The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Standar Operasional Prosedur Laboratorium

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by medel_rock, 2021-10-01 22:18:42

Standar Operasional Prosedur Laboratorium

Standar Operasional Prosedur Laboratorium

LAPORAN PENYUSUNAN

STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR
LABORATORIUM

SMP NEGERI 9 SURAKARTA

DIUSULKAN OLEH

PENGELOLA LABORATORIUM
MUHAMMAD CHOERUL
IHWAN, S.KOM.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR(SOP)
SMP NEGERI 9 SURAKARTA

LAPORAN PENYUSUNAN
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

LABORATORIUM
SMP NEGERI 9 SURAKARTA

NAMA DI SUSUN OLEH :
NUPTK
JABATAN : MUHAMMAD CHOERUL IHWAN, S.Kom.
: 3838762663130202
: PENGELOLA LABORATORIUM

SMP NEGERI 9 SURAKARTA

JL. SEKAR JAGAD I, JEGON, PAJANG, LAWEYAN,
57146 SURAKARTA

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
LABORATORIUM SMP NEGERI 9 SURAKARTA
TAHUN 2021

NAMA : Muhammad Choerul Ihwan, S.Kom.
NUPTK : 3838762663130202
JABATAN : Pengelola Laboratorium
UNIT KERJA : SMP Negeri 9 Surakarta

Yang Mengesahkan :

Kepala SMP Negeri 9 Surakarta Kepala Laboratorium

Diah Pitaloka Handriani, S.Pd., M.Pd. Dra. Suparni, M.Pd
NIP. 19730627 200701 2005 NIP. 196609042008012005

1. LATAR BELAKANG
Dalam penggunaan alat alat laboratorium SMP Negeri 9 Surakarta, terkadang

para siswa ceroboh dalam menggunakan alat - alat laboratorium. Dan para guru tidak
terlalu mengawasi para siswa dalam memakai alat - alat dalam kegiatan praktikum
sehingga terkadang alat - alat praktikum sering rusak dan hilang . Dengan alat praktikum
yang rusak maka praktikum tidak dapat berjalan dengan baik dan para siswa tidak
terlalu mengerti dengan praktikum dikarenakan praktikum dilakukan dengan cara
demonstrasi.

2. TUJUAN DAN FUNGSI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
2.1. Tujuan SOP
a) Agar petugas/pegawai menjaga konsistensi dan tingkat kinerja petugas/pegawai
atau tim dalam organisasi atau unit kerja.
b) Agar mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi.
c) Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas/pegawai
terkait.
d) Melindungi organisasi atau unit kerja dan petugas/pegawai dari malpraktek atau
kesalahan administrasi lainnya.
e) Untuk menghindari kegagalan atau kesalahan, keraguan, duplikasi dan
inefisiensi.
2.2. Fungsi SOP
a) Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
b) Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan.
c) Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya dan mudah dilacak.
d) Mengarahkan petugas/pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.
e) Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.

3. RUANG LINGKUP
3.1. Prosedur ini berlaku untuk kegiatan praktikum siswa di laboratorium di
lingkungan sekolah.
3.2. Prosedur ini berlaku untuk kegiatan praktikum rutin, penggunaan alat untuk
penelitian siswa maupun guru dan pengguna dari pihak lain.

4. DEFINISI
Alat adalah kumpulan peralatan/perkakas yang digunakan dalam menunjang kegiatan
praktikum di laboratorium.

5. WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB
5.1. Kepala Laboratorium bertanggung jawab terhadap pelaksanaan prosedur ini.
5.2. Teknisi/Laboran bertanggung jawab atas perawatan, penyimpanan,
pendistribusian alat, dan pemeriksaan alat.
5.3. Siswa bertanggung jawab terhadap penggunaan alat dalam kegiatan praktikum
dan guru pembimbing mengawasi dan mengontrol penggunaan alat dalam
kegiatan praktikum.

6. BAHAN ACUAN
6.1. UU Nomor: 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
6.2. UU RI Nomor: 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
6.3. PP Nomor: 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

7. PROSEDUR LABORATORIUM
Terlampir

8. PENUTUP
Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan salah satu bagian dari

manajemen administrasi perkantoran yang patut diberi perhatian lebih, agar
terwujudnya tujuan dari manajemen administrasi itu sendiri yaitu salah satunya
keefektifan dan keefisienan kerja. Sebagai contoh bagaimana prosedur dalam
memberikan suatu layanan kepada warga sekolah dalam menggunakan fasilitas yaitu
Laboratorium Sekolah. Setelah dibuatnya Standar Operasional Prosedur Laboratorium
SMP Negeri 9 Surakarta, pratikum akan melaksanakan SOP tersebut dengan penuh
tanggungjawab.

Lampiran 1

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
LABORATORIUM IPA SMP NEGERI 9 SURAKARTA
A. SOP PELAKSANAAN PRATIKUM
1. Sebelum Praktikum
a) Kepala laboratorium dan guru IPA mengadakan rapat membahas kesiapan
kegiatan praktik dua pekan sebelum kegiatan praktikum untuk siswa dilakukan;
b) Kepala Laboratorium mengecek kesiapan dan kelayakan alat yang akan
digunakan satu pekan sebelum kegiatan praktikum dimulai;
c) Kepala laboratorium mengecek kesiapan LKS yang akan digunakan untuk
kegiatan praktikum;
d) Kepala laboratorium menyerahkan daftar bon alat kepada guru pratikum untuk
diisi ala tapa yang akan dipinjam;
e) Guru praktikum diwajibkan mengisi Berita Acara Praktikum yang
diketahui penanggungjawab laboratorium sebelum melakukan praktikum.
2. Selama Praktikum
a) Sebelum masuk ke ruang praktikum siswa harus menggunakan jas lab.;
b) Siswa mengikuti tata tertib yang berlaku di laboratorium IPA;
c) Guru menjelaskan cara penggunaan alat kepada siswa sesuai dengan fungsinya;
d) Siswa menggunakan alat sesuai dengan fungsi dan petunjuk praktikum dan
diamati oleh guru pembimbing;
e) Guru menuliskan catatan penting tentang kegiatan yang sudah dilaksanakan
pada buku kegiatan harian lab yang tersedia.
3. Selesai Praktikum
a) Siswa membersihkan alat yang telah digunakan dan mengembalikannya kepada
tempat semula;
b) Guru praktikum memeriksa kelayakan alat jika rusak/hilang maka dicatat dan
harus Diganti;

5

4. Lain-Lain
a) Sebelum menggunakan alat-alat praktikum, siswa harus memahami petunjuk
penggunaan alat itu, sesuai dengan petunjuk yang di berikan atau disampaikan
oleh penanggungjawab pratikum;
b) Siswa harus memperhatikan dan mematuhi peringatan (warning) yang biasa
tertera pada badan alat;
c) Siswa harus memahami fungsi atau peruntukan alat-alat praktikum dan
menggunakan alat-alat tersebut hanya untuk aktivitas yang sesuai fungsi atau
peruntukannya. Menggunakan alat praktikum di luar fungsi atau
peruntukannya dapat menimbulkan kerusakan pada alat tersebut dan bahaya
keselamatan praktikan;
d) Siswa harus memahami spesifikasi dan jangkauan kerja alat-alat praktikum dan
menggunakan alat-alat tersebut sesuai spesifikasi dan jangkauan kerjanya.
Menggunakan alat praktikum di luar spesifikasi dan jangkauan kerjanya dapat
menimbulkan kerusakan pada alat tersebut dan bahaya keselamatan
praktikan;
e) Seluruh peralatan praktikum yang digunakan harus dipastikan aman dari
benda/logam tajam, api/ panas berlebih atau lainnya yang dapat
mengakibatkan kerusakan pada alat tersebut;
f) Tidak melakukan aktifitas yang dapat menyebabkan kotor, coretan, goresan
atau sejenisnya pada badan alat-alat praktikum yang digunakan.

B. SOP PEMINJAMAN ALAT LABORATORIUM
1. Membuat Pengajuan Surat Permohonan Peminjaman Alat/Barang/Sarana dan
Prasarana yang dimiliki oleh Sekolah kepada Kepala Laboratorium;
2. Permohonan Pinjaman yang ditujukan kepada Kepala Laboratorium akan segera
ditindaklanjuti;
3. Mengisi daftar peminjaman alat yang disediakan laboratorium;
4. Mengisi surat perjanjian peminjaman alat yang;
5. Penyerahan alat pinjaman dan melalukan pengecekan awal terhadap kondisi alat
sebelum dipinjamkan;

6

6. Mengembalikan alat pinjaman tersebut dan melakukan pengecekan akhir terhadap
semua barang pinjaman tersebut harus sesuai dengan kondisi awal pada saat barang
tersebut dipinjam;

7. Setiap peminjaman dikenakan biaya perawatan sesuai dengan ketentuan
laboratorium;

8. Pengisian Surat Pengembalian.

C. SOP PENGADAAN ALAT
1. Kepala sekolah membentuk panitia pengadaan alat-alat laboratorium
2. Melakukan pengecekan ke labor untuk melihat alat-alat yang sudah ada, rusak
ataupun yang kurang untuk didata,
3. Ketua panitia melaksanakan rapat pembuatan rencana kerja (RKS) dan harga
perkiraan sendiri (HPS) serta alat-alat yang dibutuhkan dalam pratikum guna
mencapai tujuan pembelajaran,
4. Panitia menyerahkan hasil rapat (proposal pengadaan alat lab) ke kepala sekolah
untuk diminta persetujuan,
5. Setelah mendapat persetujuan, kemudian proposal disampaikan kepada kepala dinas
pendidikan setempat,
6. Dinas pendidikan mempelajari dan meneliti proposal yang diajukan pihak sekolah
kemudian menyetujui proposl tersebut,
7. Setelah proposal disetujui, dinas pendidikan memberitahukan kepala sekolah bahwa
proposal nya disetujui,
8. Setelah itu, dinas pendidikan mengirim alat-alat lab tersebut ke sekolah.

D. SOP PENERIMAAN ALAT
1. Barang yang tiba diperiksa kesesuaian barang dengan surat pesanan, kondisi barang,
dan kesesuaian supplier surat barang nya,
2. Barang yang tidak sesuai dengan pesanan dikembalikan ke supplier,
3. Catat barang yang memenuhi persyaratan didalam daftar penerimaan barang sebagai
serah terima barang,
4. Masukan barang kedalam tempat khusus yang terpisah dengan barang lama,

7

5. Catat dan pindahkan barang kedalam lemari penyimpanan dan kelompokkan sesuai
spesifikasinya masing-masing.

E. SOP PEMELIHARAAN ALAT
1. Setiap alat yang telah digunakan pada pratikum, alat dibersihkan kembali dan
diletakkan pada rak nya,
2. Setiap pengguna yang merusak/menghilangkan alat akan dikenakan sanksi denda
dan sanksi lainnya,
3. Setiap pengguna wajib mematuhi tata tertib laboratorium,
4. Setiap pengguan fasilitas laboratorium wajib dikenakan biaya pemeliharaan yang
ditentukan oleh sekolah,
5. Pengelola wajib membuat jurnal bulanan yang dilaporkan kepada jurusan setiap
bulannya,
6. Jurnal bulanan memuat rincian aktifitas laboratorium jadwal penggunaan
laboratorium jumlah pengguna, lama penggunaan dan biaya pemasukan dan
pengeluaran.

Pengelola Laboratorium

Muhammad Choerul Ihwan, S.Kom.
NUPTK. 3838762663130202

8

Lampiran 2

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
LABORATORIUM KOMPUTER SMP NEGERI 9 SURAKARTA

A. FUNGSI DAN STRUKTUR LABORATORIUM
a. Fungsi
Fungsi utama dari laboratorium komputasi sebagai sarana untuk melakukan
praktik atau penerapan atas teori, penelitian dan pengembangan keilmuan di SMP
Negeri 9 Surakarta, sehingga menjadi unsur penting dalam kegiatan pendidikan dan
penelitian, khususnya di bidang pembelajaran.
Secara terperinci fungsi laboratorium komputer SMP Negeri 9 Surakarta
berperan sebagai:

1) Pusat praktik, latihan, dan sumber pembelajaran bagi pendidik dan peserta didik
SMP Negeri 9 Surakarta,

2) Pusat penelitian dan pengembangan bagi pendidik dan peserta didik SMP Negeri
9 Surakarta,

3) Pusat pengembangan keilmuan seperti Programming, Jaringan komputer,
Komputasi dan Analisis Data pada SMP Negeri 9 Surakarta,

4) Pusat Workshop, pengembangan SDM serta pusat layanan terhadap sivitas
akademik dan dalam meningkatkan mutu pembelajaran baik mata pelajaran di
bidang teknologi informasi maupun mata pelajaran yang lainnya.

b. Struktur Laboratorium
Struktur laboratorium SMP Negeri 9 Surakarta terdiri atas Kepala

Laboratorium, Pengelola Laboratorium, Laboran, dan Peserta Praktikum.

1) Kepala Laboratorium adalah pengelola laboratorium dengan mendayagunakan
seluruh sumber daya secara terencana, terawasi, dan terevaluasi.

2) Pengelola Laboratorium (Laboran) adalah staff administrasi yang ditunjuk dan

9

ditugaskan dalam pengelolaan, pengembangan, serta kelancaran pelaksanaan
praktikum.
3) Peserta praktikum adalah pendidik atau peserta didik yang terdaftar untuk
kegiatan praktikum pada semester berjalan.

B. TATA TERTIB LABORATORIUM
a. Tata Tertib yang berlaku di Laboratorium Komputer SMP Negeri 9 Surakarta sebagai
berikut:
1. Tata Tertib Penggunaan Laboratorium Komputer
2. Pendidik dan peserta didik wajib mengisi buku kunjungan laboratorium (diluar
jadwal praktikum),
3. Pendidik dan peserta didik yang meminjam peralatan laboratorium harus
memenuhi ketentuan peminjaman dan pengembalian,
4. Peserta pratikum dilarang membuat gaduh di dalam laboratorium.
5. Dilarang makan, minum dan merokok di dalam laboratorium.
6. Membuang sampah harus pada tempat sampah yang sudah ditentukan.
7. Semua pengunjung laboratorium wajib menjaga kebersihan laboratorium.
8. Semua pendidik dan peserta didik yang mengunjungi atau praktek di laboratorium,
wajib merapikan kembali semua peralatan laboratorium yang di gunakan.
9. Dilarang membawa peralatan laboratorium keluar ruang laboratorium tanpa izin
dari pengelola Laboratorium (Laboran), Kepala Laboratorium dan Kepala Sekolah.
10. Dilarang membawa pulang peralatan laboratorium.
11. Semua pengunjung laboratorium harus menjaga keamanan inventaris
laboratorium.
12. Jika terjadi kerusakan dan kehilangan peralatan laboratorium, maka pengunjung
yang merusakkan atau menghilangkan alat tersebut wajib melapor ke petugas
laboratorium dan mengganti alat tersebut.
13. Jika tidak ada yang melapor telah menghilangkan atau merusakkan alat
laboratorium, maka semua peserta didik yang mengunjungi laboratorium wajib

10

menggantinya.

b. Tata Tertib Praktek Laboratorium
1. Setiap peserta didik wajib mengikuti praktek laboratorium.
2. Berpakaian sopan dan rapi saat masuk ke dalam laboratorium
3. Peserta didik harus hadir di ruang praktek laboratorium 5 menit sebelum praktikum
dimulai.
4. Sebelum masuk ruang laboratorium, setiap peserta didik harus sudah mempelajari
materi praktikum dan membuat persiapan praktikum sebelumnya.
5. Selama praktek di laboratorium dilarang membuat gaduh, makan, minum dan
didalam laboratorium.
6. Selesai praktikum tempat kerja harus dibersihkan dan dirapikan kembali, serta alat-
alat dikembalikan pada tempatnya.
7. Mahasiswa yang tidak dapat mengikuti praktikum harus melapor kepada guru mata
pelajaran yang bersangkutan.
8. Peralatan laboratorium yang dipakai dalam praktikum, menjadi tanggung jawab
peserta didik, oleh karenanya harus berhati-hati dalam mempergunakannya.
9. Peserta didik yang datang terlambat lebih dari 15 menit tidak diperkenankan
mengikuti praktikum.
10. Setiap pengguna laboratorium DILARANG mengubah setting jenis apapun yang
menyangkut setting komputer yang ada di laboratorium komputer.
11. Setiap pengguna laboratorium DILARANG memasukkan jenis data atau program
apapun ke dalam komputer tanpa seijin pihak laboratorium.
12. Setiap pengguna laboratorium DILARANG menghapus atau memindahkan data atau
software apapun yang berbentuk file atau direktori di komputer.
13. Setiap pengguna laboratorium DILARANG Membuat keributan ataupun memainkan
jenis game apapun di dalam laboratorium selama pembelajaran berlangsung.
14. Setiap pengguna laboratorium DILARANG Melakukan perusakan dalam bentuk
apapun terhadap fasilitas di laboratorium.

11

15. Penggunaan Lab Komputer disesuaikan dengan jadwal yang telah ditentukan. Bila
hendak menggunakan ruang lab. dengan waktu yang lebih lama melebihi dari
jadwal, maka praktikan harus meminta ijin kepada petugas lab. komputer dan
tergantung dari kondisi saat itu yang akan ditentukan oleh pihak lab. komputer.
Permohonan harus diajukan paling lambat 1 minggu sebelum jadwal perubahan
yang dimaksud.

C. PROSEDUR PEMAKAIAN LABORATORIUM
Pada dasarnya Laboratorium dibangun untuk menunjang kegiatan belajar

mengajar dikelas yang bersifat teori. Namun tetap dimungkinkan untuk menggunakan
selain keperluan tersebut asalkan sebagai penunjang akademik baik untuk peserta didik
maupun pendidik.

1) Prosedur Pemakaian Laboratorium untuk Praktikum Mata Pelajaran
Persiapan
a) Sebelum praktikum dilaksanakan, tahap-tahap yang harus dilakukan adalah:
1. Peserta didik yang bersangkutan melaporkan rencana pelaksanaan mata
kuliah yang diampunya kepada Kepala Laboratorium. Permintaan ini
dilengkapi dengan:
2. Jadwal pelaksanaan
3. Software yang digunakan
4. Jumlah mahasiswa peserta praktikum tersebut
5. Jumlah pertemuan praktikum
b) Laboran/Teknisi menyiapkan jadwal pelaksanaan, software yang diperlukan dan
berkoordinasi dengan Kepala Laboratorium dan Pendidik yang bersangkutan.
Pelaksanaan

Pada saat praktikum dilaksanakan, tahap-tahap yang harus dilakukan adalah:

a) Laboran/teknisi mempersiapkan sarana prasarana Laboratorium Komputer bagi
pengguna Laboratorium, yang meliputi:
1. Membuka ruang Lab dan memastikan bahwa ruangan dalam keadaan bersih

12

2. Menyalakan AC dan lampu untuk menjamin keamanan dan kenyamanan Lab.
3. Menyiapkan buku pemakaian lab
b) Guru pengampu mata pelajaran memastikan bahwa komputer dan
sarana/prasarana pendukung siap digunakan.
c) Pada saat pelaksanaan praktikum, peserta didik memasuki ruangan dengan tertib,
dan harus mematuhi aturan-aturan berikut:
1. Tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman kedalam ruang

laboratorium
2. Menempati kursi/bangku yang tersedia
3. Menyalakan komputer sesuai dengan urutan sbb:

- Nyalakan stavolt yang terhubung dengan komputer.
- Nyalakan komputer dengan memencet tombol power PC
- Memilih/membuka software sesuai dengan instruksi dari guru

mata pelajaran
- Jika ada permasalahan, segera melaporkan pada laboran
4. Melaksanakan praktikum dengan tertib
5. Setelah praktikum dilaksanakan, praktikan wajib melakukan hal-hal berikut:
- Menutup software yang telah digunakan
- Mematikan (shut down) computer
- Mematikan stavolt
- Meninggalkan ruangan dengan tertib
6. Setelah semua aktifitas praktikum selesai, dan tidak ada peserta didik di dalam
laboratorium laboran memastikan bahwa semua komputer dan stavolt sudah
dimatikan dan mematikan AC.

2) Prosedur Pemakaian Laboratorium untuk Pelaksanaan Penelitian dan Tugas
Peserta Didik
a) Jika seorang guru akan melaksanakan penelitian yang dalam pelaksanaannya
akan menggunakan sarana prasarana Laboratorium dan melibatkan peserta
didik, maka tahap-tahap yang harus dilakukan adalah:

13

1. Guru yang bersangkutan mendaftarkan rencana pelaksanaan penelitian
kepada Kepala Laboratorium, sesuai dengan yang dicantumkan dalam
proposal penelitian. Permintaan ini dilengkapi dengan:
- Jadwal pelaksanaan,
- Software yang digunakan,
- Guru dan Peserta Didik yang terlibat dalam penelitian.

2. Laboran/Teknisi menyiapkan jadwal pelaksanaan, software yang
diperlukan dan berkoordinasi dengan Kepala Laboratorium dan Guru yang
bersangkutan.

Pelaksanaan

Pada saat penelitian dilaksanakan, tahap-tahap yang harus dilakukan adalah:

1. Laboran/teknisi mempersiapkan sarana prasarana Laboratorium Komputer
bagi guru dan peserta didik,

2. Guru peneliti memastikan bahwa komputer dan sarana/prasarana pendukung
siap digunakan,

3. Pada saat pelaksanaan penelitian, guru dan peserta didik harus mematuhi
aturan-aturan berikut:
a. Tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman kedalam ruang
laboratorium
b. Menempati kursi/bangku yang tersedia
c. Menyalakan komputer sesuai dengan urutan sbb:
- Nyalakan stavolt yang terhubung dengan komputer,
- Nyalakan komputer dengan memencet tombol power PC,
- Memilih/membuka software sesuai dengan instruksi dari guru,
- Jika ada permasalahan, segera melaporkan pada pengelola
laboratorium.
d. Setelah kegiatan penelitian dilaksanakan, dosen/mahasiswa peneliti
wajib melakukan hal-hal berikut:
- Menutup software yang telah digunakan

14

- Mematikan (shut down) computer
- Mematikan stavolt
- Meninggalkan ruangan dengan tertib
Setelah semua aktifitas penelitian selesai dilaksanakan, guru mata
pelajaran dan peserta didik diharapkan membuat laporan yang berisi hasil-hasil
penelitian (daftar luaran penelitian) yang nantinya akan digunakan sebagai
pendukung dokumentasi kegiatan laboratorium.

3) Prosedur Pemakaian Laboratorium untuk Pelaksanaan Workshop, atau
Pelatihan.
Prosedur yang harus dilaksanakan jika guru akan menggunakan sarana
prasarana Laboratorium untuk workshop atau pelatihan yang pesertanya
berasal dari luar SMP Negeri 9 Surakarta adalah:

a. Panitia kegiatan mengajukan permohonan/proposal kepada Kepala Sekolah
beserta keperluan peminjaman alat/ ruangan Laboratorium yang dituju.

b. Apabila permohonan/proposal tersebut disetujui oleh Kepala Sekolah, maka
Kepala Sekolah akan memberikan disposisi kepada Kepala Laboratorium
tentang keperluan pemakaian ruang/lab tersebut.

c. Panitia kegiatan yang bersangkutan mendaftarkan rencana pelaksanaan
penelitian kepada Kepala Laboratorium, sesuai dengan yang dicantumkan
dalam proposal penelitian. Permintaan ini dilengkapi dengan:
- Jadwal pelaksanaan
- Software yang digunakan
- Panitia yang terlibat dalam kegiatan.
- Daftar peserta kegiatan

d. Laboran/Teknisi menyiapkan jadwal pelaksanaan, sarana dan prasarana, dan
software yang diperlukan dan berkoordinasi dengan Kepala
Laboratorium/Panitia kegiatan yang bersangkutan.

e. Pada saat kegiatan dilaksanakan, panitia kegiatan/laboran harus memastikan
bahwa seluruh tahap kegiatan di Lab harus sesuai dengan SOP pemakaian

15

sarana dan prasarana Lab untuk praktikum.
f. Setelah semua aktifitas Workshop/Pelatihan selesai dilaksanakan, Panitia

diharapkan membuat laporan kepada Kepala Sekolah (tembusan kepada
Kepala Laboratorium) yang berisi ringkasan kegiatan yang nantinya akan
digunakan sebagai pendukung dokumentasi kegiatan laboratorium.

D. PROSEDUR PERAWATAN DAN PERBAIKAN LABORATORIUM
Prosedur perawatan Lab yang berlaku di Laboratorium Komputer SMP Negeri 9

Surakarta sebagai berikut:
1. Laboran mengecek semua peralatan laboratorium setiap bulan,
2. Laboran mengisi form kondisi peralatan laboratorium,
3. Laboran mendata peralatan yang rusak dan memasukkan pada form peralatan rusak,
4. Laboran mengecek apakah peralatan tersebut dapat diperbaiki sendiri, bila tidak maka

laboran memberitahu dan meminta persetujuan Kepala Laboratorium untuk perbaikan
di luar atau mengganti dengan yang baru,
5. Kepala Laboratorium menyetujui dan menandatangani,
6. Surat pengajuan peralatan laboratorium ditujukan kepada Kepala Sekolah.

Pengelola Laboratorium

Muhammad Choerul Ihwan, S.Kom.
NUPTK. 3838762663130202

16


Click to View FlipBook Version