KKN TIM II UNDIP | NIDA SAIDATHUL IZA
VAKSINASI COVID-19
Mengenal Vaksin Covid-19
Apa itu Vaksin?
Vaksin adalah zat yang berfungsi untuk memicu
pembentukan kekebalan tubuh terhadap suatu
penyakit. Zat yang dimaksud adalah virus atau
bakteri yang telah dilemahkan atau dimatikan.
Vaksin Covid-19
Pada kasus Covid-19, zat di dalam vaksin yang
akan disuntikkan ke tubuh manusia adalah virus
corona penyebab Covid-19 yang telah
dilemahkan. Tujuannya adalah untuk imunisasi.
Apa itu imunisasi?
Imunisasi adalah proses pembentukan kekebalan
tubuh, yang umumnya terjadi setelah pemberian
vaksin sehingga saat tubuh terpapar suatu virus
atau bakteri penyebab penyakit, tubuh sudah tau
cara melawannya.
Vaksin Covid-19
Pada kasus Covid-19, proses imunisasi terjadi
setelah vaksin disuntikkan ke dalam tubuh
sehingga kekebalan tubuh telah tau cara melawan
virus covid-19.
Dengan demikian diharapkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh
sudah bisa melindungi tubuh dari virus corona penyebab covid-19.
Sehingga sekalipun tetap terinfeksi maka tubuh mampu
melawannya dan tidak sampai mengalami gejala yang parah.
SUMBER: ALODOKTER
p2kkn p2kknundip p2kkn undip
KKN TIM II UNDIP | NIDA SAIDATHUL IZA
JENIS VAKSIN COVID-19
YANG DIGUNAKAN DI INDONESIA
SINOVAC
Vaksin ini berasal Tiongkok yang menggunakan platform
vaksin inactivated, yakni menggunakan virus covid-19
yang sudah dimatikan tetapi dapat merangsang
pembentukan antibodi covid-19 dalam tubuh.
ASTRAZENECA
Vaksin yang berasal dari Inggris ini menggunakan
platform adenovirus vectored, yakni menggunakan
virus lain yang lebih lemah dan tidak menyebabkan
infeksi sebagai pembawa antigen virus covid-19 dan
merangsang pembentukan antibodi covid-19 dalam
tubuh.
SINOPHARM
Vaksin Sinopharm ini dikembangkan seperti vaksin
Sinovac yakni dengan metode inactivated virus. Hasil
uji klinis menunjukkan bahwa 2 dosis vaksin memiliki
efikasi 79% dalam melawan simptomatik Covid-19 yang
terbentuk 14 hari setelah dosis vaksin kedua.
JAEDNAI SL AVTHAE VRKASSKEI NDS IITANE RY BAANIGK
Siti Nadia Tarmizi, Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes
SUMBER: KOMPAS.COM
p2kkn p2kknundip p2kkn undip
KKN TIM II UNDIP | NIDA SAIDATHUL IZA
SYARAT PENERIMA
VAKSIN COVID-19
1. VAKSIN PADA ANAK
Dalam petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19 oleh Kementerian Kesehatan,
untuk usia anak, vaksin bisa diberikan pada usia 12-17 tahun.
2. VAKSIN ORANG DEWASA
Berusia di atas 18 tahun sampai 59 tahun dalam keadaan sehat.
Sudah sembuh lebih dari tiga bulan jika pernah terpapar COVID-19.
Tekanan darah harus di bawah 180/110 mmHg.
Ibu menyusui sudah bisa mendapat vaksinasi.
Bagi para pengidap penyakit kronik, seperti PPOK, asma, penyakit jantung,
penyakit gangguan ginjal, penyakit hati yang sedang dalam kondisi akut atau
belum terkendali, vaksinasi ditunda dan tidak bisa diberikan.
Tetapi, jika sudah berada dalam kondisi terkendali, diharapkan membawa
surat keterangan layak untuk mendapat vaksinasi dari dokter yang
merawat.
Untuk penderita TBC yang sudah menjalani pengobatan lebih dari dua
minggu juga sudah bisa divaksinasi.
Pada vaksinasi pertama, untuk orang-orang yang memiliki riwayat alergi berat,
seperti sesak napas, bengkak, kemerahan di seluruh badan, maupun reaksi
berat lainnya karena vaksin, vaksinasi harus diberikan di rumah sakit.
Tetapi, jika reaksi alergi tersebut didapatkan setelah vaksinasi pertama,
tidak akan diberikan lagi vaksinasi kedua.
Jika sedang mendapat terapi kanker, maka diwajibkan untuk membawa surat
keterangan layak divaksinasi dari dokter yang merawat.
Bagi pengidap penyakit autoimun sistemik, vaksinasi harus ditunda dan harus
dikonsultasikan pada dokter yang merawat.
Bagi pengidap gangguan pembekuan darah, defisiensi imun, dan penerima
produk darah/transfusi, vaksinasi harus ditunda. Vaksinasi COVID-19 bisa
diberikan setelah melakukan konsultasi pada dokter yang merawat
Bagi pengidap penyakit epilepsi atau ayan, vaksinasi bisa dilakukan jika dalam
keadaan terkontrol.
Untuk orang yang menerima vaksinasi lain selain COVID-19, vaksinasi harus
ditunda sampai satu bulan setelah vaksinasi sebelumnya.
Untuk para pengidap HIV-AIDS yang minum obat secara teratur, vaksinasi bisa
dilakukan.
Apa mengalami kesulitan saat naik 10 anak tangga?
Apa sering mengalami kelelahan dan mengalami kesulitan
berjalan, kira2 100-200 meter?
Memiliki paling sedikit 5 dari 11 penyakit, misalnya diabetes,
kanker, paru kronis, serangan jantung, nyeri dada, nyeri sendi,
gagal jantung kongestif, stroke, penyakit ginjal, hipertensi, asma.
Jika hanya memiliki 4 di antaranya, masih tidak bisa divaksinasi
COVID-19.
Adanya penurunan badan yang signifikan dalam satu tahun
terakhir.
Untuk lansia berusia 60 tahun keatas, jika dari point-point
di atas ada 3 atau lebih yang dialami, maka vaksinasi pun
tidak dapat diberikan. Tetapi, jika ada dua saja yang
dialami, maka vaksin bisa dilakukan.
SUMBER: DETIKHEALTH
p2kkn p2kknundip p2kkn undip
KKN TIM II UNDIP | NIDA SAIDATHUL IZA
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah kalau sudah vaksin berarti kebal
terhadap Covid-19?
Vaksin bukan merupakan obat. Vaksinasi bukan berarti
seseorang kebal dari virus corona. Setelah divaksinasi,
seseorang masih bisa terinfeksi virus corona, tapi efeknya
tidak terlalu berat. Risiko kematian juga lebih rendah. Maka
dari itu, tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat
ya!
Kenapa setelah vaksin badan malah
meriang?
Vaksin bekerja dengan memasukkan virus yang dilemahkan.
Mengalami beberapa efek samping ringan berarti sistem
imun bereaksi atas vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh.
Ini merupakan tanda bahwa sistem imun tubuh sedang
bekerja dan bereaksi pada vaksin yang telah dimasukkan ke
tubuh. Namun, tidak merasakan efek samping bukan berarti
vaksin tidak bekerja karena respon tubuh setiap orang
berbeda.
Apa yang boleh dan tidak boleh
dilakukan sebelum dan sesudah vaksin?
Yang diperbolehkan:
minum paracetamol jika demam, menggigil atau pegal-
pegal setelah vaksinasi
cukupi kebutuhan nutrisi sebelum dan sesudah vaksinasi
istirahat yang cukup sebelum vaksinasi
tetap beraktivitas dan mematuhi protokol kesehatan
Yang tidak diperbolehkan:
mengabaikan nasehat, petunjuk maupun larangan dokter
yang berkaitan dengan penyakit penyerta
melakukan vaksinasi dalam keadaan kurang sehat
menekan, memijat atau menggosok bekas suntikan
menerima jenis vaksin yang berbeda dengan dosis yang
pertama
mengabaikan protokol kesehatan setelah vaksinasi
p2kkn SUMBER: CNN INDONESIA p2kkn undip
p2kknundip
KKN TIM II UNDIP | NIDA SAIDATHUL IZA
Apakah ibu hamil
diperbolehkan vaksin
covid-19?
Berdasarkan rekomendasi POGI (Perkumpulan
Obstetri & Ginekologi Indonesia), bumil boleh di
vaksin loh! apa aja syaratnya?
Bumil yang direkomendasikan untuk mendapatkan
vaksin:
bumil resiko tinggi:
usia lebih dari 35 tahun
ada komorbid (penyakit penyerta) HT/DM
obesitas
bumil resiko rendah:
dapat dilakukan vaksinasi setelah konseling
usia kehamilan 12-33 minggu
vaksin pada bumil hanya dapat diberikan dengan
pengawasan dokter dan bidan
setelah penyuntikan vaksin harus dilakukan
pencatatan dan pemantauan oleh tim yang telah
ditunjuk oleh pemerintah dan POGI
bagi ibu yang sudah vaksin kemudian hamil, tetap
dapat dijadwalkan vaksin dosis kedua
Vaksin yang direkomendasikan untuk bumil:
Pfizer
Moderna
Sinovac
Sinopharm
Astra Zeneca
Jangan lupa tetap konsultasi ke dokter kandungan
masing-masing dulu yaa!
p2kkn SUMBER: REKOMENDASI POGI p2kkn undip
1 JULI 2021
p2kknundip