n media audio Islami
uai dengan hukum dan peraturan yang berlaku berkenaan dengan
a dilengkapi media audio Islami seperti murottal, do'a dan kalimah
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 22
BAB 1. PENJAGAAN AGAMA (HIFZ AL-DIN)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Akses Pelayanan (SSAP) 1.7.3
SSAP 1.7.3
Rumah sakit menetapkan assesmen spiritual bagi pasien un
Maksud dan Tujuan SSAP 1.7.3
Rumah sakit melakukan assesmen awal secara kompreh
dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan riwayat keseh
pendekatan keagamaan pasien (contoh: aktifitas keagamaa
Elemen Penilaian SSAP 1.7.3
1. Kebijakan, Pedoman/Panduan, dan Prosedur asesme
2. Prosedur layanan psikospiritual dari mulai pasien ma
3. Form RM tentang asuhan spiritual
ntuk mendapatkan data keagamaan pasien.
hensif terhadap kondisi medis-spiritual pasien. Assesmen medis
hatannya, sedangkan assesmen psikospiritual dilakukan melalui
an, rutinitas ibadah)
en spiritual
asuk sampai pulang
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 23
BAB 1. PENJAGAAN AGAMA (HIFZ AL-DIN)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pelayanan Pasien (SSPP) 1.8.1
SSPP 1.8.1
Rumah sakit menetapkan kebijakan dan prosedur terhadap
Maksud dan Tujuan SSPP 1.8.1
Rumah sakit memberikan pelayanan Psikospiritual bagi
digolongkan risiko-tinggi, kondisi, atau kebutuhan yang
bimbingan psikosipritual secara khusus.
Ada kebijakan dan prosedur pendambingan bimbingan psi
perlakuan secara Islami terhadap pasien dimaksud. Gamb
dahsyatnya sekiranya kamu melihat diwaktu orang-orang z
para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata
siksaan yang sangat menghinakan karena kamu selalu men
kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya”
Elemen Penilaian SSPP 1.8.1
1. Prosedur Pendampingan pasien sakaratul maut
2. Panduan & Prosedur Pelayanan Syariah Pasien Resik
3. Pendampingan pasien HD oleh Bagian Kerohanian
4. Pendampingan pasien HIV
5. Prosedur edukasi pelayanan ruhani klinik TB DOTs
6. Pendampingan pasien koma oleh bagian Kerohanian
7. Prosedur Pelayanan pasien meninggal
8. Prosedur Pemulasaraan jenazah muslim
Pelayanan Pasien Resiko Tinggi dan tahap terminal
berbagai variasi kebutuhan pelayanan kesehatan. Pasien yang
bersifat kritis, maka rumah sakit memberikan pendampingan
ikospiritual pasien beresiko tinggi dan terminal yang menjelaskan
baran tentang kondisi kritis dijelaskan dalam Al Quran “Alangkah
zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedangkan
a) “keluarkanlah nyawamu!)” Pada hari ini kamu dibalas dengan
ngatakan terhadap ALLAH perkataan yang tidak benar dan karena
(QS. Al An’am :93)
ko Tinggi
n
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 24
BAB 1. PENJAGAAN AGAMA (HIFZ AL-DIN)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pelayanan Pasien (SSPP) 1.8.2
SSPP 1.8.2
Rumah sakit menjamin kehalalan, higienitas, keamanan ma
Maksud dan Tujuan SSPP 1.8.2
Penyiapan bahan makanan, penyimpanan, pengolahan
higienitas, dan keamanan sesuai peraturan perundang-unda
Semua jenis bahan dan makanan dipastikan bersertifikat ha
Landasan normatif ; QS. Al-Baqarah : 168 yang menjelaskan
Elemen Penilaian SSPP 1.8.2
1. Prosedur Pengadaan Bahan Makanan sesuai dengan
2. Produk kemasan yang digunakan tersertifikasi halal
3. Proses pengadaan bahan makanan sesuai dengan ko
4. Penyimpanan, Pengolahan & pendistribusian makan
5. Bukti Sertifikat halal
akanan dan terapi nutrisi yang diberikan kepada pasien
dan distribusi harus dimonitor untuk memastikan kehalalan,
angan dan Syari'ah Islam.
alal dari Majelis Ulama Indonesia.
n tentang kehalalan dan unsur thayyib dalam makanan
n konsep syariah
onsep syariah (proses tender dll)
nan dilakukan sesuai syariah
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 25
BAB 1. PENJAGAAN AGAMA (HIFZ AL-DIN)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pelayanan Pasien (SSPP) 1.8.3
SSPP 1.8.3
Rumah sakit menjamin adanya upaya untuk menjaga aurat
unsur ikhtilath
Maksud dan Tujuan SSPP 1.8.3
Rumah Sakit memberikan edukasi dan fasilitas bagi pasien s
Aurat adalah semua bagian tubuh yang wajib ditutup oleh
laki dan perempuan bukan mahrom, Kholwat adalah berdua
Rumah sakit mengupayakan setiap pelayanan oleh staf rum
Landasan normatif ;
QS. An Nur : 31 yang menjelaskan tentang menutup aurat
Elemen Penilaian SSPP 1.8.3
1. Kebijakan dan pedoman/panduan tentang menja
2. Prosedur Pemakaian Busana Menyusui
3. Prosedur Pemakaian Busana Pasien
4. Prosedur pemeriksaan pasien sesuai jenis kelamin
5. Prosedur pemeriksaan pasien tanpa ikhtilath
pasien, pelayanan sesuai jenis kelamin dan memelihara dari
sebagai upaya untuk menjaga aurat selama proses perawatan.
muslim dan muslimah, Ikhtilath adalah bercampurnya antara laki-
a-duaan antara laki-laki dan perempuan tanpa mahrom.
mah sakit kepada pasien dilakukan sesuai dengan jenis kelamin
aga aurat pasien, ikhtilath dan kholwat
n
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 26
BAB 1. PENJAGAAN AGAMA (HIFZ AL-DIN)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pelayanan Pasien (SSPP) 1.8.4
SSPP 1.8.4
Rumah sakit menjamin upaya pelayanan anestesi dan bedah
Maksud dan Tujuan SSPP 1.8.4
Rumah sakit mempunyai sistem pelayanan anestesi dan
pemakaian hijab, pemasangan kateter sesuai jenis kelamin
Elemen Penilaian SSPP 1.8.4
1. Prosedur pemakaian hijab
2. Pemasangan kateter sesuai jenis kelamin
3. Penjadwalan operasi tidak berbarengan dengan wak
h sesuai syari'ah
n bedah yang memperhatikan kaidah fiqih, meliputi prosedur
dan pengaturan waktu tindakan operasi
ktu sholat kecuali emergency
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 27
BAB 1. PENJAGAAN AGAMA (HIFZ AL-DIN)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pelayanan Pasien (SSPP) 1.8.5
Standar SSPP 1.8.5
Rumah sakit menyediakan upaya pelayanan ruqyah syar’iya
Maksud dan Tujuan SSPP 1.8.5
Rumah sakit mempunyai sistem pelayanan untuk kasus
umumnya dalam pelayanan kedokteran tidak mampu dikelo
Elemen Penilaian SSPP 1.8.5
Kebijakan, pedoman/panduan dan prosedur ruqyah syar’iya
ah
s yang berkaitan dengan gangguan makhluk halus, yang pada
ola sehingga ditolak oleh dokter atau rumah sakit
ah
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 28
BAB 1. PENJAGAAN AGAMA (HIFZ AL-DIN)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pelayanan Obat (SSPO) 1.9.1
Standar SSPO 1.9.1
Rumah sakit mengupayakan formularium obat tidak menga
Maksud dan Tujuan SSPO 1.9.1
Penerapan konsep obat esensial di rumah sakit yang beris
digunakan di rumah sakit tidak mengandung unsur bahan y
yang diharamkan dapat digunakan karena termasuk kondisi
Landasan normatif :
“Sesungguhnya Allah tidak memberikan obat untuk meng
no.15 Maktabah Syamilah)
Elemen Penilaian
1. Dokumen Formularium
2. Dokumen pendukung : MSDS
3. Bukti rapat koordinasi KFT dan Komite Syariah, ada r
4. Informed Consent Syariah, dalam penggunaan obat
andung unsur bahan yang diharamkan
si daftar obat, sediaan-sediaan obat yang terpilih dan terapi yang
yang diharamkan. Dalam kondisi tidak ada pilihan lain, unsur bahan
i darurat.
gobati penyakitmu dengan hal yang diharamkan” ( HR. Bukhori
rekomendasi dari Komite Syariah
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 29
BAB 1. PENJAGAAN AGAMA (HIFZ AL-DIN)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pelayanan Obat (SSPO) 1.9.2
Standar SSPO 1.9.2
Rumah sakit melengkapi dokumen pendukung dalam pemb
Maksud dan Tujuan SSPO 1.9.2
Dokumen pendukung pemberian obat dan informasi tamb
agama.
Landasan normatif :
“Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat”( HR. Buk
Elemen Penilaian SSPO 1.9.2
Resep/copy resep, etiket/label obat, plastik pembungkus m
berian obat kepada pasien dengan memuat nilai-nilai Islam
bahan penting lainnya memuat secara eksplisit pesan-pesan moral
khori No.3461 Maktabah Syamilah)
memuat pesan-pesan agama
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 30
BAB 1. PENJAGAAN AGAMA (HIFZ AL-DIN)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pelayanan Obat (SSPO) 1.9.3
SSPO 1.9.3
Petugas rumah sakit memberikan obat kepada pasien disert
Maksud dan Tujuan SSPO 1.9.3
Pemberian obat oleh petugas farmasi bagi pasien baik raw
komunikasi dakwah melalui penyampaian pesan-pesan aga
Landasan normatif : QS. Ali Imron ayat 104 dan 110 yang m
Elemen Penilaian SSPOS 1.9.3
1. Prosedur Pemberian obat
2. Prosedur edukasi
3. Prosedur konseling
4. Prosedur MESO (Monitoring efek samping obat)
tai penyampaian pesan-pesan agama
wat inap maupun rawat jalan dilakukan dengan tidak meninggalkan
ama
menjelaskan tentang mengajak kepada kebaikan
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 31
BAB 1. PENJAGAAN AGAMA (HIFZ AL-DIN)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pelayanan Dan Bimbingan Kerohanian (SSPBK) 1.
SSPBK 1.10.1
Menanamkan nilai-nilai islami pada staf rumah sakit
Maksud dan Tujuan SSPBK 1.10.1
Rumah sakit mendidik semua staf tentang hak pasien
mempunyai nilai-nilai dan kepercayaan yang berbeda d
bagaimana setiap staf ikut serta dalam mengidentifik
menghormati nilai-nilai dan kepercayaan tersebut dalam pr
dan keluarganya.Islam memandang bekerja bukan hanya
memenuhi kebutuhan hidup. Lebih dari itu, Islam memand
ibadah seorang hamba kepada Allah yang tentunya dijanjik
itu, seorang Muslim perlu menanamkan semangat pengab
samping itu, nilai lain yang tak terlepaskan dari aktivitas be
karimah atau sifat-sifat yang terpuji. Dengan ditopang nila
barokah dan bermanfaat hanya karena Allah. Seperti yang
diamalkan adalah : “Sesungguhnya shalatku, ibadah (mu
semesta alam“ (QS: 6: 162)
Elemen Penilaian SSPBK 1.10.1
1. Pelaksanaan identifikasi nilai-nilai islami dan penera
2. Kebijakan dan proedur tentang identifikasi nilai-nilai
.10.1
dan keluarganya. Pendidikan menyadarkan bahwa staf dapat
dari pasien yang mereka layani. Pendidikan tersebut termasuk
kasi nilai-nilai dan kepercayaan pasien serta bagaimana staf
roses asuhan.Rumah sakit mendidik semua staf tentang hak pasien
a sebagai aktivitas duniawi manusia untuk mencari nafkah dan
dang bahwa bekerja dapat memiliki nilai lebih sebagai bagian dari
kan dengan pahala di akhirat kelak. Namun untuk mencapai tahap
bdian yang dilandasi keikhlasan ketika melakoni pekerjaannya. Di
ekerja seorang Muslim adalah etos kerja yang Islami dan akhlakul
ai-nilai luhur tersebut maka bekerja akan menghasilkan rizki yang
g diajarkan oleh Al-Qur’an untuk diucapkan sekaligus dipahami dan
urni)ku, hidupku dan matiku hanyalah demi karena Allah, Tuhan
apannya
i islam dalam pelayanan pasien
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 32
BAB 1. PENJAGAAN AGAMA (HIFZ AL-DIN)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pelayanan Dan Bimbingan Kerohanian (SSPBK) 1.
SSPBK 1.10.2
Rumah sakit memberikan pelayanan pendampingan rohan
yang mempunyai permintaan khusus
Maksud dan Tujuan SSPBK 1.10.2
Semua pasien mendapatkan pelayanan rohani secara umum
Apabila pasien atau keluarga menghendaki pelayanan keag
untuk melayani permintaan tersebut. Proses tersebut dapa
atau sumber rujukan keluarga. Layanan pendampingan khu
seluruh pasien tanpa membedakan latarbelakang pasien
"Sesungguhnya orang orang mukmin (beriman) dan merek
beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta berbuat ke
dan mereka tidak merasa ketakuan dan duka cita"
Elemen penilaian SSPBK 1.10.2
Kebijakan dan prosedur pendampingan rohani pasien khusu
.10.2
ni kepada seluruh pasien yang beragama islam, dan kepada pasien
m oleh tenaga kerohanian sekali selama perawatan di Rumah sakit.
gamaan dan rohani secara khusus, rumah sakit memiliki prosedur
at dilaksanakan melalui staf bidang kerohanian, dari sumber lokal
usus ini juga merupakan salah satu upaya RS dalam memenuhi hak
n. sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 62:
ka penganut agama yahudi, nashrani, shabiin serta siapa saja ang
ebaikan, mereka akan mendapatkan pahala dari tuhan tuhan nya,
us
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 33
BAB 1. PENJAGAAN AGAMA (HIFZ AL-DIN)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pelayanan Dan Bimbingan Kerohanian (SSPBK) 1.
SSPBK 1.10.3
Rumah sakit memberikan pelayanan pada akhir kehidupan
Maksud dan Tujuan SSPBK 1.10.3
Pasien yang sedang menghadapi kematian mempunyai keb
kasih-sayang. Perhatian terhadap kenyamanan dan martab
kehidupan. Agar dapat terlaksana, semua staf harus menya
ini meliputi pengobatan medis dan respon terhadap asp
keluarganya .Dalam keadaan yang seperti itu peran pe
memenuhi kebutuhan spiritual pasien muslim agar diu
membimbing pasien dengan mentalkinkan (membimbing d
mengajarkan dalam hadis Riwayat Muslim :" Talkinl
Laailahaillallah karena sesungguhnya seseorang yang m
bekalnya menuju surga"
Elemen Penilaian SSPBK 1.10.3
Kebijakan dan proesedur pelayanan sakaratul maut dan kam
.10.3
secara syariah
butuhan yang unik untuk untuk pelayanan yang penuh hormat dan
bat pasien mengarahkan semua aspek pelayanan pada tahap akhir
adari kebutuhan unik pasien pada akhir kehidupannya. Kebutuhan
pek psikologis, sosial, emosional, agama dan budaya pasien dan
etugas RS disamping memenuhi kebutuhan fisiknya juga harus
upayakan meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah. Petugas
dengan melafalkan secara berulang-ulang ) sebagaimana Rasulullah
lah olehmu orang yang mati diantara kami dengan kalimat
mengakhiri ucapannya dengan itu ketika matinya maka itulah
mar jenazah
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 34
BAB 1. PENJAGAAN AGAMA (HIFZ AL-DIN)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pendidikan Pasien Dan Keluarga (SSPPK) 1.11.1
Standar SSPPK 1.11.1
Rumah sakit memberikan pendidikan mengenai asuhan spir
Maksud dan Tujuan SSPPK 1.11.1
Rumah Sakit melakukan pendidikan terhadap pasien rawat
selama perawatan sebagai bahan evaluasi perkembangan k
Elemen Penilaian SSPPK 1.11.1
1. Prosedur asesmen spiritual (contoh : tingkat penerim
2. Form Rekam Medis tentang asuhan spiritual
3. Kelengkapan Rekam Medis asuhan spiritual
ritual pasien selama perawatan
t inap atau keluarga mengenai asuhan spiritual yang akan diterima
kondisi spiritual pasien
maan takdir sakit, sholat dan ibadah yang lain)
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 35
BAB 2. PENJAGAAN J
KELOMPOK MANAJEMEN SYARIAH
Standar Syariah Manajemen Fasilitas (SSMF) 2.1.1
SSMF 2.1.1
Program manajemen risiko fasilitas/ lingkungan memuat pe
Maksud dan Tujuan SSMF 2.1.1
Proses pengelolaan fasilitas yang meliputi perencanaan, p
kebutuhan spiritual pasien serta pemenuhan sarana ibad
secara proporsional.
Elemen Penilaian SSMF 2.1.1
1. Pedoman pengelolaan fasilitas/sarana/prasarana iba
2. Data hasil pengelolaan fasilitas/sarana/prasarana iba
3. Rambu-rambu atau petunjuk fasilitas
4. Monitoring dan evaluasi fasilitas/sarana/prasarana i
JIWA (HIFZ AL-NAFS)
emenuhan fasilitas/sarana ibadah
pengadaan, dan pemeliharaan dilakukan dengan memperhatikan
dah pasien dan pengunjung, kapasitas fasilitas ibadah disediakan
adah (Masjid, linen, dll)
adah.
ibadah.
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 36
BAB 2. PENJAGAAN JIWA (HIFZ AL-NAFS)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (SSPPI) 2.2
SSPPI 2.2.1
Rumah sakit memiliki program pencegahan dan pengend
dengan peraturan perundangan yang berlaku dan standar sa
Maksud dan Tujuan SSPPI 2.2.1
Informasi merupakan upaya terpenting dalam program
dibutuhkan untuk pemahaman dan penerapan surveilans ya
WHO yang mempublikasikan:
1. Pedoman cuci tangan (hand hygiene) dan pedoman lain
2. Pedoman memberikan informasi tentang praktik pence
penunjang.
3. Peraturan dan perundang-undangan yang berlaku me
penyakit infeksi dan setiap pelaporan yang dipersyaratk
Disamping acuan tersebut, pelaksanaan pencegahan dan p
misi thaharoh yang selalu ditekankan dalam setiap
berkesinambungan.
Landasan normatif: Qs. At Taubah ayat 108 yang menjelas
kebersihan
Elemen Penilaian SSPPI 2.2.1
Prosedur cuci tangan
2.1
dalian infeksi berdasarkan pada ilmu pengetahuan terkini sesuai
anitasi serta kebersihan sesuai dengan syari’ah
pencegahan dan pengendalian infeksi. Acuan keilmuan terkini
ang efektif. Acuan dapat berasal dari dalam dan luar negeri, seperti
nnya.
egahan dan infeksi terkait dengan pelayanan klinis dan pelayanan
endefinisikan elemen dari program dasar, respons atas outbreak
kan
pengendalian infeksi dengan berbagai metode ini sejalan dengan
aktifitas, sehingga pelaksanaan program ini berjalan secara
skan tentang kecintaan allah terhadap orang orang yang menjaga
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 37
BAB 2. PENJAGAAN JIWA (HIFZ AL-NAFS)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pelayanan dan Bimbingan Kerohanian (SSPBK) 2.3
SSPBK 2.3.1
Rumah sakit memberikan pelayanan Jenazah secara syari
Maksud dan Tujuan SSPBK 2.3.1
Rumah sakit memberikan pelayanan kepada jenazah unt
dalam konsep Islam diperbolehkan dengan tujuan untuk p
dari kasus yang terjadi, juga diperbolehkan untuk tuju
pembusukan lebih cepat pada mayat sebelum dikuburkan
yaitu mencegah agar mayat tidak membusuk dalam per
perkara yang darurat. Hal ini sesuai dengan kaidah fiqih:
Hajat / kebutuhan itu menduduki kedudukan darurat, ba
Suyuthiy hal. 88)
Elemen Penilaan SSPBK 2.3.1
Prosedur tata laksana pengawetan jenazah
3.1
iah
tuk diawetkan dengan ketentuan khusus. Mengawetkan jenazah
penyelidikan dalam kasus kiriminal agar dapat mengungkap bukti
uan pendidikan. Ataupun sekedar untuk mencegah terjadinya
n maupun setelahnya, hal ini diperbolehkan karena adanya hajat
rjalanan. Masalah pengawetan ini tidak bisa dihindari layaknya
الْ َحا َج ُة تَ ْْ ِن ُل َم ْْ ِن ََ َل الَرّ ُضو َرِة عَا رم ًة ََكنَ ْت َأ ْو َخا رص ًة
aik secara umum ataupun khusus. ( Al Asybah wan Nadzair lis
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 38
BAB 2. PENJAGAAN JIWA (HIFZ AL-NAFS)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pelayanan dan Bimbingan Kerohanian (SSPBK) 2.3
SSPBK 2.3.2
penatalaksanaan nyeri secara syariah
Maksud dan Tujuan SSPBK 2.3.2
Rumah Sakit dalam pelayanan rasa nyeri selain menggunaka
Landasan normatif : HR. Muslim no. 5867 Maktabah Syamil
Elemen Penilaian SSPBK 2.3.2
Prosedur manajemen nyeri dari sisi psikospiritual
Standar Syariah Pelayanan dan Bimbingan Kerohanian (SSPBK) 2.3
SSPBK 2.3.3
Regulasi pengelolaan sampah sisa jaringan tubuh manusia s
Maksud dan Tujuan SSPBK 2.3.3
Sistem pengelolaan dan pembuangan limbah medis dijala
lingkungan dan keamanan dari bahaya dan resiko.
Landasan Normatif: kaidah fiqih menyebutkan “Jika ditem
badan terbelah memanjang atau melintang cukup dibung
maka dia dikafani” (Raddul mukhtar; juz 2 hal.222)
Elemen Penilaian SSPBK 2.3.3
1. Prosedur pengelolaan sampah, darah/cairan tubuh,
2. Pemenuhan fasilitas pengelolaan sampah, darah / ca
3. Monitoring dan evaluasi
3.2
an medis juga menggunakan Metode Psikospiritual.
lah.
3.3
secara syariah
ankan sesuai dengan kaidah syariah untuk menjamin kebersihan
mukan potongan anggota badan manusia atau ditemukan separo
gkus dengan kain (tidak dimandikan) kecuali jika ada kepalanya,
sisa jaringan dan organ secara syariah
airan tubuh sisa jaringan dan organ secara syariah
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 39
BAB 2. PENJAGAAN JIWA (HIFZ AL-NAFS)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pelayanan dan Bimbingan Kerohanian (SSPBK) 2.3
SSPBK 2.3.4
Pengadaan sumber air sesuai dengan kaidah fikih
Maksud dan Tujuan SSPBK 2.3.4
Sistem penyediaan air bersih yang dirancang merupakan sis
beberapa alternatif pilihan sistem. Penentuan pilihan didasa
Elemen Penilaian SSPBK 2.3.4
1. Daftar sumber air bersih dan minum di RS
2. Daftar sumber air alternatif bersih dan minum
3. Uji coba
4. Prosedur penanganan kelangkaan air
3.4
stem terpilih yang diperoleh berdasarkan hasil pemilihan terhadap
arkan pada penilaian berdasarkan aspek syariah
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 40
BAB 3. PENJAGAAN A
KELOMPOK MANAJEMEN SYARIAH
Standar Syariah Manajemen Modal Insani (SSMMI) 3.1.1
SSMMI 3.1.1
Rumah sakit melaksanakan mandatory training Keagamaan b
Maksud dan Tujuan SSMMI 3.1.1
Penyelenggaraan mandatory Training keagamaan berfok
memahami kebutuhan spiritual pasien dan Fiqih bagi orang
Landasan Normatif
QS. Al Mujadalah: 11 menjelaskan tentang Allah SWT akan m
QS Al Isra : 36 tentang larangan mengikuti sesuatu apabila t
Elemen Penilaian SSMMI 3.1.1
1. Program Mandatory Training Keagamaan ( Fiqih ora
2. Panduan pendampingan spiritual
3. Prosedur mengingatkan sholat
4. Prosedur membimbing do`a pre operasi
5. Prosedur bimbingan tayamum
6. Prosedur bimbingan sholat
7. Prosedur pendampingan visit dokter
AKAL (HIFZ AL-‘AQL)
bagi seluruh staf pelayanan
kus pada pelatihan dan pengembangan SDI rumah sakit dalam
g sakit
mengangkat derajat orang yang berilmu pengetahuan tinggi.
tidak memiliki pengetahuan tentang hal tersebut
ang sakit, tahsin salat )
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 41
BAB 3. PENJAGAAN AKAL (HIFZ AL-‘AQL)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Akses Pelayanan (SSAP) 3.2.1
SSAP 3.2.1
Rumah sakit menetapkan kebijakan tentang kompetensi pe
fikih orang sakit
Maksud dan Tujuan SSAP 3.2.1
Asesmen dan asesmen ulang pasien adalah proses penting
dan keterampilan yang berkenaan dengan fikih orang sa
individu yang kompeten.
Logika pentingnya penguasaan fikih bagi orang sakit dida
merupakan tuntutan bagi tenaga profesional kesehatan, (2)
Elemen Penilaian SSAP 3.2.1
1. Pedoman/Panduan Pelayanan Syariah
2. Prosedur Pelayanan Syariah
3. Sertifikat
elayanan bahwa staf Rumah Sakit memiliki kompetensi dalam hal
g yang membutuhkan pendidikan khusus, pelatihan, pengetahuan
akit. Untuk keperluan tersebut, setiap jenis asesmen ditetapkan
asarkan pada: (1) Bahwa pemahaman terhadap fikih Orang Sakit
) Pelayanan spiritual merupakan kebutuhan dasar bagi pasien
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 42
BAB 3. PENJAGAAN AKAL (HIFZ AL-‘AQL)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pendidikan Pasien & Keluarga (SSPPK) 3.3.1
SSPPK 3.3.1
Rumah sakit menyediakan perpustakaan yang memuat buk
Maksud dan Tujuan SSPPK 3.3.1
Seluruh praktisi pelayanan kesehatan, peneliti, pendidik, d
mereka dalam pelaksanaan tanggung jawab. Informasi
praktek klinis, temuan penelitian, metode pendidikan dan m
Landasan Normatif QS. Al Alaq :1-5 menjelaskan tentang pe
Elemen Penilaian SSPPK 3.3.1
Tersedianya buku-buku Islami
ku-buku dan literatur Islam
dan manajer seringkali membutuhkan informasi untuk membantu
demikian termasuk literatur ilmiah dan manajemen, pedoman
menyediakan buku-buku Islam.
erintah membaca
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 43
BAB 3. PENJAGAAN AKAL (HIFZ AL-‘AQL)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pendidikan Pasien & Keluarga (SSPPK) 3.3.2
SSPPK 3.3.2
Penyelesaian keluhan,konflik atau perbedaan pendapat sec
Maksud dan Tujuan SSPPK 3.3.2
Rumah sakit dalam Penyelesaian keluhan,konflik atau perbe
sebagai berikut :
i. Penyelesaian dilakukan dengan jalan musyawarah ( QS:
ii. Penyelesaian dengan Islah bahwa Rasulullah SAW bersab
“ Maukah kalian saya beritahu suatu hal yang le
sahabat menjawab : tentu ya Rasulallah. Lalu Nabi b
karakter perselisihan itu membinasakan” (HR. Abu D
Elemen Penilaian SSPPK 3.3.2
1. Panduan penyelesaian komplain
2. Prosedur penyelesaian komplain
cara syariah
edaan pendapat dilakukan secara syariah dengan langkah- langkah
Al Imron :159)
bda :
قالوا بلى يا رسول الله,ألا أخبركم بأفضل من درجة الصيام والصلاة والصدقة
اصلاح ذات البين وفساد ذات البين الحالقة: قال
ebih utama daripada derajat puasa, sholat dan sedekah?. Para
bersabda : hal tersebut adalah mendamaikan perselisihan, karena
Daud)
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 44
BAB 3. PENJAGAAN AKAL (HIFZ AL-‘AQL)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pendidikan Pasien & Keluarga (SSPPK) 3.3.3
SSPPK 3. 3.3
Pendidikan dan pelatihan membantu pemenuhan kesehata
Maksud dan Tujuan SSPPK 3. 3.3
Pasien mendapatkan pendidikan dan pelatihan untuk mem
menggunakan konsep komunikasi sesuai Al Qur`an, (Qaulan
(QS. An Nisa ;63), Qaulan Karima ; mulia( QS Al Isra :23), Q
ringan,(QS Al Isra ;28) Qaulan Ma`rufa; baik( QS Al Ahzab; 3
Elemen Penilaian SSPPK 3. 3.3
1. Pedoman/panduan komunikasi islami
2. Prosedur komunikasi islami.
Standar Syariah Pendidikan Pasien & Keluarga (SSPPK) 3.3.4
SSPPK 3.3.4
Edukasi keislaman kepada pasien dan pengunjung
Maksud dan Tujuan SSPPK 3.3.4
Rumah sakit memberikan edukasi kepada pasien dan pe
meliputi :(1). Materi : Kesehatan dan keagamaan, dan (2). M
Elemen Penilaian SSPPK 3.3.4
Pedoman/ panduan/ kebijakan tentang edukasi keislaman
1. Program edukasi islami untuk pasien dan keluarg
2. Bukti (media, program, pelaksanaan dan materi
an secara islami yang berkelanjutan dari pasien
mbantu pemenuhan kesehatan islami yang berkelanjutan dengan
n Sadida; jujur (QS.An Nisa :19), Qaulan Baligha; membekas di jiwa
Qaulan Layyina; lemah lembut (QS thaha; 43-44) Qaulan Maisura;
32), Qaulan Tsaqila (QS Al Muzammil : 5)
engunjung dengan menggunakan konsep pendidikan islami yang
Metode : Audio – visual di media cetak dan elektronik
ga
i)
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 45
BAB 4. PENJAGAAN KETU
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pelayanan Pasien (SSPP) 4.1.1
SSPP 4.1.1
Rumah sakit memberikan Pelayanan kesehatan ibu dan bay
Maksud dan Tujuan SSPP 4.1.1
Rumah Sakit memberikan pelayanan kesehatan Ibu dan
diantaranya:
a. Melaksanakan edukasi bagi ibu hamil secara sesuai
tentang proses terbentuknya manusia
b. Meningkatkan fungsi rumah sakit sebagai model pelak
c. Merencanakan kelahiran anak sesuai syariah
Elemen Penilaian SSPP 4.1.1
1. Kebijakan/Pedoman/Panduan pelayanan Fiqih ke
2. Prosedur edukasi fiqih ibu hamil
3. Prosedur edukasi fiqih melahirkan
4. Prosedur edukasi fiqih menyusui (termasuk Peny
5. Prosedur edukasi fiqih Keluarga Berencana
URUNAN (HIFZ AL-NASL)
yi secara syariah
n Bayi tidak hanya secara medis namun juga secara syari`ah.
i dalam kandungan QS. Al Mukminun:12-17 yang meneragkan
ksanaan pemberian ASI secara islami (QS Al Baqarah :233 )
esehatan MaternaL dan Neonatal
yusuan untuk bukan anak kandung)
Standar Akreditasi Rumah Sakit Syariah Edisi 1436 46
BAB 4. PENJAGAAN KETURUNAN (HIFZ AL-NASL)
KELOMPOK PELAYANAN SYARIAH
Standar Syariah Pelayanan Pasien (SSPP) 4.1.2
SSPP 4.1. 2
Rumah sakit memberikan pelayanan reproduksi islami
Maksud dan Tujuan SSPP 4.1. 2
Rumah Sakit memberikan pelayanan reproduksi islami meli
a. Merencanakan Kehamilan secara syari`ah ( QS Al Isra`:
banyak anak lagi penyayang karena sesungguhnya aku b
di hari kiamat"( HR Abu Daud )
b. Merencanakan kelahiran anak sesuai syari`ah ( QS an Ni
Elemen Penilaian SSPP 4.1. 2
1. Kebijakan/Pedoman/Panduan tentang kontrasep
2. Informed Consent kontrasepsi syariah