dan kedudukan n hukum Al kum yang ak di dalam Sumber hukum Islam kedua diperoleh dari hadits hadits Nabi Muhammad aww. Sumber: Fflickr.com/rstml
Pengertian, isi kandu kedudukan Ijti a. Pengertian Ijtihad ijtihad bersal dari lafaz ijtihada (َهدَ )اِ اجتَ mencurahkan tenaga dan pikiran menurut istilah mencurahkan segala se berpikir untuk melakukan syariat dari d Al-Qur’an dan hadis b. Isi Kandungan Ijtihad jawaban semua persoalan hukum islam jelas jawabannya didalam Al-Qur’an m mengambil dari hasil ijtihad yang dilak
ungan, dan had artinya yang ) eluruh kemampuan dalil-dalil syara’ yaitu m yang tidak ada secara maupun As-Sunah , dapat kukan para ulama
Pengertian, isi kandu kedudukan Ijti c. kedudukan Ijtihad penggalian sumber hukum i mujtahid menggunakan ber antara lain ijma’ , Qias. isti maslahah mursalah, dan ‘u
ungan, dan had islam para ulama rbagai metode, ihsa, istishsab, urf.
Meyakini Sumber Hukum Al-Qur’an Kebenaran hukum Islam yang bers bersifat mutlak; tidak ada keragua petunjuk bagi orang-orang yang berima Umat Islam wajib meyakini Al-Qur’an s Untuk dapat meyakini kebenaran bersumber dai Al-Qur’an, umat Is tahapan-tahapan secara serius d melalui proses belajar. Tahapan terse secara fasih beserta artinya dan mam nilai urgensi secara bersungguh-sunggu
Islam dalam sumber dari Al-Qur’an an sedikitpun sebagai an sebagai sumber hukum. hukum Islam yang slam harus melakukan an berkesinambungan but adalah kemampuan mpu memahami isi dan uh.
Meyakini Kebenaran H dalam As-Sun Kebenaran As-Sunah sama den Qur’an. Kedudukan As-Sunah terhadap menguatkan apa yang ditetapkan menjelaskan isi Al-Qur’an ya (mujmal), dan menetapkan se perbuatan mukalaf yang tidak Qur’an. Umat Islam wajib meyakini tertuang didalam As-Sunah. (QS.
ukum Islam ah ngan kebenaran Al Al-Qur’an adalah n didalam Al-Qur’an, ng bersifat global emua jenis hukum k ada didalam Al hukum Islam yang Al-Ḥasyr/59: 7)
Meyakini Kebenaran Huku Ijtihad Hasil-hasil ijtihad yang para ulama mujtahid mem yang sah sebagai bagia Islam. Sah hukumnya bagi umat dan mengikuti hasil sebagai wujud nyata kepada ulil amri. (QS. An-N
um Islam Hasil dilakukan oleh miliki kebenaran an dari hukum Islam meyakini ijtihad ulama, dari ketaatan Nisā’/4: 59)
Berpegang teguh pada sebagai pedoman Berpegang teguh pada nilai-nila pedoman hidup dalam kehi disamping sebagai bentuk kewaj meyelamatkan manusia dalam m di dunia dan akhirat. Al-Quran harus dijadikan Imam, mengarungi kehidupan. Bagi orang yang berpegang tegu maka Al-Quran akan menjad syaf kiamat dan menuntunnya ke surg dan Haki)
a Al-Qur’an n hidup ai Al-Qur’an sebagai idupan sehari-hari, jiban, adalah untuk engarungi kehidupan dan landasan dalam uh dengan Al-Quran, faatnya kelak di hari ga (HR. Ibnu Hibban
Berpegang Teguh pad sebagai Pedoman ▪ Mengikuti As-Sunah berarti menjadikan As-Sun kehidupan sehari-hari ▪ Orang yang senantiasa berpegang teguh terhada hidup, akan memperoleh keutamaan dan kemanfaat tersebut sebagai berikut. 1. Tercatat sebagai seorang hamba yang taat ke 2. Dicintai Allah dan diampuni dosa-dosanya.
a As-Sunah Hidup nah sebagai pedoman dalam ap As-Sunah sebagai pedoman manfaat. Keutamaan dan epada Allah
Berpegang Teguh pada Ij Hid Kebenaran hasil Ijtihad besifat zhanni atau tentatif ijtihad secara mutlak, hal ini proses ijtihad yang berb Ada tiga kategori keberadaan umat Islam terhadap ha 1. Bagi seorang mujtahid, tidak terikat untuk men mujtahid terkena hukum untuk menciptakan huku 2. Bagi umat Islam yang pandai, ada tuntutan menja ijtihad secara kritis. Artinya dalam mengikuti hasil 3. Bagi orang awam (bukan kelompok mujtahi dan pedoman hidup selain Al-Qur’an dan As-Sunah, kar
jtihad sebagai Pedoman dup f. Artinya, tidak ada jaminan terhadap kebenaran hasil beda kebenaran memahami nash Al-Qur’an. asil ijtihad, ngikuti hasil ijtihad sebagai pedoman hidup, karena seorang m. adi muttabi’ (bukan mujtahid dan orang awam) mengikuti hasil l ijtihad tidak asal-asalan, tatapi mengetahui dalil-dalilnya. n muttabi’), hukumnya wajib mengikuti hasil ijtihad sebagai rena kelompok ini tidak kemampuan yang cukup.
Ibadah Haji, Z Bab IX
Zakat dan Wakaf Pendidikan Agama Islam SMA X
Ibadah Haji, Z Meyakini bahwa Haji, Zakat dan Wakaf adalah Perintah Allah swt. yang Memberikan Kemaslahatan bagi Individu dan Masyarakat Hikmah Ibadah Haji, Zakat dan Wakaf bagi Individu dan Masyarakat
Peta Konsep Zakat dan Wakaf Menunjukkan Kepedulian Sosial sebagai Hikmah dari Perintah Haji, Zakat dan Wakaf Simulasi Ibadah Haji, Zakat dan Wakaf
Ibadah Haji Pengertian Haji (bahasa) yang menyengaja, a dan mengunjungi Haji (istilah) sengaja datang ke B dengan tujuan tertentu dengan ta tertentu dan pada waktu tertentu Tujuan ibadah haji; untuk beribad Allah Tempat-tempat ibadah haji ; ka’b (tempat sa’i), Arafah, Muzdalifah Waktu haji; Syawal, sampai sepul Zulhijjah
atau menuju Baitullah ata cara u dah karena bah, mas’a h dan Mina luh hari bulan Setiap tahun muslim dari penjuru dunia melaksanakan ibadah haji Sumber: Flikcr.comCamera Eye
Ibadah Haji Dalil Al-Quran Haji merupakan kewajiban bagi umat Islam Imran/3 : 96-97) Melakukan haji dan umrah semata-mata karBaqarah/2: 196) Dalil Hadits Menunaikan ibadah Haji menyempurnakan r Haji kewajiban sekali seumur hidup (H.R. M Haji mabrur merupakan haji terbaik (H.R. B Segera menunaikan ibadah haji bagi yang su
yang mampu (Q.S. Ali rena Allah swt. (Q.S. Al rukun Islam (H.R. Buhari) Muslim) Bukhari dan Muslim) udah mampu
Ibadah Haji Dalil Ijma haji wajib bagi yang mampu sekali seumur hidup Haji yang kedua dan seterusnya merupakan suna Dasar Pelaksanaan haji di Indonesia Undang-undang Nomor 13 tahun 2008 tentang pe Pelaksanaan UU tersebut diatur dalam Peraturan 2012
p ah enyelenggaraan ibadah haji n Pemerintah Nomor 79 tahun
Ibadah Haji Ketentuan ibadah haji a. Syarat-syarat haji; Islam, berakal, balig dan financial dan aman dalam perjalanan) b. Rukun, wajib dan sunah haji Rukun haji; amalan haji yang apabila tidak di Wajib haji; amalan haji yang apabila tidak di wajib bayar dam Sunah haji; amalan yang tidak berpengaruh t haji. Namun bila dikerjakan akan memperole
mampu (secara fisik, ilakukan, hajinya tidak sah kerjakan hajinya sah namun terhadap sah dan tidaknya eh keutamaan
Ibadah Haji No Rukun Haji Wajib Haji 1 Ihram Ihram dari Miqat. Miqat jamaah haji asal Indonesia Yalamlam 2 Wukuf di Arafah Bermalam di Muzdalifah pa malam hari raya haji sesuda wukuf di Arafah
Sunah Haji a; Melakukan haji secara ifrad da ah Membaca kalimat talbiyah dengan suar keras bagi laki-laki
Ibadah Haji No Rukun Haji Wajib Haji 3 Thawaf Bermalam di Mina selama 2 malam 4 Sa’i Melempar jumrah aqabah dengan 7 kali lemparan pad hari raya haji
Sunah Haji 2-3 Berdoa setelah membaca kalimat talbiyah h da Membaca zikir sewaktu thawaf
Ibadah Haji No Rukun Haji Wajib Haji 5 Tahallul Melempar jumrah ‘ula, yustha, dan aqabah 6 Tertib Menjauhi muharramat haj (larangan haji) 7
Sunah Haji Melakukan shalat suanh 2 rakaat setelah thawaf, utamanya dilakukan di belakang maqam (bekas tapak kaki) Ibrahim i Masuk ke Ka’bah Berpakaian ihram berwarna putih
Ibadah Haji Ihram; niat dalam haji Jamaah dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura Jamaah barat seperti Mesir dan yang searah Juhfah Jamaah dari selatan seperti Yaman, ihramnya di Jamaah dari Makkah, ihramnya dari rumah m ihramnya dari Jiranah dan Tan’im Jamaah dari Madinah Ihramnya di Zulhulaifah Jamaah dari Iraq ihramnya di Zatu Irqin
ihramnya di Yalamlam h dengan Mesir, Ihramnya di Qarnu Manazil masing-masing. Kecuali umrah
Ibadah Haji Selama masa ihram jamaah haji wajib meningg haji Hal-hal yang dilarang ketika ihram; memakai kepala, menutup muka, menutup telapak tang mencabur rambut, atau bulu badan, memotong menjadi wali nikah, bermesraan suami istri binatang Bila melakukan larangan haji, maka wajib memb Dam (bahasa); darah Dam (istiah); mengalirkan darah dengan menye sapi di tanah Haram untuk memenuhi manasik h
galkan muharramat (larangan) i pakaian berjahit, menutup an, memakai wangi-wangian, kuku, menikah, menikahkan, i, dan berburu/ membunuh bayar dam embelih kembing, unta, atau aji
Ibadah Haji N o Jenis dam Pelaku dam Sebab memba dam 1 Dam nusuk (sesuai ketentuan manasaik) Laki-laki atau perempuan 1. Melakukan secara tamattu’ a qiran 2. Tidak melakukan wajib haji 3. Tidak wuk Arafah 4. Tidak melakukan thawaf wa
ayar Bentuk dam Sifat dam Teknik melakukan n haji atau n kuf di n ada Menyemb elih seekor kambing, kalau tidak mampu berpuasa 10 hari Tartib dan takdir (kesalahan berkaitan dengan amalan haji, mengikuti urutan berdasarkan ukuran ) 1. Menyembel ih kambing setelah melempar jumrah aqabah pada 10 Zulhijjah 2. Puasa 10 hari . 3 hari di Makkah dan 7 hari di tanah air
Ibadah Haji N o Jenis dam Pelaku dam Sebab membayar dam Be 2 Dam Isa’ah (melangga r aturan ) Laki-laki dan perempu an Mencabut bulu, memotong rambut, memotong kuku, memakai pakaian yang dilarang semasa ihram, bermesraan suami istri setelah tahallul awal Meny seek kam berp hari, bers untu misk masi atau maka
ntuk dam Sifat dam Teknik melakukan yembelih kor bing, atau puasa 3 , atau hadaqah uk 6 orang kin masing ing 3 sha’ u 9,3 liter anan pokok Takhyirtakdil (kesalahan berkaitan dengan kecantikan personal), boleh memilih salah satu dari urutan berdasarka n nilai 1. Menyembelih kambing setelah melempar jumrah aqabah pada tanggal 10 Zulhijjah di tanah suci Mekkah atau 2. Berpuasa 3 hari pada 6,7, 8 atau 3. Bershadaqah 6 orang fakir miskin di tanah suci dengan masingmasing 9,3 liter beras
Ibadah Haji N o Jenis dam Pelaku dam Sebab membayar dam Bentu 3 Dam Isa’ah (melangg ar aturan ) Laki-laki dan perempu an Melakukan hubungan seksual sebelum tahallul awal Menyem unta, ap tiadk ma menyem sapi, ap tidak ma menyem ekor kam apabia t mampu bershad tanah ha seniali u
uk dam Sifat dam Teknik melakukan mbelih pabila ampu, mbelih abila ampu, mbelih 7 mbil, tidak aqah di aram unta Tartib takdil (mengikuti urutan berdasarka n nilai) 1.Menyembelih unta aau seekor sapi atau 7 ekor kambing setelah melempar jumarah aqabah tgl 10 Zuhijjah 2.Apabila tidak mampu, bersahdaqah senilai 7 ekor kambing 3.Berpuasa sejumlah ketentuan (setiap ¾ gantang (_+ ¾ kg) dari harga unta dengan berpuasa satu hari dan tempatnya boleh dimana saja
Ibadah Haji N o Jenis dam Pelaku dam Sebab membayar dam Bentu 4 Dam Isa’ah (melan ggar aturan ) Laki-laki dan perempua n Merusak, memburu, atau membunuh binatang buruan (kecuali ular, kaljengking, dan tikus), memotong pohon-pohon atau mencabut rerumputan di tanah haram Menyem binatang senilai d binatang diburu/d atau me makanan binatang untuk dishadaq kepada miskin, berpuas hari unt 0,75 kg yang dib
uk dam Sifat dam Teknik melakukan mbelih g yang dengan g yang dibunh, embeli n senilai g buruan qahkan fakir atau a satu tu setiap daging bunuh Takhyirtakdil (kesalahan berkaitan dengan alam sekitar, boleh memilih salah satu dari urutan berdasarka n nilai 1.Menyembelih binatang seteah melempar jumrah aqabah, pada 10 Zulhijjah atau 2.Bershadaqah senilai binatang buruan atau 3.Berpuasa senilai bianatag buruan pada 6,7,8 Zulhijjah
Ibadah Haji N o Jenis dam Pelaku dam Sebab membayar dam Bentu 5 Dam Isa’ah (melan ggar aturan ) Memotong atau mencabut rambut atau bulu, memotong kuku, memakai pakaian yang dilarang semasa ihram, memaka wangiwangian, bermesraan, dan Menyem seekor k atau bershad kepada fakir mis atau ber hari
uk dam Sifat dam Teknik melakukan mbelih kambing aqah 6 orang skin rpuasa 3 Takhyirtakdil (boleh memilih salah satu dari urutan berdasarka n nilai 1.Menyembelih binatang seteah melempar jumrah aqabah, pada 10 Zulhijjah atau 2.Bershadaqah kepada 6 fakir miskin senilai 1/5 sha’ atau 1,5 liter makanan pokok atau 3.Berpuasa 3 hari pada 6,7,8 Zulhijjah
Ibadah Haji N o Jenis dam Pelaku dam Sebab membayar dam Bentu 6 Dam Iterhalang perjalana n lakilaki dan peremp uan Terhalang hajinya setelah berniat ihram, sehingga tidak dapat meneruskan/ ibadah haji/ umrah Menyem seekor k di temp kejadian keudian mencuk rambut niat tah