LKPD
Kalor Jenis, Kapasitas Kalor
dan Perubahan Wujud Zat
Hari / Tanggal :
Kelompok :
Kelas :
Kompetensi Dasar
3.5. Menganalisis pengaruh kalor dan perpindahan kalor yang meliputi
karakteristik termal suatu bahan, kapasitas, dan konduktivitas kalor
pada kehidupan sehari-hari.
4.5. Merancang dan melakukan percobaan tentang karakteristik termal
suatu bahan, terutama terkait dengan kapasitas dan konduktivitas kalor,
beserta presentasi hasil percobaan dan pemanfatannya.
Tujuan
Melalui kegiatan pembelajaran Model Problem Based Learning (PBL)
menggunakan pendekatan saintifik dan TPACK, peserta didik secara aktif
dan kreatif mampu menganalisis pengaruh kalor dan perpindahan kalor
melalui percobaan tentang karakteristik termal suatu bahan serta
mengkomunikasikannya dengan penuh rasa ingin tahu, disiplin dan rasa
tanggung jawab.
Petunjuk LKPD
1. Bacalah dan pahami dengan baik uraian materi yang
disajikan dalam modul.
2. Kerjakan setiap kegiatan diskusi, soal latihan dengan baik
untuk melatih kemampuan penguasaan pengetahuan
konseptualmu.
3. Tanyakan pada Guru apabila terdapat hal-hal yang kurang
dipahami.
Kalor Jenis, Kapasitas Kalor dan
Perubahan Wujud Zat
Kalor adalah energi yang berpindah/ mengalir dari benda
bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah untuk
mencapai kesetimbangan termal.
Kapasitas kalor (C) sebuah benda menyatakan jumlah kalor (Q)
yang dibutuhkan benda itu agar suhunya naik sebesar ΔT.
Kalor jenis dapat didefinisikan sebagai kalor yang diperlukan
untuk menaikkan suhu 1 kg suatu zat sebesar 1 K atau 1°C.
Energi kalor dapat dirumuskan:
Kalor yang diperlukan atau dilepaskan persatuan massa pada
saat terjadinya perubahan fase atau wujud disebut kalor laten.
Pengertian Kalor tidak sama dengan pengertian suhu. Tetapi
keduanya saling berhubungan. Air yang diberi Kalor, suhunya
akan naik. Sebaliknya, air yang melepaskan Kalor, suhunya akan
turun.
Fase 1 : Mengorientasi Peserta didik pada
masalah
Amatilah video berikut ini
Kamis
https://youtu.be/7KswQWdpyuc
Saat sedang merasa sangat lapar,
Menu mana yang lebih cepat dibuat
untuk dapat segera dikonsumsi?
Mie dengan telur ceplok atau mie dengan telur rebus?
Air dan minyak goreng dengan massa yang
sama, manakah yang lebih cepat panas ?
Mengapa demikian?
Fase 2 : Mengorganisasikan peserta didik untuk
belajar
Kita akan melakukan praktikum
menganalisis faktor yang mempengaruhi kalor
Untuk lebih memahaminya
silakan berdiskusi mengenai
LKPD berikut secara
berkelompok
MembimbFinagsepe3nyelidikan
Tujuan :
Menganalisis faktor yang mempengaruhi kalor
Alat dan Bahan :
Langkah Kerja
Siapkan alat dan Bacalah prosedur
bahan percobaan kerja dengan cermat
Ukurlah massa gelas Ukurlah suhu awal air tersebut!
beaker kosong
Rangkailah alat seperti
menggunakan neraca gambar berikut
digital. Masukkan air
hingga massa air dalam
gelas adalah 50 gr.
Panaskan air selama 3 menit
kemudian amati dan catat
kenaikan suhu air setiap
menitnya dengan
termometer
Gantilah air dengan minyak goreng 50 gr,
lakukan seperti langkah a – f
Tabel Pengamatan
Fase 4 : Mengembangkan dan
menyajikan hasil karya
Dari data hasil percobaan, buatlah grafik hubungan antara waktu dan suhu
selama proses berlangsung!
Apakah kedua zat mengalami kenaikan suhu yang sama disetiap
menitnya? Jelaskan!
Bagaimanakah pengaruh banyaknya kalor yang diterima terhadap
perubahan suhu?
Apabila volume air ditambahkan menjadi 2x volume awal,
bagaimanakah waktu yang diperlukan untuk mencapai perubahan
suhu yang sama seperti pada air bervolume 50 ml?
Apa saja faktor yang mempengaruhi kalor?
Fase 5 : Menganalisis dan mengevaluasi
proses pemecahan masalah
Presentasikan hasil kerja Saling memberikan
kelompok mu dan berikan tanggapan / tanya
masukan kepada kelompok jawab antar kelompok
lain
Setelah seluruh kegiatan pembelajaran ini,
Saat sedang merasa sangat lapar, Menu mana yang lebih cepat dibuat
untuk dapat segera dikonsumsi?
Mie dengan telur ceplok atau mie dengan telur rebus?
Air dan minyak goreng dengan massa yang sama, manakah yang lebih
cepat panas ? Mengapa demikian?