The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Annisa Hayati, 2024-04-27 13:19:24

pkn di sd resum

pkn di sd resum

PEMBELAJARAN PKN DI SD ANNISA NURHAYATI 1 RESUME MODUL 1 & MODUL 2 PEMBELAJARAN PKN DI SD (PDGK4201) Nama/nim: Annisa nurhayati (858164295) Kelas: PGSD 4-B Dosen Pengampu: Khurin’in,M.Pd. PROGRAM STUI PGSD FAKULTAS KEGURUAN & ILMU PNDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA POKJAR AL-KHODIJAH MOJOKERTO UPBJJ SURABAYA 2024/2925


PEMBELAJARAN PKN DI SD ANNISA NURHAYATI 2 PETA KONSEP Kegiatan Belajar 1 hakikat, Fungsi, dan Tujuan PKn di SD Kegiatan Belajar 2Ruang Lingkup Pkn di SDKegiatan Belajar 3 Tuntuntan Pedagogis Pkn di SD modul 1 hakikat, Fungsi, dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan di SD


PEMBELAJARAN PKN DI SD ANNISA NURHAYATI 3 MODUL 1 Hakikat, Fungsi, Dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan di SD Kegiatan Belajar 1 Hakikat, fungsi, dan tujuan Pendidikan Kewarganegaraan di SD A. HAKIKAT PENDIDIKAN KEWARGANARAAN Hal yang akan kita bahas hanyalah mengenai stastus dan isi mata pelajaran sejenis mata pelajaran tersebut dalam kurikulum-kurikulum. Mata pelajaran PKn di SD menurut standar isi 2006, merupakan perkembangan terbaru ari mata pelajaran yang sama dalam label yang berbeda sejak kurikulum SD 1968. Dalam kurikulum 1946, kurikul 1957, dan kurikulm 1961 tidak dikenal adanya mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan, namun materi tersebut dikemas dalam mata pelajaran pengetahuan umum di SD atau Tata Negara di SMP, dan SMA. Didalam kurikulum SD 1968 terdapat mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKN) yang didalamnya mencakup geografis dan Sejarah serta Indonesia Civics atau kewargaan negara. Dalam kurikulum SD 1975 dan kurikulum SD 1984 mata pelajaran PKN tersebut namanya berubah menjadi Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Lalu, menurut kurikulum ikdas 1994 mata pelajaran itu diberi label Pendidikan Pancasila dan Kerwarganegaraan kemudian dipakai singkatan PPKn. Isi mata pelajaran ini pada dasarnya mencakup konsep dan nilai pancasila sebagai materi yang harus dipahami, dihayati,dan diwujudkan dalam keidupan sehari-hari sesuai usia dan lingkungannya. B. FUNGSI DAN TUJUAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Dalam konteks kehidpan berbangsa dan bernegara seolah sebgai wahana pengembangan warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Jika dirunut secara yudiris ada beberapa ketentuan perundang-undangan yang mengandung amanat tersebut, sebagai berikut. 1. Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia dan perubahaannya, khususnya alinea ke-4 2. Undang-undang No. 20 tahun 2003, tentang sistem Pendidikan Nasional. Yang terapat pada pasal 3, pasal 4, pasal 37 ayat (1), dan pasal 38.


PEMBELAJARAN PKN DI SD ANNISA NURHAYATI 4 3. Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 20025, tentang Standar Nasional Pendidikan. Yang tercantum pada pasal 6 ayat (1), pasal 6 ayat (4), pasal 7 ayat (2). Dalam konteks itu, khususnya pada jenjang SD-SMA, sekolah seyogyanya dikembangkan sebagai tatanan sosial – pedagogis yang kondusif. Dalam kerangka semua itu, Mata pelajaran PKn harus berfungsi sebagai wahana kurikuler pengembangan karakter warga negara Indonesia yang de,okratis da bertnggung jawab. Kegiatan Belajar 2 Ruang Lingkup Pkn di SD STRUKTUR KURIKULUM SD/MI Struktur kurikulum SD/MI meliputo substansi pembelajaran yang ditempu dalam satu jenjang pendidikan selama 6 tahun. Yang dimulai dari kelas I sampai kelas VI.struktur kurikulum SD/MI disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar komptensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Kurikulum SD/MI menurut 8 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri. 2. Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SD/MI merupakan “Ipa terpadu dan IPS terpadu” 3. Pembelajaran pada kelas I-III dilaksanakan melalui pendekatan tematik, seangkan pada kelas IV-VI dilaksanakan pendekatan mata pelajaran. 4. Jam pembelajaran dialokasikan sebagaimana yang tertera pada kurikulum, satuan pendidikan maksimal menambah maksimum 4 jam pembelajaran. 5. Alokasi waktu satu jam pembelajaran aalah 35 menit. 6. Minggu efektif dalam sau tahun pelajaran aalah 34-38 minggu ataau 2 semester. Berdasarkan permendikna No. 22 Tahun 2006 Ruang lingkup mata pelajaran pendidikan Kewarganegaraan untuk pendiikan dasar dan menengah secara umum meliputi aspek sebagai berikut: a. Persatuan dan kesatuan bangsa, b. Norma,hukum dan peraturan, c. Hak asasi manusia, d. Kebutuhan warga negara, e. Konstitusi negara,


PEMBELAJARAN PKN DI SD ANNISA NURHAYATI 5 f. Kekuasaa dan politik. g. Pancasila, h. Globalisasi. Kegitan Belajar 3 Tuntuan Pedagogis Pkn di SD Istilah pedagogis diserap dari bahasa inggris paedagogical. Dari akar kata paes dan ago (bahasa latin), yang artinya saya membimbing. Dan mucul istilah pedagogy, yang artinya ilmu mendidik atau ilmu pendidikan. Dalam mata pelajaran PKn menuntut terwujudkannya pengalaman belajar yang bersift utuh memuat belajar kognitif, belajar nilai dan sikan, dan belajar perilaku. PKn merupkan mata pelajaran dengan visi utama sebagai pendidikan demokrasi yang bersifat multidimensional . secara singkat PK dinilai sebagai mata pelajaran yang mengususng isi pendidikan nilai dan moral. Alasannya antara lain sebaagai berikut. 1. Materi PPKn adalah konsep-konsep nilai pancasila dan UUD 1945 2. Sasaran belaaran akhir PKn adalah perwujudan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan seharihari. 3. Proses pembelajaran yang melibatkan emosional, intelektual,dan sosial dari peserta didik, dan guru. Dalam pemelajaran PPKn harus memiliki 3 aspek, yakni konsep moral, sikap moral, dan perilaku moral. Proses pendidikan yang dituntut dan menjadi kepedulian PKn adalah proses pendidikan yang terpadu utuh, yang juga disebut sebagai bentuk confluent education. Tuntunan pedagogis memerlukan persiapan mental, profesionalitas, dan hubungan sosial, antar guru dan murid yang kohesif. Guru seyogyanya siap memberi contoh dan menjadi contoh.


PEMBELAJARAN PKN DI SD ANNISA NURHAYATI 6 PETA KONSEP Kegiatan Belajar 1 Pendekatan PKn sebagai Pendidikan Nilai dan Moral di SD Kegiatan Belajar 2Pendidikan Nilai dan Moral dalam standar isi Pkn di SDKegiatan Belajar 3 Hubungan Interaktif Pengembangan Nilai dan Moral dalam Pkn SD modul 2 Karakteristik PKn sebagai pendidikan nilai dan moral


PEMBELAJARAN PKN DI SD ANNISA NURHAYATI 7 MODUL 2 Karakteristik PKn Sebagai Pendidikan Nilai dan Moral Kegiatan Belajar 1 Pendekatan PKn sebagai Pendidikan Nilai dan Moral Pendidikan nilai secara teoritik, Herman (1972) mengemukakan suatu prinsip yang sangat mendasar, yakni bahwa :”... valeu is neither taught nor cought, it is learned” yang artinya bahwa substansi nilai tidaklah semata-mata ditangkap dan diajarkan tetapi lebih jauh./ Dalam latar kehidupan masyarakat, proses pendidikan nilai sudah berlangsung dalam kehidupan masyarakat dalam berbagai tradisi. Karena adanya perkembangan teknologi yang begitu pesat, maka unsurunsur tradisional tersasa terpinggirkan dan malah terkalahkan. Disitulah penidikan nilai menghadapi tantangan konseptual, instrumental, dan operasional. Sebagai salah satu unsur kebudayaan (Kuncaraningrat: 1978) kesenian pada dasarnya merupakan produk budaya masyarakat yang melukiskan penghayatan nilai yang berkembang seiring zaman. Berkaitan dengan nilai dalam masyarakat, proses indiginasiyakni pemanfaatan kebudayaan daerah untuk pembelajaran mata pelajaran lain dengan tujuan lebih dekat. Dalam pengertian generik, konsep dan proses pendidikan merupakan proses yang sengaja dirancang untuk mengembangkan potensi individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Oleh karena itu pendidikan memiliki dua tujuan yang besar, yakni mengembangkan individu dan masyarakat yang smart and good (Lickona, 1992:6) Dalam konteks pendidikan nasional Indonesia telah ditegaskan dalam pasal 1 butir 1 UU Sidikan 20/2003, ditegaskan bahwa pendidikan adalah.... usaha sadar dn terencana untuk mewujudkn suasana belajr dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif untuk mengembangkan potensi diri dari konteks spiritual sampai bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.


PEMBELAJARAN PKN DI SD ANNISA NURHAYATI 8 UU RI No.20 Tahun 2003 tenang sisdikan yang dengan tegas menyatakan bahwa “ pendidiselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberayaan peserta ddik yang berlangsung sepanjang hayat” upaya alam peningkatan pendidikan nilai moral dilaksanakan secara keseluruhan atas pertimbangan sebagai berikut: 1. komitmen yang kuat terhadap pendidika awal. 2. pertanyaan yang selalu dihadapi baik individu maupn masyarakat adalah pernyataan moral 3. terdapat dukungan yang mendasar dan luas. 4. diatanamkan nilai etika umum ketika bermasayarakat. Kegiatan Belajar 2 Pendidikan Nilai dan Moral dalam Stanar Isi PKn di SD Menurut peraturan menteri pendidikan nasional nomor 22 tahun 2006 “ mata pelajaran PKn merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak an kewajiban untuk menjadi warga negara Indonesia...”selanjutnya digariskan secara tegas bahwa PKn bertujuan “ agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: Berpikir secara kritis dan rasional,dan kreatif dalam menanggpi isu kewarganegaraan. Partisipasi secara aktif dan beratnggung jawab,/dan bertindak secara tegas. Berkembang secara positif dan demokratif Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak. Dalam ruang lingkup mata pelajara pedidikan kewarganegaraan untuk pendidikan dasa dan menengah, menurut permendiknas NO.22 Tahun 2006 secara umum meliputi substansi kurikuler yang didalamnya mengandung nilai an moral sebagai berikut: 1. Persatuan dan kesatuan bangsa 2. Norma, hukum dan peraturan 3. Hak asasi manusia 4. Kebutuhan warga negara 5. Konstitusi negara 6. Kekuasaan dan politik 7. Pancasila 8. Globalisasi


PEMBELAJARAN PKN DI SD ANNISA NURHAYATI 9 Kegiatan Belajar 3 Hubungan Interaktif Pengembangan Nilai dan Moral dalam Pkn SD Konsep “ values education, moral education for virtues”sebagai program dan proses pendidikan yang tujuannya selain mengembangkan pikiran, juga mengambangkan nilai dan sikap. Setiap individu warga negara harus mengerti dan memiliki komitmen terhadap fondasi moral demokrasi. Penidikan nilai berdasarkan teori piaget adalah pendidikan ilai moral atau nilai etis yang dikembangkan berdasarkan pendekatan psikologi perkembangan moral kogntif yang menitikberatkan pada pengembangan prilku moral yang dilandasi oleh penalaran moral yang dicapai dalam konteks kehidupan bermasyakat. Piaget membagi beberapa tahapan dalam 2 domain, yakni kesadaran mengenai aturan dan pelaksanaan aturan. Tahapan pada domain kesadaran mengenai aturan : Usia 0-2 tahun : pada usia ini aturan dirasakan sebagai hal yang tidak bersifat memaksa, Usia 2-8 tahun : pada usia auran disikapi seagai hal yang bersifat sakral dan diterima tanpa pemikirn Usia 8-12 tahun: pada usia ini aturan diterima seagai hasil kesepakatan. Tahapan pada domain pelaksanaan aturan : Usia 0-2 tahun: pada usia ni aturan dilakukan sebagai hal yang hnya bersifat motorik saja. Usia 2-6 tahun: pada usia ini aturan dilakukan sebagai perilaku yang lebih berorientasi diri sendiri. Usia 6-10 tahun : pada usia inni aturan diterima sebagai perwujudan dari kesepakatan Usia 10-12 tahun: pada usia ini aturan diterima sebagai ketentuan yang sudah dihimpun. Kedua teori moral ini memiliki visi misi yang sama dan sampai dengan saat ini menjadi landasan an kerangka berpikir pendidikan nilai diduni barat yang jelas menitikberatkan pada peranan pemikiran manusia dalam mengenalikan perilaku moranya.


Click to View FlipBook Version