M A R I A E R M I L I N D A D U A L E R I N G D R A M A Materi M A T A P E L A J A R A N B A H A S A I N D O N E S I A
DRAMA Pengertian Jenis drama Istilah drama diadaptasi dari bahasa Yunani, yaitu draomai yang artinya bertindak, berbuat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan. Tragedi, penuh dengan kesedihan. Komedi, penuh dengan hal-hal yang lucu. Tragekomedi, sebuah perpaduan antara komedi dan tragedi. Melodrama, dialog yang diucapkan diiringi melodi atau musik. Opera, drama yang dialognya dinyanyikan dan diiringi dengan musik. Farce, menyerupai dagelan, namun tidak sepenuhnya berupa dagelan. Tablo, drama yang mengedepankan unsur gerak di mana para pemainnya tidak mengucap dialog sama sekali, namun hanya melakukan gerakan tertentu. Sendratari, yaitu gabungan antara seni drama dengan seni tari. 1. Drama berdasar penyajian tokoh Menurut penyajian lakonnya, drama terbagi menjadi:
Drama panggung, dimainkan oleh aktor di atas panggung. Drama radio, jenis drama yang tidak dapat dilihat dan tidak dapat diraba, namun hany dapat didengarkan. Drama televisi, sama dengan drama panggung hanya saja tidak dapat diraba langsung Drama film, memanfaatkan sebuah layar lebar dan dapat pula dipertontonkan di biosko Drama wayang, diiringi dengan sebuah pegelaran wayang. Drama boneka, di mana para tokoh dalam sebuah drama itu digambarkan melalui penggunaan sarana boneka yang dimainkan oleh beberapa orang sebagai pemain dalam drama. 2. Drama berdasar sarana pentas Sedangkan menurut sarana pementasannya, drama dibagi menjadi: Drama tradisional, tidak ada naskah. Drama modern, tontonan drama yang menggunakan naskah. 3. Drama berdasar ada atau tidak naskah Berdasarkan ada atau tidaknya naskah drama, dibedakan menjadi: Struktur drama Babak atau episode, yaitu bagian dari naskah drama yang merangkum peristiwa di suatu tempat dengan urutan waktu tertentu. Adegan, yaitu bagian dari drama yang menunjukkan terjadinya perubahan peristiwa, ditandai dengan terjadinya pergantian setting waktu, tempat, dan tokoh. Dialog, yaitu percakapan yang dilakukan oleh dua atau beberapa tokoh dalam drama. Dialog merupakan hal utama yang membedakan drama dengan karya sastra lainnya. Prolog, yaitu kata pengantar ketika akan masuk sebuah drama yang memberikan gambaran umum tentang pertunjukan yang bakal dipentaskan. Epilog, yaitu bagian akhir dari sebuah drama di mana isinya menjelaskan kesimpulan, makna, dan pesan dari drama yang dipentaskan. Berikut ini adalah struktur dalam drama:
Unsur Drama: Tema, yaitu gagasan utama atau ide pokok yang terdapat dalam cerita drama. Alur, yaitu jalan cerita dari sebuah drama, mulai babak awal hingga babak akhir. Tokoh, yaitu karakter dalam drama yang terdiri dari tokoh utama dan tokoh pembantu Watak, yaitu tingkah laku para tokoh yang ada dalam drama; watak baik (protagonis) dan watak jahat (antagonis). Latar, yaitu gambaran mengenai tempat, waktu, dan situasi yang terjadi dalam drama Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan pengarang drama kepada penonton melalui cerita drama. Adapun unsur-unsur drama adalah sebagai berikut: Ciri-ciri Drama: Seluruh kisah dalam cerita drama disampaikan dalam bentuk dialog, baik dialog antartokoh maupun dialog tokoh dengan dirinya sendiri (monolog). Drama harus memiliki tokoh atau karakter yang diperankan oleh manusia, wayang, atau boneka. Dalam drama harus terdapat konflik atau ketegangan yang menjadi inti dari cerita drama. Durasi waktu pementasan drama dapat berlangsung selama sekitar tiga jam. Pementasan drama biasanya dilakukan di atas panggung yang telah dilengkapi beberapa perlengkapan dan peralatan untuk menghidupkan suasana. Pertunjukan drama selalu dilakukan dihadapan penonton di mana drama tersebut dilakukan sebagai sarana hiburan.