STRATEGI MARKETING SEKOLAH
DI MASA PANDEMI
UNTUK KALANGAN SENDIRI 1
Marketing identik dengan produk yang diperjualbelikan untuk menarik
konsumen. Produk yang biasa akan menjadi luar biasa, satu di
antaranya terletak pada staregi marketing yang dilakukan oleh
perusahaan. Bagaimana ketika marketing itu pada lembaga
pendidikan? Ya, seharusnya pengelola pendidikan wajib mempelajari
strategi marketing sekolah, karena lembaga pendidikan adalah
lembaga sosial yang menawarkan jasa pada konsumen. Terlebih
lembaga pendidikan produk yang ditawarkan adalah mutu
sekolah. Maz Ardhi yang bertugas di Paramitha Digital Library
berpendapat bahwa “Mutu sekolah dapat dilihat banyak aspek.
Pertama, sumber daya berkualitas, seperti kepala sekolah,
guru, laboran, staf tata usaha, dan anak didik. Kedua,
mempunyai alat dan perlengkapan penunjang kegiatan
belajar mengajar yang representatif, seperti alat peraga, buku,
kurikulum, sarana prasarana sekolah, dan lain-lain. Ketiga,
mempunyai perangkat lunak yang representatif, seperti
peraturan, struktur organisasi, deskripsi kerja dan lain-lain.
Keempat, mutu masukan yang membuat harapan dan
kebutuhan, seperti, visi, motivasi, ketekunan, dan cita-cita” .
Oleh karena itu, pengembangan mutu sekolah harus disosialisasikan
melalui marketing sekolah dengan stategi on target. Bisa
diperhatikan sekolah yang semula maju dengan kualitas dan
kuantitasnya kemudian tidak mampu berkompetisi, bisa dipastikan
akan turun dan bahkan gulung tikar, sedangkan sekolah yang masih
seumur jagung bisa berkembang secara kualitas dan kuantitas karena
perencanaan yang bagus dan marketing untuk menarik serta
memberikan kepuasan pada konsumen (masyarakat).
UNTUK KALANGAN SENDIRI 2
Pandemi Covid-19 berdampak pada dunia pendidikan dan berimplikasi
pada lembaga-lembaga pendidikan di SMK Paramitha. Belajar dari
rumah adalah solusi yang ditawarkan pemerintah dalam
menyelamatkan dan menjaga kesehatan generasi bangsa. Hal ini sudah
berlangsung hampir satu tahun berjalan dengan berbagai risiko teknis
mapun non teknis, dari psikis maupun sosial. Akan tetapi, hal tersebut
harus menjadi pembelajaran berarti untuk selalu berpikir kreatif dan
inovatif dalam setiap keadaan. Lembaga pendidikan dituntut untuk
terus berkembang di situasi pandemi seperti ini untuk memberikan
kepercayaan penuh pada masyarakat.
Marketing menjadi salah satu penggerak kemajuan lembaga
pendidikan dengan menawarkan dan meyakinkan masyarakat bahwa
sekolah memiliki mutu yang bisa dimanfaatkan. Beberapa keunggulan
marketing yang dapat memajukan lembaga di era pandemi antara lain:
1. Membuat Brand Sekolah
Branding bisa diartikan kombinasi antara keterampilan,
pengalaman, dan suatu usaha untuk menciptakan merek dan
karaktristik image yang unik dan spesifik. Ini merupakan salah
satu daya tarik masyarakat untuk memberikan kepercayaan lebih pada
lembaga pendidikan.
Di antara hal sederhana untuk branding sekolah adalah membuat
seragam yang keren, logo sekolah yang elegan, taglane/ slogan
yang bisa menghipnotis masyarakat, memanfaatkan media
online seperti; website, facebook, twitter, instagram, blog,
market place, email marketing.
UNTUK KALANGAN SENDIRI 3
Media online di zaman digital, terlebih dalam masa pandemi, lebih
efektif untuk promosi sekolah dengan cara menampilkan program-
program sekolah yang terbaik sehingga masyarakat bisa memilih yang
terbaik dari yang baik. Maka SMK Paramitha membuat terobosan baru
dengan merubah perpustakaan konvensional menjadi perustakaan
elektronoik yang disebut dengan Paramitha Digital Library
dengan merubah koleksi buku cetak menjadi E-book atau buku
elektronik, untuk kesiapan melayani stakeholder dalam
melaksanakan literasi intelektualnya.
2. Menciptakan Perbedaan
Sebagian orang masih alergi ketika mendengar kata “perbedaan”,
karena di alam bawah sadar akan muncul kata-kata sinis,
permusuhan, saling curiga. Padahal perbedaan itu melahirkan
rahmat, artinya akan terdapat banyak kreatifitas dan inovasi.
Bukankah kita lahir dari perantara orang tua yang berbeda?
Perbedaan tidak harus level elite, tetapi lebih harus mengakar atau
bagian dari dari karakter sekolah itu sendiri. Dalam suatu contoh,
sekolah yang berbasis ICT akan menampilkan gaya pembelajaran
dengan media online dan administrasi sekolah berbasis Sistem
Informasi Manajemen (SIM). Hal itu sesuai tuntutan Pendidikan Era
Revolusi Industri 4.0 untuk mengambarkan cara mengintegrasikan
teknologi cyber baik fisik maupun non fisik. Era digital menuntut kita
untuk beradaptasi dengan lingkungan, terlebih dalam dunia
pendidikan yang selalu berkembang sejalan dengan perkembangan
teknologi.
UNTUK KALANGAN SENDIRI 4
3. Menguatkan Solidaritas Internal
Dunia marketing yang penuh dengan dinamika membutuhkan soliditas
tim. Konsistensi dan konsekuensi adalah kata kunci yang harus
menjadi kekuatan dalam membangun kesuksesan. Hal ini juga berlaku
pada marketing sekolah yang harus saling support dalam setiap
program sekolah agar dapat dipromosikan atau dipresentasikan yang
terbaik kepada masyarakat.
Satu jalan bersama menuju gerbang kesuksesan dengan saling
menguatkan, membangun komunikasi aktif, dan kreativitas.
Memberi saran dan masukan kontruktif juga akan memperkokoh misi
sekolah.
4. Melahirkan Keunggulan
Setiap sekolah pasti memiliki keunggulan masing-masing sesuai yang
diharapkan. SMK Paramitha memiliki keunggulan meliputi dua hal.
Pertama, Keunggulan Akademik yang berputar pada numerasi dan
literasi. Dengan melalakukan tes psikologi di awal masuk siswa baru,
sekolah akan mengetahui lebih dini tentang kemampuan siswa dalam
bidang akademik ditambah dengan tes mata pelajaran tertentu yang
dikehendaki sekolah. Selanjutnya, sekolah dapat memberikan materi
privat sesuai dengan kemampuan akademik siswa, sehingga setiap
event dinas maupun non dinas mampu bersaing meraih prestasi
akademik.
Kedua, keunggulan non akademik yang lebih mengarahkan siswa pada
aspek skill melalui kegiatan ekstrakurikuler. Terlebih pemerintah
UNTUK KALANGAN SENDIRI 5
membuat program Double Track berdasar PerGub no 139 tahun 2018
adalah sekolah yang menyelenggarakan dua program pendidikan, yaitu
pendidikan formal dan program pendidikan kewirausahaan pada
tingkat menengah atas. Hal ini bisa menjadi ruang untuk sekolah
swasta yang bisa lebih membekali siswa dengan skill sesuai dengan
keahlian yang ada di masyarakat sekitar sekolah.
Tujuan dari program double track ini untuk mengurangi angka
pengangguran setelah lulus dari sekolah menengah atas, khususnya
untuk siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.
Dengan melakukan dua hal ini diharapkan sekolah mampu
meningkatkan mutu sekolah dan mampu memiliki daya saing yang
tangguh baik secara kelembagaan maupun personal warga
sekolah. Gambaran umum ini bisa diterjemahkan lebih luas sesuai
dengan kondisi sekolah.
Menyikapi pelakasanaan program pembelajaran dimasa pandemi
19 sekolah harus memiliki strategi dan taktik pemasaran yang
unik dan mempesona. saat ini pendidikan yang laku dipasarkan
adalah pendidikan yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. produk jasa yang dihasilkan memiliki standar, spesifikasi, dan
kemasan layanan,
2. produk jasa sebagai ciri khas dan keunggulan,
3. memiliki pangsa/sasaran yang jelas,
4. mempunyai jaringan dan media, dan
5. memiliki tenaga pemasar.
UNTUK KALANGAN SENDIRI 6
Kelima karakteristik tersebut, dapat digunakan sebagai standar
lembaga pendidikan dalam menghasilkan pelayanan jasa, sehingga
jasa yang dihasilkan dapat diterima oleh konsumen.
Konsep marketing untuk lembaga pendidikan (terutama sekolah)
yang mutlak diperlukan.
Pertama sebagai lembaga nonprofit yang bergerak dalam bidang
jasa pendidikan, untuk level apa saja, perlu meyakinkan kepada
masyarakat “pelanggan” (peserta didik,orang tua, serta pihak-
pihak terkait lainnya) bahwa lembaga pendidikan masih tetap
eksis.
Kedua, perlu meyakinkan masyarakat dan “pelanggan” bahwa
layanan jasa pendidikan sungguh relevan dengan kebutuhan
masyarakat. Ketiga, perlu melakukan kegiatan pemasaran agar
jenis dan macam pendidikan dapat dikenaldan dimengerti secara
luas oleh masyarakat. Keempat, agar eksistensi lembaga
pendidikan tidak ditinggalkan oleh masyarakat luas serta
“pelanggan potensial”
Dampak globalisasi terlebih disrupsi revolusi industri 4.0 dan
pandemi COVID-19 telah melahirkan persaingan yang ketat dalam
dunia pendidikan, dan juga telah mengubah fokus manajemen
pendidikan. Dari sekedar sebagai alat untuk melayani proses
pendidikan secara kelembagaan, menjadi bagaimana membuat
pemakai pendidikan (user education), diubah menjadi pelanggan
pendidikan (customer education).
UNTUK KALANGAN SENDIRI 7
Senyatanya masyarakat membutuhkan pendidikan yang bermutu
juga layanan jasa pendidikan yang baik, bermutu dalam arti
mampu memberikan tawaran produk yang sesuai dengan
keinginan dan kebutuhan pelanggan yaitu kurikulum yang
bervariasi dan memiliki keunggulan dalam bidang-bidang yang
khusus. Dan layanan jasa pendidikan yang mampu memberikan
komunikasi yang ramah fasilitas yang nyaman serta konsultasi
yang kontinu bagi pelangan.
Sejatinya pendidikan sesungguhnya memiliki peranan yang sangat
strategis dalam masyarakat. Masyarakat menginginkan
pendidikan yang mampu memberikan aspek penanaman nilai-nilai
pada sikap dan tingkah laku, dalam hal ini manusia yang
berkualitas yaitu manusia yang beriman, bertaqwa, berahlak
mulia, kreatif, inovatif, berwawasan, disiplin dan bertanggung
jawab serta menguasai iptek. Visi tersebutlah yang harus
dikembangkan dalam bidang pendidikan, sehingga dengan
demikian tidak ada khawatiran bagi para stakeholedr, orang tua,
masyarakat, dan para generasi peserta didik.
Kegiatan pemasaran bukan sekedar kegiatan bisnis agar lembaga-
lembaga pendidikan mendapat peserta didik, melainkan juga
merupakan peningkatan mutu pendidikan sebagai bentuk
tanggung jawab kepada masyarakat luas. Lembaga pendidikan
dituntut untuk senantiasa merevitalisasi strateginya, guna
menjamin kesesuaian tuntutan lingkungan dan persaingan
dengan kekuatan internal yang dimilikinya.
UNTUK KALANGAN SENDIRI 8
Strategi yang harus dilakukan oleh sekolah yaitu; Pertama,
strategi pemasaran produk jasa pendidikan dengan menerapkan
strategi diferensiasi diantaranya; keunggulan kerja, inovasi
produk, pelayanan yang baik, citra merek (brand image),
kemudian strategi keunggulan biaya yaitu; biaya tinggi dengan
produk dan layanan yang baik dan strategi fokus yaitu; fokus pada
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagai luaran outcomes yang
memiliki kriteria tujuan pendidikan nasional.
Kedua, faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran produk jasa
pendidikan yaitu kualitas produk, fasilitas dan layanan, serta
harga. Ketiga, untuk mengukur efektivitas strategi pemasaran
produk jasa pendidikan, dilihat dari sejauh mana target yang telah
dicapai oleh manajemen sekolah. Efektifitas strategi pemasaran
targetnya diukur dari tingkat kepuasan pelangan terhadap produk
jasa pendidikan sebuah sekolah dan tingkat ketercapaiannya
dalam kurun waktu lima tahun terakhir jumlah siswa yang masuk
di sekolah tersebut apakah mengalami peningkatan pada setiap
tahunnya.
Bagi sekolah swasta, perolehan siswa tahun ajaran 2020-2021
hampir semua sekolah mengalami penurunan jumlah siswa.
Pandemi COVID-19 telah benar-benar menguji strategi
pemasaran lembaga pendidikan, sekolah yang mampu bertahan
adalah yang memiliki strategi keunggulan bersaing berkelanjutan
(Sustainable Competitive Adventage).
UNTUK KALANGAN SENDIRI 9
Saat ini yang bisa menjadi tolak ukur keberlangsungan sekolah
swasta sebagai lembaga penyedia jasa adalah PPDB (Penerimaan
Peserta Didik Baru) yang jelas terlihat dari perolehan siswa dalam
setiap tahun ajarannya., Tidak aneh jika persaingan antar sekolah
swastapun dilakukan dengan mendahului start terlebih dulu pada
saat Penerimaan Peserta Didik Baru.
Jelas sekali jika sekolah swasta yang tidak peka atau kurang
mampu menangkap kebutuhan stakeholder secara luas, maka era
“kejayaan” sekolah swasta akan menuju masa decline atau
kebangkrutan. Tantangan dan ancaman pendidikan swasta jelas
kontekstual dan strategik dengan perkembangan jaman dan era
tanpa sekat (globalisasi) dan dirsupsi juga pandemi COVID-19,
keniscayaannya sekolah swasta harus memiliki daya saing
sehingga secara sehat mampu bersaing dengan sekolah-sekolah
lainnya.
Semoga bermanfaat. Good luck.
Salam dari kami Paramitha Digital Library, penunjang literasi
anak bangsa untuk menjadi cerdas dan sukses menjadikan Anda
sebagai tunas pemimpin bangsa.
UNTUK KALANGAN SENDIRI 10