The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-book ini berisikan tugas-tugas Praktikum Sistem Operasi SK4A by Rio Bastian (09011282025039)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by riobastian09, 2022-05-19 01:33:24

E-BOOK PRAKTIKUM SISTEM OPERASI - RIO BASTIAN

E-book ini berisikan tugas-tugas Praktikum Sistem Operasi SK4A by Rio Bastian (09011282025039)

Keywords: #tugas #prakso

E-BOOK
PRAKTIKUM SISTEM OPERASI

D
I
S
U
S
U
N
Oleh :

Nama : RIO BASTIAN
NIM : 09011282025039
Kelas : SK4A INDRALAYA
Dosen Pengampu :

1. IMAM SALADIN B. AZHAR S. KOM., M.MSI.

2. AHMAD HERYANTO, S. KOM., M.T.

FAKULTAS ILMU KOMPUTER
JURUSAN SISTEM KOMPUTER

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................................. i
TUGAS 1 .................................................................................................................................. 1

A. Perkenalan VMware............................................................................................................................... 1
B. Mempersiapkan File-File ....................................................................................................................... 1
C. Pemasangan VMware ............................................................................................................................ 2
D. Membuat Virtual Machine..................................................................................................................... 6
E. Menjalankan Virtual Machine ............................................................................................................... 8
F. Review Rocky Linux ........................................................................................................................... 13

TUGAS 2 ................................................................................................................................ 15

A. Perkenalan VirtualBox......................................................................................................................... 15
B. Mempersiapkan File-File ..................................................................................................................... 15
C. Pemasangan VirtualBox....................................................................................................................... 16
D. Membuat Virtual Machine (VM)......................................................................................................... 18
E. Menginstall Rocky Linux pada VirtualBox......................................................................................... 20

TUGAS 3 ................................................................................................................................ 27

A. Perkenalan Chrome OS........................................................................................................................ 27
B. Membuat Virtual Machine (VM)......................................................................................................... 27
C. Menginstall Chrome OS pada Virtual Machine................................................................................... 30
D. Review Chrome OS ............................................................................................................................. 35

TUGAS 4 ................................................................................................................................ 38

i

Tugas 1

A. Perkenalan VMware
VMware adalah penyedia perangkat lunak virtualisasi dan komputasi awan yang berbasis di Palo Alto,
California. Didirikan pada tahun 1998, VMware adalah anak perusahaan Dell Technologies. EMC
Corporation awalnya mengakuisisi VMware pada tahun 2004; EMC kemudian diakuisisi oleh Dell
Technologies pada tahun 2016. VMware mendasarkan teknologi virtualisasinya pada hypervisor
logam kosong ESX / ESXi dalam arsitektur x86.

Dengan virtualisasi server VMware, hypervisor diinstal di server fisik untuk memungkinkan beberapa
mesin virtual (VM) berjalan di server fisik yang sama. Setiap VM dapat menjalankan sistem operasi
(OS) -nya sendiri, yang berarti beberapa OS dapat berjalan di satu server fisik. Semua VM di server
fisik yang sama berbagi sumber daya, seperti jaringan, storage dan RAM. Pada percobaan kali ini, kita
menggunakan VMware Workstation Pro dengan versi yang akan saya gunakan adalah 16.0 dan di
instal di Windows 10.

B. Mempersiapkan File-File
Sebelum melakukan instalasi VMware, terlebih dahulu kita mendownload file-file yang akan
digunakan untuk proses instalasi maupun pemasangan virtual machine kedepannya. Pada percobaan
ini, saya menggunakan VMware Workstation Pro, dengan versi 16.0 dan untuk mesih virtualisasi
nantinya saya menggunakan sistem operasi linux yang bernama rocky linux.

Petama-tama kita mendownload softwarenya terlebih dahulu, ukuran dari VMware Workstation Pro
ini berkisar 630 mb. Untuk link downloadnya adalah sebagai berikut :

https://www.vmware.com/go/getworkstation-win

Setelah selesai mendownload VMware Workstation Pro, langkah selanjutnya ialah mendownload
sistem operasi rocky linux. Langkah ini bersifat opsional, jika ada sistem operasi lain selain dari pada
rocky linux, silahkan digunakan. Adapun link untuk mendownload Rocky Linuc adalah sebagai
berikut :

https://rockylinux.org/download/

Berikut ini gambar file yang telah didownload :

Dengan mendownload kedua file tersebut, maka bisa dilanjutkan untuk proses instalasi VMware
Workstation Pro.

1

C. Pemasangan VMware
1.Jalankan file VMware Workstation Pro yang sudah didownload tadi, dengan cara mengklik dua
kali pada filenya. Maka akan muncul notifikasi dari User Account Control ( UAC ), kemudian
klik yes seperti pada gambar berikut ini :

2.Kemudian akan muncul laman selamat datang di setup installation VMware Workstation Pro,
dan klik next seperti pada gambar berikut ini :

3.Setelah itu akan beralih ke halaman perjanjian lisensi pengguna, ceklist box dibawah kiri dan
klik next seperti pada gambar berikut ini :

2

4. Selanjutnya beralih ke setup tambahan VMware, jika ingin menambahkan keyboard driver
untuk virtualisasi, centang boxnya dan jika tidak, abaikan saja dan langsung klik next seperti
pada gambar berikut ini :

5. Pada laman pengaturan pengalaman pengguna, centang saja yang perlu dan langsung klik
next, seperti pada gambar dibawah ini :

6. Selanjutnya ialah pengaturan shortcut, jika ingin ditampilkan pada desktop utama dan start
menu, centang keduanya. Kemudian klik next, seperti pada gambar dibawah ini :

3

7. Kemudian klik install, maka proses instalasi akan berjalan dan tunggu hingga instalasinya
selesai.

8. Jika ingin memasukkan lisensi untuk VMware Workstation Pro ini, hanya mengklik tombol
license,dan masukkan lisensimu. Jika tidak, langsung saja klik finish.

4

9. Dengan ini, maka berakhirlah proses instalasi VMware. Dan bisa dilihat pada desktop anda
bahwa shortcup aplikasinya telah muncul disana.

10.Setelah melakukan instalasi VMware, jalankan aplilasi VMware Workstation Pro dengan
tampilan awalnya ialah sebagai berikut :

23

4
1

Keterangan :
1. Merupakan halaman home yang mana menampilkan opsi membuat dan menambahkan

virtual machine, serta menghubungkan VMware ke remote server.
2. Merupakan Tab yang digunakan untuk mengontrol atau menggunakan fitur yang tersedia

dimasing-masing tab. Untuk tabnya yaitu, File, Edit, View, VM, Tabs, dan Help.
3. Merupakan Quick Access Toolbar yang memiliki fungsi disetiap iconnya.
4. Merupakan Bar Library yang memiliki fungsi untuk menampilkan list dari virtual machine

yang telah kita buat. Untuk sekarang bis akita lihat bahwa list dari virtual machinenya
masih kosong, dikarenakan baru diinstall.

5

D. Membuat Virtual Machine
1. Langkah awal dalam membuat virtual machine ialah dengan menekan tombol create virtual
machine pada halaman home. Setelah itu, akan muncul pop up windows baru yang digunakan
untuk melakukan konfigurasi virtual machine nya. Kemudian pilih tipe konfigurasi tipikal, dan
klik next, seperti pada gambar berikut ini :

2. Kemudian pilih installer disk image file dengan memasukkan alamat file dari sistem operasi
linux yang akan dijadikan virtual machine, setelah itu klik next.

3. Setelah itu, masukkan nama sesuai nama distribusi os kalian, dan klik next

6

4. Kemudian masukkan ukuran virtual disk yang akan digunakan untuk virtual machine pada sistem
operasi linux kalian. Disini saya mengatur ukuran disknya menjadi 20 GB dan tipe virtual
disknya menjadi single file untuk mempercepat performa.

5. Setelah itu, atur virtual hardware yang akan digunakan untuk virtual machine ini. Dengan
menekan Customize Hardware, maka akan menampilkan halaman customize hardware. Pada
percobaan ini, saya menggunakan hardware dengan 4 core dan ram 2 GB, serta storage 20 GB.
Setelah semuanya selesai, klik finish.

6. Setelah selesai mengkonfigurasi dan membuat virtual machinenya, maka akan diarahkan lagi
dihalaman utama. Dimana pada bar library terdapat virtual machine yang baru saja kita buat.
Dengan ini, maka selesailah
cara untuk membuat virtual
machine di VMware
Workstation Pro. Selanjutnya
ialah menjalankan virtual
machine dengan menekan
tombol power pada virtual
machine yang akan dijalankan.

7

E. Menjalankan Virtual Machine
1. Setelah menjalankan virtual machine dengan mengklik tombol play berwarna hijau, maka
virtual machiennya akan langsung berjalan dengan tampilan sebagai berikut :

Sekarang ini sistem operasi linuxnya dalam keadaan live usb. Oleh karena itu, kita harus install
terlebih dahulu sistem operasinya agar sistem operasi tersebut tertanam di virtual disk tanpa
live usb lagi.
2. Pertama-tama, mengatur tampilan virtual machinenya agar lebih nyaman digunakan. Dengan
cara mengubah mode screen ke side toolbar screen seperti gambar dibawah ini.

Sehingga menjadi seperti ini :

8

3. Kemudian langsung saja ke proses instalasi linuxnya dengan menjalankan aplikasi “Install to
Hard Drive”, maka akan muncul tampilan memilih bahasa, pilih bahasa sesuai keinginan
kalian, kemudian pilih continue :

Kemudian aplikasi akan menampilkan konfigurasi selanjutnya. Pilih installation destination
untuk mengatur destinasi instalasi atau partisi instalasi di virtual disk nya.

4. Pilih disk yang tersedia, disini saya menggunakan disk yang telah saya buat tadi sebagai
destinasi installer untuk rocky linux ini. Kemudian pilih otomatis untuk storage configuration.
Setelah itu, klik Done .

9

5. Setelah itu, setting password yang akan kalian gunakan sebagai sistem administrasi. Setelah
password sudah dimasukkan dengan benar, klik Done.

6. Kemudian, membuat user akun yang juga digunakan sebagai administrator dan hal lainnya.
Setelah semuanya sudah dimasukkan dengan benar, klik Done.

7. Jika dirasa semua konfigurasi telah berhasil dilakukan. Selanjutnya klik begin installation
untuk memulai instalasi rocky linuxnya

10

8. Tunggu proses instalasi berjalan hingga muncul tombol finish installation. Kemudian klik
tombol tersebut

9. Setelah instalasi selesai, kita masoh berada di live usb dari sistem operasinya. Oleh akrena itu
kita matikan mesin virtualisasi dengan cara mengklik tab application di pojok kanan atas,
kemudian klik logout, dan shutdown perangkat.

11

10. Setelah itu, edit virtual machine untuk menonaktifkan live usbnya. Dengan cara, klik virtual
machine setting pada bagian CD/DVD, uncheck pilihan connect at power on, dan klik Ok.

11. Kemudian, jalankan kembali rocky linux dan pada saat boot menu, ada opsi bootingnya.
Pilih yang paling atas dengan cara menekan tombol enter.

12. Sebelum masuk, kita akan diminta password untuk akun user yang telah kita buat pada saat
konfigurasi installasi tadi. Masukkan password yang telah dibuat itu, kemudian klik enter.

12

13. Setelah berhasil masuk, maka proses instalasi Rocky Linuxnya sudah selesai dengan
masuk ke tampilan desktop pada Rocky Linuxnya. Seperti pada gambar dibawah ini :

F. Review Rocky Linux
Rocky Linux adalah distro Linux yang dikembangkan oleh komunitas yang berbasis Red Hat
Enterprise Linux. Rocky Linux lahir karena dihentikannya dukungan dan pengembangan CentOS
Linux 8, beralih ke CentOS Stream. Proyek Rocky Linux berada di bawah Rocky Enterprise
Software Foundation, dan proyeknya dipimpin oleh Gregory Kurtzer yang merupakan founder
dari CentOS. Nama Rocky sendiri dipilih untuk menghormati co-founder CentOS, Rocky
McGaugh. Rocky Linux untuk pertama kalinya rilis pada tanggal 21 Juni 2021. Meskipun baru
pertama kali rilis tetapi nomor versi yang digunakan 8.4 yang berasal distro induknya Red Hat
Enterprise Linux (RHEL) 8.4. Nama kode rilis Rocky 8.4 Green Obsidian, tersedia untuk
arsitektur x86_64 dan ARM64.

Dari catatan rilis Rocky Linux 8.4 tersedia tool migrate2rocky yang berfungsi untuk membantu
sysadmin dalam melakukan migrasi dari distro Linux Enterprise berbasis RPM ke Rocky Linux.
Ada 4 distro Linux yang sudah diuji dan berhasil dimigrasikan yaitu Alma Linux 8.4, CentOS
Linux 8.4, Red Hat Enterprise Linux 8.4, dan Oracle Linux 8.4.

Fitur-Fitur Unggulan Rocky Linux
Gratis dan Ringan
Mengunduh dan menginstal Rocky Linux gratis, dan hanya memerlukan biaya waktu untuk
menginstalnya. Seseorang dapat mengunduh dari internet atau dapat membuat disk bootable ISO,
dan setelah itu, OS siap untuk diluncurkan. Dengan bantuan Rocky Linux, seseorang dapat
menghidupkan kembali sistem komputer lama, tidak terpakai atau berkinerja rendah tanpa
investasi apapun. Juga, pemecahan masalah tidak memerlukan sepeser pun sehingga seseorang
dapat melakukan ini dengan bantuan lingkungan Linux.

Instalasi Cepat
Walaupun memiliki komputer yang lama, Rocky Linux ini masih dapat melakukan instalasi
dengan cepat. Tidak sampai 10 menit sudah berhasil diinstall dengan menggunakan spesifikasi
komputer seadanya

Privacy dan keamanan
Dibandingkan dengan Windows, Rocky Linux memberikan opsi yang lebih baik untuk privasi
dan keamanan. Keuntungan terbaik memiliki Rocky Linux adalah Anda dapat memperoleh
privasi dan keamanan tambahan yang diperlukan tanpa memiliki solusi pihak ketiga. Risiko
peretasan dan berbagai serangan lainnya dapat diminimalkan dengan menggunakan distribusi
ini.

13

Bekerja dengan Partisi hard drive
Linux live CD dan Gparted memungkinkan untuk membagi harddisk menjadi beberapa partisi.
Fitur ini juga berlaku jika sistem Anda adalah boot ganda atau tiga. Jika tidak, partisi tersebut
membantu dalam migrasi ke solid state drive atau drive yang lebih luas. Selain itu, menghapus
data dapat dengan mudah dilakukan di Rocky Linux.

Aplikasi gratis
Rocky Linux menyediakan banyak aplikasi gratis untuk menjelajahi banyak hal seperti Spotify,
Skype, Firefox, Telegram, Atom, Slack, dan banyak aplikasi pendukung lainnya yang bisa
diandalkan.

Mudah digunakan
Rocky Linux semudah sistem operasi Windows meski ada mitos terkenal tentang Rocky Linux
bahwa Rocky Linux dikembangkan hanya untuk pengembang dan pembuat kode. Namun
kenyataannya, Rocky Linux adalah sistem operasi desktop yang indah dan dapat digunakan oleh
semua pengguna komputer biasa.

Aksesibilitas
Fitur hebat lain dari Rocky Linux adalah kemudahan penggunaannya. Pengguna dapat dengan
mudah bekerja dengan berbagai CMS PHP seperti Laravel, Magneto, WordPress dan banyak
lagi. Selain PHP, Ruby, Java, Python dapat dengan mudah diimplementasikan di Rocky Linux
sehingga pengguna merasakan desain desktop yang indah saat mengakses Rocky Linux yang
cukup mudah dan efisien untuk digunakan.

Kebal terhadap virus
Risiko memiliki virus atau malware minimal, yang mengurangi biaya perangkat lunak anti-virus.
Antivirus juga menjadi alasan lambatnya sistem komputer dan berdampak buruk pada kinerja.
Selain itu, ini dapat menyebabkan sistem tidak berfungsi secara efisien. Terlepas dari masalah
ini, anti-virus juga memperoleh banyak ruang di sistem pengguna namun dengan Rocky Linux,
semua risiko dan masalah ini dapat selesaikan dengan cara yang terjangkau.

Dapat dijadikan sebagai Server
Dengan sistem operasi yang stabil, Rocky Linux dapat dijadikan sebagai server untuk memanage
setiap kegiatan servermu, baik menggunakan ssh atau kegunaan lainnya. Rocky Linux sudah
mampu dan stabil untuk menjalankannya.

Mudah melakukan migrasi os
Rocky Linux mensupport migrasi dari os lain. Dengan bantuan tools bawaan dari Rocky Linux
yaitu migrate2rocky, Rocky Linux sudah terbukti mampu melakukan migrasi os dari os lain. Ada
4 distro Linux yang sudah diuji dan berhasil dimigrasikan yaitu Alma Linux 8.4, CentOS Linux
8.4, Red Hat Enterprise Linux 8.4, dan Oracle Linux 8.4. Rocky Linux ini sangat
direkomendasikan untuk pengganti Cent Os.

Tools office yang sudah lengkap
Walaupun Rocky Linux termasuk kedalam linux Lightweight / ringan. Tools atau packet yang
tersedia sudah lengkap sekali dalam sisi media dan office. Pada Rocky Linux ini sudah terinstall
Libre Office dan vlc sebagai software office dan media bawaannya.

14

Tugas 2

A. Perkenalan VirtualBox
VirtualBox adalah aplikasi open source yang berkaitan dengan
Virtualisasi. Virtualisasi yang dimaksud adalah membuat
mesin PC virtual yang bisa berjalan secara independen di atas
sistem operasi utama. Segala bentuk hardware yang berkaitan
dengan mesin virtual semuanya disimulasikan oleh host pc.
Sehingga semua sumber daya perangkat keras tidak bisa
melebihi sumber daya aslinya. Dengan menggunakan
VirtualBox, kita seolah-olah bisa memiliki berbagai macam
perangkat PC dengan berbagai macam sistem operasi tanpa
harus memiliki perangkat aslinya. Jika kita berbicara tentang
cara kerja VirtualBox, sebenarnya kita sedang berbicara
tentang cara kerja Mesin Virtual itu sendiri (karena dalam hal
ini VirtualBox hanyalah aplikasi yang mengelola Mesin
Virtual).

Dalam konsep mesin virtual, sistem operasi utama (yang menjalankan VirtualBox) disebut dengan Host
OS. Sedangkan sistem operasi tambahan yang berjalan secara virtual disebut dengan Guest OS.
Pada gambar diatas, kita bisa melihat ilustrasi bagaimana virtual mesin bekerja.

Beberapa fungsi VirtualBox
VirtualBox bisa memanajemen sistem operasi virtual untuk beberapa hal, seperti berikut :
 Menguji dan mencicip sistem operasi baru tanpa harus kehilangan sistem operasi utama
 Menguji aplikasi tertentu yang tidak di-support pada sistem yang kita gunakan
 Untuk mensimulasikan berbagai macam topologi jaringan local
 Sebagai virtual development environtment seperti yang dimanfaatkan oleh Vagrant
 Membangun beberapa Virtual Private Server (VPS) dalam satu hardware yang sama

B. Mempersiapkan File-File
Sebelum melakukan instalasi VirtualBox, terlebih dahulu kita mendownload file-file yang akan digunakan
untuk proses instalasi maupun pemasangan virtual machine kedepannya. Pada percobaan ini, saya
menggunakan VirtualBox, dengan versi 6.1.28 dan untuk mesin virtualisasi nantinya saya menggunakan
sistem operasi linux yang bernama rocky linux. Petama-tama kita mendownload softwarenya terlebih
dahulu, ukuran dari VirtualBox ini berkisar 103 mb. Untuk link downloadnya adalah sebagai berikut :
https://www.virtualbox.org/wiki/Downloads
Untuk VirtualBox yang saya
gunakan ialah berjalan pada
sistem operasi windows. Oleh
karena itu, saya memilih
windows hosts untuk software
VirtualBoxnya. Jika ingin
menjalankan VirtualBox di
sistem operas yang berbeda,
maka pilih saja sesuai sistem
operasi yang kalian gunakan,
seperti linux atau mac os

15

Setelah selesai mendownload ViritualBox, langkah selanjutnya ialah mendownload sistem operasi rocky
linux. Langkah ini bersifat opsional, jika ada sistem operasi lain selain dari pada rocky linux, silahkan
digunakan. Adapun link untuk mendownload Rocky Linuc adalah sebagai berikut :
https://rockylinux.org/download/
Berikut ini gambar file yang telah didownload :

Dengan mendownload kedua file tersebut, maka bisa dilanjutkan untuk proses instalasi VirtualBox.
C. Pemasangan VirtualBox

1. Jalankan file VirtualBox yang sudah didownload tadi, dengan cara mengklik dua kali pada filenya.
Maka akan muncul notifikasi dari User Account Control ( UAC ), kemudian klik yes seperti pada
gambar berikut ini :

2. Kemudian akan muncul laman selamat datang di setup installation VirtualBox, dan klik next seperti
pada gambar berikut ini :

16

3. Selanjutnya diarahkan untuk melakukan setup untuk memilih firut-fitur apa saja yang akan diinstal
ke dalam komputer kami. Untuk percobaan kali ini, saya akan menginstall semua fitur-fitur yang
tersedia diVirtualBox dengan langsung klik next. Seperti pada gambar dibawah ini.

4. Kemudian akan diarahkan ke laman setup file shortcut dan register file yang nanti akan
dipasangkan VirtualBox, centang saja yang dibutuhkan. Kemudian, langsung saja klik next, dan
klik konfirmasi untuk memulai instalasi, serta tunggu proses instalasi hingga selesai.

12

34

Maka dengan selesainya langkah ini, maka berakhirlah pula proses instalasi VirtualBox yang akan
kita gunakan untuk proses instalasi Virtual Machine didalamnya. Selanjutnya ialah pemasangan
Virtual Machine dan Virtual OS yaitu Rocky Linux pada software hypervisor Virutualbox

17

D. Membuat Virtual Machine (VM)
1. Setelah selesai, langsung jalankan VirtualBox. Tampilannya akan seperti gambar dibawah. Langkah
selanjutnya adalah membuat Virtual Machine (VM) baru. Maksud dari Virtual Machine adalah istilah
yang digunakan membuat sebuah sistem virtual. Dalam hal ini, sistem adalah sebuah komputer. Jadinya,
anda membuat komputer virtual di dalam komputer fisik anda. Di VM inilah kita akan memasang sistem
operasi berbasis linux seperti Linux Mint, Ubuntu Server, dan beberapa distro linux lainnya. Langkah
pertama untuk membuat VM, silahkan klik “New”.

2. Selanjutnya akan munjul jendela baru seperti gambar dibawah. Silahkan beri nama untuk sistem operasi
anda disini saya menuliskannya sebagai Rocky Linux. Kemudian, pilih tipe dan versi sistem operasi
yang akan ada install. Jika sudah, klik “Next”.

3. Langkah selanjutnya adalah mengalokasikan penggunaan RAM. Rocky Linux dapat berjalan di RAM
sebesar 1024 MB atau 1 GB. Jika menggunakan sistem operasi 64 bit, biasanya harus disediakan RAM
minimal 2 GB. Perlu diingat bahwa alokasi RAM ini tentu mengambil porsi RAM fisik anda. Jika
komputer anda memiliki RAM 7,8 GB, maka ketika anda mengalokasikan 1 GB untuk VM, maka ketika
VM berjalan, RAM fisik anda akan tersisa 5,8 GB saja. Jadi pastikan RAM fisik anda mencukupi. Klik
“Next” jika sudah yakin.
18

4. Langkah selanjutnya adalah membuat Virtual Hard Disk. Virtual Hard disk inilah yang digunakan untuk
menyimpan file-file penting sistem operasi anda. Biarkan saja opsi bawaan terpilih, yaitu “Create a
virtual hard disk now”. Langsung saja klik Create. Kemudian memilih jenis Virtual Hard Disk. Anda
tidak perlu mengganti opsi yang ada. Langsung saja klik “Next”.

5. Langkah selanjutnya adalah memilih opsi mengenai ukuran Hard Disk Virtual. Opsi pertama yaitu
“Dynamically Allocated”, dimana ukuran Virtual Hard Disk akan bertambah atau berkurang sesuai
penggunaan. Jika VM anda ukurannya semakin besar, begitu juga hard disk virtual-nya. Opsi kedua
yaitu “Fixed Size” dimana ukurannya bersifat permanen. Jika anda memberikan 20 GB, maka ukurannya
tidak akan berubah. Kali ini saya akan memilih opsi pertama yaitu “Dynamically allocated”. Jika sudah,
klik “Next”.

19

6. Kemudian mengalokasikan besarnya hard disk virtual. Walaupun kita memilih hard disk virtual yang
ukurannya dinamis, kita harus mengspesifikasikannya sebagai ruang dasar dalam membuat hard disk
virtual. Dalam hal ini, saya mengalokasikannya sebesar 20 GB dan tentu akan bertambah sesuai
keadaan. Jika sudah, klik “Create”. Selesai sudah cara membuat VM dengan menggunakan VirtualBox
ini.

Setelah menyelesaikan langkah ini, artinya kita telah selesai membuat Virtual Machine. Setelah selesai
membuat Virtual Machine (VM) selanjutnya ialah menginstall Rocky Linux pada Virtual Machine yang
telah dibuat barusan.
E. Menginstall Rocky Linux pada VirtualBox

1. Setelah berhasil memasang Virtual Machine, selanjutnya mengatur sistem operasi yang akan
digunakan untuk virtual machine tersebut, dengan melakukan konfigurasi di “settings”.

2. Kemudian setelah klik “Settings” seperti pada gambar diatas. Kita masukkan Sistem Operasi Rocky
Linux dengan cara mengklik menu “Storage” kemudian akan muncu “Controller : IDE” yang masih
kosong (empty). Lalu kita klik pada kotak IDE yang masih kosong tadi dan akan terbuka bilah opsi
penambahan IDE-nya. Pada bagian Optical Drive kita biarkan saja, selanjutnya kita pilih file Rocky
Linux yang berekstensi “.iso” yang sudah didownload tadi dengan memilih opsi “Choose disk
file…”
20

Setelah itu, langsung saja klik “OK” dan langsung mulai proses Virtualisasinya dengan mengklik
tombol “Start”.

3. Selanjutnya muncul grub booting, yaitu menu opsi yang kita gunakan untuk menggunakan Rocky
Linux, karena hanya ada satu opsi seperti gambar dibawah, langsung saja klik “enter”.

21

4. Tunggu beberapa saat, maka rocky linux akan masuk ke Live USB mode yang mana merupakan
tampilan sekilas untuk sistem operasi yang akan diinstall nanti. Dikarenakan sistem operasi
linuxnya dalam keadaan live usb. Oleh karena itu, kita harus install terlebih dahulu sistem
operasinya agar sistem operasi tersebut tertanam di virtual machine tanpa live usb lagi

5. Kemudian langsung saja ke proses instalasi linuxnya dengan menjalankan aplikasi “Install to Hard
Drive”, maka akan muncul tampilan memilih bahasa, pilih bahasa sesuai keinginan kalian,
kemudian pilih “continue”. Kemudian aplikasi akan menampilkan konfigurasi selanjutnya. Pilih
installation destination untuk mengatur destinasi instalasi atau partisi instalasi di virtual disk nya.

6. Pilih disk yang tersedia, disini saya menggunakan disk yang telah saya buat tadi sebagai destinasi
installer untuk rocky linux ini. Kemudian pilih otomatis untuk storage configuration. Setelah itu,
klik “Done” .
22

7. Setelah itu, setting password yang akan kalian gunakan sebagai sistem administrasi. Setelah
password sudah dimasukkan dengan benar, klik “Done”.

8. Kemudian, membuat user akun yang juga digunakan sebagai administrator dan hal lainnya.
Setelah semuanya sudah dimasukkan dengan benar, klik “Done”.

23

9. Jika dirasa semua konfigurasi telah berhasil dilakukan. Selanjutnya klik “begin installation”
untuk memulai instalasi rocky linuxnya.

10. Tunggu proses instalasi berjalan hingga muncul tombol “finish installation”. Kemudian klik
tombol tersebut

11. Setelah instalasi selesai, kita masoh berada di live usb dari sistem operasinya. Oleh akrena itu kita
matikan mesin virtualisasi dengan cara mengklik tab application di pojok kanan atas, kemudian klik
logout, dan shutdown perangkat.

24

12. Setelah itu, edit virtual machine untuk menonaktifkan live usbnya. Dengan cara, klik virtual os
kemudian setting dan pada bagian system, uncheck pilihan Floppy dan Optical, kemudian klik
“OK”.

13. Kemudian, jalankan kembali rocky linux dan pada saat boot menu, ada opsi bootingnya. Pilih
yang paling atas dengan cara menekan tombol “enter”.

14. Sebelum masuk, kita akan diminta password untuk akun user yang telah kita buat pada saat
konfigurasi installasi tadi. Masukkan password yang telah dibuat itu, kemudian klik “enter”.

25

15. Setelah berhasil masuk, maka proses instalasi Rocky Linuxnya sudah selesai dengan masuk ke
tampilan desktop pada Rocky Linuxnya. Seperti pada gambar dibawah ini :

Setelah menyelesaikan langkah ini, artinya kita telah selesai menginstall Rocky Linux di Virtual
Machine. Kemudian, sistem operasi tersebut langsung dapat kita gunakan sesuai keinginan kita.

26

Tugas 3

A.Perkenalan Chrome OS

Chrome OS merupakan sebuah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang oleh perusahaan Google
Inc.yang di rilis pada tahun 2010 untuk versi stabilnya. Berkerja secara eklusif dengan mengandalkan
aplikasi web dari OS tersebut. Sistem operasi ini dapat dijalankan hanya di hadware yang di rancang khusus
oleh perusahaan google dan dapat di gunakan di Chrome book yang di luncurkan oleh beberapa brand
Netbok terkenal seperti DELL, ASUS, ACER dan masih banyak lagi. Netbook ini menggunakan sistem
operasi ini sebagai sistem operasi default.
Selain Chrome OS, google secara resmi mengumumkan kehadiran Chrome OS Flex. Sistem operasi
teranyarnya ini memungkinkan pengguna PC berbasis Windows atau MacOS untuk mencicipi Chrome OS
dengan mudah. Chrome OS Flex berbeda dengan Chrome OS. Chrome OS ekslusif hanya tersedia untuk
Chromebook saja. Sementara, Chrome OS Flex bisa diunduh dan di install ke semua PC berbasis Windows
dan MacOS. Kekurangan Chrome OS Flex ini ialah tidak ada dukungan tombol pintas Chrome OS pada
Chromebook.

B.Membuat Virtual Machine (VM)

1. Jalankan VirtualBox dan akan muncul tampilannya akan seperti gambar dibawah. Langkah selanjutnya
adalah membuat Virtual Machine (VM) baru. Maksud dari Virtual Machine adalah istilah yang
digunakan membuat sebuah sistem virtual. Dalam hal ini, sistem adalah sebuah komputer. Jadinya, kita
dapat membuat komputer virtual di dalam komputer fisik kita. Di VM inilah kita akan memasang sistem
operasi Chrome OS. Langkah pertama untuk membuat VM, silahkan klik “New”.

2. Selanjutnya akan munjul jendela baru seperti gambar dibawah. Silahkan beri nama untuk sistem operasi
anda disini saya menuliskannya sebagai Chrome OS. Kemudian, pilih tipe dan versi sistem operasi yang
akan ada install. Jika sudah, klik “Next”.

27

3. Langkah selanjutnya adalah mengalokasikan penggunaan RAM. Chrome OS dapat berjalan di RAM
sebesar 1024 MB atau 1 GB atau 2 GB lebih baik. Jika komputer kita memiliki RAM 7,8 GB, maka
ketika kita mengalokasikannya 2 GB untuk VM, maka ketika VM berjalan, RAM fisik anda akan tersisa
5,8 GB saja. Jadi pastikan RAM fisik anda mencukupi. Klik “Next” jika sudah yakin.

4. Langkah selanjutnya adalah membuat Virtual Hard Disk. Virtual Hard disk inilah yang digunakan untuk
menyimpan file-file penting sistem operasi kita. Biarkan saja opsi bawaan terpilih, yaitu “Create a virtual
hard disk now”. Langsung saja klik Create. Kemudian memilih jenis Virtual Hard Disk. Kita tidak perlu
mengganti opsi yang ada. Langsung saja klik “Next”.
28

5. Langkah selanjutnya adalah memilih opsi mengenai ukuran Hard Disk Virtual. Opsi pertama yaitu
“Dynamically Allocated”, dimana ukuran Virtual Hard Disk akan bertambah atau berkurang sesuai
penggunaan. Jika VM kita ukurannya semakin besar, begitu juga hard disk virtual-nya. Opsi kedua yaitu
“Fixed Size” dimana ukurannya bersifat permanen. Jika kita memberikan 20 GB, maka ukurannya tidak
akan berubah. Kali ini saya akan memilih opsi pertama yaitu “Dynamically allocated”. Kemudian, klik
“Next”.

6. Kemudian mengalokasikan besarnya hard disk virtual. Walaupun kita memilih hard disk virtual yang
ukurannya dinamis, kita harus mengspesifikasikannya sebagai batas maximal dalam membuat hard disk
virtual. Dalam hal ini, saya mengalokasikannya sebesar 15 GB dan tentu akan bertambah sesuai keadaan.
Jika sudah, klik “Create”. Dengan ini, maka selesai sudah cara membuat VM untuk Chrome OS pada
VirtualBox.
29

Setelah menyelesaikan langkah ini, artinya kita telah selesai membuat Virtual Machine. Setelah selesai
membuat Virtual Machine (VM) selanjutnya ialah menginstall Chrome OS pada Virtual Machine yang
telah dibuat ini.

C. Menginstall Chrome OS pada Virtual Machine

1. Setelah berhasil memasang Virtual Machine, selanjutnya mengatur sistem operasi yang akan digunakan
untuk virtual machine tersebut, dengan melakukan konfigurasi di “settings”.

2. Kemudian setelah klik “Settings” seperti pada gambar diatas. Kita masukkan Sistem Operasi Chrome
OS dengan cara mengklik menu “Storage” kemudian akan muncu “Controller : IDE” yang masih kosong
(empty). Lalu kita klik pada kotak IDE yang masih kosong tadi dan akan terbuka bilah opsi penambahan
IDE-nya. Pada bagian Optical Drive kita biarkan saja, selanjutnya kita pilih file Chrome OS yang
berekstensi “.iso” yang sudah didownload tadi dengan memilih opsi “Choose disk file…”.

30

12 3
4

5

6

Setelah itu, langsung saja klik “OK” dan langsung mulai proses Virtualisasinya dengan mengklik tombol
“Start”.

31

3. Selanjutnya muncul grub booting, yaitu menu opsi yang kita gunakan untuk menggunakan Chrome OS
nya, karena kita mau menginstall Chrome OS pada Live OS nya, maka langsung saja klik “enter”.
Setelah itu, tunggu proses loadingnya hingga muncul tampilan desktop Live OS nya. Seperti pada
gambar dibawah ini.

4. Seelah itu langsung saja ke proses instalasi Chrome OS dengan menjalankan aplikasi “Live Installer”.
Pada saat membuka aplikasi installer tersebut, kita diminta untuk memasukkan password instalasinya.
Isi passwordnya dengan “root” dan “continue” maka akan muncul tampilan memilih bahasa, pilih bahasa
sesuai keinginan kalian dan centang bagian user agreement, kemudian pilih “next”.

5. Selanjutnya, masukkan zona waktu yang sesuai, kemudian klik “next”.

32

6. Kemudian masuk ke konfigurasi partisi penyimpanan sistem operasi. Pada konfigurasi ini, pilih
konfigurasi default saja tanpa perlu menguahnya dan langasung klik “next”.

7. Setelah itu, kita perlu membuat administrator user. Isi jawaban yang sesuai, kemudian klik “next”.

8. Kemudian akan muncul konfigurasi-konfigurasi yang telah kita buat sebelumnya, guna untuk melihat
kembali. Apakah ada kesalahan atau tidak pada konfigurasi instalasi Chrome OS ini. Jika tidak ada
kesalahan, langsung saja klik “install” untuk memulai proses instalasi. Tunggu hingga prosesnya selesai.

33

9. Setelah instalasi selesai, maka akan tampil opsi untuk melakukan reboot perangkat. Pilih “reboot now”
untuk langsung melakukan reboot perangkat.

10. Setelah reboot, mesin akan memulai kembali seperti awal tadi, dengan mula-mula muncul tampilan
grub booting dan masuk kembali ke dalam tampilan Live Chrome OS. Untuk itu, jika telah selesai
melakukan booting dan telah masuk ke tampilan Live Os. Kita langsung mematikan saja Chrome OS
nya untuk mengkonfigurasi VirtualBox, agar tidak perlu menggunakan Live CD lagi. Dengan cara klik
“computer” pada pojok kiri bawah, setelah itu klik “shutdown”.

11. Setelah mematikan VM nya, kita kembali lagi ke software VirtualBox untuk mengkonfigurasi
bootingnya, dengan cara klik “Setting” pada VM Chrome OS dan pilih “System”. Kemudian pada
bagian boot order, hapus centang untuk penyimpanan bertipe Floppy dan Optical, kemudian pilih Hard
Drive sebagai boot order utama dengan cara mengarahkan Hard Drive ke opsi paling atas. Setelah
semuanya selesai, klik “OK”. Seperti pada gambar dibawah ini.

34

12. Kemudian jalankan kembali Chrome OS nya, maka akan muncul tampilan setup konfigurasi tambahan.
Tunggu proses selesai hingga masuk ke tampilan desktop dari Chrome OS.

Setelah menyelesaikan langkah ini, artinya kita telah selesai menginstall Chrome OS di Virtual
Machine. Kemudian, sistem operasi tersebut langsung dapat kita gunakan sesuai keinginan kita.

D.Review Chrome OS

1. Menurut saya setelah menggunakan Chrome OS ini, kesan pertama yang saya dapatkan ialah user
interfacenya yang cukup jadul. Mirip seperti Windows XP untuk bagian jendela pada setiap aplikasi
yang dibuka, namun ad perbedaan sedikit, yang mana terasa seperti tampilan chrome browser versi
lawas.

35

2. Package-package yang tersedia standar, software bawaannya lebih banyak mendukung ke image editor,
dan office. Selain itu, karena Chrome OS merupakan sistem operasi berbasis linux, didalam package
bawaannya juga dilengkapi dengan software “wine” yang mana fungsinya untuk menjalankan aplikasi
yang hanya support sistem operasi windows di linux ini. Untuk software lengkapnya dapat dilihat
dibawah ini.

3. Memiliki software manager yang cukup berguna untuk memanajement aplikasi yang terinstall dan
mau diinstal. Selain itu, kita dapat menginstall paket yang dibutuhkan melalui terminal dengan
mengetikkan perintah yang sesuai. Selain itu, di sistem operasi ini juga sudah terinstall python
walaupun masih versi 2.6.5 bukan python versi 3.x.x.

36

4. Memiliki control center yang digunakan sebagai tempat konfigurasi sistem operasi.

5. Konfiigurasi jaringan internet yang buruk, bahkan sangat sulit untuk
menghubungkan ke internet, walaupun sudah terhubung ke jaringan,
tetapi tidak dapat menggunakannya. Selain itu, tidak adanya task
manager pada sistem operasi ini, atau tidak berfungasinya task
manager yang berguna untuk memantau semua kegiatan aplikasi yang
sedang berjalan.

6. Merupakan sistem operasi yang sangat ringan dan tidak butuh spesifikasi tinggi, dan cocok untuk
komputer lawas yang masih ingin digunakan agar tetap lanjar menggunakannya.

7. Keamanannya terhadapt serangan malware atau virus cukup terjamin karena berbasis linux
openSUSE versi 11.6, namun akan lebih bagus lagi jika kernel dan sistem operasi ini mendapatkan
upgrade agar kehandalan dan keamanannya juga semakin meningkat.

Kesimpulan

Chrome OS merupakan sebuah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang oleh perusahaan
Google Inc. yang sangat cocok untuk komputer lawas yang masih ingin digunakan, karena memiliki
minimal system requitment yang sangat rendah. Selain itu, sistem operasi ini difokuskan untuk pekerjaan
kantoran, pelajar sekolah dasar hingga menengah dan photo editor, karena telah dilengkapi dengan software
pendukung untuk melakukan hal tersebut di dalam sistem operas ini, dan juga sudah dilengkapi oleh
aplikasi wine yang digunakan untuk menjalankan aplikasi windows pada linux jika diperlukan. Namun,
disamping merupakan software yang ringan dan cepat. Chrome OS ini memiliki tampilan yang buruk dan
kurang lengkap untuk aplikasi bawaannya seperti manajement task dan sebagainya. Selain itu, OS ini tidak
cocok digunakan untuk programming, dikarenakan minimnya support compiler maupun interpreter yang
tersedia, dan juga Chrome OS ini cukup sulit mengakses internetnya.

37

Tugas 4

Menjalankan minimal 10 perintah command line interface di sistem operasi Ubuntu Server!
Jawab :
Pada percobaan kali ini saya akan menggunakan software hypervisor yaitu virtualbox sebagai virtualisasi
untuk mencari mempresentasikan tugas ini. Adapun linux yang digunakan yaitu linux ubuntu server versi
20.04.1 LTS dengan arsitektur 32 dan 64 bit. Di linux ubuntu inilah saya akan mempresentasikan serta
menjelaskan perintah-perintah dasar di linux Ubuntu Server. Dengan menggunakan perintah “neofetch”, kita
bisa melihat info sistem dari sistem operasi yang kita miliki.
Setelah itu, barulah kita bisa mempresentasikan perintah-perintah linux nya.

1. Perintah “whatis”
Perintah “whatis” berfungsi untuk mengetahui info atau deskripsi dari suatu perintah yang ingin kita
cari tahu. Disini saya akan mencari deskripsi dari perintah “date”, untuk itu dengan menggunakan
perintah ini menjadi “whatis date”, bisa dilihat pada gambar dibawah ini merupakan contoh
penggunaan dari perintah “whatis date”, diikuti perintah “date” setelahnya guna untuk mengetahui
apakah deskripsi yang disampaikan dengan perintahnya sesuai.

2. Perintah “top”
Perintah “top” merupakan sebuah perintah untuk memanggil aplikasi di Linux yang dijalankan melalui
Terminal di Linux. Aplikasi ini digunakan untuk memanajemen proses Linux tanpa menggunakan GUI.
Saat dieksekusi, aplikasi ini akan menampilkan daftar semua proses yang sedang berjalan dan setiap
detik akan diperbaharui. Dengan mengetikkan perintah “top”, maka akan muncul semua aktifitas
aplikasi yang berjalan di sistem operasi linux, dengan menyertakan info berupa pemakaian cpu,
memori, dan sebagainya. Seperti pada gambar berikut ini :

38

3. Perintah “ifconfig”
Perintah ifconfig adalah perintah yang digunakan untuk menampilkan atau mengatur perangkat
jaringan yang digunakan di sistem operasi linux. Dengan mengetikkan perintah “ifconfig”, kita bisa
melihat perantkat jaringan, ip, mac address, dan lain-lainnya. Seperti gambar yang ditunjukkan
dibawah ini :

4. Perintah “hostname”
Perintah “hostname” merupakan perintah dasar pada Linux yang dapat Anda gunakan jika ingin
mengetahui nama host/network. Dengan menambahkan -I di akhir command, alamat IP jaringan
yang sedang digunakan akan ditampilkan. Seperti pada gambar dibawah ini :

5. Perintah ls -l
Perintah “ls” merupakan perintah yang digunakan untuk melihat direktori pada linux. Perintah ini
digunakan untuk melihat atau menampilkan/list isi dari folder/direktori di linux. Sedangkan perintah
“-l” nya digunakan sebagai atribut yang berfungsi untuk menampilkan list isi dari folder/direktori linux
secara panjang atau “long”, dengan isi yang lebih deskriptif. Untuk penggunaannya dapat dilihat pada
gambar dibawah ini :

6. Perintah “cd”
Perintah “cd’ adalah salah satu perintah yang paling dasar dan sering digunakan ketika bekerja pada
baris perintah Linux. Perintah cd, yang merupakan singkatan dari “change directory” digunakan untuk
mengubah direktori kerja saat ini di Linux dan sistem operasi mirip Unix lainnya. Pada percobaan kali
ini saya akan mengubah direktori kerja saat ini ke direktori “Documents”, sehingga perintah yang
digunakan menjadi “cd Documents/” yang bisa dilihat pada gambar berikut ini :
39

7. Perintah “nano”
Perintah ‘nano” merupakan perintah yang digunakan untuk mencipatakan ataupun membuka dan
mengedit file-file pada sistem operasi linux. Dengan diikusi nama file diakhirannya, sebagai percobaan
kali ini saya akan membuka file bernama “list-angka.txt”, maka perintah yang akan dijalankan menjadi
“nano list-angka.txt”. Seperti pada gambar dibawah ini :

Setelah itu untuk keluar dari text editor dari perintah “nano”, cukup klik “ctrl+x”.
40

8. Perintah “cat”
Perintah “cat” (akronim dri concatenate) adalah salah satu perintah dasar sistem operasi Linux yang
sering digunakan. Perintah ini berfungsi untuk membuat daftar konten atau isi file pada standard output
(sdout) dan akan menampilkan semua isi dalam file tersebut. Untuk menjalankan command ini, ketik
cat yang kemudian diikuti dengan nama dan ekstensi file. Sebagai contoh: “cat list-angka.txt” atau bisa
juga “cat -n list-angka.txt” untuk menampilkan nomor baris dari setiap baris yang ada pada file tersebut,
seperti berikut ini :

9. Perintah “head”
Perintah head digunakan untuk melihat baris pertama dari semua file teks. Secara default, perintah ini
akan menampilkan sepuluh baris pertama. Namun, jumlah baris tersebut dapat diubah sesuai keinginan
Anda. Misalnya, jika saya hanya ingin menampilkan lima baris pertama, ketik head -n 5 filename.ext.
Seperti berikut :

41

10. Perintah “tail”
Perintah tail memiliki fungsi yang sama dengan perintah head. Hanya saja, alih-alih baris pertama,
perintah tail akan menampilkan sepuluh baris terakhir dari suatu file. Misalnya, tail -n filename.ext.
Seperti berikut :

11. Perintah “rm -f”
Perintah “rm” merupakan perintah yang digunakan untuk menghapus file dan direktori di Linux.
Dengan menggunakan atribut “-f” atau “force” pada perintah tersbut, membuat perintah penghapusan
file in memaksa suatu file akan terhapus, tanpa argumen apapun. Kemudian saya menggunakan
perintah “v”, merupakan perintah “verbose” yang mana akan menampilkan proses yang telah berjalan
dalam eksekusi perintah penghapusan tersebut. Disini saya akan mencoba menghapus file “list-
angka.txt”, sehingga perintahnya menjadi “rm -fv list-angka.txt” seperti pada gambar dibawah :

42


Click to View FlipBook Version