LEMBAR PENGESAHAN
DOKUMEN PORTOFOLIO LOMBA SMART SCHOOL COMPETITION (SSA)
SD NEGERI BURENGAN 5
KECAMATAN PESANTREN KOTA KEDIRI
PROVINSI JAWA TIMUR
Komite Sekolah, Pada hari Kamis tanggal , 10 November 2022
Mengesahkan
Kepala Sekolah,
ARIS SULISTIYONO,S.Pd LILIS KHOIRULINA, MPd.I
NIP. 198409262006042012
2
IDENTITAS SEKOLAH
Nama Sekolah : SDN BURENGAN 5
Nomor Statistik Sekolah : 101105630315
Nomor Pokok Sekolah Nasional : 20534641
Alamat Sekolah/Madrasah : JL. LETJEN SUTOYO/IV NO.16c
Kelurahan : BURENGAN
Kecamatan : PESANTREN
Kota : KEDIRI
Propinsi : JAWA TIMUR
Kode Pos : 64131
Email : [email protected]
Status Sekolah/Madrasah : Negeri
No. Akte Pendirian Terakhir :-
Tahun Berdiri Sekolah/Madrasah : 1985
Status Akreditasi : A Tahun 2022
Kegiatan Belajar Mengajar : Pagi hari
Bangunan Sekolah : Milik Sendiri
Luas Tanah / Bangunan : 2.448 m2 / 1.149 m2
Lokasi Sekolah : Jalan Kampung
Jarak ke Pusat Kecamatan : 2 km
Jarak ke Pusat Otoda : 1,5 km
Terletak pada Lintasan : Kota dan Kabupaten
Jumlah Keanggotaan Gugus : 6 Lembaga Sekolah
Organisasi Penyelenggara : Pemerintah
3
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala
limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga Laporan Smart School Award dapat
diselesaikan.
Smart School Award merupakan faktor penting dalam membentuk siswa
menjadi manusia yang memiliki sikap optimis, berani, terampil, ulet, disiplin, berpikir
kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Sekolah yang memiliki keunggulan
budaya mutu dapat dilihat dari beberapa variabel, seperti manajemen sekolah, proses
pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, kinerja perpustakaan, dan usaha kesehatan
sekolah, yang bermuara pada pencapaian prestasi sekolah.
Smart School Award adalah sekolah dasar yang memberikan layanan prima
yang merefleksikan Budaya Mutu Sekolah Dasar tercermin pada : (1) kepemimpinan
dan manajemen sekolah (2) kurikulum dan sumber daya pembelajaran (3)
ekstrakurikuler dan pengembangan kemampuan siswa dan (4) perpustakaan dan (5)
sekolah aman dan sehat
Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan laporan ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas dengan kebaikan
yang berlipat ganda.
Walaupun demikian, kami juga sadar bahwa kami hanyalah manusia yang
pasti memiliki banyak kekurangan. Untuk itu, segala bentuk kritik dan saran dari
berbagai pihak sangat kami nantikan demi perbaikan untuk penyusunan portofolio di
masa datang
Kediri, November 2022
Penyusun
4
DAFTAR ISI
SAMPUL…………………………………………………………………………………………1
LEMBAR PENGESAHAN………………………………………………………………………2
IDENTITAS SEKOLAH…………………………………………………………………………3
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………4
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………..5
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang…………………………………………………………………………..6
B. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah………………………………………………………….7
C. Struktur Organisasi Sekolah…………………………………………………………….8
BAB II
PERENCANAAN, PELAKSANAAN, EVALUASI, HASIL DAN TINDAK LANJUT
A. Kepemimpinan dan Manajemen Sekolah………………………………………………11
B. Kurikulum dan Sumber Daya Pembelajaran…………………………………………....14
C. Ekstrakurikuler dan Pengembangan Kemampuan Siswa……………………………….29
D. Perpustakaan…………………………………………………………………………….31
E. Sekolah Aman dan Sehat……………………………………………………………….35
BAB III
PENUTUP………………………………………………………………………………………41
LAMPIRAN…………………………………………………………………………………….42
5
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sekolah
sebagai pusat pengembangan budaya tidak terlepas dari nilai-nilai budaya yang dianut oleh
suatu bangsa. Bangsa Indonesia memilki nilai-nilai budaya yang bersumber dari Pancasila,
sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara, yang mencakup religius, kemanusiaan,
persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai-nilai inilah dijadikan dasar filosofis dalam
pengembangan kurikulum sekolah.
Landasan filosofis sebagai dasar penyusunan kurikulum operasional di
satuan pendidikan SD Negeri Burengan 5 Kota Kediri adalah dengan mempertimbangkan
budaya bangsa sebagai akar penopang pendidikan yang akan tumbuh membentuk pendidikan
berkelanjutan. Generasi penerus tetaplah menjadi generasi penjaga kelestarian budaya namun
peka terhadap perkembangan zaman. Pengalaman belajar menjadi poin utama dalam
menguasai kompetensi.
Peserta didik merupakan pewaris budaya bangsa yang kreatif, mandiri dan
inovatif. Proses pendidikan sebagai suatu proses yang memberi kesempatan kepada peserta
didik untuk mengembangkan potensi dirinya sehingga dapat memiliki kecakapan hidup
yang sesuai minat bakat yang mengembangkan kecerdasan spiritual, intelektual, dan
kinestetik.
Berdasarkan landasan tersebut, SD Negeri Burengan 5 Kota Kediri dengan kekuatan,
kemampuan dan keinginan untuk selalu ingin berkembang, berharap akan menjawab
tantangan pendidikan dalam memfasilitasi suatu suasana belajar penuh aktivitas, berkarya
dan menyenangkan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik
dari masa lalu dengan membentuk peserta didik sebagai agen Profil Pelajar Pancasila yang
6
memiliki kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian,
dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih
baik (experimentalism and social reconstructivism).
Budaya mutu sekolah merupakan faktor yang paling penting dalam membentuk siswa
menjadi manusia yang berakhlak mulia,jujur, bertanggung jawab, berintegritas, optimis,
berani, terampil, berperilaku kooperatif, ulet, disiplin, beretos kerja yang tinggi, pandai
menangkap peluang. Sekolah yang memiliki keunggulan budaya mutu dapat dilihat dari
beberapa variabel yang mempengaruhinya, yaitu manajemen sekolah, proses pembelajaran,
kegiatan ekstrakurikuler, kinerja perpustakaan, dan pelayanan kesehatan melalui usaha
kesehatan sekolah. Untuk mewujudkan sekolah berbudaya mutu, faktor penting yang perlu
mendapat perhatian, yaitu: 1) perencanaan yang terukur, 2) pengorganisasian yang jelas, 3)
pelaksanaan yang efektif dan efisien, 4) melakukan monitoring dan evaluasi kemajuan secara
berkelanjutan.
Untuk mewujudkan budaya mutu di sekolah SD Negeri Burengan 5 telah
melaksanakan berbagai program peningkatan budaya mutu baik melalui penguatan
pembelajaran yang bermutu, perbaikan sarana dan prasana, penataan managemen sekolah,
program pendidikan karakter, program sekolah sehat dan bersih, program optimalisasi kinerja
perpustakaan dan berbagai program lainnya
B. VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH
1. VISI
Visi adalah cara pandang jauh ke depan, kemana dan bagaimana sekolah akan dibawa agar
tercapai pada tujuan yang diinginkan sebagai gambaran masa depan yang ingin
diwujudkan dalam jangka panjang.
SDN Burengan 5 Kecamatan Pesantren Kota Kediri memiliki visi:
“Mewujudkan Peserta Didik yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
Berilmu pengetahuan dan teknologi serta Berbudaya “
2. MISI
Dalam upaya mengimplementasikan visi sekolah, SDN Burengan 5 Kecamatan
Pesantren, Kota Kediri menjabarkan misi sekolah sebagai berikut:
a. Menanmkam nilai – nilai ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan akhlak yang
7
mulia.
b. Mendorong pemanfaatan TIK dalam pembelajaran.
c. Mengembangkan kegiatan pendidikan yang disesuaikan dengan karakteristik
lingkungan sekolah.
d. Menumbuh kembangkan sikap mencintai budaya lokal.
e. Menumbuhkan kreatifitas terhadap budaya bangsa.
f. Meningkatkan kualitas pendidikan melalui kerjasama berbagai pihak.
g. Melaksanakan kegiatan pembelajaran yang berkelanjutan dalam usaha pelestarian
lingkunan.
3. TUJUAN SEKOLAH
Tujuan yang diharapkan oleh SDN Burengan 5 Kecamatan Pesantren, Kota Kediri dalam
implementasi kurikulum sebagai bentuk dan cara mewujudkan misi sekolah yang telah
ditetapkan adalah sebagai berikut:
a. Menjadikan peserta didik yang mampu mengamalkan ajaran agama hasil proses
pembelajaran dalam kehidupan sehari – hari
b. Menjadikan peserta didik yang menghargai segala perbedaan dan memiliki toleransi
yang tinggi.
c. Menjadikan peserta didik yang mampu mengunakannya sebagai sarana belajar,
memanfaatkan TIK secara bijak dan dapat memafaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
d. Menjadikan peserta didik memiliki rasa bangga terhadap budayanya.
e. Menjadikan peserta didik yang mau melastarikan dan mempromosikan kesenian
daerah.
f. Memberikan kualitas pelayanan pendidikan formal dalam mewujudkan sekolah yang
memiliki keunggulan dan mampu menjadi andalan serta dicintai masyarakat.
g. Menerapkan disiplin budaya kerja , budaya tertib , budaya bersih , dan budaya literasi
di sekolah.
8
h. Membina peserta didik untuk selalu membiasakan hidup bersih, sehat dan cinta
lingkungan.
i. Membekali peserta didik dengan kemampuan kecakapan hidup (life skill) melalui
pendidikan berbasis keunggulan lokal dalam upaya melestarikan lingkungan hidup.
j. Meraih prestasi akademik dan non akademik
C. STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH : LILIS KHOIRULINA,MPd.I
: ARIS SULISTIYONO, S.Pd
1. Kepala Sekolah : INDAH WATI, S.Pd
2. Komite Sekolah : JOICE AGNESTESIA A.P, S.M
3. Bendahara Sekolah : SUGENG HARIYANTO, S.Pd
4. Tenaga Administrasi : SUGENG HARIYANTO, S.Pd
5. Unit Perpustakaan
6. Unit UKS : ANOMAN PRABANCONO
7. Penjaga Sekolah
Formasi Tenaga Pendidik : OKI YORIKA, S.Pd
1. Guru Kelas 1 : DWI NINGRUM H, S.Pd
2. Guru Kelas 2 : SITI ASTUTIK, S.Pd
3. Guru Kelas 3 : SUCI ARI, S.Pd
4. Guru Kelas 4 : INDAH WATI, S.Pd
5. Guru Kelas 5 : SUHARA OKTAPASARI, S.PD
6. Guru Kelas 6 : KISTINA FAJARITA, S.PdI
7. Guru PAI : RETNO WIDODO
8. Guru PAK : SUGENG HARIYANTO, S.Pd
9. Guru PJOK
9
10. Guru Bahasa Inggris : FARID FAJAR MUZAKI
11. Guru Pendamping Khusus : EVI KUSUMA D, S.Psi
Formasi Tenaga Pengajar Ekstrakurikuler ANA WAHYUNI, S.Psi
1. Ekstra tari kelas bawah ENDANG FITRALOKA, S.Psi
2. Ekstra tari kelas atas
3. Ekstra lukis kelas bawah : EVI KUSUMA D, S.Psi
4. Ekstra lukis kelas atas : SUGENG HARIYANTO, S.Pd
5. Ekstra computer : OKI YORIKA, S.Pd
: KISTINA FAJARITA, S.PdI
6. Ekstra pramuka kelas bawah : FARID FAJAR MUZAKI
7. Ekstra pramuka kelas atas
8. Ekstra pantomim JOICE AGNESTESIA A.P, S.M
: ANA WAHYUNI, S.Psi
: SUGENG HARIYANTO, S.Pd
: SUGENG HARIYANTO, S.Pd
10
BAB II
PERENCANAAN, PELAKSANAAN, EVALUASI, HASIL DAN TINDAK LANJUT
A. KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN SEKOLAH
Manajemen Berbasis Sekolah diartikan sebagai “model manajemen yang memberikan
otonomi atau kemandirian yang lebih besar kepada sekolah”. (Sagala, 2006: 133) Model
manajemen ini mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan langsung semua
warga sekolah sesuai dengan standar mutu yang berkaitan dengan kebutuhan sarana dan
prasarana, fasilitas sekolah, peningkatan kualitas kurikulum, dan pertumbuhan jabatan guru.
Keputusan sekolah yang diambil harus melibatkan secara langsung semua warga sekolah yaitu
guru, siswa, kepala sekolah, karyawan, orang tua siswa dan masyarakat yang berhubungan
dengan sekolah. Keputusan yang demikian dapat membangun rasa memiliki bagi setiap warga
sekolah dan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan dedikasi warga sekolah.
Sejalan dengan hal diatas , maka pemerintah juga mengeluarkan peraturan pemerintah yang
melandasi pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di satuan pendidikan yaitu
Peraturan emerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 19 ayat (1) menyatakan bahwa “ Pengelolaan
satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan Manajemen
Berbasis Sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan,
dan akuntabilitas”.
Tugas dan fungsi utama sekolah adalah mengelola penyelenggaraan MBS di sekolah
masing-masing. Mengingat sekolah merupakan unit utama dan terdepan dalam penyelenggaraan
MBS, maka sekolah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai berikut:
a. Menyusun rencana dan program pelaksanaan MBS dengan melibatkan kelompok-kelompok,
antara lain; wakil sekolah (kepala sekolah, guru, tata usaha), wakil siswa , wakil orang tua
siswa, wakil organisasi professi, wakil pemerintah, dan tokoh masyarakat.
b. Mengkoordinasikan dan menyerasikan segala sumberdaya yang ada di sekolah dan di luar
sekolah untuk mencapai sasaran MBS yang telah ditetapkan
c. Melaksanakan MBS secara efektif dan efisien dengan menerapkan prinsip-prinsip total
quality management (fokus pada pelanggan, perbaikan secara terus- menerus, dan
11
keterlibatan total warga sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah) dan berfikir sistem
(berfikir holistik/tidak parsial, saling terkait, dan terpadu).
d. Melaksanakan pengawasan dan pembimbingan dalam pelaksanaan MBS sehingga kejituan
implementasi dapat dijamin untuk mencapai sasaran MBS.
e. Pada setiap akhir tahun ajaran melakukan evaluasi untuk menilai tingkat ketercapaian
sasaran program MBS yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi ini kemudian digunakan untuk
menentukan sasaran baru program MBS tahun-tahun berikutnya.
f. Menyusun laporan penyelenggaraan MBS beserta hasilnya secara lengkap untuk
disampaikan kepada pihak-pihak terkait yaitu Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Pengawas
Sekolah, dan Komite Sekolah,
g. Mempertanggungjawabkan hasil penyelenggaraan MBS kepada pihak-pihak yang
berkepentingan dengan sekolah yaitu Dinas Pendidikan Kota dan Komite Sekolah.
1. Pengelolaan Peserta Didik
Perencanaan pengelolaan kesiswaan di antaranya:
a. Membuat persiapan penerimaan siswa baru seperti membuat surat keputusan dari kepala
sekolah dan pembentukan panitia penerima siswa baru,
b. Menyusun rencana kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan diri siswa,
c. Menyusun rencana melaksanakan bimbingan belajar untuk seluruh siswa untuk
peningkatan prestasi akademik.
d. Peserta didik dengan kebutuhan khusus menerima pelayanan inklusi dan didampingi oleh
guru pengajar inklusi (GPK).
e. Peserta didik mendapatkan pelayanan prima dalam pengadministrasian dan kegiatan
pembelajaran sesuai dengan minat , bakat, dan kebutuhan peserta
f. Penerimaan peserta didik baru dilaksanakan secara objektif, transparan danakuntabel dan
dilakukan tanpa diskriminasi. Dan sesuai dengan batas pagurombongan belajar.
g. Peserta didik memperoleh pelayanan meningkatkan kompetensi sikap, perilaku
berkarakter, disiplin, santun, jujur, peduli, percaya diri, bertanggung jawab, perilaku
pembelajar sepanjang hayat, sehat jasmani rohani melalui kegiatan intrakurikuler,
kokurikuler, dan ekstrakurikuler
12
h. Peserta didik memperoleh pelayanan dalam mengembangkan minat dan bakat melalui
kegiatan ekstra kurikuler.
2. Sarana dan Prasarana
Sekolah SDN Burengan 5 memiliki 6 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 ruang kepala sekolah, 1
mushola, 4 kamar mandi, tempat wudhu, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang uks dan kantin, 1 ruang
kelas agama Kristen, halaman belakang, ruang parkir dan lapangan olah raga.
Masing-masing kelas terdapat bangku untuk sejumlah siswa, meja kursi guru, almari, kipas
angin, alat peraga, alat kebersihan, papan karya, alat tulis, papan tulis serta media pembelajaran.
NO SARANA DAN PRASARANA JUMLAH KONDISI
1 Ruang kelas 6 Baik
2 Ruang kepala sekolah 1 Baik
3 Kantor guru 1 Baik
4 Perpustakaan 1 Baik
5 UKS 1 Baik
6 Kantin 1 Baik
7 Mushola 1 Baik
8 Tempat wudhu 1 Baik
9 Ruang agama kristen 1 Baik
10 Dapur 1 Baik
11 Gudang olah raga 1 Baik
12 Halaman sekolah 1 Baik
13 Tempat parkir 2 Baik
14 Ruang inklusi 1 Baik
15 Kamar mandi/wc 4 Baik
3. Pembiayaan
Perencanaan pengelolaan dana sekolah tersusun dengan baik dalam Rencana Kerja Sekolah
(RKS) dan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah). Sekolah memiliki pedoman pengelolaan
biaya belanja modal dan operasional. Pengelolaan dana berasal dari APBN maupun dana dari
13
masyarakat dilakukan secra transparan dan akuntabel.
Sekolah memiliki laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan
dapat diakses oleh pemangku kepentingan. Selain berasal dari BOS, sekolah juga memiliki unit
usaha koprasi yang menyediakan peralatan untuk siswa dan kantin.
SUMBER PENDANAAN
BOS 2021 : BOS REGULER
PENCAIRAN 3 KALI TAHAP
TOTAL : 129.780.000
TAHAP 1 : 39.420.000
TAHAP 2 : 52.560.000
TAHAP 3 : 37.800.000
BOS 2022 : BOS REGULER
PENCAIRAN 3 KALI TAHAP
TOTAL : 125.500.000
TAHAP 1 : 37.800.000
TAHAP 2 : 49.940.000
TAHAP 3 : 37.800.000
4. Manajemen sekolah dan masyarakat
a. Sekolah bekerjasama dengan pihak puskesmas untuk pelayanan vaksin, imunisasi serta
pemeriksaan kesehatan skrining rutin 6 bulan sekali
b. Sekolah memiliki komite sekolah, paguyupan kelas sebagai wadah sarana komunikasi antara
guru dan walimurid
c. Sekolah memiliki media social yang dapat diakses dengan mudah. Media social berisi
informasi kegiatan di sekolah
IG : sdn.burengan5
Youtube : burengan 5
Website : https://sites.google.com/view/akupintarmatematika/home
14
d. Sekolah melibatkan walimurit dalam kegiatan tengah semester
e. Kerjasama dengan biro perjalanan untuk kegiatan SKAL
f. Kerjasama dengan Kelurahan Burengan dalam lomba Kelurahan tingkat Provinsi Jawa
Timur
B. KURIKULUM DAN SUMBER DAYA PEMBELAJARAN
Berdasarkan fungsi dan tujuan MBS tersebut maka pengembangan kurikulum mengacu
pada konsep yang berakar pada budaya bangsa, kehidupan bangsa masa kini, dan kehidupan
bangsa di masa mendatang, yaitu :
a. Peningkatan Iman, Takwa, dan Akhlak Mulia
• Iman, takwa, dan akhlak mulia menjadi dasar pengembangan kepribadian peserta didik
secara utuh. Kurikulum disusun agar semua mata pelajaran dapat meningkatkan iman,
takwa, dan akhlak mulia.
b. Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama
• Kurikulum dikembangkan untuk memelihara dan meningkatkan toleransi dan kerukunan
intern umat dan antarumat beragama.
c. Persatuan Nasional dan Nilai-Nilai Kebangsaan
• Kurikulum diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik
yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa
dalam kerangka NKRI. Oleh karena itu, kurikulum harus menumbuhkembangkan
wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan
bangsa dalam wilayah NKRI.
d. Peningkatan Potensi, Kecerdasan, Bakat, dan Minat sesuai dengan Tingkat
Perkembangan dan Kemampuan Peserta Didik
• Pendidikan merupakan proses holistik/sistemik dan sistematik untuk meningkatkan
harkat dan martabat manusia yang memungkinkan potensi diri (sikap, pengetahuan, dan
keterampilan) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan
memperhatikan potensi, bakat, minat, serta tingkat perkembangan kecerdasan;
intelektual, emosional, sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik.
e. Kesetaraan Warga Negara Memperoleh Pendidikan Bermutu
• Kurikulum diarahkan kepada pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
15
holistik dan berkeadilan dengan memperhatikan kesetaraan warga negara memperoleh
pendidikan bermutu.
f. Kebutuhan Kompetensi Masa Depan
• Kompetensi peserta didik yang diperlukan antara lain berpikir kritis dan membuat
keputusan, memecahkan masalah yang kompleks secara lintas bidang keilmuan, berpikir
kreatif dan kewirausahaan, berkomunikasi dan berkolaborasi, menggunakan pengetahuan
kesempatan secara inovatif, mengelola keuangan, kesehatan, dan tanggung jawab warga
negara.
g. Tuntutan Dunia Kerja
• Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta
didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu,
kurikulum perlu mengembangkan jiwa kewirausahaan dan kecakapan hidup untuk
membekali peserta didik dalam melanjutkan studi dan/atau memasuki dunia kerja.
Terlebih bagi peserta didik pada satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak
melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
h. Perkembangan Iptek
• Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis
pengetahuan di mana Iptek sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan.
Pendidikan harus terus menerus melakukan penyesuaian terhadap perkembangan Iptek
sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum
harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan
perkembangan Iptek.
i. Keragaman Potensi dan Karakteristik Daerah serta Lingkungan
• Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan karakteristik lingkungan.
Masing-masing daerah memerlukan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik daerah
dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum perlu memuat keragaman
tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan
daerah dan lingkungan.
j. Tuntutan Pembangunan Daerah dan Nasional
• Dalam era otonomi dan desentralisasi, kurikulum adalah salah satu media pengikat dan
pengembang keutuhan bangsa yang dapat mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap
16
mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, kurikulum perlu memperhatikan
keseimbangan antara kepentingan daerah dan nasional.
k. Dinamika Perkembangan Global
• Kurikulum dikembangkan untuk meningkatkan kemandirian, baik pada individu maupun
bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antar
bangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta
mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan bangsa lain.
l. Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Setempat
• Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat
setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada
budaya setempat ditumbuhkembangkan terlebih dahulu sebelum mempelajari budaya dari
daerah dan bangsa lain.
m. Karakteristik Satuan Pendidikan
Kurikulum dikembangkan sesuai dengan kondisi dan ciri khas satuan pendidikan
Alur Penyusunan Rancangan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan
Kurikulum operasional di satuan pendidikan SD Negeri Burengan 5 Kota Kediri
merupakan sebuah bentuk kurikulum operasional untuk melaksanakan Kerangka Dasar dan
Struktur Kurikulum yang telah dibuat oleh pusat, baik capaian pembelajaran,
prinsip pembelajaran dan asesmen serta Profil Pelajar Pancasila. Kurikulum operasional
di satuan Pendidikan ini merupakan bentuk penyesuaian dari kerangka yang disusun pusat
dengan menyelaraskan potensi daerah, kemampuan sekolah dan latar belakang peserta didik.
17
Gambar 1. Alur Perancangan Kurikulum
Kurikulum operasional di satuan pendidikan disusun mulai dengan menganalisis mata
pelajaran yang akan dimuat dalam kegiatan intrakurikuler dengan sistem reguler. Kegiatan
intrakurikuler ini dikemas sebagai pembelajaran rutin enam hari efektif setiap minggunya.
Hasil analisis mata pelajaran akan dilanjutkan dengan mengemas pilihan pembelajaran dalam
bentuk tematik dan atau parsial dengan mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila di dalamnya,
kemudian dikemas dalam bentuk yang lebih mengerucut dalam rencana pelaksanaan
pembelajaran yang bersifat reflektif.
Dalam menentukan pembelajaran tematik dan parsial. SD Negeri Burengan 5 Kota Kediri
mempertimbangkan prinsip pembelajaran, penentuan materi esensial dan juga pengolaborasian
pembelajaran terpadu dengan mengambil tema-tema yang kontekstual dengan peserta didik,
mudah dipahami dan dieksplorasi, dan up-date dengan perkembangan informasi.
2. Intrakurikuler
a. Mata Pelajaran Umum
Mata pelajaran yang dilaksanakan oleh SD Negeri Burengan 5 Kota Kediri tahun
pelajaran 2022/ 2023 adalah Pendidikan Agama Islam sebagai agama mayoritas peserta
didik, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, Seni
dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Untuk Pendidikan Agama yang
18
lain maka tetap mendapatkan porsi yang sama dengan Pendidikan Agama Islam
dengan melakukan kerjasama dengan pihak terkait untuk penyediaan tenaga
pendidik. Sedangkan untuk mata pelajaran Seni, SD Negeri Burengan 5 Kota Kediri
mengakomodir Seni Musik, Seni Rupa dan Seni Tari.
Pembelajaran dibuat tematik terpadu untuk mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia
dan IPAS dan Seni. Sedangkan untuk Pendidikan Agama Islam. Matematika dan PJOK
dilakukan parsial. Rencana pembelajaran tematik dan mata pelajaran memuat tujuan
pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan penilaian yang lengkap. Tujuan pembelajaran
dibuat terukur, sehingga dapat terlihat progress dan umpan balik yang jelas pencapaiannya.
Dalam kegiatan inti harus tersirat implentasi model pembelajaran (contohnya: problem
based learning, project based learning dan inquiry based learning dan lainnya) dan strategi
pembelajaran yang beragam untuk mengakomodir perbedaan karakteristik peserta didik.
Diharapkan variasi model pembelajaran bermanfaat untuk mengingkatkan kemampuan
peserta didik dalam menemukan “AHA”, menyampaikan ide dan gagasan, menemukan
solusi, menghasilkan produk dan mengasah kemampuan literasi numerasi.
Rencana pembelajaran bersifat reflektif. Kontinuitas pembelajaran dapat terlihat
dengan harapan tidak terjadi gap dan miskonsepsi dari pembelajaran sebelumnya. Dapat
disusun mingguan yang tertuang ke dalam jadwal pembelajaran mingguan, namun catatan
refleksi menjadi tambahan dalam kegiatan pembelajaran selanjutnya.
Gambar 2. Alur Pelaksanaan Pembelajaran
b. Mata Pelajaran Bahasa Daerah
19
Selain mata pelajaran umum, SD Negeri Burengan 5 Kota Kediri pun mengakomodir
bahasa daerah sebagai salah satu mata pelajaran wajib. Bahasa Jawa merupakan bahasa ibu
bagi masyarakat Kediri di wilayah tertentu. Bahasa daerah juga menjadi bahasa
pengantar pembelajaran di kelas-kelas awal SD/MI. Melalui pembelajaran bahasa
daerah diperkenalkan kearifan lokal sebagai landasan etnopedagogis. Pembelajaran
bahasa dan sastra daerah diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik
untuk berkomunikasi dalam Bahasa Daerah dengan baik dan benar, baik secara
lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap budaya dan hasil karya
sastra daerah.
Desain pembelajaran mata pelajaran Bahasa Daerah diturunkan dari kompetensi yang
telah disusun oleh tim pengembang kurikulum Bahasa Daerah Provinsi Jawa Timur. Konten
dalam Bahasa Daerah sama halnya dengan Bahasa Indonesia yang terdiri dari 4 elemen
kebahasaan.
c. Pengembangan Diri
Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap
peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan
atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang yang dapat dilakukan
dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling
yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial belajar,
dan pengembangan karir peserta didik.
Penilaian pengembangan diri dilakukan secara kualitatif. Adapun tahapan kegiatan
pengembangan diri dilakukan dengan cara:
1) Identifikasi yang meliputi daya dukung, potensi bakat dan minat peserta didik dan potensi
daerah.
2) Pemetaan untuk :
a) Jenis layanan pengembangan diri
b) Petugas yang melayani
c) Peserta didik yang dilayani
3) Pelaksanaan program
20
a) Pelaksanaan ( Orentasi, pemantapan, pengembangan )
b) Monitoring Pelaksanan
c) Penilaian ( terjadwal, terstruktur, kualitatif )
4) Analisis hasil penilaian (berbasis data, proporsional, realistis, valid, transparan dan
akuntabel)
5) Pelaporan berupa format deskripsi dalam buku laporan pengembangan diri.
Pilihan pengembangan diri di SD Negeri Burengan 5 Kota Kediri adalah sebagai
berikut.
1) Bahasa Inggris. Pembelajaran Bahasa Inggris merupakan program unggulan SD Negeri
Burengan 5 Kota Kediri yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan
berbahasa Inggris peserta didik melalu berbicara, menulis dan mendengarkan.
Konten materi lebih mengedepankan kepada hal-hal sederhana yang dapat
ditemukan dalan kehidupan sehari-hari seperti perkenalan diri, keadaan di rumah,
kelas, sekolah dan lingkungan sekitar.
2) TIK. Pembelajaran TIK merupakan program unggulan SD Negeri Burengan 5 Kota Kediri
yang bertujuan mempersiapkan peserta didik dalam menyongsong abad milenial, revolusi
Industri 4.0 yang dilakukan serba komputerisasi dan serba digital. Materi pembelajaran
komputer diawali dari pengenalan sederhana komputer, tool-tool yang yang ada di
komputer.
d. Program Inklusif
SD Negeri Burengan 5 Kota Kediri termasuk sekolah inklusif yang mengusung
keadilan dalam pendidikan dimana satuan pendidikan menerima peserta didik dengan
berbagai latar belakang kemampuan diri. Untuk alasan tersebut, SD merancang program
inklusif dalam bentuk program individu yang dapat memfasilitasi peserta didik
berkebutuhan khusus dengan kategori rendah.
Program individu disusun dengan penyesuaian kebutuhan masing-masing peserta
didik, baik akademik maupun non-akademik. Program ini disusun oleh tim guru dengan
melibatkan orang tua dan terapis atau psikolog. Hal utama yang diperhatikan dalam proses
penyusunan program ini adalah bagaimana peserta didik dengan kebutuhan khusus mampu
melakukan kecakapan dasar, keterampilan hidup, dan penumbuhan percaya diri. Kegiatan
yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi baca, tulis hitung, cara bersosialisasi dan
21
kemandirian merupakan bentuk program individu tersebut. Program ini pun akan dilakukan
evaluasi secara berkala setiap tiga bulan sekali atau bisa lebih cepat jika ada kondisi khusus
untuk penyesuaian sehingga dapat terlihat bagaimana perkembangan peserta didik.
Pengondisian dalam lingkungan belajar dan bermain menjadi fokus utama lainnya
sehingga peserta didik mampu belajar hal positif dari lingkungan sekitarnya, penerimaan
yang baik dari lingkungan sekitar dan terhindar dari kasus bullying.
3. Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Dalam kurikulum operasional di satuan pendidikan SD Negeri Burengan 5 Kota Kediri
dirancang pembelajaran berbasis proyek untuk penguatan Profil Pelajar
Pancasila. Pembelajaran ini masuk ke dalam ko-kurikuler yang dirancang dalam sesuai
tema besar yang telah ditentukan dengan mengintegrasikan beberapa mata pelajaran sebagai
bentuk proyek implementasi Profil Pelajar Pancasila di satuan pendidikan.
Penguatan Profil Pelajar Pancasila dikemas dalam dua proyek utama yang dapat
ditampilkan secara terpadu dari mulai kelas 1 sampai 6. Pengalokasian waktu untuk kegiatan
ini terpisah dari alokasi waktu kegiatan intrakurikuler sehingga tidak mengurangi kegiatan
regular mingguan. Selain kedua proyek besar tersebut, dimensi Profil Pelajar Pancasila pun
dikembangkan dalam proses pembelajaran intrakurikuler dalam pembelajaran tema dan mata
pelajaran, dan kegiatan ekstrakurikuler.
Pembelajaran berbasis proyek untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila diselaraskan
dengan potensi lokal yang menjadi ciri khas satuan pendidikan, capaian operasional
pembelajaran, dapat mengakomodir keragaman minat bakat peserta didik dan mampu
mengembangkan kecakapan hidup peserta didik. Penguatan Profil Pelajar Pancasila terdiri dari
enam dimensi yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.
Gambar 3. Karakteristik Pembelajaran Berbasis Proyek
Dalam membuat rancangan pembelajaran berbasis proyek terdapat langkah langkah yang
22
harus disusun secara bertahap mulai dari mengidentifikasi masalah dengan pertanyaan pemicu
yang diambil dari permasalahan kontekstual implementasi Profil Pelajar Pancasila kemudian
merancang proyek secara kolaboratif antara guru dan peserta didik disertai program
penjadwalan yang disepakati, setelah itu dilanjut ke tahap pelaksanaan. Di bagian akhir ada
presentasi hasil yang akan dievaluasi dan kemudian menjadi refleksi untuk perbaikan.
Gambar 4. Langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek
Pada tahun pelajaran 2022/ 2023, pembelajaran berbasis proyek penguatan Profil Pelajar
Pancasila mengusung implemetasi nilai-nilai Pancasila. Diawali dengan menganalisis
permasalahan kontekstual yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kemudian menentukan
proyek dalam bentuk hasil karya tulis, gerak dan seni, jiwa kewirausahaan dan potensi sumber
daya alam dan budaya lokal di sekitar satuan pendidikan. Proyek ini dikembangkan per jenjang
kelas dengan bimbingan guru kelas dan guru mata pelajaran yang kemudian digabungkan dalam
satu event di akhir proyek di tiap-tiap akhir semester. Proyek pertama yang akan
dilaksanakan pada bulan Desember 2021 dengan mengambil tema kewirausahaan
yang mengusung pemanfaatan potensi dan budaya daerah dalam menanggulangi
masalah lingkungan di sekitar sekolah. Proyek kedua dilaksanakan pada bulan Mei.
Tahap terakhir adalah tercapainya tujuan akhir dari pembelajaran berbasis proyek ini,
yaitu selain untuk mengimplementasikan dalam keseharian sebagai agen Profil Pelajar
Pancasila, juga untuk merancang pembelajaran ko-kurikuler yang inovatif, menarik dan
capaian pembelajaran yang terkemas berbeda. Pembelajaran ini juga bentuk penguatan karakter
yang membudaya pada satuan pendidikan.
Tema besar yang dipilih sekolah yaitu tema Gaya Hidup Berkelanjutan dan tema Bhineka
Tunggal Ika.
23
5. Aktualisasi Budaya Sekolah
Kegiatan pembiasaan merupakan budaya sekolah yang dilaksanakan setiap hari sebagai
upaya pendidikan pembentukkan karakter peserta didik sebagai implementasi Profil Pelajar
Pancasila. Kegiatan pembiasaan dilaksanakan secara rutin, baik harian, mingguan, bulanan
dan tahunan, dan tehnik pelaksanaannya ada yang terstruktur dan spontan atau berupa direct
dan indirect learning, yang bertujuan melatih dan membimbing peserta didik bersikap dan
berperilaku dengan menananmkan nilai-nilai karakter baik sehingga menjadi habituasi
yang terinternalisasi dalam hati dan jiwa peserta didik.
Berikut adalah budaya sekolah yang dilaksanakan di SD Negeri Burengan 5 Kota Kediri:
a. Pembiasaan yang dilakukan setiap hari sebelum proses pembelajaran dimulai yaitu :
1) Senin: Upacara bendera di halaman sekolah untuk membentuk jiwa nasionalis siswa
2) Selasa: sholat dhuha bagi siswa kelas 4 5 6 yang dilaksanakan di masjid MAN 2 Kediri
dan menghafal surat surat pendek bagi siswa kelas 1 2 3 di laksanakan di halaman
sekolah.
3) Jumat: senam pagi bersama di halaman sekolah dilanjutkan makan bersama dengan
menerapkan Gerakan makan sayur di kelas masing masing.
4) Senin-Sabtu pembiasaan menyanyikan lagu, dan berdoa bersama yang dilakukan
secara serempak oleh siswa kelas 1 sampai 6 yang dipimpin oleh salah satu guru atau
siswa yang ditunjuk.
b. Kegiatan Harian yang dilakukan setiap pagi sebelum masuk waktu pembiasaan terdiri dari
kegiatan:
1) Penyambutan peserta didik
2) Salam pagi/embun pagi
3) Menyanyikan lagu daerah dan kebangsaan (Indonesia Raya, Pelajar Pancasila, Mars
PPK)
4) Doa belajar
c. Kegiatan tahunan ini dilaksanakan setahun sekali yang bertujuan menanamkan dan
meningkatkan kesadaran peserta didik untuk menjalankan perintah Tuhan Yang Maha Esa,
menumbuhkan rasa cinta tanah air, membentuk kecakapan hidup dan mengembangkan minat
bakat peserta didik yang percaya diri, seperti:
24
1) Pondok Ramadhan di bulan Ramadhan.
2) Peringatan hari kemerdekaan Indonesia
3) Peringatan Hari Besar Nasional dan Hari Besar Islam
d. Kegiatan insidentil yaitu kegiatan yang dilakukan sewaktu-waktu disesuaikan dan kondisi riil
dan situasi nyata seperti aksi donasi gempa bumi, menengok teman yang sakit, aksi donasi
buku dan lain sebagainya.
6. Pengaturan Waktu Belajar
Pengaturan waktu belajar intrakurikuler setiap mata pelajaran di SD Negeri Burengan 5
Kota Kediri dari kelas 1 sampai dengan 6 akan dikemas per mata pelajaran secara reguler per
minggu. Selain itu terdapat pembelajaran berbasis proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila
dalam bentuk kegiatan kokurikuler.
Pengaturan waktu belajar adalah sebagai berikut:
a. Untuk kelas yangmenerapkan kurikulum merdeka
Kelas 1
Kegiatan Proyek
No Mata Pelajaran Banyak JP Reguler Profil Total Per
Per Minggu Per Pelajar Tahun
Minggu Pancasila
Pendidikan Agama dan 144
1 3 JP 108 36
Budi Pekerti
2 PPKn 4 JP 144 36 180
3 Bahasa Indonesia 6 JP 216 72 288
4 Matematika 4 JP 144 36 180
Seni :
6 Seni Musik 3 JP 108 36 144
Seni Rupa
Pendidikan Jasmani,
7 Olahraga dan Kesehatan 3 JP 108 36 144
(PJOK)
25
Kegiatan Proyek
Profil
No Mata Pelajaran Banyak JP Reguler Pelajar Total Per
Per Minggu Per Pancasila Tahun
Minggu - 1080
Muatan Lokal (Bahasa 72 252
8 2 JP
Jawa)
Total 25 JP 828
Kelas 4
Kegiatan Proyek
Profil
No Mata Pelajaran Banyak JP Reguler Pelajar Total Per
Per Minggu Per Pancasila Tahun
36
Minggu 36 144
72 180
Pendidikan Agama dan 108 36 288
1 3 JP 46 180
216
Budi Pekerti 36
144
2 PPKn 4 JP 144 36
144
3 Bahasa Indonesia 6 JP 216 -
4 Matematika 5 JP 144
5 IPAS 5 JP 170
Seni :
6 Seni Musik 3 JP 108
Seni Rupa
Pendidikan Jasmani,
7 Olahraga dan Kesehatan 3 JP 108
(PJOK)
8 Muatan Lokal (Bahasa 2 JP 72
26
No Mata Pelajaran Kegiatan Proyek Total Per
Banyak JP Reguler Profil Tahun
Jawa) Per Minggu Per Pelajar
Total Pancasila
Minggu
34 JP 1006 290 1296
Pengemasan Proyek Profil Pelajar Pancasila berada di luar jam pembelajaran regular
dengan komposisi 20-30% dari alokasi waktu selama satu tahun. Sehingga proyek ini tidak
mengganggu atau mengurangi jumlah jam pembelajaran intrakurikuler.
Setelah analisis kebutuhan mapel, maka akan disusun analisis operasional sebagai
turunan dari capaian pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran yang telah disediakan pusat.
Analisis ini akan diselaraskan dengan muatan lokal dan potensi daerah juga program sekolah
dengan menghitung alokasi waktu yang tidak membebani peserta didik agar kenyamanan dan
kebahagiaan dalam belajat tetap terjaga utuh. Kurikulum operasional di satuan Pendidikan SD
Negeri Burengan 5 Kota Kediri mempertimbangkan karakteristik peserta didik yang beragam
dan mengedepankan proses dinamis yang reflektif dalam proses pelaksanaannya sehingga
tujuan akhir sesuai dengan yang diharapkan pada visi, misi dan tujuan sekolah.
b. Untuk kelas yang menerapkan kurikulum 2013 :
Alokasi Waktu Belajar
No Mata Pelajaran Perminggu
II III V VI
Kelompok
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 4444
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 5655
3 Bahasa Indonesia 9 10 7 7
4 Matematika 6666
5 Ilmu Pengetahuan Alam - - 33
6 Ilmu Pengetahuan Sosial - - 33
Kelompok B
27
1 Seni Budaya dan Prakarya 4444
2 Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 4444
3 Bahasa Daerah 2222
Jumlah Alokasi Waktu Perminggu 34 36 38 38
• Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan pembelajaran tematik integratif dari kelas
2, 3, 5, dan 6. Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang
mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema.
• Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan
dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan.
Tema merajut makna berbagai konsep dasar sehingga peserta didik tidak belajar konsep dasar
secara parsial. Dengan demikian pembelajarannya memberikan makna yang utuh kepada peserta
didik seperti tercermin pada berbagai tema yang tersedia.
• Dalam pembelajaran tematik integratif, tema yang dipilih berkenaan dengan alam dan
kehidupan manusia. Untuk kelas I, II, dan III, keduanya merupakan pemberi makna yang
substansial terhadap mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni-Budaya dan
Prakarya, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Di sinilah Kompetensi Dasar dari
IPA dan IPS yang diorganisasikan ke mata pelajaran lain memiliki peran penting sebagai pengikat
dan pengembang Kompetensi Dasar mata pelajaran lainnya.
• Dari sudut pandang psikologis, peserta didik belum mampu berpikir abstrak untuk
memahami konten mata pelajaran yang terpisah kecuali kelas IV, V, dan VI sudah mulai mampu
berpikir abstrak. Pandangan psikologi perkembangan dan Gestalt memberi dasar yang kuat untuk
integrasi Kompetensi Dasar yang diorganisasikan dalam pembelajaran tematik. Dari sudut
pandang transdisciplinarity maka pengotakan konten kurikulum secara terpisah ketat tidak
memberikan keuntungan bagi kemampuan berpikir selanjutnya
7. Kalender Pendidikan
Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta
didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif
belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.
Pengembangan Kalender Pendidikan SD Negeri Burengan 5 Kota Kediri. mengacu pada
rambu-rambu sebagai berikut:
28
a. Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal
tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan, yaitu pada bulan Juli 2021.
b. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional,
dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan dan Kepala
Daerah tingkat kabupaten/kota.
c. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun
pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam
pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata
pelajaran termasuk muatan lokal.
d. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran
terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda
tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan,
hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.
e. Kalender Pendidikan SD Negeri Burengan 5 Kota Kediri disusun dengan berpedoman
kepada kalender pendidikan Provinsi Jawa Timur yang disesuaikan dengan program
sekolah.
29
Berikut alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur dan kegiatan lainnya beserta
kalender pendidikan SD Negeri Burengan 5 Kota Kediri tahun pelajaran 2022/ 2023.
No Kegiatan Alokasi Keterangan
Waktu
Minimum 36 Digunakan untuk kegiatan
minggu dan
1 Minggu efektif belajar maksimum pembelajaran efektif pada
40 minggu
setiap satuan pendidikan
2 Jeda tengah semester Maksimum 2
Satu minggu setiap semester
minggu
3 Jeda antar semester Maksimum 2
Antara semester I dan II
minggu
Maksimum 3 Digunakan untuk persiapan
4 Libur akhir tahun pelajaran minggu kegiatan dan administrasi akhir
dan awal tahun pelajaran
5 Hari libur keagamaan Libur keagamaan yang disesuaikan
2 – 4 minggu dengan kebijakan
pemerintah daerah
6 Hari libur umum/nasional Maksimum 2 Disesuaikan dengan Peraturan
minggu Pemerintah
Digunakan untuk kegiatan yang
7 Hari libur khusus Maksimum 1 diprogramkan secara khusus oleh
minggu sekolah tanpa mengurangi jumlah
minggu efektif belajar dan waktu
pembelajaran efektif
Digunakan untuk kegiatan
Maksimum 3 yang diprogramkan secara khusus
minggu
8 Kegiatan khusus sekolah oleh sekolah tanpa
mengurangi jumlah minggu efektif
belajar dan waktu pembelajaran
30
No Kegiatan Alokasi Keterangan
Waktu efektif
C.EKSTRAKURIKULER DAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN SISWA
Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan penunjang di SD Negeri Burengan 5 Kota
Kediri sebagai suplemen dalam pendidikan untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan
peserta didik sesuai dengan bakat dan minat serta kompetensi lainnya.
Kegiatan ekstrakurikuler SD Negeri Burengan 5 Kota Kediri meliputi:
Indikator Keberhasilan dan
NO Jenis Kegiatan Implemetasi Profil Pelajar Sasaran
Pancasila
A Keagamaan
Kelas 1 sampai 6
1 Tilawati qur’an Mempersiapkan peserta didik dalam yang beragama
Islam
Mengembangkan dan
meningkatkan kemampuan dalam Kelas 1 sampai 6
Pemahaman Al
2 baca tulis Al Quran untuk yang yang beragama
Kitab
beragama Islam dan Pemahaman Al Kristen
Kitab bagi yang beragama Kristen
B Olahraga
Mempersiapkan peserta didik dalam
mengembangkan dan
3 Renang meningkatkan kemampuan olah Kelas 1 sampai 6
raga renang dengan karakter yang
mandiri dan gotong royong.
C Seni dan Budaya
31
Indikator Keberhasilan dan
NO Jenis Kegiatan Implemetasi Profil Pelajar Sasaran
Pancasila
4 Seni lukis Mempersiapkan peserta didik
dalam mengembangkan dan
meningkatkan kemampuan seni lukis
Kelas 1 sampai 6
dan tari yang berkarakter
kebhinekaan global, mandiri dan
5 Seni Tari kreatif.
6 Pantomim Mempersiapkan lomba FLS2N Kelas 4 dan 5
D Keorganisasian
Mempersiapkan peserta didik
agar memiliki sikap
6 Pramuka kepemimpinan, kebhinekaan global, Kelas 1 sampai
kemandirian, kreatif, disiplin, kelas 6
tanggungjawab dan semangat
nasionalisme.
Mempersiapkan peserta didik
agar memiliki sikap yang
mengutamakan kebersihan sebagian
daripada iman
UKS dan Dokter yang mengembangkan nilai
7 Kecil ketakwaan kepada Tuhan Yang Kelas 4-5
(Tiwisada) Maha Esa, berakhlak mulia dalam
kemandirian, bergotong
royong, bernalar kritis dan kreatif
dalam menjadi agen pelopor cinta
kebersihan dan kesehatan.
Aktualisasi Budaya Sekolah
32
Kegiatan pembiasaan merupakan budaya sekolah yang dilaksanakan setiap hari sebagai
upaya pendidikan pembentukkan karakter peserta didik sebagai implementasi Profil Pelajar
Pancasila. Kegiatan pembiasaan dilaksanakan secara rutin, baik harian, mingguan, bulanan
dan tahunan, dan tehnik pelaksanaannya ada yang terstruktur dan spontan atau berupa direct
dan indirect learning, yang bertujuan melatih dan membimbing peserta didik bersikap dan
berperilaku dengan menananmkan nilai-nilai karakter baik sehingga menjadi habituasi
yang terinternalisasi dalam hati dan jiwa peserta didik.
Berikut adalah budaya sekolah yang dilaksanakan di SD Negeri Burengan 5 Kota Kediri:
Pembiasaan yang dilakukan setiap hari sebelum proses pembelajaran dimulai yaitu :
1) Senin: Upacara bendera di halaman sekolah untuk membentuk jiwa nasionalis siswa
2) Selasa: sholat dhuha bagi siswa kelas 4 5 6 yang dilaksanakan di masjid MAN 2 Kediri
dan menghafal surat surat pendek bagi siswa kelas 1 2 3 di laksanakan di halaman
sekolah.
3) Jumat: senam pagi bersama di halaman sekolah dilanjutkan makan bersama dengan
menerapkan Gerakan makan sayur di kelas masing masing.
4) Senin-Sabtu pembiasaan menyanyikan lagu, dan berdoa bersama yang dilakukan
secara serempak oleh siswa kelas 1 sampai 6 yang dipimpin oleh salah satu guru atau
siswa yang ditunjuk.
Kegiatan Harian yang dilakukan setiap pagi sebelum masuk waktu pembiasaan terdiri dari
kegiatan:
1) Penyambutan peserta didik
2) Salam pagi/embun pagi
3) Menyanyikan lagu daerah dan kebangsaan (Indonesia Raya, Pelajar Pancasila, Mars PPK)
4) Doa belajar
Kegiatan tahunan dilaksanakan setahun sekali yang bertujuan menanamkan dan
meningkatkan kesadaran peserta didik untuk menjalankan perintah Tuhan Yang Maha Esa,
menumbuhkan rasa cinta tanah air, membentuk kecakapan hidup dan mengembangkan minat
bakat peserta didik yang percaya diri, seperti:
1) Pondok Ramadhan di bulan Ramadhan.
2) Peringatan hari kemerdekaan Indonesia
33
3) Peringatan Hari Besar Nasional dan Hari Besar Islam
Kegiatan insidentil yaitu kegiatan yang dilakukan sewaktu-waktu disesuaikan dan kondisi riil
dan situasi nyata seperti aksi donasi gempa bumi, menengok teman yang sakit, aksi donasi
buku dan lain sebagainya.
D. PERPUSTAKAAN
Perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang diselenggarakan oleh
sekolah.untuk menunjang program belajar mengajar di sekolah pada semua
jenjang. Fungsi utama perpustakaan sekolah dasar adalah membantu tercapainya tujuan
sekolah dasar, yaitu antara lain agar anak-anak tamatan sekolah dasar memiliki ilmu
pengetahuan yang kukuh dan terampil penggunaannya untuk melanjutkan pendidikan ke
sekolah menengah
Perpustakaan sekolah bertujuan menyerap dan menghimpun informasi, sebagai media
pengetahuan yang terorganisasi, menumbuhkan kemampuan menikmati pengalaman
imajinatif, membantu perkembangan kecakapan bahasa dan daya pikir, mendidik murid agar
dapat menggunakan dan memelihara bahan pustaka secara efisien serta memberikan dasar ke
arah studi mandiri. (Sulistyo, 1994, hlm. 56). Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan
Nasional tahun 1989 dinyatakan bahwa setiap sekolah wajib memiliki perpustakaan.
1. Struktur Organisasi Perpustakaan “Graha Ilmu”
34
2. Visi Misi Perpustakaan “Graha Ilmu”
3. Program Layanan Perpustakaan “Graha Ilmu”
Perpustakaan “Graha Ilmu” SDN Burengan 5 memiliki program kegiatan untuk
menunjang literasi di sekolah. Program kerja tersebut dibagi menjadi program
pengadaan koleksi dan fasilitas perpustakaan dan program pengelolaan bahan
pustaka sesuai dengan visi misi Perpustakaan.
Tahapan kegiatan pengolahan bahan pustaka meliputi:
a) Pendaftaran koleksi buku ke buku induk
b) Pemberian stempel buku/ stempel identitas/ stempel inventaris
c) Pemberian nomor klasifikasi
d) Katalogisasi
e) Labeling
f) Filling katalog
g) Penyampulan buku
h) Shelving (pengaturan buku di rak)
2) Sirkulasi bahan pustaka.
3) Perawatan dan pemeliharaan (maintenance) koleksi bahan pustaka.
4) Pemberian layanan prima bagi anggota perpustakaan.
35
5) Pemeliharaan fasilitas perpustakaan.
6) Pembagian dan pengembalian buku paket.
7) Menyusun program Gerakan Literasi Sekolah (GLS)
Perpustakaan “Graha Ilmu juga menerapkan gerakan literasi sekolah yaitu :
a) Pojok baca kelas
Untuk mensukseskan gerakan literasi nasional, maka perpustakaan “Graha
Ilmu” memberikan layanan pinjam buku untuk mengisi Pojok bac akelas. Buku
yang dipinjamkan kemudian di ganti setiap bulan sekali. Buku yang
dipinjamkan berupa buku cerita dan ensiklopedia. Dengan kegiatan pojok baca
diharapkan para peserta didik mencintai aktivitas membaca.
b) Kelas baca
Program kelas baca adalah program membaca di perpustakaan setiap jam
istirahat sekolah. Penggunaan kelas baca dijadwalkan sebagai berikut:
Senin : kelas 1
Selasa : kelas 2
Rabu : kelas 3
Kamis : kelas 4
Jumat : kelas 5
Sabtu : kelas 6
Dengan kegiatan kelas baca, diharapkan para siswa dapat mengetahui layanan
perpustakaan. Hak dan kewajiban menjadi anggota perpustakaan
c) Gerakan menulis cerita
Gerakan menulis cerita yang diselenggarakan perpustakaan merupakan imbas
dari adanya lomba literasi yang sering diadakan di kota kediri. Dengan
program tersebut diharapkan para siswa bias belajar menulis cerita dengan baik
sehingga siap bila diikutsertakan dalam menulis cerita
36
d) Story telling
Kegiatan story telling merupakan kegiatan mendongeng yang dilakukan oleh
siswa setelah kegiatan kelas baca. Siswa yang memiliki kemampuan
mendongeng akan diikutsertakan dalam lomba bercerita yang setiap tahun
diselenggarakan oleh perpustakaan daerah. Diharapkan dengan latihan
continue, siswa terampil dalam mendongeng.
e) Gerakan wajib pinjam buku
Gerakan meminjam buku wajib bagi siswa ketika mengikuti kelas baca. Siswa
memiliki kartu pinjam yang dapat digunakan untuk meminjam buku di
perpustakaan. Buku yang dipinjam wajib dirawat dan dikembalikan paling
lama satu bulan setelah tertulis di buku pinjam.
E. SEKOLAH AMAN DAN SEHAT
Ekosistem sekolah yang baik dan kondusif dapat mendorong peserta didik
mengembangkan potensi terbaiknya. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman
untuk peserta didik menimba ilmu. Tidak hanya mempelajari materi pelajaran, tapi juga
mempelajari cara bersosialisasi, pengembangan bakat dan minat serta mengembangkan
37
karakter-karakter baik.
Perundungan tidak hanya terjadi secara langsung atau secara fisik, tetapi juga sudah
merambah kepada dunia maya yang disebut dengan cyber bullying. Bahkan kasus cyber
bullying meningkat seiring anak-anak banyak menghabiskan waktu di sosial media, terutama
di masa pandemi Covid-19 ini.
Terkait hal ini, Kemendikbudristek melalui Direktorat Sekolah Dasar memandang
perlu edukasi dan memperkuat guru, orang tua maupun pemangku kepentingan terkait bentuk
maupun dampak dari perundungan dengan melalui webinar yang bertajuk setop perundungan,
ciptakan sekolah aman, nyaman dan menyenangkan, pada 28 September 2021. Webinar bisa
disaksikan ulang melalui link berikut ini: https://youtu.be/LLUCpAny3XE.
SDN Burengan 5 membentuk TIM PETIK (Pencegahan Tindak Kekerasan) dalam
rangka meningkatkan keamanan dan kenyamanan belajar sisa di sekolah serta meningkatkan
ketenangan dan kepercayaan orang tua kepada sekolah. Tugas TIM PETIK di atur dalam SK
Kepala SD Burengan 5 tahun pelajaran 2022/2023 Nomor: 421.2/057/419.42.03.119/2022.
Susunan Tim PETIK SDN Burengan 5 Kota Kediri
Berikut adalah tugas dari Tim PETIK di SDN Burengan 5:
38
1) Mencegah terjadinya perundungan di sekolah
2) Mengawasi terjadinya perundungan di sekolah
3) Menindak lanjuti apabila terjadi perundungan di sekolah
Korupsi adalah permasalahan terbesar yang dihadapi negara dan bangsa ini.Tindak pidana
korupsi terjadi dimulai dari korupsi yang sangat sederhana seperti, menyogok dengan sedikit uang
untuk mempermudah urusan ketika sedang melakukan pengurusan admistrasi di kelurahan sampai ke
korupsi besar-besaran. Dari kasus sederhana tersebut dibentuklah oleh negara berupaya untuk
memberantas praktek pidana tersebut dan untuk menghilangkan dan memberantas tindak pidana
korupsi di Indonesia adalah dengan membentuk badan negara yang diberikan kewenangan luar biasa
seperti Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) (Mansyur, 2008).
Pemerintah Negara Republik Indonesia sejak dahulu telah bekerja keras untuk memberantas
korupsi dengan metode dan cara yang telah dilakukan semaksimal mungkin. Pemerintah membuat
lembaga yang secara khusus memerangi dan memberantas korupsi yakni KPK, sebagai lembaga
independent yang telah melakukan berbagai cara pencegahan untuk tindak pidana korupsi. Melawan
korupsi merupakan tanggung jawab dari berbagai komponen di Negara ini, jika satu pihak saja yang
memerangi tindakan pidana korupsi maka powernya sangatlah lemah dan sia-sia saja. Maka dari itu
dapat menyebabkan kegagalan atau menghambat pem-berantasan korupsi suatu Negara akan dinilai
maju / berkembang apabila berhasil melaksanakan berbagai pembangunan sebagai bentuk kemajuan
dari Negara tersebut. Oleh karena itu pembangunan merupakan salah satu bentuk perubahan yang
meliputi semua jenis-jenis kehidupan makhluk bermasyarakat.
Pendidikan anti korupsi di sekolah terintegrasi dalam kurikulum yang disisipkan dalam mata
pelajaran dan dilebur dalam Pendidikan karakter anti korupsi. Pendidikan anti korupsi harus
ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Diharapkan melalui
pendidikan mengenai anti korupsi sejak dini dapat menciptakan anak yang memiliki kepribadian lebih
mawas diri, sehingga ketika saatnya terjun ke masyarakat, anak tidak lagi mudah terpengauh dan
memiliki pengetahuan yang cukup dan benar mengenai anti korupsi. Pendidikan anti korupsi
diberikan agar terciptanya generasi muda yang dengan sadar dan memahami bahaya korupsi, bentuk-
bentuk korupsi, dan juga mengetahui sanksi-sanksi yang akan diterima jika seseorang melakukan
korupsi.
39
Pendidikan sekolah dasar adalah suatu gerbang utama untuk membentuk karakter anak. Oleh
sebab itu kita sebagai pendidik amat perlu memberikan arahan terhadap peserta didik agar tidak
melakukan hal yang tidak sewajarnya dilakukan.
Di era milenial ini penyalahgunaan narkoba sudah tersebar dikalangan anak-anak, sampai ada
yang kecanduan hingga akan terus menerus mengkonsumsi narkoba dengan jumlah yang lebih
banyak, dampak kecanduan narkoba pun akan dirasakan oleh otak terutama otak bagian depan,
dimana otak bagian depan fungsinya yaitu untuk mengatur gerakan, prilaku, ucapan. Dan yang lebih
parahnya lagi otak belum tentu bisa pulih kembali seperti biasa sehingga dampaknya anak putus
sekolah. Salah satu cara agar dapat mencegah anak usia dini dari Narkoba yaitu “Pendidikan Anti
Narkoba”
Pendidikan anti narkoba amat penting untuk Jengjang Sekolah Dasar terutama kelas 4 sampai 6
karna sudah ada beberapa anak yang mulai pubertas yang dimana cara berpikir dan tingkah lakunya
akan lebih penasaran untuk mencoba hal-hal baru, Pendidikan Anti Narkoba mungkin bisa menjadi
solusi untuk mengatasi hal hal yang tidak di inginkan terjadi kepada siswa di Sekolah Dasar
Upaya SDN Burengan 5 dalam pembangunan Pendidikan anti narkoba di lingkungan sekolah
yaitu:
a. Adanya penyuluhan/ pensosialisasian disekolah dasar agar anak dapat mengetahui dan
memahami dampak buruk dari pengkonsumsian narkoba
b. Memasang poster “Anti Narkoba” dibeberapa tempat, sebagai sarana informasi guna
mengingatkan mereka dari bahayanya narkoba
c. Perlunya pemantauan guru terhadap peserta didik karena mencegah penyalahgunaan narkotika
lebih baik dari mengobati mereka yang telah kecanduan narkotika
karena jenjang “Sekolah Dasar” adalah salah satu pintu utama untuk menyelamatkan generasi
baru yang lebih baik untuk kedepannya.
USAHA KESEHATAN SEKOLAH
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah usaha kesehatan pokok yang dijalankan di sekolah
40
dengan peserta didik beserta lingkungan hidupnya sebagai sasaran utama mulai dari TK/RA sampai
SMA/SMK/MA/MAK dengan tujuan membina dan mengembangkan kebiasaan hidup sehat yang
dilakukan secara terpadu melalui program pendidikan dan pelayanan kesehatan di sekolah sehingga
tercapai keadaan kesehatan anak sebaik-baiknya sekaligus meningkatkan prestasi belajar anak
sekolah setinggi-tingginya.
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan No. 828/MENKES/SK/IX/2008 tentang petunjuk
teknis standar pelayanan minimal bidang kesehatan di kabupaten/kota, menyebutkan definisi Usaha
Kesehatan Sekolah (UKS) adalah upaya terpadu lintas program dan lintas sektor dalam rangka
meningkatkan kemampuan hidup sehat selanjutnya membentuk perilaku hidup sehat anak usia
sekolah yang berada di sekolah.
UKS adalah upaya terpadu lintas program dan lintas sektoral dalam rangka meningkatkan
derajat kesehatan serta membentuk perilaku hidup sehat anak usia sekolah yang ada di sekolah dan
perguruan agama. Program pembinaan dan pengembangan UKS di sekolah/satuan pendidikan luar
sekolah dilaksanakan melalui tiga program pokok, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan
dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat.
Program dokter kecil/ tiwisada mempersiapkan peserta didik agar memiliki sikap yang
mengutamakan kebersihan sebagian daripada iman yang mengembangkan nilai ketakwaan
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dalam kemandirian, bergotong royong, bernalar
kritis dan kreatif dalam menjadi agen pelopor cinta kebersihan dan kesehatan.
1. Visi Misi UKS
41
2. Program Layanan UKS
PROGRAM JENIS KEGIATAN SASARAN PELAKSANAAN
Satu bulan sekali
Pembinaan kader tiwisada Kader tiwisada Satu bulan sekali
Satu tahun sekali
Pendidikan Kerja bakti Warga sekolah Satu bulan sekali
Enam bulan sekali
Kesehatan Lomba kebersihan Kelas 1 - 6 Satu tahun sekali
Satu tahun sekali
Kegiatan Jumat Sehat Kelas 1 - 6 Satu tahun sekali
Setiap saat
Pengukuran tinggi,berat bdn Kelas 1 - 6 Satu tehun sekali
Satu bulan sekali
Pemeriksaan rutin(skrening) Kelas 1 Satu bulan sekali
Satu bulan sekali
Imunisasi Kelas 1,3, 6
Layanan Pmeriksaan rutin(gigi,kulit) Kelas 1 - 6
Kesehatan Pengobatan rujukan Kelas 1 - 6
Penjaringan siswa gizi kurang Kelas 1
Pemberian makanan tambahan Kelas 1
Antisipasi penyakit menular Kelas 1 - 6
Peduli Sosialisasi Warga sekolah
42
Covid-19 Pelaks.Protokol Kesehatan : Warga sekolah Setiap hari
i. Deteksi suhu badan Satu minggu sekali
ii. Sering cuci tangan Lingkungan
Sekolah
iii. Memakai masker
iv. Jaga jarak
Penyemprotan disinfektan
43
BAB III
PENUTUP
Kegiatan pelaksanaan budaya mutu sekolah ada banyak faktor yang mempengaruhi
kesuksesannya. Akan tetapi hal yang paling penting sebetulnya adalah sejauh mana pengelola dapat
mensinergikan program-program budaya mutu sekolah dengan visi-misi sekolah serta kebutuhan
sesuai dengan ketentuan. Proses pelaksanaan budaya mutu sekolah adalah sebuah proses kreatif dan
inovatif yang mestinya menjadi bagian penting dalam kegiatan pengembangan mutu sekolah
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang dikembangkan di SD Negeri Gayam 2 meliputi:
kurikulum dan pembelajaran, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan,sarana
prasarana,pembiayaan, peran serta masyarakat serta budaya sekolah. Secara umum pelaksanaannya
sudah sesuai dengan ketentuan dan prinsip MBS akan tetapi secara administrasi masih ada
kekurangan /kurang lengkap pada beberapa komponen. Perlu direkomendasikan dan direncanakan
perbaikan dan peningkatan dari semua program.
Dalam menentukan pembelajaran tematik dan parsial. SD Negeri Burengan 5 Kota Kediri
mempertimbangkan prinsip pembelajaran, penentuan materi esensial dan juga pengolaborasian
pembelajaran terpadu dengan mengambil tema-tema yang kontekstual dengan peserta didik, mudah
dipahami dan dieksplorasi, dan up-date dengan perkembangan informasi
Landasan filosofis sebagai dasar penyusunan kurikulum operasional di satuan pendidikan SD
Negeri Burengan 5 Kota Kediri adalah dengan mempertimbangkan budaya bangsa sebagai
akar penopang pendidikan yang akan tumbuh membentuk pendidikan berkelanjutan.
Generasi penerus tetaplah menjadi generasi penjaga kelestarian budaya namun peka
terhadap perkembangan zaman. Pengalaman belajar menjadi poin utama dalam
menguasai kompetensi.
Peserta didik merupakan pewaris budaya bangsa yang kreatif, mandiri dan inovatif. Proses
pendidikan sebagai suatu proses yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan potensi dirinya sehingga dapat memiliki kecakapan hidup yang sesuai minat bakat
yang mengembangkan kecerdasan spiritual, intelektual, dan kinestetik.
Berdasarkan landasan tersebut, SD Negeri Burengan 5 Kota Kediri dengan kekuatan,
44
kemampuan dan keinginan untuk selalu ingin berkembang, berharap akan menjawab tantangan
pendidikan dalam memfasilitasi suatu suasana belajar penuh aktivitas, berkarya dan
menyenangkan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik dari masa
lalu dengan membentuk peserta didik sebagai agen Profil Pelajar Pancasila yang
memiliki kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap social dan kepedulian.
45
LAMPIRAN
SK ANTI KORUPSI
46
SK ANTI PERUNDUNGAN
47
SK LITERASI
48
KERJASAMA DENGAN PUSKESMAS
49
PRESTASI SIWA
50