The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by syaharuddinsalim, 2021-09-02 22:06:04

Penyelenggaraan Jenazah

Tata Cara Memandikan Jenazah

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan karunia-Nya kepada Ummat manusia
agar manusia mensyukurinya.
Shalawat beriring salam selalu tercurahkan kepada Junjungan kita Nabi Muhammad
SAW., demikian juga kepada keluarga dan sahabat-Nya yang masih istiqamah
dengan ajaran-ajaran Beliau.

Wahai Saudara-saudaraku yang memahami arti kehidupan. Mati adalah
sesuatu yang pasti dan sangat pasti bagi yang namanya mahluk hidup, tentunya kita
sebagai manusia ketika mengalami kematian , mengharapkan agar mayat kita terurus
sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW., karenanya kalau kita menginginkan
mayat kita terurus secara benar, maka kitapun sebaiknya mengurusi mayat saudara
kita sesuai apa yang di contohkan oleh Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Ada
beberapa hal yang perlu kita pahami tentang penyelenggaraan Jenazah ini, seperti,
Pemandian bagi Jenezah, cara memandikannya, mengkafani, menshalati, dan
menguburkannya. Maka kami coba untuk membuat Makalah tentang :

“TATA CARA PENYELENGGARAAN JENAZAH” yang kami

nukil dari Kitab Wijaazah fi Tajhiizi Al Janaazah karangan Abdurrahman bin
Abdulloh al Ghaits. Penyusun sangat menyadari dan mengerti bahwa dalam
penyusunan makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritikan dan saran
sangat kami harapkan dari berbagai pihak, agar makalah ini mendekati kepada
kesempurnaan.

Dan kepada semua pihak tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih akan
segala bantuannya, yang bagi kami masukan itu merupakan hal yang amat berarti
demi terselesainya makalah ini.

Disusun Oleh,
Peny.Agama Islam Kec. Turatea,

Syaharuddin Salim, S.Ag.
NIP: 196906052014111003

DAFTAR ISI i
KATA PENGANTAR ............................................................................

DAFTAR ISI ........................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................... 1

A. Latar belakang .............................................................................. 1

B. Rumusan Masalah ....................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN MASALAH .................................................. 2
A. Bagaimana Menghadapi Orang Yang Zakaratul Maut ..................... 2
B. Tata Cara Penyelenggaraan Jenazah ................................................ 3
C. Tata Cara Memandikan Jenazah .......... .......................................... 4
D. Tata Cara Mengkafani Jenazah ....................................................... 10
E. Tata Cara Menshalati Jenazah ........................................................ 12
F. Tata Cara Menguburkan Menguburkan Jenazah ............................. 15
G. Ta’ziyah Kepada Keluarga Si mayat ............................................... 16
H. Ziarah Kubur ................................................................................. 18

BAB III PENUTUP ............................................................................... 19
A. Kesimpulan .................................................................................... 19
B. Saran-saran ..................................................................................... 19

ii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebagai umat Islam yang mempunyai tugas sebagai khalifah di bumi,

hendaknya kita tahu tata cara yang benar dan adab-adab yang baik dalam menjalani
kehidupan. Salah satunya tentang jenazah dan hal-hal yang berkenaan dengannya.
Firman Allah SWT :
    
   
    
   
    

   

185. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada
hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari
neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung.
kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. Ali
Imron : 185

Agama Islam sebagai agama terakhir yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW,
untuk semua manusia telah mewajibkan bagi mereka saling hormat antar
sesamanya, walaupun mereka berbeda etnis atau agama. Sikap saling hormat
menghormati ini bukan hanya ketika manusia itu hidup, bahkan saat manusia itu
pun mati. Karena menghormati seseorang yang mati sama halnya dengan
menghormati manusia semasa hidupnya.

B. Rumusan Masalah

v Bagaimana menghadapi orang yang sakaratul maut !

v Bagaimana Tata Cara Penyelenggaraan Jenazah Menurut Islam ?

v Jelaskan bagaimana cara memandikan jenazah ?

v Apa saja yang disiapkan dalam pengkafanan jenazah dan bagaimana cara
mengafani jenazah ?

v Jelaskan bagaimana cara menshalatkan jenazah !

BAB II
PEMBAHASAN

A. MENGHADAPI ORANG YANG DZAKARATUL MAUT

Berikut tata cara untuk menuntun seseorang yang telah mengalami sakaratul maut.

1. Menalqin (menuntun) dengan syahadat
Sesuai sabda Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam, “Talqinilah orang yang
akan wafat di antara kalian dengan, “Laa ilaha illallah”. Barangsiapa yang
pada akhir ucapannya, ketika hendak wafat, ‘Laa ilaha illallah’, maka ia akan
masuk surga suatu masa kelak, kendatipun akan mengalami sebelum itu
musibah yang akan menimpanya.”

2. Hendaklah mendoakannya dan janganlah mengucapkan dihadapannya kecuali
kata-kata yang baik

3. Berbaik sangka kepada Allah

4. Membasahi kerongkongan orang yang sedang sakaratul maut

5. Menghadapkan orang yang sakaratul maut ke arah kiblat

Syariat Islam mengajarkan bahwa setiap manusia pasti akan mengalami
kematian yang tidak pernah diketahui kapan waktunya. Karena Allah Memang
merahasiakan 3 hal terhadap Kematian, yaitu: 1. Allah Merahasiakan Kapan kita
Meninggal 2. Allah Merahasiakan Di mana Kita Meninggal 3. Dan Allah Juga
Merahasiakan apa penyebab kita meninggal. Jadi bagi kita tidaklah wajib menuntut
ketiga hal tersebut. Sebagai makhluk sebaik-baik ciptaan Allah SWT dan
ditempatkan pada derajat yang tinggi, maka Islam sangat menghormati orang muslim
yang telah meninggal dunia. Oleh sebab itu, menjelang menghadapi kehariban Allah

1

2
SWT orang yang telah meninggal dunia mendapatkan perhatian khusus dari muslim
lainnya yang masih hidup.

Dalam ketentuan hukum Islam jika seorang muslim meninggal dunia maka
hukumnya fardhu kifayah atas orang-orang muslim yang masih hidup untuk
menyelenggarakan 4 perkara, yaitu memandikan, mengkafani, menshalatkan dan
menguburkan orang yang telah meninggal tersebut. Penyelenggaraan jenazah
adalah fardu kifayah bagi sebagian kaum muslimin, khususnya penduduk setempat
terhadap jenazah muslim/ muslimah.

Namun, sebelum penyelenggaraan jenazah itu dimulai, maka ada beberapa hal yang
harus dilakukan terhadap jenazah tersebut, yaitu :
1. Dipejamkan matanya, mendo’akan dan meminta ampunkan atas dosanya.
2. Dilemaskan tangannya untuk disedekapkan di dada dan kakinya diluruskan.
3. Mengatupkan rahangnya atau mengikatnya dari puncak kepala sampai ke dagu

supaya mulutnya tidak menganga/terbuka.
4. Jika memungkinkan jenazah diletakkan membujur ke arah utara dan badannya

diselubungi dengan kain.
5. Menyebarluaskan berita kematiannya kepada kerabat- kerabatnya dan handai

tolannya.
6. Lunasilah hutang-hutangnya dengan segera jika ia punya hutang.
7. Segerakanlah fardu kifayahnya.

B. TATA CARA PENYELENGGARAAN JENAZAH

Dalam Al-Quran Surat Ali-Imran : 185  

  


  
 

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, dan sesungguhnya pada hari kiamat
sajalah disempurnakan pahalamu (QS. Ali-Imran : 185)

3

Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan di shhihkan oleh Ibnu Hibban
Rasulullah SAW. Bersabda:

“Banyak-banyaklah kamu mengingat hal yang memutuskan kesenangan, yakni
mati”
(HR. at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)
Setiaip muslim memiliki kewajiban terhadap saudaranya muslim yang meninggal
dunia. Kewajiban ini sifatnya kolektif karena itu dimasukkan sebagai suatu jenis
ibadah yang hukumnya fardhu kifayah yang artinya kewajiban bagi seluruh umat
muslim, namun apabila sudah ada beberapa orang yang melaksanakannya, maka
gugurlah kewajiban itu bagi seluruh umat muslim.

C. TATA CARA MEMANDIKAN JENAZAH
Pada kesempatan ini akan kita peragakan Tata Cara Memandikan Jenazah yang Insya
Allah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai memandikan Jenazah ini antara
lain adalah :

*. Orang Yang Berhak Memandikan Jenazah
a. Jika Mayyit telah mewasiatkan kepada seseorang untuk
memandikannya , maka orang itulah yang paling berhak.
b. Jika mayyit tidak mewasiatkan , maka yang berhak adalah ayahnya atau
kakeknya atau anak laki-lakinya atau cucu lakinya (jika mayatnya Laki-

laki dan jika mayatnya perempuan, anaknya yang perempuan atau
cucunya yang perempuan)
c. Jika tidak ada yang mampu dari keluarga mayyit, boleh menunjuk
kepada orang yang amanah lagi terpercaya untuk mengurusnya.
*. Tempat Memandikan Mayat Harus Tertutup baik dinding maupun atapnya.
*. Dianjurkan agar yang memandikan jenazah memilih 2 Orang dari Keluarganya

4

*. Perlengkapan Bagi yang Memandikan Jenazah
1. Penutup Hidung
2. Memakai pelindung tubuh agar tidak terkena kotoran-kotoran seperti sisa
air perasan daun bidara dan kafur barus.
3. Sarung Tangan
4. Sepatu bot yang berlaras tinggi

* . Cara menyediakan Perasan Daun Bidara
- 4 Liter Air + 1 gelas besar Perasan Daun Bidara
- 8 Liter Air + 2 Gelas Perasan Daun Bidara begitu seterusnya 4 : 1

*. Cara mencampur kafur barus.
- setiap 4 Liter air dicampur dengan 2 biji kafur barus

*. Persiapan sebelum Memandikan Jenazah
1. Menutup aurat si mayit dengan handuk besar mulai pusar sampai dengan
lututnya (Laki-;laki dan Perempuan Sama)
2. Melepas pakaian yang masih melekat ditubuhnya
3. Menggunting Kuku Tangan dan kaki Jika Panjang
4. Mencukur bulu ketiak, kalau tidak lebat dicabut saja
5. Merapikan Kumis
6. Membersihkan Hidung dan Mulut serta menutupnya denga kapas ketika
dimandikan lalu dibuang setelah selesai.

 SYARAT WAJIB MANDI;

1. Mayat adalah orang Islam
2. Ada tubuhnya walau sebagian
3. Bukan mati syahid
* MANDI UNTUK MELEPASKAN KEWAJIBAN, MINIMAL 1 KALI
MERATA KESESULUH BADANNYA, SESUDAH NAJIS DIIHILANGKAN
SECARA SEMPURNA:

5

a. Siapkan tempat yang tinggi untuk meletakkan jenazah
b. Siapkan Air biasa secukupnya, air yang dicampur dengan daun bidara

atau sabun dan air yang dicampur dengan kapur barus.
c. Letakkanlah Jenazah yang disiapkan, sebaiknya ditempat tertutup.
d. Kain penutup jenazah dilepas, sedangkan bagian kemaluan ditutup

dengan kain atau lainnya.
e. Memandikan jenazah dimulai dengan mengeluarkan dan membersihkan

kotoran jenazah terlebih dulu.
f. Mulailah dari anggota wudhu dan anggota kanannya.

Sesuai dengan Hadits Rasulullah SAW.
“Mulailah dengan anggotanya yang sebelah kanan dan tempat
(anggota) wudhunya” (HR. al-Jamaah)
g. Mandikanlah dengan bilangan gazal; tiga, lima kali atau lebih dari itu
dengan air biasa, air yang diberi daun bidara atau sabun, dan pada kali
yang terakhir disiram denga air yang diberi kapur barus.
Hal ini sesuai dengan Hadits Rasulullah SAW.
“Mandikanlah dia tiga kali, atau lima kali atau lebih dari itu menurut
pendapat kalian dengan air dan daun bidara, serta pada kali yang
terakhir, campurkanlah air dengan kapur barus atau yang sama
dengan kapur barus” HR. al-Bukhari)
h. Jika Jenazah perempuan, jalinlah rambut menjadi 3 pintal lalu
keringkan dengan handuk.

Sebagaimana Hadits Rasulullah SAW.
“Mandikanlah dalam jumlah gazal, tiga atau lima atau tujuh kali atau
lebih dari itu menurut pendapatmu lalu kami jalin rambutnya tiga
jalinan (HR. al-Bukhari dan Muslim dan Abu Daud)

6
i. Hendaklah jenazah laki-laki dimandikan oleh orang laki-laki dan

jenazah perempuan dimandikan oleh orang perempuan, kecuali
muhrimnya. Dibenarkan suami memandikan istrinya atau sebaliknya.
Sebagaimana Hadits Rasulullah SAW.
“Apa halangannya seumpama kamu meninggal sebelumku, akulah
yang memandikanmu, menyalatkanmu, dan menguburkannmu” (HR.
an-Nasai dan Ibnu Hibban)
Disamping itu Rasulullah SAW. Bersabda:
“Seumpama aku dapat mengulangi perkara yang telah lampau,
pastilah yang memandikan Rasulullah itu hanya Istrinya” (HR. Ahmad,
Abu Daud dan Ibnu Majah)
j. Jika pada tubuh jenazah terdapat cacat, tutuplah atau rahasiakanlah
jangan kita beberkan, Hal ini sesuai Hadits Rasulullah SAW.
“Barangsjapa memandikan jenazah, lalu merahasiakan cacat
tubuhnya, Allah memberikan ampun baginya 40 kali (HR. al-Hakim
dan menshahihkannya menurut syarat Muslim)

 BERIKUT PRAKTEKNYA:

1. Siapkan Tempat memandikan Jenazah
2. Siapkan Air biasa secukupnya. Air dicampur dengan daun bidara atau

sabun, dan kapur barus.

3. Letakkan jenazah pada tempat yang disiapkan, sebaiknya pada tempat
tertutup. Lepaskan kain penutup, bagian kemaluan ditutup dengan kain
atau lainnya. Keluarkan kotoran jenazah dengan sedikit mengangkat
kepalanya dan bersihkanlah.
Wuduhkan Jenazah ( Wuduhnya sama dengan wuduh ketika akan
shalat) yang di dalamnya harus membaca Basmalah
- Lafal niat mewudhukan jenazah laki – laki
7

4. ‫َن َو ْي ُت ا ْل ُو ُض ْو َء ِل ٰهذَا ا ْل َم ِيّ ِت ِّلهِلِ تَ َعا َلى‬

- Lafal niat mewudhukan jenazah perempuan

5. ‫َن َو ْي ُت ا ْل ُو ُض ْو َء ِل ٰه ِذ ِه ا ْل َم ِيّ ِتة ِّلهِلِ تَ َعالَى‬

4. Mulailah memandikan dengan anggota wudhu dan anggota kanannya

dengan berniat:

‫نويت غسلا لهذ الميت \لهذه الميتة لله تعا لى ا‬

(NAWAITU GUSLA LIHADZAL MAYYITI (Laki-Laki) /LIHADZIHI
MAYYITATI (Perempuan) LILLAHI TA’ALA
“Aku Berniat memandikan Mayit Laki-Laki/Perempuan ini Karena
Allah”

Siram air dengan satu arah dengan bilangan gazal tiga, lima kali atau

lebih dari itu.

Niat memandikan mayat anak-anak pr/lk-lk:

‫نويت الغسل لهذ الميت الطفل سنة لله تعا لى‬
‫نويت الغسل لهذه الميتة الطفلة سنة لله تعا لى‬

5 Perutnya disapu, agak ditekan sedikit supaya keluar kotoran, diikuti
dengan air/ wangi-wangian.

6 Ditelentangkan tangan, lalu dicebokkan dengan tangan kiri yang
memakai sarung tangan.

7 Sesudah cebok, sarung tangan diganti, lalu anak jari kiri dimasukkan
kemulutnya, digosok giginya, dibersihkan mulutnya, lobang hidung dan
telinganya.

8

8 Kepala dan janggutnya dibasuh, rambut dan bulu janggutnya disisir
berlahan-lahan (rambut dan bulu yang tercabut hendaknya dicampurkan
kembali ketika dikafani.

9 Miringkan jenazah ke kiri. Kemudian siramlah badan sebelah kanan
dan punggungnya, serta sebelah depan, sambil membaca;

‫يارحمن ربناواليك المصير‬, ‫غفرانك الله‬

Jika si Mayat Laki-laki;
“GUFRANAKALLAHU, YAA RAHMAN RABBANA WA ILAIKAL
MASHIR”

Jika si Mayat Perempuan;

‫يارحيم ربناواليك المصير‬, ‫غفرانك الله‬

“GUFRANAKILLAHU, YAA RAHIM RABBANA WA ILAIKAL
MASHIR”

10 Miringkan jenazah ke kanan. Siramlah bagian sebelah kiri dan sebelah

belakang sambil membaca:

‫يارحيم ربناواليك المصير‬, ‫غفرانك الله‬

Jika si Mayat Laki-laki;
“GUFRANAKALLAHU, YAA RAHIM RABBANA WA ILAIKAL
MASHIR”

Jika si Mayat Perempuan;

‫يارحمن ربناواليك المصير‬, ‫غفرانك الله‬

“GUFRANAKILLAHU, YAA RAHMAN RABBANA WA ILAIKAL
MASHIR”
11 Siramlah dengan air yang diberi daun bidara atau sabun. Selanjutnya
siramlah dengan air yang dicampur dengan kapur barus.

9

12 Mayat diwudhukkan dengan niat;

‫نويت الوضوء لهذ الميت \ لهذه الميتت لله تعا لى ا‬

“NAWAITU WUDHU’A LIHADZAL MAYYITI (Laki-Laki) /
LIHADZIHIL MAYYITATI (Perempuan) LILLAHI TA’ALA”
13 Keringkan dengan handuk. Jika jenazah perempuan rambutnya
dikepang atau di jalin.
14 Tutuplah dengan kain.
15 Jenazah diangkat ke tempat yang disediakan untuk dikafani.
Keterangan :
A. AIR UNTUK MANDI MAYAT HARUS DENGAN AIR MUTLAK,
DAN SEBAIKNYA YANG DINGIN, KECUALI JIKA BERHAJAT
DENGAN AIR PANAS.
B. YANG BERHAK MEMANDIKAN MAYAT LAKI-LAKI ADALAH
LAKI-LAKI PULA, KECUALI ISTRI DAN MUHRIMNYA. DAN
BAGI MAYAT PEREMPUAN ADALAH PEREMPUAN PULA,
KECUALI SUAMI DAN MUHRIMNYA.
C. JIKA SI MAYAT LAKI-LAKI, DAN TIDAK ADA LAKI-LAKI,
TIDAK ADA ISTRI DAN TIDAK ADA MUHRIMNYA YANG
AKAN MEMANDIKA, ATAU SEBALIKNYA. SI MAYAT
PEREMPUAN DAN TIDAK ADA PEREMPUAN, TIDAK ADA

SUAMI DAN TIDAK ADA MAHRAMNYA YANG AKAN
MEMANDIKANNYA. MAKA SI MAYAT DITAYAMMUMKAN
SAJA.
D. ORANG YANG MEMANDIKAN JENAZAH ADALAH ORANG
YANG DIYAKINI KUAT MEMEGANG AMANAH / RAHASIA

D. TATA CARA MENGKAFANI JENAZAH

10

Pada kesempatan ini akan kita peragakan Tata Cara Mengkafani Jenazah yang Insya
Allah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

 MATERI / TEORI
1. Kain kafan diambil dari harta si mayat. Jika tidak ada, diambil dari
yang menanggungnya, jika tidak ada diambilkan dari Baitul mal, dan
jika tidak ada, kewajiban sesama muslim yang mampu.
2. Kain kafan minimal satu lapis yang menutupi seluruh badannya, baik
laki-laki maupun perempuan.
Ketika akan merobek kain kafan hendaknya dibaca do’a :

‫ا للهم ا جعل لبسه عن ا لكر يم و ا د خله يا ا لله بر حمتك ا لجنة يا ا ر حم ا لر ا حمين‬

3. Sebaiknya;
a. Untuk mayat laki-laki tiga lapis kain yang menutupi seluruh
badannya.
Cara Mengkafani;
1. Dihamparkan sehelai demi sehelai, tiap lapis ditaburi wangi-
wangian.

2. Mayat diletakkan di atas kain kafan, kedua tangannya diletakkan
di atas dadanya (tangan kanan di atas tangan kiri)

3. Sebaiknya ditutupi kapas pada bagian wajah, kemaluan, buah
dada, telinga, siku-siku tangan dan ke dua tumitnya.

4. Selimutkan kain kafan dari yang paling atas, selembar demi
selembar sampai yang paling bawah. Kemudian ikat dengan tali
kain pengikat ; tiga atau lima ikatan.

b. Untuk mayat perempuan, sebaiknya dikafani dengan lima lembar
kain potongan, yaitu;
E. Basahan ( kain bawah )
11

F. Baju Kurung
G. Tutup Kepala
H. Kerudung (cadar)
I. Kain yang menutupi seluruh badannya (1, 2 atau 3 atau 5 )

 CARA MENGKAFANI;
1. Setelah dihamparkan kain kafan sehelai demi sehelai, tiap lapis ditaburi
wangi-wangian, kemudian mayat diletakkan di atas kain kafan, kedua
tangannya diletakkan di atas dadanya (tangan kanan di atas tangan kiri)
2. Sebaiknya ditutupi kapas pada bagian wajah, kemaluan, buah dada,
telinga, siku-siku tangan dan ke dua tumitnya
3. Mula-mula dipakaikan kain bawah (basahan)
4. Kemudian baju kurung
5. Kemudian tutup kepala
6. Kemudian kerudung
7. Terakhir kain yang menutupi seluruh badannya dilengkapi dengan
pengikat.

KESEMPURNAAN MENGKAFANI MAYAT HARUS DENGAN KAIN
PUTIH BERSIH, BAHAN YANG BAIK TETAPI TIDAK BERLEBIH-
LEBIHAN, SERTA RAPI DAN BAIK CARA MEMASANGNYA.

A. BERIKUT PRAKTEK
1. Siapkan Meja atau tempat mengafani jenazah.
2. Letakkan 3 atau 5 helai tali
3. Letakkan 3 lembar kain kafan bagi jenazah laki-laki. Sedangkan bagi

jenazah perempuan 5 lapis, termasuk Basahan, Baju Kurung, Kerudung
dan kain yang menutupi seluruh tubuhnya.

12

4. Letakkan jenazah di atas kain kafan. Lalu lipatlah kain dari sebelah kanan
ke kiri, kemudian dari sebelah kiri jenazah ke sebelah kanan.

5. Ikatlah ikatlah tali pada simpul kain.

E TATA CARA MENSHALATI JENAZAH

Apabila yang dishalati mayit laki-laki, maka posisi imam berdiri searah (lurus)
dengan arah kepala atau searah dengan dada keatas.
Apabila yang dishalati mayit perempuan, maka posisi imam berdiri searah
(lurus) dengan lambung atau pertengahan mayit.

 Syarat-syarat Shalat Jenazah
1. Syaratnya sama dengan shalat lima waktu
2. Mayitnya sudah dimandikan, diwudhukan dan dikafani
3. Mayit di arah kiblat orang yang menshalatinya.

 Rukun-rukun Shalat Jenazah
1. Niat (dalam Hati) untuk menshalatkan jenazah

‫‪2. Berdiri‬‬

‫‪3. Takbir empat kali‬‬

‫‪4. Membaca Al-Fatihah‬‬

‫‪5. Membaca Shalawat atas Nabi Muhammad SAW.‬‬
‫‪6. Membaca Do’a untuk Mayit‬‬

‫‪7. Membaca Salam.‬‬

‫‪ Tata Cara Mengerjakan Shalat Jenazah‬‬

‫‪ Niat‬‬

‫‪1.‬‬ ‫‪untuk jenazah laki‬‬ ‫َم‪u‬أْ‪aُ t‬م ْ‪S‬و ً‪i‬ما‪l/ak‬‬ ‫اْل ِك َفا َي ِة‬ ‫فَ ْر َض‬ ‫َن ْكبِ ْي َرا ٍت‬ ‫اَ ْر َب َع‬ ‫ْال َم ّيِ ِت‬ ‫َهذَا‬ ‫َعلَى‬ ‫اُ َص ِلِّى‬

‫اِ َما ًما ِّلهِلِ ‪1.‬‬ ‫تَ َعا َلى‬

‫‪2. untuk jenazah laki laki dua‬‬

‫‪13‬‬

‫اُ َصلِّى َعلَى َهذَ ْي ِن اْل َم ِيّ ِت اَ ْر َب َع نَ ْكبِ ْي َرا ٍت فَ ْر َض ْال ِكفَا َي ِة َمأْ ُم ْو ًما ‪ /‬اِ َما ًما َِل هِلِ ‪2.‬‬

‫تَ َعالَى‬

‫‪3. untuk jenazah banyak‬‬

‫اُ َصلِّى َعلَى َه ُؤلاَ ِءاْل َم ْوتَى اَ ْربَ َع نَ ْكبِ ْي َرا ٍت فَ ْر َض ْال ِكفَايَ ِة َمأْ ُم ْو ًما ‪ /‬اِ َما ًما ِّلهِلِ ‪3.‬‬
‫تَعَالى‬

‫‪4.untuk jenazah perempuan Satu‬‬

‫اُ َص ِلِّى َعلَى َه ِذ ِه اْل َم ّيِتَ ِة اَ ْربَ َع َن ْكبِ ْي َرا ٍت فَ ْر َض اْل ِكفَايَ ِة َمأْ ُم ْو ًما ‪ /‬اِ َما ًما ِّلهِلِ ‪4.‬‬
‫تَعَا َلى‬

‫) ‪5. untuk jenazah ghoib ( imam‬‬

‫اُ َص ِلِّى َعلَى اْل َم ّيِ ِت اْل َغا ِئ ِب (فُلاَ ْن) اَ ْر َب َع نَ ْك ِب ْي َرا ٍت فَ ْر َض ْال ِكفَا َي ِة اِ َما ًما ‪6.‬‬
‫ِّلهِلِ تَ َعالَى‬

‫) ‪6. untuk jenazah ghoib ( makmum‬‬

‫اَُمأْ َُمص ِِْلّو ًىما ِّ َعلهَِللِىتَعَ َاملَ ْنى َصل هى َع َل ْي ِه اْل ِا َما ُم اَ ْربَ َع نَ ْكبِ ْي َرا ٍت فَ ْر َض ْال ِك َفا َي ِة ‪7.‬‬

‫‪ Takbir Pertama‬‬

Selanjutnya membaca Al-Fatihan
 Takbir Kedua

Membaca do’a shalawat atas Nabi SAW.

‫اللهم صل على امحمد وعلى اال محمد‬

ALLAHUMMA SHOLLI ALAA SYAYIDINAA MUHAAMAD WA
ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD
”Wahai Allah Limpahkanlah Rahmat Atas Junjungan kami Nabi
Muhammad beserta Keluarga beliau”
* Takbir Ketiga
Membaca:

14

‫اللهم اغفر له (له) وارحمه (ها) وعافه (ها) واعف عنه (عنها) واكرم‬
)‫نزله (ها) ووصع مدخله (ها‬

ALLAHUMMAGHFIR LAHU (HA) WARHAMHU (HA) WA
AAFINI WAFU ANHU (HA) WA AKRIM NUDZULAHU (HA)
WAWASSI’ MADKHOLAHU (HA)
“Wahai Allah Ampunilah dia, kasihanilah dia, sejahterahkanlah dia
serta maafkanlah kesalahannya, mulyakanlah kedatangannya dan
luaskanlah tempat istirahatnya”
8. Takbir Keempat
Membaca Do’a untuk Si Mayit:

)‫اللهم لا تحرمنا اجره (ها) ولا تفتنا بعده (ها) واغفرلنا وله (ها‬

ALLAHUMMA LAA TAHRIMNA AJROHU (HA) WALAA
TAFTINNA BA’DAHU (HA) WAGFIRLANAA WALAHU (HA)
“Wahai Allah janganlah engkau halangi kami dari pahalanya dan
janganlah engkau jadikan fitnah sepeninggalnya serta ampunilah kami
dan dia”

Setelah itu Salam dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri

‫اسلام عليكم ورحمة الله وبركته‬

ASSALAMU ALAIKUM WA ROHMATULLAHI WA BAROKATU.
“Mudah-mudahan keselamatan itu tetap diberikan kepada kalian
beserta Rahmat dan berkah Allah.
F. MENGUBURKAN JENAZH
1. Tata Cara Menggali Kubur
Galian kubur tergantung pada Besar kecilnya si Mayyit, yang pada intinya
adalah agar bau tidak keluar termasuk agar binatang tidak mudah untuk
menggalinya. Dibuatkan liang lahat sebagai pembeda antara kuburan orang
muslim dan non Muslim.

15

2. Tata cara Menguburkannya
Hendaklah dua- tiga orang turun ke liang kubur dan hendaklah orang yang
kuat dan dua-tiga orang lagi di atas tepat di sisi kubur sebelah kiblat untuk
membantu menurunkan mayat (Jenazah) . Ketika Menurunkan hendaklah
membaca :

‫بسم الله و علي مللة رسو لو الله‬

“BISMILLAHI WA ‘ALAA MILLATI RASULULLAH”

(Dengan Nama Allah dan Menurut Sunnah Rasulullah Shollallaahu “Alaihi
Wasallam)
v Jenazah dibaringkan di atas tubuh sebelah kanannya dalam posisi miring
dihadapkan ke arah kiblat . setelah itu dibuka tali pengikatnya dan singkaplah kain
yang menutup wajahnya dan meletakkan tanah di bawah pipinya Sunat mengepal
tanah kuburan itu tiga kepal serta diletakkan :
v Diletakakan di bagian kepalanya, sambil membaca:

‫منهم خلقنا كم‬

Artinya : dari tanah kamu diciptakan

v Kepalan yang kedua diletakkan di bagian pinggangnya, sambil membaca:

‫و فيها نعيدكم‬

Artinya : kedalam tanah kamu dikembalikan

v Kepalan yang ketiga diletakkan di bagian kakinya, sambil membaca:

‫و منها نخر جكم تا رة ا خر ى‬

Artinya :dari dalam tanah kamu kami keluarkan sekali lagi

, kemudian timbun dengan tanah galiannya, sunnah ditinggikan kurang lebih satu
jengkal, lalu meletakkan batu pada bagian kepala, di atas kuburan juga sunnah
deberikan kerikil lalu disiram dengan percikan air.

16

Hindari untuk membangun dengan seindah mungkin yang dibarengi suatu
kebanggaan, termasuk mengukir kuburan. Itu adalah hal yang dilarang.

G. TA’ZIYAH PADA KELUARGA MAYAT

Banyak hal berkaitan dengan ta’ziyah yang mesti kita pahami. Ini tak lain karena
banyak sekali amalan yang menyelisihi syariat kaitannya dengan hal ini. Juga banyak
orang yang kemudian “sok” menyandarkan perbuatannya itu pada madzhab Syafi’i.

Ketika ada kerabat, teman, tetangga ataupun famili yang meninggal dunia, kita ber-
ta’ziyah kepada keluarga yang ditinggalkan. Maksud dari ta’ziyah[1] ini adalah
menasehati keluarga si mayat agar bersabar, mengharapkan pahala yang dijanjikan,
sekaligus mendoakan si mayat dan keluarga yang ditinggalkannya.

Terdapat sabda dari Rasul yang mulia yang menunjukkan disyariatkannya
ta’ziyah[2]. Qurrah Al-Muzani berkisah: “Kebiasaan Nabiyullah n bila beliau duduk,
ikut pula duduk bersama beliau sejumlah shahabatnya. Di antara mereka ada yang
memiliki anak laki-laki yang masih kecil. Ketika sang ayah ini sedang duduk di

majelis, anak itu datang dari arah belakang punggungnya,maka ia mendudukkan-nya
di hadapannya.

“Engkau mencintainya?” tanya Nabi.
“Ya Rasulullah, semoga Allah mencintaimu sebagaimana aku mencintai anakku ini!”
jawab lelaki tersebut.

Ternyata anak itu akhirnya meninggal dunia. Karena sedih mengingat putranya,
lelaki tersebut tidak hadir di majelis, maka Nabi n pun merasa kehilangan.

“Kenapa aku tidak pernah lagi melihat si Fulan?” tanya beliau.

17
“Ya Rasulullah, anak kecilnya yang pernah engkau lihat telah meninggal dunia,”
jawab mereka yang hadir di majelis.

Suatu ketika Nabi menjumpainya, beliau bertanya tentang putranya. Ia mengabar-kan
bahwa putranya telah meninggal dunia. Nabi n pun menyampaikan ta’ziyah.
Kemudian beliau berkata: “Wahai Fulan, yang mana yang lebih engkau sukai,
dipanjangkan umur anak itu selama hidupmu, atau tidaklah besok engkau mendatangi
satu pintu dari pintu-pintu surga kecuali engkau dapatkan anakmu itu telah
mendahuluimu untuk membukakan pintu surga bagimu?”

“Ya Nabiyullah, anakku itu mendahuluiku ke pintu surga lalu membukakannya
untukku adalah lebih aku sukai,” jawabnya.

“Maka yang demikian itu yang akan engkau peroleh,” kata Nabi.[3]
Anas bin Malik pernah menyam-paikan sabda Nabi:
“Siapa yang menyampaikan ta’ziyah kepada saudaranya dari kalangan mukmin
karena musibah yang menimpanya, niscaya Allah akan memakaikannya pakaian
berwarna hijau ‘yuhbaru biha’ pada hari kiamat. Ada yang bertanya kepada beliau:

“Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan ‘yuhbaru’?” “Membuat orang lain
menginginkan pakaian seperti yang dikenakannya,” jawab beliau.[4]

Al-Imam An-Nawawi berkata: “Al-Imam Asy-Syafi’i dan murid-muridnya (pengikut
madzhabnya) rahimahumullah mengatakan: “Ta’ziyah itu mustahabbah (disenangi/
disunnahkan).” Mereka juga mengatakan: “Disenangi bagi seluruh kerabat mayat
untuk menyampaikan ta’ziyah kepada keluarga mayat (anak dan istrinya, –pent.) baik

yang besar, yang kecil, laki-laki dan perempuan. Terkecuali bila perempuan itu masih
muda/ remaja maka yang menyampaikan ta’ziyah kepadanya hanyalah laki-laki dari

kalangan mahramnya (tidak boleh laki-laki ajnabi/ non mahram karena khawatir
fitnah, –pent.)” (Al-Majmu’, 5/277).

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dengan penyelesaian makalah ini kami berharap dapat menambah ilmu

pengetahuan kita,serta tidak terlena atas apa yang ada di dunia kita hidup di dunia ini

pada akhirnya akan meninggal juga. Untuk itu sebelum kita menghampiri yang

namanya kematian, baiknya kalau ada persiapan terlebih dahulu. Seperti amal

perbuatan baik tentunya.

Adapun kewajiban terhadap jenazahnya ada empat macam, yaitu

1). Memandikannya, 2) Mengkafani 3) Menshalati dan 4) Menguburkan

Setelah itu manusia sudah tidak mempunyai urusan di dunia lagi kecuali amal

ibadahnya selama hidup di dunia dan orang-orang yang selalu mendoakannya.

B. Saran-saran

Hidup di dunia tidaklah abadi, semua yang hidup akan mati. Persiapan yang
baiklah yang akan menjamin kita kedepannya. Sebelum urusan di dunia kita selesai
maka gunakanlah waktu yang sebaik-baiknya. Orang yang juga meninggal
memerlukan bantuan kita untuk menyelesaikan urusannya di dunia seperti
pengkafanan hingga waktu takziyah. Jadi, betapa pentingnya kita harus mengetahui
tata cara tersebut secara tertib dan baik.
Demikianlah tata cara penyelenggaraan Jenazah kami susun semoga bermamfaat,
Akhir qalam Wallaahu Mu Afiq Ilaa Aqwaa Mith Thariiq.

Penyuluh Agama Islam Kec. Turatea,

DRA. NURLAELA Z
NIP: 19690521 201411 2 001

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Karim. 2004. Petunjuk Merawat Jenazah Dan Shalat Jenazah.Jakarta: Amzah
Abd. Ghoni Asyukur. 1989. Shalat Dan Merawat Jenazah. Bandung: Sayyidah
M. Rizal Qasim. 2000. Pengamalan Fikih I. Jakarta: Tiga Serangkai
https://Fadhlihsan.wordpress.com/2011/08/01/tata-cara-pengurusan-jenazah-
disertai- http://Salafiyunm.blogspot.com/2009/01/tata-cara-pengurusan-
jenazah.html.
Aswin yunan, Platinum.KTSP.2006. Teladan Sempurna Pendidikan Aagama Islam
XI: Permendiknas.
Syamsuri, Erlangga.KTSP.2006. Pendidikan Aagama Islam XPI.

MMAAKKAALLAAHH;;

(M(MaateteririBBimimbbininggaannDDaannPPeennyyuululuhhaann))

TTUUNNTTUUNNAANN PPEENNYYEELLEENNGGGGAARRAAAANN JJEENNAAZZAAHH

OLEH :

N A M A : SYAHARUDDIN SALIM, S.Ag.

(PENYULUH AGAMA ISLAM KEC. TURATEA)

Keterangan :

a. Lafal lafal niat mewudhukan jenazah ‫َن َو ْي ُت ا ْل ُو ُض ْو َء ِل ٰهذَا ا ْل َم ِّي ِت ِّل هِ ِل تَعَالَى‬
- Lafal niat mewudhukan jenazah laki – laki ‫َن َو ْي ُت ا ْل ُو ُض ْو َء ِل ٰه ِذ ِه ا ْل َم ِّي ِت ِّل هِلِ تَ َعا َلى‬

- Lafal niat mewudhukan jenazah perempuan ‫َن َو ْي ُت ا ْلغُ ْس ِل ِل ٰهذَا ا ْل َميِّ ِت ِّلهِلِ تَعَالَى‬

b. Lafal lafal niat memandikan jenazah
- Lafal niat memandikan jenazah laki – laki

- Lafal niat memandikan jenazah perempuan ‫َن َو ْي ُت ا ْلغُ ْس ِل ِل ٰه ِذ ِه ا ْل َميِّ ِت ِّلهِلِ تَ َعالَى‬

- Lafal niat mentayamumkan jenazah ‫ا ْل َميِّ ِت‬ ‫ٰهذَا‬ ‫قُ ْل َف ِة‬ ‫َع ْن‬ ‫التهيَ ُّم َم‬

‫تَعَا َلى‬ ِ‫ِّل هِل‬ ‫تَ ْح ِت‬ ‫نَ َو ْي ُت‬

Artinya : Saya niat tayamum untuk menggantikan membasuh dibawah ini jenazah karena
allah ta ‘ala .

c. Lafal lafal niat shalat jenazah

1. untuk jenazah laki laki Satu
‫ اِ َما ًما ِّلهِ ِل تَ َعا َلى‬/ ‫اُ َص ِلِّى َع َلى َهذَا اْل َم ِّي ِت اَ ْربَ َع َن ْك ِب ْي َرا ٍت َف ْر َض اْل ِكفَا َي ِة َمأْ ُم ْو ًما‬

2. untuk jenazah laki laki dua
‫ اِ َما ًما ِّلهِ ِل تَعَا َلى‬/ ‫اُ َص ِّلِى َعلَى َهذَ ْي ِن اْل َم ِّي ِت اَ ْر َب َع َن ْكبِ ْي َرا ٍت َف ْر َض اْل ِك َفايَ ِة َمأْ ُم ْو ًما‬

3. untuk jenazah banyak ‫ ِا َما ًما ِّلهِ ِل تَ َعالى‬/ ‫اُ َص ِِلّى َعلَى َه ُؤل َا ِءاْل َم ْوتَى اَ ْر َب َع َن ْك ِب ْي َرا ٍت فَ ْر َض اْل ِكفَايَ ِة َمأْ ُم ْو ًما‬

4.untuk jenazah perempuan Satu
‫ اِ َما ًما ِّلهِلِ تَ َعا َلى‬/ ‫اُ َص ِِّلى َع َلى َه ِذ ِه اْل َم ِيّتَ ِة اَ ْر َب َع َن ْكبِ ْي َرا ٍت َف ْر َض اْل ِكفَايَ ِة َمأْ ُم ْو ًما‬

5. untuk jenazah ghoib ( imam )
‫اُ َص ِلِّى َع َلى اْل َميِّ ِت اْل َغا ِئ ِب (فُلاَ ْن) اَ ْر َب َع َن ْكبِ ْي َرا ٍت فَ ْر َض اْل ِكفَايَ ِة اِ َما ًما ِّلهِلِ تَعَا َلى‬

6. untuk jenazah ghoib ( makmum )
‫اُ َص ِِّلى َعلَى َم ْن َصل هى َعلَ ْي ِه اْل ِا َما ُم اَ ْر َب َع نَ ْك ِب ْي َرا ٍت فَ ْر َض اْل ِكفَا َي ِة َمأْ ُم ْو ًما ِّل هِلِ تَعَا َلى‬

d . Lafal doa setelah takbir ke 3
ُ‫اَل هل ُه هم ا ْغ ِف ْر َلهُ َوا ْر َح ْمهُ َو َعا ِف ِه َوا ْع ُف َع ْنهُ َواَ ْك ِر ْم نُ ُزلَهُ َو َو ِّس ْع َمدْ َخلَهُ َوا ْج َع ِل ا ْل َج هن َمثْ َواه‬
“ Ya Allah , ampunilah dia , berilah kasih (rahmat ) padanya , berilah maaf padanya ,

muliakanlah kedatangannya ( tempatnya ) , lapangkanlah pintu masuknya ( kekubur ) dan
jadikanlah surga tempat kembalinya . “
e . Lafal do ‘a setelah takbir ke 4

ُ‫اَل هل ُه هم ل َا تَ ْح ِر ْمناَ اَ ْج َرهُ َول َا تَ ْف ِتناَ َب ْعدَهُ َوا ْغ ِف ْر لَناَ َولَه‬
“Ya Allah , janganlah Engkau rugikan kami dari pada mendapat pahalanya , dan janganlah
Engkau beri kami fitnah sepeninggalnya , dan ampunilah kami dan dia . “

Penjelasan :
Ketika membaca do‘a dalam salat jenazah setelah takbir ke 3 dan ke 4 hendaklah

bacaan dlamir ( kata ganti orang ) disesuaikan dengan jenis jenazah tersebut ( laki – laki

atau permpuan ), misalnya :
1. Apabila jenazahnya wanita maka dlamir ( kata ) hu ( ُ‫ ) ه‬diganti dengan dlamir ha ( َ‫)ها‬
2. Apabila jenazahnya dua orang maka damir(kata )hu( ُ‫) ه‬diganti dengan damir huma( ‫ُهما‬
3. Apabila jenazahnya banyak maka dlamir( kata )hu( ُ‫) ه‬diganti dengan dlamir hum(‫) ُه ْم‬

.

Cara mengubur jenazah
a. Membuat liang lahat sedalam 1,5 m, lebar 1m dan panjang 2,25 m

b. Di pemakaman jenazah dimasukkan ke liang lahat dari arah kaki, diletakkan dengan

posisi

miring menghadap kiblat

c. Tali-tali pengikat kafan dilepas, pipi kanan dan ujung kaki nempel di tanah

d. Menutup lahat dengan papan atau yang sejenis lalu ditimbun dengan tanah

e. Tanah ditinggikan satu jengkal, kemudian diberi nisan ( tanda )

f. Jenazah didoakan untuk diberi ketetapan / kekuatan iman.

Do’a merobek kain kafan:

‫ا للهم ا جعل لبسه عن ا لكر يم و ا د خله يا ا لله بر حمتك ا لجنة يا ا ر حم ا لر ا حمين‬

Mayat diletakkan diatas dipan lalu memejamkan mata mayat dengan do’a :

‫اللهم ا غفر و ا ر فع د ر جته فى ا لمهد بين و خفله فى عقيبه الغاسر ين و ا غفر لنا و و‬
‫نو ر له به له يا ر با ا لعا لمين و فسغ له فى قبر ه‬

5. Lalu mayat tersebut dimandikan

Posisi mayat menghadap kiblat, sambil membaca:

‫بسم الله وعلى ملة رسو ل الله‬

a. Niat untuk memandikan mayat pr/lk-lk:

‫نويت ا لغسل لهذ ه ا لميتة فرض ا لكفا ية لله تعا لى‬
‫نويت ا لغسل لهذ ا لميت فرض ا لكفا ية لله تعا لى‬

b. Niat memandikan mayat anak-anak pr/lk-lk:

‫نويت الغسل لهذ الميت الطفل سنة لله تعا لى‬
‫نويت الغسل لهذه الميتة الطفلة سنة لله تعا لى‬

 Disiram bagian kanannya 3kali dari kepala sampai
kaki ,mayat dibaringkan sebelah kiri supaya
belakangnya terkena air,sambil membaca;

‫غفر نك يا الله ر بنا و إ ليك ا لمصير‬

 Disiram bagian kirinya 3 kali ,mayat dibaringkan
sebelah kanan,sambil membaca;

‫غفر نك يا ر حمن ه ر بنا و إ ليك ا لمصير‬

 Disiram bagian tengahnya 3 kali,sambil membaca;

‫غفر نك يا ر حيم ر بنا و إ ليك ا لمصير‬

6. Kemudian mayat diwudukkan,
*Lafaz wuduk bagi mayat laki-laki;

‫نويت الو ضؤ لهذ ا لميت سنة لله تعا لى‬

*Lafaz wuduk bagi mayat perempuan;

‫نويت الو ضؤ لهذه ا لميتة سنة لله تعا لى‬

*Lafaz wuduk bagi mayat anak laki-laki;

‫نويت الو ضؤ لهذ ا لميت الطفل سنة لله تعا لى‬

*Lafaz wuduk bagi mayat anak perempuan;

‫نويت الو ضؤ لهذه ا لميتة الطفلة سنة لله تعا لى‬

‫‪3.Qomat shalat jenazah dengan membaca‬‬

‫الصلاة جميعة رحيمكم الله‬

‫‪4.Niat shalat jenazah‬‬

‫اصلى على هذا الميت (هذه الميتة) اربعة تكبيرات اماما\مأموما فرض الكفاية لله تعالى‬

‫‪5.Tata cara shalat jenazah‬‬

‫‪* Takbir pertama dengan membaca Al-fatihah:‬‬

‫بسم الله ال ِّرحمن الرحيم(‪ )1‬الحمد لله رب العا لمين(‪ )2‬الرحمن الرحيم (‪ )3‬ما لك يوم‬
‫الدين (‪ )4‬اياك نعبد واياك نستعين(‪ )5‬اهدنا الصرا ط المستقيم (‪ )6‬صراط الذين انعمت‬

‫عليهم غير المغضوب عليهم ولاالضالين(‪ )7‬امين‪.‬‬

‫‪* Takbir kedua dengan membaca Shalawat :‬‬

‫اللهم صلى على محمد وعلى ال محمد كما صليت على ابراهيم وعلى ال ابراهيم وبا رك‬
‫على محمد وعلى ال محمد كما باركت على ابرهيم وعلى ال ابراهيم فى العالمين انك حميد‬

‫مجيد‪.‬‬
‫‪* Takbir ketiga dengan membaca Do’a untuk jenazah :‬‬

‫اللهم ا غفر له (ها)و ارحمه(ها)و عا فه(ها)وا عف عنه(ها)و ا كرم نزله(ها)و و سع مد‬
‫خله(ها)و ا غسله(ها)با لما ء و ا لثلج و ا لبرد و نقه(ها)من الخطا ى كما ينقى ا لثوب الأ‬
‫بيض من الد نس و ا بد له(ها) دارا خيرا من داره(ها)و اهلا خيرا من ا هله(ها)وزو جا‬

‫خيرا من زو جه(ها)و قه(ها)فتنة القبر و عذا ب النا ر‪.‬‬

‫‪Jika mayatnya anak-anak maka do’anya sebagai‬‬

‫‪berikut:‬‬

‫اللهم اجعله(ها) فر طا لأ بو يه(ها) و سلفا و ذخرا و عظة واعتبا را و شفيعا و ثقل به(ها)‬
‫مو ا زينهما و ا فرغ الصبرعلى قلو بهما و لا تفتنهما بعده(ها) و لا تحرمنا ا جره(ها)‪.‬‬

‫‪* Takbir keempat dengan membaca Do’a untuk‬‬

‫‪keluarga yang tinggal :‬‬

‫اللهم لاتحرمنا اجراه(ها)ولاتفتنا بعده(ها) واغفر لنا وله(ها) ولاخوانناالزين سبقو نا‬
‫بالايمان ولا تجعل فى قلو بنا غلا للز ين امنو ربنا انك رؤف الرحيم‪.‬‬

‫‪6.Do’a sesudah menyalatkan si mayat:‬‬

‫اعوذبالله من الشيطان الرجيم ‪ .‬بسم الله الرحمن الرحيم‬

‫الحمد لله رب العالمين والصلا والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين وعلى اله وصحبه‬
‫اجمعين‪ .‬اللهم صل وسلم على سيدن محمد صلاة تنجينا بهامن جميع الاحوال والافات‬
‫ولاتقضى لنابها جميع الحا جات‬

‫وتطهرنابهامن جميع السيئات وترفعنا بهاعندك اعلى الدرجات وتبلغنا بهااقصى الغايات‬
‫من جميع الخيرات فى الحياة وبعدالممات انك سميع قريب مجيب الدعوات ياقضي‬

‫الحاجات يامجيب السائلين اللهم ا غفر لحينا و ميتنا و شا هد نا و غا ئبنا و صغير نا و كبير‬
‫نا و ذ كر نا و ا نثا نا‪.‬‬

‫اللهم ا حييته منا فأ حيه على ا لإ سلا م و من تو فيته منا فتو فه على ا لإيما ن‪.‬‬
‫اللهم لا تحر منا ا جره و لا تفتنا بعده و اغفر لنا و له و لإ خو ا ننا ا لذ ين سبقو ن با لإ‬

‫يما ن و لا تجعل فى قلو بنا غلا للذ ين ا منو ا إ نك رء و ف الرحيم‪.‬‬
‫اللهم غفر لنا ذ نو بنا و لو ا لد ين و ار حمهما كما ر بيا نا صغيرا و لجد نا و لجد تنا‬
‫لمعلمنا و لمتعلمنا و لمشا ئخنا و لجميع ا لمسلمين و ا لمسلما ت و ا لمؤ منين و المؤ منا‬

‫ت الأ حيا ء منهم و لأ موا ت إ نك على كل شيئ قد ير‪.‬‬
‫اللهم ا جعل قبره رو ضة من ر يا ض الجنة و لا تجعل قبره حفرة من حفرالتيرن‪.‬‬
‫اللهم ا جعل ا خركلا منا من الد نيا عند ا لتها ء ا جلنا قو لا لا إ له إ لا الله محمد ا رسو ل‬

‫الله‪.‬‬
‫ر بنا أ تنا فى الد نيا حسنة و فى لأ خرة حسنة و قنا عذا ب النا ر‪.‬‬
‫سبحا ن ر بك رب العز ة عم يصفون و سلا م على المرسلين و الحمد لله رب العل لمين‬

‫‪ ...‬الفا تحة‪.‬‬

‫‪Kemudian dimasukan kedalam kubur sambil membaca‬‬

‫بسم الله و من الله وعلى ملة رسو ل الله صل الله عليه وسلم‬

‫‪Sunat mengepal tanah kuburan itu tiga kepal serta‬‬

‫‪diletakkan :‬‬
‫‪Diletakakan di bagian kepalanya, sambil membaca:‬‬

‫منهم خلقنا كم‬

‫‪Artinya : dari tanah kamu diciptakan‬‬
‫‪Kepalan yang kedua diletakkan di bagian pinggangnya,‬‬

‫‪sambil membaca:‬‬

‫و فيها نعيدكم‬

‫‪Artinya : kedalam tanah kamu dikembalikan‬‬

Kepalan yang ketiga diletakkan di bagian kakinya,

sambil membaca:

‫و منها نخر جكم تا رة ا خر ى‬

Artinya :dari dalam tanah kamu kami keluarkan sekali

lagi


Click to View FlipBook Version