The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by channelgimbal, 2022-12-23 06:27:38

e-Book Evaluasi Edisi Juni 2022

e-Book Evaluasi Edisi Juni 2022

EVALUASI

BERITA DAN PENDAPAT
MASYARAKAT PERTANIAN


KATA PENGANTAR

Media massa merupakan wahana komunikasi yang memiliki peranan
yang penting dalam mempublikasikan dan menyampaikan suatu
pesan atau informasi, sebagai upaya menciptakan pemahaman dan
pengetahuan bagi publik atau khalayak. Media massa secara umum
dapat digolongkan menjadi media online dan media cetak .
Media online dan media cetak merupakan salah satu jenis media massa
yang digunakan dalam penyuluhan yang mempunyai karakteristik
tertentu. Informasi dan literature tentang pertanian dapat di temui
dalam artikel, buku, jurnal, surat kabar, dan majalah. Media online dan
media cetak juga dapat membantu penerimaan informasi bagi petani
yang buta aksara gambar atau diagram yang diperlihatkan sebagai
contoh adalah poster.
Informasi yang dimuat oleh media cetak baik dalam bentuk berita,
maupun pelaporan peristiwa secara mendalam/depth reporting,
merupakan hal yang sangat berharga untuk dijadikan sebagai bahan
evaluasi atau informasi tambahan dalam pengambilan suatu keputusan.
Dalam rangka memberikan bahan masukan dan pertimbangan
bagi pengambilan keputusan bidang pertanian, diperlukan evaluasi
terhadap berbagai berita pertanian yang dimuat pada media massa.
Kegiatan evaluasi ini juga merupakan salah satu langkah pengawalan
terhadap berita yang mempunyai kecenderungan bersifat negatif yang
dimuat di media massa, khususnya di media online dan media cetak,
yang diharapkan dapat menjadi umpan balik dan dapat diseimbangkan
dengan informasi yang bermanfaat bagi publik atau masyarakat guna
mewujudkan pencitraan positif pembangunan pertanian.
Sehubungan dengan hal dimaksud, maka Biro Humas dan Informasi
Publik, melakukan kegiatan Evaluasi Berita dan Pendapat Masyarakat
Pertanian. Kegiatan ini dilakukan secara periodik dan dipublikasikan
setiap kurun waktu satu bulan sekali. Semoga laporan evaluasi ini
bermanfaat bagi yang berkepentingan.

iEVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………..... I

DAFTAR ISI………………………………………………………………… II-IV

ABSTRAK…………………………………………………………………… V-VIII

BAB. I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang………………………………………………………......... 1

1.2 Tujuan………………………………………………………………..……... 1

1.3 Metode Evaluasi…………………………………………….………. 2

BAB.II

Hasil Evaluasi 3

1 Tanaman Pangan :

1 Gagal panen ;

a Cegah Gagal Panen Karena Padi Diserang Burung Pipit,

Petani Muratara Lakukan Ini… 4

b 30 Persen Petani di Manggarai Gagal Panen Akibat

Serangan Wereng………………………………………… 4

c Diserang Hama, Kementan Sarankan Petani Sumba

Timur Ikut Program AUTP…………………………… 5

d 48 Hektare Sawah di Kabupaten Madiun Diserang

Hama Wereng, Wabup Hariwur Sebut Varian Baru……… 7

2 Hortikultura :

1 Harga cabai ;

a Melonjak, Harga Cabai Rp 90.000 Per Kilogram……… 9

b Panen Cabai Rusak Akibat Cuaca Tak Menentu……… 9

c Dalam Dua Pekan Terakhir Terus Naik, Harga Cabai Rawit

Merah di Bandar Lampung Rp 90 Ribu per Kg………… 10

d Harga Cabai Kian Pedas Capai Rp100 Ribu per Kg…… 11

e Terserang Patek, Cabai Gagal Panen………………… 13

f Hama Patek Jadi Penyebab Harga Cabai Meroket…….. 14

g Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu PerKg……………... 15

h Harga Cabai Tambah Pedas………………………..… 16

i Daftar Lengkap Harga Bahan Pangan Pantauan Polda Riau

Jelang Idul Adha, Cabai Merah Capai Rp 100.000……… 17

ii EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


j Puluhan Hektare Cabai Gagal Panen…………….......... 18

k Kenaikan Harga Cabai di Sarolangun

Disebabkan Kurangnya Pasokan……………….............. 8

l Hingga Rp125 Ribu per Kg Harga Cabai Merah di

Pematangsiantar Meroket………………………………… 20

m Faktor Cuaca, Petani Cabai Merugi…………… 21

2 Harga bawang ;

a Harga Bawang Merah Melonjak di Mataram……… 22

3 Peternakan dan Kesehatan Hewan ;

1 PMK ;

a Wabah PMK Meluas……………………………………… 24

b DPR Desak Kementan Minta Jokowi Tetapkan Status

Bencana PMK……………………………………………… 25

c Ratusan Sapi Suspek PMK, Bogor nggak Dapat

Jatah Vaksin…………………………………………… 26

d Permintaan Daging Sapi Turun 30 Persen Akibat

Wabah PMK………………………………………………… 28

e PMK mewabah, PPSKI khawatir terjadi kelangkaan

hewan kurban, ……………………………………………… 28

f Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Ternak, Begini

Langkah Kementan……………………………………… 29

g Penularan Penyakit Mulut dan Kuku Kian Masif……… 31

h 13 Sapi di Tangerang Terinfeksi PMK…………………… 32

i Lebih dari 130 Ribu Hewan Ternak Terpapar PMK……. 33

j Harga Hewan Kurban Sempat Anjlok 50 Persen……… 34

k 2.533 Ternak di Kabupaten Bandung Suspect PMK,

Pasar Hewan Ditutup……………………………………… 35

l Pemprov Bengkulu tunda pengadaan bibit ternak

akibat wabah PMK………………………………… 36

m Ombudsman RI Duga Ada Kelalaian dalam

Penanganan PMK………………………………………….… 37

n Vaksinasi Lambat……………………………………… 38

o Anggaran Penanganan Wabah PMK Pemerintah

Diminta Transparan………………………………………… 40

p Pemerintah catat 27.379 ternak di Aceh erinfeksi PMK… 41

EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat iii


q Mentan Sebut 180. 000 Sapi di Indonesia

Terjangkit PMK…42

r Wabah PMK di Karanganyar..................................... 43

s PMK Jadi Bencana………………………………… 44

t PMK Meluas di Bogor…………………………………… 45

u Kerugian Ditaksir Rp9,9 Triliun………………………… 47

2 Vaksin PMK ;

a Vaksinasi Lambat PMK Meluas…………………….…… 48

4 Badan Pangan Nasional :

1 Pangan ;

a Distribusi Pangan Masih Bermasalah…………….……… 51

5 Prasarana dan Sarana Pertanian :

1 alsintan ;

a Ditopang Alsintan, Produktivitas Pertanian Kulon Progo

Melonjak Drastis………………………………………… 53

2 Alih fungsi lahan ;

a Alih Fungi Lahan Pertanian Terus Terjadi, Produksi

Padi Kalimantan Selatan Terancam…………………… 54

3 Pupuk ;

a Empat terdakwa perkara pupuk ilegal menangis usai

hakim kabulkan pengalihan penahanan……………… 55

4 Cuaca

a Dapat Keluhan Soal Dampak Cuaca Buruk, Bupati

Purworejo Dorong Petani jadi Peserta Asuransi……… 56

6 Badan Karantina Pertanian :

1 Ekspor ayam ;

a RI Didorong Rebut Pasar Malaysia untuk Ekspor Ayam

Ras ke Singapura………………………………………… 58

2 Siaga PMK ;

a Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru Siaga

Satu PMK………………………………………………… 58

BAB.III

Penutup…………..………………………………………………….…

iv EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


ABSTRAK

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ;

Wabah PMK Meluas, Petugas Dinas Perternakan dan Perikanan
(Disnakan) Boyolali memasang palang pintu masuk pasar hewan
Jelok, Cepogo, kemarin (31/5). Penyebaran penyakit mulut dan kuku
(PMK) mulai merambah Kecamatan Andong. Sampai akhir Mei tercatat
sebanyak 458 ternak suspek PMK. Dari temuan ini, zona kuning
suspek PMK bertambah. Pada kasus-kasus tertentu ada ternak yang
tidak selamat. Seperti menuliki penyakit penyerta lain atau komorbid
dan lainnya. Di Kecamatan Mojosongo, tiga ekor sapi mati dan lima
dipotong paksa.

DPR Desak Kementan Minta Jokowi Tetapkan Status Bencana PMK.
Sekjen Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono mengatakan,
penetapan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) sebagai bencana
tidak bisa langsung dilakukan. Pasalnya, kata dia, tidak semua daerah
bersedia dinyatakan sebagai daerah wabah PMK. Hal itu disampaikan
menjawab desakan Komisi IV DPR menjadikan wabah sebagai bencana.
Dengan begitu penanganan PMK di dalam negeri bisa dilakukan secara
cepat. Termasuk, peluang mengganti hewan yang harus dimusnahkan
karena PMK. Menanggapi hal itu, Kasdi mengungkapkan, pihaknya
telah mengajukan permohonan tambahan anggaran kepada Menteri
Keuangan. Kami sudah masukkan usulan tambahan anggaran terkait
khusus penanganan PMK kepada Menteri Keuangan, sekarang dalam
proses. Tapi kami belum dapat perkembangan dari sana. Tambahan
anggaran khusus PMK untuk anggaran tahun 2022.

Permintaan Daging Sapi Turun 30 Persen Akibat Wabah PMK.
Suasana Pasar Hewan Siyono Playen. Gunungkidul terlihat sepi
tanpa aktivitas. Pasar hewan ini ditutup sebagai upaya mencegah

1EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


meluasnya penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak.
Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di Gunungkidul
berpengaruh pada permintaan terhadap daging sapi.

Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya guna menjaga harga agar
tidak anjlok. Salah satunya dengan meningkatkan pemantauan dan
pengawasan untuk memastikan kualitas dagng sapi yang dijual tetap
aman untuk dikonsumsi. Kami berkoordinasi dengan Dinas Peternakan
dan Kesehatan Hewan (DPKH) untuk pengawasan.

Was-was Terendam Banjir, Petani Minta Normalisasi Sungai. Petani
padi di hamparan pesawahan Madusari-Nggrenteng, Kecamatan
Siman, Ponorogo meminta pemerintah setempat segera melakukan
pengerukan sungai yang melintas di area pesawahan mereka.

Penularan Penyakit Mulut dan Kuku Kian Masif, situasi penularan
penyakit mulut dan kuku atau PMK semakin mengkhawatirkan karena
ada penambahan 24.148 kasus hanya dalam empat hari. Komisi IV
DPR meminta pemerintah serius menanggulangi wabah, termasuk
agar melaporkan situasi riil di lapangan sehingga diharapkan ada
penetapan situasi darurat di tingkat nasional.

Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono mengatakan, terkait
dengan penetapan wabah, sejauh ini baru keluar dua surat keputusan
Menteri Pertanian, yakni untuk Jawa Timur dan Aceh (bulan lalu). Penetapan
tersebut perlu di dahului surat gubernur. Ia juga menyebut belum banyak
daerah yang mau dinyatakan atau ditetapkan sebagai daerah wabah.

Sementara mengenai anggaran tambahan untuk penanganan PMK,
pihaknya juga sudah mengusulkan kepada Menteri Keuangan. Namun,
dalam prosesnya belum mendapat respons dari sana, ujar Kasdi. Di
Sidoarjo, Jawa Timur, peternak sapi potong diimbau tidak menjual
ternaknya dengan tergesa-gesa agar harganya tidak jatuh. Pemerintah
Provinsi Jawa Timur memfasilitasi surat keterangan kesehatan hewan
untuk menjamin kelaikan hewan kurban, sekaligus memberi kepastian
harga yang baik bagi peternak.

2 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


Harga Cabai ;

Melonjak, Harga Cabai Rp 90.000 Per Kilogram, Kenaikan harga
cabai di Kota Semarang sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Harga cabai terus melonjak akibat kondisi cuaca yang tidak menentu
sehingga banyak petani cabai yang mengalami gagal panen. Mahalnya
harga cabai dikeluhkan oleh pedagang karena omzetnya menurun.

Panen Cabai Rusak Akibat Cuaca Tak Menentu, Akibat cuaca yang
tak menentu sekarang ini, membuat petani cabe banyak yang gagal
panen. Cabe yang dihasilkan banyak yang rusak sehingga produksi
anjlok yang berimbas pada kenaikan harga dipasaran hingga Rp100
ribu per kg. Gejolak harga cabai kembali dirasakan masyarakat karena
melonjak hingga Rp 100 ribu per kg dari kondisi normal di bawah Rp
40 ribu per kg. Dampak perubahan iklim dirasakan nyata oleh petani
karena berimbas pada cuaca tak menentu sehingga menganggu pola
tanam cabai. Akibat situasi cuaca yang ekstrem nyatanya berdampak
pada kegagalan produksi. Menurut Tunov, baru tahun ini perubahan
cuaca yang cepat dan ekstrem. Senada Tunov, Ketua Asosiasi
Agribisnis Cabai Indonesia, Abdul Hamid, mengaku para petani cabai
keliru dalam memprediksi cuaca. Mestinya sekarang tidak ada hujan,
harusnya sekarang musim kemarau. Pasokan panen pada Mei-Juni
semestinya pasokan cabai dalam kondisi melimpah karena panen raya
cabai dimulai bulan April. Hanya saja, perkiraan itu meleset sehingga
harga naik dan terasa hingga level konsumen.

Harga Cabai Kian Pedas Capai Rp100 Ribu per Kg, harga cabai
terus merangkak naik mencapai Rp100 ribu per kg, dari dua pekan
sebelumnya yang hanya Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.
Pemerintah diminta turun tangan guna menstabilkan komoditas
kebutuhan pokok masyarakat ini. Galih, pedagang di pasar Cisalak,
Depok, Jawa Barat mengungkapkan, kenaikan harga cabai untuk
seluruh jenis cabai terjadi sejak dua pekan terakhir. Galih berharap
pemerintah membantu untuk menurunkan harga cabai mengingat

3EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


BAB. I

PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang

Dalam era pembangunan dan perkembangan informasi seperti saat
ini, kehidupan masyarakat sangat dipengaruhi oleh media massa
yang mempunyai peranan penting sebagai wahana komunikasi antar
masyarakat pertanian dan pemerintah. Pemberitaan yang dimuat di
media massa, merupakan informasi yang sedang berkembang secara
dinamis di masyarakat. Evaluasi berita, dilakukan dalam rangka
memberikan informasi kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan
penetapan kebijakan, untuk menindaklanjuti masalah-masalah yang
dihadapi oleh petani dan masyarakat. Evaluasi berita dilakukan melalui
pengumpulan berita terkait isu yang bersumber dari hasil kliping harian
secara berturut-turut.

Evaluasi berita ini dilakukan terutama pada isu dan topik berita yang
mempunyai kecenderungan sifat negatif, yaitu pemberitaan yang
apabila judul dan isi berita dimaksud dapat memberikan pencitraan
negatif bagi Kementerian Pertanian dan/atau pemangku kepentingan
(stakeholder) di sektor pertanian. Informasi berita yang dikategorikan
negatif merupakan indikasi salah satu langkah awal untuk bahan
pimpinan dalam mengambil kebijakan. Sebagai bagian dari proses
pengawalan dan evaluasi berita di lingkup Kementerian Pertanian, maka
Biro Humas dan Informasi Publik berupaya untuk dapat menyeleksi,
menggolongkan berita-berita pertanian dan menganalisisnya sehingga
dapat menjadi bahan informasi dan masukan dalam menyusun
kebijakan pembangunan pertanian terutama terkait isu negatif yang
berkembang di masyarakat.

4 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


1. 2. Tujuan

Tujuan dari penyusunan Evaluasi Berita dan Pendapat Masyarakat ini
adalah memberikan masukan kepada pimpinan berdasarkan berita-
berita di media massa yang mempunyai sifat kecenderungan negatif,
guna menjadi informasi yang berasal dari publik atau masyarakat,
dalam mendukung pengambilan kebijakan di lingkup Kementerian
Pertanian.

1. 3. Metode Evaluasi

Penyusunan Evaluasi Berita dan Pendapat Masyarakat bulan
Juni 2022 ini dilakukan melalui tahapan kegiatan sebagai berikut:
Menyeleksi dan menginventarisasi berita pertanian dari kliping harian
yang mempunyai kecederungan sifat negatif; Mengklasifikasikan berita
yang bersifat negatif sesuai tanggung jawab teknis unit kerja Eselon I
lingkup Kementerian Pertanian; Merangkum berita cenderung negatif
yang dimuat di media cetak

5EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


BAB. II
HASIL EVALUASI
BERITA DAN
PENDAPAT
MASYARAKAT

Berdasarkan hasil seleksi, inventarisasi, dan penggolongan yang
telah dilaksanakan selama bulan Juni 2022 dari sumber media cetak,
maka ditemukan berita-berita dengan kecenderungan negatif. Adapun
klasifikasi berita kecenderungan negatif dengan topik berita yang
hangat dan secara berturut-turut dimuat di media massa dikaitkan
dengan tugas dan tanggung jawab tugas pokok dan fungsi teknis di
lingkup unit kerja Eselon I Kementerian Pertanian, antara lain dengan
maka topik berita antara lain ;
1. Ditjen Tanaman Pangan; gagal panen.
2. Ditjen Hortikultura ; arga cabai, harga bawang.
3. Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan ; PMK, vaksin PMK
4. Badan Pangan Nasional ; pangan
5. Prasarana dan Sarana Pertanian ; alsintan, alih fungsi lahan, cuaca
6. Badan Karantina Pertanian ; ekspor ayam, siaga PMK

6 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


NO TANAMAN PANGAN
komoditas ini merupakan kebutuhan pokok masyarakat maupun
pedagang. Adik saya kebetulan jualan nasi pecel, ini sekarang dia kesal
karena harga cabainya mahal sekali jadi mau tidak mau menaikkan
harga jual atau menurunkan rasa sambelnya.

Kementerian Pertanian fokus dalam penanganan pascapanen dalam
produksi cabai dalam rangka mengatasi kenaikan harga cabai yang
melonjak. Saya minta Kementan mempelopori agar penyusutan dari
produksi cabai dapat diminimalisir melalui manajemen pascapanen
yang baik, kita semua paham bahwa komoditas cabai ini tidak tahan
lama maka perlu teknologi pascapanen seperti resi gudang atau cold
storage dan lain-lain agar lebih tahan lama.

Terserang Patek, Cabai Gagal Panen, di tengah meroketnya harga
cabai yang mencapai Rp 95.000 per kilogram, petani di Kota Bogor
malah merugi. Hal ini karena serangan virus atau penyakit patek
pada tanaman cabai, seperti yang terjadi di Kelurahan Kayu Manis,
Kecamatan Tanah Sareal. Patek atau yang memiliki nama ilmiah
antraknosa, memang menjadi hal menakutkan bagi para petani cabai.
Patek menjadi penyakit utama yang dapat menyebabkan kerugian
secara ekonomi di sektor pertanian cabai.

Harga Cabai Tambah Pedas, Pedagang cabai di Kabupaten Sumenep
mengeluhkan harga cabai semakin mahal. Mutiatul Hasanah,
warga desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep,
mengatakan kenaikan harga cabai ini sudah sekitar 2 pekan yang
lalu. Kini masyarakat di Kabupaten Sumenep harus mengelus dada.
Sebab, kenaikan harga cabai saat ini merangkak naik. Parahnya lagi,
harga satu kilogram cabai ini dijual hampir setara dengan harga satu
kilo daging sapi. Yakni perkilonya mencapai Rp 110 ribu. Dengan itu,
wanita yang profesinya sebagai penjual pentol ini merasa rugi. Jual
pentol rugi karena harga cabai mahal. Saya beli satu kilo harganya Rp
110 ribu. Bingung ini, mau dapat untung dari mana. Toh harga cabai
semakin melapaui batas.

7EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


1 Gagal panen / hama wereng
a. Cegah Gagal Panen Karena Padi Diserang Burung Pipit, Petani

Muratara Lakukan Ini.
http://sumsel.tribunnews.com/2022/06/01/cegah-gagal-panen-

karena-padi-diserang-burung-pipit-petani-muratara-lakukan-ini
323 News, 01/.06/202. Hama burung pipit menyerang tanaman
padi petani di Desa Bingin Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten
Musi Rawas Utara (Muratara). Salah seorang petani, Aman
mengungkapkan tanaman padinya yang diserang burung pipit
tersebut tak sampai sebulan lagi memasuki masa panen. Paling
tidak sampai sebulan lagi panen, sekarang burung mulai banyak.

Ia mengatakan cara yang dilakukannya untuk mengendalikan
hama pemakan bulir padi yang masih muda tersebut ialah dengan
memasang perangkap jaring. Aman yakin cara tersebut cukup
efesien untuk mengatasi hama burung agar tidak mengalami
kegagalan saat panen nanti. Kalau saya pakai jaring ikan, saya
tidak pasang berdiri tegak, tapi pasang di atas padi (burung)
terbang dari atas pas mau hinggap ke padi kena perangkap
jaring. Petani lainnya, Kandi mengatakan cara yang dilakukannya
untuk mengatasi adanya hama burung pipit adalah dengan
meletakkan orang-orangan sawah di sekitar area persawahan.

Selain itu, ia juga memasang sejumlah kaleng bekas yang berisi
batu dengan tujuan untuk menakut-nakuti burung pipit yang hendak
masuk ke lahan persawahan. Mau pakai jaring modal kurang,
saya buat orang-orangan sawah, sama kaleng bekas, jadi kaleng-
kalengnya kita bunyikan dari pondok, burung mau mendekat takut
gara-gara ada bunyi itu. Kandi menambahkan, adanya hama burung
pipit cukup meresahkan petani, apalagi bila tidak serentak melakukan
penanaman karena burung terfokus menyerang satu titik saja.

Menurut dia, burung pipit memakan malai padi sehingga
serangannya bisa mengakibatkan kehilangan 30 hingga 50 persen
dari hasil produksi. “Biasanya dia mulai datang itu waktu padi kita

8 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


mulai terisi, dia makan yang masih mudanya, kalau kita biarkan
saja ya bisa habis, gagal panen namanya.
b. 30 Persen Petani di Manggarai Gagal Panen Akibat Serangan
Wereng.
http://www.viva.co.id/berita/nasional/1488587-30-persen-petani-
di-manggarai-gagal-panen-akibat-serangan-wereng 617 News,
22/06/2022. Petani Antonius Jeharum (54) menatap sedih melihat
sawahnya yang habis diserang hama kutu loncat. Persawahan
Desa Tal Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai,
Nusa Tenggara Timur, gagal panen akibat serangan wereng.

Seluruh tanaman padi milik Antonius yang berusia lebih dari tiga
bulan hanya menyisakan butir-butir hampa yang sama sekali tak
mengandung beras. Ini gagal panen terparah yang saya alami selama
saya hidup. Ini padi yang rusak ini cocok jadi rumput untuk kerbau saja.

Disertai rasa kecewa yang dalam, dia mengaku, Dia mengaku telah
menghabiskan biaya Rp2,5 juta pada musim tanam kedua yang
dimulai sejak April 2022. Diterangkannya, serangan Kutu Loncat
ditandai dengan perubahan warna batang padi dari warna hijau
menjadi cokelat kemera-merahan. Kondisi tersebut, kemudian
dengan cepat menyebar ke petak-petak sawah yang lain hingga
akhirnya semua tanaman padi menjadi layu dan kering. “Waktu
padinya mulai berubah warna, saya langsung semprot bahkan
semprotnya sampai empat kali, tapi tetap saja tidak mempan.
Memang ini kutu loncat lebih sadis dari hama padi yang lain pak.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai, Mika Dima,
mengaku telah menerima begitu banyak laporan gagal panen
yang dialami para petani di Satar Mese yang mencapai 30 persen
dari total luas sawah 6.000 hektare. Mika Dima memastikan,
jenis hama yang kini menyerang persawahan Satarmese
merupakan Wereng Batang Cokelat atau WBC, bukan Kutu
Loncat seperti yang disampaikan oleh petani. Itu sebetulnya
bukan Kutu Loncat mungkin karena para petani yang tidak

9EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


tahu, tetapi itu merupakan satu jenis Wereng, Wereng cokelat
yang sering menyerang tanaman padi di dalam waktu-waktu
kondisi tertentu yang kurang bersahabat dengan tanaman.

Terkait persoalan gagal panen yang terjadi di Kecamatan Satarmese
di situ ada cukup luas serangan yang terjadi dengan intensitas 25-
30 persen terjadi di beberapa lokasi yang terserang di Kecamatan
Satarmese di Desa Iteng, Desa Paka, Desa Wewo, Desa Tal dan
juga di Kecamatan Satarmese Barat ada Desa Hilihintir sebagian.

c. Diserang Hama, Kementan Sarankan Petani Sumba Timur Ikut
Program AUTP.

http://news.okezone.com/read/2022/06/22/1/2616451/diserang-
hama-kementan-sarankan-petani-sumba-timur-ikut-program-autp
617 News, 22/06/2022. Sejumlah petani di Sumba Timur, Nusa
Tenggara Timur mengalami gagal panen. Hal itu disebabkan hama
belalang yang menyerang areal persawahan mereka. Agar tak
mengalami kerugian akibat gagal panen, Kementerian Pertanian
(Kementan) menyarankan kepada petani untuk mengikuti program
Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) atau asuransi pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan,
pertanian merupakan sektor yang rentan terhadap serangan
hama OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) dan perubahan
iklim. Oleh karena itu, program AUTP diluncurkan agar
petani tak mengalami kerugian ketika terjadi gagal panen.

AUTP merupakan treatment agar petani tetap dapat
mengembangkan usaha pertaniannya meski mengalami gagal
panen,” kata Mentan SYL. Direktur Jenderal Prasarana dan
Sarana Pertanian Kementan, Ali Jamil menambahkan, dengan
mengikuti program AUTP, petani tetap dapat melangsungkan
budidaya pertaniannya tanpa khawatir mengenai permodalan.
AUTP akan memberikan pertanggungan kepada petani sebesar

10 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


Rp6 juta per musim per hektare ketika mengalami gagal
panen. Jadi, petani tetap dapat melakukan penanaman kembali
dengan pertanggungan yang didapat dari program AUTP.

Dikatakannya, dalam situasi dan kondisi apapun, pertanian
tetap harus dapat berjalan. Ali tak ingin serangan hama OPT
dan perubahan iklim mengganggu tingkat kesejahteraan petani.
Oleh karenanya, AUTP menjamin produktivitas pertanian
tetap berlangsung meski mengalami gagal panen. “Dengan
mengikuti program AUTP, petani tetap dapat menjaga tingkat
produktivitas pertanian mereka. Ketika gagal panen, petani tetap
memiliki modal untuk memulai kembali usaha pertaniannya.

Direktur Pembiayaan Ditjen PSP Kementan, Indah Megahwati
menegaskan, dengan AUTP, produktivitas pertanian juga dapat
tetap terjaga dengan baik. Oleh karenanya, Indah menyebut
tujuan pembangunan pertanian nasional. Tujuan pembangunan
pertanian nasional kita adalah menyediakan pangan untuk
seluruh rakyat. Dengan program AUTP, masalah utama petani
yakni permodalan akan dapat teratasi. Petani tak lagi risau
soal permodalan untuk memulai kembali usaha pertaniannya.

STATEMENT ;
Syahrul Yasin Limpo,
. Pertanian merupakan sektor yang rentan terhadap serangan hama

OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) dan perubahan iklim. AUTP
merupakan treatment agar petani tetap dapat mengembangkan
usaha pertaniannya meski mengalami gagal panen.

Ali Jamil,
Dengan mengikuti program AUTP, petani tetap dapat

melangsungkan budidaya pertaniannya tanpa khawatir mengenai
permodalan. AUTP akan memberikan pertanggungan kepada
petani sebesar Rp6 juta per musim per hektare ketika mengalami
gagal panen. Jadi, petani tetap dapat melakukan penanaman

11EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


kembali dengan pertanggungan yang didapat dari program AUTP.

Dalam situasi dan kondisi apapun, pertanian tetap harus dapat
berjalan. Dengan mengikuti programAUTP, petani tetap dapat menjaga
tingkat produktivitas pertanian mereka. Ketika gagal panen, petani
tetap memiliki modal untuk memulai kembali usaha pertaniannya.

Indah Megahwati,
Dengan AUTP, produktivitas pertanian juga dapat tetap terjaga

dengan baik. Tujuan pembangunan pertanian nasional. Tujuan
pembangunan pertanian nasional kita adalah menyediakan pangan
untuk seluruh rakyat. Petani tak lagi risau soal permodalan untuk
memulai kembali usaha pertaniannya.

d. 48 Hektare Sawah di Kabupaten Madiun Diserang Hama
Wereng, Wabup Hariwur Sebut Varian Baru.

http://surabaya.tribunnews.com/2022/06/26/48-hektare-sawah-di-
kabupaten-madiun-diserang-hama-wereng-wabup-hariwur-sebut-
varian-baru 550 News, 26/06/2022.

Sekitar 48 hektare lahan padi di Kabupaten Madiun diserang
wereng. Dari jumlah tersebut 2 hektare di antaranya dipastikan
gagal panen alias puso. Merespon hal tersebut, Pemkab Madiun
tengah mencari formula penanganan yang tepat. Wakil Bupati
Madiun, Hari Wuryanto khawatir hama wereng yang menyerang
sawah di Kabupaten Madiun adalah varian baru. “Karena ternyata,
hama wereng tidak teratasi dengan obat-obatan yang sudah ada
saat ini,” kata Hariwur, sapaan akrabnya, Minggu (26/6/2022).

Pemkab Madiun sendiri telah melakukan berbagai upaya dalam
penanganan hama wereng ini termasuk mulai mengumpulkan
laporan dari pembinaan penyuluh pertanian lapangan (PPL) terkait
seluk-beluk hama wereng sebagai pijakan pengambilan keputusan
penangan. “Saat ini dilakukan inventarisasi yang lebih detail. Mudah-
mudahan nanti, serangan hama wereng tidak semakin meluas,”
lanjut Hariwur. Selain itu, Pemkab Madiun juga telah memastikan

12 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


adanya alokasi anggaran untuk penanganan hama wereng ini.
Semua kecamatan akan mendapatkan perlakuan sesuai
kebutuhan terutama kecamatan dengan intensitas serangan
hama wereng yang tinggi seperti Kecamatan Madiun, Saradan,
dan Wonoasri. Kita akan terus lakukan penyuluhan kepada petani
supaya memahami, wereng itu harus dengan obat apa, termasuk
penanganannya sekarang seperti apa. Ke depan, Pemkab Madiun
juga akan melakukan evaluasi agar kedepan bukan hanya fokus
pada penanganan namun bagaimana pencegahan agar hama
wereng tak menyerang area persawahan Kampung Pesilat kembali.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, gambaran isu berita negatif
terkait pada Tanaman Pangan untuk bulan Juni 2022, gagal panen.
Secara rinci gambaran jumlah isu negatif pada bulan Juni 2022
sebagai berikut.

Gambar 2.1. Tanaman Pangan
Jumlah berita negatif sebanyak 1 judul 4 berita

13EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


NO HORTIKULTURA
a Melonjak, Harga Cabai Rp 90.000 Per Kilogram, http://www.

kompas.tv/article/296845/melonjak-harga-cabai-rp-90-000-per-
kilogram 553,622 News, 08/06/2022. Kenaikan harga cabai di
Kota Semarang sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Harga cabai terus melonjak akibat kondisi cuaca yang tidak
menentu sehingga banyak petani cabai yang mengalami gagal
panen. Mahalnya harga cabai dikeluhkan oleh pedagang karena
omzetnya menurun.

Di Pasar Peterongan Kota Semarang, harga cabai rawit merah
atau setan saat ini mencapai Rp 90.000 per kilogram. Sementara,
harga cabai rawit hijau memcapai Rp 80.000 rupiah per kilogram
dan cabai keriting merah harganya naik menjadi Rp 70.000 per
kilogramnya. “Cabai setan naik, Rp 90.000 per kilogram, cabai
keriting merah sekarang Rp 70.000 per kilogram, cabai rawit hijau
naik juga sekarang Rp 80.000 per kilogram. Naik kurang lebih sejak
seminggu,” ujar Istiroah, pedagang sayur.

Edi, salah seorang pembeli, terpaksa mengurangi jumlah pembelian
cabai karena harga komoditas kebutuhan pokok lainnya saat
ini juga mahal. “Iya mengurangi pembelian cabai, harapannya
semuanya turun, karena ini banyak yang naik, terutama bahan
pokok mas.

Tak hanya cabai, harga sayuran saat ini juga mengalami kenaikan
harga. Seperti harga kol dan sawi putih yang semula Rp 8.000 naik
menjadi Rp 12.000 per kilogram. Selain itu, tomat ukuran besar
harganya juga naik Rp 14 .000 per kilogram dari harga normal Rp
8.000 per kilogramnya.

b Panen Cabai Rusak Akibat Cuaca Tak Menentu.
http://matabanua.co.id/2022/06/08/panen-cabai-rusak-akibat-

cuaca-tak-menentu 572 News, 08/06/2022. Akibat cuaca yang tak

14 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


menentu sekarang ini, membuat petani cabe banyak yang gagal
panen. Cabe yang dihasilkan banyak yang rusak sehingga produksi
anjlok yang berimbas pada kenaikan harga dipasaran hingga Rp100
ribu per kilogram (kg). Gejolak harga cabai kembali dirasakan
masyarakat karena melonjak hingga Rp 100 ribu per kilogram (kg)
dari kondisi normal di bawah Rp 40 ribu per kg. Dampak perubahan
iklim dirasakan nyata oleh petani karena berimbas pada cuaca tak
menentu sehingga menganggu pola tanam cabai.

Ketua Asosiasi Champion Cabai, Tunov Mondro Atmodjo,
menuturkan, turunnya hujan dan cuaca panas ekstrem yang
bergantian hampir setiap hari menjadi membuat produksi cabai
rusak hingga lebih dari separuh. “Curah hujan sangat tinggi, dan
giliran panas itu luar biasa. Saya tidak tahu ini badai atau apa.
Ini yang paling bahaya dan ditakutkan petani,” kata Tunov Rabu.
Ia menjelaskan, pada pertengahan tahun ini biasanya memasuki
musim kemarau sehingga semestinya tidak terdapat gangguan.
Apalagi jumlah luasan tanam sedang luas-luasnya karena
permintaan bibit dan pupuk juga sedang tinggi.

Namun, akibat situasi cuaca yang ekstrem nyatanya berdampak
pada kegagalan produksi. Menurut Tunov, baru tahun ini ia
mengalami perubahan cuaca yang cepat dan ekstrem. Senada
Tunov, Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia, Abdul Hamid,
mengaku para petani cabai keliru dalam memprediksi cuaca.
“Mestinya sekarang tidak ada hujan, harusnya sekarang musim
kemarau. Ia mengatakan, pasokan panen pada Mei-Juni semestinya
pasokan cabai dalam kondisi melimpah karena panen raya cabai
dimulai bulan April. Hanya saja, perkiraan itu meleset sehingga
harga naik dan terasa hingga level konsumen. Meski begitu,
pihaknya berharap situasi harga yang tinggi seperti sekarang tidak
berlangsung lama. Mudah-mudahan tidak lama, mungkin sekitar
satu bulan ke depan karena akan panen raya dari cabai yang
ditanam bulan Maret.

15EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


c Dalam Dua Pekan Terakhir Terus Naik, Harga Cabai Rawit
Merah di Bandar Lampung Rp 90 Ribu per Kg.

http://www.tribunnews.com/nasional/2022/06/12/dalam-dua-pekan-
terakhir-terus-naik-harga-cabai-rawit-merah-di-bandar-lampung-
rp-90-ribu-per-kg 196 News, 12/06/2022.

Harga cabai rawit dan bawang merah terus meroket sepekan
terakhir di Bandar Lampung. Di Pasar Pasir Gintung, harga cabai
rawit melonjak Rp 70 ribu perkilogram (Kg). Sedangkan di Pasar
Tugu, harga cabai rawit mencapai Rp 80 ribu per Kg. Sedangkan
di Pasar Tamin Rp 75 ribu per Kg.Harga cabai rawit merah di Pasar
Pasir Gintung Rp 85.000 perkilogram, Pasar Tugu Rp 90.000
perkilogram, dan Pasar Tamin Rp 90.000 perkilogram.

Sementara harga bawang merah di pasar Pasir Gintung Rp 55.000,
Pasar Tugu Rp 60.000 dan di Pasar Tamin Rp 58.000 per kg.
Pedagang cabai rawit di Pasar Pasir Gintung, Mul (47) mengatakan
kenaikan sudah sejak beberapa pekan sebelumnya.

Namun dia mengakui sejak sepekan terakhir harga cabai terus
merangkak naik.

“Yang lagi naik (harga) cabai rawit sama bawang merah. Menurut
Mul, pekan lalu cabai rawit merah masih di kisaran harga Rp 60.000
perkilogram. Cabai rawit hijau Rp Rp 65.000. Sedangkan harga
bawang merah di kisaran harga Rp 42.000 - Rp 45.000 perkilogram.
“Untuk bahan pokok lainnya masih stabil, misal hari ini baik besok
besok sudah turun lagi.

Melonjaknya harga cabai rawit dan bawang merah diakui sejumlah
pedagang mempengaruhi penjualan mereka. Karena para
konsumen lebih memilih mengurangi jumlah pembelian kebutuhan
pokok tersebut. Jarang ada yang beli kiloan, paling seperempat
kadang cuma ambil 2 ons,” kata Sari, salah satu pedagang di pasar
Tugu. Menurut Sari, hal yang sama juga berlaku untuk bawang
merah. “Penting kan buat mereka bumbu dapur nya ada, gak mesti
banyak sesuai kebutuhan.

16 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


Sementara itu, Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag
Lampung M Zimmi Skill mengatakan 2 jenis bahan pokok tersebut
memang menjadi sorotan sejak beberapa pekan terakhir. Kenaikan
harga cabai rawit merah dan bawang merah di pasar tradisional
karena sejumlah faktor. Zimmi menjelaskan, kenaikan harga cabai
dikarenakan sejumlah petani pemasok pasar pasar tradisional ini
mengalami gagal panen. Gagal panen, sehingga suplai kebutuhan
ke pasar pasar berkurang cenderung mengalami kelangkaan. Oleh
sebab itu, harga cabai praktis mengalami kenaikan mengingat stok
yang terbatas.

Sementara yang mempengaruhi kenaikan harga bawang merah
karena bencana alam, banjir. “Bawang ini dari Brebes, petani di
sana tidak bisa panen karena banjir menyebabkan tanggul jebol.
Untuk menanggulangi kenaikan harga bahan pokok tersebut,
Zimmi menyatakan pihaknya bakal mengadakan rapat bersama
instansi terkait.

d Harga Cabai Kian Pedas Capai Rp100 Ribu per Kg.
http://www.harianterbit.com/ekonomi/pr-2743604369/harga-cabai-

kian-pedas-capai-rp100-ribu-per-kg 196 New, 12/06/2022. Harga
cabai terus merangkak naik mencapai Rp100 ribu per kilogram (kg),
dari dua pekan sebelumnya yang hanya Rp60 ribu hingga Rp70 ribu
per kilogram. Pemerintah diminta turun tangan guna menstabilkan
komoditas kebutuhan pokok masyarakat ini. Galih, pedagang di pasar
Cisalak, Depok, Jawa Barat mengungkapkan, kenaikan harga cabai
untuk seluruh jenis cabai terjadi sejak dua pekan terakhir. Puncaknya,
kata dia, adalah hari ini yang mencapai Rp100 ribu per kilogram.

“Saya banyak diprotes sama pembeli, padahal harga sudah naik
dari pemasoknya. Dua minggu lalu cabai merah ini naik antara
Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per kilo, sekarang sudah Rp100 ribu
satu kilo,” kata Galih ditemui di Pasar Cisalak, Depok, Minggu
(12/6/2022).

17EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


Galih berharap pemerintah membantu untuk menurunkan harga
cabai mengingat komoditas ini merupakan kebutuhan pokok
masyarakat maupun pedagang.”Adik saya kebetulan jualan nasi
pecel, ini sekarang dia kesal karena harga cabainya mahal sekali
jadi mau tidak mau menaikkan harga jual atau menurunkan rasa
sambelnya,” ucapnya. Mengutip data infopangan Jakarta, harga
cabai rawit merah rata-rata di pasar Jakarta mencapai Rp94. 730
perKg dan harga tertinggi Rp120. 000 perkg Sementara harga
cabai merah keriting rata-rata Rp76. 316 perKg dan tertinggi Rp90.
000 perKg.

Sebelumnya, anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan meminta
Kementerian Pertanian (Kementan) fokus dalam penanganan
pascapanen dalam produksi cabai dalam rangka mengatasi
kenaikan harga cabai yang melonjak. “Saya minta Kementan
mempelopori agar penyusutan dari produksi cabai dapat
diminimalisir melalui manajemen pascapanen yang baik, kita
semua paham bahwa komoditas cabai ini tidak tahan lama maka
perlu teknologi pascapanen seperti resi gudang atau cold storage
dan lain-lain agar lebih tahan lama.

Menurut Johan, Kementan perlu mengoptimalkan penanganan
pascapanen sebab saat ini kehilangan hasil dari produksi cabai
masih sangat tinggi hingga harganya sering melonjak. “Kenaikan
harga ini sangat meresahkan konsumen karena belanja dapur
merupakan kebutuhan pokok setiap rumah tangga.

STATEMENT ;
Johan Rosihan,
Kementerian Kementan) fokus dalam penanganan pascapanen

dalam produksi cabai dalam rangka mengatasi kenaikan harga
cabai yang melonjak. Saya minta Kementan mempelopori agar
penyusutan dari produksi cabai dapat diminimalisir melalui
manajemen pascapanen yang baik, kita semua paham bahwa
komoditas cabai ini tidak tahan lama maka perlu teknologi

18 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


pascapanen seperti resi gudang atau cold storage dan lain-lain
agar lebih tahan lama.

Kementan perlu mengoptimalkan penanganan pascapanen
sebab saat ini kehilangan hasil dari produksi cabai masih sangat
tinggi hingga harganya sering melonjak. Kenaikan harga ini
sangat meresahkan konsumen karena belanja dapur merupakan
kebutuhan pokok setiap rumah tangga.

e Terserang Patek, Cabai Gagal Panen Pikiran Rakyat,
13/06/2022. Di tengah meroketnya harga cabai yang mencapai
Rp 95.000 per kilogram, petani di Kota Bogor malah merugi. Hal
ini karena serangan virus atau penyakit patek pada tanaman cabai,
seperti yang terjadi di Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanah
Sareal. Patek atau yang memiliki nama ilmiah antraknosa, memang
menjadi hal menakutkan bagi para petani cabai. Patek menjadi
penyakit utama yang dapat menyebabkan kerugian secara ekonomi
di sektor pertanian cabai.

Petani cabai di Bogor, Riyadul Muslim mengatakan, pertumbuhan
cabai hingga Januari dan Februari berkembang sangat baik.
Setelah itu, masuk pada masa buah dan pucuk cabai pun mulai
tumbuh di setiap pohon. Sekitar Mei, Muslim melakukan panen
perdana. Awal panen itu sekitar dua minggu lalu. Hasilnya cukup
baik. Cabai tumbuh sempuma.

Namun, dua minggu setelah panen perdana itu, cuaca di Kota
Bogor mulai tak menentu. Hujan turun saat pagi dan sore, hingga
malam. Beberapa tanaman cabai mulai menunjukkan performa
yang kurang baik. Terlihat ada seperti lekukan berwama cokelat
di beberapa cabai hingga mengering. Kondisi tersebut menyebar
ke cabai lainnya. Sebenamya kalau untuk kondisi kita sekarang
sangat memprihatinkan. Pertama, kita kena serangan patek. Dari
sekitar 7.000 meter persegi lahan, sekitar 3.000 meter persegi
pohonnya sudah kita cabut, ujarnya.

19EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


Padahal, saat panen perdana, Muslim bisa menghasilkan 800
kilogram cabai. Cuma ke sini ke sini, karena faktor cuaca, produksi
kami sangat jauh dari yang ditargetkan. Kami hanya bisa memanen
cabai dengan kondisi baik sekitar 5 kilogram sampai 6 kilogram.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Penyuluhan
Pertanian pada DKPP Kota Bogor, Dian Herdiawan mengatakan,
kondisi itu tidak hanya terjadi di Kota Bogor, tapi juga di seluruh
wilayah di tanah air. Biasanya serangan patek terjadi pada kondisi
hujan terus-menerus.

Saat ini harga cabai di Kota Bogor mengalami lonjakan drastis.
Kepala Sub Bagian Humas Perumda PPJ, Iwan Arif Budiman
mengatakan, kenaikan harga cabai terjadi sejak pekan lalu. Secara
bertahap, harga cabai terus meroket hingga mencapai Rp 95.000
per kilogram.

Statement ;
Iwan Arif Budiman ;
Kenaikan harga cabai terjadi sejak pekan lalu.

f Hama Patek Jadi Penyebab Harga Cabai Meroket,
http://solotrust.com/read/45561/Hama-Patek-Jadi-Penyebab-

Harga-Cabai-Meroket 197 News, 14/06/2022. Harga cabai mulai
melambung di pasar tradisional Solo. Berdasarkan pantauan
Solotrust. com pada Senin (13/6), seorang pedagang cabai di
kios Pasar Legi Solo, Warsini (42) mengaku harga terus meroket
selama dua pekan terakhir dari Rp60 ribu per kilogram kini Rp90
ribu per kilogram. “Sebelume Rp60 ribu (per kilogram), Rp70 ribu
gitu, langsung setiap harine mundak 5 ribuan gitu. Terus jatuhnya
Rp90 ribu ini,” papar Warsini.

Kenaikan harga yang signifikan lantaran pasokan cabai menurun.
Hasil panen cabai pun banyak yang terkena hama patek.

20 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


Dimakan patek gini bikin panennya gagal. Karangsono (Jember,
Jawa Timur) gagal panen karena kebanjiran, biasanya pemasok
mayoritas dari Karangsono, Banyuwangi gitu,” lanjut Warsini.
Menurutnya, pasokan cabai dari wilayah Jawa Timur menurun.
Kini ia mengambil pasokan cabai dari wilayah Boyolali. “(Cabai dari
wilayah) Boyolali, Cepogo, sret (cabai rawit) kurang disukai karena
(rasanya) kurang kuat dari daerah Jawa Timur.

Sementara itu, harga cabai merah besar juga kian memuncak
hingga Rp65 ribu per kilogram semenjak satu bulan lalu harga
berada di kisaran Rp30-35 ribu per kilogram. Selain Warsini,
seorang pedagang cabai di pasar yang sama, Ngatinem (51)
juga mengeluhkan harga cabai yang terus melonjak. Naiknya
harga membuat minat konsumen menurun. Sekarang ya pembeli
menurun, kalau biasanya (membeli) 10 kilogram, ya sekarang
cuma 5 kilo, 7 kilo. Biasanya ambilnya 2 kuintal, ini cuman 70,
80, 50 (kilogram). Kalau ambil banyak kan gak kuat nanti mbak
(harganya).

Sementara menurut Rudiyantoro (54) petani asal Boyolali mengaku
juga dilanda hama patek. Hasil panennya kena patek. Itu kayak
virus, bisa dari benih. Jadi panennya jelek. Biasanya karena cuaca
tropis ini, hawanya kan lembap, panas hujan. Kondisi tanahnya juga.

Hama patek membuat hasil panen menurun dan harga cabai
melonjak. Hama patek bisa melanda tanaman sejak dari kecambah
dan dapat melanda seluruh bagian tanaman hingga buah. Biasanya
bermula dengan bintik-bintik kecil berwarna kehitaman atau bentuk
buah yang meliuk. Patek dapat ditemukan pada panen cabai,
tomat, dan sebagainya.

g Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu PerKg.
http://www.balpos.com/harga-cabai-tembus-rp-100-ribu-

perkg-557,576 News, 15/06/2022. Selama sepekan terakhir,
harga cabai rawit di Kota Balikpapan mencapai Rp 100 ribu per

21EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


kilogram. Menurut Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan,
naiknya harga cabai rawit dikarenakan cuaca ekstrim dan musim
penghujan, sehingga berdampak pada produksi.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Arzaedi
Rachman mengatakan, komoditas yang mengalami kenaikan, yaitu
cabai rawit dan telur. Penyebab kenaikan harga ditengarai kondisi
cuaca dan gagal panen. “Harga cabai rawit itu tembus Rp 100.
000 ribu per kilogram, kalau cabai merah besar Rp 70.000 ribu,
cabai keriting mencapai Rp70. 000 per kilogram. Kenaikan harga
cabai karena faktor cuaca dan gagal panen dari daerah pemasok
sementara permintaan meningkat.

Ia menjelaskan, kenaikan harga terjadi karena memang dari
daerah penghasil komoditi ini kurang pasokan dan gagal panen.
Sebab kebutuhan komoditi kita datang dari luar daerah, seperti
Jawa Timur dan Sulawesi. Namun komoditi yang datang cuma dari
Sulawesi saja. Sedangkan untuk daerah Jawa Timur belum ada.
“Daerah kita ini memang sangat tinggi ketergantungannya dengan
daerah luar terkait dengan bahan pokok ini.

Ia mengatakan, harga normal cabai rawit sekitar Rp 30 hingga 40
ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai rawit dan telur terjadi sejak
satu pekan terakhir. Sedangkan harga telur Rp 31 ribu dari harga
eceran tertinggi sebesar Rp 24 ribu per kilogram. “Harga telur tiap
pedagang berbeda tapi ada yang menyentuh Rp 31 ribu dalam
peraturan menteri perdagangan HET telur Rp 24 ribu ini Rp 31
ribu, kemarin dipantau Rp 28 ribu ada kenaikan signifikan karena
memang pasokan aman tapi permintaan meningkat, disamping
harga pakan ayam juga naik.

Arzaedi menuturkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan
di pasaran. Apalagi disaat ini sekarang menjelang hari raya Idul
Adha. Selain cabai, disebutkan dia, harga daging ayam juga
mengalami kenaikan. Daging ayam Rp34 ribu menjadi Rp36 per

22 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


kilogram namun begitu harga daging ayam relatif masih wajar.
Pihaknya berharap harga tidak mengalami kenaikan hingga
akhir tahun. Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat
daging ayam mengalami kenaikan. Salah satunya naiknya harga
pakan ternak.

STATEMENT ;
Arzaedi Rachman
Komoditas yang mengalami kenaikan, yaitu cabai rawit dan telur.

Daerah kita ini memang sangat tinggi ketergantungannya dengan
Daerah luar terkait dengan bahan pokok ini. Harga normal cabai
rawit sekitar Rp. 30 hingga 40 ribu per kilogram.

Harga telur tiap pedagang berbeda tapi ada yang menyentuh Rp.
31 ribu dalam peraturan menteri perdagangan HET telur Rp. 24
ribu ini Rp. 31 ribu, kemarin dipantau Rp. 28 ribu ada kenaikan
signifikan karena memang pasokan aman tapi permintaan
meningkat, disamping Harga pakan ayam juga naik. Pihaknya akan
terus melakukan pemantauan di pasaran. Ada beberapa faktor
yang membuat daging ayam mengalami kenaikan.

h Harga Cabai Tambah Pedas, Memo-x, 16/06/2022. Pedagang
cabai di Kabupaten Sumenep mengeluhkan harga cabai semakin
mahal. Mutiatul Hasanah, warga desa Karduluk, Kecamatan
Pragaan, Kabupaten Sumenep, mengatakan kenaikan harga cabai
ini sudah sekitar 2 pekan yang lalu. Harga saat ini dibilang cukup
menggila, Tembus Rp 110 Ribu per Kilogram. Harga Cabai Tambah
‘Pedas’.

Sumenep, Memo X Kini masyarakat di Kabupaten Sumenep harus
mengelus dada. Sebab, kenaikan harga cabai saat ini merangkak
naik. Parahnya lagi, harga satu kilogram cabai ini dijual hampir
setara dengan harga satu kilo daging sapi. Yakni perkilonya
mencapai Rp 110 ribu. Dengan itu, wanita yang profesinya sebagai
penjual pentol ini merasa rugi. Jual pentol rugi karena harga cabai

23EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


mahal. Saya beli satu kilo harganya Rp 110 ribu. Bingung ini, mau
dapat untung dari mana. Toh harga cabai semakin melapaui batas.

Sementara itu, Kepala Dinas Koprasi Perindustrian dan
Perdagangan (Diskoperindag) Chainur Rasyid, melalui Kabid
Perdagangan Noer Lisa Anbiyah mengatakan bahwa harga cabai
itu tidak diatur dalam mekanisme pabrikasi. Artinya nilai jual cabai
itu tergantung dari stok barang.

Kami hanya memantau saja. Jika stok barang banyak dan
kebutuhan pasar sedikit, maka harga jualnya pasti murah,
begitu juga sebaliknya mas. Ditempat terpisah, tingginya harga
komoditi sayuran pedas yang beberapa hari lalu mencapai Rp
40 ribu perkilogram kini melambung tinggi mencapai Rp 100 ribu
perkilogram. Hal ini membuat beberapa masyarakat semakin
kelabakan mengingat banyaknya harga bahan pokok kebutuhan
dapur yang belum turun harganya sejak pasca lebaran idul fitri
pada Mei lalu.


i. Daftar Lengkap Harga Bahan Pangan Pantauan Polda Riau

Jelang Idul Adha, Cabai Merah Capai Rp 100.000.
http://pekanbaru.tribunnews.com/2022/06/17/daftar-lengkap-

harga-bahan-pangan-pantauan-polda-riau-jelang-idul-adha-cabai-
merah-capai-rp-100000 559,383 News, 17/06/2022. Sejumlah
bahan pangan di Provinsi Riau, mengalami lonjakan harga. Ini
sudah terjadi sejak beberapa hari belakangan. Kenaikan harga
khususnya terjadi menjelang Hari Raya Idul Adha. Polda Riau
melalui Subdit I Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus)
Polda Riau, melakukan pemantauan harga di pasaran. Kenaikan
harga terjadi cukup drastis, terutama di Kota Pekanbaru, dan juga
beberapa kabupaten/kota lainnya.

Berdasarkan hasil pendataan tim Subdit I Ditreskrimsus Polda
Riau, per 15 Juni 2022, harga cabai merah mencapai Rp103.
500 per kilogram (Pekanbaru). Kemudian, cabai rawit harganya

24 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


Rp90 ribu per kilogram (Pekanbaru), bawang merah Rp60 ribu
per kilogram (Pekanbaru), bawang putih Rp30 ribu perkilogram
(Pekanbaru). Lalu daging sapi mencapai Rp150 ribu perkilogram
(Inhil), daging ayam ras Rp40 ribu perkilogram (Rohil), telur ayam
ras Rp60 ribu (Dumai dan Siak), gula pasir Rp15 ribu perkilogram
(Pekanbaru), tepung terigu Rp13 ribu per kilogram (Kuansing) dan
minyak goreng Rp26. 700 per liter (Kepulauan Meranti).

Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Riau Kompol Edi Rahmat Mulyana,
saat dikonfirmasi, tak menampik jika kenaikan harga sejumlah
bahan pangan ini, terjadi mendekati Hari Raya Idul Adha.
Kemungkinan seperti itu (kenaikan harga terjadi jelang Hari Raya
Idul Adha). Untuk cabai karena terjadi gagal panen khususnya di
daerah Jawa.

Sementara itu, Robby, seorang pedagang di pasar mengatakan,
harga cabai di Riau ini, mengikuti kenaikan harga dari daerah
penghasil seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara. “Udah dari
sananya mahal, mungkin karena pupuknya mahal lalu cuaca juga
tidak mendukung soalnya hujan terus.

STATEMENT ;
Edi Rahmat Mulyana,
Kemungkinan seperti itu (kenaikan harga terjadi jelang Hari Raya

Idul Adha). Untuk cabai karena terjadi gagal panen khususnya di
daerah Jawa.

j Puluhan Hektare Cabai Gagal Panen, Radar Bandung,
17/06/2022. Pamulihan Puluhan hektare kebun cabai di
kawasan Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, mengalami
gagal panen. Kondisi ini menyebabkan harga cabai di pasaran
mengalami kenaikan.

Dari total 40 hektare kebun cabai yang dikelola kelompok tani,
hanya 30 persen lahan yangberhasil dipanen. Cuaca buruk dan

25EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


tingginya harga pupuk serta obat tanaman, menjadi salah satu
penyebab banyaknya lahan cabai yang mengalami gagal panen.
Salah seorang petani cabai, Aseng (58) mengatakan, saat ini
kegagalan panen cabai mencapai 60 hingga 70 persen. Jika kondisi
normal, petani bisa menghasilkan cabai hingga 30 ton per hari.
Namun saat ini karena cuaca ekstrem, hasil panen kurang dari 10
ton. Makanya sekarang ini pasokan lagi berkurang, kalau dulu itu
perhari bisa 20 sampai 30 ton, sekarang paling hanya 7 ton saja,
kata Aseng, Kamis (16/6).

Aseng menuturkan, kegagalan panen yang diakibatkan cuaca
buruk serta tingginya harga pupuk dan obat tanaman, membuat
modal yang dikeluarkan lebih besar. Puluhan Hektare Cabai
Gagal Panen. Mahalnya ongkos produksi tidak sebanding dengan
hasil yang diperoleh, sehingga petani cabai mengalami kerugian.
Petani merugi terus sudah 2 tahun, karena terkendala modal yang
dikeluarkan, sementara hasilnya berkurang.

Para petani cabai, lanjut Aseng, berharap adanya solusi terkait
situasi dan kondisi yang dialaminya saat ini, agar tidak terus
mengalami kerugian.

k Kenaikan Harga Cabai di Sarolangun Disebabkan
Kurangnya Pasokan
http://www.metrojambi.com/read/2022/06/27/71656/kenaikan-

harga-cabai-di-sarolangun-disebabkan-kurangnya-pasokan
71 News, 27/06/2022. Lonjakan harga cabai di berbagai pasar
tradisional di wilayah Kabupaten Sarolangun masih terus terjadi.
Bahkan harga komoditi cabai disebut hampir setara dengan harga
daging sapi di pasaran.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan
Kabupaten Sarolangun Dedi Hendri mengatakan harga cabai
mengalami kenaikan dikarenakan pasokannya berkurang. Cabai
itukan dia berlaku hukum alam, ketika dia langka tentu harganya
naik. Inikan terkait dengan pasokan dari daerah produksi cabai
yang banyak gagal panen.

26 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


Di Kabupaten Sarolangun sendiri, lanjut Dedi, masih belum cukup
banyak memiliki petani cabai yang mampu memproduksi cabai
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurut Dedi, saat ini
baru terdapat sekitar enam hektare ladang cabai yang tengah
diusahakan oleh para petani dan akan memasuki tahapan panen
dalam waktu dekat. Tentu memang kita tidak mampu memenuhi
kebutuhan, mangkanya ketika kebutuhan banyak sementara barang
sedikit jadi harga naik. Dedi berharap melalui program yang telah
disusunnya, akan dilakukan penanaman ladang cabai tambahan
di Sarolangun. Dengan akan dilaksanakannya program tersebut
diharapkan mampu mengimbangi harga cabai yang menyentuh Rp
100 ribu per kilogram.

Sementara itu, pengembangan tanaman cabai tersebut kini tengah
berproses pengelolaan tanah dan mudah-mudahan dalam bulan
Juli 2022 mendatang dapat segera tertanam. Itu ada bantuan cabai
termasuk bawang. Kalau untuk kendala petani menanam cabai itu
karena biaya yang besar, per hektar itu bisa mencapai 60 juta dan
belum lagi resikonya.

STATEMENT ;
Dedi Hendri
Harga cabai mengalami kenaikan dikarenakan pasokannya

berkurang. Cabai itukan dia berlaku hukum alam, ketika dia
langka tentu harganya naik. Inikan terkait dengan pasokan dari
daerah produksi Cabai yang banyak gagal panen. Di Kabupaten
Sarolangun sendiri, masih belum cukup banyak memiliki petani
cabai yang mampu memproduksi cabai untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat. Saat ini baru terdapat sekitar enam hektare ladang
cabai yang tengah diusahakan oleh para petani dan akan memasuki
tahapan panen dalam waktu dekat.

Tentu memang kita tidak mampu memenuhi kebutuhan, mangkanya
ketika kebutuhan banyak sementara barang sedikit jadi harga

27EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


naik. Melalui program yang telah disusunnya, akan dilakukan
penanaman ladang cabai tambahan di Sarolangun. “Rencananya
di Singkut sama di Pelawan dan daerah-daerah lain yang pas.

Pihaknya akan mendorong wilayah termasuk pemerintah desa
untuk membantu peningkatan produksi tanaman pangan. Saya
pikir itu sektor peluang yang besar seperti cabai dan bawang ini.
Sekarang ini, dibawah itu ada bantuan dari pusat dan itu ada 10
hektare yang akan dikembangkan di Singkut dan Pelawan. Itu
ada bantuan cabai termasuk bawang. Kalau untuk kendala petani
menanam cabai Itu karena biaya yang besar, per hektar Itu bisa
mencapai 60 juta dan belum lagi resikonya.

l Hingga Rp125 Ribu per Kg Harga Cabai Merah di
Pematangsiantar Meroket

http://mediaindonesia.com/nusantara/502451/harga-cabai-merah-
di-pematangsiantar-meroket-hingga-rp125-ribu-per-kg 881 News,
27/06/2022. Jelang Hari Raya Idul Adha, harga cabai merah di Kota
Pematangsiantar mengalami kenaikan yang cukup tinggi hingga
mencapai Rp125 ribu per kilogram. Demikian juga dengan harga
cabai rawit hijau mencapai Rp60 ribu per kilogram.

Berdasarkan pantauan di pusat pasar tradisional Pasar Horas dan
Pasar Dwikora yang terletak di jantung Kota Pematangsiantar,
selain harga cabai merah raya dan cabai rawit hijau, bawang
merah lokal juga turut mengalami kenaikan hingga Rp56 ribu per
kilogram. Seorang pedagang sayur mayur, Irwan, yang sehari-
harinya memasok atau menjual sayur mayur dan cabai merah ke
kedua pasar tradisional mengatakan kenaikan harga cabai merah
dan cabai rawit hijau dikarenakan gagal panen dan naiknya harga
pupuk. “Kalau kami mengambil cabai merah dari petani Kabupaten
Simalungun saat ini sudah mencapai Rp80 ribu per kilogram kalau
kualitas bagus dan nantinya kami akan menjual ke pedagang di
pasar Dwikora sebesar Rp100 ribu per kilogram.

28 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


Sementara pengambilan harga cabai rawit hijau dari petani sudah
mencapai Rp45 ribu per kg dan kami menjualnya ke pedagang
Rp50 ribu per kilogram,” kata Irwan kepada Media Indonesia,
Senin (27/6). Dia membeberkan kenaikan harga cabai merah raya
dan cabai rawit hijau dikarenakan gagal panen dan mahalnya
harga pupuk. Akibat gagal panen cabai merah dan cabai rawit
hijau lalu mahalnya harga pupuk juga diikuti oleh langkanya untuk
mendapatkan pupuk,” tutur Irwan yang sehari-harinya membeli
sayur mayur dan cabai merah langsung dari petani di sekitar
Seribudolok Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.

Di tempat terpisah, Direktur Umum Perusahaan Daerah Pasar
Horas Jaya Toga Sehat Sihite mengungkapkan kenaikan harga
pangan komoditas utama di kedua pasar tradisional Pasar Horas
dan Pasar Dwikora yang di bawah naungan PD Pasar Horas Jaya
ini mengungkapkan ada beberapa harga pangan komoditas utama
mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. “Harga cabai
merah di Pasar Horas update hari ini sudah mencapai Rp125 ribu
per kilogram sementara di Pasar Dwikora mencapai Rp123 ribu per
kilogram. Untuk cabai rawit hijau saat ini Rp60 ribu per kg di Pasar
Horas dan Rp58 ribu per kh di Pasar Dwikora. Untuk bawang merah
lokal Rp56 ribu per kilogram di Pasar Horas

m Faktor Cuaca, Petani Cabai Merugi Radar Cirebon, 27/06/2022.
Petani cabai Desa Argalingga, Kecamatan Argapura
mengeluhkan dengan kenaikan harga cabai akibat kondisi
gagal panen faktor cuaca. Petani cabai Desa Argalingga,
Kecamatan Argapura mengeluhkan dengan kenaikan harga cabai
akibat kondisi gagal panen faktor cuaca. Harga bahan pokok di
sejumlah pasar di Kabupaten Majalengka mulai merangkak naik.
Terutama komoditas cabai kenaikannya sangat signifikan.

Dari sejumlah pasar tradisional di kabupaten Majalengka harga
komoditas cabai berkisar mulai RplOO sampai dengan Rpl20
ribu per kilogram. Terutama menjelang Hari Raya Idul Adha 1443

29EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


Hijriah seperti sekarang ini, berbagai komoditas sayuran hampir
keseluruhan semakin mahal. Kenaikan harga cabai yang sudah
terjadi beberapa pekan terakhir ini justru tidak membuat petani
untung.

Justru mereka mengeluhkan karena tanaman cabai yang ditanam
petani di Majalengka busuk hingga gagal panen karena faktor cuaca.
Cabai yang busuk bakal gak laku kalau dijual dengan harga tinggi,
tutur Ajat salah seorang petani cabai Desa Argalingga, Kecamatan
Argapura. Dia menyebutkan, untuk cabai dengan kondisi masih
hijau hanya bisa dijual Rpl5 sampai dengan 20 ribu per kilogram.

Sementara cabai rawit merah mencapai Rp50 ribu sampai Rp55 ribu
per kilogram. Menurutnya, kondisi tersebut umumnya disebabkan
curah hujan yang terlalu tinggi. Belum lagi serangan hama langsung
ke tanaman cabai hingga membusukmenjadi kendala lain dalam
masa panen seperti sekarang ini.

Selain memang cuaca, di desa kami juga karena yang menanam
cabainya berkurang. Banyak yang beralih karena tidak punya modal
akibat panen terakhir gak banyak untungnya. Menurut dia, pemilik
modal yakni supplier atau distributor, bukan petani. Para distributor
itu langsung menyalurkan sampai ke pedagang. Kebanyakan petani
sekarang beralih ke tanaman lain menjadi salah satu faktor harga
cabai sekarang mengalami kenaikan.

Naiknya harga cabai pada tahun ini terbilang paling lama dari
tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini sudah memasuki hampir
dua bulan. Sementara biasanya. Kenaikan harga cabai hanya
paling lama di kisaran waktu satu bulan.

I ni yang menjadi persoalan mengingat baru tahun ini naiknya harga
cabai durasinya jaling lama dari biasanya lanya sebulan. Jadi yang
untung mah bagi petani yang punya modal. Kalau kaya saya gini
malah rugi karena gak ada pemasukan. Kami berharap pemerintah
bisa turun tangan untuk meringankan beban petani.

30 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


Upaya dari pemerintah itu diharapkan penyediaan untuk pupuk dan
obat tanaman atau modal bagi para yang tidak memiliki modal besar
agar saat musim panen tiba produksi panen cabai bisa melimpah.

2 Harga bawang
a Harga Bawang Merah Melonjak di Mataram,
http://www.suarantb.com/2022/06/24/harga-bawang-merah-

melonjak-di-mataram 118 News, 24/06/2022. Tak hanya cabai,
harga bawang merah juga turut melonjak drastis. Kenaikan harga
ini disinyalir karena tanaman milik petani rusak. Kendati demikian,
stok sampai Idul Adha dinilai masih aman.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Barang Penting Perdagangan
Dalam Negeri pada Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri
Wahyunida mengaku heran harga bawang merah justru mengalami
kenaikan signifikan dari Rp24 ribu/kg menjadi Rp45 ribu/kg.
Padahal, pasokan dari Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima
melimpah. Sekarang itu panen raya. Banyak sekali datang dari
Bima dan Dompu,” kata Nida dikonfirmasi, Kamis, 23 Juni 2022.
Kenaikan harga bawang mencapai 100 persen langsung digali
permasalahannya di lapangan. Kabarnya, tanaman bawang milik
petani banyak rusak akibat cuaca, sehingga gagal panen.

Namun demikian, stok kebutuhan sampai Hari Raya Idul Adha
masih aman. Justru yang mengalami penurunan harga adalah
cabai rawit. Dari sebelumnya Rp110 ribu/kg turun menjadi Rp90
ribu/kg. Demikian juga cabai keriting dari Rp60 rib/kg menjadi
Rp50 ribu/kg. Ia memperkirakan operasi pasar yang digelar selama
tujuh hari mampu menekan lonjakan harga cabai. Mahalnya cabai
berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Justru yang menjadi
keluhan pedagang harga cabai mahal, tetapi sepi pembeli. Ia
membantah bahwa turunnya harga cabai karena adanya pasokan
cabai dari Pulau Jawa dan Batam. Justru, harga cabai di luar
daerah juga mahal sehingga tidak memungkinkan untuk dikirim.

31EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


Pihaknya mencoba mengecek data ke provinsi dan ternyata cabai
dikirim ke luar daerah hanya 23 ton dari sebelumnya mencapai
ratusan ton. Hal ini mengindikasikan petani atau pengepul cabai
di Lombok Timur dan Lombok Barat menjual di daerah. Meskipun
harga bawang dan cabai mahal, tetapi stok masih aman sehingga
tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Padahal
pasokan dari Dompu dan Kabupaten Bima melimpah. Sekarang di
sana sedang panen raya. Banyak sekali dikirim ke Mataram.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, gambaran isu berita negatif
terkait pada Hortikultura untuk bulan Juni 2022, harga bawang,
harga cabai. Secara rinci gambaran jumlah isu negatif pada bulan
Juni 2022 sebagai berikut.

Gambar 2.2. Hortikultura
Jumlah berita negatif sebanyak 2 judul 4 berita

32 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


NO PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN
1 PMK
a Wabah PMK Meluas Radar Solo, 01/06/2022. Petugas Dinas

Perternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali memasang
palang pintu masuk pasar hewan Jelok, Cepogo, kemarin (31/5).
Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai merambah
Kecamatan Andong. Hingga kemarin (31/5), ditemukan 98 ternak
suspek PMK di kecamatan sisi timur Kota Susu tersebut.

Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan (Disnakan) Lusia Dyah
Suciati mengatakan, ternak yang suspek mulai dari sapi, kambing,
dan babi. Gejalanya lesi Iidah hingga panas tinggi. Sampai akhir
Mei tercatat sebanyak 458 ternak suspek PMK. Dari temuan ini,
zona kuning suspek PMK bertambah. Pada kasus-kasus tertentu
ada ternak yang tidak selamat. Seperti menuliki penyakit penyerta
lain atau komorbid dan lainnya. Di Kecamatan Mojosongo, tiga ekor
sapi mati dan lima dipotong paksa. Sampai saat ini kasus positif
PMK tetap 21 ternak dengan kondisi sudah sembuh. Sedangkan
kasus sembuh baik positif maupun suspek PMK ada 41

Asisten Il Bidang Perekonornian dan Pembangunan Sekda Boyolali
Insan Adi Asmono memastikan stok obat PMK sampai saat ini
masih aman. Seluruh ternak yang terindikasi suspek langsung
mendapatkan penanganan’ Termasuk penyuntikan secara rutin
untuk penurun panas, antibiotik dan vitamin. Sedangkan vaksin
ternak masih menunggu dari Kementerian Pertanian (Kementan).
Stok obat PMK sampai saat ini aman. Kalau vaksin menunggu
koordinasi dengan kementan. Kami sosialisasi pada desa dan
kecamatan yang ada suspek untuk melaporkan. Perlu kewaspadaan
juga dari petemak agar PMK segera terkendali.

Selain itu, keputusan lockdown dengan menutup pasar hewan
dilakukan selama tiga pasaran. Pemkab juga menggencarkan
edukasi pada peternak untuk ketersediaan daging menjelang Idhul
Adha. Tak dipungkiri, PMK memengaruhi harga sapi. Meskipun dia

33EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


berharap penanganan dengan lockdown ini tak sampai membuat
fluktuasi harga ternak. Kami harap tak berimbas fluktuasi harga
ternak. Tapi langkah terbaik yang kita ambil itu (Lockdown). Karena
(pasar) jadi lalu Iintas ternak antar daerah. Maka akan kita evaluasi
tiap pasaran dan itu akan menentukan kapan pasar beroprasi
kembali, Kemudian, untuk Idhul Adha, beberapa waktu kedepan
akan ada edukasi bagaimana penanganan penyembelihan kurban
sehingga tidak terjadi penularan PMK.

b DPR Desak Kementan Minta Jokowi Tetapkan Status Bencana
PMK, 08/06/2022. Sekjen Kementerian Pertanian (Kementan)
Kasdi Subagyono mengatakan, penetapan wabah penyakit mulut
dan kuku (PMK) sebagai bencana tidak bisa langsung dilakukan.
Pasalnya, kata dia, tidak semua daerah bersedia dinyatakan
sebagai daerah wabah PMK. Terkait penetapan wabah, surat
Menteri yang baru keluar itu untuk 2 provinsi, yaitu Jawa Timur dan
Aceh. Memang dalam penetapan itu didahului surat gubernur. Dan
sebelumnya bapak Menteri juga sudah menyampaikan faktanya.
Bahwa belum banyak yang mau dinyatakan sebagai wabah, itu
yang kami hadapi,” kata Kasdi saat rapat dengar pendapat Eselon
I Kementan dengan Komisi IV DPR RI.

Hal itu disampaikan menjawab desakan Komisi IV DPR menjadikan
wabah sebagai bencana. Dengan begitu penanganan PMK di
dalam negeri bisa dilakukan secara cepat. Termasuk, peluang
mengganti hewan yang harus dimusnahkan karena PMK. “Saya
sudah pastikan data nggak benar, saya yakinlah. Meskipun data
yang saya punya hanya dari dapil saya, mental ASN mirip. Kami
sudah tawarkan solusi agar mengajukan kepada Presiden supaya
ini dijadikan sebagai bencana. Untuk langkah penanganan penyakit
ini,” kata anggota Komisi IV fraksi Partai Keadilan Sejahtera Slamet.

Anggota Komisi IV DPR fraksi Partai Demokrat Suhardi Duka
menambahkan hal senada. Dia menyoroti keterbatasan anggaran
Kementan dalam penanganan wabah PMK. “Kalau cuma punya

34 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


2 ekor sapi, mati, harapan hidupnya itu terancam. Tapi apa pun
kita diskusikan di sini saling menyalahkan, selama anggaran
Kementan seperti ini, nggak bisa selesai. Kalau menurut saya,
segera bikin langkah, minta ke Presiden anggaran khusus
penanganan PMK. Kalau cuma refocusing anggaran 2022, di sisi
lain aspirasi dipertahankan, omong kosong. Segera buat proposal
yang mantap, fakta, dan ancaman. Minta anggaran ke Presiden,
ke Menteri Keuangan.

Menanggapi hal itu, Kasdi mengungkapkan, pihaknya telah
mengajukan permohonan tambahan anggaran kepada Menteri
Keuangan. “Kami sudah masukkan usulan tambahan anggaran
terkait khusus penanganan PMK kepada Menteri Keuangan,
sekarang dalam proses. Tapi kami belum dapat perkembangan
dari sana. Tambahan anggaran khusus PMK untuk anggaran
tahun 2022.

STATEMENT ;
Kasdi Subagyono
Penetapan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) sebagai

bencana tidak bisa langsung dilakukan. Pasalnya, tidak semua
daerah bersedia dinyatakan sebagai daerah wabah PMK. “Terkait
penetapan wabah, surat Menteri yang baru keluar itu untuk 2
provinsi, yaitu Jawa Timur Dan Aceh. Memang dalam penetapan
itu didahului surat gubernur. Dan sebelumnya bapak Menteri juga
sudah menyampaikan faktanya. Bahwa belum banyak yang mau
dinyatakan sebagai wabah, itu yang kami hadapi.

Pihaknya telah mengajukan permohonan tambahan anggaran
kepada Menteri Keuangan. Kami sudah masukkan usulan
Tambahan anggaran terkait khusus penanganan PMK kepada
Menteri Keuangan, sekarang dalam proses. Tapi Kami belum dapat
perkembangan dari sana. Tambahan anggaran khusus PMK untuk
anggaran tahun 2022.

35EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


Suhardi Duka
Kalau cuma punya 2 ekor sapi, mati, harapan hidupnya itu terancam.

Tapi apa pun kita diskusikan di sini saling menyalahkan, selama
anggaran Kementan seperti ini, nggak bisa selesai. Kalau menurut
saya, Segera bikin langkah, Minta ke Presiden anggaran khusus
penanganan PMK. Kalau cuma refocusing anggaran 2022, di sisi
lain aspirasi dipertahankan, omong kosong. Segera buat proposal
yang mantap, fakta, dan ancaman. Minta anggaran ke Presiden,
ke Menteri Keuangan.

c Ratusan Sapi Suspek PMK, Bogor nggak Dapat Jatah Vaksin,
http://www.metropolitan.id/2022/06/ratusan-sapi-suspek-pmk-
bogor-nggak-dapat-jatah-vaksin 553,622 News, 08/06/2022.
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mulai menjangkiti hewan
ternak di Kota Bogor. Tujuh sapi di Kota Bogor positif PMK hingga
ratusan hewan lainnya terpaksa diisolasi. Sayang, vaksin untuk
ternak belum juga didistribusikan Kementerian Pertanian. DINAS
Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor menyebutkan
hasil uji laboratorium sampel darah ketujuh ekor sapi yang suspek
terjangkit PMK sudah keluar pada Selasa (7/6). Dimana ketujuh
ekor sapi yang berada di Rumah Potong Hewan (RPH) Bubulak,
Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, itu dinyatakan positif PMK.

Imbas ketujuh ekor sapi yang dinyatakan positif PMK, Anas
menyebut ratusan ternak di RPH Bubulak juga dinyatakan suspek
PMK. Nantinya, ratusan ternak sapi itu akan menjalani tes PCR.

Seluruhnya. Kita akan bekerja sama dengan Balivet untuk PCR
secara gratis. Saya sudah bikin surat ke Balivet untuk nanti
minta dilab semuanya. Begitu bebas, saya buka ulang. Itu kan
antisipasinya. Saat ini, ketujuh ekor sapi yang dinyatakan positif
PMK telah mendapat perawatan khusus dengan diberi rempah-
rempah berupa kunyit, gula merah, hingga suplemen. Kita kasih
vitamin biar cepat pulih. Supaya mayoritas sehat dan tetap segar.
Tiga ratus hewan lainnya juga termasuk. Kita kasih vitamin. Meski

36 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


begitu, DKPP Kota Bogor mengaku tidak mendapatkan vaksin
untuk hewan ternak jenis sapi dari Kementerian Pertanian. Vaksin
hanya diberikan ke daerah penghasil ternak saja.

Direktur Kesehatan Hewan (Dirkeswan) Direktorat Jenderal
Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian
Pertanian, Nuryani Zainuddin, mengatakan bahwa impor vaksin
dilakukan karena Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) belum siap
memproduksi vaksin PMK dalam waktu cepat. “Tetapi Agustus
dalam minggu keempat rencananya Pusvetma akan mulai produksi
vaksin PMK massal.

Namun, Ditjen PKH akan merekomendasikan beberapa kriteria
sapi yang terlebih dahulu mendapatkan vaksin itu. Beberapa di
antaranya, hewan rentan yang memiliki masa hidup lebih lama
seperti sapi perah. Kemudian sapi-sapi yang berada pada Unit
Pelaksana Teknis (UPT) Pembibitan Ternak di bawah naungan
pemerintah. “Setelahnya, lanjut ke populasi hewan pada daerah
wabah yang berisiko dengan menggunakan zonasi atau ring
vaksinasi. Misal di satu kecamatan ada satu desa, ada sapi yang
tertular. Maka jarak 10 kilometer atau ditentukan dengan juknis
yang kita susun nanti, ring vaksinasi dilakukan.

Ditjen PKH juga telah melakukan sosialisasi dan pelatihan
sementara kepada para petugas terkait rencana vaksinasi PMK
pada 27 dan 29 Mei. Nantinya kegiatan itu dilanjutkan dengan
bimbingan teknis (bimtek), jelang penyelenggaraan vaksinasi.
“Tetapi yang penting komunikasi kepada peternak dan tokoh
masyarakat untuk menginformasikan pelaksanaan vaksinasi,
minimal tiga hari sebelum pelaksanaan,” ingatnya. Sementara itu,
untuk kebutuhan hewan kurban Idul Adha di Kota Bogor, Anas S
Rasmana mengaku bahwa pasokan daging sapi agak tersendat.
Dari kebutuhan 17.000 ekor setiap tahunnya, tahun ini baru ada
sekitar 2.000 ekor.

37EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


d Permintaan Daging Sapi Turun 30 Persen Akibat Wabah PMK,
Tribun Jogja, 08/06/2022. Suasana Pasar Hewan Siyono Playen.
Gunungkidul terlihat sepi tanpa aktivitas pada Selasa (7/6). Pasar
hewan ini ditutup sebagai upaya mencegah meluasnya penularan
penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak. Wabah penyakit
mulut dan kuku (PMK) pada ternak di Gunungkidul berpengaruh
pada permintaan terhadap dagmg sapi. Hal ini diketahui dari
hasil pantauan yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan (Disdag)
setempat. Analis Kebijakan Ahli Muda, Disdag Gunungktdul, Sigit
Haryanto mengungkapkan permintaan masyarakat akan datang
sapi turun sejak munculnya PMK. “Turunnya sekltar 30 persen.

Ia tak menampik turunnya permintaan dipengaruhi oleh isu soal
PMK pada ternak. Apalagi penjualan ternak juga saat ini juga lesu
dengan penutupan aktivitas pasar hewan. Sigit juga mengatakan
harga daging sapi di pasaran. Terpantau ikut melorot tipis
dibanding harga normalnya di kisaran RpI30. 000 per kilogram
(kg). “Sekarang ini harga daging sapi di kisaran Rp125. 000 per kg.

Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya guna menjaga harga
agar tidak anjlok. Salah satunya dengan meningkatkan pemantauan
dan pengawasan untuk memastikan kualitas dagng sapi yang dijual
tetap aman untuk dikonsumsi. “Kami berkoordinasi dengan Dinas
Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) untuk pengawasan.

Sebelumnya, Wibawanti WulandaIi rnengatakan sudah sebanyak
118 temak berstatus suspek PMK. Sebanyak 22 ekor diantaranya
dinyatakan positif terpapar penyakit tersebut. Selain penutupan
pasar hewan, pihaknya berencana untuk melakukan vaksinasi
pada temak. Persediaan vaksin nantinya akan distribusikan
oleh Kementerian Pertanian (Kementan). “Saat ini kami masih
menunggu informasi lebth lanjut dari sana.

e PMK mewabah, PPSKI khawatir terjadi kelangkaan hewan
kurban, http://www.alinea.id/nasional/pmk-mewabah-ppski-

38 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


khawatir-terjadi-kelangkaan-hewan-kurban-b2flx9EeL 572 News,
08/06/2022. Penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
jadi sorotan jelang pelaksanaan Iduladha yang jatuh pada 9
Juli 2022. Proses pengiriman hewan ternak antarpulau maupun
antardaerah dikhawatirkan dapat menyebarkan penyakit secara
lebih luas.

Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau
Indonesia (PPSKI) menilai, perlu adanya koordinasi yang baik dan
terarah dalam pengaturan lalu lintas hewan ternak serta produk
turunannya. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir kebingungan
para peternak dalam memahami dan menjalankan aturan yang
dikeluarkan oleh pemerintah.

Ketum DPP PPSKI Nanang Subendro mengatakan, adanya wabah
PMK dikhawatirkan berdampak pada kelangkaan hewan kurban di
pasaran. Untuk itu, perlu koordinasi yang baik dari semua pihak
supaya niat baik kurban tidak berdampak buruk. “Yang tampak
sehat, tampak sembuh, tetapi tata kelola pemotongannya tidak
diawasi dengan benar, bisa jadi lahan tumbuh subur virus di lokasi
pemotongan. Perlu koordinasi yang baik dari semua pihak supaya
niat baik kurban tidak berdampak buruk,” ujar Nanang dalam
diskusi publik terkait penanganan PMK yang digelar secara daring.

Pihaknya menyarankan agar perlakuan terhadap hewan kurban
tahun ini diberikan perbedaan untuk meminimalisir penyebaran
virus. Misalnya, calon pembeli hewan kurban bisa menggunakan
APD dan kandang hewan selalu disemprot dengan desinfektan.

Kementerian Pertanian telah menerbitkan Surat Edaran tentang
Pelaksanaan Kurban dan Pemotongan Hewan dalam Situasi
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Disease) pada
18 Mei 2022. Dalam surat ini turut dijelaskan sejumlah aturan
termasuk penjualan dan pemotongan hewan kurban, dan alternatif
tindakan terhadap hewan yang terduga PMK. PPSKI mengimbau

39EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


para peternak sapi dan kerbau di Indonesia agar lebih memperketat
biosecurity di masing-masing kandang untuk mencegah penularan
penyakit.

Diberitakan sebelumnya, PMK pada hewan ternak kembali muncul
di Indonesia untuk pertama kali pada April 2022. Penyakit ini
menyerang hewan ternak berkuku belah, seperti sapi, kerbau,
kambing, domba, dan babi. Kejadian PMK dalam skala luas akan
memberi dampak kerugian ekonomi akibat turunnya produktivitas,
kematian, dan harga jual ternak yang murah. Selain itu PMK juga
berdampak dalam perdagangan internasional, baik ternak hidup
maupun produk ternak karena adanya larangan ekspor.

f Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Ternak, Begini Langkah
Kementan, http://kbr.id/nasional/06-2022/wabah_penyakit_
mulut_dan_kuku_ternak__begini_langkah_kementan/108639.
html 44 News, 09/06/2022. Kementarian Pertanian melakukan
sejumlah upaya untuk menangani wabah Penyakit Mulut dan Kuku
(PMK) pada ternak. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian
Kasdi Subagyon menyebut dari segi anggaran, pemerintah
mengalokasikannya untuk penanganan PMK yang saat ini menjadi
fokus Kementan. Kata dia, pemerintah juga berencana melakukan
refocusing dana untuk PMK.

Jadi prinsipnya adalah sampai saat ini dengan kemampuan anggaran
yang ada, kami melakukan beberapa tindakan SOS terutama yang
berkait dengan baik menyangkut masalah pendataan, kemudian
yang kedua adalah menyangkut masalah penatakelolaan lalu
lintas ternak antarwilayah. Kemudian juga penyediaan daripada
obat-obatan dari anggaran yang saat ini ada. Dan nanti tentu kami
juga sebenarnya sudah membicarakan terkait dengan refocusing
setelah bawah menteri memberikan arahan kepada kami untuk
dilakukan itu.

Pemerintah berencana menambahkan anggaran kepada Dirjen

40 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


Peternakan dari refocusing eksternal masing-masing eselon 1
untuk menambahkan dukungan anggaran terhadap kegiatan yang
konkrit dari pada penanganan PMK. Tangani Wabah Penyakit Mulut
dan Kuku, Pemerintah akan Impor Vaksin PMK Meluas, Kementan
Perketat Arus Lalu Lintas Ternak Antardaerah.

Selain itu kata dia, langkah konkrit untuk untuk menangani PMK
tidak dari perspektif pemerintah pusat saja, namun juga daerah. Ia
mengklaim berkomunikasi dengan gubernur, bupati serta walikota
untuk koordinasi penanganan PMK. Selain itu terkait dorongan
DPR agar penetapan wabah PMK menjadi bencana atau darurat
nasional, kata dia sejauh ini baru keluar dua surat keputusan
Menteri Pertanian, yaitu untuk Jawa Timur dan Aceh melalui surat
gubernur. Ia juga menyebut belum banyak daerah yang mau
dinyatakan atau ditetapkan sebagai daerah wabah.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH)
Kementan Nasrullah menjelaskan pemerintah telah mengimpor
vaksin darurat sebesar tiga juta dosis yang bersumber dari APBN
PKH. Vaksin itu berasal dari Prancis dengan estimasi kedatangan
minggu kedua Juni 2022. Selain itu kata dia, ada vaksin dari mitra
yakni Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang akan
tiba pada 12 Juni. Kemudian vaksin dari kerja sama Australia 500
ribu sampai 1 juta, Brasil 100 ribu sampai 1 juta, Selandia Baru 100
ribu dosis dengan perkiraan akan tiba pada 1 Juli 2022.

Untuk pengembangan vaksin di Pusat Veteriner Farma, saat ini
lagi proses untuk persiapan, dan estimasi akan dimulai di bulan
Agustus-September 2022,” kata Nasrullah. Kebutuhan vaksin tahun
2022 diperkirakan kurang lebih 17 juta. Untuk cakupan 80 persen
dari populasi provinsi terdampar dan frekuensi vaksinasi sebanyak
3 kali, 2 kali tahun 2022 dan 1 kali di tahun 2023. Kebutuhan vaksin
untuk tahun 2022 sebanyak 27,2 juta dosis.

g

41EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


Penularan Penyakit Mulut dan Kuku Kian Masif, Kompas,
09/06/2022. Situasi penularan penyakit mulut dan kuku atau PMK
semakin mengkhawatirkan karena ada penambahan 24.148 kasus
hanya dalam empat hari. Komisi IV DPR meminta pemerintah
serius menanggulangi wabah, termasuk agar melaporkan situasi
riil di lapangan sehingga diharapkan ada penetapan situasi darurat
di tingkat nasional.

Menurut data Pusat Krisis Penanganan dan Pengendalian PMK
Kementerian Pertanian (Kementan), per 2 Juni 2022, dinyatakan
ada 57.732 hewan yang sakit, baik terkonfirmasi maupun suspek.
Dalam paparan Kementan saat rapat dengar pendapat dengan
Komisi IV DPR, per 6 Juni 2022, terdapat 81.880 hewan yang
dinyatakan sakit. Artinya, ada penambahan 24.148 kasus dalam
empat hari. Dari 81.880 hewan yang dinyatakan sakit, sebanyak
28.538. Dari perkembangan yang terjadi, pemerintah seakan
menganggap masalah ini kecil.

Dedi Mulyadi ekor sembuh, pemotongan bersyarat 607 ekor, mati
524 ekor, dan belum sembuh 52.211 ekor. Kasus PMK terdeteksi
di 163 kabupaten/kota di 18 provinsi. Di Jawa Timur terdapat
29.590 ekor ternak yang sakit, disusul Aceh 13.025 ekor, dan Nusa
Tenggara Barat 12.156 ekor.

Wakil Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Golkar Dedi Mulyadi
menilai, PMK telah menjadi problem besar yang menyangkut
nasib peternak rakyat. Namun, dari perkembangan yang terjadi,
pemerintah seakan menganggap masalah ini kecil. Seharusnya,
sejak awal pemerintah merumuskan kebijakan untuk memusnahkan
sapi yang tertular disertai penggantian.

Sejumlah anggota Komisi IV DPR mendorong ada penetapan
situasi darurat nasional. Menurut saya, ambil langkah, minta
kepada Presiden dan Kementerian Keuangan agar ada anggaran
khusus untuk penanganan PMK. Segera buatkan proposal yang

42 EVALUASI Berita dan Pendapat Masyarakat


Click to View FlipBook Version