The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Berbagi demi menggali mahir dalam tilawah Al-Qur'an, semoga berguna.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by gusgunawan728.1, 2024-01-17 02:49:55

TAHSIN AL-QURAN

Berbagi demi menggali mahir dalam tilawah Al-Qur'an, semoga berguna.

Keywords: tahsin,ilmu tahsin,baca Al-Qur'an,Al-Qur'an,tilawah

TAHSIN AL-QUR'AN Panduan Tahsin Al-Qur'an Tingkat Dasar A.Gunawan


TAHSIN AL-QUR'AN Panduan Tahsin Al-Qur'an Tingkat Dasar


TAHSIN AL-QUR’AN Oleh: A. Gunawan Hak cipta © 2022 RUMAH SYAFA PUBLISHER Editor Tim Redaksi Layout Tim Redaksi Desain Sampul Tim Redaksi Diterbitkan oleh: Rumah Syafa Publisher Jalan Pagarsih Bandung 40231


ii KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT yang telah memudahkan hamba-Nya dalam menghafal AlQur'an dan senantiasa menganugerahi daya dan upaya agar mampu mengamalkannya. Sebagaimana pengalaman penulis dalam mengajar baca tulis Al-Qur'an atau tahfidz (hafalan Al-Qur'an) di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kota Cimahi, terdapat beberapa hal yang penting dimiliki oleh siswa-siswi dalam belajar Al-Qur'an. Belajar Al-Qur'an baik teknik membaca, menulis maupun menghafal ayat-ayat AlQur'an perlu perhatian dan motivasi yang tinggi. Al-Qur'an adalah kitab suci yang menjadi pedoman hidup setiap muslim bahkan membacanya menjadi pahala per huruf bukan per ayat, maka mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Al-Qur'an harus menjadi prioritas utama. Tahsin Al-Qu'ran yang dipelajari dalam materi ini salah satu metode membaca AlQur'an yang mudah dipahami karena ditujukan untuk pemula. Materi yang dipelajari tidak terlalu banyak dan hanya membahas yang penting saja. Semoga pedoman ringkas tahsin Al-Qu'ran yang penulis susun ini menjadi amal ibadah bagi kita semua. Penulis


iii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.........................................................................................................ii DAFTAR ISI...................................................................................................................iii ILMU TAHSIN ................................................................................................................1 A. Pengantar Ilmu Tahsin..........................................................................................1 1. Definisi Ilmu Tahsin...........................................................................................1 2. Tingkatan dalam Ilmu Tahsin .............................................................................1 B. Tingkatan 1 : Dasar - dasar Tahsin..........................................................................2 1. Kaidah Pertama: Ayun Suara..............................................................................2 2. Kaidah Kedua: Tahan Suara ...............................................................................2 3. Kaidah Ketiga: Vocal Sempurna .........................................................................4 4. Kaidah Keempat: Lemah lembut di-sukun...........................................................4 5. Latihan Pengucapan Huruf-huruf Hijaiyah ...........................................................5 C. Tingkatan 2 : Huruf-huruf Hijaiyah .........................................................................6 1. Kaidah Pertama: Makhorijul Huruf .....................................................................6 2. Kaidah Kedua: SIfaatul Huruf .............................................................................8 PENERAPAN LAGU-LAGU TILAWAT AL-QUR'AN..............................................................11 TEKNIK MUROTTAL DAN TEKNIK MUJAWWAD ...............................................................13 MAQOM DAN CABANG-CABANGNYA ............................................................................14


1 ILMU TAHSIN A. Pengantar Ilmu Tahsin 1. Definisi Ilmu Tahsin Tahsin berarti perbaikan. Ilmu Tahsin berarti ilmu yang mempelajari bagaimana memperbaiki bacaan Al-Qur'an. Kata tahsin biasa digabungkan dengan kata tilawah sehingga menjadi tahsin tilawah atau perbaikan bacaan Al-Qur'an. 1 2. Tingkatan dalam Ilmu Tahsin Ilmu Tahsin memiliki 4 tingkatan (marhalah) 2 yang terdiri dari : Tingkatan 1 : Dasar-dasar Tahsin; Tingkatan 2 : Huruf-huruf Hijaiyyah; Tingkatan 3 : Penyempurnaan; Tingkatan 4 : Istilahat fil Qur'an. 1 Metode Tartila, hlm. 7 2 Metode Tartila, hlm. 8


2 B. Tingkatan 1 : Dasar - dasar Tahsin Dalam memulai pembelajaran Tahsin, perlu diketahui bahwa Tahsin memiliki dasardasar Tahsin. Berikut dasar-dasar Tahsin yang mesti dimiliki bagi yang hendak memperindah bacaan Al-Qu’ran. Terdapat 4 dasar Tahsin yaitu: 1. Ayun Suara; 2. Tahan Suara; 3. Vocal Sempurna; 4. Lemah lembut di-Sukun *Untuk menghafal di atas disingkat menjadi : A-Tah-Vo-Les Penjelasan mengenai dasar-dasar Tahsin dari kaidah pertama hingga kaidah terakhir sebagai berikut : 1. Kaidah Pertama: Ayun Suara Suara diayun dengan panjang 2 harkat, disaat bertemu dengan huruf mad (ي , و, ا (atau mad thabi'I dan ketika ada ha (هـ (diakhir atau mad shilat qoshiroh. Contoh : ع كن و د ا رب ّ ه ل ص ل - ل و ل ف ن ه ل ق ن ال ر جي م - إ ب ا ّلل م ن ال شي طا وذ 2. Kaidah Kedua: Tahan Suara Suara ditahan 2 harkat dan tidak tergesa-gesa pada saat membaca bacaan. Dan diantara hukum-hukum yang ditahan suara sebagai berikut : a. Gunnah Musyaddad Yaitu apabila terdapat huruf ن dan م yang bertasydid, contoh : ك وأ ما ب ن ع م ة ربّـ - نّا أ ن زلن اه ه م إ - ن ر زق و م ما b. Hukum Nun Mati dan Tanwin3 1) Idhar yaitu apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf idhar dan dibaca jelas (tidak perlu ditahan). Huruf Idhar yaitu : هـ غ ع خ ح ا contoh : م ن م - ن أ ذ ا ه و ن ح - ا سٍد إ م ي - ن س م ي ع ع ل ي 3 Kecuali Idhar dan Idgham bila gunnah *Lihat buku : Abdurohim, A.I. (2004). Pedoman Ilmu Tajwid Lengkap. Bandung : CV. Diponegoro


3 2) Idghom yaitu apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf idghom dan dibaca lebur. Idghom terdiri dari 2 macam, yaitu : a) Idghom bi gunnah (dibaca lebur dan ditahan), hurufnya yaitu : و م ن ي , contoh : مٍة م ن م - ه ن ن ع م ٍة م - ن ي ع م ل ك ل ب b) Idghom bila gunnah (dibaca lebur tetapi tidak ditahan), hurufnya yaitu : ر ل , contoh : د ن ك ه م م - ن ل م ن ربّ 3) Ikhfa yaitu apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf ikhfa, dibaca samar (ditahan dua harkat). Ikhfa terdiri dari 3 macam yaitu : a) Ikhfa Ab'ad (makhroj nun jauh dari makhroj huruf ikhfa ab'ad). Huruf Ikhfa Ab'ad yaitu : ق ك , contoh : م ن ق - ن كا ن م ب ل مة - ب ق يّ كت b) Ikhfa Aqrob (makhroj nun dekat makhroj huruf ikhfa aqrob). Huruf Ikhfa : contoh , ت ط د : yaitu Aqrob ي - ا ن ط ق ًسا د هاقً ن د كأ - ا ًدا أ c) Ikhfa Ausath (makhroj nun pertengahan makhroj huruf ikhfa ausath). Huruf : contoh , ث ج ذ ز س ش ص ض ظ ف yaitu Ausath Ikhfa م ن ش م - ٍّر نف ك ي ن 4) Iqlab yaitu apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ب dan dibaca "m", contoh : م ن ب ع د - ي ـــنب ذ ن ل


4 c. Hukum Mim Mati4 1) Idhar Syafawi yaitu apabila ada mim mati bertemu dengan seluruh huruf hijaiyah selain م dan ب dan tidak ditahan. Contoh : ه ه م و - م ض أن كان لوا 2) Ikhfa Syafawi yaitu apabila ada mim mati bertemu dengan huruf ب dan ditahan 2 harkat. Contoh : ه بذ ل ك م ب م ؤ من ي ن - ه م 3) Idghom Mimi yaitu apabila ada mim mati bertemu dengan huruf م dan ditahan 2 harkat. Contoh : ه م م ل م ؤ ص دة ث ه م ي لً – عل 3. Kaidah Ketiga: Vocal Sempurna5 Suara betul-betul sempurna ketika mengucapkan : a. Huruf berbaris fathah : buka rongga mulut dengan sempurna; b. Huruf berbaris kasroh : naikkan tengah lidah dengan sempurna; c. Huruf berbaris dlommah : monyongkan bibir dengan sempurna. 4. Kaidah Keempat: Lemah lembut di-sukun6 Suara mengalir dengan lembut ketika mengucapkan huruf sukun, hal ini dilakukan agar huruf terhindar dari : a. Suara memantul; b. Suara tertekan/jeda. 4 Kecuali Idhar Syafawi tidak ditahan * Lihat buku : Abdurohim, A.I. (2004). Pedoman Ilmu Tajwid Lengkap. Bandung : CV. DIponegoro. 5 Metode Tartila, Halaman : 13 6 Metode Tartila, Halaman : 14


5 5. Latihan Pengucapan Huruf-huruf Hijaiyah ًء أن أأن من المؤن مئيأ أن ءا أ إي أو بأ أو ا با بي بو بب بو با بن ببن من المبن مبيبا بنبا با تي تو بت تو تا تن تتن من المتن متيتا تنتا ثا ثي ثو بث ثو ثا ثن ثثن من المثن مثيثا ثنثا جا جي جو بج جو جا جن ججن من المجن مجيجا جنجا حا حي حو بح حو حا حن ححن من المحن محيحا حنحا خا خي خو بخ خو خا خن خخن من المخن مخيخا خنخا دا دي دو بد دو دًا دن ددن من المدن مديدا دندا


6 C. Tingkatan 2 : Huruf-huruf Hijaiyah Berkaitan dengan huruf – huruf Hijaiyah terdapat dua kaidah yaitu : 1. Makhorijul Huruf; 2. Sifaatul Huruf. 1. Kaidah Pertama: Makhorijul Huruf Makhorijul Huruf memiliki arti tempat-tempat keluar huruf. Pada saat membaca AlQur'an harus dibunyikan sesuai makhroj hurufnya. Salah makhroj dalam bacaan maka akan salah arti. Makhorijul Huruf terbagi atas 17 makhroj yang diklasifikasikan ke dalam lima maudli' (tempat) yaitu : a. Al-Jauf (الجوف (artinya rongga mulut (1 makhroj); b. Al-Halq (الحلق (artinya tenggorokan (3 makhroj); c. Al-Khoysyuum ( الخيشوم (artinya pangkal hidung (1 makhroj); d. Al-Lisaan (سانّالل (artinya lidah (10 makhroj); e. Asy-Syafatain (الشفتين (artinya dua bibir (2 makhroj). *Untuk menghafal di atas disingkat menjadi : Ja - Ha - Kho - Li – Sya a. Al-Jauf ( الجوف) Al-Jauf berarti rongga mulut. Huruf yang keluar melalui rongga mulut (al-jauf) terdapat 1 makhroj. Adapun huruf-huruf al-jauf adalah huruf-huruf mad yaitu : – ا .sukun yang و – ي b. Al-Halq (الحلق( Al-Halq berarti tenggorokan. Huruf yang keluar melalui tenggorokan (al-halq) terdapat 3 makhroj, yaitu : 1) Aqshol halq yaitu pangkal tenggorokan, huruf yang keluar adalah hamzah ( ء ) dan ha besar ( هـ;( 2) Wasthul halq yaitu tengah tenggorokan, huruf yang keluar adalah 'ain ( ع ( dan ha kecil ( ح;( 3) Adnal halq yaitu ujung tenggorokan, huruf yang keluar adalah kha' ( خ ( dan ;( غ ) ghain Huruf yang keluar melalui tenggorokan (al-halq) tediri dari huruf – huruf Idzhar


7 c. Al-Khoysyuum ( الخيشوم( Al-Khoysyuum berarti pangkal hidung (aqshol anfi), yang keluar bukan huruf melainkan bunyi dengung/sengau (gunnah) dan berkaitan dengan empat hokum yaitu ghunnah musyaddad, idgham bi gunnah, ikhfa dan iqlab. d. Al-Lisaan ( سانّالل) Al_lisaan berarti lidah. Huruf yang terletak pada lidah yang terdiri dari 18 huruf dan terbagi kepada 10 makhraj yaitu : 1) Aqshol lisan fauqo yaitu pangkal lidah atas, huruf yang keluar adalah qaf ( ق ); 2) Aqshol lisan asfal yaitu pangkal lidah bawah, huruf yang keluar adalah kaf ( ;(ك 3) Wasthul lisan yaitu tengah lidah, huruf-huruf yang keluar adalah ja' ( ج ,(ya ;( ش ) syin dan ) ي ) 4) Hâfatail lisân yaitu dua tepi lidah, huruf yang keluar adalah dla' (ض;( 5) Thorful lisan fauqo yaitu ujung lidah bertemu langit di hadapannya, huruf yang keluar adalah lam (ل;( 6) Thorful lisan asfal yaitu ujung lidah ke bawah dari makhraj lam huruf yang keluar adalah lam (ن;( 7) Thorful lisan aqrob yaitu ujung lidah dekat makhroj nun, huruf yang keluar adalah ra' (ر;( 8) Thorful lisan ma'a ushul tsanayal ulya' yaitu ujung lidah dengan pangkal gigi seri atas, huruf yang keluar adalah ta' (ت ;(tho' (ط ;(da' (د;( 9) Thorful lisan ma'a athrof tsanayal ulya' yaitu ujung lidah dengan ujung gigi seri atas, huruf yang keluar adalah tsa' (ث ;(zha' (ظ ;(dza' (ذ;( 10) Thorful lisan ma'a athrof tsanayas sulfa yaitu ujung lidah dengan ujung gigi seri bawah, huruf yang keluar adalah shad (ص ;(zai (ز ;(sin (س;( e. Asy-Syafatain (الشفتين ( Asy-Syafatain berarti dua bibir. Adapun huruf yang keluar melalui dua bibir terdapat dua makhraj yaitu : 1) Syafatus sufla ma'a athrof tsanayal 'ulya yaitu bibir bawah dengan ujung gigi atas, huruf yang keluar adalah fa' ( ف;( 2) Syafatain yaitu dua bibir atas dan bawah, huruf yang keluar adalah ma' ( م ,( ;( ب ) 'ba ), و ) 'wa


8 2. Kaidah Kedua: Sifaatul Huruf Sifaatul huruf memiliki arti karakteristik huruf. Sifaatul huruf berjumlah tujuh belas terdiri dari dua macam yaitu : a. Sifat mutadladah (sifat yang berlawanan); b. Sifat ghair mutadladah (sifat yang tidak memiliki lawan). Berikut penjelasan dari dua macam Sifaatul Huruf. a. Sifat mutadladah (sifat yang berlawanan); Terdapat 10 sifat yang berlawanan yang terdiri dari : Hams - Jahr, Syiddah - Rakhawah, Isti'la - Istifal, Ithbaq - Infitah, Idzlaq - Ishmat. *) Untuk menghafal di atas disingkat menjadi : Hajar Syirah Istri-istri indit laqmat. 1) Hams dan Jahr Hams berarti sifat huruf yang berkarakter keluar nafas karena tekanan yang lembut, huruf-hurufnya yaitu : ف – ح – ث – هـ - ش – خ – ص – س – ك – ت Jahr berarti sifat huruf yang berkarakter tertahan nafas karena tekanan yang kuat, huruf-hurufnya yaitu : ع – ظ – م – و – ز – ن – ق – ر – ء – ذ – ي – غ – ض – ج – د – ط – ل – ب 2) Syiddah dan Rakhâwah Syiddah berarti sifat huruf yang berkarakter tertahan suara karena tekanan yang kuat, huruf-hurufnya yaitu : ء – ج – د – ق – ط – ب – ك – ت Rakhâwah berarti sifat huruf yang berkarakter tidak tertahan suara karena tekanan yang lemah, huruf-hurufnya yaitu : خ – ذ – غ – ث – ح – ظ – ف – ض – ش – و – ص – ز – ي – س – ا – ه Syiddah dan Rakhâwah memiliki sifat huruf yang berada di antara keduanya yaitu Tawassuth sehingga memiliki sifat huruf yang berkarakter antara tertahan dan keluar suara, huruf-hurufnya yaitu : ل – ن – ع – م – ر 3) Isti'la dan Istifâl Isti'la berarti sifat huruf yang berkarakter terangkat lidah ke langit - langit, huruf - hurufnya yaitu : خ – ص – ض – غ – ط – ق – ظ


9 Istifâl berarti sifat huruf yang berkarakter terhampar lidah, huruf-hurufnya yaitu : ث – ب – ت – ع – ز – م – ن – ي – ج – و – د – ح – ر – ف – ه – ء – ذ – س – ل – ش – ك – ا 4) Infitah dan Ithbaq Infitah berarti sifat huruf yang berkarakter terbuka antara lidah dan langitlangit atas, huruf-hurufnya yaitu : م – ن – ء – خ – ذ – و – ج – د – س – ع – ت – ف – ز – ك – ا – ح – ق – ل – ه – ش – ر – ب – غ – ي – ث Ithbaq berarti sifat huruf yang berkarakter merapat antara lidah dan langitlangit, huruf-hurufnya yaitu : ص – ض – ط – ظ 5) Idzlâq dan Ishmât Idzlâq berarti sifat huruf yang berkarakter ringan suara karena keluar dari ujung lidah atau bibir, huruf-hurufnya yaitu : ف – ر – م – ن – ل – ب Ishmât berarti sifat huruf yang berkarakter berat suara yang keluar selain huruf ujung lidah atau bibir, huruf-hurufnya yaitu : ج – ز – غ – ش – س – ا – خ – ط – ص – د – ث – ق – ت – ء - ذ – و – ع – ظ – هـ - ي – ح – ض – ك b. Sifat ghair mutadladah (sifat yang tidak memiliki lawan). Terdapat 7 sifat yang tidak berlawanan yang terdiri dari : Shafir, Qolqolah, Lin, Inhirof, Takrir, Tafasysyi dan Istitholah. *) Untuk menghafal di atas disingkat menjadi : Sha-Qola-Ta-Ta- Li-Is-In 1) Shafir berarti sifat huruf tambahan berkarakter kuat antara ujung lidah dan gigi seri, huruf-hurufnya yaitu : س – ز – ص 2) Qolqolah berarti sifat huruf tambahan berkarakter kuat dan jelas dengan menekan makhroj huruf yang bersukun, huruf-hurufnya yaitu : ط – د – ج – ب - ق 3) Takrir berarti sifat huruf berkarakter diulang-ulang (bergetar) di ujung lidah, hurufnya yaitu : ر 4) Tafasysyi berarti sifat huruf berkarakter menyebar angin dalam mulut, hurufnya yaitu : ش


10 5) Lin berarti sifat huruf berkarakter lunak pada huruf lin yang sebelumnya ada huruf berbaris fathah, huruf-hurufnya yaitu : ي - و 6) Istitholah berarti sifat huruf berkarakter memanjang dari tepi pangkal lidah menyentuh gigi geraham sampai dengan ujung lidah, hurufnya yaitu : ض 7) Inhirof berarti sifat huruf berkarakter condong ke ujung lidah atau tengah lidah, huruf-hurufnya yaitu : ر - ل


11 PENERAPAN LAGU-LAGU TILAWAT AL-QUR'AN Pembahasan mengenai Ilmu Tahsin selanjutnya adalah bagaimana suara yang keluar ketika membaca Al-Qur’an dapat dilakukan dengan lebih mengena di dalam hati sanubari pembacanya, terlebih lagi di hati para pendengarnya. Dalam membaca Al-Qur’an (tilawat Al-Qur’an) agar lebih indah dapat menggunakan 2 lagu sebagai berikut : 1. Lagu Gembira terdiri dari 3 lagu yaitu : (Disingkat Ro-Ba-Na) a) Ro : Rosta 'alan Nawa b) Ba : Bayati c) Na : Nahawand 2. Lagu Sedih terdiri dari 4 lagu yaitu : (Disingkat Hi-Ji-So-Sis) a) Hi : Hijaz b) Ji : Jiharkah c) So : Soba d) Sis : Sika Untuk menghafal lagu-lagu tersebut dapat disingkat menjadi : Ba-So-Hi-Ji-Ni-Ka-Raos (Bayati, Soba, Hijaz, Jiharkah, Nihawand, Sikah, Ros) Selain menggunakan lagu-lagu dalam Tilawah Al-Qur’an tersebut. Perlu diketahui juga model bacaan dalam tilawah Al-Qur’an yang terdiri dari 3 yaitu : 1. Tahqiq, saat membaca Al-Qur’an dengan lambat, biasanya digunakan dalam perlombaan membaca Al-Qur’an seperti MTQ. 2. Tartil, saat membaca Al-Qur’an dengan kecepatan yang sedang, tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat, sebagaimana kita lakukan pada saat tadarus dan saat membaca di dalam shalat 3. Tadwir atau Hadr (Cepat), saat membaca Al-Qur’an dengan tempo yang cepat dengan tetap memperhatikan hak dan mustahak hurufnya. Dalam penerapan lagu-lagu melalui Tilawat Al-Qur’an, maka setiap yang membaca AlQur’an akan terikat dengan 4 hal yang terdiri dari Lagu-Fariasi-Suara dan Nada diisngkat menjadi La-Fadz-Sun-Da (Lagu, Fariasi, Suara dan Nada). Sebagai contoh saat kita menggunakan lagu Bayati, maka penjabarannya sebagai berikut:


12 Lagu : Bayati Nada : terdapat 12 bentuk nada Fariasi : terdapat 1 fariasi yaitu Syuri Suara : Dalam lagu Bayati terdapat 3 tingkatan suara yaitu : a) Rendah/dasar atau Qarar b) Menengah atau Nawa & Jawab c) Tinggi atau Jawabul Jawab Berikut adalah Tausyi' atau Qasidah (Syair Bayati) yang dapat menjadi pedoman lagu bayati ن و ر الن ُ ي ِ يب عل ى ا لع وي ي ال أ س ف ار ا # فأ ب ن أ س ب ب ا ش الر ي اد و أ ظ ه اراُ شو ير ي ع يل ة ا م ي سل ق ر ا ر و اع ه ك ا # و ال ف ر أ ص ب ح ج ي ش ه م ت ق ه ي ق را م ل ا أ ت ى خ ي م ب ي ل ن ي ا دي ي ي ن ي ه ل # و ا ن م ا ع ق د ا لغ واة ي م ن ا لع رى ه ام جي وا ي يب ع ا لن ُ ي ِ يبُ و ي د ي ي ن ي ه ك ف ل # و ا رُ ب ع د ا لع يف ر ص ار م ن ِكي راُ و اس ت ش ب يب روا ص ل ط ف ن ى وبي ه ويري ص ك ل ل # و ا اح م ه ي لِ ل و م ك ي ِ با


13 TEKNIK MUROTTAL DAN TEKNIK MUJAWWAD Teknik murottal adalah teknik membaca Al-Qur’an yang santai dengan penerapan tajwid yang baik melalui irama yang datar tidak terikat pakem tertentu. Sedangkan teknik mujawwad adalah teknik membaca Al-Qur’an yang menggunakan irama tertentu dan membutuhkan teknik pernapasan tingkat tinggi dengan ritme yang lebih lambat daripada murottal. Biasanya digunakan dalam perlombaan ataupun acara-acara tertentu. Dalam teknik mujawwad diperhatikan pula panjang harokat, hanya setiap orang berbeda dalam satuan ketukan sehingga bagi menghasilkan suara berbeda. Para Qari pada umumnya mengkhususkan dirinya adalah Qari Mujawwad saja atau Qari Murottal saja. Qari Murottal yang terkenal misalnya adalah Syeikh Mishary Rayid Al Afasy. Qari Mujawwad yang terkenal antara lain Muammar ZA dari Indonesia.


14 MAQOM DAN CABANG - CABANGNYA Lagu dalam tilawah Al-Qur’an sering disebut Maqom. Adapun maqom memiliki cabang yang terdiri dari 10 cabang yang berbeda, akan tetapi cabang yang terkenal hanya ada 7 yaitu : 1. Maqom Bayati; 2. Maqom Siika; 3. Maqom Hijaz; 4. Maqom Jiharkah; 5. Maqom Nahawand; 6. Maqom Ros; 7. Maqom Soba. Untuk menghafal cepat, kita singkat menjadi : Ba - Sho’ - Hi - Ji - Ni - Ka - Raos 1. Maqom Bayati Maqom bayati terdiri dari 6 cabang yaitu : a. Bayati Asli Qoror; b. Bayati Asli Nawa; c. Bayati Syuri; d. Bayati Husaini; e. Bayati Asli Jawab; f. Bayati Asli Syuri Jawabul jawab. 2. Maqom Sika Maqom Sika’ terdiri dari 3 cabang yaitu : a. Sika Asli; b. Sika Turki; c. Sika Mesir 3. Maqom Hijaz Maqom Hijaz terdiri dari 4 cabang yaitu : a. Hijaz Asli; b. Hijaz Kar; c. Hijaz Kar Kard; d. Hijaz


15 4. Maqom Jiharkah Maqom Jiharkah terdiri dari 2 cabang yaitu : a. Jiharkah Asli; b. Jiharkah Jawab. 5. Maqom Nahawand Maqom Nahawand terdiri dari 3 cabang yaitu : a. Nahawand; b. Nahawand Jawab; c. Nahawand Mesir. 6. Maqom Rost Maqon Rost terdiri dari 3 cabang yaitu : a. Rost; b. Rost Asli Jawab; c. Rost ‘ala Nawa. 7. Maqom Shoba’ terdiri dari 6 cabang yaitu : a. Shoba’ Asli; b. Jawab Shoba’; c. Jawab Shoba’ ‘ala ‘ajam; d. Shoba’ Asli; e. Jawab Shoba’ ‘alal mustankar; f. Shoba’ Munawa’. Dari maqom – maqom yang ada apabila dijumlahkan maka terdapat 27 maqom.


16 AYAT-AYAT AL-QUR'AN YANG DIPAKAI DALAM ACARA Musabaqoh Tilawatil Qur'an 1. Surah bani Israil ayat 78 - 82 2. Surah Thoha ayat 1 - 14 3. Surah fatir ayat 29 - 35 4. Surah Hasyr ayat 18 - 24 5. Surah An-Naml ayat 88 - 93 6. Surah Azzumar ayat 22 - 28 7. Surah Al-Qoshos ayat 83 - 88 8. Surah As-Syuro ayat 50 - 53 Demonstrasi atau Lomba Pidato 1. Surat An-Nahl ayat 124 - 128 2. Surah Al-Hijr ayat 87 - 99 3. Surah Ar-Ruum ayat 20 - 25 4. Surah Ibrahim ayat 1 - 5 5. Surah Az-Zariyat ayat 38 - 58 Pembagian Hadiah 1. Surat Al Baqarah ayat 48 - 52 2. Surat Ad-Dahr ayat 10 - 22 3. Surat Al Ankabut ayat 5 - 13 4. Surat an Nisa' ayat 122 - 126 5. Surat Az-Zumar ayat 52 - 58 Laporan Umum Organisasi 1. Surat al Kahfi ayat 102 - 110 2. Surat Al Isra' ayat 9 - 15 3. Surat AT-Taubah ayat 119 - 122 4. Surat An Nisa' ayat 122 - 126 5. Surat an Naziah ayat 27 - 46 6. Surat Al Ankabut ayat 5 - 10


17 Pekan Perkenalan atau PPDB atau OSPEK atau Ta'aruf Kampus 1. Surat Al Hujurat ayat 13 - 18 2. Surat Lukman ayat 14 - 19 3. Surat An Nahl ayat 90 - 96 4. Surat Ali Imran ayat 102 - 108 5. Surat AL fath ayat 1 - 8 6. Surat Az Zariyat ayat 51 - 60 7. Surat As Saba ayat 46 – 50 Peringatan Tahun Baru 1. Surat At-Taubah ayat 34 - 38 2. Surat Bani Israil ayat 23 - 28 3. Surat Yusuf ayat 3 - 10 4. Surat Al An'am ayat 95 - 99 5. Surat Ali Imran ayat 190 - 194 Hari Raya Idul Fitri 1. Surat Ali Imran ayat 133 - 136 2. Surat An Nahl 90 - 93 Hari Raya Qurban 1. Surat Ashoffat ayat 96 - 111 2. Surat Ibrahim ayat 35 - 39 3. Surat Al Maidah ayat 27 - 31 4. Surat Al Hajj ayat 25 - 29 Malam Nuzulul Qur'an 1. Surat Thoha ayat 1 - 14 2. Surat al Isra ayat 78 - 88 3. Surat As Syura 50 - 53 4. Surat Luqman ayat 1 - 9 5. Surat Al fatir ayat 29 - 35


18 Pertemuan di Awal Ramadhan 1. Surat Al Baqarah ayat 183 - 185 2. Surat Al Ahzab ayat 35 - 37 3. Surat Al Baqarah ayat 186 - 187 Pringatan Maulid Nabi Muhammad Shollallahu 'Alaihi Wasallam 1. Surat Al Ahzab ayat 36 - 40 2. Surat Al Fath ayat 27 - 29 3. Surat Ali Imran ayat 144 - 148 4. Surat An Nisa' ayat 59 - 63 5. Surat Al Anfal ayat 20 - 26 6. Surat An Nisa' 79 - 84 Walimatul Ursy (Pernikahan) 1. Surat An Nisa' ayat 1 - 4 dan 19 - 22 dan 34 - 36 2. Surat Ar Ruum ayat 20 - 25 3. Surat An Nuur ayat 32 - 34 4. Surat Al Baqarah ayat 221 - 223 Walimatul Khitan atau untuk Kelahiran 1. Surat At-Taghobun ayat 11 - 16 dan 13 - 18 2. Surat As Saba ayat 34 - 39 3. Surat Al Qof ayat 10 - 14 4. Surat Fathir ayat 10 - 12 5. Surat AN Nahl ayat 120 - 125 Halal bi halal 1. Surat Ali Imran ayat 133 - 136 2. Surat Al Isra ayat 13 - 19 3. Surat Taghobun ayat 11 - 16 4. Surat An Nahl ayat 97 - 102 Tasyakuran 1. Surat Ibrahim ayat 4 - 8 dan 31 - 36 2. Surat Luqman ayat 12 - 16 3. Surat Ar Rahman ayat 1 - 21 Isra' Mi'raj 1. Al Isra ayat 1 - 6 2. An Najm ayat 1 - 25


Click to View FlipBook Version