E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
Intellectual
Ayo, Kita Diskusikan!
MITOS FAKTA COVID-19
CHECK!
Mandi air hangat bisa Banyak minum air
membunuh virus putihmembunuh virus
corona?
corona?
Kumur air garam dan Minuman panas bisa
cuka bisa membunuh membunuh virus
corona?
virus corona?
1. Gangguan pada Sistem Pernapasan Manusia Intellectual
a. Influenza
Influenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Influenza
virus. Gejala umum influenza yaitu, demam dengan suhu lebih dari 39 °C, pilek,
bersin-bersin, batuk, sakit kepala, sakit otot, dan rongga hidung terasa gatal.
Dengan kondisi hidung tersumbat, penderita influenza akan kesulitan untuk
bernapas. Virus influenza keluar dari tubuh seseorang bersamaan dengan batuk
dan pilek, kemudian disebarkan melalui udara. Selain itu, virus juga dapat
menular ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus,
kemudian orang tersebut menyentuh mulut dan mata. Agar kamu tidak mudah
tertular virus influenza, sebaiknya kamu selalu menggunakan masker ketika
47
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
berkendaraan dan rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum
makan.
Visual
Gambar 11. Virus Influenza
Sumber: wikipedia.org
b. Tonsilitis
Secara normal, tonsil (amandel) akan menyaring virus dan bakteri yang
akan masuk ke dalam tubuh bersamaan dengan makanan atau udara. Apabila
daya tahan tubuh dalam kondisi lemah, virus dan bakteri akan menginfeksi tonsil
sehingga dapat menyebabkan penyakit tonsilitis. Gejala tonsilitis yaitu sakit
tenggorokan, tonsil mengalami peradangan, batuk, sakit kepala, sakit pada bagian
leher atau telinga, dan demam. Virus yang dapat menyebabkan tonsilitis yaitu
Adenovirus, Rhinovirus, Influenza, dan Corona virus. Golongan bakteri yang
menyebabkan tonsilitis pada umumnya bakteri Streptococcus.
Visual
Gambar 12. Tonsilitis
Sumber: en.wikipedia.org
c. Tuberculosis (TBC)
Penyakit TBC disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium
tuberculosis. Selain menginfeksi paru-paru, bakteri ini juga dapat menginfeksi
bagian lain dari tubuh. Perhatikan Gambar 1.10! Ketika bakteri tersebut masuk ke
48
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
dalam paru-paru, bakteri akan menyebabkan infeksi sehingga memicu sistem
imun untuk bergerak menuju area yang terinfeksi dan segera “memakan” bakteri
tersebut agar tidak menyebar luas. Jika sistem imun lemah, maka bakteri dapat
masuk ke dalam peredaran darah dan sistem limfa untuk menginfeksi organ lain.
Visual
Gambar 13. (a) Paru-paru Penderita TBC, (b) Bakteri Penyebab Penyakit TBC, Mycobacterium
tuberculosis
Sumber: Sumber:(a) radiopaedia.org, (b) louisville.edu
d. Faringitis
Faringitis adalah infeksi pada faring oleh kuman penyakit, seperti virus,
bakteri, maupun jamur. Virus yang dapat menyebabkan faringitis misalnya,
Adenovirus, Orthomyxovirus, Rhinovirus, dan Coronavirus. Banyak bakteri yang
dapat menginfeksi faring, salah satunya yaitu Streptococcus pyogenes. Perhatikan
Gambar 8.10! Selain disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan jamur, faringitis
juga dapat disebabkan oleh zat kimia yang dapat mengiritasi jaringan pada faring.
Faringitis merupakan penyebab umum sakit tenggorokan. Orang yang menderita
faringitis biasanya disertai dengan radang tonsil (amandel), yang menyebabkan
rasa nyeri saat menelan makanan. Penanganan faringitis yaitu dengan memberi
antibiotik dan anti-fungi untuk membunuh bakteri serta jamur yang menginfeksi
faring. Selain itu, tentu harus ditambah dengan mengonsumsi makanan yang
bergizi, agar sistem pertahanan tubuh menjadi lebih kuat. Visual
49
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
Gambar 14. (a) Faringitis, (b) Salah Satu Bakteri Penyebab Faringitis, Streptococcus pyogenes
Sumber: en.wikipedia.org
e. Pneumonia
Pneumonia merupakan infeksi pada bronkiolus dan alveolus. Penyebab
terjadinya pneumonia, antara lain karena infeksi dari virus, bakteri, jamur, dan
parasit lainnya. Namun, umumnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus
pneumoniae. Pada paru-paru penderita pneumonia terdapat cairan yang kental.
Cairan tersebut dapat mengganggu pertukaran gas pada paru-paru. Hal ini
menyebabkan oksigen yang diserap oleh darah menjadi kurang. Visual
Gambar 15. (a) Paru-paru Normal (b) Paru-paru Pneumonia
Sumber: Berwald et al. 2007
Gejala dari penyakit pneumonia yaitu demam, batuk berdahak, tidak enak
badan, sakit pada bagian dada, dan terkadang mengalami kesulitan bernapas.
Penyakit pneumonia dapat ditularkan melalui udara ketika penderita pneumonia
batuk maupun bersin. Oleh karena itu, ketika kamu pergi ke rumah sakit untuk
menjenguk teman atau saudara yang dirawat di rumah sakit, sebaiknya kamu
menggunakan masker. Penanganan pneumonia dapat dilakukan dengan
memberikan antibiotik, obat pembuat saluran napas menjadi lebar (bronkodilator),
terapi oksigen, dan penyedotan cairan dalam paru-paru. Gambar 15 merupakan
perbandingan antara alveolus orang sehat dengan alveolus penderita pneumonia.
50
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
Visual
Gambar 16. Kondisi Alveolus Normal dan Alveolus Penderita Pneumonia
Sumber: medicalassessmentonline.com
f. Asma
Asma merupakan salah satu kelainan yang menyerang saluran pernapasan.
Asma dapat disebabkan oleh faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang dapat
menyebabkan asma diantaranya masuknya zat pemicu alergi (alergen) dalam
tubuh, misalnya asap rokok, debu, bulu hewan peliharaan, dan lain-lain.
Masuknya allergen, akan memicu tubuh untuk menghasilkan senyawa kimia
seperti prostaglandin dan histamin. Senyawa kimia tersebutlah yang dapat
memicu penyempitan saluran pernapasan
Visual
Gambar 17. Kondisi Bronkus Normal dan Penerita Asma
Sumber: en.wikipedia.org
51
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
g. Kanker Paru-paru Intellectual
Kanker paru-paru terjadi karena pertumbuhan sel- sel yang tidak
terkendali pada jaringan dalam paru-paru. Jika sel-sel tersebut tidak segera
ditangani, dapat menyebar ke seluruh paru-paru bahkan jaringan di sekitar paru-
paru. Gejala orang yang menderita kanker paru-paru yaitu batuk disertai darah,
berat badan berkurang drastis, napas menjadi pendek, dan sakit pada bagian dada.
Sekitar 85% kasus kanker paru-paru disebabkan oleh merokok dalam
jangka waktu yang lama, sedangkan 10-15% kasus terjadi pada orang yang tidak
pernah merokok. Kanker paru-paru pada orang yang tidak merokok dapat
diakibatkan karena kombinasi faktor keturunan dan faktor lingkungan, misalnya
menghirup debu asbes dan udara yang terpolusi, termasuk akibat menjadi
perokok pasif.
Visual
Gambar 18 Kanker Paru-Paru
Sumber: Campbell et al. 2008
h. Covid-19
Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu
kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus
ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini
juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru
(pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), Severe Acute
Respiratory Syndrome (SARS), bahkan bisa menimbulkan kematian.
Ada dugaan, virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia.
Tapi kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke
manusia. Seseorang bisa tertular COVID-19 melalui berbagai cara, di antaranya:
52
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
a. Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita
COVID-19 batuk atau bersin.
b. Memegang mulut, hidung atau mata tanpa mencuci tangan terlebih dulu
setelah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19.
c. Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau
berjabat tangan. Visual
Gambar 19. Penderita Covid-19
Sumber: mediaindonesia.com
Gejala Coronavirus bervariasi, mulai dari flu biasa hingga gangguan
pernapasan berat menyerupai pneumonia. Gejala Corona yang umum dialami
mereka yang mengalami infeksi coronavirus adalah:
a. Demam tinggi disertai menggigil
b. Batuk kering
c. Pilek
d. Hidung berair dan bersin-bersin
e. Nyeri tenggorokan
f. Sesak napas
Gejala virus corona tersebut dapat bertambah parah secara cepat dan
menyebabkan gagal napas hingga kematian. Centers for Disease Control and
53
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
Prevention (CDC) gejala infeksi virus 2019-nCoV dapat muncul mulai dua hari
hingga 14 hari setelah terpapar virus tersebut.
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus ini
adalah:
a. Pemberian Vaksin Covid-19 yang saat ini sudah berjalan di Indonesia
b. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem
imunitas / kekebalan tubuh meningkat.
c. Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau
hand-rub berbasis alkohol.
d. Ketika batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut dengan tisu atau lengan atas
bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).
e. Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.
f. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan
menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh
mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus
dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.
g. Gunakan masker dengan benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika
Anda sakit atau saat berada di tempat umum.
h. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan
benar, lalu cucilah tangan Anda.
i. Menunda perjalanan ke daerah/ negara dimana virus ini ditemukan.
j. Hindari bepergian ke luar rumah saat merasa kurang sehat, terutama jika
merasa demam, batuk, dan sulit bernapas. Segera hubungi petugas kesehatan
terdekat, dan mintalah bantuan mereka. Sampaikan pada petugas jika dalam
14 hari sebelumnya Anda pernah melakukan perjalanan terutama ke negara
terjangkit, atau pernah kontak erat dengan orang yang memiliki gejala yang
sama. Ikuti arahan dari petugas kesehatan setempat.
54
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
2. Upaya Menjaga Sistem Pernapasan Manusia
a. Olahraga secara rutin dan teratur
Rutin berolahraga dapat menjaga kesehatan paru-paru dan
melancarkan sirkulasi peredaran darah sehingga oksigen yang disalurkan ke
otak dan ke seluruh tubuh menjadi lebih lancar.
b. Mengkonsumsi makanan sehat, bergizi, dan seimbang
Mengkonsumsi makanan yang mengandung protein (daging, telur,
ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, kedelai), sayur dan buah (brokoli,
kale,apel, pisang, alpukat), susu dan olahannya agar imunitas tubuh
meningkat
c. Menghindari asap rokok
Asap rokok sangat berbahaya karena dapat menyebabkan berbagai
penyakit, terutama pada organ pernapasan. Dimana toksin yang ada di dalam
rokok dapat menyebabkan kinerja paru-paru menjadi tidak optimal sehingga
muncul berbagai penyakit seperti infeksi pernapasan (bronkitis dan
pneumonia), asma, dan batuk.
d. Rajin mencuci tangan agar terhindar dari bakteri dan virus
Rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun dapat
menghindarkan teman-teman dari bakteri, virus, dan kotoran yang dapat
menyebabkan penyakit.
e. Menghindari polusi udara
Penggunaan masker bisa menjadi solusi untuk teman-teman dalam
meminimalisir masuknya debu dan kotoran ke organ pernapasan terutama
saat teman-teman berkendara menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki.
f. Istirahat yang cukup
Waktu tidur yang cukup sekitar 6-8 jam per hari dapat memperkuat
sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi, menurunkan risiko penyakit
seperti jantung, ginjal, diabetes dan penyakit kronis lainnya.
55
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
g. Menjaga kebersihan lingkungan
Menjaga kebersihan lingkungan merupakan hal yang penting karena
berpengaruh pada udara di sekitar kita yang akan kita hirup. Dengan
menjaga kebersihan, akan menghindarkan kita dari kuman dan penyakit
lainnya.
Intellectual
INFO SAINS
Perkembangan teknologi telah membawa dampak besar pada berbagai
bidang keilmuan. Dalam bidang medis misalnya, inovasi teknologi telah
membantu menyelamatkan nyawa jutaan manusia. Berbagai penyakit saat ini
sudah ada obatnya, sehingga harapan hidup pun menjadi lebih tinggi.
Tahukah kamu alat bantu pernapasan apa yang digunakan anak oleh anak kecil
di atas? Ya, betul “Nebulizer” namanya.
Nebulizer merupakan salah satu alat untuk membantu sistem pernafasan,
dirancang untuk mereka yang memiliki masalah seperti asma. Cara kerjanya
adalah dengan mengubah cairan kimia obat menjadi uap yang bisa secara
langsung dihirup oleh pasien. Alat ini beroperasi dengan baterai atau listrik.
(sumber: ronif.com)
56
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK (LKPD)
Satuan Pendidikan : MTs N 1 Temanggung
Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : VIII/2
Nama Anggota Kelompok
1.
2.
3.
4.
5.
6.
PETUNJUK 1. Kerjakan LKPD secara berkelompok
2. Isilah nama anggota kelompok
3. Jawablah pertanyaan di tempat yang telah tersedia
57
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
KEGIATAN 5
GANGGUAN PADA SISTEM PERNAPASAN MANUSIA
A. TUJUAN
1. Peseerta mengidentifikasi macam-macam penyakit pernapasan
2. Peserta didik dapat mengkorelasikan gangguan pada sistem pernapasan dan
dampak yang ditimbulkan pada kesehatan manusia
3. Peserta didik dapat menjelaskan upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan
B. PENGANTAR
Penyakit dalam sistem pernapasan manusia beraneka ragam. Apakah
kalian sudah mengetahui penyakit pada sistem pernapasan? Kalau belum mari
kita pelajari kegiatan 4!
C. ALAT DAN BAHAN
Video mengenai gangguan pada sistem pernapasan manusia
D. LANGKAH KERJA Visual
1. Amatilah video terkait gangguan pada sistem pernapasan manusia pada link
berikut: https://www.youtube.com/watch?v=68ddbNVIWZM
Auditory
58
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
2. Setelah menyimak video, lengkapilah tabel hasil pengamatan di bawah ini!
E. TABEL HASIL PENGAMATAN Intellectual
1. Deskripsikan permasalahan yang terdapat pada video, beserta usulan upaya
pencegahannya pada tabel dibawah ini !
Permasalahan Berkaitan Dampaknya Usulan
Pernapasan Pencegahannya
59
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
2. Dengan menggunakan format tabel di bawah, coba identifikasikan gangguan
atau penyakit pada sistem pernapasan lainnya!
No. Nama Bagian yang Penyebabnya Akibat pada Jenis penyakit
tubuh menular (v)
Penyakit diserang
Ya tidak
1.
2.
3.
4.
60
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
F. Kesimpulan
Intellectual Auditory
Tuliskan kesimpulan yang kalian dapatkan dari kegiatan 5, kemudian
komunikasikan di depan kelas.!
G. Tugas Rumah Somatic
Buatlah poster terbaikmu mengenai “upaya untuk menjaga sistem pernapasan
manusia”!
61
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
Intellectual
SOAL LATIHAN 3
1. Penderita asma, terjadi karena ….
A. Hemoglobin darah mengikat komponen selain oksigen seperti karbon
monoksida
B. Peradangan yang terjadi di laring atau pangkal tenggorokan karena infeksi
bakteri, virus atau jamur
C. Penyempitan saluran pernapasan yang disebabkan oleh oleh alergi terhadap
debu, pasir, bulu, serangga kecil ataupun rambut
D. Gangguan pada cabang trakea (bronkus) akibat infeksi
2. Pertumbuhan pabrik dan kendaraan bermotor yang dari waktu ke waktu semakin
banyak mengakibatkan kadar CO2 di udara meningkat dan munculnya gangguan
pernapasan. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu ….
A. Memberikan penyuluhan kesehatan
B. Membuat saringan CO2 di tempat-tempat tertentu
C. Menghentikan motor masuk kota
D. Memasang indikator kualitas udara
3. Infeksi saluran pernapasan karena bakteri Streptococcus dapat menyebabkan
penyakit ….
A. Bronkitis
B. Rhinitis
C. Difteri
D. Pneumonia
62
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
4. Kandungan dalam rokok salah satunya yaitu adanya zat karsinogenik. Zat
karsinogenik berbahaya karena ….
A. Menyebabkan TBC
B. Menyebabkan bronkitis
C. Menyebabkan kanker
D. Menyebabkan influenza
5. Perhatikan gambar di bawah ini!
Berdasarkan gambar tersebut apa yang dapat Kalian simpulkan ….
A. Gambar A merupakan gambar paru-paru dengan kondisi tidak sehat
B. Gambar A merupakan gambar paru-paru dengan kondisi sehat
C. Gambar B merupakan gambar paru-paru dengan kondisi sehat
D. Gambar B merupakan gambar paru-paru dengan kondisi normal
63
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
Apakah kamu sudah mengerjakan latihan soal
di atas? Jika sudah, ayo coba cek jawabanmu!
Berapa nilaimu?
AYO KITA COCOKKAN!
1. C
2. B
3. D
4. C
5. B
NILAI = SKOR BENAR X 20
64
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
Intellectual
RANGKUMAN MATERI
Sistem Pernapasan Manusia
1. Sistem pernapasan manusia tersusun atas hidung, faring (tenggorokan), laring
(ruang suara), trakea (batang tenggorokan), bronkus, bronkiolus, dan paru-paru.
2. Organ penyusun sistem pernapasan tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan
struktur maupun fungsinya.
3. Secara struktural, sistem pernapasan tersusun atas dua bagian utama. (1) Sistem
pernapasan bagian atas, meliputi hidung dan faring. (2) Sistem pernapasan bagian
bawah, meliputi laring, trakea, bronkus, dan paru-paru.
4. Secara fungsional, sistem pernapasan tersusun atas dua bagian utama. (1) Zona
penghubung, tersusun atas serangkaian rongga dan saluran yang saling terhubung
baik di luar maupun di dalam paru-paru. Bagian penghubung, meliputi hidung,
faring, laring, trakea, bronkus, dan bronkiolus. Fungsi dari bagian penghubung
yaitu menyaring, menghangatkan, dan melembabkan udara serta menyalurkan
udara menuju paru-paru. (2) Zona respirasi, tersusun atas jaringan dalam paru-
paru yang berperan dalam pertukaran gas yaitu alveolus.
5. Hidung merupakan organ pernapasan yang langsung berhubungan dengan udara
luar. Hidung dilengkapi dengan rambut-rambut hidung, selaput lendir, konka, dan
reseptor olfaktori. Rambut-rambut hidung berfungsi untuk menyaring partikel
debu atau kotoran yang masuk bersama udara. Selaput lendir sebagai perangkap
benda asing yang masuk terhirup saat bernapas, misalnya debu, virus, dan bakteri.
Konka mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menyamakan suhu udara
yang terhirup dari luar dengan suhu tubuh atau menghangatkan udara yang masuk
ke paru-paru.
6. Faring merupakan organ pernapasan yang terletak di belakang (posterior) rongga
hidung hingga rongga mulut dan di atas laring (superior).
65
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
7. Faring berfungsi sebagai jalur masuk udara dan makanan, ruang resonansi suara,
serta tempat tonsil yang berpartisipasi pada reaksi kekebalan tubuh dalam
melawan benda asing.
8. Laring atau ruang suara merupakan organ pernapasan yang menghubungkan
faring dengan trakea. Di dalam laring terdapat epiglotis dan pita suara.
9. Trakea merupakan saluran yang menghubungkan laring dengan bronkus. Dinding
trakea tersusun dari cincin-cincin tulang rawan dan selaput lendir yang terdiri atas
jaringan epitelium bersilia. Fungsi silia pada dinding trakea untuk menyaring
benda-benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan.
10. Bronkus menghubungkan trakea dengan bronkiolus. Bronkiolus merupakan
cabang-cabang kecil dari bronkus yang memiliki ukuran 0,5 - 1 mm.
11. Paru-paru dibungkus oleh selaput rangkap dua yang disebut pleura. Pleura
berfungsi melindungi paru-paru dari gesekan saat mengembang dan mengempis.
Di dalam paru-paru terdapat jaringan yang berperan dalam pertukaran gas
oksigen dan gas karbon dioksida yaitu alveolus. Dinding alveolus tersusun dari
satu lapis sel epitel pipih.
12. Mekanisme pernapasan dapat dibedakan menjadi pernapasan dada dan
pernapasan perut. Pada pernapasan dada melibatkan kontraksi dan relaksasi otot-
otot antartulang rusuk bagian luar (otot eksternal interkostalis). Pada pernapasan
perut melibatkan kontraksi dan relaksasi otot diafragma.
13. Frekuensi pernapasan dipengaruhi oleh jenis kelamin, posisi tubuh, kegiatan
tubuh, umur, dan suhu tubuh.
14. Volume udara yang digunakan dalam proses pernapasan dikelompokkan menjadi
beberapa macam, yaitu volume tidal (500 mL), volume cadangan ekspirasi (1.500
mL), volume cadangan inspirasi (1.500 mL), volume residu (1.000 mL).
15. Ada banyak gangguan, kelainan, atau penyakit pada sistem pernapasan, antara
lain asma, pneumonia, tuberculosis (TBC), faringitis, tonsillitis, influenza atau flu,
dan kanker paru-paru.
66
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
GLOSARIUM
Intellectual
Alveolus : Kantung udara kecil berdinding tipis. Terletak di dalam paru-paru
dan merupakan tempat bertukarnya oksigen dan karbon dioksida
dari kapiler darah.
Bronkiolus : Percabangan-percabangan lain yang dibentuk bronkus didalam
paru-paru, membentuk cabang-cabang dengan pipa-pipa yang lebih
kecil.
Bronkusus : Percabangan dari trakea, terletak di ujung bawah trakea. Terdiri
atas dua cabang, cabang kekanan menuju ke paru-paru sebelah
kanan dan yang lainnya menuju ke paru-paru sebelah kiri.
Diafragma : Otot utama yang digunakan untuk respirasi, yang terletak tepat di
bawah dasar paru-paru.
Ekspirasi : Proses mengeluarkan udara dari dalam paru-paru (menghembuskan
napas).
Epiglotis : Tulang rawan yang berfungsi sebagai katup pada pita suara (laring
dan tabung udara (trakea), yang akan menutup selama proses
menelan berlangsung.
Esofagus : Disebut juga sebagai kerongkongan. Merupakan tabung yang
menghubungkan faring (tenggorokan) dengan lambung.
Faring : Suatu jalur berbentuk menyerupai pipa yang berfungsi sebagai
tempat masuknya makanan, minuman, maupun udara.
Inspirasi : Proses memasukkan udara kedalam paru-paru (menghirup/menarik
napas).
Laring : Saluran udara tempat melekatnya pita suara. Disebut juga sebagai
67
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
Trakea kotak suara.
: Suatu saluran berbentuk menyerupai pipa yang tersusun atas
tulang-tulang rawan berbentuk C yang dilapisi lendir dan silia.
Merupakan saluran penghubung dari laring menuju bronkus
68
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
DAFTAR PUSTAKA
Adriskanda B., F. Yunus, B. Setiawan. 1997. Perbandingan nilai kapasitas difusi
paru antara orang terlatih dan tidak terlatih. Jurnal Respirologi Indonesia.,
17. 76-83.
Berwald and Juli. 2007. Focus on Life Science Grade 7. Ohio : McGraw-Hill Companies
CCSSO.
Buku Guru. 2017. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII Semester 2. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Buku Siswa. 2017. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII Semester 2. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Campbell, N.A., J.B. Reece, L.A. Urry, M.L. Cain, S.A. Wasserman, P.V. Minorsky,
& R.B. Jackson. 2008. Biology 8th edition. USA: Pearson Education, Inc.
Hastuti, N. dan S.R. Djanah. 2020. Studi Tinjauan Pustaka: Penularan dan
Pencegahan Penyebaran Covid-19. Diakses dari https://ojs.uniska-
bjm.ac.id/index.php/ANN/article/download/2984/2572 pada tanggal 10
Januari 2022, pukul 22.30 WIB.
Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA
dan MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta.
Shier, D. J. Butler, and R. Lewis. 2012. Hole’s Human Anatomy & Physiology 12th
Edition. New York: McGraw–Hill Companies.
Waugh, A. and A. Grant. 2004. Anatomy and Physiology. Ninth Edition. Churchill
Livingstone.
69
E-MODUL PEMBELAJARAN IPA SISTEM PERNAPASAN
MANUSIA
70