The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

semoga bacaan ini dibaca dan dipahami para pengurus gereja agar menjadi pemimpin yang melayani bukan menjadi penguasa birokrasi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Maz Wardiyono, 2021-01-19 20:03:12

10 keteladanan Tuhan Jesus

semoga bacaan ini dibaca dan dipahami para pengurus gereja agar menjadi pemimpin yang melayani bukan menjadi penguasa birokrasi

Keywords: Jesus

10 Keteladanan Yesus Kristus yang Wajib

Dicontoh Dalam Kehidupan Kristiani

Siapa yang tidak mati dalam dunia ini? Kematian adalah hal yang pasti akan dilalui oleh semua
makhluk hidup. Kematian menurut Kristen adalah hal yang patut disyukuri karena kita beroleh
hidup yang kekal nantinya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa harimau mati
meninggalkan belangnya dan gajah mati meninggalkan gadingnya. Dapat dikatakan bahwa
manusia yang meninggal akan meninggalkan kenangan kepada sesama kita baik itu keluarga
mau pun teman dekat. Karena tujuan hidup orang Kristen adalah mempunyai hidup yang
serupa akan gambar dan rupa Allah. Makna kelahiran Yesus yaitu memberikan kita teladan
untuk mengikuti jejak-Nya. Amsal 22 : 1 juga mengatakan bahwa nama baik lebih berharga
daripada kekayaan dan kasih lebih besar daripada emas dan perak. Tanda-tanda kematian
menurut Kristen bukan hanya kematian secara fisik saja melainkan secara roh juga.
Manusia yang meninggal akan meninggalkan keteladanan untuk menjadi panutan dan
contoh hidup bagi orang lain. Tokoh yang menjadi teladan bagi orang percaya adalah Yesus
Kristus. Ia manusia yang tidak berdosa dan tidak bercacat cela yang pernah hidup di muka
bumi ini. Tidak hanya semasa hidupnya saja ia memberikan teladan tetapi, saat mati di kayu
salib pun Ia memberikan contoh bagi manusia. Ia memberikan contoh agar kita mengikuti
jalan-Nya. Seperti yang ditulis dalam 1 Petrus 2 : 21, kita dipanggil karena Kristus telah
menderita dan telah meninggalkan teladan supaya kita mengikuti jejak-Nya. Di dalam
keseharian, terkadang kita mendapatkan penghinaan dan ketidakadilan karena
mempertahankan iman kita. Ada beberapa keteladanan yang bisa kita contoh dari Yesus
untuk dipraktekkan di kehidupan sehari-hari dengan pertolongan roh kudus tentunya agar
kita bisa menghadapinya :

Teladan dalam Penderitaan
1 Petrus 2 : 21 mengatakan, kita telah dipanggil karena Kristus telah menderita untuk
meninggalkan teladan bagi kita. Yesus sendiri mengatakan bagi tiap orang yang mengikutnya
haruslah menyangkal dan memikul salib. Yesus telah menderita lebih dulu daripada kita dan
Ia juga telah menunjukkan kasih-Nya jadi kita sebagai anaknya haruslah mencotohnya
dengan tidak mudah sakit hati karena Bapa kita lebih dulu menderita dan mengajarkan kasih.

Teladan Pengampunan
Yudas adalah murid Yesus yang mengkhianati dan menjual-Nya kepada musuhNya di Taman
Getsemani sesaat sebelum Ia ditangkap dan disalibkan. Walau pun begitu, Yesus tidak marah
melainkan menyapanya dengan kalimat sapaan sahabat. Yesus mengajarkan untuk mengasihi
musuh kita bukan malah membalasnya. Saat Ia disalibkan, Ia juga mengampuni orang-orang
yang menyalibkan-Nya melalui doa-Nya.

Teladan Kerendahan Hati

1

Rasul Paulus mengatakan dalam Filipi 2 : 6-8 bahwa Yesus adalah Allah yang tidak
menganggap dirinya kesetaraan dengan Allah sebagai milik-Nya yang harus dipertahankan
melainkan Ia mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa sebagai hamba dan menjadi sama
seperti manusia dan merendahkan diri-Nya serta taat sampai mati di kayu salib. Yesus rela
meninggalkan semuanya untuk menjadi manusia padahal dalam Yohanes 10 : 30 mengatakan
bahwa Ia dan Bapa adalah satu.

Teladan Kemurahan Hati
2 Korintus 8 : 9 menuliskan bahwa karena kasih karunia Tuhan lah kita sebagai anak-Nya
dijadikan-Nya kaya. Dari Yesus lahir Ia lahir dalam kemiskinan, dibesarkan dalam kemiskinan,
bahkan sampai mati pun kuburan-Nya bukan milik-Nya. Ia memberikan semuanya kepada
kita anak-Nya karena Ia murah hati.

Teladan tidak berdosa
1 Petrus 2 : 22 menuliskan bahwa Yesus tidak pernah berbuat dosa dan mulut-Nya tidak
pernah mengatakan dusta. Yesus mengajarkan kepada kita sebagai murid-Nya untuk
menjaga hati dan pikiran agar tidak berbuat dosa meski pun penderitaan datang di kehidupan
kita. Dengan berdoa dan mengucap syukur, Tuhan menjaga kita dari dosa yang ada di dunia
ini.

Teladan tidak pernah menipu
Saat Yesus dianiaya dan disalibkan, Ia tidak pernah sedikit pun berbicara bohong agar
dibebaskan hal ini dapat kita contoh karena hendaknya hanya kebenaran sajalah yang ada
pada diri kita walau badai kehidupan menerpa.

Teladan tidak mencaci maki
Roma 12 : 14 mengajarkan kita untuk memberkati orang yang menganiaya kita bukan untuk
mengutuki nya. Yesus juga berkata dengan mulutnya sendiri untuk mengasihi dan
mendoakan orang yang menganiaya kita.

Manusia mempunyai sifat alami untuk membalas karena kita sakit hati dengan apa yang
mereka perbuat kepada kita. Tetapi Yesus sudah memberikan teladan untuk mengubah rasa
sakit hati dengan kebahagiaan jika kita teguh dan mempunyai hati yang tekun.

Teladan kesabaran
Roma 12 : 12 mengingatkan kita untuk bersukacita dalam pengharapan dan bersabar dalam
kesesakan serta tekun untuk berdoa. Yesus mengajarkan kita untuk bersabar dan
menunjukkan kasih karena Ia menjanjikan kepada kita untuk beroleh kehidupan kekal.

Teladan Berserah kepada Allah
1 Petrus 2 : 23 menuliskan bahwa ketika Yesus dicaci maki dan menderita Ia tidak membalas
melainkan berserah kepada Allah karena Yesus tahu bahwa Allah yang akan mengadilinya
dengan adil.

2

Ketika kita sebagai manusia sudah lelah akan penderitaan yang tiada habisnya maka kita bisa
mencontoh Yesus dengan menyerahkan segala perkara kepada Tuhan karena Ia pasti
mempunyai caranya sendiri untuk menyelesaikannya di luar akal kita sebagai manusia yang
terbatas. Jadi, sebagai anak-Nya janganlah takut dan putus asa karena kita mempunyai Allah
yang kuat, hidup, adil, dan lebih besar dari masalah kita.
Teladan dalam beriman
1 Petrus 2 : 24 menuliskan bahwa Yesus telah memikul dosa kita di atas kayu salib supaya kita
tidak binasa karena dosa. Penebusan dosa yang sudah dikerjakan Yesus adalah inti dari alasan
kenapa Ia datang ke dunia melalui pengajaran-Nya mengenai kebenaran yang mutlak yang
tidak bisa dibantahkan agar kita sebagai orang percaya tidak sia-sia percaya kepadaNya.
Yesus adalah juru selamat manusia dan kita orang percaya menerima anugerah-Nya dengan
cuma-cuma dan mendapatkan kehidupan kekal bukan kematian kekal.
Kita sama-sama berharap untuk berbuat kebaikan lebih banyak, menjaga sopan santun, lebih
lagi rendah hati, lebih bersabar, dan banyak mengampuni dalam praktek kehidupan sehari-
hari. Mari kita saling mengingatkan untuk memperbaiki diri untuk lebih baik lagi ke depannya,
apalagi kalau kita ada yang dipercaya untuk menjadi pengurus gereja, seharusnya belajar
membaca dan memahami tentang keteladanan Tuhan Jesus seperti artikel; di atas, agar tidak
dikuasai sifat sombong rohani, seperti yang sering kita temui dalam kepengurusan
gereja.<mazardhi>

3


Click to View FlipBook Version