namakelompokX-PSPT:
OKTAVIANAPUTRIR(23)
NAZWANATANIAMEIVAIMAMIDA(18)
dongengMalinKundangsianakdurhaka
CeritaLegendaMalinKundangadalahsebuahlegendayangpalingpopulerdiIndonesia,
menceritakantentanganakyangtidakdurhakaterhadaporangtuanya,berikutkitasimak
kisahnya:
PadazamandahuluadasebuahceritadisebuahperkampungannelayanPantaiAirManisdi
daerahPadang,SumateraBarathiduplahseorangjandabernamaMandeRubayahbersama
seoranganaklaki-lakinyayangbernamaMalinKundang.MandeRubayahamatmenyayangidan
memanjakanMalinKundang.Malinadalahseoranganakyangrajindanpenurut.
MandeRubayahsudahtua,iahanyamampubekerjasebagaipenjualkueuntukmencupi
kebutuhaniadananaktunggalnya.Suatuhari,Malinjatuh-sakit.Sakityangamatkeras,
nyawanyahampirmelayangnamunakhirnyaiadapatdiseiamatkan-berkatusahakerasibunya.
Setelahsembuhdarisakitnyaiasemakindisayang.Merekaadalahibudananakyangsaling
menyayangi.Kini,Malinsudahdewasaiamemintaizinkepadaibunyauntukpergimerantauke
kota,karenasaatitusedangadakapalbesarmerapatdiPantaiAirManis.
“JanganMalin,ibutakutterjadisesuatudenganmuditanahrantausana.Menetaplahsajadisini,
temaniibu,”ucapibunyasedihsetelahmendengarkeinginanMalinyanginginmerantau.
“Ibutenanglah,tidakakanterjadiapa-apadenganku,”kataMalinsambilmenggenggam tangan
ibunya.“InikesempatanBu,kerenabelum tentusetahunsekaliadakapalbesarmerapatdi
pantaiini.AkuinginmengubahnasibkitaBu,izinkanlah”pintaMalinmemohon.Baiklah,ibu
izinkan.Cepatlahkembali,ibuakanselalumenunggumuNak,”kataibunyasambilmenangis.
MeskidenganberathatiakhirnyaMandeRubayahmengizinkananaknyapergi.KemudianMalin
dibekalidengannasiberbungkusdaunpisangsebanyaktujuhbungkus,“Untukbekalmudi
perjalanan,”katanyasambilmenyerahkannyapadaMalin.SetelahituberangkatiahMalin
Kundangketanahrantaumeninggalkanibunyasendirian.
Hari-hariterusberlalu,hariyangterasalambatbagiMandeRubayah.Setiappagidansore
MandeRubayahmemandangkelaut,“SudahsampaimanakahkamuberlayarNak?”tanyanya
dalam hatisambilterusmemandanglaut.laselalumendo’akananaknyaagarselaluselamat
dancepatkembali.
Beberapawaktukemudianjikaadakapalyangdatangmerapatiaselalumenanyakankabar
tentanganaknya.“Apakahkalianmelihatanakku,Malin?Apakahdiabaik-baiksaja?Kapania
pulang?”tanyanya.Namunsetiapiabertanyapadaawakkapalataunahkodatidakpernah
mendapatkanjawaban.Malintidakpernahmenitipkanbarangataupesanapapunkepada
ibunya.
Bertahun-tahunMandeRubayahterusbertanyanamuntakpernahadajawabanhinggatubuhnya
semakintua,kiniiajalannyamulaiterbungkuk-bungkuk.PadasuatuhariMandeRubayah
mendapatkabardarinakhodadulumembawaMalin,nahkodaitumemberikabarbahagiapada
MandeRubayah.
“Mande,tahukahkau,anakmukinitelahmenikahdengangadiscantik,putriseorangbangsawan
yangsangatkayaraya,”ucapnyasaatitu.
“MalincepatlahpulangkemariNak,ibusudahtuaMalin,kapankaupulang…,”rintihnyapilu
setiapmalam.Iayakinanaknyapastidatang.Benarsajatakberapalamakemudiandisuatuhari
yangcerahdarikejauhantampaksebuahkapalyangmegahnanindahberlayarmenujupantai.
Orangkampungberkumpul,merekamengirakapalitumilikseorangsultanatauseorang
pangeran.Merekamenyambutnyadengangembira.MandeRubayahamatgembiramendengar
halitu,iaselaluberdoaagaranaknyaselamatdansegerakembalimenjenguknya,sinar
keceriaanmulaimengampirinyakembali.Namunhinggaberbulan-bulansemenjakiamenerima
kabarMalindarinahkodaitu,Malintakkunjungkembaliuntukmenengoknya.
Ketikakapalitumulaimerapat,terlihatsepasanganakmudaberdiridianjungan.Pakaian
merekaberkiiauanterkenasinarmatahari.Wajahmerekacerahdihiasisenyum karenabahagia
disambutdenganmeriah.
MandeRubayahjugaikutberdesakanmendekatikapal.Jantungnyaberdebarkerassaatmelihat
lelakimudayangberadadikapalitu,iasangatyakinsekalibahwalelakimudaituadalah
anaknya,MalinKundang.Belum sempatparasesepuhkampungmenyambut,IbuMalinterlebih
dahulumenghampiriMalin.lalangsungmemeluknyaerat,iatakutkehilangananaknyalagi.
“Malin,anakku.Kaubenaranakkukan?”katanyamenahanisaktangiskarenagembira,
“Mengapabegitulamanyakautidakmemberikabar?”
Malinterkejutkarenadipelukwanitatuarentayangberpakaiancompang—campingitu.Iatak
percayabahwawanitaituadalahibunya.Sebelum diasempatberpikirberbicara,istrinyayang
cantikitumeludahsambilberkata,“Wanitajelekinikahibumu?Mengapadahulukaubohong
padaku!”ucapnyasinis,“Bukankahdulukaukatakanbahwaibumuadalahseorangbangsawan
yangsederajatdenganku?!”
Mendengarkata-katapedasistrinya,MalinKundanglangsungmendorongibunyahingga
tergulingkepasir,“Wanitagila!Akubukananakmu!”ucapnyakasar.
MandeRubayahtidakpercayaakanperilakuanaknya,iajatuhterduduksambilberkata,“Malin,
Malin,anakku.Akuiniibumu,Nak!MengapakaujadisepertiiniNak?!”MalinKundangtidak
memperdulikanperkataanibunya.Diatidakakanmengakuiibunya.lamalukepadaistrinya.
Melihatwanitaituberingsuthendakmemelukkakinya,Malinmenendangnyasambilberkata,
“Hai,wanitagila!lbukutidaksepertiengkau!Melaratdankotor!”Wanitatuaituterkapardipasir,
menangis,dansakithati.
Orang-orangyangmeilhatnyaikutterpanadankemudianpulangkerumahmasing-masing.
MandeRubayahpingsandanterbaringsendiri.Ketikaiasadar,PantaiAirManissudahsepi.
DilihatnyakapalMalinsemakinmenjauh.IatakmenyangkaMalinyangduludisayangitega
berbuatdemikian.
Hatinyaperihdansakit,lalutangannyaditengadahkannyakelangit.Iakemudianberdoadengan
hatinyayangpilu,“Ya,Tuhan,kalaumemangdiabukananakku,akumaafhanperbuatannyatadi.
TapikalaumemangdiabenaranakkuyangbernamaMalinKundang,akumohonkeadilanmu,Ya
Tuhan!”ucapnyapilusambilmenangis.Taklamakemudiancuacaditengahlautyangtadinya
cerah,mendadakberubahmenjadigelap.Hujantiba-tibaturundenganteramatlebatnya.
Tiba-tibadatanglahbadaibesar,menghantam kapalMalinKundang.Laiusambaranpetiryang
menggelegar.Saatitujugakapalhancurberkeping-keping.Kemudianterbawaombakhingga
kepantai.
Esoknyasaatmataharipagimunculdiufuktimur,badaitelahreda.Dikakibukitterlihat
kepingankapalyangtelahmenjadibatu.ItulahkapalMalinKundang!Tampaksebongkahbatu
yangmenyerupaitubuhmanusia.
ItulahtubuhMalinKundanganakdurhakayangkenakutukibunyamenjadibatukarenatelah
durhaka.Disela-selabatuituberenang-renangikanteri,ikanbelanak,danikantengiri.Konon,
ikanituberasaldariserpihantubuhsangistriyangterusmencariMalinKundang.
Sampaisekarangjikaadaombakbesarmenghantam batu-batuyangmiripkapaldanmanusia
itu,terdengarbunyisepertilolonganjeritanmanusia,terkadangbunyinyasepertiorangmeratap
menyesalidiri,“Ampun,Bu…!Ampuun!”kononitulahsuarasiMalinKundang,anakyangdurhaka
padaibunya.