The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bumi adalah tempat tinggal bagi jutaan makhluk hidup, termasuk manusia.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by jessicalaura1907, 2021-05-27 23:50:40

B U M I

Bumi adalah tempat tinggal bagi jutaan makhluk hidup, termasuk manusia.

Keywords: BUMI

BUMI

NAMA : JESSICA LAURA
KELAS : X UPW 2

BAB 1 BUMI

Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar
kelima dari delapan planet dalam Tata Surya. Bumi juga merupakan planet terbesar
dari empat planet kebumian Tata Surya. Bumi terkadang disebut dengan dunia atau
Planet Biru.

Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu, dan kehidupan sudah muncul di
permukaannya paling tidak sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu. Biosfer Bumi kemudian
secara perlahan mengubah atmosfer dan kondisi fisik dasar lainnya, yang
memungkinkan terjadinya perkembangbiakan organisme serta pembentukan lapisan
ozon, yang bersama medan magnet Bumi menghalangi radiasi surya berbahaya dan
mengizinkan makhluk hidup mikroskopis untuk berkembang biak dengan aman di
daratan. Sifat fisik, sejarah geologi, dan orbit Bumi memungkinkan kehidupan untuk
bisa terus bertahan. Litosfer Bumi terbagi menjadi beberapa segmen kaku, atau
lempeng tektonik, yang mengalami pergerakan di seluruh permukaan Bumi selama
jutaan tahun. Lebih dari 70% permukaan Bumi ditutupi oleh air, dan sisanya terdiri dari
benua dan pulau-pulau yang memiliki banyak danau dan sumber air lainnya yang
bersumbangsih terhadap pembentukan hidrosfer. Kutub Bumi sebagian besarnya
tertutup es; es padat di Antarktika dan es laut di paket es kutub. Interior Bumi masih
tetap aktif, dengan inti dalam terdiri dari besi padat, sedangkan inti luar berupa fluida
yang menciptakan medan magnet, dan lapisan tebal yang relatif padat di bagian
mantel.

Bumi berinteraksi secara gravitasi dengan objek lainnya di luar angkasa, terutama
Matahari dan Bulan. Ketika mengelilingi Matahari dalam satu orbit, Bumi berputar pada
sumbunya sebanyak 366,26 kali, yang menciptakan 365,26 hari matahari atau satu
tahun sideris. Perputaran Bumi pada sumbunya miring 23,4° dari serenjang bidang
orbit, yang menyebabkan perbedaan musim di permukaan Bumi dengan periode satu
tahun tropis (365,24 hari matahari). Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi, yang
mulai mengorbit Bumi sekitar 4,53 miliar tahun yang lalu. Interaksi gravitasi antara
Bulan dengan Bumi merangsang terjadinya pasang laut, menstabilkan kemiringan
sumbu, dan secara bertahap memperlambat rotasi Bumi.

BAB 2 KERUSAKANBUMI

Bumi adalah tempat tinggal bagi jutaan makhluk hidup, termasuk manusia. Sumber
daya mineral Bumi dan produk-produk biosfer lainnya bersumbangsih terhadap
penyediaan sumber daya untuk mendukung populasi manusia global. Wilayah Bumi
yang dihuni manusia dikelompokkan menjadi 200 negara berdaulat, yang saling
berinteraksi satu sama lain melalui diplomasi, pelancongan, perdagangan, dan aksi
militer.

Bumi sudah semakin tua dan renta. Kerusakan bumi terlihat dimana-mana, sebagian
besar karena ulah manusia. Pemanasan global akibat industri kian menyiksa alam.
Sejak dimulainya Revolusi Industri di tahun 1700-an, sistem produksi manusia
berkembang menjadi merusak. Penggunaan bahan bakar dengan emisi bahan bakar
fosil yang ekstrem menyebabkan pemanasan global. Upaya para pemimpin dunia
mengurangi emisi demi menurunkan suhu bumi terjegal Presiden Donald Trump yang
menarik Amerika Serikat dari perjanjian Paris.

Dampaknya akan luas, mulai dari keringnya danau hingga mencairnya es di kutub.
Pekan ini, gunung es terbesar di Antartika pecah dan luasnya mencapai 6.000 km
persegi. Setidaknya foto-foto sebelum dan sesudah oleh satelit badan antariksa AS,
NASA, dalam 70 tahun terakhir ini membuktikannya. Kedua foto di lokasi yang sama
disandingkan, keduanya terpaut waktu antara 10-50 tahun.

A . Contoh kerusakan bumi

1. Faktor Alam

Kerusakan lingkungan hidup karena faktor alam terjadi karena adanya bencana alam,
seperti banjir, gempa bumi, dan gunung meletus.

2. Banjir

Selain karena ulah manusia, banjir juga dapat terjadi karena faktor alam, misalnya
hujan yang terus-menerus. Curah hujan seperti ini akan membuat sungai meluap atau
membuat tanggul jebol karena tidak mampu lagi menampung debit air. Banjir yang
sering terjadi saat musim penghujan dapat membuat bangunan dan tempat tinggal
makhluk hidup rusak, lapisan tanah yang subur hilang terbawa air, serta tanaman-
tanaman rusak.

4. Gempa Bumi

Gempa bumi terjadi karena adanya pergerakan lempeng bumi atau aktivitas gunung
berapi dan dampaknya bergantung pada besarnya kekuatan gempa. Gempa bumi akan
mengakibatkan banyak bangunan yang roboh, terjadi tanah longsor, dan terputusnya
jalur transportasi. Jika kekuatan gempa sangat besar, kemungkinan akan menimbulkan
tsunami.

5. Gunung Berapi Meletus

Saat meletus, gunung berapi akan mengelurkan abu vulkanik, lahar, lava, uap panas,
dan material lainnya yang dapat merusak lingkungan. Dampak dari letusan tersebut
dapat berlangsung lama bergantung pada besarnya kekuatan letusan, tetapi saat
kembali normal, daerah yang terdampak letusan akan menjadi subur. Letusan gunung
berapi akan mengakibatkan gangguan pernapasan, gas beracun, kerusakan
lingkungan, bahkan dapat mematikan lingkungan sekitar.

6. Faktor Manusia

Selain faktor alam, faktor manusia juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan
hidup.

7. Membuang Sampah Sembarangan

Saat ini, masih banyak orang yang membuang sampah sembarangan, terutama di
sungai. Hal ini akan mengakibatkan banjir jika musim penghujan tiba.

8. Limbah Industri
Limbah industri ini dapat berasal dari pabrik dan rumah tangga. Jika tidak dikelola
dengan tepat, limbah-limbah tersebut akan merusak lingkungan hidup.
9. Menebang Hutan Secara Liar
Saat ini, luas hutan di Indonesia semakin berkurang karena maraknya aksi penebangan
liar. Hutan yang gundul tidak dapat meresap dan menahan aliran air hujan sehingga
dapat terjadi banjir dan longsor.

B . Cara melindungi bumi dari kerusakan

-Tidak membuang sampah sembarangan

-Mendaur ulang sampah

-Menggunakan peralatan makan yang bisa dicuci dan digunakan kembali, salah satunya
menggunakan sedotan stainless steel.

-Menanam pohon secara berkala
-Menggunakan sepeda atau mengurangi kendaraan pribadi
-Mengurangi polusi udara
-Mematikan lampu atau listrik yang tidak digunakan

-Menggunakn air secukupnya

-Membut kompos

C . Manfaat melindungi lingkungan

Lingkungan yang kita tinggali adalah milik bersama. Anda harus turut berkontribusi dalam
menjaga kondisi lingkungan supaya merasakan manfaat positifnya. Lingkungan yang sehat bisa
memberikan banyak sekali manfaat, baik itu bisa Anda rasakan saat ini atau di kemudian hari
nanti. Di bawah ini adalah beberapa manfaat menjaga lingkungan yang perlu Anda ketahui:
1. Menghindari Munculnya Penyakit Berbahaya
Lingkungan yang bersih tentu tidak memiliki berbagai tempat yang bisa digunakan oleh bakteri
dan kuman untuk berkembang biak. Tanpa adanya tempat yang lembab dan kotor, maka
otomatis berkurang juga kemungkinan untuk munculnya berbagai bentuk penyakit berbahaya.
Penduduk di lingkungan akan menjadi lebih sehat dan bisa mendapatkan tubuh yang kuat.
2. Menghindari Terjadinya Pemanasan Global
Pemanasan global bisa terjadi karena minimnya kesadaran manusia terhadap lingkungan.
Penggunaan bahan bakar fosil merupakan salah satu penyebab utama terjadinya pemanasan
global. Bumi akan terus mengalami peningkatan suhu setiap tahunnya, hal ini menjadi sangat
berbahaya apabila Anda tidak segera menjaga lingkungan dengan cara mengurangi penggunaan
bahan bakar fosil. Pemanasan global yang melambat tentu akan membuat anak dan cucu Anda
bisa hidup dengan lebih tenang dan nyaman selama beberapa tahun nanti.

3. Melindungi Habitat Makhluk Hidup Lainnya

Lingkungan yang tercemar akan membuat makhluk hidup tidak memiliki habitat dan tempat
tinggal. Habitat asli makhluk hidup yang seharusnya berada di daerah yang segar dan sejuk,
sudah dirusak oleh manusia dengan cara memotong berbagai pohon dan tanaman yang
merupakan habitat dan makanan bagi makhluk hidup lain.

Dengan menjaga lingkungan, Anda bisa berkontribusi untuk mengembalikan sekaligus
melindungi habitat makhluk hidup lainnya. Hindari untuk menebang pohon secara liar dan
sembarangan tanpa memikirkan efek jangka panjangnya.

4. Mengurangi Polusi dan Menjadikan Udara Lebih Segar

Pernahkah Anda merasakan udara di daerah yang masih sejuk dan asri? Suasana tersebut
sangatlah nyaman dan membuat tubuh menjadi lebih segar. Karena kota besar sudah banyak
sekali polusi, maka otomatis udara yang ada menjadi sangat tidak sehat dan menjadikannya
sangat berbahaya untuk dihirup.d

Anda masih bisa mewujudkan udara yang sejuk dan segar dengan cara menanam berbagai
bentuk tanaman pada halaman rumah tinggal Anda. Tanaman akan menjadikan udara lebih
sejuk dan lingkungan menjadi semakin nyaman untuk Anda


Click to View FlipBook Version