukuran kertas A-4, margin kiri 4 cm,
margin kanan, atas, dan bawah masing-masing 3 cm.
2. Halaman kelengkapan sampul sampai dengan daftar isi diberi nomor
halaman dengan huruf: i, ii, iii,.. dst., yang diletakkan pada sudut kanan
bawah.
3. Halaman utama yang dimulai dari pendahuluan sampai dengan lampiran
diberi nomor halaman dengan angka arab: 1, 2, 3,....dst, yang diletakkan
pada sudut kanan atas.
4. Format penulisan mengikuti sistematika sebagai berikut:
a. RINGKASAN
b. DAFTAR ISI
c. BAB 1. PENDAHULUAN
d. BAB 2. TARGET LUARAN
e. BAB 3. METODE RISET 7
f. BAB 4. HASIL YANG DICAPAI (kesesuaian jenis dan jumlah luaran
yang telah dihasilkan serta persentase hasil terhadap keseluruhan target
kegiatan)
g. BAB 5. POTENSI HASIL (manfaat, artikel ilmiah, peluang perolehan
Hak Kekayaan Intelektual atau sejenisnya dan/atau manfaat terhadap
aspek sosial-ekonomi-pendidikan dll)
h. BAB 6. RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA (upaya untuk
pencapaian target 100% kegiatan)
i. LAMPIRAN - Penggunaan dana - Bukti-bukti pendukung kegiatan
J. Sistematika Laporan Akhir
Proposal yang dinyatakan sebagai peraih pendanaan wajib melaksanakan
kegiatannya, menyusun dan mengunggah laporan akhir yaitu isian kelengkapan
(sampul dan pengesahan), halaman utama (daftar isi, halaman inti dan lampiran),
halaman inti (pendahuluan sampai dengan daftar pustaka) maksimum 10 (sepuluh)
halaman, berkas diunggah ke SIMBelmawa dengan penamaan file
namaketuapeneliti_namapt_PKM-P.pdf untuk divalidasi dosen pendamping.
Laporan akhir ditulis menggunakan huruf Times New Roman ukuran 12 dengan
jarak baris 1,15 spasi, ukuran kertas A-4, margin kiri 4 cm, margin kanan, atas, dan
bawah masing- masing 3 cm.
1. Halaman kelengkapan sampul sampai dengan daftar isi diberi nomor
halaman dengan huruf: i, ii, iii,.. dst., yang diletakkan pada sudut kanan
bawah.
2. Halaman utama yang dimulai dari pendahuluan sampai dengan lampiran
diberi nomor halaman dengan angka arab: 1, 2, 3,....dst, yang diletakkan
pada sudut kanan atas.
3. Format penulisan mengikuti sistematika sebagai berikut:
a. DAFTAR ISI
b. BAB 1. PENDAHULUAN (sumber inspirasi tantangan intelektual)
c. BAB 2. TARGET LUARAN (Luaran utama yang ingin dicapai)
d. BAB 3. METODE RISET
e. BAB 4. HASIL YANG DICAPAI DAN POTENSI KHUSUS
f. BAB 5. PENUTUP (kesimpulan dan saran)
g. DAFTAR PUSTAKA
h. LAMPIRAN - Penggunaan dana - Bukti-bukti pendukung kegiatan
K. Sistematika Penulisan Artikel
Proposal yang dinyatakan sebagai peserta PIMNAS wajib membuat artikel yang
dibatasi maksimum 10 (sepuluh) halaman, dengan aturan seperti ini:
1. Nomor halaman diletakkan dibagian kanan bawah, setiap halaman diberi
header berisi nama belakang penulis pertama dan judul artikel.
2. Naskah ditulis dengan huruf Times New Roman 12. Jarak spasi 1,15 dan
naskah ditulis dengan format rata kiri- kanan (justified).
a. JUDUL (huruf Times New Roman 12 cetak tebal, huruf kapital dan
tidak disingkat) Judul hendaknya menggambarkan isi pokok tulisan
secara ringkas dan jelas. Tidak harus sama dengan judul proposal
kegiatan
b. NAMA PENULIS (huruf Times New Roman 10 cetak tebal dan tidak
disingkat) Nama-nama penulis dituliskan tepat dibawah judul, disertai
dengan alamat institusi penulis. Catatan kaki untuk penulis
8
korespondensi disertai alamat surat elektronik c.
c. ABSTRAK (satu halaman Abstrak/Abstract, huruf Times New Roman
11 cetak tebal dan miring) Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia. Juga
disertakan absrak ditulis dalam bahasa Inggris cetak miring. Ditulis
dalam satu alinea, spasi tunggal, berisi tidak lebih dari 250 kata dan
merupakan intisari seluruh tulisan yang meliputi: latar belakang
penelitian (Introduction), tujuan (Objectives), metode (Methods), hasil
(Results) dan kesimpulan (Conclusion). Ditulis dengan jarak baris 1,0
spasi. Dibawah abstrak disertakan 3-5 (tiga- lima) kata-kata kunci
(keywords).( huruf Times New Roman 11 miring)
d. PENDAHULUAN (huruf Times New Roman 12 cetak tebal)
Pendahuluan meliputi latar belakang, rumusan, tujuan dari kegiatan
PKM serta manfaat dan potensi, merujuk dari berbagai sumber pustaka,
pandangan singkat dari para penulis/peneliti lain yang pernahmelakukan
pembahasan topik terkait untuk menerangkan kemutakhiran dan kreativitas
substansi penelitian (Times New Roman 12 normal).
e. METODE (huruf Times New Roman 12 cetak tebal) Secara umum,
metode berisi tentang bagaimana survei/observasi/pengukuran
dilakukan termasuk waktu, lama, dan tempat. Disamping itu juga
menjelaskan bahan dan alat yang digunakan,teknik untuk memperoleh
data/informasi, serta cara pengolahan data dan analisis yang dilakukan.
Acuan (referensi) harus dimunculkan jika metode yang ditawarkan
kurang dikenal atau unik (Times New Roman 12 normal).
f. HASIL DAN PEMBAHASAN (huruf Times New Roman 12 cetak
tebal) Bagian ini menjelaskan tentang data yang diperoleh dari
survei/observasi/pengukuran dan analisisnya. Data dapat dijelaskan
dalam bentuk tabel dan atau gambar. Interpretasi dan ketajaman analisis
dari penulis terhadap hasil yang diperoleh, termasuk pembahasan
tentang pertanyaan yang timbul dari hasil observasi serta dugaan ilmiah
yang dapat bermanfaat untuk kelanjutan bagi penelitian mendatang.
Hasil dan pembahasan juga memuat pemecahan masalah yang berhasil
dilakukan, perbedaan dan persamaan dari hasil pengamatan terhadap
informasi yang ditemukan dalam berbagai pustaka (penelitian
terdahulu) (Times New Roman 12 normal).
g. KESIMPULAN (huruf Times New Roman 12 cetak tebal) Secara umum
kesimpulan menunjukkan jawaban atas tujuan yang telah dikemukakan
dalam pendahuluan
h. UCAPAN TERIMAKASIH (huruf Times New Roman 12 cetak tebal)
Ucapan terimakasih ditujukan kepada para pihak yang telah
memberikan kontribusi pada Kegiatan penelitian
i. DAFTAR PUSTAKA (huruf Times New Roman 12 cetak tebal) Berisi
informasi tentang sumber pustaka yang telah dirujuk dalam tubuh
tulisan. Setiap pustaka yang dirujuk dalam naskah harus muncul dalam
daftar pustaka. Format perujukan pustaka mengikuti Harvard style
(nama belakang, tahun dan diurutkan berdasar abjad).
9
L. Poster
Proposal yang dinyatakan sebagai peserta PIMNAS di samping diwajibkan
mempresentasikan laporannya, juga diwajibkan membuat poster dengan tata cara
pembuatan poster mengikuti aturan umum pembuatan poster PKM. Poster diungah
ke SIMBelmawa dengan penamaan file: namaketua_namaPT_PKM_RSH.pdf. Di
bawah ini terdapat contoh Poster PKM RSH yang mendapatkan Medali Emas untuk
Poster.
Poster Pemenang Medali Emas Pada PIMNAS 33 untuk PKM RSH
10
BAB II
ISU ORISINALITAS DAN PLAGIARISME
A. Pentingnya Orisinalitas Tulisan
Istilah orisinalitas tulisan mengemuka di sekitar tahun 1500-an di Inggris. Saat itu
istilah orisinalitas mengacu pada pengertian bahwa hasil tulisan yang dibuat
seseorang tidak pernah dibuat sebelumnya oleh orang lain secara tertulis. Isu
orisinalitas ini mengemuka hingga mendorong munculnya kesadaran akan
pentingnya melindungi orisinalitas pemikiran atau tulisan seseorang secara hukum
di akhir tahun 1790-an (Sutherland-Smith, 2008).
Orisinalitas merupakan kriteria utama dan kata kunci dari hasil karya akademik
terutama pada tingkat doktoral (Murray, 2002). Karya ilmiah semaksimal mungkin
harus memperlihatkan sisi orisinalitasnya. Sebuah karya ilmiah bisa dikatakan
orisinal apabila memenuhi beberapa kriteria seperti yang diajukan oleh Murray
(2002) sebagai berikut:
1) penulis mengatakan sesuatu yang belum pernah dikatakan oleh orang lain;
2) penulis melakukan karya empiris yang belum dilakukan sebelumnya;
3) penulis menyintesis hal yang belum pernah disintesis sebelumnya;
4) penulis membuat interpretasi baru dari gagasan atau hasil karya orang lain;
5) penulis melakukan sesuatu yang baru dilakukan di negara lain, tetapi di
belum dilakukan di negaranya;
6) penulis mengambil teknik yang ada untuk mengaplikasikannya
dalam bidang atau area yang baru;
7) penulis melakukan penelitian dalam berbagai disiplin ilmu dengan
menggunakan berbagai metodologi;
8) penulis meneliti topik yang belum diteliti oleh orang dalam bidang ilmu
yang ditekuninya;
9) penulis menguji pengetahuan yang ada dengan cara orisinal;
10) penulis menambah pengetahuan dengan cara yang belum dilakukan
sebelumnya;
11) penulis menulis informasi baru untuk pertama kali;
12) penulis memberi eksposisi terhadap gagasan orang lain; dan
13) penulis melanjutkan hasil sebuah karya yang orisinal.
B. Pengertian Plagiarisme
Kata plagiarisme sesungguhnya berasal dari sebuah kata dari bahasa Latin
plagiarius, yang artinya seseorang yang menculik anak atau budak orang lain.
Istilah ini kemudian mulai mengemuka dan umum dipakai untuk menggambarkan
apa yang kadang-kadang disebut sebagai “pencurian karya sastra” sekitar tahun
1600-an (Weber-Wulff, 2014).
Pemerintah Indonesia sendiri melalui Permendiknas No. 17 tahun 2010
mendefinisikan plagiat sebagai perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam
memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah,
dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang
diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan
memadai.
11
Di berbagai universitas di belahan bumi ini, isu plagiarisme mulai mendapatkan
perhatian yang serius. Istilah plagiarisme kerap dimaknai sebagai academic
cheating atau kecurangan akademik, dengan berbagai asosiasi makna seperti
kebohongan, pencurian, ketidakjujuran, dan penipuan (Sutherland-Smith, 2008).
Pada mulanya, plagiarisme memang tidak dianggap sebagai masalah serius pada
masa lalu. Mengambil ide hasil pemikiran orang lain dan menuliskannya kembali
dalam tulisan baru menjadi hal yang didorong sebagai bentuk realisasi konsep
mimesis (imitasi) oleh para penulis terdahulu. Pandangan yang mengemuka saat itu
adalah bahwa pengetahuan atau pemikiran mengenai kondisi manusia harus
dibagikan oleh semua orang, bukan untuk mereka miliki sendiri (Williams, 2008).
Namun, dalam konteks dunia akademik sekarang ini tindakan tersebut perlu
dihindari karena dapat membawa masalah serius bagi para pelakunya.
a) Bentuk-bentuk Tindakan Plagiat
Tindakan yang dapat masuk ke dalam jenis plagiat cukup beragam dan luas. Jenis-
jenis tindakan tersebut menurut Weber- Wulff (2014) meliputi tindakan-tindakan
atau hal-hal berikut ini.
1) Salin & Tempel (copy & paste). Tindakan ini adalah yang paling populer
dan sering dilakukan. Plagiator mengambil sebagian porsi teks yang
biasanya dari sumber daring (online) kemudian dengan dua double
keystrokes (CTRL + C dan CTRL + V) salinan dokumen kemudian diambil
dan disisipkan ke dalam tulisan yang dibuat. Dari penggabungan dokumen
ini sebenarnya dosen sering kali dapat melihat kejomplangan ide dan gaya
penulisan. Di bagian tertentu tulisan terlihat sangat baik sementara di bagian
lainnya tidak.
2) Penerjemahan. Penerjemahan tanpa mengutip atau merujuk secara tepat
juga sering dilakukan. Plagiator biasanya memilih bagian teks dari bahasa
sumber yang akan diterjemahkan kemudian secara manual atau melalui
perangkat lunak penerjemah melakukan penerjemahan ke dalam draf kasar.
Tak jarang karena menggunakan perangkat lunak yang tidak peka terhadap
konteks kalimat, misalnya, hasil terjemahan pun menjadi rancu.
3) Plagiat terselubung. Yang dimaksud plagiat terselubung di sini adalah
tindakan mengambil sebagian porsi tulisan orang lain untuk kemudian
mengubah beberapa kata atau frasa dan menghapus sebagian lainnya tanpa
mengubah sisa dan konstruksi teks lainnya.
4) Shake & paste collections. Tindakan ini mengacu pada pengumpulan
beragam sumber tulisan untuk kemudian mengambil darinya ide dalam
level paragraf bahkan kalimat untuk menggabungkannya menjadi satu.
Sering kali hasil teks dari penggabungan ini tidak tersusun secara logis dan
menjadi tidak koheren secara makna.
5) Clause quilts. Tindakan ini adalah mencampurkan kata-kata yang dibuat
dengan potongan tulisan dari sumber-sumber yang berbeda. Potongan teks
dari berbagai sumber digabungkan dan tak jarang sebagian merupakan
kalimat yang belum tuntas digabung dengan potongan lain untuk
melengkapinya. Beberapa ahli menamakannya mosaic plagiarism.
12
6) Plagiat struktural. Jenis tindakat plagiat ini adalah terkait peniruan pola
struktur tulisan, dari mulai struktur retorika, sumber rujukan, metodologi,
bahkan sampai tujuan penelitian.
7) Pawn sacrifice. Tindakan ini merupakan upaya mengaburkan berapa
banyak bagian dari teks yang memang digunakan walaupun penulis
menuliskan sumber kutipannya. Sering kali bagian teks dari sumber lain
yang dikutip dan diberi pengakuan hanya sebagian kecil saja, padahal
bagian yang diambil lebih dari itu.
8) Cut & slide. Pada dasarnya mirip dengan pawn sacrifice dengan sedikit
perbedaan. Plagiator biasanya mengambil satu porsi teks dari sumber lain.
Sebagian teks tersebut dikutip dan diberi pengakuan dengan cara yang benar
dengan kutipan langsung, sementara sebagian lain yang jelas-jelas diambil
langsung tanpa modifikasi dibiarkan begitu saja masuk dalam tulisannya.
9) Self-plagiarism. Jenis tindakan ini adalah menggunakan ide dari tulisan-
tulisan sendiri yang telah dibuat sebelumnya namun menggunakannya
dalam tulisan baru tanpa kutipan dan pengakuan yang tepat. Walaupun
penulis merasa bahwa ide tersebut adalah miliknya dalam tulisan
sebelumnya dan dapat menggunakannya secara bebas sesuaikeinginannya,
hal ini dianggap sebagai praktik akademik yang tidak baik.
10) Other dimensions. Jenis-jenis tindakan plagiat lainnya dapat dilakukan
dengan berbagai cara. Plagiator dapat menjiplak dari satu sumber atau lebih,
atau menggabungkan dua atau lebih bentuk plagiat yang disebutkan di atas
dalam tulisan yang dia buat. Yang pasti, tindakan plagiat masih
memungkinkan untuk berkembang dengan modifikasi dimensi dari
tindakannya.
b) Sanksi bagi Tindakan Plagiat
Apabila memang terbukti secara jelas dan sah seseorang melakukan plagiarisme
dalam karya ilmiahnya, pihak Universitas akan melakukan tindakan tegas dengan
merujuk pada aturan yang berlaku, yakni Permendiknas No. 17 Tahun 2010 tentang
Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi. Dalam aturan
tersebut, pada Pasal 12 Ayat 1 dan 2 dinyatakan secara eksplisit mengenai sanksi
tindakan plagiat baik untuk mahasiswa, dosen, peneliti, maupun tenaga
kependidikan. Menurut Pasal 12 Ayat 1 disebutkan bahwa mahasiswa yang terbukti
melakukan tindakan plagiat dapat diberikan sanksi berupa:
1) teguran;
2) peringatan tertulis;
3) penundaan pemberian sebagian hak mahasiswa;
4) pembatalan nilai satu atau beberapa mata kuliah yang diperoleh mahasiswa;
5) pemberhentian dengan hormat dari status sebagai mahasiswa;
6) pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai mahasiswa; dan
7) pembatalan ijazah apabila mahasiswa telah lulus dari suatu program.
13
Sementara itu, sanksi bagi dosen/peneliti/tenaga kependidikan yang terbukti
melakukan tindakan plagiat menurut Pasal 12 Ayat 2 dapat berupa:
1) teguran
2) peringatan tertulis;
3) penundaan pemberian hak dosen/peneliti/tenaga kependidikan;
4) penurunan pangkat dan jabatan akademik/fungsional;
5) pencabutan hak untuk diusulkan sebagai guru besar/profesor/ahli peneliti
utama bagi yang memenuhi syarat;
6) pemberhentian dengan hormat dari status sebagai dosen/peneliti/tenaga
kependidikan;
7) pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai
dosen/peneliti/tenaga kependidikan; dan
8) pembatalan ijazah yang diperoleh dari perguruan tinggi yang bersangkutan.
Pada Pasal 12 Ayat 3 peraturan yang sama disebutkan juga bahwa:
Apabila dosen/peneliti/tenaga kependidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
huruf f, huruf g, dan huruf h menyandang sebutan guru besar/profesor/ahli peneliti
utama, maka dosen/peneliti/tenaga kependidikan tersebut dijatuhi sanksi tambahan
berupa pemberhentian dari jabatan guru besar/profesor/ahli peneliti utama oleh
Menteri atau pejabat yang berwenang atas usul perguruan tinggi yang
diselenggarakan oleh Pemerintah atau atas usul perguruan tinggi yang
diselenggarakan oleh masyarakat melalui Koordinator Perguruan Tinggi Swasta.
C. TEKNIK PENULISAN
a) Penulisan Huruf
Penulisan huruf yang dibahas dalam pedoman ini terutama berkaitan dengan
penggunaan (1) huruf kapital, (2) huruf miring, dan (3) huruf tebal.
b) Huruf Kapital
Huruf kapital digunakan dalam beberapa kondisi penulisan sebagai berikut:
1) huruf pertama pada awal kalimat (misalnya: Penelitian ini dilakukan selama
lima bulan);
2) huruf pertama petikan langsung (misalnya: Ayah bertanya, “Mengapa kamu
terlihat sedih?”);
3) huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama,
kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti untuk Tuhan (misalnya: Islam,
Kristen, Quran, Alkitab, dll.);
4) huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang
diikuti nama orang (Misalnya: Sultan Hasanudin, Haji Agus Salim);
5) huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan,
keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang (misalnya: Dia
baru saja menunaikan ibadah haji);
6) huruf pertama unsur nama jabatan yang diikuti nama orang, nama instansi,
atau nama tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu
(misalnya: Gubernur Jawa Barat, Jenderal Sudirman);
14
7) huruf pertama nama jabatan atau nama instansi yang merujuk kepada
bentuk lengkapnya (misalnya: (1) Rapat itu dipimpin oleh Menteri
Keuangan Republik Indonesia, (2) Rapat itu dipimpin oleh Menteri);
8) huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat
yang tidak merujuk kepada nama orang, nama instansi, atau nama tempat
tertentu (misalnya: Sejumlah menteri hadir dalam rapat kabinet kemarin
sore);
9) huruf pertama unsur-unsur nama orang (misalnya: Chairil Anwar, Imam
Bonjol);
10) huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada de, van, dan
der (dalam nama Belanda), von (dalam nama Jerman), atau da (dalam nama
Portugal) (misalnya: Robin van Persie);
11) huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata bin atau
binti (misalnya: Abdullah bin Abdul Musthafa, Fatimah binti Muhammad
Husen);
12) huruf pertama singkatan nama orang yang digunakan sebagai nama jenis
atau satuan ukuran (misalnya: joule per Kelvin, Newton);
13) huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang
digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran (misalnya: 15 watt, mesin
diesel);
14) huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa (misalnya: suku
Batak, bahasa Sunda, bangsa Afrika);
15) huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan
bahasa yang digunakan sebagai bentuk dasar kata turunan (misalnya:
pengindonesiaan kata asing, keinggris-inggrisan);
16) huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari raya (misalnya: bulan Mei,
hari Idul Fitri);
17) huruf pertama unsur-unsur nama peristiwa sejarah (misalnya: Perang Teluk,
Konferensi Meja Bundar);
18) huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang
tidak digunakan sebagai nama (misalnya: Para pahlawan berjuang demi
kemerdekaan Indonesia);
19) huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama diri geografi
(misalnya: Jawa Barat, Bandung);
20) huruf pertama unsur-unsur nama geografi yang diikuti nama diri geografi
(misalnya: Sungai Citarum, Gunung Galunggung);
21) huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama unsur geografi yang tidak
diikuti oleh nama diri geografi (misalnya: Adik suka berenang di sungai);
22) huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama diri geografi yang
digunakan sebagai penjelas nama jenis (misalnya: kunci inggris, pisang
ambon);
23) huruf pertama semua unsur nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga
ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi, kecuali kata tugas, seperti
dan, oleh, atau, dan untuk (misalnya: Republik Indonesia, Badan
Kesejahteraan Ibu dan Anak);
24) huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama
resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama
dokumen resmi (misalnya: kerja sama antara pemerintah dan rakyat);
15
25) huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama
lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dokumen resmi, dan judul
karangan (misalnya: Perserikatan Bangsa-Bangsa, Dasar-Dasar Ilmu
Hukum);
26) huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di
dalam judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah, kecuali kata tugas
seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal
(misalnya: Dia suka membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke
Roma);
27) huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan yang
digunakan dengan nama diri (misalnya: Dr. untuk doktor, S.E. untuk sarjana
ekonomi);
28) huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu,
saudara, kakak, adik, dan paman, yang digunakan dalam penyapaan atau
pengacuan (misalnya: (1)
Surat Saudara sudah saya terima, (2) “Kapan Bapak berangkat?” tanya Andi);
29) huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan
kekerabatan yang tidak digunakan dalam pengacuan atau penyapaan
(misalnya: Kami akan berkunjung ke rumah paman dan bibi di Jakarta); dan
30) huruf pertama kata Anda yang digunakan dalam penyapaan (misalnya:
Berapa lama Anda tinggal di Bandung?).
c) Huruf Miring
Penggunaan huruf miring dilakukan pada kondisi penulisan di bawah ini:
1) untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam
tulisan (misalnya: Gosip itu bermula dari berita di surat kabar Pos Kota);
2) untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau
kelompok kata (misalnya: (1) Huruf pertama kata abad adalah a, (2)
Susunlah sebuah kalimat dengan menggunakan kata moratorium);
3) untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa Indonesia
(misalkan: nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana); dan
4) untuk ungkapan asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia dan
penulisannya diperlakukan sebagai kata Indonesia (misalnya: Korps
diplomatik memperoleh perlakuan khusus).
d) Huruf Tebal
Penggunaan huruf tebal dilakukan pada kondisi penulisan di bawah ini:
1) untuk menuliskan judul buku, bab, bagian bab, daftar isi, daftar tabel, daftar
lambang, daftar pustaka, indeks, dan lampiran;
2) tidak dipakai dalam cetakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf,
bagian kata, kata, atau kelompok kata; untuk keperluan itu digunakan huruf
miring; dan
3) huruf tebal dalam cetakan kamus dipakai untuk menuliskan lema dan
sublema serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan
polisemi.
16
e) Penulisan Angka dan Bilangan
Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia ada beberapa hal yang perlu
dicermati terkait penulisan angka dan bilangan. Bilangan dalam penulisan dapat
dinyatakan dalam angka atau kata. Dalam hal ini angka berperan sebagai lambang
bilangan atau nomor dengan jenis lazim yang digunakan yakni angka Arab atau
angka Romawi. Lihat contoh di berikut ini: Angka Arab : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8,
9, 10
Angka Romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X,
L (50), C (100), D (500), M (1000),
V (5000)
Beberapa ketentuan terkait penulisan angka dan bilangan adalah sebagai berikut:
1) bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis
dengan huruf, kecuali jika bilangan itu dipakai secara berurutan seperti
dalam perincian atau paparan (misalnya: (1) Saya menonton film tersebut
sampai lima kali, (2) Dari 50 peserta lomba 12 orang anak-anak, 28 orang
remaja, dan 10 orang dewasa);
2) bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf, jika lebih dari dua kata,
susunan kalimat diubah agar bilangan yang tidak dapat ditulis dengan huruf
itu tidak ada pada awal kalimat (misalnya: Tiga puluh siswa kelas 9 lulus
Ujian Akhir Nasional);
3) angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja sebagian supaya
lebih mudah dibaca (misalnya: Perusahan intu merugi sebesar 250 milyar
rupiah);
4) angka digunakan untuk menyatakan (a) ukuran panjang, berat, luas, dan isi;
(b) satuan waktu; (c) nilai uang; dan (d) jumlah (misalnya: 10 liter,
Rp10.000,00, tahun 1981);
5) angka digunakan untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen,
atau kamar (misalnya: Jalan Mahmud V No.15);
6) angka digunakan untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci
(misalnya: Bab IX, Pasal 3, halaman 150);
7) penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan angka Romawi kapital
atau huruf dan angka Arab (misal: abad XX, abad ke-20, abad kedua puluh);
8) penulisan bilangan yang mendapat akhiran -an dipisahkan oleh tanda
hubung (misalnya: tahun 1980-an, pecahan 5.000-an); dan
9) bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks
(kecuali di dalam dokumen resmi, seperti akta dan kuitansi).
f) Penggunaan Tanda Baca
1) Penggunaan Tanda Titik
Tanda titik digunakan dalam kondisi penulisan sebagai berikut:
1) pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan (misalnya: Ibuku
seorang guru.);
2) tanda titik tidak digunakan pada akhir kalimat yang unsur akhirnya sudah
bertanda titik (misalnya: Penulis itu bernama Ibnu Jamil, M.A.);
3) di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar;
4) untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu
(misalnya: pukul 8.00 pagi);
17
5) tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang
menunjukkan jangka waktu (misalnya: 1.25.45 jam untuk menunjukkan 1
jam, 25 menit, 45 detik); dan
6) untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan
jumlah (misalnya: Warga miskin di provinsi ini berjumlah 5.300 orang.).
2) Penggunaan Tanda Koma
Tanda koma digunakan dalam kondisi penulisan sebagai berikut:
1) di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan (misalnya:
Dia ditugaskan membeli buku, pensil, tinta, dan penggaris.);
2) untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya
yang didahului dengan kata seperti tetapi, melainkan, sedangkan, dan
kecuali (misalnya: Aku ingin pergi, tetapi banyak pekerjaan yang harus
diselesaikan dulu.);
3) untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu
mendahului induk kalimatnya (misalkan: Karena lelah, saya tidak jadi pergi
ke rumah dia.);
4) di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat
pada awal kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian,
sehubungan dengan itu, dan meskipun begitu;
5) untuk memisahkan kata seru, seperti o, ya, wah, aduh,dan kasihan,atau
kata-kata yang digunakan sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Mas dari
kata lain yang terdapat di dalam kalimat;
6) untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat
(misalnya: Kata Adik, “Aku mau pergi ke Bandung”.);
7) tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian
lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir
dengan tanda tanya atau tanda seru (misalnya: “Di manakah Kamu
sekolah?” tanya Pak Agus.);
8) di antara (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat dan
tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis
berurutan (misalnya: Sdr. Egan, Jl. Mahmud V, Bandung);
9) di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk
membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga (misalnya:
Mira Rahmani, S.Pd.);
10) di muka angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan
dengan angka (misalnya: 10,5 m, Rp5000,50); dan
11) untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi
(misalnya: Dosen kami, Pak Eri, tegas sekali.).
3) Penggunaan Tanda Titik Koma
Tanda titik koma digunakan dalam kondisi penulisan sebagai berikut:
1) sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara
di dalam kalimat majemuk setara (misalnya: Andi membersihkan
kamarnya; Putri merapikan buku di ruang baca);
18
2) untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang berupa frasa
atau kelompok kata (Dalam hubungan itu, sebelum perincian terakhir tidak
perlu digunakan kata dan); dan
3) untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap
bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung (misalnya: Rapat ini
akan membahas pemilihan ketua, sekretaris, dan bendahara; penyusunan
rancangan anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan program kerja).
g) Penulisan Kutipan dan Sumber Kutipan
Sesuai dengan yang disampaikan pada bagian pendahuluan, sistem penulisan dalam
penulisan karya ilmiah yang direkomendasikan di lingkungan UPI adalah sistem
American Psychological Association (APA).
Contoh-contoh penulisan kutipan di bawah ini akan mengacu pada buku
Publication Manual of the American Psychological Association, yang telah
disesuaikan penggunaannya dalam bahasa Indonesia.
1) Penulisan Kutipan Langsung
Kutipan ditulis dengan menggunakan "dua tanda petik" jika kutipan ini merupakan
kutipan langsung atau dikutip dari penulisnya dan kurang dari 40 kata. Jika kutipan
itu diambil dari kutipan maka kutipan tersebut ditulis dengan menggunakan 'satu
tanda petik'.
Contoh:
Dalam perspektif bimbingan konseling berbasis budaya, diperlukan pemahaman
konseling multibudaya yang memerhatikan keragaman karakteristik budaya
sebagai “…a sensitivity of the possible ways in which different cultures function
and interact…” [sensitivitas terhadap berbagai cara di mana budaya-budaya yang
berlainan dapat tumbuh dan berinteraksi…] (McLeod, 2004, hlm. 245).
Dalam hal ini apabila kutipan diambil dari bahasa selain bahasa yang ditulis, maka
penulisannya dicetak miring, dan disediakan terjemahannya dalam bahasa
Indonesia tanpa dicetak miring. Dalam kutipan yang berjumlah 40 kata atau lebih
maka kutipan ditulis tanpa tanda kutip dan diketik dengan jarak satu spasi. Baris
pertama diketik menjorok sama dengan kalimat pertama pada awal paragraf. Baris
kedua dari kutipan itu ditulis menjorok sama dengan baris pertama.
Contoh:
Tannen (2007) menyatakan bahwa discourse analysis memerlukan kemampuan
untuk menggabungkan berbagai pemahaman teori ke dalam satu kajian. Dia
mengatakan bahwa
Discourse analysis is uniquely heterogeneous among the many subdisciplines of
linguistics. In comparison to other subdisciplines of the field, it may seem almost
dismayingly diverse. Thus, the term “variation theory” refers to a particular
combination of theory and method employed in studying a particular kind of data.
(hlm. 33)
19
Terkait pengutipan langsung ini, proporsi kutipan langsung dalam satu halaman
maksimal ¼ halaman.
Apabila dalam pengutipan langsung ada bagian dari yang dikutip yang dihilangkan,
penulisan bagian itu diganti dengan tiga buah titik (lihat contoh kutipan kurang dari
3 baris).
2) Penulisan Sumber Kutipan
Jika sumber kutipan mendahului kutipan langsung, maka cara penulisannya adalah
nama penulis diikuti dengan tahun penerbitan dan nomor halaman yang dikutip.
Tahun dan halaman diletakkan di dalam kurung.
Contoh:
Gaffar (2012, hlm. 34) mengemukakan bahwa“esensi dari the policies of national
education adalah keputusan bahwa pendidikan merupakan prioritas nasional dalam
membangun bangsa menuju masyarakat Indonesia baru.”
Jika sumber kutipan ditulis setelah apa yang dikutip, maka nama penulis, tahun
penerbitan, dan nomor halaman yang dikutip semuanya diletakkan di dalam kurung.
Contoh:
“Ekspektasi standar dan target ukuran kuantitatif yang lepas konteks bisa
mendorong terjadinya simplifikasi proses pendidikan dan pengembangan perilaku
instan” (Kartadinata, 2010, hlm. 51).
3) Sumber Kutipan Merujuk Sumber Lain
Jika sumber kutipan merujuk sumber lain atas bagian yang dikutip, sumber kutipan
yang ditulis adalah sumber kutipan yang digunakan pengutip, tetapi dengan
menyebut siapa yang mengemukakan pendapat tersebut.
Contoh:
Kutipan atas pendapat Hawes dari buku yang ditulis Muchlas Samani dan
Hariyanto:
Hawes (dalam Samani dan Hariyanto, 2011, hlm. 6) mengemukakan bahwa
"...when character is gone, all gone, and one of the richest jewels of life is lost
forever” [... ketika karakter sirna, semuanya sirna dan salah satu perhiasan termahal
hidup pun hilang selamanya].
4) Kutipan dari Penulis Berjumlah Dua Orang dan Lebih
Jika penulis terdiri atas dua orang, nama keluarga kedua penulis tersebut harus
disebutkan, misalnya: Sharp dan Green (1996). Apabila penulisnya lebih dari dua
orang, untuk penulisan yang pertama, nama keluarga dari semua penulis ditulis
lengkap. Jika penulis berjumlah tiga – lima orang, nama belakang/keluarga setiap
penulis harus disebutkan pada penyebutan pertama dalam teks, dan hanya nama
belakang penulis pertama disertai dkk. untuk penyebutan berikutnya.
Contoh:
Kurniawan, Hermawan, Darmawan, dan Gunawan (2019) mengatakan...
(penyebutan pertama dalam teks)
20
... dalam artikel jurnal internasional (Kurniawan, Hermawan, Darmawan, &
Gunawan, 2019) (penyebutan pertama dalam teks)
Kurniawan dkk. (2019) juga menegaskan bahwa... (penyebutan berikutnya)
... dalam jurnal terindeks Sinta dan Scopus (Kurniawan, dkk., 2019) (penyebutan
berikutnya)
Apabila penulisnya berjumlah lebih dari lima orang, maka dari awal pengutipan
dalam teks hanya nama belakang orang pertama yang disebutkan.
Contoh:
Kurniawan dkk. (2019) meyakini bahwa...
... dalam artikel jurnal internasional (Kurniawan dkk., 2019). Perhatikan
penggunaan titik setelah dkk.
5) Kutipan dari Penulis Berbeda dan Sumber Berbeda
Jika masalah dibahas oleh beberapa orang dalam sumber yang berbeda, cara
penulisan sumber kutipan itu adalah seperti berikut. Perhatikan bahwa penyebutan
nama penulis diurutkan berdasarkan urutan alfabet, bukan berdasarkan tahun terbit.
Contoh:
Beberapa studi tentang berpikir kritis membuktikan bahwa membaca dan menulis
merupakan cara yang paling ampuh dalam mengembangkan kemampuan berpikir
kritis (Chaffee, dkk. 2002; Emilia, 2005; Moore & Parker, 1995).
6) Kutipan dari Penulis Sama dengan Karya yang Berbeda
Jika sumber kutipan itu adalah beberapa karya tulis dari penulis yang sama pada
tahun yang sama, cara penulisannya adalah dengan menambah huruf a, b, dan
seterusnya pada tahun penerbitan.
Contoh: (Suharyanto, 1998a, 1998b, 1998c).
7) Kutipan dari Penulis Sama dengan Sumber Berbeda
Jika kutipan berasal dari penutur teori yang sama, yang membuat pernyataan yang
sama, tetapi terdapat dalam sumber yang berbeda, cara penulisannya seperti berikut.
Contoh:
Menurut Halliday ada dua konteks yang berpengaruh terhadap penggunaan bahasa,
yaitu (1) konteks situasi, yang terdiri atas field, mode atau channel of
communication (misalnya bahasa lisan atau tulisan), dan tenor (siapa penulis/
pembicara kepada siapa); dan (2) konteks budaya yang direalisasikan dalam jenis
teks (1985a, b, c).
8) Kutipan dari Tulisan Tanpa Nama Penulis
Jika sumber kutipan itu tanpa nama, penulisannya adalah sebagai berikut.
Contoh: (Tanpa nama, 2013, hlm. 18).
21
9) Kutipan Pokok Pikiran
Jika yang diutarakan adalah pokok-pokok pikiran seorang penulis, tidak perlu ada
kutipan langsung, cukup dengan menyebut sumbernya.
Contoh:
Halliday (1985b) mengungkapkan bahwa setiap bahasa mempunyai tiga
metafungsi, yaitu fungsi ideasional, interpersonal, dan fungsi tekstual.
Sebagai catatan, perlu diingat bahwa model kutipan tidak mengenal adanya catatan
kaki untuk sumber dengan berbagai istilah seperti ibid., op.cit., loc.cit. vide, dan
seterusnya. Catatan kaki diperbolehkan untuk memberikan penjelasan tambahan
terhadap suatu istilah yang ada pada teks tetapi tidak mungkin ditulis pada teks
karena akan mengganggu alur uraian. Nama penulis dalam kutipan adalah nama
belakang atau nama keluarga dan ditulis sama dengan daftar rujukan.
Penulisan Daftar Rujukan atau Referensi
Istilah daftar rujukan atau referensi digunakan dalam pedoman ini sesungguhnya
untuk menekankan bahwa sumber- sumber yang dikutip pada bagian tubuh (isi) teks
dipastikan ditulis pada daftar rujukan atau referensi, begitu pula sebaliknya. Hal ini
dilakukan semata-mata untuk mendorong dan meminimalkan potensi praktik
plagiarisme dalam penulisan karya ilmiah.
Beberapa catatan umum yang perlu diperhatikan dalam penulisan daftar rujukan
dengan menggunakan sistem APA antara lain sebagai berikut.
1) Memasukkan nama keluarga semua penulis dan inisialnya sampai dengan
tujuh penulis. Apabila lebih dari tujuh, yang ditulis adalah sampai penulis
yang keenam kemudian diberi tanda titik tiga kali lalu dituliskan nama
penulis terakhirnya sebelum tahun penulisan.
2) Jika ada nama keluarga dengan inisial penulis yang mirip, nama lengkap
inisialnya ditulis dalam kurung sebelum tahun penulisan.
3) Untuk penulis berupa kelompok atau institusi, nama institusinya ditulis
dengan jelas.
4) Untuk rujukan pada buku yang disunting, masukkan nama penyunting di
posisi penulis, dan berikan tulisan (Penyunting).
5) Keterangan tahun penerbitan ditulis di dalam kurung dengan didahului dan
diakhiri tanda titik. Untuk jenis rujukan berupa majalah, newsletter, tuliskan
tahun jelas dan tanggal lengkap publikasinya, yang dipisahkan oleh koma
dan diikuti nomor dalam tanda kurung.
6) Apabila tidak ada keterangan waktu penulisan, tuliskan t.t. di dalam kurung.
7) Terkait judul buku, artikel atau bab, huruf kapital hanya dipergunakan untuk
kata pertama pada judul dan subjudul bila ada, dan kata yang masuk kategori
proper noun.
8) Untuk judul jurnal, newsletter, dan majalah, judul ditulis dengan kombinasi
huruf kapital dan huruf kecil. Sementara itu, nama sumbernya dicetak
miring.
9) Identitas kota penerbitan ditulis dengan jelas diikuti dengan nama
penerbitnya.
22
Beberapa contoh teknis penulisan daftar rujukan atau referensi dengan sistem APA
yang disesuaikan dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dapat dilihat
pada bagian di bawah ini.
Buku
Penulisan daftar rujukan yang berupa buku dalam sistem APA mengikuti urutan
seperti berikut, yakni:
1) nama belakang penulis;
2) nama depan (inisialnya saja);
3) tahun penerbitan (dalam kurung, diawali dan diakhiri titik);
4) judul buku dicetak miring (huruf pertama setiap kata dari judul sumber
ditulis dengan huruf kapital, kecuali preposisi, konjungsi, dan partikel),
diakhiri dengan titik;
5) edisi (kalau ada), kota tempat penerbitan, diikuti oleh titik dua dan penerbit.
Contoh-contoh spesifik penulisan daftar rujukan buku dengan beberapa variasi
dapat dilihat pada bagian di bawah ini.
1) Buku ditulis oleh satu orang:
Poole, M.E. (1976). Social Class and Language Utilization at the Tertiary Level.
Brisbane: University of Queensland.
2) Buku ditulis oleh dua orang atau tiga orang:
Burden, P.R. & Byrd, D.M. (2010). Methods for Effective Teaching. Boston:
Pearson.
Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2011). Models of Teaching. Boston: Pearson.
3) Buku ditulis oleh lebih dari tiga orang:
Emerson, L. dkk. (2007). Writing Guidelines for Education Students (Edisi Kedua).
Melbourne: Thomson.
4) Sumber yang ditulis oleh satu orang dalam buku yang berbeda:
Halliday, M.A.K. (1985a). Spoken and Written Language. Geelong: Deakin
University Press.
Halliday, M.A.K. (1985b). An Introduction to Functional Grammar. London:
Edward Arnold.
Halliday, M.A.K. (1985c). Part A. Language, Context, and Text: Aspects of
Language in a Social Semiotic Perspective. Melbourne: Deakin University Press.
5) Penulis sebagai penyunting:
Philip, H.W.S. & Simpson, G.L. (Penyunting). (1976). Australia in the World of
Education Today and Tomorrow. Canberra: Australian National Commission.
6) Sumber merupakan bab dari buku:
Coffin, C. (1997). Constructing and Giving Value to the Past: An Investigation into
Secondary School History. Dalam F. Christie & J.R. Martin (Penyunting), Genre
and Institutions: Social Processes in the Workplace and School (hlm. 196 -231).
New York: Continuum.
23
Artikel Jurnal
Penulisan artikel jurnal dalam daftar rujukan mengikuti urutan sebagai berikut:
1) nama belakang penulis;
2) nama depan penulis (inisialnya saja);
3) tahun penerbitan (dalam tanda kurung diawali dan diikuti tanda titik);
4) judul artikel (ditulis tidak dicetak miring dan huruf pertama dari setiap kata
dalam judul ditulis dengan huruf kapital, kecuali preposisi, konjungsi, dan
partikel);
5) judul jurnal (dicetak miring dan setiap huruf pertama dari setiap kata dalam
nama jurnal ditulis dengan huruf kapital, kecuali preposisi, konjungsi, dan
partikel) diikuti dengan koma;
6) nomor volume dengan angka Arab dan dicetak miring;
7) nomor penerbitan ditulis dengan angka Arab di antara tanda kurung;
8) nomor halaman mulai dari nomor halaman pertama sampai dengan nomor
terakhir.
9) Cantumkan nomor identitas unik artikel atau lebih dikenal dengan digital
object identifier (doi) (bila ada) setelah nomor halaman.
Contoh:
Setiawati, L. (2012). A Descriptive Study on the Teacher Talk at an EYL
Classroom. Conaplin Journal: Indonesian Journal of Applied Linguistics, 1(2),
176─178. doi: http://dx.doi.org/10.17509/ijal.v1i2.83
Selain Buku dan Artikel Jurnal
Beberapa contoh penulisan daftar rujukan dengan sumber tulisan selain buku dan
artikel jurnal disampaikan di bawah ini.
1) Skripsi, tesis, atau disertasi:
Rakhman, A. (2008). Teacher and Students' Code Switching in English as a
Foreign Language (EFL) Classroom.
(Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
2) Publikasi departemen atau lembaga pemerintah:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1998). Petunjuk Pelaksanaan Beasiswa
dan Dana Bantuan Operasional. Jakarta: Depdikbud.
3) Dokumen atau laporan:
Panitia Proyek Pengembangan Pendidikan Guru. (1983). Laporan Penilaian
Proyek Pengembangan Pendidikan Guru. Jakarta: Depdikbud.
4) Makalah dalam prosiding konferensi atau seminar:
Sudaryat, Y. (2013). “Menguak Nilai Filsafat Pendidikan Sunda dalam Ungkapan
Tradisional sebagai Upaya Pemertahanan Bahasa Daerah”. Dalam M. Fasya & M.
Zifana (Penyunting), Prosiding Seminar Tahunan Linguistik Universitas
Pendidikan Indonesia (hlm. 432-435). Bandung: UPI Press.
5) Artikel Surat kabar:
Sujatmiko, I. G. (2013, 23 Agustus). ”Reformasi, Kekuasaan, dan Korupsi”.
Kompas, hlm. 6.
24
6) Sumber dari internet
a. Karya perorangan:
Thomson, A. (1998). The Adult and the Curriculum. [Online]. Diakses dari
http://www.ed.uiuc.edu/EPS/PES- Yearbook/1998/thompson.htm.
b. Pesan dalam forum daring atau grup diskusi daring: Pradipa, E. A. (2010,
8 Juni). “Memaknai Hasil Gambar Anak Usia Dini” [Forum
daring]. Diakses dari
http://www.paud.int/gambar/komentar/Weblog/806.
c. Posel dalam mailing list:
Riesky (2013, 25 Mei). “Penelitian Kualitatif dalam Pengajaran Bahasa” [Posel
mailing list]. Diakses dari http://bsing.groups.yahoo.com/group/ResearchMethods/
message/581
Ada beberapa catatan penting yang harus dicermati dari penulisan daftar rujukan
atau referensi di atas.
1) Contoh-contoh di atas merupakan pola rujukan dari beberapa jenis dokumen
yang sering dipergunakan dalam karya ilmiah. Tidak semua dicontohkan
pada pedoman ini. Untuk jenis- jenis sumber rujukan khusus lainnya, silakan
mengacu pada buku Publication Manual of the American Psychological
Association (2010) edisi keenam.
2) Beberapa contoh di atas tidak merupakan sumber yang benar-benar nyata
dan dapat diakses. Penulisan sumber- sumber tersebut hanya untuk
keperluan pemberian contoh semata.
3) Bagi penulisan karya ilmiah yang menggunakan bahasa Inggris, silakan ikuti
sistem APA sesuai aslinya dalam bahasa Inggris.
25
BAB III
MENGELOLA SUMBER RUJUKAN BERBASIS DIGITAL
A. Mencari Sumber Rujukan Melalui Google Scholar
Masuk menuju alamat scholar.google.co.id
Akan muncul tampilan home seperti pada gambar di atas lalu, ketikan keyword
sesuai dengan topik penelitian yang akan kita lakukan, misalkan disini akan
meneliti topik tentang kolonisasi di jambi maka ketikan keyword “kolonisasi
jambi”
26
Maka akan muncul beberapa tulisan dengan keyword yang kita cari. Langkah
selanjutnya adalah download artikel yang sesuai dengan yang dibutuhkan dengan
topik kajian PKM RSH.
Banyak penelitian yang mengharuskan kita menggunakan rujukan terbaru dan
minimal 10 tahun terakhir, melalui Google Scholar kita dapat menyortir dengan
menu custom range:
Melalui menu custome range kita bisa mengatur dari tahun berapa tulisan yang akan
dimunculkan dan memudahkan kita untuk mendapatkan artikel yang sesuai topik
sekaligus dalam rentang waktu yang diinginkan.
Dalam google scholar juga kita dapat mengambil meta data untuk rujukan secara
otomatis tanpa perlu mengetik manual, Adapun langkahnya adalah
1. Arahkan kursor ke tanda petik dibawah deskripsi judul
2. Klik tanda petik
3. Lalu akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini
27
Kita tinggal blok saja sesuai dengan model yang diminta pada karya tulis, dan untuk
PKM menggunakan model sitasi APA, kita tinggal masukan kedalam daftar
referensi atau dalam database Mendeley.
B. Mencari Sumber Rujukan Melalui Portal Garuda
Masuk ke alamat garuda.ristekbrin.go.id
Akan muncul tampilan home seperti pada gambar di atas lalu, ketikan keyword
sesuai dengan topik penelitian yang akan kita lakukan, misalkan disini akan
meneliti topik tentang revolusi kemerdekaan maka ketikan keyword “revolusi”
28
Maka akan muncul beberapa tulisan dengan keyword yang kita cari. Langkah
selanjutnya adalah download artikel yang sesuai dengan yang dibutuhkan dengan
topik kajian PKM RSH.
Sama seperti google scholar, dalam portal garuda pun kita dapat mengatur rentang
waktu artikel yang dibutuhkan melalui menu Filter by Year yang terdapat pada
samping kiri pencarian, kita dapat mengatur dan menyesuaikan sesuai dengan
rentang waktu yang kita butuhkan sebagai sumber referensi dalam penulisan
Proposal dan Laporan PKM RSH.
29
BAB IV
MENGELOLA DAFTAR REFERENSI BERBASIS APLIKASI
A. Mengenal Mendeley
Menyusun karya ilmiah merupakan aspek yang tidak dapat dihindari ketika
melakukan studi di perguruan tinggi. Karya ilmiah dapat berupa skripsi, tesis,
disertasi, artikel yang dikirimkan ke jurnal serta tulisan lainnya. “Citation” tidak
dapat dilepaskan dari karya ilmiah. Sitasi menjadi elemen penting dalam sebuah
penulisan karya ilmiah. Seringkali penulis pemula, pelajar, mahasiswa dan
masyarakat akademik pada umumnya, terjebak dalam tindakan plagiasi yang tidak
disengaja karena kurang hati‐hati dalam membuat sebuah sitiran. Misalnya sebuah
referensi dikutip, namun tidak ditulis pada daftar pustaka, ataupun sebaliknya.
Sehingga membuat sitiran serta daftar pustaka yang baik, adalah wajib dalam
sebuah karya ilmiah. Penyusunan dua hal tersebut dapat dilakukan secara manual
maupun dengan bantuan software.
Software tidak hanya membantu menyusun daftar pustaka dan membuat kutipan
saja, namun juga mengelola dokumen referensi, mengambil metadata dokumen
referensi, mengelompokkan, membuat catatan serta hal lainnya. Saat ini banyak
sekali bermunculan perangkat lunak “citation & reference manager” yang
menawarkan berbagai fitur yang memudahkan penulis maupun dosen pembimbing
untuk menyusun referensi yang digunakan. Salah satunya adalah Mendeley.
Mendeley adalah sebuah perangkat lunak yang kelahirannya diilhami oleh sebuah
upaya untuk mengintegrasikan “citation & reference manager” ke dalam sebuah
jejaring sosial para ilmuwan/peneliti. Dengan jejaring semacam ini, peneliti di
berbagai belahan dunia dapat berkolaborasi dan melakukan berbagi data penelitian.
Perangkat lunak Mendeley saat ini tersedia dalam 2 (dua) versi, versi dekstop dan
versi web . Mendeley Desktop Edition (selanjutnya dalam panduan ini akan disebut
Mendeley saja) adalah perangkat lunak “citation & reference manager” yang bisa
didapatkan secara gratis (tidak berbayar) dan sangat kompatibel dengan program
pengolah kata Microsoft Word, Mac Word, OpenOffice/LibreOffice. Selain itu,
database RIS Mendeley juga dapat dimanfaatkan oleh Lyx/Latex.
Disamping itu, pengaturan dan manajemen file hasil unduhan sangat mudah
dilakukan dengan “drag and drop”, sehingga terasa sangat user friendly. Namun
demikian bukan berarti Mendeley tidak memiliki kelemahan. Metadata dan file
terletak terpisah, sehingga menyulitkan jika ingin melakukan backup manual atau
sinkronisasi dengan layanan cloud lain (selain cloud Mendeley).
B. Instalasi Mendeley
Proses instalasi Mendeley sangatlah mudah. Langkah‐langkah berikut ini
memperlihatkan proses instalasi perangkat lunak Mendeley ke dalam komputer.
Membuat Akun Mendeley
30
a. Jalankan web browser (peramban) yang Anda gunakan, dan akses
laman web http://www.mendeley.com
b. Klik “Create a free account” untuk memulai proses membuat akun
Mendeley sekaligus mengunduh perangkat lunaknya.
c. Ketikkan nama depan, nama belakang, dan juga alamat e‐mail
Anda dan password akun Mendeley. Kemudian klik “Continue”.
d. Tahap berikutnya:
i. What’s your field of study? : pilih disiplin ilmu yang sesuai
dengan minat, misal: social sciences
ii. What’s your academic status? : pilih status akademik atau
profesi Anda.
Kemudian anda akan diminta memasukkan nama institusi. Nama institusi ini
bersifat optional dan bisa dilompati.
e. Berikutnya, Anda akan diarahkan ke laman unduh Mendeley.
Klil “Download Mendeley Desktop” untuk mulai mengunduh dan anda dapat
menginstalnya.
31
Menginstal Perangkat Lunak Mendeley
a. Klik dua kali file Mendeley‐Desktop‐xxxxx (sesuai versi yangdiunduh)
yang telah diunduh. Setup Wizard akan mengarahkan Anda untuk
menyelesaikan proses instalasi Mendeley Desktop.
b. Klik next untuk memulai Setup Wizard.
c. Klik “I Agree” jika setuju dengan License Agreement yang
disodorkan oleh Mendeley.
32
d. Klik “Browse” untuk menyesuaikan di folder mana aplikasi akan
dipasang. Anda dapat mengabaikan pilihan tersebut dan langsung klik
“next” untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Klik “Install” untuk memulai proses instalasi Mendeley Desktop.
33
a. Beri tanda centang pada Run Mendeley Desktop dan klik “finish”
untuk menyempurnakan proses instalasi.
Sampai disini proses instalasi Mendeley Desktop telah selesai.
Untuk masuk ke dalam antar muka Mendeley Desktop, silakan klik icon Mendeley
pada komputer Anda. Untuk pertama kali, anda akan diminta menuliskan e‐mail dan
password. Tulis e‐mail dan password yang Anda buat ketika mendaftar di
Mendeley.com.
C. Antar muka (interface) Mendeley : My Library
Interface Aplikasi Mendeley Desktop terdiri atas 3 bagian,
34
1. Kolom sebelah kiri (left panel), menampilkan seluruh sumber daya (koleksi
referensi) yang Anda miliki. My Library terbagi ke dalam folder atau
kelompok. Beberapa folder secara otomatis disediakan oleh Mendeley,
seperti: “recently added, favorities”.
2. Kolom tengah (central panel), dipergunakan untuk menampilkan rincian
daftar sumber daya referensi yang dipilih pada kolom kiri.
3. Kolom sebelah kanan (right panel), dipergunakan untuk menampilkan
detail informasi dari koleksi terpilih di kolom tengah.
Sedangkan “toolbar” berisi ikon untuk tugas‐tugas yang bersifat umum, seperti
menambah dan menghapus dokumen, melakukan sinkronisasi dan sebagainya.
Anda juga dapat melakukan “drag and drop” maupun “right click”.
D. Membangun Library dengan Mendeley
Sebelum menggunakan Mendeley, perlu diketahui dua model penyimpanan yang
dimiliki oleh Mendeley.
1. Default.
Dengan model ini, Mendeley akan membaca lokasi dokumen sesuai letak aslinya.
Misalnya dokumen yang dikelola terletak di Dekstop, maka Mendeley akan
membaca ke Desktop. Jika file di Desktop dihapus, maka Mendeley akan
kehilangan jejak.
2. Custom.
Dengan model ini, pengguna dapat menentukan letak penyimpanan file yang
dikelola. Misal semua file yang dikelola akan diletakkan pada drive
D:/MENDELEY, maka ketika menambahkan dokumen yang dikelola (misal
dokumen ada di Dekstop), maka Mendeley akan menyalin dokumen tersebut di
D:/MENDELEY. Ada dua dokumen dalam satu komputer.
Untuk meminimalisir duplikasi dan kebingungan, susun dahulu file dokumen yang
akan dikelola pada satu DRIVE dalam komputer utama. Kemudian dilanjutkan
dengan pengelolaan menggunakan Mendeley.
E. Menambahkan Dokumen
35
1. Klik “Save & Sync”.
2. Login ke dalam akun Mendeley Web untuk melihat hasilnya.
36
F. Mengelola Dokumen
Membuat Folder
Arahkan kursor pada My Library (left panel) dan klik All Document.
Klik Create New Folder pada baris menu lalu ketikan nama folder yang akan dibuat
lalu tekan enter.
Catatan:
Folder dan sub folder dibuat untuk mengumpulkan dokumen yang memiliki
kesamaan topik bahasan.
Pencarian Pintar
Mendeley memiliki fasilitas pencarian pintar untuk memudahkan proses temu
kembali referensi yang kita inginkan. Pencarian pintar (smart searching) akan
menandai (highlight) kata atau frasa di dalam artikel yang sesuai dengan istilah
yang dituliskan di dalam kolom pencarian.
1. Ketikkan pada kotak pencarian, kata yang akan gunakan sebagai
dasar pencarian artikel.
2. Pencarian dapat dilakukan berdasar pengarang, judul, nama
terbitan, tahun dan catatan.
37
Membaca dan Menambahkan Catatan Penting
Kita dapat menandai (highlighting) teks atau paragraf penting pada artikel PDF
yang kita baca dan menambahkan catatan atau tanggapan mengenai referensi yang
dibaca (anotasi maupun general notes).
Buka artikel/file PDF dengan meng‐klik dua kali judul artikel yang ada pada
central panel.
Klik icon Highlight pada baris menu dan tandai teks/paragraf penting pada artikel
yang sedang Anda baca.
Klik icon Note pada baris menu, apabila Anda ingin memberikan catatan khusus,
atau tanggapan pada bagian tertentu dari artikel yang sedang dibaca.
G. Membuat Sitiran & Daftar Pustaka
Sebelum membuat sitiran dan daftar pustaka dengan menggunakan data yang
terdapat dalam Mendeley, pastikan bahwa Mendeley sudah terintegrasi di dalam
perangkat lunak pengolah kata yang kita miliki.
Instalasi Ms. Word Plugin
38
1. Klik menu Tool pada baris menu Mendeley dan pilih “Install MS
Word Plugin” untuk mengintegrasikan Mendeley pada MS
Word.
2. Apabila aplikasi MS Word sedang dalam keadaan aktif, maka
Mendeley akan memberitahu dan meminta kita untuk menutup
aplikasi tersebut. Klik YES untuk melanjutkan proses instalasi.
Membuat Sitiran dalam Tulisan
Untuk membuat sitiran dari daftar referensi yang kita miliki dalam Mendeley,
ikuti langkah berikut ini.
1. Aktifkan tab References di MS Word.
2. Klik Insert citation dari toolbar MS Word.
3. Klik Go to Mendeley, untuk mengaktifkan/membuka Mendeley. Selain Go to
Mendeley, bisa pula dengan langsung menuliskan judul referensi pada kotak
tersedia, lalu tekan Enter
39
4. Pilih judul referensi yang disitir.
5. Klik “cite”
6. Untuk mengubah format tulisan citation yang digunakan, sesuaikan pilihan style
di kanan menu Insert Citation
40
H. Membuat Daftar Pustaka
Untuk membuat daftar pustaka secara otomatis, ikuti langkah berikut:
a. Klik Insert Bibliography pada baris menu.
b. Mendeley secara otomatis akan membuat daftar pustaka dari seluruh
referensi yang disitir di dalam dokumen.
CATATAN:
Perubahan atau penambahan sitiran pada dokumen setelah ini akan secara otomatis
mengubah daftar pustaka yang telah dibuat.
41
I. Mendeley Web Importer
Mendeley web importer merupakan pengaya di peramban, yang dapat membantu
menyimpan dokumen file dan metadata ke dalam pangkalan data Mendeley. Untuk
memasang web importer, cukup masuk ke https://www.mendeley.com/import/, kemudian
pilih sesuai peramban atau browser yang digunakan..
Maka pada bookmark toolbar peramban akan muncul icon “Save to Mendeley” atau .
Icon ini dapat digunakan dengan cara:
1. Pastikan peramban sudah aktif/terbuka.
2. Login ke akun Mendeley web
3. Buka sebuah pangkalan data online (misal ScienceDirect), lakukan pencarian.
4. Setelah muncul hasil pencarian, klik icon Save to Mendeley pada bookmark
toolbar. Maka akan muncul kotak dialog dari Mendeley yang meminta kita
memilih dokumen yang akan disimpan. Pilih dokumen dengan cara klik kotak
di kiri judul pada tiap dokumen, atau contreng kotak All (jika akan memilih
semua). Kemudian klik SAVE. Dapat pula dilakukan pemilihan folder tempat
penyimpanan.
42
Setelah 3 langkah di atas dilakukan, maka dokumen dan metadata telah tersimpan di
Mendeley web, sesuai akun kita. Untuk memanggilnya ke Mendeley Desktop, maka cukup
klik icon syncronisasi pada Mendeley Dekstop.
Import dan Export Citation
Fungsi Insert citation adalah mengambil data sitasi dari dokumen pangkalan data yang kita
gunakan, untuk dimasukkan pada Mendeley. Data ini akan bermanfaat ketika melakukan
pencarian referensi dan membuat daftar pustaka.
Import Citation dari JSTOR
Berikan tanda centang pada setiap artikel dalam JSTOR yang ingin ditambahkan sitasinya
ke dalam library.
Atau bisa juga menggunakan fitur format RIS atau BIB untuk diekspor ke
Mendeley.
43
Import Citation dari Google Scholar
Google Scholar (Google Cendekia) memiliki fasilitas atau fitur untuk ekspor
citation ke dalam format EndNote, BibTex., RefMan, dan RefWorks. RefMan dan
BibTex dapat dipilih untuk memudahkan ekspor citation ke reference manager yang
digunakan, termasuk Mendeley Desktop. Sayangnya fitur ini tidak secara otomatis
aktif sehingga perlu diaktifkan terlebih dahulu. Untuk mengaktifkan fitur ini, klik
terlebih dahulu menu “setting” yang terletak di pojok kanan atas laman web Google
Scholar.
1. Masukkan keyword yang ingin dicari pada kotak/kolom pencarian Google
Search.
2. Tentukan artikel yang akan diimpor data sitasinya, kemudian klik link
Import to Refman atau BibTex yang ada di bawah judul artikel. Untuk
BibTex, kadang file terbuka di peramban, sehingga harus disimpan dulu ke
.bib melalui Notepad.
44
TIPS :
DOI, ArXiv, PMIDsehingga terhindar dari penggunaan referensi yang tidak
akurat.
yangvalid, seperti ERIC, JSTOR, DOAJ, EBSCOhost, ProQuest, dll.
oc.rt Exp Citation dan Abstract dengan Format RIS
1. Masukkan keyword untuk artikel yang ingin Anda cari pada pangkalan
data ScienceDirect.
2. Berikan tanda centang pada artikel yang terpilih untuk diekspor sitasinya.
45
3. Pada tahapan berikutnya, pangkalan data ScienceDirect akan meminta kita
untuk menentukan:
Content format : apakah hanya sitasi saja ataukah sitasi dan abstrak
Export format : pilih RIS Format agar datanya bisa dibaca oleh Mendeley
4. Klik export untuk memulai proses.
46
Bertukar data dengan perangkat lunak “citation & reference manager” yang
berbeda.
Mendeley memiliki fasilitas untuk saling bertukar library dengan perangkat lunak
manajemen referensi lainnya, seperti EndNote dan Zotero. Karena format standar file yang
digunakan masing‐masing perangkat lunak berbeda, maka kita dapat mengekspor data
(library) ke dalam format Extensible Markup Language (XML) atau Research
Information Systems (RIS) yang lebih umum dipakai untuk pertukaran data citation.
Bertukar data dengan EndNote
Mendeley dapat membaca data yang dikelola dengan perangkat lunak EndNote, ikuti
langkah‐langkah seperti berikut :
Pada perangkat lunak EndNote
1. Buka menu File dan pilih Export.
2. Pada jendela export file name yang muncul , pilih XML atau RIS untuk opsi
Save as Type.
3. Klik Save untuk memulai ekspor data dan menyimpannya ke dalam
komputer.
47