M MENERBITKAN TIKET
O
D PENERBANGAN INTERNASIONAL
U
L (NORMAL & PROMOSI)
Untuk SMK
Kelompok Pariwisata
NURUL AINI, S.Pd. Page 1
Modul 097.KK.09-International ticketing
BAB II MENGINTERPRETASIKAN
INFORMASI PENERBANGAN UDARA
INTERNASIONAL
A. Organisasi Perusahaan Penerbangan Dunia
Perkembangan perusahaan penerbangan dunia yang sangat pesat tidak lepas
dari peranan organisasi penerbangan dunia IATA (International Air Transport
Association), yang menjadi centra kebijakan dunia penerbangan.
IATA merupakan asosiasi penerbangan dunia yang didirikan pada tahun 1945,
dengan tujuan untuk membantu peningkatan pelayanan penerbangan sipil.
1. Peranan IATA
1.1. Bagi Perusahaan Penerbangan
Menyiapkan perangkat kerja sama untuk mencari solusi atas permasalahan
yang bersumber dari eksternal suatu perusahaan penerbangan atau
permasalahan antar beberapa penerbangan.
1.2. Pemerintah
Merupakan forum pengembangan standar industry penerbangan udara dan
pusat koordinasi tarif perjalanan internasional.
1.3. Masyarakat
Menyederhanakan proses pengurusan dokumen perjalanan udara bagi
masyarakat yang hendak melakukan perjalanan internasional melalui
pengembangan kerja sama antar beberapa perusahaan penerbangan.
Misalnya tiket jasa penerbangan udara Singapore Airline dapat dibeli di
kantor Garuda Indonesia Airways.
IATA merupakan organisasi sosial bukan politik yang di kelola dengan sumber
dana dari anggotanya.
2. Aktivitas IATA
2.1. Menjaga keselamatan penerbangan, menerbitkan jadwal dan menentukan
tariff penerbangan internasional yang wajar bagi masyarakat dunia serta
membantu anggotanya untuk menemukan solusi atas permasalahan
penerbangan.
2.2. Menjalin kerja sama dengan ICAO (Internasional Civil Aviation
Organisastion), organisasi PBB yang bergerak dalam bidang penerbangan
didirikan tahun 1944.
Modul 097.KK.09-International ticketing Page 21
2.3. Memfasilitasi kerja sama antara beberapa perusahaan penerbangan yang
menjadi anggotanya baik secara langsung maupun tidak langsung.
3. Anggota IATA
3.1. Anggota aktif (Active Members)
Perusahaan penerbanga anggota IATA yang melakukan pelayanan udara
antar Negara.
3.2. Anggota Assosiasi (Association Members)
Perusahaan penerbangan anggota IATA yang melakukan pelayana udara
antar kota di dalam satu Negara.
Organisasi perusahaan penerbangan dan industri perjalanan yang lain adalah :
1. UFTA (Universal Federation of Travel Agent‟s Association)
2. INACA (Indonesian Air Civil Association)
3. ASITA (Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies)
B. Mengidentifikasi Dan Mengakses Sumber-Sumber Informasi Harga
Penerbangan Udara Internasional
Dalam Menghitung suatu harga tiket penerbangan udara internasional terlebih
dahulu diperlukan sebuah proses mengidentifikasi dan mengakses sumber-sumber
informasi dari mana harga itu berasal. Sumber-sumber dari informasi Perhitungan
internasional termasuk dalam :
1. Buku Referensi yang penting :
- Air tariff book I worldwide rules
- Air tariff book fares
- OAG guide book
- IATA/BSP sample documents
- Standard credit card charges form
2. Buku Rekomendasi :
- IATA ticketing handbook
- Garuda Internasional fares and ticketing standard
- Air tariff MPM book
3. Industri asosiasi dan Organisasi :
- Airlines
Modul 097.KK.09-International ticketing Page 22
- Retail travel agent
- IATA
- INACA
- UFTAA
4. Jurnal Industri : Establishment airlines tariff
5. Komputer data (CRS) :
- Abacus
- ARGA
- Galileo
- Gabriel
- INFINI
C. IATA Area
AREA 1 AREA 2 AREA 3
Page 23
AREA 1 (TC 1) meliputi Negara-negara di :
Amerika Serikat dan Canada
Amerika Utara
Amerika Selatan
Amerika Tengah
Kepulauan di Atlantik dan Pasifik
Greenland
Modul 097.KK.09-International ticketing
AREA 2 (TC 2) meliputi Negara-negara di :
Eropa Barat
Eropa Timur
Afrika
Timur Tengah
Rusia dan Ukraina
AREA 3 (TC 3) meliputi Negara-negara di :
Asia
Australia
New Zealand
Beberapa pulau di Pasifik
1. AREA 1 (TC 1) meliputi Negara-negara di :
Area 1 atau TC 1 disebut juga sebagai wilayah Western Hemispire. TC 1
diklasifikasikan dalam bebarapa sub-area namun untuk kepentingan
perhitungan harga, area ini diklasifikasikan dalam dua sub-area.
1.1. Klasifikasi Pertama
a. Amerika Utara : Canada, USA, Mexico, St. Pierre & Muquelon.
b. Amerika Tengah : Belize, Costa Rica, El Salvador, Guetemala,
Honduras, Nicaragua.
c. Area Karibia : Bahamas, Bermuda, Pulau Karibia, Guyana, French,
Guiana, Suriname.
Kepulauan Karibia meliputi : Angguilla, Antigua dan Bermuda,
Aruba, Barbados, Pulau Cayman, Cuba, Dominica, Republik
Dominican, Grenada, Guadeloupe, Haiti, Jamaica, Martinique,
Montserrat, Netherlands Antiles, St. Kitts dan Nevis, St. Lucia, St
Vincent dan Grenadines, Trinidad dan Tobago, Turk dan
Kepulauan Caicos, Pulau Virgin – British.
d. Amerika Selatan : Argentina, Bolivia, Brazil, Chile, Colombia,
Ecuador, French Guiana, Guyana, Panama, Paraguay, Peru, Suriname,
Uruguay, Venezuella.
1.2. Klasifikasi Kedua
a. Atlantik Utara : Canada, Greenland, Mexico, dan Amerika Serikat
termasuk Alaska, Hawaii, Puerto Rico dan Kepulauan Virgin.
b. Atlantik Tengah : Area Karibia, Amerika Tengah, Amerika Selatan,
dan Panama kecuali Argentina, Brazil, Chile, Paraguay, Uruguay.
c. Atlantic Selatan : Hanya Argentina, Brazil, Chile, Paraguay dan
Uruguay (ABCPU).
Modul 097.KK.09-International ticketing Page 24
2. AREA 2 (TC 2) meliputi Negara-negara di :
Area 2 dibagi dalam tiga sub-area utama :
2.1. EROPA
Albania Algeria Andorra Armenia
Belgia
Austria Azerbaijan Belarus Cyprus
P. Foroe
Bosnia H. Bulgaria Kroasia Yunani
Italia
Czehnya Denmark Estonia Macedonia
Monaco
Finlandia Francis Libraltar Polandia
Slovakia
Hungaria Iceland Irlandia Montenegro
Tunisia
Latvia Liechtenstein Lithuania
Luxembourg Malta Mordova
Maroco Belanda Norwegia
Portugis Madeira Rumania
San Marino Rusia (Eropa) Serbia
Slovenia Spanyol Pulau Canary
Turki Ukraina Inggris
Di dalam Eropa juga terdapat sub area yang umum diakai seperti berikut
ini :
* Eruope Common Aviation Area (ACAA) terdiri dari 28 negara yang
meliputi :
Austria, Belgia, Cyprus, Czehny, Denmark, Estonia, Findlandia, Francis,
German, Yunani, Hungaria, Iceland, Irlandia, Italia, Latvia, Malta,
Lithuania, Liechtenstein, Luxembourg, Belanda, Norwegia, Polandia,
Portugis, Slovakia, Slovania, Spanyol, Swedia, Inggris.
* Economic & Monetary Union (EMU) Terdiri dari 21 negara meliputi :
Albania, Austria, Belgia, Bosnia, dan Herzegovina, Bulgaria, Kroasia,
Findlandia, Francis termasuk Monako, German, Yunani, Irlandia, Italia
Luxembourg, Marcedonia, Moldova, Belanda, Portugis, Romania, Serbia,
dan Montenegro.
* Scandinavia : Denmark, Norwegia dan Swedia.
2.2. AFRIKA
Afrika dibagi dalam beberapa wilayah yaitu :
a. Afrika Tengah: Malawi, Zambia, Zimbabwe
b. Afrika Timur : Burundi, Djibouti, Eritrea, Ethopia, Kenya, Rwanda,
Somalia, Tanzania dan Uganda.
Modul 097.KK.09-International ticketing Page 25
c. Afrika Selatan : Botswana, Lesotho, Mozambique, Afrika Selatan,
Namibia, Swaziland.
d. Libya atau Arab Jamahiriya
e. Kepulauan Lautan India : Comoscos, Madagaskar, Mauritius,
Mayotte, Reunion, Sychelles.
f. Afrika Barat : Angola, Benin, Burkina, Faso, Cameroon, Cape Verde,
Republik Afrika Tengah, Chad, Congo, Cote d‟Ivore, Republik
Demokrasi Liberia, Mali, Mauritania, Nigeria, Niger, Principe dan
Sao tome, Senegal, sierra Leone dan Togo.
2.3. TIMUR TENGAH
Berikut nama Negara-negara yang termasuk di dalam kawasan Timur
Tengah : Bahrain, Egypt, Iran, Iraq, Israel, Yordania, Kuwait, Lebanon,
Oman, Qatar, Saudi Arabia, Sudan, Emirat Arab, Republik Syria,
Republik Yaman.
3. AREA 3 (TC 3) meliputi Negara-negara di :
Area 3 terdiri dari keseluruhan wilayah Asia kecuali yang termasuk Area 2,
Timur India, Australia, Selandia Baru dan kepulauan-kepulauan kecil di laut
pasifik kecuali yang berada di TC 1.
3.1. Asia Tenggara meliputi Negara-negara berikut ini :
Brunei Darussalam, Kamboja, China termasuk Hongkong dan Macau,
China, Taipei, Kepulaua Kristmas, Kepulauan Cocos, Guam, Wilayah
Khusu, Hongkong, Indonesia, Kazakhstan, Kyrgystan, Laos, Macau,
Malaysia, Kepulauan Marshall, Micronesia, Mongolia, Myanmar,
Kepulauan Utara Mariana, Pulau, Philipina, Rusia (Asia), Singapore
Tajikistan, Thailand, Timur Leste, Turkmenistan, Uzbekistan, Vietnam.
3.2. Asia Selatan Subcontinental Area (SASC)
Afganistan, Bangladesh, Bhutan, India, Maldives, Nepal, Pakistan, Sri
Lanka.
3.3. Jepang, Korea : Jepang, Korea Selatan, Korea Utara
3.4. Tenggara Pasifik : Amerika Samoa, Australia, Kepulauan Cook, Fiji,
French Polynesia, Kiribati, Nauru, New Caledonia termasuk Kepulauan
Loyalty, Selandia Baru, Niue, Papua Nugini, Samoa, Solomon, Tonga,
Tuvalu, Vanuatu, Wallis dan Kepulauan Futuna serta Kepulauan
Intermediate.
Modul 097.KK.09-International ticketing Page 26
D. Global Indicator
Harga tiket penerbangan internasional tidak hanya ditentukan oleh kelas pelayanan,
tetapi juga ditentukan oleh route perjalanan serta Global Indicator (GI). Misalkan
perjalanan dari Singapore ke Honolulu via Pasifik akan lebih murah dibandingkan
perjalanan dari Singapore ke Honolulu via Atlantik. Untuk itu sebelum mempelajari
cara menghitung tiket internasional, maka sangat perlu mengetahui Global Indicator
agar harga tiket perjalanan ditentukan dengan benar.
Berikut ini adalah kode-kode yang digunakan untuk menentukan Global Indicator
dalam menghitung sebuah perhitungan harga.
Berikut ini beberapa Global Indicator dan penjelasannya :
1. WH Western Hemisphere
Perjalanan antar kota-kota yang ada di TC 1.
Contoh : YVR – NYC – CHI
BUE – SAO – MIA
2. EH Eastern Hemisphere
Perjalanan di dalam TC 2
Perjalanan di dalam TC 3
Perjalanan antara TC 2 ke TC 3 kecuali TS/FE/RU)
Contoh : JED – AUH
PAR – LON – JNB
SIN – KUL – HKG
JKT – SIN – SYD
3. TS Trans Siberia
Perjalanan antara TC 2 ke TC 3 via Jepang/ Korea dimana perjalanan antara
Eropa dan Jepang/Korea dilakukan secara langsung.
Contoh : OSL – TYO
HKG – TYO – ZRH
SIN – SEL – MOW – PAR
AMS – MAN – OSA
4. FE Russia (West of Rural Mountain)
Perjalanan antara Rusia di Eropa/Ukraina dan TC 3 tidak melaluio Jepang dan
Korea. SIN – MOW
Contoh : IEV – MOW – HKG – TYO
MOW – SIN – KUL
Modul 097.KK.09-International ticketing Page 27
5. RU Russia Via JapKor
Perjalanan antara Rusia di Eropa dan TC 3 Via Jepang/Korea, dimana
perjalanan antara Rusia dan Jepang/Korea dilakukan secara langsung tidak
melalui kota-kota yang ada di Eropa.
Contoh : MOW – TYO
HKG – OSA – MOW
6. AT Trans Atlantic
Perjalanan antara TC 1 dan TC 2/3 melalui atlantik.
Contoh : NYC – ROM
BKK – PAR – RIO
HKG – LON – BUE
7. SA Via South Atlantic
Perjalanan antara Negara-negara di Atlantik Selatan dan Asia Tenggara melalui
Afrika Tengah, Afrika Selatan, Kepulauan di lautan India melalui Atlantik.
Contoh : RIO – JNB – HKG
SIN – JNB – BUE
8. PA Trans Pasific
Perjalanan antara TC 1 dan TC 3/2 melalui Pasifik.
Contoh : JKT – HKG – HNL
OSL – SIN – TYO – NYC
SIN – LAX
9. AP Trans Atlantic Pasific
Perjalanan melalui Atlantik dan Pasifik (TC 3 ke TC 1 dan TC 2)
Contoh : KUL – TYO – HNL – LAX – PAR
LON – YUL – TPE
10. PN Pasific Via North America
Perjalanan antara Amerika Selatan dan Tenggara Pasifik melalui Amerika Utara.
Contoh : SYD – LAX – MEX – SCL
POM – YMQ – SCL
AKL – NYC – LIM
E. Sales Indicator
Di dalam penerbangan internasional terdapat empat International Sales Indicator
(ISI) yang ditentukan berdasarkan Negara asal keberangkatan (Country of
Modul 097.KK.09-International ticketing Page 28
Commencement (COC)), Kota/Negara tempat tiket dibayar (Sold) dan Kota/Negara
tempat tiket diterbitkan (Issue).
Meskipun saat ini, IATA hanya menggunakan satu dari empat Internasional Sales
Indicator yaitu SITI, namun tidak aa salahnya untuk mengetahui 4 ISI tersebut.
Macam-macam International Sales Indicator (ISI) adalah :
1. SITI : Sale Inside Ticketed Inside
Suatu kondisi dimana Pembayaran tiket serta penerbianya
dilakukan di dalam negara asal keberangkatan atau perjalanan
internasional di mulai.
Contoh : Route JKT – OSL – AMS
Tiket dibayar di Surabaya/Indonesia
Tiket diterbitkan di Jakarta/Indonesia
Negara Asal keberangkatan adalah Indonesia
2. SOTI : Sales Outside Ticketed Inside
Pembayaran tiket dilakukan di luar Negara asal keberangkatan
dan tiket diterbitkan di Negara asal keberangkatan.
Contoh : Route SIN – JKT – SYD
Tiket dibayar di Hongkong/Hongkong
Tiket diterbitkan di Singapore
Negara asal keberangkatan adalah Singapore
3. SITO : Sales Inside Ticketed Outside
Pembayaran tiket dilakukan di Negara asal keberangkatan dan
tiket diterbitkan di Negara lain.
Contoh : Route NYC – PAR – FRA
Tiket dibayar di Chicago/USA
Tiket diterbitkan di Amsterdam/Belanda
Negara asal keberangkatan adalah USA
4. SOTO : Sales Outside Ticketed Outside
Pembayaran dan penerbitan tiket dilakukan di luar Negara asal
keberangkatan.
Contoh : Route KUL – TYO – MOW
Tiket dibayar di Singapore/Singapore
Tiket diterbitkan di Jakarta/Indonesia
Negara asal keberangkatan adalah Malaysia
Modul 097.KK.09-International ticketing Page 29
Penting untuk diketahui dalam International Sale Indicator ada beberapa Negara
yang menggunakan aturan khusus seperti Negara-negara berikut ini :
1. USA dan Canada (Dianggap satu Negara)
2. Denmark, Norwegia dan Swedia (Dianggap satu Negara)
3. Bosnia Herzegovina, Krosida, Slovenia, dan Yugoslavia (Dianggap satu
Negara)
Jadi, jika perjalanan dimulai dari Amerika Serikat, tiket dibayar dan diterbitkan di
Kanada maka sales indicatornya adalah SITI. Begitu juga dengan Negara lain
dalam satu kawasan yang dianggap satu Negara.
F. Istilah-Istilah Penerbangan Internasional
Ada beberapa istilah yang perlu dikuasai sebelum mempelajari bagaimana cara
menghitung sebuah harga tiket penerbangan internasional.
KODE KETERANGAN PENJELASAN
GEOGRAPHICAL CODES
EB Easthbound
NB Northbound
SB Southbound
WB Westbound
MISCELLANEOUS ABBREVIATIONS
ADC Additional Collection
ADT Adult
AF Applicable Fare
AIRIMP Reservation Interline Message
ATA/IATA Procedure – Passenger
APEX Advance Purchase Excursion Fare
ARC Airline Reporting Corporation
ARV Agents Refund Voucher
ASEAN Association of South East Asian
Nations
ATA Air Transport Association of America
ATB Automated Ticket and Boarding Pass
AVIH Animal in Hold
AVS Address Verification Service
AWB Air waybill
BAR Board of Airline Representatives (for
the country concerned)
BBR Bankers Buying Rates
Modul 097.KK.09-International ticketing Page 30
BHC One Way Backhaul check
BSP Billing and Settlement Plan
BSR Bankers Selling Rates
CC Credit Card payment
CCP Currency of country of payment
CF Constructed Fare
Country Of Commencement Of
COC International Travel/Transportation
Country Of Unit Origin Minimum
COM Check
Country Of Payment Check
COP Common Point Minimum Check
CPM Computer Reservations System
CRS Circle Trip
CT Circle Trip Minimum Check
CTM Common Use Self Service
CUSS Common Use Terminal Equipment
CUTE Directional Minimum Check
DMC Double Normal Fare Open Jaw
DNOJ European Common Aviation Area And
Related States
ECAA United Nations Electronic Data
Interchange for Administration,
EDIFACT Commerce And Transport
Equivalent Fare Paid
EFP Extra Mileage Allowance
EMA Electronic Miscellaneous Document
EMD Excess Mileage Surcharge
EMS European Economic And Monetary
Union
EMU Electronic Ticket
Electronic Ticket
ET Fare Calculation Mode Indicator
E-TKT Fare Construction Point
FCMI Flight Interruption Manifest
FCP Frequent Traveller‟s Medical Card
FIM Former Yugoslav Republic Of
FREMEC Macedonia
Global Distribution System
FYROM Government Excess Baggage
Authorization /Ticket
GDS Group Inclusive Tour Fare
IATA Rate Of Exchange
GEBAT
GIT
GSA
Modul 097.KK.09-International ticketing Page 31
HI High NUC In Backhaul Check
HIP Higher Intermediate Fare check
IIT Individual Inclusive Tour fare
IROE IATA Rate of Exchange
International Sales Indicator
ISI (discontinued after 14JAN05)
International Standards Organization
ISO Inclusive Tour
IT Local Currency Fare
LCF Low NUC in Backhaul check
LO Miscellaneous Charges Order
MCO Medical Information Form
MEDIF Multiple Purpose Document
MPD Maximum Permitted Mileage
MPM Minimum Tour Price
MTP Not Applicable
NA No Additional Collection
NOADC Normal Fare Open Jaw
NOJ Canadian National Transportation
Agency
NTA(A) Neutral Unit of Contruction
Open Jaw for special fares
NUC Origin Normal fare Open Jaw
OJ Origin Open Jaw
ONOJ Off Premice Transitional Automated
OOJ Ticket
One Way subjourney check for normal
OPTAT fares
Optical Character Recognation
OSC One Way
Pet in cabin
OCR Instant Purchase Exursion Fare
OW Passenger Facility Charge
PETC Passenger Name Record
PEX Prapaid Ticket Advice
PFC Pricing Unit
PNR Pricing Unit Concept
PTA Reservation/Booking Designator
PU Reason for issuance code (MCO)
PUC Rand Monetary Area
RBD NUC – Conversion Rate
RFIC Return Sub Journey Check for normal
RMA fares
ROE
RSC
Modul 097.KK.09-International ticketing Page 32
RT Round Trip
RW Round The World
RWM Round The World Minimum Check
SASC South Asian Sub Continent Sub-Area
Special Administrative Region of
SAR China
South East Asia Sub-Area
SEA Single Open Jaw
SOJ Shortest Operated Mileage
SOM Satellite Ticket Printer
STP Sub Total NUC
SUBTTL Return travel restriction used in
connection with certain special fares
SU/MO wholly within Europe
South West Pasific
SWP Transitional Automated Ticket
TAT Taxes, Fees and Charges
TFC(s) Turnaround Normal fare Open Jaw
TNOJ Ticket On Departure
TOD Ticketed Point Mileage
TPM Universal Air Travel Plan
UATP United States Departement of
Transportation
US DoT Value Added Tax
VAT
G. Rangkuman
IATA (International Air Transport Association) adalah asosiasi penerbangan
dunia yang membagi wilayah dunia ke dalam 3 Traffic Conference, yaitu : TC 1
meliputi seluruh benua America, TC 2 meliputi wilayah Europe, Middle East, dan
Africa serta TC 3 meliputi wilayah Asia dan South West Pacific.
Harga tiket penerbangan internasional tidak hanya ditentukan oleh kelas
pelayanan, tetapi juga ditentukan oleh route perjalanan serta Global Indicator (GI).
Ada 10 macam-macam Global Indicator, yaitu : EH, WH, AT, AP, PA, TS, FE, RU,
SA, PN.
Sedangkan indicator penjualan dibedakan kedalam 4 jenis, yaitu : SITI, SITO,
SOTI, dan SOTO. Dan yang berlaku saat ini hanya SITI.
Modul 097.KK.09-International ticketing Page 33
H. Tugas Individu
Carilah informasi tentang peraturan-peraturan dan pembatasan tiket penerbagan
internasional serta istilah-istilah penting yang sering digunakan dalam
memproses perhitungan harga tiket penerbangan internasioanal tersebut.
I. Tugas Kelompok
Siswa dibagi kedalam 3 kelompok
Masing-masing kelompok mempunyai tugas yang berbeda, yaitu membuat
makalah tentang traffic conference lengkap dengan sub area dan code kota-kota
penting. Pembagiannya sebagai berikut :
Kelompok 1 : TC 1
Kelompok 2 : TC 2
Kelompok 3 : TC 3
Makalah yang telah disusun oleh masing-masing kelompok, wajib dicopy oleh
masing-masing siswa sebagai bahan belajar untuk meningkatkan kompetensi
tentang pengetahuan pembagian wilayah dunia penerbangan.
Secara bergantian masing-masing kelompok mempresentasikan makalahnya
didepan kelas.
J. Soal Uji Kompetensi 5
A. PASANGKANLAH PERNYATAAN PADA KOLOM KIRI DENGAN KOLOM KANAN
12 3 4
NO INFORMASI YANG DIKEHENDAKI NO PAT VOLUME
1 Kode Negara A General Rules: bagian 1 tentang
2 IATA Rate Of Exchange Abbreviations and Definition
3 Maximum jarak yang diperkirakan B Buku MPM dan semua buku fares
C Seluruh buku fares: Currency
untuk ditempuh antara dua kota
pada route penerbangan Conversion Rates
Internasional. D Stop Press pada seluruh buku PAT
4 Daftar Global Indikator
5 Daftar nama kota perusahaan E General Rules: Country code
penerbangan dunia F General Rules: Bagian 7 tentang
Interline Carriers
Modul 097.KK.09-International ticketing Page 34
B. TENTUKAN SUB AREA DARI TRAFFIC CONFERENCE BERIKUT !
TRAFFIC CONFERENCE SUB AREA
AREA 1
AREA 2 a.
b.
AREA 3 c.
a.
b.
c.
a.
b.
c.
d.
C. TENTUKAN GLOBAL INDICATOR YANG TERDAPAT PADA AREA BERIKUT
a. TC 1 : ………………………………………………………………………
b. TC 2 : …………………………………………………………………….…
c. TC 3 : ………………………………………………………………………..
d. TC 12 : ……………………………………………………………………….
e. TC 31 : ……………………………………………………………………….
K. Lembar Penilaian
Nama Siswa :
Kelas :
No. Absen :
NILAI GURU PARAF
ORANG TUA
SARAN-SARAN :
Modul 097.KK.09-International ticketing Page 35