MANAJEMEN PERKANDANGAN ITIK PETELUR DI
PETERNAKAN NASRUN ARPAI DELI SERDANG
SUMATERA UTARA
NELA KARTIKA DAULAY
TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN TERNAK
SEKOLAH VOKASI
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2021
PERNYATAAN MENGENAI LAPORAN AKHIR DAN
SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA
Dengan ini saya menyatakan bahwa laporan akhir dengan judul
“Manajemen perkandangan itik petelur di peternakan Nasrun Arpai Deli Serdang
Sumatera Utara” adalah karya saya dengan arahan dari dosen pembimbing dan
belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber
informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak
diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam
Daftar Pustaka di bagian akhir laporan akhir ini.
Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut
Pertanian Bogor.
Bogor, Agustus 2021
Nela Kartika Daulay
J3I918185
RINGKASAN
NELA KARTIKA DAULAY. Manajemen perkandngan itik petelur di Peternakan
Bapak Nasrun Arpai Deli Serdang Sumatera Utara. (Housing Management of
layer Duck at Nasrun Arpai). Dibimbing oleh TERA FIT RAYANI.
Itik merupakan aset nasional sekaligus komoditas yang bisa diandalkan
sebagai sumber gizi dan pendapatan masayrakat. Itik adalah hewan uanggas yang
senang hidup di air dan banyak di jumpai di rawa-rawa persawahan dan muara air.
Daerah-daerah tersebut dimamfaatkan oleh itik untuk bermain dan mencari
makan. Faktor yang menentukan tingkat keberhasilan didalam usaha, peternakan
itik adalah manajemen pemeliharaan, manajemen pakan dan minum, manajemen
kesehatan, manajemen perkandangan.
Pemeliharaan di Peternakan Bapak Nasrun Arpai memelihara periode
starter, grower, layer yang bergerak dalam bidang pembibitan itik petelur yang
nantinnya menghasilkan telur tetas. Telur tetas yang dihasilkan kemudian dikirim
keperusahaan hatcery untuk diettaskan. Sistem pemberian pakan menggunakan
system ad-libitum,dan pemberian air minum menggunakan sistem terus menerus
(ad-libitum).
Pencegahan penyakit di peternakan Bapak Nasrun Arpai meliputi
biosecurity, vaksinasi dan pemberian vitamin. Biosecurity adalah semua tindakan
yang dilakukan untuk membunuh semua mikroorganisme di luar tubuh baik yang
ada di lantai, dingding maupun atap yang membahayakan kesehatan unggas serta
menyebabkan hingga keuntungan dengan cara menerapkan elemen biosecurity
yang meliputi isolasi pengendalian lalu lintas dan sanitasi. Program biosecurity
yang diterapkan di peternakan Bapak Nasrun Arpai melakukan sanitasi kandang
dengan mengeluarkan itik – itik yang mati dalam kandang.
Vaksinasi adalah usaha pemasukan vaksin kedalam tubuh ternak untuk
melindungi ternak dari serangan penyakit tertentu. Vaksin yang di tunjukkan
untuk merangsang pembentukan zat kebal yang sesuai dengan jenis vaksinnya
pemberian vaksin di peternakan bapak Nasrun Arpai adalah vaksin ND-AL vaksin
ini diberikan hanya sekali pada umur 4 bulan dengan dosis 0,5 ml subkutan.
Faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemeliharaan itik petelur yaitu
manajemen Perkandangan, manajemen perkandangan sangat berperan penting
dalam pemeliharaan itik petelur karena perkandangan sangat berperan penting
dalam pemeliharaan itik petelur karena kandang dapat melindungi ternak dari
gangguan predator dan cuaca dan lingkungan di luar. Beberapa hal yang harus di
perhatikan dalam manajemen perkandangan agar menghasilkan bibit yang unggul
diantaranya dalah arah kandang, tipe kandang dan kontruksi kandang.
Dipeternakan Bapak Nasrun Arpai menggunakan system kandang terbuka (open
house ) dan seluruh atap kandang berbentuk gable, dengan dinding kandang
terbuat dari bambu dan jaring, dan lantai kandang menggunkan sistem kombinasi
yaitu Litter. dan memeliki jumlah 13 kandang.
Kata kunci : Itik petelur, Perkandangan, pemeliharaan.
© Hak Cipta milik IPB, tahun 2021
Hak Cipta dilindungi Undang-Undang
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa
mencantumkan atau menyebutkan sumbernya. Pengutipan hanya untuk
kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan,
penulisan kritik, atau tinjauan suatu masalah, dan pengutipan tersebut tidak
merugikan kepentingan IPB.
Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh karya
tulis ini dalam bentuk apa pun tanpa izin IPB.
MANAJEMEN PERKANDANGAN ITIK PETELUR DI
PETERNAKAN NASRUN ARPAI DELI SERDANG
SUMATERA UTARA
NELA KARTIKA DAULAY
Laporan Akhir
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Ahli Madya pada
Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak
TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN TERNAK
SEKOLAH VOKASI
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2021
Judul Laporan :Manajemen Perkandangan itik petelur di Peternakan Bapak
Nama Nasrun Arpai Deli serdang Sumatera Utara
:Nela kartika daulay
Disetujui oleh
Pembimbing : __________________
Tera Fit Rayani, S.Pt, M.Si
Diketahui oleh
Ketua Program Studi: __________________
Yuni Resti S.Pt, M.Sc __________________
NPI. 201910198806022001
Dekan Sekolah Vokasi:
Dr. Ir. Arief Darjanto, M.Ec
NIP 196106181986091001
Tanggal Ujian: Tanggal Lulus:
PRAKATA
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas
segala karunia-Nya sehingga penulisan Tugas Akhir ini berhasil diselesaikan.
Tema yang dipilih dalam penulisan Tugas Akhir yang dilaksanakan sejak bulan
Februari 2021 sampai bulan April 2021 ialah Manajemen Perkandangan dengan
judul “Manajemen Peternakan Itik Petelur Di Peternakan Bapak Nasrun Arpai.
Deli Serdang Sumatera Utara”. Penulisan Tugas Akhir ini merupakan salah satu
syarat untuk lulus dari Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak di
Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor.
Selama pembuatan Tugas Akhir, penulis banyak mendapati kesulitan serta
kendala dalam berbagai hal, maka dari itu penulis mengucapkan banyak
terimakasih kepada pihak-pihak yang telah berpartisipasi, serta meluangkan
waktunya untuk membantu penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir. Penulis
mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Kedua orang tua, keluarga, juga kerabat atas kasih sayang, doa, serta
dukungan baik moril maupun material sehingga penulis dapat menyelesaikan
penulisan laporan tugas akhir ini.
2. Bapak Dr. Ir. Bagus P Priwanto, M.Agr selaku Wakil Dekan Sekolah Vokasi
Institut Pertanian Bogor yang telah memberikan kesempatan untuk menulis
tugas akhir ini.
3. Ibu Yuni Resti, SPt, MSc selaku ketua program studi program Teknologi dan
Manajemen Ternak
4. Ibu Tera Fit Rayani, SPt, MSi selaku dosen pembimbing program keahlian
Teknologi dan Manajemen Ternak yang telah meluangkan waktunya dalam
memberikan pengarahan serta bimbingan terkait penyusunan laporan Tugas
Akhir Praktik Kerja Lapangan.
5. Bapak Nasrun Arpai selaku pemilik peternakan yang sudah memberi
kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan II di
peternakan Nasrun Arpai Deli Serdang Sumatera Utara.
6. Bapak arpan selaku pembimbing lapang di peternakan Nasrun Arpai yang
telah mengarahkan serta memberi dukungan selama Praktik Kerja Lapangan.
7. Bapak Iwan sebagai operator kandang yang telah membantu kegiatan selama
Praktik Kerja Lapangan sampai menyelesaikan penulisan Tugas Akhir ini.
8. Kepada seluruh karyawan di peternakan Bapak Nasrun Arpai Deli Serdang
Sumatera Utara.
9. Teman kelompok dan seperjuangan program studi Teknologi dan
Manajemen Ternak yang telah mengingatkan serta memberi dukungan,
motivasi, serta semangat dalam mengerjakan Tugas Akhir.
Semoga karya tulis ini sangat bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan
dan bagi kemajuan ilmu pengetahuan..
Bogor, Agustus 2021
Penulis
DAFTAR ISI viii
DAFTAR TABEL viii
DAFTAR GAMBAR viii
DAFTAR LAMPIRAN 1
1
I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan 2
2
II METODE 2
2.1 Lokasi dan Waktu PKL
2.2 Teknik Pengumpulan Data 3
3
III KEADAAN UMUM PERUSAHAAN 3
3.1 Sejarah dan perkembangan 3
3.2 Lokasi dan Tata Letak
3.3 Struktur Organisasi dan ketenaga kerjaan 4
4
IV SARANA DAN PRODUKSI 4
4.1 Luas Lahan dan Kegunaan 4
4.2 Sarana dan Prasarana
4.3 Gudang pakan 5
5
V MANAJEMEN PERKANDANGAN 5
5.1 Tipe kandang 5
5.2 Kapasitas kandang 5
5.3 Arah kandang 5
5.4 Kontruksi kandang 5
5.5 Atap kandang 5
5.6 Dinding kandang 5
5.7 Lantai kandang 5
5.8 Rangka bangunan 5
5.9 Peralatan kandang 5
5.9.1 Sistem Ventilasi
5.9.2 Sistem Produksi 6
6
VI MANAJEMEN PEMELIHARAAN 6
6.1 Seleksi itik 6
6.2 Pemberian pakan dan air minum 6
6.3 Penimbangan 6
6.4 Penanganan itik jantan 6
6.5 Pencegahan penyakit
6.6 penanganan telur 7
9
VII PERFORMA ITIK PETELUR
XI SIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA 10
11
LAMPIRAN 12
RIWAYAH HIDUP
4
DAFTAR TABEL 5
6
1 Sarana dan prasarana 7
2 Kapasitas kandang 6
3 Persentase dan penggunaan pakan 7
4 Kandungan nutrisi pakan
5.Jenis tempat pakan dan kapasitasnya 5
6 Tabel data performa 5
5
DAFTAR GAMBAR 5
5
1 Gudang pakan 5
2 Gudang tempat penyimpanan telur 5
3 Tipe kandang 5
4 Atap kandang 5
5 Dinding kandang
6 Lantai kandang 11
7 Tempat pakan 11
8.Tempat minum
9.Penimbangan
DAFTAR LAMPIRAN
1 Manajemen pemeliharaan
2 Aflikasi kengiatan vaksin
2
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pemeliharaan Ternak itik petelur adalah usaha yang memiliki tujuan untuk
peningkatan atau kemajuan dalam usaha pemeliaharaan kebutuhan protein
hewani, dari telur yang terus meningkat untuk itu perlu ditingkatkan melalui
efesiensi produktivitasnya. Efensiensi produksi peternakan sangat bergantung
kondisi ternak ternak, Lingkungan tempat hidup ternak (perkandangan)
ketersediaan pakan dan manajemen kondisi ternak dan lingkungan sangat besar
pengaruhnya dalam produktivitasnya.
Usaha peternakan itik di Indonesia telah lama dikenal masyarakat agar
usaha ini dapat memberikan keutungan yang optimal bagi pemiliknya maka perlu
di perhatikan beberapa hal yang menyangkut manajemen pemeliharaan ternak itik.
Namun sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri
dengan pemahaman tentang perkandangan, bibit unggul, pakan ternak
pengelolaan dan pemasaran hasil. Salah satu faktor penting manajemen sebagai
penentu dalam menghasilkan itik petelur sesuai dengan standard yang berkualitas
adalah tempat tinggal untuk melindungi ternak dari predator, perubahan
lingkungan dan ganguan lain dari luar kandang sehingga ternaknya nyaman.
Kandang yang aman dan nyaman bagi ternak dapat membuat ternak berproduksi
secara optimal, kesalahan dalam manajemen perkandangan dapat berakibat fatal
yang berujung pada karungian bagi ternak.
Peternakan Bapak Nasrun Arpai bergerak dibidang pembibitan itik petelur
supaya menghasilkan bibit yang baik maka peternakan Bapak Nasrun Arpai
memiliki prinsip manajemen perkandangan yang benar. Peternakan Bapak Nasrun
Arpai selalu berusaha menghasilkan telur yang fertilitas dan daya tetas yang
tinggi. Produksi yang baik dihasilkan dari pemeliharaan dan manajemen
perkandangan yang baik.
1.2 Tujuan
Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini adalah agar mahasiswa dapat
menambah pengetahuan, wawasan, keterampilan, memahami budidaya dan
manajemen perkandangan di peternakan Bapak Nasrun Arpai. serta
mengaplikasikan kemampuan yang dimiliki selama perkuliahan di Peternakan
Bapak Nasrun Arpai.
II METODE
2.1 Lokasi dan Waktu PKL
Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan mulai tanggal 1 Februari 2021 sampai
tanggal 30 April 2021 yang bertempat di Peternakan Bapak Nasrun Arpai Di Desa
Durian Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara.
3
2.2 Teknik Pengumpulan Data
Metode pelaksanaan yang digunakan dalam Praktik Kerja Lapangan di
Peternakan Itik Petelur Bapak Nasrun Arpai Deli Serdang Sumatera Utara yaitu
dengan mengikuti serangkaian kegiatan kerja yang telah disusun dan ditetapkan
oleh pihak Peternakan. Mengikuti intruksi yang disampaikan oleh pembimbing
lapang terkait kegiatan dilapangan. Pengambilan data diperoleh dengan cara
observasi lapangan secara langsung terkait segala kegiatan yang berkaitan dengan
Praktik Kerja Lapangan.
Data yang diperoleh merupakan data yang terdiri dari data sekunder dan
primer. Data sekunder merupakan data yang diperoleh penulis dari pihak
peternakan yang terdiri dari sejarah perusahaan, struktur organisasi, populasi Itik,
konsumsi pakan, bobot badan, kepadatan kandang, serta ukuran kandang. Data
primer merupakan data yang diperoleh penulis secara langsung dilapangan yang
terdiri dari perlakuan Biosecurity, vaksinasi, medikasi, penanganan, sarana dan
prasarana, serta peralatan kandang.
III KEADAAN UMUM PETERNAKAN
3.1 Sejarah dan perkembangan
Peternakan Bapak Nasrun Arpai merupakan salah satu peternakan yang
bergerak dibidang pembibitan itik pedaging yang berlokasi di Desa Durian
Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara.
Beriklim tropis dengan temperatur 23-300 C dan kelembapan 82-85 % dengan
curah hujan 20 % pertahun. Populasi keseluruhan 10.000 ekor dengan jenis itik
yaitu itik lokal,itik mojosari, itik magelang, dan nantinya akan menghasilkan telur
tetas dan telur komsumsi, telur tetas yang dihasilkan kemudian dikirim
keperusahaan hatchery untuk ditetaskan telur yang tidak masuk dalam penetasan
dijadikan telur komsumsi.
Peternakan Bapak Nasrun Arpai merupakan peternakan yang bergerak
dibidang itik pembibit itik petelur. Peternakan Bapak Nasrun Arpai didirikan
sendiri pada tahun 1998, beliau memulai usahanya dengan populasi pertama 60
itik ekor pree layer dibeli dari saudaranya dengan harga Rp. 15.000/ekor dengan
metode pemeliharaan secara tradisional. Seiring berjalannya waktu populasi
beliau semakin berkembang dari tahun ketahun. Pada tahun 2001 beliau
mendirikan sebuah kandang dengan panjang 62,40 meter dan lebar 13 meter
dengan populasi 200 ekor. Seiring berjalanya waktu populasi beliau semakin
bertambah,dan mulai mengantarkan telur kepenetasan yang ada di daerah tersebut.
3.2 Lokasi dan Tata Letak
Peternakan Bapak Nasrun Arpai berlokasi di Desa Durian Kecamatan Pantai
labu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara, dengan kode pos 20553
suhu lingkungan kisaran 30 C secara giografis wilayah desa durian kecamatan
pantai labu kabupaten deli serdang provinsi sumatera utara berada pada kawasan
pantai timur sumatera utara yang berbatasan dengan langsung dengan selat
4
malaka. Secara giografis terletak diantara koordinat 2 57” sampai dengan 3 16”
lintang utara 98 27 bujur timur.Dan untuk batas-batas administrasi sebelah utara
berbatasan dengan kabupaten langkat dan selat malaka, sebelah selatan berbatasan
dengan kabupaten karo dan kabupaten simalungun, sebelah barat berbatasan
dengan kabupaten langkat dan kabupaten karo, sebelah timur berbatasan dengan
kabupaten serdang bedagai.
3.3 Struktur Organisasi dan ketenagaan kerja
Peternakan itik petelur di peternakan Bapak Nasrun Arpai Deli Serdang
Sumatera Utara belum memiliki struktur organisasi dan ketenagakerjaan yang
besar. Peternakan ini didirikan dan dikelola oleh Bapak Nasrun Arpai. Seluruh
kegiatan yang ada di peternakan itik petelur dikerjaan oleh Bapak Nasrun Arpai
dan dibantu oleh istri, anak-anaknya serta 4 orang karyawan. Karyawan tersebut
memiliki tanggung jawab dalam produksi pakan dan pemeliharaan seperti
pemberian pakan, mengutip telur, membersikan telur yang kotor, seleksi telur
tetas, mengantarkan telur tetas ke tempat penetasan, memberikan obat,
membersihkan seluruh kandang dan mengeluarkan itik yang mati dari kandang.
IV SARANA DAN PRODUKSI
4.1 Luas Lahan dan Kegunaan
Peternakan Bapak Nasrun Arpai memiliki luas lahan sekitar 1 Ha. Lahan
tersebut digunakan untuk membangun kandang, gudang pakan , gudang peralatan,
tempat parkir, dan rumah pemilik peternakan. Jumlah kandang yang dimiliki
Bapak Nasrun Arpai yaitu 13 unit kandang
4.2 Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang terdapat di Peternakan Bapak Nasrun Arpai
adalah 13 kandang, kendaraan untuk operasional yaitu mobil L300 berfungsi
mengangkut telur, megangkut ikan hasil warga sekitar, sepeda motor sebagai
transportasi peternak, sumber listrik PLN, tempat penampungan air. Sumber air di
peternakan Bapak Nasrun Arpai berasal dari sumur bor yang dialirkan ke tandon
air sebagai penampungan sementara.
4.3 Gudang
Peternakan Bapak Nasrun Arpai memiliki 3 gudang. Gudang pertama di
gubakan untuk menyimpan bahan baku pakan seperti dedak padi dan komplit
(konsentrat), gudang kedua untuk penyimpanan telur itik, dan gudang ketiga
untuk menyimpan bahan baku seperti dedak halus dan sebagai tempat pengadukan
pakan. Di dalam gudang, bahan baku pakan dilapisi kayu tujuanya menjaga
kelembaban pakan agar tidak berjamur atau terkontaminasi mikroorganisme yang
dapat merusak pakan.
5
Gambar 1 Gudang pakan
Gambar 2 Gudang penyimpanan telur
V MANAJEMEN PERKANDANGAN
5.1 Tipe kandang
Kandang merupakan tempat untuk melindungi ternak dari ganguan predator,
binatang buas, dan perubahan lingkungan. Kandang yang baik adalah kandang
yang dapat memberikan kenyamanan bagi itik, mudah dalam tatalaksana, dapat
memberikan produksi yang optimal, memenuhi persyaratan kesehatan dan bahan
kandang yang mudah didapat serta murah harganya. Peternakan Bapak Nasrun
Arpai menggunakan kandang terbuka (open house) dengan jenis kandang postal.
Kandang ini terbagi menjadi 2 wilayah yaitu wilayah untuk bermain/istirahat dan
wilayah kandang untuk bertelur di malam hari. Kandang tempat itik bermain
bersifat setengah terbuka atau tanpa atap. Sedangkan kandang untuk
bertelurmenggunakan atap gable agar itik tidak kehujanan.
Gambar 3 Tipe kandang
6
5.2 Daya tamping kandang
Pengaturan daya tampung kandang yaitu dengan mengatur jumlah itik yang
dipelihara dalam luasan kandang tertentu. Kandang dengan kepadatan tinggi dari
segi biaya memang lebih efensien, tetapi terlalu padat akan menurunkan
produktivitasnya. Sebaliknya jika kandang terlalu longgar, biaya produksi lebih
tinggi. kandang untuk periode grower daya tampung sekitar 5-6 ekor/m2,
sedangkan kandang yang diberi kolam atau halaman 6-9 ekor/m2, sedangkan itik
periode layer berupa kandang batrai atau kandang secara kelompok dapat
menampung sekitar 3-5 ekor/m2 (Susilorini, 2017). Salah satu diantara kandang
memiliki daya tampung kandang 2 ekor/m2, maka daya tampung kandang tersebut
masih kurang, sedangkan itik yang dipelihara adalah itik local,itik mojosari, itik
magelang, dan itik tegal.
Table 1 Daya tampung
Kandang Populasi (ekor) luasan kandang Daya tampung
(m2) (m2/ekor)
1
1 347 811,2 2
1
2 2.750 1. 694,2 1
3
3 561 796 2
2
4 363 508,5 3
1
5 495 202 2
3
6 330 192,6 3
3
7 330 209
8 330 121,5
9 330 300,16
10 550 247,52
11 462 247,52
12 2.045 1.061,53
13 1.000 346,08
Sumber : Peternakan Bapak Nasrun Arpai (2021
5.3 Arah kandang
Arah kandang di peternakan Bapak Nasrun Arpai membujur dari timur
kebarat, tujuanya supaya sinar matahari tidak masuk secara berlebihan kedalam
kandang sehingga itik tidak mudah stress.
5.4 Kontruksi kandang
Dalam membangun kandang harus memperhatikan kontruksi dan
perlengkapan kandang, kontruksi kandang adalah bahan yang digunakan untuk
membuat suatu bangunan kandang, dalam pembuatan kandang harus kuat, murah,
dan mampu memberikan kenyamanan pada itik. Dalam pembuatan kontruksi
kandang. Penggunaan kontruksi kandang di syaratnya harus kuat, tidak mudah
roboh (Prihamdamu et al 2015). Dipeternakan Bapak Nasrun Arpai
7
menggunakan kontruksi kandang seperti dinding kandang, lantai kandang, atap
kandang, dan alat penunjang kandang.
5.5 Atap kandang
Atap kandang mempunyai peran sangat penting dalam menyalurkan panas
dari sinar matahari, dan sebagai peneduh dari hujan. Tipe atap kandang di
peternakan Bapak Nasrun Arpai adalah tipe gable. Atap kandang terbuat dari seng
yang berlapis tujuanya untuk mengurangi suhu panas dalam kandang yang di
sebabkan oleh sinar matahari langsung, meredam suara yang berisik pada saat
hujan. Kandang tempat bermain tidak memiliki atap. Hal ini sesuai dengan
pernyataan (Fadilah, 2013) bahwa atap kandang paling baik berupa genteng
karena dapat menyerap panas, jika atap kandang terbuat dari seng sebaiknya
dilapisi paranet hitam atau gabus sebagai penangkal panas.
Gambar 4 Atap kandang
5.6 Dinding kandang
Dinding berfungsi untuk mengurangi hembusan angin kencang yang
masuk kedalam kandang, selain itu terdapat dua tipe dinding yaitu terbuka dan
tertutup. Dinding terbuka biasanya menggunakan bambu dan dinding tertutup
menggunakan batu bata yang dilapisi semen. Dinding yang digunakan
dipeternakan Bapak Nasrun Arpai yaitu tipe dinding terbuka dan terbuat dari
jaring dan bambu. Dinding kandang terbuat dari bilah bambu, ram, kawar, dan
jaring tidak boleh terlalu jarang sehingga tidak dapat masuk kedalam kandang
(Murni, 2009).
Gambar 5 Dinding kandang
8
5.7 Lantai Kandang
Lantai kandang harus di usahakan tetap bersih untuk mencegah timbulnya
berbagai penyakit, Lantai kandang yang ada di peternakan Bapak Nasrun Arpai
menggunkan lantai litter dengan ditabur menggunakan sekam padi agar air dan
ekskreta yang dihasilkan mudah diserap. Lantai bermain tidak dilapisi sekam.
Menurut Zumrotun (2012) litter merupakan alas lantai kandang yang berfungsi
untuk menampung dan menyerap air dan ekskreta, menimalkan terjadinya lumpuh
serta menjaga kehangatan itik.
Gambar 6 Lantai kandang
5.8 Rangka Bangunan
Rangka bangunan sangat penting dalam membangun kandang yang
bertujuan agar rancangan kandang yang sudah ada dapat menahan beban yang
ditanggungnya. Selain itu, rangka bangunan yang kuat harus di awali dengan
pondasi yang kuat. Rangka bangunan di peternakan Bapak Nasrun Arpai
menggunkan kayu yang tahan dan kuat.
5.9 Peralatan kandang
Peralatan kandang di peternakan Bapak Nasrun Arpai terdiri dari ember,
cangkul, skop, angkong, tong air, sapu lidi, brus, kain lap,rak telur, baskom dan
pipa paralon. Fungsi dari beberapa peralatan tersebut dapat dilihat pada tabel
berikut.
9
Table 2 Peralatan kandang
Alat Jumlah (unit) Fungsi
Ember 2 Sebagai tempat telur yang kotor dan
mencunci telur
Cangkul
2 Untuk mengaduk pakan
Skop
4 Untuk mengisi pakaan kedalam
Angkong angkong
Tong air
Sapu lidi 4 Pengantar pakan kedalam kandang
Brus 3 Untuk menampung air
Kain lap
Baskom 1 Untuk membersihkan area kandang
5 Untuk menggosok telur yang kotor
3 Untuk mengeringkan telur basah
41 Tempat pakan
Pipa paralon 13 Tempat minum
Sumber: Peternakan Bapak Nasrun Arpai (2021)
5.9.1 Sistem pakan
Sistem pakan di peternakan Bapak Nasrun Arpai periode starter dan grower
menggunakan terpal yang diletakkan langsung di atas tanah, sedangkan untuk
periode layer menggunakan bowl feed (baskom). Jenis dan kapasitas tempat pakan
di peternakan Bapak Nasrun Arpai dapat dilihat pada tabel berikut.
Table 3 Jenis dan kapasitas tempat pakan
Jenis Tempat Fase Umur Kapasitas tempat
pakan
Pakan
500 Ekor/ Buah
Terpal Starter 0-8 355 Ekor/ Buah
56 Ekor / Buah
Grower 9-20
Bowl Feeder Layar >20
Sumber : Peternakan bapak Nasrun Arpai (2021)
Dari data diatas menunjukkan bahwa kapasitas tempat pakan dan minum
tidak ada yang memenuhi standar. Menurut BPTHU Pelaihari, Bowl Feed adalah
tempat yang berbentuk seperti mangkok besar dengan diameter bagian atas 40 cm
dan dibagain bawah 29 cm serta tinggi 17 cm. Bowl Feed dapat menampung 4-5
kg/pakan itik dengan kapasitas 20 ekor.
5.9.2 Sistem Ventilasi
Ventilasi memiliki peran penting dalam manjemen perkandangan untuk
menjaga kenyamanan dan kesehatan itik, ventilasi juga berfungsi untuk
menghilangkan panas yang berlebihan di dalam kandang, menghilangkan
kelembapan yang berlebih, mengurangi gas beracun seperti ammonia, karbon di
oksida dan karbon monoksida, mengeluarkan debu dan menyediakan oksigen dan
udara segar di dalam kandang. Sistem ventilasi di peternakan Bapak Nasrun
10
Arpai masih tergolong alami. Sirkulasi udara masuk dan kelur melalui dinding
kandang.
5.9.2 Sistem Produksi
Sistem produksi di peternakan Bapak Nasrun Arpai masih sederhana.
Peralatan produksi yang di gunakan yaitu rak telur. Rak telur dibawa kekandang.
Proses pengutipan telur bersamaan dengan penyusunan ke atas rak telur.
VI MANAJEMEN PEMELIHARAAN
6.1 Seleksi itik
Seleksi adalah tahap yang sangat perlu pada pemeliharaan karena dengan
seleksi bias mengetahui mana yang produksif dan mana yang tidak produktif lagi.
waktu PKL diperternakan bapak Nasrun Arpai kami melakukan seleksi itik
produktif dan tidak produktif, yaitu dengan cara melihat tulang pubis dan
abdomen pada itik betina untuk tulang pubis diantaranya 2 – 3 jari dan abdomen 3
jari dengan rasio antara jantan dan betina 1:10 perkandang.
6.2 Pemberian Pakan dan Air Minum
Pemberian pakan dilakukan pada pagi hari jam 10.00 WIB dan pada sore
hari pukul 16.30 WIB. Jumlah pemberian pakan dikandang perternakan bapak
Nasrun Arpai Yaitu 7 Karung Pelet, 1 ton Dedak, ikan secukupnya. Dan untuk
fase Starter sama menggunakan bahan itu juga cuman tambahannya ditambah
dengan Mie-Mie yang sudah busuk.
Jumlah tempat pakan merupakan hal yang sangat penting dalam
pemeliharaan ternak, bentuk dan ukuran tempat pakan harus disesuaikan dengan
itik, tempat pakan sebaiknya dibersihkan setiap hari terutama bila pakan agak
basah atau lembab. Di peternakan bapak Nasrun Arpai tempat pakan yang
digunakan adalah baskom tujuannya supaya pakan tidak tercecer dan tercampur
dengan kotoran itik, serta memberikan kemudahan dalam pemberian pakan. Dan
jumlah tempat pakan dipeternakan bapak Nasrun Arpai sebanyak 41 buah ember
dengan jarak antar pakan sekitar 4 m. Peralatan kandang dan sistem kandang di
peternakan Bapak Nasrun Arpai periode starter dan grower menggunakan terpal
yang diletakkan langsung di atas tanah, sedangkan untuk periode layer
menggunakan bowl feed (baskom). Bentuk pakan di peternakan Bapak Nasrun
Arpai berbentuk mash, cara pemberianya dengan cara mengisi pakan kedalam
angklung kemudian dibawa kesetiap masing-masing kandang kemudian di tebar
dan dimasukkan kedalam baskom.
Pencampuran pakan di peternakan Bapak Nasrun Arpai di lakukan 2 kali
sehari yaitu pagi dan sore hari, pencampuran bahan pakan untuk periode starter
dan grower yaitu dengan menabur dedak di atas lantai berbentuk bulat, setelah itu
tuangkan pakan komplit, ikan dan mie instan yang sudah direndam lama dengan
air biasa kemudian di aduk hingga merata dengan menggunakan cangkul dan skop.
Dan untuk pencampuran pakan periode layer tidak menggunakan mie instan ,
standar pemberian pakan peternakan Bapak Nasrun Arpai tidak memiliki standar
11
baik periode starter, grower maupun layer, jika masih terlihat kurang maka akan
ditambah dan tidak ada ketetapan jumlah pemberian pakanya. Dan untuk jenis
pakan yang diberikan pada periode starter, grower dedak padi, pakan komersial,
ikan, mis instan, sedangkan untuk pakan periode layer pakan yang digunakan
dedak padi, pakan komersial, ikan , dengan pakan tambahan kupang.
Table 4 Persentase dan penggunaan pakan
Bahan pakan Penggunaan (%)
Starter dan grower Layer
16,64
Dedak padi 55,55 6,33
5,70
Pakan komplit (D93) 12,81
-
Ikan 17,77 71,31
100%
Mie instan 11,85
Kupang -
Total 100%
Sumber : Peternakan Bapak Nasrun Arpai (2021
Table 5 Kandungan nutrisi pakan
Parameter Periode pemeliharaan
Aktual Standar
Starter Grower Layer Starter Grower Layer
Kadar air% 14,00 14.00 14.00 21,93 21,93 61,05
Abu% 8,00 11,00 14,00 7,29 7,29 7,29
PK% 17-20 15,00 17,00 16,2 16,2 41,52
Lemak 3,00 3,00 3,00 5,16 5,16
Kasar% 3,08
Serat% 5,00 9,00 10,00 9,26 9,26
Kasar% 0,60 0,80 2,90- 2,31 7,22
Kalsium% 0,60 2,00 0,45- 38,47 2,31 4,16
1,10 0,40 0,55 38,47 16,6
Fosfor% 0,60 0,50 2,650 4.416,26 4.416,26 3.293,23
EM(kkal/kg) 3,100 2,600 1,05
Lisin% 1,05 0,74 0,25 0,90 0,90 0,90
Metionin% 0,37 0,29 0,47 0,40 0,40 0,40
Sumber :Act) Peternakan Bapak Nasrun Arpai (2021)
Std) Pakan itik petelur grower, SNI 3909 (2017)
Pakan itik petelur laying,SNI 3010 (2017)
Pemberian air minum di peternakan Bapak Nasrun Arpai diberikam
Penyediaan secara terus menerus atau ad-libitum dengan tujuan agar itik tidak
mengalami dehidrasi. dekat dengan tempat pakan saat makan itik perlu minum
tidak perlu berjalan. Pembersihan tempat minum dilakukan setiap hari agar
kebersihannya terjaga dan untuk tempat minum terbuat dari pipa yang panjangnya
12
sesuai dengan ukuran kandang. Pengisian air minum diperternakan bapak Nasrun
Arpai dari kran air yang dialirkan menggunakan selang. Pembersihan tempat air
minum dilakukan minimal 1 kali yaitu pada pagi hari supaya kebersihan tempat
air minum terjaga dan sebaiknya pembersihan tempat air minum harus sesering
mungkim supaya tidak jadi sarang bakteri.
Gambar 8 Tempat pakan Gambar 7 Tempat minum
6.3. Penimbangan
Penimbangan merupakan salah satu alat yang sangat penting dalam
berternak itik, penimbangan penting untuk melihat perkembangan itik selama
pemeliharaan dan penimbangan sangat dibutuhkan khususnya saat panen baik saat
panen telur maupun panen itik. (Gladys endoh, 2016). Menurut ilmu ternak (2015)
telur bebek memiliki ukuran lebih besar disbanding telur ayam beratnya sekitar
55-75 gram/butir. Rasyap (2004) menyatakan bahwa sistem perternakan itik yang
berbeda menyebabkan kualitas terlur yang dihasilkan. Diperternakan bapa Nasrun
Arpai hanya melakukan penimbangan sekali saja.
Gambar 9 Penimbangan
13
6.4. Penanganan Itik Jantan
Pemeliharaan itik jantan sangat diperlukan dalam manajemen pemeliharaan
itik pembibit dan petelur untuk mengawini itik betina agar menghasilkan telur
fertil penanganan itik jantan diperternakan bapak nasrun Arpai tidak ada
penanganan untuk itik jantan,sama halnya dengan itik betina. Dengan populasinya
10.000 ekor dengan perbandingan 1: 10.
6.5. Pencegahan Penyakit
Pencegahan penyakit di peternakan Bapak Nasrun Arpai meliputi
biosecurity , vaksinasi dan pemberian obat kaloridin . Biosecurity adalah Program
yang dilaksanakan oleh peternak untuk mencegah bibit penyakit masauk kedalam
area peternakan maupun keluar dari area peternakan (Widyantara et al 2013).
Program biosecurity yang diterapkan di peternakan Bapak Nasrun Arpai adalah
meliputi sanitasi kandang dengan membersihkan kandang secara kering dengan
mengumpulkan sampah yang ada di area kandang, kemudian pembersihan basah
yang dilakukan adalah membersihkan selokan dan peralatan kandang. Dan
penanganan limbah pada itik yang mati langsung dikumpulkan oleh karyawan lalu
di bakar sampai hangus. Untuk penanganan limbah eksreta dilakukan sekali
seminggu dikumpulkan oleh karyawan.
Vaksinasi adalah usaha pemasukan vaksin kedalam tubuh ternak untuk
melindungi ternak dari serangan penyakit tertentu. Vaksin yang ditunjukkan untuk
meransang pembentukan zat kebal yang sesuai dengan jenis vaksinya
(Tamaluddin, 2015) pemberian vaksin di peternakan Bapak Nasrun Arpai adalah
vaksin ND-Al vaksin ini diberikan pada umur 4 bulan dengan dosis 0,5 ml
subkutan.
6.6. Penanganan Telur
Penanganan telur diperternakan bapak Nasrun Arpai terdapat beberapa
tahapan yaitu pengembilan telur, grading telur, dan pumigasi telur. Pengambilan
terlur diperternakan bapak Nasrun Arpai dilakukan satu kali sehari pengambilan
ini dilakukan sesering mungkin tujuannya untuk mengurangi telur yang retak.
VII PERFORMA
Performa merupakan salah satu indikator untuk menegtahui sifat serta
prilaku yang tampak pada ternak tersebut sehingga peternak dapat menegatahui
tingkat keberhasilan atau persentase itik petelur. Naik dan turun performa yang
didapat berdasarkan data real dikandang. Selama praktik kerja lapangan
diperternakan bapak Nasrun Arpai performa itik yang diamati adalah total
konsumsi pakan, produksi telur, Duck Day, Fcr Bobot, Fcr Butir, dan Mortalitas
Tabel 6 data performa
14
Table 6 Data performa
umur Produksi Konsumsi Rata-rata DD FCR FCR Mortalitas
(Mingg Telur (Mg) Pakan Bobot (%) Bobot
Butir (%)
u) (gr/ekor/hari Telur (gr)
60-69 34.900 346,62 73 54,78 4,74 632,65 0,043
61-70 36.084 346,62 80 56,66 4,33 611,71 0,01
62-71 39.897 346,62 78,4 62,65 4,42 553,48
-
63-72 37.022 346,62 75,6 58,14 4,58 596,17
0,01
64-73 41.062 346,62 74 64,52 4,68 537,18
65-74 44.622 346,62 72,1 70,11 4,80 494,32 0,055
-
66-75 45.565 346,62 73,8 71,62 4,69 483,90
67-76 45.857 346,62 75,5 72,10 4,59 480,69 0,077
68-77 45.906 346,62 71,3 72,18 4,86 480,18 -
-
69-78 45.075 346,62 68,3 70,89 5,07 488,94
0,022
70-79 42.256 346,62 66,6 66,49 5,20 521,29 0,077
0,044
71-80 40.256 346,62 69,4 63,37 4,99 521,05 0,044
72-81 27.978 346,62 69,5 61,56 4,98 563,04
Sumber : Peternakan Bapak Nasrun Arpai (2021)
Dari tabel performa di atas bahwa nilai FCR nya melebihi standar karena
komsumsi pakan yang terlalu berlebihan , dari FCR butir yang tinggi yang akan
mengakibatkan kerungian semakin banyak. Menurut (Fahruddin 2016) bahwa
pertambahan bobot badan di peroleh dari bobot akhir dan bobot awal dengan
lamanya pemeliharaan.
Feed convertion ration (FCR) merupakan nilai konversi pakan yang
rendah menunjukkan bahwa efesien penggunaan pakan yang baik, karena semakin
efesien mengkonsumsi pakan untuk memproduksi daging ( Allama 2012). Dari
hasil praktik kerja lapangan (PKL) ini menggunakan perbandingan pakan dengan
bobot telur dan jumlah telur karena yang di pelihara adalah itik petelur kemudian
di ambil telurnya baik tetas maupun komsumsi, penggnaan ransum semakin efesin
apabila nilai FCR nya semakin kecil dan dikatakan buruk jika FCR nya 3, 2-5.
Duck day (DD) dan Dack House (DH) meruapakan produksi telur dengan
jumlah ternak yang ada pada saat itu, biasanya di ukur setiap hari. Dari data di
atas bahwa produksi telur untuk Duck Day (DD) dan Dack House (DH) tidak ada
yang mencapai standar baik dari minggu pertama maupun maupun sampe minggu
ketiga belas. Duck day (DD) dengan standar 80 % perbandingan antara telur yang
dihasilkan dengan jumlah itik pada saat itu ( Jacop dan pastore 2011).
Menurut Rasyaf (2012) pemeliharaan unggas di nyatakan baik apabila
kematian kurang dari 5 % tingkat kematian di peternakan Bapak Nasrun Arpai 0,9
5% sudah dikatakan baik , karena dibawah 5 % .
15
VIII. SIMPULAN DAN SARAN
8.I Simpulan
Berdasarkan hasil pengamatan selama praktek kerja lapangan (PKL) dapat
disimpulkan bahwa perternakan bapak Nasrun Arpai memiliki 15 Kandang layer
dan 1 kandang untuk fase starter dan satu kandang lagi untuk fase grower, dengan
menggunakan kandang jenis kandang postal, salah satu kandang memiliki
kapasitas 2 ekor/m2, arah kandang membujur dari timur kebarat, dengan kontruksi
kandang menyesuaikan dengan kenyamanan itik, untuk atap kandang
menggunakan tipe Gable, dan atap kandang untuk bermain tidak menggunakan
atap, dinding kandang terbuat dari jaring dan bambu, untuk lantai kandang
menggunakan lantai litter di tabor dengan sekam, untuk lantai bermain
menggunakan lantai litter tapi tidak menggunakan sekam. Pemeliharaan di
peretrnakan bapak Nasrun Arpai mulai dari periode Starter, Grower, dan Layar.
Dan untuk nilai FCR –nya melebihi standar karena komsumsi pakan yang terlalu
berlebihan,untuk mortalitas kematian kurang dari 5 % tingkat kematian
dipeternakan Bapak Nasrun Arpai 0,95 % dan sudah dikatakan baik.
8.2 Saran
Setelah melakukan praktik kerja lapangan (PKL) ini, sebaiknya peternakan
Bapak Nasrun Arpai kapasitas tempat pakan sebaiknya ditambah serta jarak
tempat pakan lebih diperhatikan lagi, dan dinding kandang sebaiknya diganti
menggunakan bambu supaya kaki itik tidak banyak yang cedera, dan untuk
karyawan sebaiknya ditambah lagi supaya itik lebih diperhatikan dan pemberian
pakan lebih diberikan, untuk pakan sebainya lebih mengefesiensi pakan yang
diberikan dengan mengurangi jumlah pemberian pakan supaya lebih hemat.
16
DAFTAR PUSTAKA
Alvin. A. 2017. Pengaruh Pembatasan dan tingkat protein Ransum Terhadap
Laju Pertumbuhan Itik Kanang Betina Periode Grower. Skripsi Fakultas
Perternakan Universitas Andalas. Padang (ID).
Direktorat Jenderal peternakan dan kesehatan hewan (2017) statistic peternakan
dan kesehatan hewan, Jakarta : Direktorat peternakan dan kesehatan
hewan kementrian pertanian Al.
Kartasudjana. A dan Suprijadna. E. 2010. Manajemen Ternak Unggas Penebar
Sawah Daya, Jakarta (ID)
Ketaren, p. 2010.kebutuhan gizi ternak ungags di Indonesia. Balai penelitian
ternak bogor.(ID)
Kristanto. L.H. Sugiyarto. A. D. Admaja dan LBD Leakita. 2010. Studi esukasi
bunyi pada material. 32 (2) : 101 – 110.
Medion .2010 Berhasil atau tidak beternak itik. Bandung (ID)
Medion Info. 2010. Indeks Performa (IP) Sebagai para meter Utama. https://
info.Medion.co.id/index.php/compenet/content/article?=id278:berhasil –
atasu –atas –tidakkah- pemeliharaan-broiler-and.
Mulyatini. NGA. 2010. Ilmu Manajmen Ternak Unggas. Yogyakarta :
Gadjamadah University Press.
Rasyap M. 2012 beternak itik petelur .penebaran swadaya.gadjah mada
university.press.surakarta.
Supriadi. I. R. 2010. Panduan Lengkap Itik Penebar Swadaya. Jakarta. (ID).
Susilorini. T. E. ED. AL. 2007. Budidaya 22 Ternak Potensial. Jakarta (ID :
Penebar Sawah Daya).
Wakhid. A. 2010. Buku Pintar Berternak Itik dan Bisnis itik. Media Jakarta (ID)
Yudhie. 2010. Program vaksinasi itik petelur (layer). http://yudistar.
Blogspot.com/2010/01/program – vaksin itik petelur. Htm.diakses pada 08
juli 2021.
17
LAMPIRAN
Lampiran 1 Manajemen Pemeliharaan
Pemberian Obat Kaloridin. Pemberian Pakan
Pencucian Telur yang Kotor Pengadukan Pakan
Penimbangan Itik Penimbangan Telor
Lampiran II Aplikasi Kegiatan Vaksinasi
Vaksinasi
18
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan pada tanggal 06 Desember 1999
Desa Paringgonan Kecamatan Ulu Barumun Kabupaten Padang
Lawas Provinsi Sumatera Utara. Penulis merupakan anak
pertama dari lima bersaudara dari pasangan bapak Zul Kifli
Daulay dan Ibu Erlina Donna Hasibuan. Pada tahun 2005
penulis mengeikuti pendidikan sekolah dasar di SDN 101560
Paringgonan, Pendidikan tingkat menengah pertama ditempuh pada tahun 2012 di
MTS.s AL-Hakimiyah Paringgonan dan diselesaikan pada tahun 2015. Penulis
menempuh sekolah menengah atas di MAN Sibuhuan dan Lulus Pada Tahun
2018, pada tahun 2018 Penulis Lulus Seleksi masuk Institut Pertanian Bogor
(IPB) Melalui Jalur Pemda Daerah dan diterima sebagai mahasiswa Program
Studi Teknologi dan Manajemen Ternak.
Saat menempuh Pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB) Penulis
melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) I selama satu bulan di 25
farm yang bergerak di bidang domba berlokasi di di desa aek latcat, kecamatan
barumun, kabupaten padang lawas, sumatera utara PKL tersebut di bombing oleh
ibu Annisa hakim S.Pt.M.Si. dan PKL 2 diperternakan Bapak Nasrun Arpai di
Desa Durian Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera
Utara dibawah Bimbingan Ibu Tera Fit Rayani S.PT, M. Si. Program PKL
tersebut di lakukan sebagai tugas akhir untuk mendapatkan gelar ahli madya
dalam bidang peternakan.