The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini merupakan salah satu karya dari program kerja departemen Pengabdian Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana kabinet Sinergi Asa tahun 2024

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dhibarfas0, 2024-06-24 11:58:25

TRAVEL GUIDE DESA TEMBUKU

Buku ini merupakan salah satu karya dari program kerja departemen Pengabdian Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana kabinet Sinergi Asa tahun 2024

Keywords: Bali,travel,traveling,Indonesia,Pengabdian,Universitas Udayana,BEM,FISIP,Desa Tembuku,Bangli,UMKM,Pariwisata,Waterfall,liburan

TRA VEL GUI -DE DESA TEMBUKU KECAMATAN TEMBUKU, KABUPATEN BANGLI, BALI, INDONESIA


02 Daftar Isi Travel Guide Desa Tembuku 02 DAFTAR ISI 04 DESKRIPSI & SEJARAH DESA 06 UMKM AKAH BALI 0 UMKM 8 GANDIWA ART 10 UMKM BADE


03 Daftar Isi Travel Guide Desa Tembuku 1 GOA 2 GIRI CAMPUHAN WATERFALL 14 TUKAD CEPUNG WATERFALL 15 TUKAD CEPUNG WATERFALL 16 KRISIK WATERFALL


Deskripsi Desa Tembuku 04 Travel Guide Desa Tembuku DESA TEMBUKU Desa Tembuku adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia. Desa ini memiliki jarak 41,6 KM jauhnya dari pusat kota Denpasar dengan waktu tempuh sekitar satu jam menggunakan kendaraan bermotor. DESKRIPSI Secara geografis, Desa Tembuku terletak pada titik 8.417946°S 115.349066°E Desa Tembuku memiliki luas sebesar kurang lebih 6,00 km² yang terdiri dari kurang lebih 1376 KK dan 4774 penduduk yang tersebar ke dalam 9 dusun, dengan mayoritas penduduk bekerja dalam sektor pertanian, perkebunan, dan perdagangan. Visi desa Tembuku pada tahun 2020-2025 adalah "Ksayanikang Papa Nahan Prayajana" berlandaskan Tri Kaya Parisuda dan Tri Hita Karana, yang bermakna tindakan untuk mengatasi segala masalah yang ada di masyarakat dengan perilaku yang baik sehingga terwujud masyarakat yang harmonis. Potensi yang hadir dalam kehidupan masyarakat desa Tembuku menjadi titik daya tarik yang dapat ditinjau lebih dalam. Desa ini memiliki cuaca yang lebih sejuk jika dibandingkan dengan pusat kota Denpasar. Jalan menuju desa ini juga masih tergolong nyaman untuk dilalui kendaraan bermotor karena kondisi jalanan yang cukup baik serta pemandangan di kanan-kiri nya masih sangat asri.


Menurut penuturan masyarakat setempat, dahulu kala terdapat sekumpulan orang yang datang ke desa ini. Dengan mengandalkan bidang pertanian, sekumpulan orang ini dapat bertahan hidup dan kemudian sekumpulan orang inilah yang menjadi nenek moyang/leluhur di desa ini. Untuk mengairi sawah pertaniannya, sekumpulan orang ini membuat suatu bendungan (empelan), namun airnya menimbulkan permasalahan yang dirasa kurang adil. Untuk mengatasi permasalahan ini disepakatilah pembuatan suatu pembagian air dengan menggunakan sebatang kayu yang disebut dengan " Tembukuan " sehinga air itu dapat dialirkan secara merata dan seimbang. Atas hasil kerja yang dilakukan oleh sekelompok orang ini berakhir pada kerukunan warga, akhirnya diabadikan pada penamaan desa ini yaitu desa "TEMBUKUAN". Namun seiring berjalannya waktu, nama desa ini berubah menjadi desa "TEMBUKU". 05 Sejarah Singkat Desa Tembuku Travel Guide Desa Tembuku DESA TEMBUKU Berbicara mengenai sejarah Desa Tembuku, sebetulnya tidak ada sejarah secara tertulis. Namun sejarah ini berdasarkan cerita dari para orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat. SEJARAH SINGKAT Patung jam yang dulu menjadi pengingat bagi para masyarakat mengenai waktu pambagian air yang sudah ditetapkan


06 AKAH BALI UKIRAN AKAR BAMBU SATU SATUNYA DI BALI Akah Bali didirikan pada tahun 2004 yang pada sebelumnya memiliki artshop di Tegalalang, namun dikarenakan lokasinya jauh dari Tembuku Akah Bali berpindah ke tempat yang sekarang dijadikan tempat kerja sekaligus tempat tinggal. Bapak Kadek Sudanco (sang pemilik usaha) sudah membuat karya dari akar bambu mulai dari tahun 1999 secara otodidak di rumah. Bambu yang digunakan adalah bambu yang sudah tua sekitar 5 tahun, karena bambu yang sudah tua ketika dikeringkan akan tetap utuh, sedangkan bambu yang muda akan mengerut ketika dikeringkan. Terkadang Pak Kadek merasa kesulitan terkait supply bahan. Banyak atau tidaknya order, mereka akah tetap supply bahan karena nantinya bisa kewalahan untuk masalah waktu. Contohnya ketika ada order untuk 1 bulan harus 1 bulan selesai, jika tidak mereka akan terkena penalti dan harus membayarnya. Bambu untuk topeng dari akar bambu sendiri disupply dari orang yang memiliki bambu yang sudah dimatikan. Mereka langsung mengabari Pak Kadek karena hanya Pak Kadek satu-satunya pengrajin topeng akar bambu di Bangli dan di Bali. Inilah yang merupakan keunggulan dan keunikan dari akah bali. Motivasi Pak Kadek sehingga bisa memiliki ide sekreatif ini adalah karena masih banyak yang membuang akar bambu, mengingat akar bambu ini tidak akan bisa terbakar walau dengan kayu bakar sekalipun. Maka dari itu, Pak Kadek memiliki ide dan niat untuk mengangkat gengsi akar bambu agar memiliki nilai dan makna yaitu dengan membuat topeng yang ternyata memiliki banyak peminat. Tahap pembuatan akar bambu sendiri pertama-tama dipilah bambu mana yang bisa digunakan untuk contoh ordernya lalu dipahat selanjutnya dijemur dan dioven setelah itu diamplas lalu dibersihkan dan dijemur lagi supaya kekeringannya mencapai minimal 75% baru bisa dilakukan proses ke tahap finishing. salah satu contoh hasil karya Pak Kadek Sudanco Kadek Sudanco Pemilik Akah Bali UMKM | Akah Bali Travel Guide Desa Tembuku


“07 UMKM | Akah Bali Travel Guide Desa Tembuku Akah Bali telah menghasilkan berbagai produk seperti topeng dari akar bambu. Topeng ini sendiri telah mencuri perhatian pelanggan luar negri yang kebanyakan berasal dari benua Eropa contohnya Inggris. Semenjak COVID-19 penjualan dari pelanggan luar negri mengalami penurunan, yang biasanya mencapai 2000 biji sekarang hanya 100-200 biji saja. Harga untuk topeng sendiri sekitar 25 ribu sampai jutaan. Paling mahal bisa mencapai 3 juta. Pembeli bisa request untuk bentuk dan ukuran topeng. Pembeli juga bisa request dengan mengirim foto contohnya wajah, setelah harga yang ditawarkan mendapatkan persetujuan baru akan dibuat. Selain topeng, akah bali juga membuat backround selfie dari bahan yang berbeda seperti ancang jeruk, ranting jeruk, dan serabut kelapa. Harga backround selfie ini mencapai 35 juta. Selanjutnya juga ada patung dari beton yang laris terjual. Salah satu hasil karya akah bali terletak di Bedugul di Danau Beratan. Akah Bali juga membuat kursi dari bambu, sempat berkontribusi di WWF (World Water Forum) yaitu kapal dari anyaman bambu yang dikerjakan oleh 10 orang termasuk tambahan dari orang rumah sekaligus memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka. Akah bali juga membuat goa dari kayu gambal. Target pasar akah bali awalnya umum dan lokal. Lalu ketika akah bali mengadakan pameran di art center yang disana memproduksi banyak topeng, lalu mengontrak artshop di tegalalang dan disana mendapat pelanggan dari luar negri. Akah Bali mempromosikan produknya melalui cargo, nantinya pembeli dapat memilih cargonya sendiri, setelah melakukan proses order, cargo akan menghubungi Pak Kadek. Akah Bali sendiri juga memiliki Instagram dengan nama akun @kadeknancoakahbali. Akah Bali memiliki 6 karyawan, tetapi kebanyakan sudah kerja dari rumah. Karyawannya berasal dari luar tembuku, cari “yang didekat dari tempat Akah Bali sekarang.


08 UMKM | Gandiwa Art Travel Guide Desa Tembuku Santa Gandiwa & I Ketut Teler Pemilik Gandiwa Art GANDIWA ART SEJAK 2015 Gandiwa Art merupakan sebuah entitas UMKM yang berdiri kokoh di tengah industri seni kreatif di Desa Tembuku, Bangli. Usaha ini dilahirkan dari semangat dan kecintaan akan seni lukis, Gandiwa Art dipimpin oleh Bapak I Ketut Teler, seorang seniman berpengalaman yang telah menjelajahi dunia seni sejak era 1980- an. Bersama putranya, Kak Santa, mereka membentuk sebuah tim yang berdedikasi untuk menghasilkan karya-karya seni yang berkualitas tinggi dan memukau. Didirikan pada tahun 2015, Gandiwa Arts telah menjalani perjalanan yang penuh tantangan namun penuh prestasi. Dengan memperoleh izin resmi dari pemerintah setempat, kami telah mengukir jejak yang mengesankan dalam industri seni lokal. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan diri, baik dari segi teknologi maupun keterampilan seni, sehingga mampu memberikan layanan terbaik kepada pelanggan kami. Sebagai pusat seni lukis, kami menawarkan berbagai layanan yang mencakup beragam teknik dan media. Mulai dari lukisan tradisional di atas kanvas hingga lukisan digital dengan menggunakan perangkat iPad dan aplikasi Procreate, kami memiliki keahlian yang luas dalam menghadirkan karya-karya yang unik dan menarik. Kami juga memiliki spesialisasi dalam beberapa bidang, seperti lukisan wajah, desain baju adat, dan lukisan foto untuk berbagai acara, termasuk pra wedding. Untuk di bangli sendiri biasanya lukisan dipesan untuk odalan, perajahan bali dan juga bendera. Proses kreatif kami dimulai dari pemahaman mendalam terhadap keinginan dan kebutuhan pelanggan. Kami bekerja sama dengan mereka untuk mengembangkan konsep yang tepat, sebelum melangkah ke tahap produksi.


09 UMKM | Gandiwa Art Travel Guide Desa Tembuku Dengan menggunakan cat dan media terbaik yang tersedia di pasaran, kami memastikan bahwa setiap karya seni yang kami hasilkan memiliki kualitas yang tidak diragukan lagi. Kami juga senantiasa memperhatikan detail dan estetika, sehingga menciptakan hasil akhir yang memukau. Selain itu, kami aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan interaksi dengan pelanggan. Melalui platform seperti Instagram dan TikTok, kami membagikan karya-karya terbaru kami dan berkomunikasi dengan penggemar seni dari berbagai belahan dunia. Kami juga terbuka terhadap pesanan khusus dan kolaborasi dengan pelanggan maupun mitra bisnis lainnya, dengan tujuan untuk terus berkembang dan berevolusi sebagai pusat seni yang inovatif dan berpengaruh. Namun, seperti halnya setiap usaha, Gandiwa Arts juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah manajemen waktu yang efisien, terutama ketika pesanan menumpuk atau ada proyek-proyek besar yang harus diselesaikan dalam waktu singkat. Meskipun demikian, kami percaya bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan dedikasi yang kami miliki, kami dapat mengatasi setiap rintangan dan terus berkembang menjadi pusat seni yang lebih baik di masa depan. Dalam visi jangka panjang, kami berharap dapat terus memberikan kontribusi bagi masyarakat setempat, baik dalam bentuk penciptaan lapangan kerja maupun pengembangan potensi seni daerah. Kami juga bermimpi untuk bisa membawa karyakarya kami ke panggung internasional, sehingga dapat menginspirasi dan memperluas cakrawala seni di seluruh dunia. Dengan semangat yang menggelora, kami siap menghadapi setiap tantangan dan meraih peluang yang ada.


10 UMKM | Pengrajin Bade Travel Guide Desa Tembuku Sejarah usaha bade yang dibuat oleh bapak Joni diperkirakan pada tahun 1996/1997 dimana saat beliau SMP dan SMA di Batubulan senang dan sering membantu membuat bade. Berawal dari hobi membantu membuat bade dan lembu apabila diminta, kemudian karena sudah jauh berjalan pembuatan bade ini dikembangkan menjadi usaha agar lebih efektif dan dijual. Dapat dikatakan bahwa usaha bade ini bersifat turun-temurun dan pendiri pertama dari usaha bade ini adalah pihak-pihak yang sudah almarhum. Dulu bapak Joni mengontrak tempat untuk membuat pesanan-pesanan bade dan bernama Sedana Nida, dimana nama ini digunakan di desa adat dan untuk pembayaran pajak. Kemudian pembuatan bade ini dipindah dan dikerjakan dirumah bapak Joni dan sudah tidak menggunakan nama Sedana Nida lagi dan tidak memiliki nama khusus hingga saat ini. Untuk pemesanan juga langsung menghubungi bapak Joni Wismayana. Produk yang dibuat berkaitan dengan upacara Pitra Yadnya yaitu seperti bade, lembu, dll. Bahan baku yang digunakan mengikuti jenis bade yang dibuat dan biasanya mengikuti aturan yang ada di dalam lontar dan mengikuti aturan Asta Kosala Kosali. Contohnya seperti bade yg di dalamnya ada mayatnya, bahan yang digunakan adalah kayu kamper. Bambu yang digunakan adalah bambu biasa dan berisi bambu kuning. Jika pesanan dalam waktu yang cukup singkat maka tenaga atau pekerja yang ditambah. Pembuatan lembu paling cepat 4 hari dengan tenaga kerja 3 orang sudah cukup, sedangkan bade membutuhkan waktu 1 minggu. Bade yang paling tinggi pernah dibuat oleh Bapak Joni adalah bade dengan tumpang 11. Tahapan pembuatan bade ini dimulai dari persiapan bahan (kayu, bambu, kain) hingga ukiran. Pembuatan bade dibuat dari awal sesuai pesanan kustomer dan tidak membuat stok karena khawatir kualitas kayunya menurun. Usaha bade ini memiliki pekerja dibidangnya masing-masing. Dahulu pembuatan satu bade membutuhkan waktu 1-2 bulan karena menggunakan kayu alami, sedangkan bade sekarang sudah modern dimana menggunakan campuran bambu dan juga kayu. Bade atau juga disebut Wadah adalah sarana religius dalam upacara ngaben yang digunakan untuk membawa sawa atau jenasah ke setra untuk melakukan proses sementara dalam hal upacara sawa wedana khususnya dalam upacara ngaben di Bali. Joni Wismayana Pengrajin Bade


11 UMKM | Pengrajin Bade Travel Guide Desa Tembuku BADE PENGRAJIN Pemasaran pertama yang dilakukan oleh usaha bade Sedana Nida adalah di desa tembuku, kemudian pemasara dilakukan melalui teman ke teman hingga kini bisa sampai ke Sumbawa. Jika dibawa ke Sumbawa maka bahannya yang akan dibawa kesana, dikerjakan setengah di Bangli sisanya dibawa kesana dan diselesaikan disana (tempat diluar bali). Karyawan dari usaha bade ini berasa dari desa adat tembuku dan ada juga yang berasal dari luar desa adat namun masih merupakan teman Bapak Joni Wismayana. Keunggulan dari usaha bade ini dapat dilihat dari kekuatannya. Antara bade di Denpasar dan di Klungkung memiliki pepalihan yang beda dengan di Bangli, bade di Bangli mempunyai ciri khas tersendiri dan bade di Bangli paling lengkap dari segi bahan, struktur yang mengikuti lontar dan asta kosala kosali. Bapak joni tersendiri mempertahankan usaha bade ini adalah karena hobinya yang memang membuat bade. Serta harapan dari Bapak Joni untuk kedepannya adalah supaya teman-teman yang diajarkan juga bisa mengembangkan skill dan membuka usaha juga sekaligus untuk melestarikan pembuatan bade ini supaya tidak hilang. Dari usaha bade ini mampu memberikan lowongan pekerjaan kepada masyarakat desa dan pekerja juga sekaligus bisa menyalurkan hobinya. Untuk harga bade biasanya ditentukan tergantung isinya, jikalau isinya banyak maka harganya juga akan naik. Untuk harga juga bergantung pada jenis bade yang dipesan, seperti bade padma yang tidak menggunakan atap disekitar 9 juta. Jikalau menggunakan atap sekitar 11 juta, kemudian untuk bade tumpang 7 keatas sekitar 15-16 juta. Facebook:


12 Pariwisata | Goa Giri Campuhan (GGC) Travel Guide Desa Tembuku GOA GIRI CAMPUHAN WATERFALL GGC merupakan objek wisata air terjun di Desa Tembuku, ini sudah ada di tahun 2016. Saat itu tamu baik lokal atau mancanegara sudah berdatangan. Namun air yang tumpah mekanismenya tidak bagus, sehingga air terjunnya mati suri karena airnya tidak terlalu baik. November 2018 ada 5 inisiator namun kemudian bertambah menjadi 7 inisiator, mereka- lah yang menghadirkan perkembangan baru. Tanggal 5 November bapak dan 7 inisiator berbicara kepada pak Bendesa memohon izin agar diberikan kemudahan dalam pengembangan kembali air terjun tersebut. Pak Dewa mendatangi desa nyangelan Kelod selaku pemilik wilayah air terjun. Di kantor desa, Pak Dewa diberi tahu bahwa air yang jatuh tersebut tidak diketahui oleh nyangelan Kelod. Setelah ditelusuri ternyata sumber air tersebut dimiliki oleh penglingsir Subak Sengkiding. Kemudian pak Dewa memohon izin pada Pemilik Subak Sengkiding untuk mengembangkan objek wisata. Selanjutnya, bapak yang berpulang ini memberikan nama Goa Giri Campuhan Waterfall yang disingkat menjadi GGC. Karena air terjun ini adalah objek wisata milik desa adat, maka perlu dikoordinasikan melalui Bendesa. Setelah banyak rapat akhirnya dibentuk pengelola GGC dibawah desa adat. Dewa Gede Antaga Pengelola Objek Wisata Goa Giri Campuhan Waterfall


13 Pariwisata | Goa Giri Campuhan (GGC) Waterfall Travel Guide Desa Tembuku GGC Waterfall terletak di Desa Adat Tembuku Kelod. Sekretariat nya berada di Bale Banjar Desa Adat Tembuku Kelod. Hasil dari rapat tersebut menghasilkan keputusan untuk dibentuknya Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) yang melibatkan camat dengan tujuan menyelesaikan masalah. Setelah itu, mulai banyak pengunjung yang datang. Karena adanya suatu masalah, GGC kembali ditutup. Namun wisatawan tetap berdatangan dan memblok jalan menuju GGC. Kemudian para inisiator kembali dan mulai mengajak bangkit kembali. Pada bulan Oktober 2022, mulai dibangun kamar ganti dan kamar mandi. Dengan posisi objek yang didekat sungai membuat sering mencuatnya air bah yang menyebabkan jembatan terputus karena tergerus air. Karena beberapa persoalan, pembangunan kamar mandi dan kamar ganti terpaksa belum dapat dilanjutkan. Tempat parkir yang baru disebut-sebut sangat kurang nyaman, dikarenakan kondisi yang becek bila hujan turun. Awalnya ticketing berada di bawah karena strategis yang menghadap barat dan selatan sehingga tamu dari Krisik dan dari pintu masuk bisa melakukan ticketing dan tidak kebobolan. Pengambilan nama GGC referensi dari memadukan tempat. Yang paling unik dan klasik adalah karena masuk goa dan giri berarti gunung karena air tempat paling tinggi untuk mengairi sawah di sekitarnya dan di Dam Giri. Campuhan berasal dari tingkat spiritual dan perpaduan wisata biasa dan spiritual. Dari bernama objek wisata air terjun Tembuku Kelod menjadi Goa Giri Campuhan. Uniknya sudah pasti masuk goa dan kolam alami ada yang dingin dan agak hangat. Biaya masuk mancanegara diawal tiket seharga 25k/orang. Jika memiliki kartu tikes menjadi 20k. Penjualan untuk domestik tiketnya tetap 25k namun dijual hanya 20k. Tikes tidak termasuk driver dan guide, jika bersama guide dan tidak tikes maka diberikan 5k kepada guide. (25k mancanegara, 20k domestik). Dana ticketing diperuntukkan untuk berterimakasih pada pekerja, dana Punia dan pemeliharaan objek wisata.


14 Pariwisata | Tukad Cepung Waterfall Travel Guide Desa Tembuku Pada tahun 2015 , wisata air terjun sangat diminati wisatawan, karena di Kabupaten Bangli memiliki air terjun maka saat itu masyarakat Desa Tembuku sekitar 7 orang mencoba untuk membersihkan akses sekitar air terjun dan mencoba untuk memposting di facebook. kemudian beberapa wisatawan mulai ada yg bertanya mengenai keberadaan air terjun dan karena belum ada akses jalan ke air terjun akhirnya dibuatkan jalan yang cukup layak. Pembuatan akses jalan ini juga bersamaan dengan karya/Upacara besar di desa tembuku. Pada 4 bulan pertama, wisatawan dapat mengakses air terjun ini secara gratis. Setelah 4 bulan berjalan gratis, baru dibuatkan kelompok untuk mengelola air terjun, dimulai dengan membuat kotak donasi dan donasinya untuk perbaikan di area bawah dan berlangsung sekitar 1,5 tahun yang melibatkan hingga 44 orang. Sekarang sudah ada lembaga yang mengelola dan hanya tersisa 34-36 orang karena pada awalnya orang-orang merasa bahwa air terjun ini tidak memberi manfaat/keuntungan. Sudah membentuk pokdarwis serta dibawah pokdarwis. Central parkir waterfall tukad cepung, Jl. Tembuku, Banjar Penida Kelod, DesaTembuku, Kec. Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali (google maps) Dulu, Pengunjung paling sering pernah melihat hal-hal yang mistis, kesurupan, ada foto bertiga dan tidak ada kepala, dimana pada saat itu memang belum ada pelinggih untuk tempat berdoa sejenak. Namun, kini sudah dibuatkan pelinggih dan penglukatan (air suci) sehingga sudah tidak pernah mengalami hal-hal mistis pada wisatawan. Diluar desa belum ada plang, karena menaruh plang perlu izin. TUKADJoni Wismayana Pengelola Tukad Cepung Waterfall


15 Pariwisata | Tukad Cepung Waterfall Travel Guide Desa Tembuku Tarif masuk domestik dan asing sama-sama 35 ribu/orang. Karena domestik hanya 10% banyakan asing. Awalnya 10 ribu, naik menjadi 15 ribu lalu naik menjadi 20 ribu, kemudian karena guide 5 ribu dan persiapan distribusi kabupaten 10%. Administrasi pengelolaan air terjun telah bekerjasama dengan Bumdes. Upah-upah sudah ada perjanjian dengan desa, 70% operasional termasuk upah pengelola, 60% untuk desa adat, 20% untuk bumdes, 20% pengelolaan. Waktu pandemi Covid19, area wisata tutup pelan-pelan selama 1 bulan hingga akhirnya sempat tutup total. Kemudian mulai buka bertahap dan benar-benar dari 0/awal promosinya. Dari sebelum pandemi Covid-19, 600-800 orang C WATERFA E LL PUNG perhari mengunjungi air terjun ini, kalau sekarang 409 orang maksimal pengunjung per hari. Tidak ada perbedaan harga weekday dan weekend serta belum ada paketpaket pariwisata. Media sosial yang digunakan untuk promosi ada Instagram, Facebook, namun belum menggunakan web serta belum ada kerjasama dengan media partner, dan promosi paling besar dari traveltravel. Tapi tidak ada kerjasama tertentu dengan travel dan juga influencer. Konten di media sosial setiap minggu harus ada konten (foto,video) yang diupload. Lebih banyak orang turis dibandingkan orang lokal untuk saat ini. Dulu pernah pakai qris/non-cash tapi tidak terpaka maksimal.


16 Pariwisata | Krisik Waterfall Travel Guide Desa Tembuku Krisik terletak di Desa Adat Tembuku, Banjar Dinas Tembuku Bakal. Pengunjung dapat masuk melalui depan lapangan yang bisa diakses oleh motor atau lewat Banjar Angkan dengan akses milik subak.


“17 Pariwisata | Krisik Waterfall Travel Guide Desa Tembuku Gagasan untuk membuka objek wisata Krisik muncul pada bulan Mei 2018. Ide ini berasal dari juru subak yang terinspirasi dari Cepung. Pada bulan Juni 2018, eksekusi dimulai dengan melibatkan Klian subak untuk membuka akses jalan yang sebelumnya tertutup oleh tumbuhan paku. Pada bulan yang sama, nama "Krisik" diberikan, yang berasal dari pohon kresek yang dahulu banyak ditemukan di daerah tersebut. Nama "Krisik" adalah plesetan dari nama pohon kresek. Sebanyak 13 orang membantu membuka dan membereskan tempat wisata ini. Pada bulan Agustus 2018, mulai ada tamu asing yang berkunjung. Meskipun belum sepenuhnya siap, Krisik diresmikan pada bulan Oktober 2018. Karena lokasi wisata ini berada di sekitar sawah, pengelolaannya dilakukan oleh subak, bukan desa. Awalnya, pembangunan objek wisata ini didanai melalui donasi. Setelah satu tahun beroperasi, objek wisata ini terpaksa tutup sementara karena pandemi COVID-19 dan baru dibuka kembali saat periode new normal. Maskot dari Krisik adalah pohon kresek. Ada dua lokasi utama: Krisik satu digunakan untuk massage, sedangkan Krisik dua lebih cocok untuk foto-foto. Jarak tempuh ke lokasi yang ke kiri hanya 10 meter, sedangkan yang ke kanan membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Tidak ada perbedaan biaya tiket untuk pengunjung lokal dari desa yang sama; mereka cukup memberikan donasi. Untuk wisatawan umum, biaya tiket adalah 20.000 IDR per orang. Sistem ticketing ini mulai diterapkan pada November 2019. Sebelumnya, sistem donasi digunakan karena tempat wisata ini masih dalam tahap penataan awal. Namun, karena kebutuhan yang meningkat, sistem tiket diadopsi dan pengelolaan dilakukan bekerja sama dengan BUMDES. Sebelum pandemi COVID-19, promosi dilakukan melalui brosur yang disebarkan ke hotel-hotel, serta melalui media seperti TVONE dan Facebook. Rekan-rekan dari kalangan dosen dan mahasiswa juga membantu dalam promosi. Saat ini, promosi hanya mengandalkan Facebook. Jumlah pengunjung tidak menentu setiap harinya, namun biasanya Kamis, Jumat, dan Sabtu adalah hari-hari yang paling ramai dengan sekitar 6 orang atau lebih. Parkir motor dan mobil disediakan di lahan milik masyarakat yang dikontrak oleh pengelola objek wisata. Parkir motor bisa masuk hingga ke area di atas, dekat dengan lokasi wisata. Belum ada pemandu wisata yang tersedia secara tetap. Namun, jika wisatawan ingin ditemani, pemandu akan disediakan. Tersedia juga tongkat untuk mengukur kedalaman air sebagai alat bantu. Jalur evakuasi saat banjir berada di Krisik 2. Waktu kunjungan yang paling bagus adalah sampai jam 2 siang, karena setelah itu area akan sedikit gelap. I Made Astra Bendahara Krisik Waterfall (narasumber)


Scan Me for Digital Magazine!! Pindai Aku untuk Majalah Digital!!


TRAVEL GUIDE DESA TEMBUKU LIVE IN 1 2024 Departemen Pengabdian Masyarakat BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana


Click to View FlipBook Version