The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Book ini menjabarkan tentang sejarah , kebudayaan, tempat bersejarah, tempat wisata, dan Folklore Non Verbal( Makanan Khas)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nura78451, 2022-06-21 23:11:40

Pengenalan Budaya wilayah Kuningan Jawa Barat

E-Book ini menjabarkan tentang sejarah , kebudayaan, tempat bersejarah, tempat wisata, dan Folklore Non Verbal( Makanan Khas)

Keywords: #ebook#kebudayaaan#kuningan

OBSERVASI BUDAYA
PENGENALAN BUDAYA WILAYAH KUNINGAN JAWA BARAT

Ditujukan untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester
Mata Kuliah Pengenalan Budaya

Dosen Pengampu: Bapak Agus Mahardika, M.Hum.

Disusun Kelompok 4 :

Anabilah Suliandana 2108110072

Nur Azizah 2108110076

Siti Istianah 2108110080

Ade Nurjana 2108110084

Silpiya 2108110090

Inggit Nurul Istifaedah 2108110095

Wafa Sayyidah Ummah 2108110099

Vina Nurhasanah 2108110105

TADRIS BAHASA INDONESIA 2C
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

IAIN SYEKH NURJATI CIREBON
Jalan Perjuangan, Sunyaragi, Kecamatan Kesambi

Kota Cirebon, Jawa Barat 45132
2022

i

KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas berkat dan hidayah-
Nya penyusun dapat membuat laporan obeservasi budaya berjudul “Pengenalan
Budaya Wilayah Kuningan Jawa Barat”.
Semoga laporan ini dapat membantu proses kegiatan perkuliahan, isinya
yaitu menjabarkan tentang sejarah, kebudayaan, tempat bersejarah, tempat wisata,
dan Folklore Non Verbal (Makanan Khas). Adanya makalah ini juga penyusun
harap masyarakat khususnya para mahasiswa/i dapat bertambah pengetahuannya
agar kelak mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Demikianlah laporan ini penyusun buat, semoga dapat bermanfaat bagi
para pembaca semua, dan kami mohon kritik dan saran hal ini juga dapat berguna
bagi kita semua, agar kedepannya dapat menyusun kembali dengan baik dan
benar, apabila ada kekurangan mohon maaf sebesar-besarnya.

Cirebon, Juni 2022

Penyusun

ii

DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR.................................................................................... ....... ii
DAFTAR ISI........................................................................................................... iv
BAB I SEJARAH KOTA KUNINGAN

A. Sejarah Kota Atau Kabupaten Tempat Observasi.........................................1
BAB II SEJARAH DAN KEBUDAYAAN

A. Upacara Seren Taun ......................................................................................3
B. Tari Buyung ..................................................................................................3
C. Upacara Tari Cingcowong ............................................................................4
D. Batik Kuningan .............................................................................................4
E. Sapton dan Panahan ......................................................................................5
F. Upacara Adat Kawin Cai ..............................................................................5
G. Pesta Dadung.................................................................................................6
H. Kuda Renggong.............................................................................................6
I. Goong Renteng .............................................................................................7
J. Kemprongan..................................................................................................7
K. Reog Cengal ..................................................................................................8
L. Seni Calung ...................................................................................................8
BAB III TEMPAT-TEMPAT BERSEJARAH
A. Gedung Naskah Perundingan Linggarjati .....................................................9
B. Site Museum Taman Purbakala Cipari ........................................................11
C. Gua Maria Rahmet Sawer ............................................................................13
BAB IV TEMPAT WISATA
A. Taman Nasional Gunung Ciremai................................................................14
B. Curug Sidomba ............................................................................................14
C. Waduk darma ...............................................................................................15
D. Balong cigugur .............................................................................................15
E. Balong dalem ...............................................................................................16

iii

BAB V FOLKLORE NON VERBAL (MAKANAN KHAS)
A. Hucap ...........................................................................................................17
B. Kue Satu .......................................................................................................17
C. Keripik Gadung............................................................................................18

PENUTUP ...............................................................................................................19
LAMPIRAN............................................................................................................20

iv

BAB I
SEJARAH KOTA KUNINGAN

A. Sejarah Kota Atau Kabupaten Tempat Observasi

Pada observasi budaya ini peneliti mengobservasi wilayah Kabupaten
Kuningan, adapun Kabupaten Kuningan ini salah satu kota terbesar di Jawa
Barat. Kabupaten Kuningan termasuk kawasan dataran tinggi, salah satunya
kawasan Gunung Ciremai (3.078 MDPL). Kuningan dekat dengan Kabupaten
Majalengka, Kota Cirebon dan Bandung. Menurut Pemkab Kuningan, sekitar
3500 tahun sebelum masehi, bahwa di Kuningan sudah ada pemukiman
masyarakat yang sudah mencapai tingkat kebudayaan yang relatif sudah
maju. Hal ini berdasarkan atas hasil peninggalannya yang ditemukan di
wilayah Kuningan hingga saat ini masih ada.

Pada tanggal 22 Juli 1175 Masehi, Kuningan dijadikan pusat
pemerintahan Kerajaan Sunda dibawah Rakean Darmasiksa putera ke-12
Rahiang Banga. Setelah bertahta selama 12 tahun di Saunggalah, kemundian
keraton dipindahkan oleh Rakean Darmasiksa ke Pakuan Pajajaran.

Nama kuningan itu berasal dari nama sejenis logam, yaitu kuningan.
Dalam bahasa Sunda, kuningan adalah sejenis logam yang terbuat dari bahan
campuran beruoa timah, perak, dan perunggu. Maka jika dibersihkan dan

1

diberi warna indah maka logam kuningan itu akan berwarna kuning
mengkilap seperti emas sehingga tampak indah, logam tersebut dapat
dijadikan bahan untuk membuat aneka barang keperluan hidup manusia
seperti patung, bokor, kerangka lampu mauoun hiasan dinding.

Beberapa wilayah yang berada di kabupaten kuningan yang dijadikan
tempat observasi ialah seperti Cigugur, Linggarjati, Cipari, Sungkanhurip.

2

BAB II
SEJARAH DAN KEBUDAYAAN
Ada beraneka ragam dan macam-macam kebudayaan Sunda yang unik dan
menarik untuk dipelajari dalam sehari-hari masyarakat Sunda, Jawa Barat
umumnya dikenal sangat menjunjung tinggi nilai sopan santun. Berikut ini adalah
macam-macam Seni dan Budaya yang ada di kota Kuningan:
A. Upacara Seren Taun

Seren taun merupakan wahana untuk bersyukur kepada Tuhan Yang
Maha Esa atas segala hasil pertanian yang dilaksanakan pada tahun ini, seraya
berharap hasil pertanian mereka akan meningkat pada tahun yang akan
datang.
B. Tari Buyung

Tarian ini merupakan tarian utama dalam upacara Seren Taun di Desa
Cigugur Kuningan Jawa Barat. Tarian ini menceritakan tentang gadis-gadis
Desa Cigugur yang sedang mengambil air ke sungai.

3

C. Upacara Tari Cingcowong

Cingcowong pada zaman dulu merupakan salah satu upacara ritual untuk
meminta hujan. Upacara ini dilakukan pada saat musim kemarau panjang
lebih dari tiga bulan. Tradisi awal Cingcowong atau upacara ritual ini
dipercayai oleh 6 masyarakat khususnya Kecamatan Luragung Kabupaten
Kuningan, setiap datang kemarau upacara ritual Cingcowong selalu
dilaksanakan agar lahan pertanian mereka terhindar dari kemarau dan turun
hujan.
D. Batik

Indonesia sangat kaya dengan berbagai jenis motif batik yang berasal
dari berbagai daerahnya. Salah satu jenis batik yang terkenal dan berasal dari
daerah Kuningan yaitu Batik Paseban. Batik ini secara umum berasal dari
daerah Cigugur Kuningan. Motif Batiknya dinamai Pwah Aci, Geger Suten
dan Rereng Kujang. Setiap motif batik tersebut memiliki makna sesuai
dengan filosofinya masing- masing.

4

E. Sapton dan Panahan

Saptonan merupakan tradisi yang masih hidup di Kabupaten Kuningan
Jawa Barat. Tradisi yang merupakan lomba ketangkasan dalam menunggangi
kuda dan memasukkan tombak kedalam lubang yang ada di bawah ember
yang digantung di atas tempat yang telah disediakan oleh panitia saptonan.
Panahnya dibuat dari bambu dan busurnya yang ujungnya dipasang besi
panah.
F. Upacara Adat Kawin Cai

Tradisi Kawin Cai merupakan salah satu warisan budaya dari kabupaten
Kuningan. Tradisi ini digelar oleh masyarakat desa Manis Kidul dan Babakan
Mulya kabupaten Kuningan yang berada dilereng Gunung Ciremai. Inti dari 7
tradisi ini adalah mengawinkan air yang berasal dari 7 sumber mata air
Cibulan dengan mata air Balon Dhalem Tirtayatra.

5

G. Pesta Dadung

Pesta Dadung adalah kesenian masyarakat Desa Legokherang,
Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan. Kesenian ini diperkirakan sudah
ada sejak abad ke 18 dan sejak awal difungsikan untuk ritual kesuburan
pertanian. Ritual ini dimaksudkan sebagai bentuk pemujaan terhadap Ratu
Galuh yang dipercaya masyarakat setempat sebagai ratu pelindung hewan.
H. Kuda Renggong

Kata renggong di dalam kesenian ini merupakan metatesis dari kata
ronggeng yaitu kamonesan bahasa Sunda untuk ketrampilan cara berjalan
kuda yang telah dilatih untuk menari mengikuti irama musik terutama
kendang, yang biasanya dipakai sebagai media tunggangan dalam arak-arakan
anak sunat.

6

I. Goong Renteng

Istilah goong renteng merupakan perpaduan dari kata goong dan renteng.
Kata goong merupakan istilah kuno Sunda yang berarti gamelan, sedangkan
kata 8 renteng berkaitan dengan penempatan pencon-pencon kolenang
bonang yang diletakkan secara berderetberjejer, atau ngarenteng dalam
bahasa Sunda. Jadi, secara harfiah goong renteng adalah goong pencon yang
diletakkandisusun secara berderet ngarenteng.
J. Kemprongan

Kemprongan adalah jenis kesenian tradisional yang tumbuh di daerah
Kabupaten Kuningan, khususnya di Desa Sidaraja Kecamatan Ciawi Gebang
dan Kecamatan Luragung. Kesenian ini sering disebut juga dengan Pesta
Fiesta, Belanda yang artinya bersukaria. Jika dilihat dari penyajiannya,
Kemprongan sangat mirip dengan tayub, atau boleh dikatakan sebagai tari
tayub dengan memakai istilah lain.

7

K. Reog Cengal

Reog Cengal adalah jenis kesenian buhun yang terbentuk sejak tahun
1946 tepatnya di Desa Cengal, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan.
Istilah Reog berasal dari kata Riyeg-riyeg, yaitu gerakan halus seperti orang
yang sedang berdzikir. Kesenian Reog buhun ini di samping untuk hiburan
bagi masyarakat, juga berfungsi sebagai sarana dalam penyebaran agama
Islam, dengan syair-syair lagu yang menyiratkan Keagungan Tuhan dan
Kerasulan Muhammad SAW.
L. Seni Calung

Calung adalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe purwarupa
dari angklung. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara
digoyangkan, cara menabuh calung adalah dengan mepukul batang wilahan,
bilah dari ruas- ruas tabung bambu yang tersusun menurut titi laras tangga
nada pentatonik da-mi-na-ti-la. Jenis bambu untuk pembuatan calung
kebanyakan dari awi wulung bambu hitam, namun ada pula yang dibuat dari
awi temen bambu yang berwarna putih.

8

BAB III
TEMPAT-TEMPAT BERSEJARAH

Banyak sekali tempat bersejarah yang ada di wilayah Kuningan. Pada observasi
budaya ini peneliti hanya mengobservasi dua tempat bersejarah saja, yakni yang
pertama Gedung Naskah Perundingan Linggarjati yang berada di Linggarjati,
yang kedua Site Museum Taman Purbakala Cipari yang berada di Cigugur.
A. Gedung Naskah Perundingan Linggarjati

Gedung Perundingan atau Perjanjian Linggarjati, yang terletak di Dusun
Cipaku, Kelurahan Linggajati, Kecamatan Cilimus. Gedung Linggarjati
merupakan salah satu saksi sejarah mediasi Indonesia dengan Belanda yang
di lakukan di tanggal 11-13 November 1947 dalam perundingan tersebut
ditetapkan beberapa hasil seperti, Pengakuan Belanda secara De facto atas
eksistensi Negara Republik Indonesia yang meliputi Sumatera, Jawa dan
Madura. Selain itu juga terkait perjanjian Republik Indonesia dengan Belanda
yang akan bekerja sama dalam membentuk negara Indonesia Serikat, yang
salah satu negara bagiannya adalah Republik Indonesia, Terakhir Republik
Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda
dengan Ratu Belanda selaku ketuanya.

Kawasan Cagar Budaya Linggarjati ini adalah kawasan di mana terdapat
satu bangunan lama bekas hotel yang menjadi tempat terjadinya perundingan
antara Indonesia dengan Belanda. Perundingan tersebut berlangsung dari
tanggal 10 sampai dengan 13 November 1946. Bangunan tempat

9

berlangsungnya perundingan ini kemudian dikenal dengan nama Gedung
Naskah Linggarjati atau juga biasa disebut Gedung Perundingan Linggarjati.

Pokok-pokok isi perjanjian Linggarjati tersebut kemudian dilanjutkan
pada perundingan-perundingan berikutnya, untuk mencapai kesepakatan
“permanen” yang diterima oleh kedua belah pihak. Terkait dengan itu,
perundingan Renville yang dilaksanakan pada bulan Desember 1947 –
Januari 1948, berisi tentang penegasan kembali prinsip-prinsip persetujuan
Linggarjati, yakni pengakuan de facto atas Republik Indonesia, serta masa
peralihan dan pembentukan Uni Indonesia-Belanda. Setelah itu, perjanjian
penting berikutnya adalah Konferensi Meja Bundar yang berlangsung pada
bulan Agustus – November 1949, yang intinya menegaskan bahwa Belanda
menandatangani kesepakatan pengalihan kedaulatan kepada Republik
Indonesia.

Selain Gedung Naskah Linggarjati, di kawasan ini terdapat satu
bangunan lain yang juga berkaitan dengan proses perundingan, yaitu
bangunan yang sekarang dikenal dengan nama Gedung Syahrir. Jika
bangunan Linggarjati digunakan sebagai tempat perundingan dan menginap
penengah perundingan, yakni Lord Killearn dan delegasi dari pihak Belanda
yang dipimpin Prof. Schermerhorn, adapun Gedung Syahrir dipakai sebagai
tempat menginap delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Sutan Syahrir,
sekaligus tempat wartawan menyusun naskah liputannya yang akan
dikabarkan ke dunia internasional. Dari Gedung Naskah Linggarjati ke
Gedung Syahrir kira-kira berjarak 2 km ke arah tenggara.

Dengan melihat nilai sejarah bangunan yang cukup tinggi ini
maka Gedung Naskah Linggarjati ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya
yang dilindungi oleh undang-undang. Penetapan tersebut berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 133M/1998 tanggal
16 Juni 1998.

10

B. Site Museum Taman Purbakala Cipari

Taman Purbakala Cipari yang berlokasi di Kelurahan Cipari Kecamatan
Cigugur, banyak menyimpan peninggalan kehidupan purbakala pada zaman
megalitikum, periode di mana manusia dapat membuat kebudayaan dari batu-
batu besar. Megalitikum meruoakan bentuk praktik kebudayaan dengan khas
utama berupa monumen atau struktur batu besar yang disebut megalit sebagai
simbol kekuatan magis, alat upacara, dan sarana penguburan.

Selain batu besar, tradisi megalitik juga memiliki ciri lain yaitu
penggunaan benda-benda logam, gerabah, kayu, dan manik-manik.
Penyertaan bekal kubur seperti manik-manik atau senjata juga berkembang
kuat pada zaman tersebut. Site Museum Taman Purbakala Cipari memiliki
area seluas 7.000 Meter persegi dan berada di ketinggian 661 Meter dari
permukaan laut. Lokasinya berada tepat di kaki Gunung Ciremai dan berjarak
sekitar 4 KM dari pusat kota Kuningan. Pada tahun 1971, Situs Cipari
merupakan lahan milik seorang warga bernama Wijaya. Saat itu sang pemilik
lahan tak sengaja menemukan benda pertama berupa bebatuan yang pernah
dipamerkan di Gedung Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur, sebuah cagar
budaya nasional di Kuningan yang didirikan oleh Pangeran Sadewa Madrais
Alibasa pada tahun 1840.

Di sana, wisatawan bisa melihat berbagai bukti berupa berbagai
peninggalan seperti artefak, fragmen tembikar seperti pernik, kendi, piring,
pedupaan, cawan, gelang batu, beliung persegi, kapak perunggu, serta tulang
hewan dari penggalian peti kubur. Kemudian ada pula tiga peti kubur batu

11

yang di dalamnya terdapat bekal kubur berupa gelang batu, gerabah, dan
kapak batu. Peti kubur masih tersusun pada tempat semula dan mengarah ke
timur laut barat daya sebagai gambaran dari konsep kekuasaan alam seperti
matahari dan bulan yang menjadi pedoman hidup manusia dari lahir hingga
meninggal.

Di Situs Cipari juga dapat dilihat keberadaan altar batu, dolmen,
lumpang batu, dakon, dan menhir yang terbuat dari batu berukuran besar.
Menhir sendiri merupakan batu tunggal berukuran besar yang berbentuk tugu
tegak di atas tanah. Menhir berfungsi dalam penguburan dan upacara
pemujaan. Sedangkan dolmen merupakan meja batu tempat menaruh sesajen
yang akan dipersembahkan pada roh nenek moyang.

Selanjutnya ada tanah lapang membentuk lingkaran yang dikelilingi oleh
susunan batu sirap dan pada bagian tengah terdapat batu temu gelang, lokasi
ini biasa digunakan untuk upacara yang berhubungan dengan arwah nenek
moyang. Pada tahun 1976, di kawasan tersebut dibangun Museum Taman
Purbakala Cipari dan diresmikan pada 23 Februari 1978 oleh Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Prof.Dr. Syarif Thayeb.

Situs ini juga dikelola menjadi taman purbakala dan mulai dibuka untuk
umum.Bangunan museum tampak sederhana, denahnya oval memanjang
dengan dikelilingi kaca. Atapnya masih terbuat dari ijuk dan berbentuk serupa
perahu terbalik. Di dalamnya terdapat pajangan artefak prasejarah yang
merupakan penemuan dari peneltian di Situs Cipari

12

C. Gua Maria Rahmet Sawer

Gua Maria Rahmet Sawer terletak di Desa Cisantana, Kecamatan
cigugur, Kabupaten Kuningan. Gua Maria Rahmet Sawer merupakan wilayah
pertanian dengan suhu udara yang lumayan dingin. Cigugur sendiri
merupakan daerah misi penyebaran Agama Khatolik sejak jaman dahulu,
sehingga perbandingan jumlah umat islam dan umat nasrani sama. Toleransi
di Cigugur sangat baik sehingga kita bisa melihat Masjid dan gereja berdiri
berdekatan.

13

BAB IV
TEMPAT WISATA
A. Taman Nasional Gunung Ciremai

Ciremai merupakan salah satu tujuan favorit wisatawan pencinta alam.
Di taman nasional ini terdapat air terjun yang tidak boleh kita lewatkan,
keindahan alamnya yang masih terjaga membuat taman nasional ini terlihat
asri dan sangat menawan. Disini juga terdapat beskem pendakian Gunung
Ciremai dan bentangan luas perkebunan, jadi tempat ini sangatlah cocok dan
wajib untuk anda kunjungi.Beskem pendakiannya sendiri terletak di 2 (dua)
lokasi yang berbeda yakni resort pendakian Palutungan dan Resort pendakian
Linggarjati.
B. Curug Sidomba

Curug sidomba terletak di Desa Peusing Kecamatan Jalaksana Kabupaten
Kuningan. Curug Sidomba memiliki ketinggian sekitar 3 (tiga) meter, dan
sudah terdapat fasilitas pendukung objek wisata ini seperti restaurant, saung,

14

tempat bermain anak dan juga terdapat binatang aneh salah satunya kambing
bertanduk 3. Di tempat ini juga terdapat masjid dengan menara tinggi yang
memiliki anak tangga sebanyak 99. Dari atas menara anda dapat menikmati
pesona alam yang tidak kalah indahnya dengan objek wisata lainnya.
C. Waduk Darma

Waduk Darma berlokasi di Kecamatan Darma, 12 km dari arah Kota
Kuningan ke arah Barat Daya atau sekitar 37 km dari arah Kota Cirebon.
Waduk Darma sendiri merupakan objek wisata di Kabupaten Kuningan
pertama yang menyuguhkan pemandangan indah bendungan terbesar di
Kabupaten Kuningan.
D. Balong Cigugur

Balong Cigugur ini lebih dikenal dengan nama Balong Keramat Cigugur.
Kolam Cigugur ini merupakan salah satu habitat ikan langka yaitu ikan dewa
dan terapi ikan nilem. Daya tarik obek wisata ini ada pada ikan-ikan nilem

15

yang mengerubungi dan menggigit kaki para pengunjung. Gunanya sebagai
sarana relaksasi dan penghilang kelelahan dan kepenatan dari rutinitas dan
aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Balong Cigugur sendiri terletak di Desa
Cigugur Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan.
E. Balong dalem

Di Balong Dalem kita bisa melihat sebuah tradisi yaitu “Kawin Cai”.
Balong Dale sendiri terletak di Desa Jalaksana, Kabupaten Kuningan.

16

BAB V
FOLKLORE NON VERBAL (MAKANAN KHAS)
Makanan khas daerah adalah makanan yang biasa dikonsumsi di suatu
daerah dan cocok dengan lidah masyarakat setempat. Cita rasa yang dimiliki
berbeda antara suatu daerah dengan yang lainnya (Halomuda, 2016). Makanan-
makanan tersebut adalah salah satu kekayaan budaya daerah masing-masing.
Berikut adalah makanan khas dari kota kuningan:
A. Hucap

Hucap merupakan akronim dari tahu kecap. Menu sarapan khas
Kuningan ini satu porsinya terdiri dari tahu yang disiram dengan bumbu
kacang dan kecap lalu ditaburi bawang goreng. Makanan khas Kuningan ini
berbumbu saus kacang yang lebih kental, dengan rasa asin, manis hingga asam
dan pedas. Uniknya, saus kacang ini memiliki rasa rempah yang kental jika
dibandingkan dengan saus kacang yang ada pada kupat tahu pada umumnya.
B. Kue Satu

17

Kue satu juga termasuk makanan khas Kuningan. Kue yang namanya
mirip angka ini dibuat dari olahan kacang hijau yang disangrai, ditumbuk, lalu
dicampur dengan gula halus. Setelah itu, adonan kue satu dicetak
menggunakan cetakan kayu. Setelah dicetak, kue satu tidak dipanggang
ataupun digoreng, melainkan dijemur di bawah terik matahari hingga kering.
C. Keripik Gadung

Keripik ini terbuat dari umbi tanaman gadung yang sebenarnya beracun
bila pengolahannya tidak tepat. Biasanya, keripik ini memiliki rasa asin gurih.
Keripik gadung diolah dengan cara digoreng. Sebelum digoreng, umbi gadung
harus dibersihkan terlebih dulu dari racunnya. Kemudian diiris tipis, lalu
dicuci bersih. Karena cara pengolahan umbi gadung yang cukup rumit, oleh-
oleh ini mulai sulit ditemui.

18

PENUTUP
Demikian laporan yang penyusun buat, semoga bermanfaat bagi pembaca.
Apabila ada kritik atau saran yang ingin disampaikan silakan sampaikan kepada
kami, jika terdapat kesalahan mohon dapat memaafkan dan memakluminya
karena kami hamba Allah yang tak luput dari kesalahan.

19

LAMPIRAN
OBSERVASI BUDAYA
PENGENALAN BUDAYA WILAYAH KUNINGAN JAWA BARAT

Tempat Sejarah
Gedung Naskah Perundingan Linggarjati

20

21

Tempat Wisata
Site Museum Taman Purbakala Cipari

22

Mata Pencaharian Petani Padi
Peternak Susu Sapi

TAUTAN VIDEO OBSERVASI:
https://youtu.be/_9SrKx3RBrY

23


Click to View FlipBook Version