The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by cindramustapa3107, 2021-04-19 03:16:53

RESUME 1 CINDRA MUSTAPA

RESUME 1 CINDRA MUSTAPA

KETERAMPILAN KLINIK PRAKIK KEBIDANAN

AFSIKSIA
RESUME MATERI KELOMPOK I :

NAMA: CINDRA MUSTAPA
NIM: 751540120071
KELAS: IC KEBIDADAN

DEFENISI ASFIKSIA NEONATORUM.

Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi di mana bayi tidak
dapat bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Keadaan
tersebut dapat disertai dengan adanya hipoksia, hiperkapnea, sampai asidosis.
Asfiksia ini dapat terjadi karena kurangnya kemampuan organ bayi dalam

menjalankan fungsinya, seperti pengembangan paru.

Penyebab dari hal ini adalah terjadinya hipoksia pada janin di dalam uterus.
Asfiksia menyebabkan kematian neonatus antara 8-35% di negara maju,
sedangkan di negara berkembang antara 31-56,5%.

FAKTOR PENYEBAB ASFIKSIA.
Asfiksia neonatorum dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya
adalah adanya
(1) penyakit pada ibu sewaktu hamil seperti hipertensi, gangguan atau penyakit

paru, dan gangguan kontraksi uterus.
(2) pada ibu yang kehamilannya berisiko.
(3) faktor plasenta, seperti janin dengan solusio plasenta.
(4) faktor janin itu sendiri, seperti terjadi kelainan pada tali pusat, seperti tali

pusat menumbung atau melilit pada leher atau juga kompresi tali pusat
antara janin dan jalan lahir.
(5) faktor persalinan seperti partus lama atau partus dengan tindakan tertentu.

KLASIFIKASI ASFIKSIA.

1. Asfiksia Ringan APGAR Skor PENATALAKSANAAN ASFIKSIA. Penatalaksanaan asfiksia neonatorum sebaiknya sebagai
(7-10) Penatalaksanaan pada bayi dengan asfiksia berikut :
2. Asfiksia Sedang APGAR Skor neonatorum adalah sebagai berikut. •pada pelayanan primer direkomendasikan ketersediaan
(4-6) 1. Pemantauan gas darah, denyut nadi, fungsi alat-alat/bahan resusitasi berupa oksigen, balon
3. Asfiksia Berat APGAR Skor sistem jantung dan paru dengan melakukan mengembang sendiri, sungkup oksigen, penghangat, pipa
(0-3). resusitasi, memberikan oksigen yang cukup, orogastrik, kateter penghisap, kateter umbilikal dan obat-
Berdasarkan nilai APGAR ( serta memantau perfusi jaringan tiap 2-4 jam. obat resusitasi seperti cairan kristaloid dan epinefrin.
Appearence, Pulse, Grimace, 2. Mempertahankan jalan napas agar tetap •pada pelayanan sekunder direkomendasikan
Activity, Respiration). Asfiksia baik, sehingga proses oksigenasi cukup agar ketersediaan alat-alat/bahan resusitasi sesuai dengan
diklasifikasikan menjadi 4 yaitu sirkulasi darah tetap baik. tingkat pelayanan dasar ditambah obat-obatan koloid,
: asfiksia berat dengan nilai dekstrosa, natrium bikarbonat, nalokson dan antibiotika,
APGAR 0-3, asfiksia ringan serta alat kesehatan berupa pulse oksimeter, infant
dengan nilai APGAR 4-6, bayi warmer, blender oksigen, laringoskop, selang endotrakeal,
normal atau sedikit asfiksia dan Neopuff.
dengan nilai APGAR 7-9, bayi pada pelayanan tersier direkomendasikan ketersediaan
normal dengan nilai APGAR 10. alat-alat/bahan resusitasi sesuai dengan tingkat
pelayanan sekunder ditambah continuous positive arway
pressure (CPAP).

KESIMPULAN

Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi di mana bayi tidak dapat bernapas secara spontan dan
teratur segera setelah lahir. Keadaan tersebut dapat disertai dengan adanya hipoksia, hiperkapnea, sampai asidosis.

Asfiksia neonatorum dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah adanya
(1) penyakit pada ibu sewaktu hamil seperti hipertensi, gangguan atau penyakit paru, dan gangguan kontraksi uterus;
(2) pada ibu yang kehamilannya berisiko.
(3) faktor plasenta, seperti janin dengan solusio plasenta.
(4) faktor janin itu sendiri, seperti terjadi kelainan pada tali pusat, seperti tali pusat menumbung atau melilit pada
leher atau juga kompresi tali pusat antara janin dan jalan lahir.

(5) faktor persalinan seperti partus lama atau partus dengan tindakan tertentu.

Berdasarkan nilai APGAR ( Appearence, Pulse, Grimace, Activity, Respiration). Asfiksia diklasifikasikan
menjadi 4 yaitu : asfiksia berat dengan nilai APGAR 0-3, asfiksia ringan dengan nilai APGAR 4-6, bayi normal atau
sedikit asfiksia dengan nilai APGAR 7-9, bayi normal dengan nilai APGAR 10.
Penatalaksana secara umum pada bayi baru lahir dengan asfiksia menurut Wikjosastro (2005) adalah sebagai berikut
: pengawasan suhu bayi baru lahir secara relatibe kehilangan panas yang diikuti oleh penurunan suhu tubuh.

D PERTANYAAN DAN JAWABANDD

1. Sebagai seorang bidan bagaimana cara anda menangani kasus asfeksia neonatorum pada bayi baru lahir?(dari Ni Nyoman Selviyanti )
jadi menurut saya sebagai seorang bidan yang dapat kita lakukan untuk menangani asfiksia pada bayi baru lahir yaitu :
1. Memberikan tambahan oksigen pada saat persalinan untuk meingkatkan oksigenasi bayi sebelum lahir.
2. Melakukan pemeriksaan lebih lanjut apakah ada resiko untuk melahirkan normal. Jika ada, menurut saya kita sebagai bidan dapat menyarankan ibu
untuk memilih operasi sesar sebagai upaya penyelamatan bagi persalinan yang sulit.
3. Melakukan pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan APGAR SKOR untuk mengetahui apakah bayi ini mengalami asfiksia, dengan cara ini bidan dapat
secepatnya menangani asfiksia agar tidak berlanjut pada kematian bayi.(Jawaban dari Sri Wahyuni Abd Rahman)

2. Jelaskan apa penyebab terjadinya asfiksia pada bayi?(dari Sri Myanti Olii)
Beberapa penyebab terjadinya asfiksia pada bayi adalah: Gangguan pada plasenta, seperti lepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum bayi dilahirkan
(solusio plasenta). Tekanan darah ibu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah selama mengandung. Proses persalinan yang terlalu lama.(Jawaban dari
Putri Regina Nusi)

3. Apakah bayi yang terkena asfiksia sejak lahir akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangannya?(dari Anatasya Mutma Innah Abdullah)
Asfiksia yang terjadi pada saat kelahiran dapat menyebabkan gangguan baik setelah kelahiran atau pada jangka waktu yang lebih lama setelah
kelahiran. Jadi jelas akan mempengaruhi proses tumbuh kembang bayi. Saat organ-organ tubuhnya tidak cukup mendapatkan pasokan oksigen, maka
kinerja pun akan menurun. alhasil pertumbuhan dan perkembangan bayi pun akan ikut terhambat.(Jawaban dari Dwi Amalia Pakaya)

4. Apakah yang dimaksud dgn hipoksia,heperkapnea dan osidosis itu?(dari Mariani Yusuf)
Hipoksia atau kekurangan oksigen dalam jaringan tubuh merupakan suatu keadaan yang berbahaya. Tanpa oksigen yang cukup, organ-organ seperti
otak dan hati dapat mengalami kerusakan dalam waktu singkat.
Hiperkapnia adalah kondisi yang terjadi akibat kadar karbon dioksida terlalu tinggi dalam darah. Hal ini sering disebabkan oleh hipoventilasi atau
gangguan pernapasan, di mana kurangnya oksigen yang masuk ke paru-paru dan kurangnya karbon dioksida yang dikeluarkan. Asidosis adalah kondisi
yang terjadi ketika kadar asam di dalam tubuh sangat tinggi. Kondisi ini ditandai dengan beberapa gejala, misalnya napas pendek, linglung, atau sakit
kepala.(jawaban dari Nadia Bilondatu)

5. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan asfiksia neonatrum!(dari FitriAkase)
1. penyakit pada ibu sewaktu hamil seperti hipertensi, gangguan atau penyakit paru, dan gangguan kontraksi uterus.
2. pada ibu yang kehamilannya bersiko.
3. faktor plasenta, seperti janin dengan solusio plasenta .
4. faktor janin itu sendiri, seperti terjadi kelainan pada tali pusat, seperti tali pusat menumbung atau melilit pada leher atau juga kompresi tali pusat
antara janin dan jalan lahir. 5. faktor persalinan seperti partus lama atau partus dengan tindakan tertentu.(Jawaban dari Putri Regina Nusi)

Thank You


Click to View FlipBook Version
Previous Book
KASUS PERAN MAHASISWA MELAWAN KORUPSI_EKA PRATIWI TEHA-dikonversi (1)
Next Book
TB_T&F_250_21