The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Maz Wardiyono, 2022-02-23 22:05:49

Pendidikan-Vokasi-dan-Kejuruan_Suyitno

Pendidikan-Vokasi-dan-Kejuruan_Suyitno

Suyitno

164

Pendidikan Vokasi dan Kejuruan
Strategi dan Revitalisasi Abad 21

BAB VII

REVITALISASI PENDIDIKAN
VOKASI & KEJURUAN

A. Revolusi Industri 4.0
Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin

pesat telah melahirkan teknologi informasi dan proses produksi yang
dikendalikan secara otomatis. Dengan lahirnya teknologi digital saat ini pada
revolusi industri 4.0 berdampak terhadap kehidupan manusia di seluruh dunia.

Perkembangan Revolusi Industri
Revolusi Industri Pertama, Revolusi industri dimulai di pertengahan abad

ke 18 tepatnya di tahun 1750 –1850. Saat itu mulai terjadi revolusi besar-
besaran di berbagai bidang seperti pertanian, manufaktur, pertambangan, dan
transportasi. Munculnya mesin seakan menggantikan peran manusia atau hewan
seutuhnya yang masih terbatas. Walaupun pada awalnya sedikit ditentang oleh
kasta pekerja, namun mereka lebih terbantu dalam efisiensi jumlah beban
pekerjaan.

Revolusi Industri Kedua, setelah dirasa bidang-bidang tersebut berjalan
dengan optimal, segala industri semakin berkembang dengan pesat. Ini
mendorong proses energi yang menunjang setiap mesin berjalan dengan
semestinya. Permasalahan listrik, gas, air dan telegraf jadi awal setelah industri
tahap pertama. Revolusi model ini lahir setelahnya yaitu di awal abad 20 yaitu
rentang tahun 1850 – 1940. Saat itu listrik mulai ditemukan, perkembangan
pipa gas, air dan alat komunikasi.

Revolusi Industri Ketiga, Pasca perang kedua terjadi revolusi industri
lanjutan yang sering disebut revolusi teknologi. Manusia mulai sadar muncul
era baru setelah mesin yakni era teknologi. Semua itu dimuai dengan
ditemukannya ponsel genggam, mesin kontrol, dan tentu saja komputer. Tanda
itu semakin jelas memudahkan pekerjaan manusia yang bersinggungan dengan

165

Suyitno

data. Bila dahulunya manusia harus menulis di mesin ketik, kini bisa menulis di
komputer. Atau bila dahulu manusia harus ke telepon umum untuk menelepon,
kini cukup dari ponsel pribadinya. Kemunculannya mulai lahir di akhir abad 20,
saat ini era tersebut terjadi perubahan besar yang mengarahkan manusia ke arah
digital.

Revolusi Industri Keempat, saat ini kita hidup di era industri keempat, itu
semua diawali dari revolusi internet yang bukan hanya sebagai mesin pencari,
namun lebih dari itu semua bisa terhubung dengan cerdas. Mulai dari
penyimpanan awan (cloud), perangkat yang terhubung dengan cerdas, sistem
fisik fiber, dan robotik .

B. Revolusi Society 5.0
Saat ini, Jepang telah merumuskan konsep strategi Society 5.0 yang

merupakan strategi untuk mewujudkan masyarakat baru yang berpusat pada
manusia dan memberikan solusi dalam menghadapi berbagai masalah sosial
yang mengintegrasikan ruang dunia maya dan dunia nyata. [11].
Melalui Society 5.0, kecerdasan buatan yang memperhatikan sisi kemanusiaan
akan mentransformasi jutaan data yang dikumpulkan melalui internet pada
segala bidang kehidupan. Tentu saja diharapkan, akan menjadi suatu kearifan
baru dalam tatanan bermasyarakat. Tidak dapat dipungkiri, transformasi ini
akan membantu manusia untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
Dalam Society 5.0, juga ditekankan perlunya keseimbangan pencapaian
ekonomi dengan penyelesaian problem sosial.

Perkembangan era society adalah sebagai berikut:
Society 1.0 (Hunting and Gathering), di awal kemunculannya manusia

berkumpul dan bekerja sama dalam satu grup untuk mempertahankan diri
dan mencari makanan. Mereka menghabiskan waktu untuk berburu dan
berpindah-pindah ke tempat. Pada masa ini manusia mulai mampu
membuat peralatan sederhana dan menggunakan kekuatan alam yaitu api
untuk memasak dan mengusir predator. Hal ini membuat mereka mampu
bertahan hidup di alam liar dan memasak makanan berperan besar dalam
perkembangan kognitif manusia.

Society 2.0 (Agricultural), Revolusi ini terjadi di beberapa tempat di
dunia seperti di Timur Tengah dan Tiongkok. Berkat revolusi agrikultur ini
manusia tidak perlu menghabiskan waktu untuk berburu dan berpindah

166



Pendidikan Vokasi dan Kejuruan
Strategi dan Revitalisasi Abad 21

Guide to Good Practice
Alan Brown, S. Kirpal, & F. Rauner. (2007). Identities at Work. Bonn: Springer

Allen, Jeft M & Gregson, James A. (2005). Leadership in Career and Tecnical
Education: Beginning the 21st Century.University Councel for
Workforce and Human Resourche Education: UCWHRE

Atrisna.:Implikasi Teori Belajar Carl Rogers Dalam Pendidikan.
http://sumsel.kemenag.go.id/file/file/TULISAN/niky1331701927.pdf.
Di akses 30 Juni 2015

Becker, Gary S. (1975). Human Capital, A Theoretical and Empirical Analysis,
With Special Reference to Education. USA: National Bureau of
Economic Research, Inc.

Berryman, Sue E.. Designing Effective Learning Environments: Cognitive
Apprenticeship Model http://www.tc.columbia. edu/iee/BRIEFS/
Brief01.htm. diakses tanggal 25 juli 2015.

Bloom, B.S. (2001). A taxonomy for learning teaching and asesing a revision of
blooms taxonomy of education objective. New York: McKay.

Boud D. Solomon N. (2001) Work Based Learning: Anew higher education.
Buckingham, open university Press.

--------------------------- (2003). Work - Based Learning. SRHE and Open
University Press Buckingham

Borg, W. R. & Gall, M. D. (1983). Educational research. New York &
London: Longman.

Billet S. & Harteis C. The workplace as learning environment: Introduction.
http://www.schools.nsw.edu.au/media/downloads/languagesupport/vetin
schools/workplace-learning/indonesian.pdf.diakses tanggal 25 jumi
2015.

195

Suyitno

Billet, Stephen. (2011). Vocational Education, purpose, tradition and prospect.
New York. Springer

Brite, Jan. (2013). Arizona Work-Based Learning Resource Guide. West
Jefferson: Lynne Bodman Hall

Chapman, Linda (2006). Improving Patient Care Through Work-Based
Learning. Proquest nursing & allied health sourch. P 41-45

Coleman, Marianne & Anderson, Lesley. (2000). Managing Finance and
Resources in Education. London: Paul Chapman Publishing Ltd

Chiarotto, L. (2011). Natural Curiosity, Building Children‟s Understanding of
the World through Environmental Inquiry. Oshawa: Miracle press

Cresswell, John W. (2010). Research Design, Pendekatan Kualitatif,
Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Cuningham, Ian, Dawes, Graham & Bennet, Ben. (2004). The Handbook of
Work Based Learning. USA: Gower Publishing Limited

Dall‘Alba, Gloria. (2009). Learning To Be Profesionals. London: Springer.

Darmadi, Hamid. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta: Bandung

Depdiknas. (2003). Undang-undang RI nomor 20, tahun 2003, tentang sistem
pendidikan nasional.

Devore, Paul W. (1980). Technologi an introduction. Worcester, Massachusetts
USA: David Publications, Inc.

Dick, Walker & Carey, Lou., James O. (2001). The systematic design of
Instruction (5th ed). New York. Longman.

Dittrich, Joachim et al. (2009). Standardisation in TVET teacher education.
Alle Reche vorbehalten: Peter Lang GmbH.

Ehrenberg, Ronald G & Smith, Robert S. (1985). Modern Labor Economcs,
Theori and Public Policy. United State of America: Scott Foresman and
Company.

196

Pendidikan Vokasi dan Kejuruan
Strategi dan Revitalisasi Abad 21

Febriana, Rina. (2014). Pengembanahn Kurikulum Berbasis Kompetensi Pada
Program Diploma 3 Tata Boga. Disertasi, Tidak diterbitkan, Universitas
Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.

Finch, Curtis R. & Crunkilton, John R. (1999). Curriculum development in
vocational and technical education. planning, content, and
implementation. Sidney: Allyn and Bacon Inc.

Firdausi, A & Barnawi (2011). Profil Guru SMK Profesional.Yogyakarta: Ar-
Ruzz Media

Ghozali, Abbas. (2010). Ekonomi Pendidikan. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN
Syarif Hidayatullah

Ghozali, Imam. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM
SPSS 19. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Glover, Robert W. (2007). Building An Apprenticeship And Training System
For Maintenance Occupations In The American Transit Industry.
www.emeraldinsight.com/0040-0912.htm. Education þ Training. Vol.
49 No. 6, 2007 pp. 474-488. Emerald Group Publishing Limited

Gregson, James A. & Allen, Jeft M. (2005). Leadership in Carrier and
Technical Education: Beginning the 21st Century.UCWHRE: University
Council for Workforce and Human Resourche Development

Harris, Roger, Simons, Michele & Moore, Julian. (2005). A Huge learning
curve: TAFE Practitioners Ways of Working With Private Enterprises.
South Australia: National Centre for Vocational Education Research
(NCVER).

Hamalik, Oemar. (2003). Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara.

-------------------. (2005). Manajemen Kepelatihan Ketenaga kerjaan. Bandung:
Citra Aditya Bakti.

Hodgson, et al. (2005) tentang A Work-Based Learning Programme for
Assistant Practitioners In Radiotherapy. Proquest nursing & allied
health sourche. pp 16-21

197

Suyitno

Jacobs, George. http: //edtech.kennesaw.edu/intech/cooperativelearning.htm.
Cooperative learning: theory, principles, and techniques. Di akses
tanggal 2 Oktober 2010.

Jeroen, O. & Frank B., (2007). Aprrenticeship In The Netherland: Connecting
School and Work Based Learning. Emerald Group Publishing Limited
pp 489-499. www.emeraldinsight.com/0040-0912.htm

Joyce, Bruce., Weil, Marsya., Calhoun, & Emily, Kevin. (2009). Models of
teaching, model-model pengajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Kirk E. Roger. (1982). Eksperiment design, procedure for the behavior science.
belmont: California Wasdworth

Komariah, Kokom. (2013). Pengembangan model pembelajaran pengolahan
makanan dalam konteks work based learning di industri boga bagi
mahasiswa program diploma III. Disertasi, Tidak diterbitkan,
Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.

Laporan satuan tugas tentang pengembangan pendidikan dan pelathan kejuruan
di Indonesia. (1997). Keterampilan menjelang 2020 untuk Era Global.
Deprtemen Pendidikan dan Kebudayaan: Jakarta

Mulyasa, E.. (2009). Standar kompetensi dan sertifikasi guru. Bandung: Rosda.

Pavlova, M. (2009). Technology and Vocational Education for Sustainable
Developmen, Empowering Individuals for The Future. Bonn; Springer

Pratama, Wegig. (2016). Link And Match Dunia Kerja dan Pendidikan
Kejuruan untuk Menjawab Tantangan MEA. Prosiding Seminar
Nasional Pendidikan Teknik Otomotif. Pendidikan Teknik Otomotif,
FKIP Universitas Negeri Yogyakarta

Prosser. Charles A. And T.H. Queqley.(1950). Vocational Education in
Democracy. Chicago: American Technical Society

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Revitalisasi Pendidikan
Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

198

Pendidikan Vokasi dan Kejuruan
Strategi dan Revitalisasi Abad 21

Kuswana, Wowo Sunaryo. (2013). Filsafat Pendidikan Teknologi, Vokasi dan
Kejuruan. Bandung: Alfabeta

Kunandar. (2007). Guru profesional implementasi kurikulum tingkat satuan
pendidikan (KTSP) dan sukses dalam sertifikasi guru. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada

Krueger, Richard A. (1994). Focus Group A Practical Guide for Applied
Research.California: Sage Publications, Inc.

Mahler. D.L. (2004). The learning curve an educational white paper.
Mundelein: Lakeshore

Mc Kenna, Joseph F. (1993). Rally „Round Apprenticeship, Inagural National
Conference Brings Together Crusaders for A Renewed Workforce in
America. Proquest 21 jun 1993 pp 24-26.

Miller, M.D. (1985). Principles and philosophy for Vocational
Education.Columbus, Ohio: The National Center for research in
Vocational Education.

Mixon, Kevin. (2004). Three learning style, four steps to reach them . ProQuest
Education Journals, 48

Nana Sudjana. ( 2002). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya.

Nana Sudjana. (2009). Dasar-dasar proses belajar mengajar. Bandung:
Grasindo

Ralph Catt, Ian Falk & Ruth Wallace. (2011). Vocatianal Learning Innovative
Theory and Paractice. Bonn: Springer

Reid, Gavin. (2005). Learning style and conclusion. California: Paul Chapman
Publishing

Riding, Richard & Rayner, Stephen. (2002). Cognitive styles and learning
strategies understanding style differences in learning and behaviour.
London: David Fulton Publisher.

199

Suyitno

Robert W. Glover. (2007). Building an apprenticeship and training system for
maintenance occupations in the American transit industry didapatkan
hasil bahwa work-based learning. Emerald Group Publishing Limited
pp. 474-488

Romizswoski, AJ.(1986). Developing auti-instructional materials: from
programmed texts to CAL and interactive video. London: Kogan page.

Rupert Maclean & David N. Wilson (2009) International Handbook of
Education for the Changing World of Work. Bonn: Springer

Sanjaya, Wina. (2007). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses
pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media

Sardiman A.M. (2004). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta:
Grafindo Jakarta.

Simon, Roodhouse. (2005). Integrating Work-Based Learning into Higher
Education, A report by the University Vocational Awards Council. Lyn
Brennan

Slavin, Robert E. (1995). Cooperative learning: theory, research and practise.
Boston: Allyn and Bacon.

--------------------. (2010). Cooperative learning teori riset dan praktek.
Bandung: Nusa Media

Slamet, PH. (2014). Pengembangan SDM dalam Perspektif Global. Makalah
disampaikan pada perkuliahan Pengembangan SDM dalam Perspektif
Global. Universitas Negeri Yogyakarta.

Sudarsono, dkk. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: UNY
Press

Sukmadinata, N.S. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Rosda: Bandung

Suprihatiningrum, Jamil. (2012). Strategi Pembelajaran, Teori dan Aplikasi:
Ar-Ruz Media: Yogyakarta.

200

Pendidikan Vokasi dan Kejuruan
Strategi dan Revitalisasi Abad 21

Susilo, M. Joko. (2006). Gaya belajar menjadikan makin pintar.Yogyakarta:
Pinus

Syah, M. (2008). Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung:
Rosda

Thomson, John F. (1973). Foundation of Vocational Education. New Jersey :
Prentice-Hall Inc.

Tirtaraharja, Umar & La Sulo, S.L. (1995). Pengantar Pendidikan. Jakarta:
Rineka Cipta

Trilling, Bernie & Fadel, Charles. (2009). 21st Century Skills Learning for life
in our Times. John willey & sons, inc.

Sudira, Putu. (2013). Praksis Pendidikan Kejuruan Indonesia Diantara Mazab
John Dewey dan Charles Prosser. Prosiding Seminar Nasional
Pendidikan Vokasi 2013. Fakultas Teknik Universitas Negeri
Yogyakarta

Sugihartono, dkk. (2007). Psikologi pendidikan. Yogyakarta. UNY Press

Sugiyono. (2009). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung:
Alafabeta

-------------. (2013). Cara Mudah Menyusun Skripsi, Tesis dan Disertasi.
Bandung: Alfabeta

Sugiyono & Susanto, A. (2015). Cara Mudah Belajar SPSS & Lisrel, Teori dan
Aplikasi Untuk Analisis Data Penelitian. Alfabeta: Bandung

Suharsumi Arikunto. (2007). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktis.
Jakarta : Rineka Cipta

Suparman S. (2010). Gaya mengajar yang menyenangkan siswa. Yogyakarta:
Pinus

Siswanto, Budi Tri. (2011). Pengembangan Model Penyelenggaraan Work-
Based Learning Pada Pendidikan Vokasi Diploma III Otomotif.

201

Suyitno

Disertasi, Tidak diterbitkan, Universitas Negeri Yogyakarta,
Yogyakarta.
Murphy, Patricia & McCormick, Robert. (2008). Knowledge an practice,
representations and identities. United Kingdom
Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, strategi dan
impelementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP). Jakarta : Bumi Aksara
Wardiman Djojonegoro. (1998). Pengembangan Sumber daya manuasia
melalui sekolah mengah kejuruan (SMK). Jakarta : Jayakarta Agung
Offset
Wibawa, Basuki. (2005). Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Manajemen dan
implementasinya di Era Global. Surabaya : Kertajaya Duta Media

202

Pendidikan Vokasi dan Kejuruan
Strategi dan Revitalisasi Abad 21

SUYITNO. Lahir Gunungkidul, Daerah Istimewa
Yogyakarta 27 Oktober 1984. Ia menempuh
pendidikan formal di SD N Jepitu II yang saat ini
sudah dimerger ke SD N Jepitu I, SMP N 2
Girisubo (dahulu SLTP N 3 Rongkop) dan tahun
2001─2004 menikmati pendidikan di SMK N 2
Wonosari. Sebelum menempuh kuliah S1, kuliah di
Diploma 3 (2004-2007) di Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta. S1 (2007─2009)
jurusan pendidikan teknik di Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta. S2 (2009-2011) Pendidikan Teknologi
Kejuruan Program pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta. S3 (2013-
2017) Pendidikan Teknologi Kejuruan Program pascasarjana Universitas
Negeri Yogyakarta. Penulis saat ini bekerja sebagai pegajar di program studi
pendidikan teknik otomotif, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammdiyah Purworejo. Selain itu penulis sebagai Pimpinan
redaksi jurnal A u t o T e c h Universitas Muhammadiyah Purworejo dan aktif
sebagai reviewer di beberapa jurnal nasional dan internasional. Buku yang
pernah di terbitkan berjudul 1) Sistem Pemindah Tenaga Otomotif, Panduan
praktisi dan akademisi; Penerbit Danadyaksa Yogyakarta, 2) 7 Teknik
Menguasai Auto CAD 2D dan 3D; Penerbit K-Media, 3) Pengukuran teknik
untuk teknik otomotif; Penerbit K-Media, 3) Power Train sistem pemindah
Daya Otomotif; Penerbit Magnum Pustaka Utama, 4) Listrik dan elektronika
Otomotif; Penerbit K-Media, dan 5) Metodologi Penelitian Tindakan Kelas,
Eksperiemen dan R & D; Penerbit Alfabeta .

203


Click to View FlipBook Version