The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Marlin Lering, 2023-03-24 08:21:22

Materi Karya Ilmiah

Materi Karya Ilmiah

KARYA ILMIAH MATERI M A R I A E . D . L E R I N G Bahasa Indonesia


Karya ilmiah adalah karya tulis yang dibuat untuk melakukan pemecahan masalah dengan melalui landasan teori dan juga langkah-langkah ilmiah didalamnya. Umumnya karya ilmiah berisi tentang data, fakta dan juga solusi untuk menyelesaikan masalah dalam tulisan tersebut. Pengertian Karya Ilmiah Ciri-Ciri Karya Ilmiah Terdapat beberapa macam ciri-ciri karya ilmiah yang memang harus Anda pahami dengan baik dan benar. Hal tersebut berfungsi untuk bisa menjadi pembeda dan sekaligus pengingat mengenai tulisan yang berbau penelitian. Berikut adalah penjelasan-penjelasan mengenai hal tersebut. 1. Reproduktif dan Tidak Ambigu Ciri pertama dari karya ilmiah adalah memiliki sifat reproduktif. Maksudnya karya ilmiah yang ditulis harus bisa diterima dan diartikan oleh pembaca. Pemaknaan ini harus sama dengan makna dari pembuat dan peneliti karya tulis tersebut untuk menciptakan kesinambungan antara keduanya. Selanjutnya tidak bersifat ambigu, artinya karya tersebut harus bisa memberikan pemahaman yang detail dan tidak dibuat dengan bahasa yang sulit dipahami oleh pembacanya. Sebuah karya ilmiah harus disajikan dengan bahasa yang sesuai dengan ejaan Bahasa Indonesia. 2. Tidak Emotif Berikutnya yakni memiliki sifat tidak emotif. maksudnya yakni tidak melibatkan perasaan penulis ketika melakukan penelitian dan membuat tulisan tersebut. Ini karena karya ilmiah harus ditulis berdasarkan fakta yang ada di lapangan. Atau hasil analisis, bukan perasaan subjektif seseorang.


3. Menggunakan Bahasa Baku Penulisan karya ilmiah harus dibuat dengan menggunakan bahasa baku. Ini agar penyampaiannya dapat mudah dipahami oleh para pembacanya. Dengan begitu, mereka tidak akan kebingungan dalam memahami makna karya tulis tersebut. Penggunaan bahasa baku memang sangat disarankan dan diwajibkan dalam penulisan karya ilmiah. Karena menulis karya ilmiah seperti ini tidak boleh dengan menggunakan bahasa kiasan. Bahasa yang digunakan haruslah lugas dan mudah dipahami oleh para pembaca dan pendengarnya. 4. Memakai Kaidah Keilmuan Dalam penulisa karya ilmiah Anda harus mematuhi dan memakai kaidah keilmuan atau istilah akademik dari bidang penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Ini berfungsi untuk menunjukkan pembuat tulisan ini memiliki kemampuan dala bidang penelitian yang dibuat dalam karya ilmiah tersebut. Penggunaan kaidah ilmiah itu juga menjadi tolak ukur dari tingkat keahlian peneliti dalam bidang keilmuannya tersebut. Untuk itu seorang peneliti harus mampu untuk menguasai bidangnya. Supaya bisa menghasilkan penelitian dan baik dan benar sesuai dengan kapasitasnya. 5. Memiliki Sifat Dekoratif dan Kohesi Selanjutnya yakni memiliki sifat dekoratif. Maknanya seorang penulis karya ilmiah harus memakai istilah yang mempunyai satu makna saja. Penulis harus berpikir rasional untuk bisa membuat tulisan yang bermutu dan tepat untuk para pembacanya. Kemudian juga harus terdapat kohesi yang artinya harus menjadi berhubungan antar bagian dan juga masing-masing bab penulisan tersebut. Tulisan juga tidak boleh bertele-tele, melainkan harus tepat sasaran dan mudah dipahami oleh pembacanya. 6. Bersifat Objektif Berikutnya yakni karya ilmiah harus bersifat objektif. Hal tersebut sangat penting untuk dapat mengingatkan agar tidak melibatkan perasaan saat akan menulis karya ilmiah. Karena sebuah karya ilmiah harus membuat fakta dan data dari hasil analisis yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam membuat sebuah karya ilmiah membuatnya dengan objektif adalah hal yang sangat dianjurkan dan memang harus dilakukan. Supaya hasil dari karya ilmiah tersebut diakui, atau bahkan diakui oleh masyarakat luas dan juga pembaca yang sedang berusaha memahami tulisan tersebut.


Struktur Karya Ilmiah 1. Pendahuluan, Isi dan Pembahasan Bagian pertama dari struktur karya ilmiah adalah pendahuluan. Dalam setiap penulisan karya ilmiah sangat diperlukan bagian pendahuluan ini. Karena ini adalah bagian dari perkenalan dan tentang hal yang dibahas dalam tulisan tersebut dengan baik dan benar serta sesuai dengan kapasitasnya. Isi dan pembahasan biasanya terdiri dari satu atau lebih bab. Jumlahnya tergantung pada seberapa jauh penulis atau peneliti dalam melakukan penelitan dan kajiannya. Pembahasannya juga dibuat dengan semudah mungkin dan seenak mungkin dalam segi bahasanya. 2. Kesimpulan Pada bagian kesimpulan ini berisi mengenai penutup dari hasil analisis yang telah dilakukan pada bagian sebelumnya yakni isi dan pembahasan. Semua makna disatukan dan dijadikan sebagai kesimpulan dalam tulisan karya ilmiah ini. Kemudian disusun kedalam bahasa yang mudah dipahami. Unsur Kebahasaan Karya Ilmiah ngenai struktur penulisan karya ilmiah yang baik dan benar. Seorang peneliti harus mampu dalam membuat tulisan yang bisa dibuktikan kebenarannya. Ini untuk dapat memberikan jawaban pasti kepada Anda mengenai hal tersebut. Unsur Kebahasaan Karya Ilmiah Berikutnya adalah pembahasan mengenai unsur kebahasaan karya ilmiah. Dalam penulisan karya tulis jenis satu ini, terdapat beberapa unsur kebahasaan yang harus ada didalamnya. Berikut adalah penjelasan-penjelasan mengenai hal tersebut dengan tepat dan mudah dipahami. 1. Kata Pilihan Bersifat Impersonal Unsur kebahasaan karya ilmiah yang pertama adalah kata pilihan yang digunakan harus bersifat impersonal. Hal tersebut untuk dapat memberikan kejelasan dan uraian secara jelas mengenai isi dari karya ilmiah tersebut. Dengan menggunakan kata jenis ini, pembaca tidak akan kesulitan memahami. Setiap karya ilmiah harus menggunakan bahasa yang tidak bertele-tele. Dengan begitu akan lebih memudahkan para pembacanya untuk dapat memahami makna dan isi dari karya tulis tersebut dengan baik benar serta sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan dalam Bahasa Indonesia. 2. Banyak Menggunakan Kalimat Pasif Berikutnya yakni menggunakan kalimat pasif. Dalam unsur kebahasaan dari karya ilmiah, sebuah jenis tulisan ini harus menggunakan kalimat pasif untuk menjelaskan mengenai tulisan tersebut. Dengan begitu, pembaca akan lebih mudah dalam memahaminya dan menerapkannya juga. Jenis tulisan karya tulis ilmiah dibuat dengan menerapkan berbagai macam hal untuk dapat memberikan pemahaman penting kepada para pembacanya mengenai penjelasan-penjelasan tentang bahan dan pembahasan dalam tulisan tersebut dengan benar dan tepat.


3 Kata denotasi: kata atau kelompok kata yang menunjukkan makna yang sesungguhnya atau makna sebenarnya. Ragam bahasa yang digunakan harus lugas dan bermakna denotatif. 4. Kata baku: kata yang penulisannya sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dan tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai kata baku. Ketidabakuan pada penulisan membuat bingung pembacanya,karena itu karya ilmiah harus menggunakan bahasa baku. 5. Pendefinisian istilah: istilah dalam karya ilmiah harus didefinisikan dulu sebelum dibahas dalam karya ilmiah. Istilah merujuk pada kata-kata yang berkaitan dengan bidang tertentu. 6. Simpulan: jawaban permasalahan dalam bentuk ikhtisar dari pendahuluan, kerangka teoritis, hipotesis, metodologi penelitian, sampai hasil temuan penelitian. 7. Saran: usul atau pendapat dari penulis yang mengacu pada hasil pembahasan karya ilmiah. 8. Daftar pustaka: rujukan atau referensi yang digunak an dalam melakukan penulisan karya ilmiah. 9. Menggunakan kalimat pasif. 10. Bahasa yang digunakan harus reproduktif. Artinya, apabila penulis menyampaikan informasi bermakna X, maka pembacanya pun harus memahami informasi itu dengan makna X. Karya ilmiah ditulis oleh peneliti atau penulis harus di maknai oleh pembacanya sesuai dengan makna yang ingin disampaikan. 11. Tidak ambigu: karya tulis ilmiah dikemas dengan bahasa yang tidak membingungkan. 12. Tidak emotif: karya ilmiah harus memaparkan fakta yang didapatkan dari analisis bukan perkiraan. 13. Menggunakan kaidah keilmuan: harus menggunakan kaidah-kaidah keilmuan atau istilah-istilah akademik dari bidang penelitian si penulis. 14. Bersikap dekoratif: penulisan karya ilmiah menggunakan istilah atau kata yang memiliki suatu makna. 15. Kohesi: bahasanya tidak berteletele atau tetap sasaran. 16. Bersikap objektif: karya ilmiah tidak dibuat hasil dari perasaan penulisnya. 17. Menggunakan kalimat efektif: tujuan menggunakan kalimat efektif adalah agar pembaca tidak dipusingkan karena kalimat yang berputar putar.


Click to View FlipBook Version