MATERI KEPRAMUKAAN
RACANA UNIROW
Bagian I Kepandegaan
Bagian II Kesakaan
Bagian III Pramuka Produktif
Bagian IV Kepemimpinan
Bagian V Wawasan Kebangsan
KEPANDEGAAN
Pramuka Pandega adalah golongan sekaligus sebutan bagi anggota Gerakan
Pramuka setelah penegak dan berusia antara 21 - 25 tahun. Pandega merupakan
golongan peserta didik terakhir dalam Gerakan Pramuka setelah Pramuka
Siaga (usia 7 - 10 tahun), pramuka penggalang (11 - 15 tahun), dan penegak (16 - 20
tahun). Dalam bahasa Inggris pandega biasa disebut sebagai Senior Rover.
Istilah 'pandega' mempunyai arti 'pemuka' atau 'ahli'. Hal ini mengandung filosofi
berdasarkan romantisme perjuangan bangsa Indonesia di mana setelah masa
'menegakkan' kemerdekaan Republik Indonesia dilanjutkan dengan masa
'memandegani' pelaksanaan pembangunan di negeri Indonesia.
Pandega adalah golongan Pramuka setelah Penegak. Anggota Pramuka yang
termasuk dalam golongan ini adalah yang berusia dari 18 tahun sampai dengan 22
tahun. Pramuka Pandega memiliki jenis kegiatan yang sama dan dilakukan
bersama-sama dengan Pramuka Penegak. Pembinaan Pramuka Pandega dilakukan
mulai dari tingkat Gugusdepan dalam satuan yang disebut Racana, dan di tingkat
Kwartir dapat mengikuti Satuan Karya dan Dewan Kerja.
Pramuka Pandega dihimpun di gugusdepan dalam satuan yang disebut Racana.
Racana dikelola oleh Dewan Racana yang terdiri dari anggota racana yang telah
dilantik menjadi Pandega. Racana ini dipimpin oleh seorang Ketua, seorang
Sekretaris, seorang bendahara, dan seorang Pemangku Adat. Jika racana
memerlukan racana dapat membentuk satuan terkecil yaitu reka. Racana dapat
dinamai sesuai aspirasi anggota dengan nama yang mencerminkan karakter racana.
Di tingkat Kwartir, Pramuka Pandega dapat bergabung dalam wadah pembinaan
Satuan Karya dan Dewan Kerja.
Kode Kehormatan Pramuka Pandega
Kode Kehormatan seorang pramuka pandega sama dengan kode kehormatan
pramuka penegak dan anggota pramuka dewasa lainnya. Kode kehormatannya
terdiri atas Satya Pramuka (janji) yang disebut Trisatya dan Darma Pramuka
(ketentuan moral) yang disebut Dasadarma.
Adapun bunyi Trisatya dan Dasadarma untuk pramuka pandega adalah sebagai
berikut:
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan
Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila,
▪ menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat,
▪ menepati Dasadarma.
Dasadarma
▪ Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
▪ Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
▪ Patriot yang sopan dan kesatria.
▪ Patuh dan suka bermusyawarah.
▪ Rela menolong dan tabah.
▪ Rajin, terampil, dan gembira.
▪ Hemat, cermat, dan bersahaja.
▪ Disiplin, berani, dan setia.
▪ Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
▪ Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
Pengorganisasian Pramuka Pandega
Pramuka pandega dihimpun dalam satuan yang dinamakan racana. Satu racana
pandega idealnya beranggotakan antara 10 - 30 pramuka pandega. Racana dapat
dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang disebut 'Reka'. Racana Pandega
menggunakan nama dan lambang yang dipilih sesuai dengan aspirasi anggota dan
mengandung kiasan dasar yang menjadi motivasi kehidupan Racana. Biasanya
menggunakan nama pahlawan namun dapat juga menggunakan nama tokoh, nama
jenis senjata, nama kerajaan dalam pewayangan atau nama ceritera mitos.
Sedangkan Reka bisa dinamakan bebas sesuai keinginan anggota atau sesuai dengan
minat bersama anggota semisal reka bernama "Reka Gita Pesona" karena
anggotanya sama-sama menyukai musik.
Racana dipimpin oleh seorang ketua yang disebut Pradana. Pradana dipilih dari
musyawarah anggota Racana. Organisasi racana disusun sesuai organisasi yang
terdapat di masyarakat pada umumnya, karena pada usia Pandega sudah terjun
dalam kehidupan masyarakat. Di dalam organisasi Racana terdapat Dewan Racana
Pandega yang disebut 'Dewan Pandega' dan 'Dewan Kehormatan'.
Struktur organisasi Dewan Pandega terdiri Ketua Racana (Pradana), Kerani
(Sekretaris), Bendahara, Pemangku Adat (penjaga kode etik Racana atau tata cara
adat Racana), dan beberapa anggota. Sedangkan pembina Racana bertindak sebagai
penasehat, pendorong, pengarah, pembimbing dan mempunyai hak dalam
mengambil keputusan terakhir. Dewan pandega ini mempunyai tugas:
▪ Merancang program kegiatan
▪ Mengurus dan mengatur kegiatan
▪ Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan
▪ Merekrut anggota baru
▪ Mencari/mengidentifikasi sumber dana untuk disampaikan kepada
Ketua Gudep
▪ Mengelola dana untuk menjalankan program kegiatan
▪ Melaporkan pelaksanaan kegiatan kepada Pembina Gudep
Dewan Kehormatan Pandega adalah Dewan yang dibentuk untuk mendampingi
Dewan Pandega. Tugas Dewan Kehormatan Pandega yaitu:
▪ Menentukan pelantikan,
▪ Memberikan penghargaan kepada Pandega yang berprestasi
▪ Memberikan tindakan hukuman atas pelanggaran terhadap kode
kehormatan.
▪ Rehabilitasi anggota Racana Pandega.
Pakaian Seragam Pramuka Pandega
Pakaian seragam pramuka pandega adalah sebagai mana gambar di bawah:
Pakaian Seragam Harian Pramuka Penegak dan Pandega Puti
Pakaian Seragam Harian Pramuka Penegak dan Pandega Putra
Pakaian Seragam Muslim Pramuka Penegak dan pandega Putri
Sistem Tanda Kecakapan Pramuka Pandega
Kecakapan pramuka pandega terdiri atas kecakapan umum, kecakapan khusus, dan
pramuka garuda. Kecakapan Umum ditempuh dengan menyelesaikan Syarat
Kecakapan Umum (SKU) yang terdiri atas satu tingkat yaitu Pandega. Kecakapan
khusus dicapai dengan menyelesaikan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) yang
memiliki tiga tingkatan yaitu purwa, madya, dan utama. Setelah menyelesaikan
Syarat Kecakapan Umum Pandega maka seorang Pandega dapat menempuh Syarat
Pramuka Garuda (Eagle Scout). TKU (Tanda Kecakapan Umum) dipasang di bahu
pakaian.
Tanda Kecakapan Umum (TKU) Pramuka Pandega
Lain-lain Tentang Pramuka Pandega
Di samping hal-hal di atas beberapa hal yang perlu diketahui terkait dengan
pramuka pandega antara lain:
▪ Pramuka pandega biasa disingkat dengan huruf ‘D’ dan menggunakan
kode warna ‘coklat’
▪ Upacara dalam ambalan penegak menggunakan formasi barisan ‘bersaf'
dengan Pemimpin Racana di paling kanan. Bentuk barisan ini
mengandung filosofi terbukanya pandangan dan pola pikir para pandega
dalam menerima pengaruh yang baik dari lingkungan sekitarnya.
▪ Arti dan kiasan istilah-istilah dalam pramuka pandega:
▪ Istilah 'pandega' mempunyai arti 'pemuka' atau 'ahli'. Hal ini
mengandung filosofi berdasarkan romantisme perjuangan
bangsa Indonesia di mana setelah masa 'menegakkan'
kemerdekaan Republik Indonesia dilanjutkan dengan masa
'memandegani' pelaksanaan pembangunan di negeri Indonesia.
▪ Racana mempunyai arti dasar penyangga tiang bangunan yang
dalam bahasa jawa disebut umpak.
▪ Reka mempunyai arti menyusun (mengatur, mengarang) baik-
baik.
▪ Pramuka Pandega bersama pramuka penegak dapat mengikuti
atau bergabung dengan Satuan Karya Pramuka (Saka), semisal
Saka Wira Kartika, Saka Dirgantara, Saka Kencana, Saka Bahari,
dll.
▪ Pramuka Pandega bersama pramuka penegak dapat juga
menjadi anggota Dewan Kerja baik di tingkat Cabang (DKC),
Daerah (DKD), maupun Nasional (DKN).
Adapun pertemuan dan kegiatan Pramuka Pandega sama halnya dengan Pramuka
Penegak, diantaranya ialah :
1. Perkemahan Wirakarya
2. Raimuna
3. Latihan ketrampilan kepramukaan
4. Musyawarah (di Dewan Kerja maupun di Racana)
5. Asah Nalar
6. Gladian Pimpinan Satuan(DIANPINSAT)
7. Perkemahan Bhakti (sama dengan Perkemahan Wirakarya tetapi
merupakan acara Satuan Karya)
Peraturan Terkait Pramuka Pandega
Beberapa peraturan perundangan dalam Gerakan Pramuka yang terkait dengan
pramuka pandega antara lain:
▪ PP Gugusdepan Gerakan Pramuka (SK Kwarnas No. 231 Tahun 2007)
▪ Jukran Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Padega (SK No. 214 Tahun
2007)
▪ Juklak Pembinaan Gudep Perguruan Tinggi
▪ SKU Pandega
▪ Panduan Penyelesaian SKU Pandega
Referensi:
▪ PP Gugusdepan Gerakan Pramuka (SK Kwarnas No. 231 Tahun 2007)
▪ Panduan Penyelesaian SKU Pandega (SK Kwarnas No. 199 Tahun 2011
KESAKAAN
Apa SAKA ?
Saka adalah singkatan dari Satuan Karya Pramuka, dalam
lingkungan World Scouting disebut " Scout Service Brigade ", merupakan
Wadah Pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan
meningkatkan pengetahuan, kemampuan, ketrampilan dan pengalaman
Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam berbagai bidang
kejuruan/tehnologi, serta memotivasi mereka untuk melaksankan kegiatan
Karya nyata dan produktif sehingga dapat memberi bekal bagi kehidupan dan
pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara, sesuai dengan aspirasi
pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan dalam rangka
peningkatan ketahanan nasional.
Satuan Karya Saka Pramuka merupakan wadah pendidikan
Kepramukaan untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat, dan
meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, dan pengalaman
Pramuka Penegak dan Pandega dalam berbagai bidang kejuruan. Satuan
Karya Pramuka (Saka) adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat,
mengembangkan bakat dan pengalaman para pramuka dalam berbagai bidang
ilmu pengetahuan dan teknologi. Satuan Karya diperuntukkan bagi para
Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega atau para pemuda usia antara 16-25
tahun dengan syarat khusus. Setiap Satuan Karya memiliki beberapa krida,
yang masing-masing mengkhususkan pada subbidang ilmu tertentu. Setiap
Krida memiliki Syarat Kecakapan Khusus untuk memperoleh Tanda
Kecakapan Khusus Kelompok Kesatuan Karyaan yang dapat diperoleh
Pramuka yang bergabung dengan Krida tertentu di Saka tersebut.
Satuan Karya Pramuka juga memiliki kegiatan khusus yang disebut
Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka disingkat Pertisaka yang
dilaksanakan oleh tiap-tiap saka, sedangkan kegiatan yang dilaksanakan secara
bersama-sama lebih dari satu saka yang disebut Perkemahan Antar Satuan
Karya Pramuka disingkat Peransaka. Kegiatan Peransaka antara lain
melakukan transfer bidang keilmuan masing-masing Satuan Karya.
Pada dasarnya Satuan Karya hanya diatur di tingkat nasional oleh
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, namun ternyata ada Satuan Karya yang
dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kwartir Daerah yang bersangkutan.
Mengapa SAKA ?
1. Gerakan Pramuka melalui kepramukaan, bertujuan mempersembahkan
kepada bangsa dan negara Indonesia Kader bangsa yang sekaligus kader
pembangunan yang bermoral Pancasila. Untuk itu proses pendidikan
progresif sepanjang hayat bagi anggota muda Gerakan Pramuka dalam
abad ke 21 guna mencapai tujuan tersebut, difokuskan pada ketahanan
mental, moral, fisik, emosional, intelektual, iptek dan sosial peserta didik
baik sebagai induvidu maupun anggota masyarakat.
2. Upaya pendidikan dan pelatihan dalam rangka pembinaan ketahanan
tersebut pada hakekatnya dilaksanakan melalui kepramukaan dalam
gugusdepan sesuai dengan golongan peserta didik dilaksanakan dalam
Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak dan Racana
Pandega.
3. Upaya tersebut dilaksanakan dalam bentuk kegiatan dengan partisipasi
aktif peserta didik. Kegiatan tidak akan berhasil mencapai tujuan
pendidikan, kalau peserta didik tidak terlibat atau tidak aktif berpartisipasi
dalam kegiatan tersebut. Peserta didik akan aktif berpartisipasi kalau
kegiatan itu menarik, menyenangkan, menantang, tidak menjemukan,
tidak dipaksakan dan sesuai dengan minat, keinginan, kebutuhan peserta
didik.
4. Satuan - satuan Pramuka tidak mengambil alih pendidikan formal dalam
pengajaran iptek/teknologi karena memang bukan tugasnya, tetapi
melengkapi pendidikan formal dengan menerapkan secara praktis
pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari pendidikan formalnya
dalam kegiatan karya nyata dan pengabdian masyarakat.
Dalam Gerakan Pramuka ketahanan dan ketangguhan iptek/Teknologi
dibina dan dikembangkan dalam satuan khusus yaitu Satuan karya
Pramuka. Untuk maksud itulah Gerakan Pramuka membentuk Satuan Karya
Pramuka bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
Tujuan dan Sasaran SAKA
1. Tujuan dibentuknya Satuan Karya Pramuka bagi Pramuka Penegak dan
Pramuka Pandega adalah pemantapan ketahanan dan ketangguhan
mental, moral, fisik, intelektuan, emosional dan sosial peserta didik
khususnya teknologi, sehingga mereka pada saat meninggalkan Gerakan
Pramuka benar-benar siap sebagai kader bangsa yang sekaligus kader
pembangunan yang bermoral Pancasila
2. Tujuan dibentuknya Saka bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
adalah pemantapan ketahanan dan ketangguhan mental, moral, fisik,
intelektual, emosional, dan sosial.
Dengan demikian, anggota Saka Pramuka akan benar-benar siap menjadi
kader bangsa sekaligus kader pembangunan yang bermoral Pancasila.
Sasaran dibentuknya Satuan Karya Pramuka bagi Pramuka Penegak dan
Pramuka Pandega adalah pada saat mereka meninggalkan Gerakan Pramuka
dan Satuan karya Pramuka, memiliki :
a. Ketahan dan ketangguhan mental, moral, fisik, emosional, intelektual dan
sosial untuk menghadapi tantangan hidup di abad ke 21.
b. Ketrampilan menerapkan iptek praktis untuk hidup dalam belantara
kehidupan abad ke 21 secara mandiri, berani dan bertanggung jawab.
c. Ketrampilan untuk berwirausaha.
Kapan SAKA ?
Satuan Karya Pramuka bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
dibentuk kalau :
a. 10 (sepuluh) orang Pramuka Penegak/Pandega putra atau 10 (sepuluh)
orang Pramuka Penegak/Pendega putri, karena mempunyai minat dalam
bidang yang sama, bersepakat untuk membentuk Saka yang sesuai dengan
bidang yang diminatinya.
b. Gugusdepan, dimana para Pramuka Penegak/Pandega yang bersepakat
tersebut diatas menjadi anggota, berdekatan dan ada dalam satu wilayah
Cabang atau ranting.
c. Para Pramuka Penegak / Pandega pendiri tersebut mempunyai calon
Pembina Pramuka Penegak atau Pembina Pramuka Pandega yang
berminat dan berkompeten atas bidang yang menjadi minat para pendiri
Saka.
d. Masyarakat sekitar Saka tersebut mendukung berdirinya Saka dan
bersedia untuk menjadi anggota Majelis Pembimbing Saka.
Pembentukan Satuan Karya Pramuka perlu memperhatikan adanya
instasi/ organisasi baik pemerintah maupun swasta yang mempunyai kegiatan
yang terkait atau ada relevansinya dengan bidang - bidang yang menjadi
kegiatan Saka dan berlokasi di wilayah Saka beroperasi. Partisipasi interaktif
instasi/ organisasi tersebut dengan Saka terkait sangat diperlukan, bahkan
merupakan suatu keharusan demi misi dan tercapainya sasaran dan tujuan
Saka.
Saka Pramuka berkedudukan di Kwartir Cabang atau Kwartir Ranting Gerakan
Pramuka. Saka merupakan ujung tombak pembinaan kesakaan Gerakan Pramuak sesuai
minat dan kebutuhan peserta didik. Saka dapat dibentuk jika 10 (sepuluh) orang
Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega putra atau putri memiliki minat
dalam bidang yang sama.
Pembentukan Saka perlu memperhatikan adanya instansi prganisasi, baik
pemerintah maupun swasta yang mempunyai kegiatan terkait atau sesuai
dengan bidang-bidang yang menjadi kegiatan Saka dan berlokasi di wilayah
Saka.
Dimana SAKA ?
1. Satuan Karya pramuka itu adanya paling tinggi di tingkat Cabang, bahkan
paling efektif ditingkat Ranting. Karena seperti halnya Gugusdepan, Saka
merupakan ujung tombak Gerakan Pramuka yang langsung melaksanakan
pembinaan Pramuka, khususnya Pramuka Penegak / Pramuka Pandega,
dibidang kesakaan yang menjadi minat dan kebutuhan peserta didik
dalam pengabdian, serta dampak positif dirasakan secara timbal balik, baik
oleh para Pramuka maupun masyarakat.
2. Gugusdepan pramuka, satuan Karya Pramuka dan masyarakat,
merupakan TRIDAYA (tiga kekuatan) sebagai salah satu unsur
kunci keberhasilan pembangunan masyarakat dan kader bangsa yang
sekaligus kader pembangunan yang bermoral Pancasila. Pramuka adalah
nara sumber perubahan dalam masyarakat. Oleh karena itu mutlak
Gugusdepan, Satuan Karya Pramuka dan masyarakat itu manunggal
demi efektifnya keberhasilan pembangunan masyarakat.
3. Gugusdepan merupakan sumber tenaga manusia muda yang telah
dibina karakter dan moralnya untuk dikembangkan ketrampilan
teknologinya oleh Satuan Karya Pramuka, sedangkan masyarakat (
istansi/organisasi baik pemerintah maupun swasta )merupakan sumber
dukungan keahlian / kompetensi, fasilitas maupun pemberdaya manusia
Pramuka yang terlatih dan memiliki daya manusia potensi untuk
mensukseskan misi masyarakat tersebut dan Gerakan Pramuka.
Siapa SAKA ?
a. Anggota Satuan Karya Pramuka adalah Pramuka Penegak dan Pramuka
Pandega putra dan putri anggota Gugusdepan di wilayah Ranting yang
bersangkutan tanpa melepaskan diri dari keanggotaan Gugusdepannya.
Anggota Saka Pramuka akan memotivasi diri mereka untuk
melaksanakan kegiatan karya nyata dan produktif, sehingga dapat menjadi
bekal bagi kehidupan dan pengabdiannya di masyarakat, bangsa, dan negara.
Arti dari kata “bahar” adalah laut, akan tetapi dalam kaitannya dengan
kegiatan Satuan Karya Pramuka, bahari mengandung arti segala kegiatan yang
terkait dengan sistem lingkungan hidup (ekosistem) kelautan dan perairan.
Pemuda/pemudi non Pramuka yang berminat dapat menjadi anggota
Saka melalui tata cara penerimaan anggota Saka dalam Sidang Dewan Saka.
Setelah Sidang Dewan Saka memutuskan untuk menerima calon anggota
Saka, yang bersangkutan diminta untuk menjadi anggota Gugusdepan yang
dipilihnya. Pamong Saka dan Ketua Dewan Saka mengantarkan calon tersebut
kegugusdepan yang dipilihnya. Dalam waktu maksimal 3 ( tiga ) bulan calon
bersangkutan harus telah dilantik sebagai Penegak Bantara atau Pandega dan
dengan tidak melepaskan keanggotaan Gugusdepan yang bersangkutan
diterima sebagai anggota Saka.
Anggota Saka wajib meneruskan pengetahuan, ketrampilan,
pengalaman dan kemampuannya sebagai anggota Saka kepada anggota muda
Gerakan Pramuka di Gugusdepannya. Dia bertindak sebagai instruktur muda
kesakaan di Gugusdepannya. Anggota Saka tetap mengikuti Ambalannya dan
berusaha untuk mengikuti Ujian tingkat, TKK, Pramuka Garuda.
Anggota suatu Saka dapat mengikuti kegiatan - kegiatan dalam Saka lain
untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman serta dapat mengikuti ujian -
ujian TKK sepengetahuan Pamong Sakanya. Namun yang bersangkutan tetap
sebagai anggota Sakanya dan berpartisipasi dalam semua kegiatannya.
Anggota suatu Saka dapat pindah ke Saka lain yang diminatinya dengan
ketentuan :
a. Kepindahan diputuskan oleh Dewan Saka yang bersangkutan yang
dihadiri juga oleh wakil dari Dewan Saka yang diminati oleh anggota yang
akan pindah. Acara pemidahan dilakukan seperti acara pemidahan dalam
Ambalan Penegak atau Racana Pandega.
b. Anggota Saka yang pindah melepaskan dan menyerahkan kepada Ketua
Dewan Saka tanda - tanda Saka dan Krida, kecuali TKK. Tanda Kecakapan
Khusus yang dimiliki anggota Saka yang pindah tetap dipakai di
seragamnya.
Anggota Saka adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega putera
dan puteri anggota Gugus Depandi wilayah Cabang atau Ranting tanpa
melepaskan diri dari anggota Gugus Depannya. Pemuda non Pramuka yang
berminat juga dapat menjadi anggota Saka melalui tata cara penerimaan
anggota Saka dalam Sidang Dewan Saka.
Anggota Saka wajib meneruskan pengetahuan, keterampilan,
pengalaman, dan kemampuannya kepada anggota di Gugus Depannya.
Anggota Saka dapat bertindak sebagai instruktur muda kesakaan pada Gugus
Depannya. Anggota Saka dapat mengikuti kegiatan-kegiatan dalam Saka lain
untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman serta dapat mengikuti Ujian
Keterampilan Khusus dengan ijin Pamong Saka.
Pengorganisasian Saka
Saka merupakan bagian integral kepramukaan dari jajaran Kwartir
Gerakan Pramuka. Keberadaan dan kegiatannya sebagai kepanjangan dari
proses pendidikan Kepramukaan dengan berlandaskan Anggaran Dasar dan
Anggara Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Saka secara organisasi berada di
bawah wewenang pengendalian, bimbingan dan binaan Kwartir
CabangRanting.
Kwartir Cabang/Ranting memberikan bantuan dan kemudahan agar
Saka menjadi wadah pembinaan dan pengembangakn IPTEK yang efektif bagi
Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Saka menggunakan nama pahlawan
bangsa yang berkaitan dengan bidang yang menjadi kekhusuan kegiatannya.
1. Satuan Karya Pramuka disingkat Saka merupakan bagian integral dari
Gerakan Pramuka dan jajaran Kwartir Gerakan Pramuka. Keberadaan
dan kegiatan operasionalnya sebagai kepanjangan proses pendidikan
progresif sepanjang hayat Kepramukaan, berlandaskan Anggaran Dasar
dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
2. Saka secara organisatoris ada di bawah wewenang pengendalian,
bimbingan dan binaan Kwartir Cabang/Ranting. Kwartir
Cabang/Ranting memberi bantuan dan kemudahan sehingga Saka
menjadi wadah pembinaan dan pengembangan iptek yang efektif bagi
para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam melaksanakan
Motto Gerakan Pramuka " Satyaku kudarmakan, Darmaku kubaktikan"
3. Saka perlu mendapat dukungan masyarakat, karena itu
Kwarcab/Kwarran perlu bekerjasama dengan atau melibatkan
instansi/organisasi baik pemerntah maupun swasta yang bekaitan
dengan Saka.
4. Saka menggunakan nama pahlawan bangsa yang berkaitan dengan
bidang yang menjadi kekhususan kegiatannya.
5. Saka dibagi menjadi maksimal 4 (empat ) Krida dengan kegiatan yang
spesifik yang diminati anggotanya, Krida beranggotakan maksimal 10 (
sepuluh ) orang Pramuka Penegak atau Pandega yang mempunyai minat
yang sama. KRIDA dipimpin oleh pemimpin Krida dan wakil pemimpin
Krida. Mereka dipilih oleh anggota Krida.
6. Setiap Saka membentuk dewan Saka yang anggotanya terdiri dari para
Pemimpin Krida, para wakil pemimpin Krida, Pamong Saka, Wakil
Pamong Saka, dan instruktur Saka. Para anggota dewasa tersebut
berfungsi sebagai Konsultan dan Konselor/Pembimbing. Ketua Dewan
Saka dipilih oleh anggota Dewan Saka dan menjabatnya selama dua
tahun.
7. Saka Putera dan Saka Puteri terpisah serta berdiri sendiri-sendiri. Saka
Putera dibina Pamong Saka Putera dan Saka Puteri dibina oleh Pamong
Saka Puteri. Demikian pula untuk Instruktur Saka.
Saka dibagi menjadi maksimal 4mpat Krida dengan kegiatan spesifik
yang diminati anggotanya. Krida beranggotakan maksial sepuluh orang
Pramuka Penegak atau Pramuka Pandega yang memiliki minat sama. Krida
dipimpin oleh pemimpin Krida dan wakil pimpinan Krida yang dipilih oleh
anggota.
Setiap Saka membentuk dewan Saka yang anggotanya terdiri dari
pimpinan Krida, wakil pimpinan Krida, Pamong Saka, Wakil Pamong Saka,
dan Instruktur Saka. Saka Putera dan Saka Puteri terpisah dan berdiri sendiri-
sendiri. Saka Putera dibina oleh Pamong saka Putera dan Saka Puteri dibina
oleh Pamong Saka Puteri. Demikian juga untuk Instruktur Saka.
Pamong Saka adalah Pembina Pramuka Mahir Penegak atau Pandega
yang memiliki minat pada suatu bidang Saka, berusia antara 30 sampai dengan
50 tahun.
Instruktur Saka adalah Pembina Pramuka Mahir Penegak atau Pandega
atau seseorang yang memiliki perhatian terhadap pembinana kaum muda, ahli
dan berpengalaman dalam bidang IPTEK yang diperlukan untuk kegiatan
Saka.
Pimpinan Saka adalah anggota Kwartir Cabang/Ranting yang terdiri
dari Andalan Cabang/Ranting urusan Saka, Pamong Saka, dan Instruktur Saka
yang masa bhaktinya sama dengan kwartir.
Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) adalah tokoh masyarakat yang
berminat pada Saka Pramuka sebagai sarana pembinaan kaum muda di bidang
teknik melalui Kepramuka
Saka dibina oleh Pamong Saka dan Instruktur Saka.
1) Pamong Saka adalah :
a) Pada dasarnya bahkan sebaiknya Pembina pramuka Mahir Penegak atau
Pandega yang memiliki minat dan kegemaran suatu bidang kegiatan Saka
dan berusia 30 sampai dengan 50 tahun.
b) Dipilih oleh anggota Saka melalui sidang Dewan Saka, Pamong Saka
terpilih di angkat untuk masa bakti 5 tahun serta dilantik oleh Ka-
Kwarcab/Ka.Kwarran yang bersangkutan.
c) Ex-officio anggota Pimpinan Saka dan Pembantu Andalan Cabang
/Ranting urusan Saka.
d) Betugas dan bertanggungjawab :
(1) merencanakan , melaksanakan dan mengevaluasi pembinaan dan
pengembangan Sakanya bersama Dewan Saka;
(2) menjadi pendorong / motivator, pendamping dan pembangkit semangat
anggota Sakanya untuk meningkatkan diri dan Sakanya ;
(3) mengusahakan Instruktur, perlengkapan dan keperluan kegiatan Sakanya
;
(4) mengadakan hubungan, konsultasi dan kerjasama yang baik dengan Saka,
Kwartir, Majelis Pembimbing Saka, Gugsdepan dan Saka lainnya serta
instansi / organisasi baik pemerintah maupun swasta yang terkait dengan
kegiatan Saka ;
(5) mengkoordinasikan Instruktur dengan Dewan Saka yang ada dalam
Sakanya ;
(6) menjadi konsultan, pembimbing Dewan Sakanya :
(7) melaporkan perkembangan Sakanya kepada Kwartir dan Pimpinan Saka
yang bersangkutan.
2) Instruktur Saka adalah :
a) Sebaiknya Pembina Pramuka Mahir Penegak atau Pandega, seorang yang
memiliki perhatian pada pembinaan kaum muda, yang ahli
dan berpengalaman dalam suatu bidang iptak yang diperlukan untuk
kegiatan Saka, bersedia mengabdikan diri untuk mendidikkan dan melatih
iptek kepada para anggota Saka sesuai dengan keahliannya atau
kompetensinya dan berusia minimal 28 tahun.
b) Mitra kerja Pamong Saka dalam pengabdian membina anggota Saka yang
diangkat untuk masa bakti 5 tahun serta dilantik oleh
Ka.Kwarcab/Ka.Kwarran yang bersangkutan.
c) Ex-officio anggota Pimpinan Saka dan Pembantu Andalan cabang/ranting
urusan Saka.
d) Bertugas dan bertanggungjawab :
(1) membantu Pamong Saka dalam pengembangkan, melaksanakan dan
mengevaluasi pembinaan dan pengembangan Sakanya bersama
Dewan Saka;
(2) merencanakan, melaksankan dan mengevaluasi program pendidikan dan
pelatih iptek sesuai dengan bidang keahliannya ;
(3) mengisi dan menilai kemahiran anggota Saka sesuai dengan bidang
keahliannya.
(4) menguji dan menilai Syarat Kecakapan Khusus dan merekomendasikan
pemberian TKK kepada Pamong Saka ;
(5) mengadakan hubungan, konsultasi dan berkerjasama yang baik dengan
Pamong Saka, Dewan Saka, Pemimpin Saka, Kwartir Majelis Pembimbing,
Gugusdepan, dan Saka lainnya serta instasi/organisasi baik pemerintah
maupun swasta yang terkait dengan kegiatan Saka :
(6) menjadi konsultan dan pembimbing teknik Dewan Saka :
(7) melaporkan perkembangan pendidikan dan pelatihan teknik dalam Saka
kepada Kwartir dan pimpinan Saka dengan koordinasi Pamong Saka yang
bersangkutan.
3) Pimpinan Saka adalah :
a) Terdiri dari Andalan Cabang / Ranting urusan Saka, Pamong Saka dan
Instrutur Saka, yang masa baktinya sama dengan kwartir.
b) Anggota Kwartir Cabang/Ranting.
c) Bertugas dan bertanggungjawab :
(1) membantu Kwartir dalam menentukan kebijakan, mengenai pembinaan
dan pengembangan Saka;
(2) mengadakan hubungan dan kerjasama dengan instasi/organisasi baik
pemerintah maupun swasta yang berkaitan dengan Sakanya.;
(3) Atas pelaksanaan kebijakan Kwartir tentang kegiatan Sakanya ;
(4) melaksanakan koordinasi antara pimpinan Saka di semua jajaran di
wilayah kerjanya ;
(5) memberi laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan Saka
kepada Kwartirnya dengan tindasan Pimpinan Saka dan Kwartir jajaran di
atasnya.
(6) pimpinan Saka dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada
Kwartir yang bersangkutan.
4) Majelis Pembimbing Saka adalah :
a) Disingkat Mabisaka, beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang
menaruh minat pada Satuan Karya Pramuka sebagai sarana pembinaan
kaum muda di bidang teknik melalui Kepramukaan.
b) Terdiri dari Ketua Mabisaka, Wakil Ketua Mabisaka, Sekretaris dan
anggota.
c) Ketua Mabisaka ex-officio anggota Mabicab/Mabiran.
d) Mabisaka diangkat atas rekomendasi Pimpinan Saka dan dilantik oleh Ka-
Kwarcab/Ka-Kwarran.
e) Mabisaka bertanggungjawab kepada Kwartir yang bersangkutan.
Jenis-jenis Saka :
a) Saka Taruna Bumi dengan kegiatan di bidang pertanian.
b) Saka Bahari dengan kegiatan di bidang kebaharian
c) Saka Dirgantara dengan kegiatan di bidang kedirgantaraan.
d) Saka Bhayangkara dengan kegiatan di bidang kebhayangkaraan.
e) Saka Bakti Husada dengan kegiatan di bidang kesehatan
f) Saka Kencana dengan kegiatan di bidang keluarga berencana
g) Saka Wana Bakti dengan kegiatan di bidang kehutanan
Bagaimana Operasional SAKA ?
1. Operasional Saka terdiri dari pertemuan-pertemuan :
a. Rutin Berkala (RB)
b. Praktek Kerja Lapangan (PKL)
c. Bina Potensi Diri (BPD)
d. Pengabdian Karya Nyata (PKN)
2. Pertemuan - pertemuan berkala :
a. Pertemuan berkala setiap bulan 2 kali atau ditentukan oleh sidang Dewan
Saka.
b. Pertemuan ini bersifat latihan seperti pertemuan Ambalan / Racana.
c. Pertemuan berpusat dalam Krida dengan program/acara yang spesifik
Krida.
d. Pemantapan/pendalaman/improvisasi ketrampilan teknik.
3. Praktek Lapangan :
a. Anggota Krida secara perorangan atau satuan Krida melakukan praktek
kerja nyata di instansi/atau organisasi baik pemerintah maupun swasta
dalam bidang yang sesuai dengan spesialisasi Krida.
b. Hasil PKL dibahas dalam Krida kemudian dalam forum Saka.
4. Bina Potensi Diri :
a. Pengembaraan secara perorangan atau satuan Krida/Saka dengan acara
antara lain ekspedisi, penelitian, pengamatan, pengumpulan data dan
informasi.
b. Analisis hasil pengembaraan.
c. Laporan dan rekomendasi hasil pengembaraan.
d. Implementasi rekomendasi pengembaraan dalam bentuk proyek
pengabdian masyarakat atau program peningkatan potensi anggota Saka.
5. Pengabdian Karya Nyata :
a. Merencanakan kegiatan pengabdian masyarakat atas dasar laporan dan
rekomendasi hasil pengembaraan.
b. Melaksanakan proyek pengabdian masyarakat yang telah direncanakan.
c. Mengevaluasi pelaksanaan proyek pengabdian masyarakat.
6. Operasional Saka :
a. Dikelola oleh Dewan Sakan dan Pamong Saka serta Instruktur Saka.
b. Kegiatan-Kegiatan operasioal Saka dilaksanakan dengan Prinsip Dasar
Kepramukaan dan Metode Kepramukaan.
c. Kegiatan-kegiatan operasional Saka adalah oleh dan untuk anggota Saka
atas tanggungjawab Dewan Saka, Pamong Saka dan Instruktur Saka.
d. Kegiatan-kegiatan operasional Saka putra dan putri dapat dilakukan
bersama dengan mentaati Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode
Kepramukaan.
e. Dalam kegiatan-kegiatan operasional Saka diterapkan :
1) belajar sambil mengerjakan (learning by doing)
2) belajar untuk memperoleh penghasilan (learning to earn)
3) penghasilan untuk hidup (earning to live)
4) hidup untuk mengabdi (living to serve)
KEPUSTAKAAN
1. AD & ART GERAKAN PRAMUKA (Kepres RI No. 34 Tahun 1999 dan
Kep.Ka.Kwarnas. Jakarta, 1999.
2. PP dan Ketentuan - ketentuan tentang SAKA-SAKA.
PRAMUKA PRODUKTIF
PramukaProduktif adalah sebuah cara untuk mendapatkan hasil yang
diinginkan dengan sedikit waktu dan sedikit usaha. Ketika kakak mencoba
ingin produktif, itu artinya kamu mencoba untuk mencapai tujuan dan bisa
meluangkan waktu untuk hal-hal penting lainnya. Kaakak mungkin
membayangkan, orang-orang yang produktif adalah orang selalu sibuk setiap
harinya. Orang tersebut akan berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan
lainnya.
Definisi sibuk dan produktif mungkin saling tumpang tindih. Padahal
sibuk dan produktif bukanlah hal yang sama. Ketika kamu sudah
menemukan seperti apa produktif itu,kamu tidak akan merasa tercekik oleh
deadline setiap harinya. Orang yang produktif bisa mengerjakan sesuatu
lebih awal waktu, bukan mengumpulkan pekerjaan ketika satu jam menuju
deadline. Produktif juga seringkali bukan hanya sekedar sibuk bekerja. Pada
buku Santuy, Tapi Produktif, Mau? kamu dapat mengetahui berbagai tips
dan panduan untuk dapat membedakan antaraproduktif dan sibuk.
Olehkarena itu pramuka produktif harus di awali dari sebuah mindset yang
tumbuh.
Mindset
Berpikir adalah proses mental. Berpikir adalah suatu kegiatan mental yang
melibatkan kinerja otak (Sobur, 2003). Di dalam berpikir setiap individu
menggunakan pola-pola pikir tertentu. Misalnya kita berpikir saat
mendapatkan penugasan dari pimpinan untuk membuat sebuah laporan atau
membuat konsep rancangan atau mendapatkan tugas lain, anda akan
memikirkan mana yang dikerjakan terlebih dahulu dan lain sebagainya.
Mindset atau pola pikir adalah pola yang menetap dalam pikiran bawah
sadar seseorang. Keyakinan merupakan bagian dari pola pikir (Sandy, 2006).
Apakah pikiran bawah sadar itu? Mel sandy dalam bukunya The Piece of
Mind mengatakan bahwa pikiran bawah sadar adalah gudang dimana
seluruh informasi tersimpan. Pengalaman yang direkam dalam pikiran
bawah sadar inilah yang membentuk pola pikir seseorang. Rekaman bawah
sadar ini berasal dari lingkungan dimana dia berada, baik lingkungan
keluarga, lingkungan sosial, adat istiadat, serta lingkungan pergaulan.
Mindset adalah inti dari self learning atau pembelajaran diri. Inilah yang
menentukan bagaimana memandang sebuah potensi, kecerdasan, tantangan
dan peluang sebagai sebuah proses yang harus diupayakan dengan
ketekunan, kerja keras, dan usaha untuk tercapainya tujuan (Darmawan,
2009). Langkah awal untuk mengubah mindset adalah mengubah belief.
Piaget, bapak psikologi perkembangan, menyimpulan bahwa sistem
kepercayaan (belief system) memainkan peranan yang penting dibandingkan
kemampuan berpikir logis membentuk mindset seseorang.
"Pertanyaannya adalah pola pikir yang bagaimanakah yang terekam dalam
diri seseorang? Hal ini sangat tergantung dari input yang masuk ke dalam
otak seseorang. Pola pikir yang sudah mengakar dalam dirinya tersebut
akan terlihat dalam pola perilakunya sehari-hari. Oleh karena itu faktor
dominan yang membentuk pola pikir ini dapat memicu pelaksanaan
pekerjaan sekaligus juga menghambat pelaksanaan pekerjaan.
Untuk meneropong masa depan berawal dari membangun mindset. Ada
banyak hal, termasuk tantangan, pilihan dan menentukan arah sesuai
keinginan melihat masa depan. Pakar psikologi Gardner Howard (2007)
menuangkan ide dalam bukunya "Five Mind for the Future", ada lima hal
yang menjadi pertimbangan.
a) Discipline Mind. Kerangka Dasar atau Kerangka Utama Kecerdasan/
Pemikiran.
Seseorang harus memiliki paling tidak satu disiplin ilmu atau
kerangka berpikir yang sangat dikuasai untuk memecahkan masalah di
segala hal. Disciplin Mind juga berarti seseorang harus selalu melatih
keahliannya tersebut untuk meningkatkan performansinya. Keahlian itu
sendiri tidak bisa dicapai dalam waktu singkat, butuh waktu. Namun
seiring sejalan peningkatan dan penambahan area keahlian seseorang
maka pemecahan masalah pun bisa lebih terarah dan lebih mudah jika
menerapkan discipline mind tersebut karena dilandasi oleh kerangka
berpikir yang tepat dan keahlian yang mumpuni.
b) Synthesizing Mind. Mensinergikan Ide dan Pemikiran dari Disiplin IImu
Yang Berbeda
Seseorang harus mampu menggabungkan berbagai pola pemikiran dan
disiplin ilmu agar dapat mengumpulkan informasi dan pengetahuan
seluasnya dari berbagai macam sumber serta melahirkan berbagai
macam ide dan ilmu pengetahuan baru yang bermanfaat. Oleh
karenanya seseorang dituntut untuk dapat mensinergikan berbagai
macam disiplin ilmu, pengetahuan, serta kerangka berpikir.
Kemampuan untuk mensinergikan tersebut sangatlah vital untuk masa
sekarang dan masa depan karena merupakan keahlian dasar yang harus
dimiliki oleh seorang pemimpin yang inovatif.
c) Creativity Mind. Membuka Tabir dan Memecahkan Masalah Melalui
Kreativitas dan Ide Inovatif
Seseorang dituntut harus memiliki kreativitas berpikir. Kreativitas tersebut
digunakan untuk membantu pemecahan masalah diluar cara yang
sudah ditentukan sebagai alternative pemecahan masalah juga
kemampuan membuat terobosan baru. Kreatifitas disini juga adalah suatu
kemampuan menciptakan sesuatu yang tidak bisa diidentifkasi
komponennya. Kreativitas tidak terbatas dan tidak dapat dibatasi
sehingga diharapakan para pemimpin sangat mengerti akan kunci
kreativitas berpikir tersebut sehingga dapat respek akan ide-ide kreatif,
membuka ruang dan kesempatan serta menciptakan atmosfer yang
mendukung.
d) Respectful Mind. Penghargaan Perbedaan Dengan Orang Lain
Seseorang yang harus memiliki respectful mind agar dapat menerima
dan menghargai pendapat dan perbedaan dengan orang lain, agar dapat
bekerja sama, dan mampu menciptakan suasana keterbukaan dan
hubungan timbal-balik serta tenggang rasa dan toleransi. Sangat penting
untuk ditanamkan pemikiran bahwa hak dan kewajiban serta kemauan
seseorang itu terbatas oleh hak, kewajiban, dan kemauan orang lain.
Sehingga apabila pemikiran itu bisa diterapkan maka setiap orang
sudah memiliki respectful mind yang diharapkan.
Pekerjaan yang dilakukan dalam tim pun dapat secara langsung atau
tidak langsung membangun respectful mind orang-orang yang terlibat di
dalamnya. dan bukan tidak mungkin kekuatan kerja dari tim tersebut
bisa berkurang atau hilang sehingga gagal jika tidak memiliki respectful
mind yang tinggi.
e) Ethical Mind. Berpikir untuk orang lain demi kepentingan bersama
Adalah kemampuan/ kecerdasan seseorang untuk berpikir diluar
keinginan pribadi dan diluar kemampuan diri yang telah dimiliki.
Sebenamya ethical mind ini sangat erat hubungannya dengan respectful
mind dan synthesizing mind, serta creativity mind. Seperti dasar
pemikiran respectful mind bahwa hak, kewajiban, serta kemauan
seseorang terbatas oleh hal yang sama dari orang lain, maka ethical
mind pun seperti itu sehingga dia sangat tahu dimana menempatkan
diri dan bersikap serta apa yang boleh dan dapat diperbuatnya.
Seseorang yang memiliki ethical mind itu tentunya sangatlah cerdas
karena dia harus dapat respect ke lingkungan sekitar sehingga dengan
kemampuannya dapat bekerja sama dan mensinergikan berbagai
pengetahuan dipadu dengan creativity mind yang dimiliki. dia juga
sangat tahu bagaimana caranya menerapkan segala pemikirannya pada
lingkungannya dimana hal ini dimungkinkan karena dia memiliki
pengetahuan di luar kemampuan yang sudah dimiliki sendiri tersebut
(Ridzal, 2012).
Pola berpikir seseorang biasanya mengikuti cara pola berpikir
kebanyakan orang yaitu pola pikir mengejar penghargaan/ membela
diri/ membuat alasan-alasan/ mengucilkan diri, dan lain- lain. Ada
beberapa jenis pola pikir yang dimiliki oleh seseorang antara lain;
orang yang memiliki pola pikir membenci diri sendiri, birokrat/
dogmatik, konstruktif, realistis, Taoisme, dan mandiri. Setiap saat
seseorang dapat menentukan pilihan untuk mengubah pola pikir
apakah akan tetap dengan pola pikir yang positif atau pola pikir yang
negatif. Pola pikir yang merusak diri ternyata dapat diubah sehingga
dapat bekerja dengan lebih baik, dapat menguatkan sesama, pemaaf,
mandiri, dapat mengekspresikan diri dan punya cita-cita.
Perubahan Mindset
Mengapa diperlukan perubahan terhadap mindset? Perubahan mindset
diperlukan karena dengan adanya perubahan mindset diharapkan ASN
mampu mengembangkan mindset yang positif dan meminimalisasi mindset
yang negatif. Ini berarti akan mensukseskan tugas dan peranan ASN sebagai
abdi negara, abdi masyarakat, dan pelayan masyarakat. Pernahkah anda
mengalami krisis kepercayaan diri atau dalam bahasa sehari-hari "TIDAK
PEDE" dalam menghadapi suatu situasi atau persoalan?
Hampir setiap orang p a s t i pernah mengalami krisis kepercayaan diri
dalam rentang kehidupannya, sejak masih anak-anak hingga dewasa
bahkan sampai usia lanjut. Hilangnya rasa pede tentu menjadi sesuatu yang
sangat mengganggu, terlebih ketika dihadapkan pada tantangan ataupun
situasi baru. Ada yang berkata: "kok saya tidak seperti dia yang selalu
percaya diri... rasanya selalu saja ada yang kurang dari diri saya ... saya
malu menjadi diri saya? Jika menginginkan perubahan kecil, garaplah
perilaku anda. Jika menghendaki perubahan besar dan mendasar, garaplah
mindset anda (Dweck, 2007)
Salah satu wujud dari perubahan pola pikir bagi ASN dapat dimulai dari 5
(lima) pilar dasar seperti yang tertuang dalam Fifth Diciplin (Senge, 1996),
yaitu: Personal Mastery, Mental Model, Share Vision, Learning Organization dan
System Thinking. Untuk pemberdayaan kemampuan berpikir, Bobbu de
Porter (2000) dalam bukunya "Quantum Learning" mengemukakan kiat-kiat
jitu untuk berpikir kreatif sebagai berikut:
a) Ingatlah kesuksesan anda di masa lalu, baik yang biasa maupun yang
menakjubkan. Jika pernah berhasil, anda yakin pasti mampu
melakukanya lagi. Ingatkanlah diri anda tentang hal itu pada saat anda
menggarap suatu tantangan.
b) Yakinlah bahwa hal ini bisa menjadi hari terobosan, jalani hari anda
dengan keyakinan bahwa sesuatu dapat terjadi untuk mengubah
segalanya. Dengan cara itu, jika sesuatu itu benar-benar muncul, maka
anda akan siap menerimanya.
c) Latihlah kreatifitas anda dengan permainan mental. Otak anda seperti
bagian tubuh anda lainnya, berfungsi lebih baik dan lancer bila selalu
dijaga dalam keadaan prima. Berikut ini disajikan beberapa saran untuk
melakukan permainan mental sebagai berikut:
1) Ingatlah bahwa kegagalan membawa pada keberhasilan;
2) Banyak ilmuan terkenal didunia bergelut dalam solusi-solusi gagal
yang tak terhitung jumlahnya sebelum menemukan satu yang berhasil.
Beranilah untuk menqambil resiko salah agar mencapai keberhasilan;
3) Raihlah impian dan fantast anda. Seringkali mimpi dan fantasi
merupakan hasil dari pikiran bawah sadar anda yang bekerja untuk
mendapatkan solusi suatu masalah. Berikan nilai untuk hal-hal
tersebut, walaupun semua itu tampak tidak berhubungan karena
gagasan-gagasan revolusioner;
4) Kumpulkan pengetahuan dari tempat lain. Ketika bekerja dengan
situasi menantang, lihatlah tempat-tempat lain dalam kehidupan anda
dan cobalah untuk melihat kesamaan kesamaannya. Mungkin sesuatu
yang berhasil untuk suatu jenis masalah dapat digunakan untuk
masalah yang sedang anda hadapi saat ini; Banyak orang- orang yang
berpikiran kreatif, nampaknya selalu menyimpang dari jalur yang
biasanya. Sejalan dengan hal itu ia dihadapkan pada berbagai resiko.
Akan tetapi setelah pola berpikirnya menghasilkan buah pikiran baru
yang lebih baik, barulah ia mendapat pengakuan "kreatif'.
Ubahlah pikiran Anda:
a) Bila Anda mengubah pikiran Anda, Anda mengubah keyakinan diri
Anda
b) Bila Anda mengubah keyakinan diri Anda, Anda mengubah harapan-
harapan Anda
c) Bila Anda mengubah harapan-harapan Anda, Anda Mengubah sikap
Anda
d) Bila Anda mengubah Sikap Anda, Anda akan mengubah Tingkah Laku
Anda
e) Bila Anda mengubah Tingkah Laku Anda, Anda Mengubah Kinerja
Anda
f) Bila Anda mengubah Kinerja Anda, Anda telah mengubah Nasib Anda
g) Bila Anda mengubah Nasib Anda, Anda telah mengubah Hidup Anda.
KEPEMIMPINAN
1. PENGERTIAN PEMIMPIN
Ada beberapa definisi Pemimpin diantaranya
1) Pemimpin pada hakikatnya adalah seorang yang mempunyai
kemampuan untuk memepengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya
dengan menggunakan kekuasaan
2) Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya
mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari
pekerjaannya dalam mencapai tujuan
2. PENGERTIAAN KEPEMIMPINAN
Menurut Keating, kepemimpinan adalah merupakan suatu proses atau
sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan. Stoner, kepemimpinan
adalah proses mengarahkan dan memengaruhi aktivitas yang berkaitan
dengan pekerjaan anggota kelompok.
Sedangakn menurut Pancasila, Kepemimpinan harus bersikap sebagai
pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya.
Dengan kata lain, beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah :
• Ing Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu dengan sifat dan
perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang –
orang yang dipimpinnya.
• Ing Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan
semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang – orang yang
dibimbingnya.
• Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang –
orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup
bertanggung jawab.
3. TUGAS KEPEMIMPINAN
Tugas kepemimipinan, pada dasarnya meliputi dua bidang utama, yaitu
pencapaian tujuan organisasi dan kekompakan orang yang dipimipinnya.
Tugas yang berhubungan dengan kekompakan disebut relationship function.
Keating, mengatakan bahwa tugas kepemimpinan yang berhubungan dengan
kelompok yaitu:
1) Memulai (inisiatif), yaitu usaha agar kelompok memulai kegiatan atau
gerakan tertentu.
2) Mengatur (regulasi), yaitu tindakan untuk mengatur arah angkah kegiatan
kelompok.
3) Memberitahu (informating), yaitu kegiatan memberi informasi, data,
fakta, pendapat yang diperlukan.
4) Mendukung (supporting), yaitu usaha untuk menerima gagasan,
pendapat, usul, dari bawah dan menyempurnakan dengan menambah
atau mengurangi untuk diginakan dalam rangka penyelesaian tugas
bersama.
5) Menilai (evaluasi) yaitu tindakan untuk menguji gagasan yang muncul
atau cara kerja yang diambil dengan menunjukkan konsekuaensi-
konsekuansinya dan utnu ng ruginya.
6) Menyimpulkan (summrizing) yaitu kegiatan untuk mengumpulkan dan
merumuskan gagasan, pendapat dan usul muncul, menyingkat lalu
menyimpulkannya sebagai landasan untuk memikirkan lebih lanjut
4. FUNGSI KEPEMIMPINAN
Fungsi Kepemimpinan Diantaranya:
1) Penentu arah, yaitu setiap organisasi diciptakan atau dibentuk sebagai
wahana untuk mencapai tujuan tertentu, baik sifatnya jangka panjang,
jangka pendek yang tidak mungkin tercapai apabila tidak diusahakan
dicapai oleh anggotanya yang bertindak sendiri-sendiri, tanpa ditentukan
arah oleh pimpinan
2) Fungsi perintah, yaitu fungsi kepemimpinan yang bersifat satu arah arah
kepa yang dipimpinnya.
3) Fungsi kosultatif, yaitu fungsi kepemimpinan yang bersifat dua arah
kepada yang dipimpinnya meskipun pelaksanaannya sangat tergantung
pada pihak yang memimpin.
4) Fungsi partsipatif, yaitu fungsi kepemimpinan yang bersifat dua arah
kepada yang dipimpinnya, tetapi juga berwujud pelaksanaan hubungan
manusia yang efektif antara pemimpin dan yang dipimpin. Dalam hal ini
pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, baik
dalam keikutsertaan dalam mengambil keputusan maupun dalam
melaksananakan keputusan.
5) Fungsi delegasi, yaitu fungsi pemimpin untuk mendelegasikan
wewenang untuk membuat, menetapkan, dan atau melaksanakna
keputusan, baik melalui persetujuan mauun tanpa persetujuan pimpinan
5. GAYA KEPEMIMPINAN
Secara umum gaya kepemimpinan hanya dikenal dalam dua gaya yaitu
1) Gaya otoriter. Gaya kepemimpinan otoriter biasanya dipandang sebagai
gaya yang didasarkan atas kekuasaan posisi dan penggunaan otoritas
dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai pemimpin.
2) Gaya kepemimpinan demokrasi dikaitkan dengan kekuatan personal dan
keikutsertaan para pengikut dalam proses pemecahan masalah dan
pengambilan keputusan.
6. TIPE KEPEMIMPINAN
Tipe Kepemimpinan
1) Tipe kepemimpinan pribadi (personal leadership). Dalam system
kepemimpinan ini, segala sesuatu tindakan itu dilakukan dengan
mengadakan kontak pribadi. Petunjuk itu dilakukan secara lisan atau
langsung dilakukan secara pribadi oleh pemimpin yang bersangkutan.
2) Tipe kepemimpinan non pribadi (non personal leadership). Segala sesuatu
kebijaksanaan yang dilaksanakan melalui bawahan-bawahan atau media
non pribadi baik rencana atau perintah juga pengawasan.
3) Tipe kepemimpinan otoriter (autoritotian leadership). Pemimpin otoriter
biasanya bekerja keras, sungguh-sungguh, teliti dan tertib. Ia bekerja
menurut peraturan-peraturan yang berlaku secara ketat dan instruksi-
instruksinya harus ditaati.
4) Tipe kepemimpinan demokratis (democratis leadership). Pemimpin yang
demokratis menganggap dirinya sebagai bagian dari kelompoknya dan
bersama-sama dengan kelompoknya berusaha bertanggung jawab tentang
terlaksananya tujuan bersama. Agar setiap anggota turut bertanggung
jawab, maka seluruh anggota ikut serta dalam segala kegiatan,
perencanaan, penyelenggaraan, pengawasan, dan penilaian. Setiap
anggota dianggap sebagai potensi yang berharga dalam usahan
pencapaian tujuan.
5) Tipe kepemimpinan paternalistis (paternalistis leadership).
Kepemimpinan ini dicirikan oleh suatu pengaruh yang bersifat kebapakan
dalam hubungan pemimpin dan kelompok. Tujuannya adalah untuk
melindungi dan untuk memberikan arah seperti halnya seorang bapak
kepada anaknya.
6) Tipe kepemimpinan menurut bakat (indogenious leadership). Biasanya
timbul dari kelompok orang-orang yang informal di mana mungkin
mereka berlatih dengan adanya system kompetisi, sehingga bisa
menimbulkan klik-klik dari kelompok yang bersangkutan dan biasanya
akan muncul pemimpin yang mempunyai kelemahan di antara yang ada
dalam kelempok tersebut menurut bidang keahliannya di mana ia ikur
berkecimpung.
7. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN
Beberapa Faktor yng mempengaruhi kepemimpinann dalam orgnisaasi,
1) Kepribadian (personality), pengalaman masa lalu dan harapan pemimpin,
hal ini mencakup nilai-nilai, latar belakang dan pengalamannya akan
mempengaruhi pilihan akan gaya kepemimpinan.
2) Harapan dan perilaku atasan.
3) Karakteristik, harapan dan perilaku bawahan mempengaruhi terhadap
apa gaya kepemimpinan.
4) Kebutuhan tugas, setiap tugas bawahan juga akan mempengaruhi gaya
pemimpin.
5) Iklim dan kebijakan organisasi mempengaruhi harapan dan perilaku
bawahan.
6) Harapan dan perilaku rekan orgnisasi
8. MANAJEMEN ORGANISASI
Secara umum, dunia manajemen menggunakan prinsip Planning,
Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC). Prinsip manajemen ini
banyak digunakan oleh organisasi dewasa ini untuk memajukan dan
mengelola organisasi.
1. Planning
Planning adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat
strategi untuk mencapai tujuan itu dan mengembangkan rencana aktivitas
kerja dalam sebuah organisasi. Perencanaan merupakan proses yang
penting dari segala bentuk fungsi Manajemen, karena tanpa adanya
perencanaan semua fungsi-fungsi lainnya tidak akan dapat berjalan.
Dalam perencanaan, Terdapat beberapa faktor dalam Planning yang patut
untuk dipertimbangkan, yaitu :
Specific, yaitu berarti sebuah perencanaan harus jelas apa maksut dan
tujuanya beserta ruang lingkupnya.
Measurable, yaitu suatu tingkat keberhasilan yang harus dapat diukur dari
program kerja dan rencana yang dibuat.
Achievable, yaitu sesuatu tersebut bisa tercapai dan diwujudkan, bukan
hanya sekedar fiktif dan khayalan belaka.
Realistic, yaitu sesuatu yang sesuai dengan kemampuan dan sumber daya
yang ada, harus seimbang tetapi tetap ada tantangan didalamnya.
Time, yaitu ada batas waktu yang jelas, sehingga bisa dinilai dan
dievaluasi.
2. Organizing
Pengorganisasian ( Organizing ) adalah fungsi kedua dalam Manajemen.
Organizing adalah proses kegiatan dalam menyusun struktur organisasi
sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber dan lingkungannya. Dengan
demikian, hasil dari pengorganisasian itu berupa struktur organisasi.
3. Actuting
Actuating ( Pelaksanaan ) adalah suatu tindakan yang mengusahakan
agar semua perencanaan dan tujuan perusahaan bisa terwujud dengan
baik dan seperti yang diharapkan. Jadi, pelaksanaan merupakan suatu
upaya yang menggerakkan orang-orang untuk mau bekerja dengan
sendirinya dan dengan kesadaran yang besar demi mengabulkan seluruh
cita-cita perusahaan dengan dan secara efektif.
4. Controlling
Pengawasan ( Controlling ) adalah proses pengamatan, penentuan standar
yang akan diwujudkan, menilai kinerja pelaksanaan, dan jika diperlukan
mengambil tindakan korektif, sehingga pelaksanaan dapat berjalan
dengan semaksimal mngkin dalam mencapai tujuan perusahaan.
5. Evaluasi
Evaluasi adalah suatu upaya penilaian secara obyektif terhadap peraihan
tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasil evaluasi ditujukan
sebagai pertimbangan dalam penentuan perencanan di masa mendatang.
WAWASAN KEBANGSAAN
Wawasan kebangsaan lahir ketika bangsa Indonesia berjuang membebaskan diri
dari segala bentuk penjajahan, seperti penjajahan oleh Portugis, Belanda, Inggris,
dan Jepang. Perjuangan bangsa Indonesia yang waktu itu masih bersifat lokal
ternyata tidak membawa hasil, karena belum adanya persatuan dan kesatuan,
sedangkan di sisi lain kaum colonial terus menggunakan politik devide et impera.
Kendati demikian, catatan sejarah perlawanan para pahlawan itu telah
membuktikan kepada kita tentang semangat perjuangan bangsa Indonesia yang
tidak pernah padam dalam usaha mengusir penjajah dari Nusantara.
Dalam perjalanan sejarah, telah timbul sebuah gagasan, sikap, dan tekad yang
bersumber dari nilai-nilai budaya bangsa serta disemangati oleh cita-cita moral
rakyat yang luhur. Sikap dan tekad itu adalah pengejawantahan dari satu Wawasan
Kebangsaan.
Pengertian Wawasan Kebangsaan
Istilah Wawasan Kebangsaan terdiri dari dua suku kata
yaitu “wawasan” dan “kebangsaan”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002)
dinyatakan bahwa secara etimologis istilah “wawasan” berarti: tinjauan atau
pandangan, dan dapat juga berarti sebagai konsepsi cara pandang. Sementara
itu, “kebangsaan” berasal dari kata “bangsa” yang menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (2002) berarti kelompok masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat,
bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri.
Sedangkan “kebangsaan” mengandung arti (1) ciri-ciri yang menandai golongan
bangsa, (2) perihal bangsa; mengenai (yang bertalian dengan) bangsa, (3) kesadaran
diri sebagai warga dari suatu negara.
Dengan demikian wawasan kebangsaan dapat diartikan sebagai konsepsi cara
pandang yang dilandasi akan kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara akan
diri dan lingkungannya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Wawasan
kebangsaan menentukan cara bangsa mendayagunakan kondisi geografis negara,
sejarah, sosio-budaya, ekonomi dan politik serta pertahanan keamanan dalam
mencapai cita-cita dan menjamin kepentingan nasional. Selaian itu, wawasan
kebangsaan menentukan bangsa menempatkan diri dalam tata berhubungan
dengan sesama bangsa dan dalam pergaulan dengan bangsa lain di dunia
internasional. Lebih lanjut, wawasan kebangsaan mengandung komitmen dan
semangat persatuan untuk menjamin keberadaan dan peningkatan kualitas
kehidupan bangsa dan menghendaki pengetahuan yang memadai tentang
tantangan masa kini dan masa mendatang serta berbagai potensi bangsa.
Wawasan Kebangsaan Indonesia
Konsep kebangsaan merupakan hal yang sangat mendasar bagi bangsa Indonesia.
Dalam kenyataannya konsep kebangsaan itu telah dijadikan dasar negara dan
ideologi nasional yang terumus di dalam Pancasila sebagaimana terdapat dalam
Alinea IV Pembukaan UUD 1945. Konsep kebangsaan itulah yang membedakan
bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini.
Derasnya pengaruh globalisasi, bukan mustahil akan memporak porandakan adat
budaya yang menjadi jati diri kita sebagai suatu bangsa dan akan melemahkan
paham nasionalisme. Paham nasionalisme adalah suatu paham yang menyatakan
bahwa loyalitas tertinggi terhadap masalah duniawi dari setiap warga bangsa
ditunjukan kepada negara dan bangsa. Meskipun dalam awal pertumbuhan
nasionalisme diwarnai oleh slogan yang sangat terkenal, yaitu: liberty, equality,
dan fraternity yang merupakan pangkal tolak nasionalisme yang demokratis, namun
dalam perkembangannya nasionalisme pada setiap bangsa sangat diwarnai oleh
nilai-nilai dasar yang berkembang dalam masyarakatnya masing-masing, sehingga
memberikan ciri khas bagi masing-masing bangsa.
Wawasan kebangsaan Indonesia yang menjadi sumber perumusan kebijakan
desentralisasi pemerintahan dan pembangunan dalam rangka pengembangan
otonomi daerah harus dapat mencegah disintegrasi/pemecahan negara kesatuan,
mencegah merongrong wibawa pemerintah pusat, mencegah timbulnya
pertentangan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Melalui upaya
tersebut diharapkan dapat terwujud pemerintah pusat yang bersih dan akuntabel
dan pemerintah daerah yang tumbuh dan berkembang secara mandiri dengan daya
saing yang sehat antar daerah dengan terwujudnya kesatuan ekonomi, kokohnya
kesatuan politik, berkembangnya kesatuan budaya yang memerlukan warga bangsa
yang kompak dan bersatu dengan ciri kebangsaan, netralitas birokrasi pemerintahan
yang berwawasan kebangsaan, sistem pendidikan yang menghasilkan kader
pembangunan berwawasan kebangsaan.
Akhirnya, bagi bangsa Indonesia, untuk memahami bagaimana wawasan
kebangsaan perlu memahami secara mendalam falsafah Pancasila yang
mengandung nilai-nilai dasar yang akhirnya dijadikan pedoman dalam bersikap
dan bertingkah laku yang bermuara pada terbentuknya karakter bangsa.
Makna Wawasan Kebangsaan
Wawasan kebangsaan bagi bangsa Indonesia memiliki makna:
1. Wawasan kebangsaan mengamanatkan kepada seluruh bangsa agar
menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa
dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan;
2. Wawasan kebangsaan mengembangkan persatuan Indonesia sedemikian rupa
sehingga asas Bhinneka Tunggal Ika dipertahankan;
3. Wawasan kebangsaan tidak memberi tempat pada patriotisme yang licik;
4. Dengan wawasan kebangsaan yang dilandasi oleh pandangan hidup Pancasila,
bangsa Indonesia telah berhasil merintis jalan menjalani misinya di tengah-
tengah tata kehidupan dunia.
5. NKRI yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur bertekad untuk
mewujudkan bangsa yang maju dan mandiri serta sejahtera lahir batin, sejajar
dengan bangsa lain yang sudah maju.
Nilai Dasar Wawasan Kebangsaan
Nilai Wawasan Kebangsaan yang terwujud dalam persatuan dan kesatuan bangsa
memiliki enam dimensi yang bersifat mendasar dan fundamental, yaitu:
1. Penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan
Tuhan Yang Maha Esa;
2. Tekad bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas, merkeka, dan
besatu;
3. Cinta akan tanah air dan bangsa;
4. Demokrasi atau kedaulatan rakyat;
5. Kesetiakawanan sosial;
6. Masyarakat adil-makmur.
Asas Wawasan Kebangsaan
Merupakan ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipatuhi, dipelihara, ditaati dan
diciptakan agar terwujud demi tetap taat dan setianya unsur/komponen pembentuk
bangsa Indonesia (golongan/suku) terhadap kesepakatan (commitment) bersama.
Asas Wawasan Kebangsaan terdiri dari:
1. Kepentingan/tujuan yang sama
2. Solidaritas
3. Keadilan
4. Kerjasama
5. Kejujuran
6. Kesetiaan terhadap kesepakatan
Hakekat Wawasan Kebangsaan
Hakekat wawasan kebangsaan adalah keutuhan nasional/nusantara, dalam
pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara
dan demi kepentingan nasional. Berarti setiap warga negara dan aparatur negara
wajib berfikir, bersikap dan bertindak secara utuh menyeluruh dalam lingkup dan
demi kepentingan bangsa termasuk produk-produk yang dihasilkan oleh lembaga
negara.
Mengapa Wawasan Kebangsaan Harus Ada?
Wawasan kebangsaan merupakan konsep politik bangsa Indonesia yang
memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah, meliputi tanah (darat), air
(laut) termasuk dasar laut dan tanah di bawahnya dan udara di atasnya secara tidak
terpisahkan, yang mempersatukan bangsa dan negara secara menyeluruh mencakup
segenap bidang kehidupan nasional yang meliputi aspek ekonomi, politik, sosial
budaya, dan hankam.
Wawasan Kebangsaan sebagai konsepsi politik dan kenegaraan yang merupakan
manifestasi pemikiran politik bangsa Indonesia. Sebagai satu kesatuan negara
kepulauan, secara konseptual, geopolitik Indonesia dituangkan dalam salah satu
doktrin nasional yang disebut Wawasan Nusantara dan politik luar negeri bebas
aktif. Sedangkan geostrategi Indonesia diwujudkan melalui konsep Ketahanan
Nasional yang bertumbuh pada perwujudan kesatuan ideologi, ekonomi, politik,
sosial budaya dan pertahanan keamanan.
• Landasan wawasan kebangsaan, yaitu; Konstitusional (UUD 1945) dan Idiil
(Pancasila)
• Tiga unsur dasar wawasan kebangsaan, yaitu: Wadah (Contour), Isi (Content),
dan tata laku (Conduct)
o Wadah (contour). Wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara mencakup seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat
serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka
ragam budaya. Bangsa Indonesia mempunyai organisasi
kenegaraan yang merupakan wadah beragam kegiatan kenegaraan
dalam bentuk supra struktur politik dan wadah dalam kehidupan
bermasyarakat pada berbagai kelembagaan dalam bentuk infra
struktur politik.
o Isi (content). Merupakan aspirasi bangsa yang berkembang di
masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional.
Tata laku (conduct). Hasil interaksi antara wadah dan isi wawasan kebangsaan akan
berwujud tata laku, yang terdiri dari; (i) Tata laku lahiriah, yaitu tercermin dalam
perbuatan, tindakan dan perilaku dari bangsa Indonesia; dan (ii) Tata laku
bathiniah, yaitu mencerminkan jiwa, semangat dan mentalitas yang baik dari bangsa
Indonesia. Kedua tata laku tersebut mencerminkan identitas kepribadian/jati diri
bangsa berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang mempunyai rasa bangga
dan cinta terhadap bangsa dan tanah air sehingga menyebabkan rasa nasionalisme
yang tinggi dalam segala aspek kehidupan.
Untuk Power Point dapat di scan pada barcode dibawah ini: