cut nyak dhien gelora jiwa pemimpin Langkah Pemimpin Wanita Aceh
identitas buku Judul : Gelora Jiwa Pemimpin Cut Nyak Dhien Penulis : Shavina Rahmalia Editor : Shavina Rahmalia Penata Letak : Shavina Rahmalia Penerbit : PT Kompas Gramedia Cetakan : 1. Tangerang 2023 Ukuran : A5 Jumlah Halaman : 37
daftar isi Masa Kecil Cut Nyak Dhien Perjalanan Cut Nyak Dhien Perlawanan Bersama Suami Kelanjutan Perjuangan Cut Nyak Dhien Setelah Kepergian Teuku Umar Strategi Perang Infografis 5 18 23 14 1 27
Segala puji hanya milik Allah SWT, karena dengan atas segala Rahmat yang diberikan, perancangan buku interaktif berjudul “Gelora Jiwa Pemimpin Cut Nyak Dhien” ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Penulis juga mengucapkan rasa terima kasih dan syukur kepada seluruh pihak yang telah membantu penulis dalam menjalani proses perancangan buku ini dari tahap awal hingga tahap finishing. Adapun buku interaktif ini memuat berbagai informasi berupa biografi, sejarah, perjalanan hidup, timeline perang, dan strategi perang dari seorang tokoh pahlawan wanita Indonesia yang bernama Cut Nyak Dhien. Penulis menyadari akan banyaknya keterbatasan sumber informasi dan pengetahuan mengenai Cut Nyak Dhien, sehingga dalam perancangan buku interaktif ini masih belum sempurna. Namun, penulis memastikan bahwa buku interaktif ini dapat memberikan manfaat yang baik kepada pembaca. Dengan begitu, penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran dari para pembaca agar buku interaktif ini dapat dievaluasi dan dikembangkan lagi menjadi lebih baik kedepannya. kata pengantar Tangerang, 24 Oktober 2023 Penulis, Shavina Rahmalia
masa kecil cut nyak dhien 1
Tahun 1848, merupakan tahun dimana Cut Nyak Dhien lahir ke dunia di daerah kampung Lam Padang Peukan Bada, di wilayah VI Mukim, Kota Aceh. Cut Nyak Dhien merupakan aak yang memiliki garis ketururnan bangsawan yang berasal dari ibunya yang merupakan putri dari seorang Uleebalang Lampagar. Sedangkan ayahnya memiliki nama Teuku Nanta Setia yang merupakan keturunan dari Machmoed Sati. Kedua orangtua dari Cut Nyak Dhien terkenal sebagai orang yang taat beragama. Cut Nyak Dhien lahir sebagai sosok seorang gadis dengan paras yang cantik dan kepintarannya dalam bidang keilmuan dan pendidikan agama. Saat kecil, beliau dididik oleh orangtuanya mengenai ilmu agama dan tradisi budaya yang dimilikinya. Meskipun ia tidak memasuki dunia pendidikan seperti sekolah, namun ia memiliki wawasan dan ilmu yang cukup luas. 2
Semasa kecilnya, ia benar-benar dididik oleh orangtuanya untuk bisa menjadi sosok perempuan yang tangguh, cerdas, tegas, namun juga memiliki kepribadian yang anggun dan lembut. Itulah bagaimana pengaruh didikan orangtuanya dalam membentuk kepribadian Cut Nyak Dhien sejak kecil yang dapat dijadikan pembekalan setelah dewasa nanti. Selain mempelajari tentang ilmu pengetahuan dan tradisi budaya, Cut Nyak Dhien juga mempelajari ilmu tentang berumah tangga dan mulai belajar memasak, cara menghormati calon suami, dan juga hal-hal lainnya yang didapat dari sang ibunda tercintanya. Namun di usianya yang masih 14 tahun, Cut Nyak Dhien akhirnya dinikahkan dengan sesosok pahlawan laki-laki yang bernama Teuku Ibrahim Lamnga. Sang suaminya tersebut juga merupakan keturunan dari Uleebalang Lam Nga XIII yang sama seperti ibunya Cut Nyak Dhien. Beliau juga memiliki kepribadian yang berwawasan tinggi dan merupakan sosok pria yang taat beragama. Namun sayangnya, Teuki Ibrahim kerap meninggalkan Cut Nyak Dhien dengan anak laki-laki mereka di rumah untuk melakukan peperangan melawan Belanda. Sehingga semasa mudanya, Cut Nyak Dhien terus belajar caranya menjadi seorang istri sekaligus ibu yang baik dan terus mendukung suaminya dalam melakukan peperangan demi kemerdekaan Tanah Air Indonesia. Namun sayangnya, Teuku Ibrahim tewas dalam pertempuran pada tanggal 29 Juni 1878. 3
“Seorang ibu tidak mengirimmu ke dunia tanpa persiapan. Dia mengirimmu keluar dengan cintanya, doanya, dan kekuatannya untuk membimbingmu” 4
perjalanan cut nyak dhien 5
Setelah kepergian suaminya (Teuku Ibrahim), Cut Nyak Dhien terus mengalami masa berkabung dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal yang semakin membuatnya sedih adalah sang almarhum suami telah pergi dengan meninggalkan titipan berupa seorang anak lakilaki kepada Cut Nyak Dhien, sehingga ia harus merawatnya sendirian di tengah-tengah gempuran peperangan yang terjadi di Indonesia. 6
Setelah melalui masa berkabung yang cukup lama, Cut Nyak Dhien bertemu dengan seorang laki-laki gigih dan pemberani yang bernama Teuku Umar. Beliau merupakan sosok laki-laki yang unggul dalam peperangan. Beliau juga merupakan sepupu dari dari Cut Nyak Dien, tetapi Cut Nyak Dien jarang bertemu dengan Teuku Umar sebelumnya. Kematian Teuku Ibrahim sangat memilukan bagi warga Aceh karena mereka merasa kehilangan sesosok pejuang Tanah Air di negara ini. Sehingga muncul harapan Cut Nyak Dhien terhadap Teuku Umar dalam konteks kepahlawanan. Muncul karismatik yang menyebar dari dalam diri Teuku Umar, sehingga timbul rasa kagum dari Cut Nyak Dhien yang kemudian ia menaruh hati kepada Teuku Umar. Seiring berjalannya waktu, mereka berdua pun menjadi saling mengagumi dan kemudian pada tahun 1880 dan dikaruniai seorang anak perempuan yang diberi nama Cut Gambang. Cut Nyak Dhien kerap membantu suaminya berkontribusi dalam peperangan melawan Belanda di berbagai pertempuran. 7
Bersama suaminya, Teuku Umar, Cut Nyak Dhien kembali terjun ke medan pertempuran melawan pasukan Belanda. Mereka berdua merupakan sepasang kekasih yang dianggap berjaya memimpin pasukan Aceh dan melakukan perlawanan di medan tempur. Selama 3 tahun Teuku Umar berpura-pura menyerahkan diri kepada pasukan Belanda untuk menjalin kerja sama. Padahal tujuan utama dari penyamaran tersebut adalah untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh Belanda dalam peperangan. 8
teuku umar gugur dalam pertempuran Pada tanggal 11 Februari 1899 9
Kepergian Teuku Umar merupakan kedua kalinya Cut Nyak DHien harus merasakan kehilangan seorang suami. Hal ini membuahkan amarah dan dendam yang membara dari Cut Nyak Dhien. Beliau bersumpah untuk menghancurkan rakyat Belanda. Kemudian tidak lama dari itu ia memutuskan untuk bergabung dengan Angkatan Militer Indonesia 10
cut nyak dien menghadapi tentara belanda 11
12
cut nyak dien dinyatakan wafat pada tanggal 6 November Tahun 1908 13
perlawanan bersama suami 14
keterlibatan aktif perjuangan bersama suami Semenjak menikah dengan Teuku Umar, Cut Nyak Dhien kerap terlibat dalam peperangan bersenjata melawan pasukan Belanda. Mereka berdua merupakan pasangan yang memegang kendali pasukan dan menjadi pemimpin dalam peperangan. Cut Nyak Dhien turut terlibat aktif dalam pertempuran bersama sang suaminya. Mereka diyakini sebagai pasangan yang memiliki semangat juang yang tinggi dalam peperangan melawan Belanda. 15
pengaruh dan warisan pengaruh terhadap wanita aceh Semangat perjuangan yang dimiliki oleh Cut Nyak Dhien bersama sang suami memberikan pengaruh yang positif bagi warga Aceh dan menciptakan simbol ketangguhan dalam menghadapi segala kekejaman dan penindasan yang ada. Sehingga kisah mereka menjadi warisan berupa inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sejarah perjuangan Cut Nyak Dhien juga memberikan pengaruh kepada wanita-wanita Indonesia terutama para wanita Aceh karena beliau mampu memotivasi mereka untuk mengerahkan bala bantuan di medan perang dalam hal dukungan logistik, tenaga medis, dan pertempuran. 16
pendukung dan motivator kolaborasi Cut Nyak Dhien merupakan sosok pejuang perempuan yang aktif di medan pertempuran, sedangkan sang suami merupakan seorang panglima perang. Dengan begitu, terciptalah suatu kolaborasi di antara mereka berdua dalam menghadapi pasukan Belanda. Cut Nyak Dhien merupakan sosok pejuang yang dapat membangkitkan semangat para pejuang lainnya. Beliau juga mampu menambah dukungan dari masyarakat dan tetap mempertahankan semangat para pejuangnya walaupun sedang berada di ambang kesulitan. 17
kelanjutan perjuangan cut nyak dhien setelah kepergian teuku umar 18
pppeeemmmiiimmmpppiiinnn pppeeerrrlllaaawwwaaannnaaannn kkkeeelllaaannnjjjuuutttaaannn pppeeerrrjjjuuunnngggaaannn Meskipun dengan kehilangan suaminya menjadi suatu pukulan terbesar bagi Cut Nyak Dhien, tetapi Cut Nyak Dhien pantang menyerah dan tetap berupaya untuk menjaga semanagat dalam diri dalam memimpin pasukan Aceh. Cut Nyak Dhien menggantikan posisi Teuku Umar yang merupakan sentral dalam peperangan. Ia akhirnya mengambil alih peran pemimpin pasukan dan mulai mengatur strategi perang. 19
pppeeennnaaannngggkkkaaapppaaannndddaaannn pppeeennngggaaasssiiinnngggaaannn dddooorrrooonnngggaaannn iiinnnssspppiiirrraaatttiiifff Sesulit apapun jalan dan rintangan yang dilaluinya, Cut Nyak Dhien tetap tidak patah semangat dan terus memberikan motivasi dan inspirasi untuk para pejuang Aceh. Perjuangannya tidak pernah gagal dalam membangkitkan semangat para pejuang Aceh dalam medan pertempuran. Setelah sekian lama melanjutkan perjuangan sang suaminya sendirian, Cut Nyak Dhien akhirnya berhasil ditangkap oleh pasukan Belanda pada tahun 1901. Kemudian tidak lama dari itu, ia dibawa dan diasingkan ke Pulau Jawa. 20
21
““kkiittaa ttiiddaakk aakkaann mmeennaanngg bbiillaa kkiittaa mmaassiihh tteerruuss mmeennggiinnggaatt sseemmuuaa kkeekkaallaahhaann”” 22
strategi perang 23
strategi gerilya pemanfaatan medan tempur Strategi Gerilya merupakan strategi perang yang biasanya dilakukan oleh para pejuang di medan pertempuran. Strategi ini dilakukan dengan cara menyerang secara cepat dan mendadak. Setelah penyergapan tersebut, mereka kemudian kembali ke daerah yang sulit dijangkau oleh lawan. Sehingga taktik ini lebih berfokus kepada penyerangan. Cut Nyak Dhien pernah melakukan strategi ini dalam perang melawan Belanda. Cut Nyak Dhien mempunyai keunggulan dalam menguasai pengetahuan tentang medan tempur di Aceh. Sehingga ia dapat memimpin pasukan Aceh menuju ke jalur yang sulit untuk dijangkau pasukan Belanda. Sehingga jalan-jalan tersebut merupakan salah satu keunggulan yang dapat menunjang kegiatan perlawanan oleh pasukan Aceh. 24
perang penyergapan pengetahuan lokal Teknik penyergapan yang dilakukan oleh Cut Nyak Dhien adalah dengan memilih beberapa tempat yang dimana para tentara Belanda rawan tertangkap dan mudah terkecoh di sana. Selain itu, tempat tersebut juga menjadi keunggulan bagi pasukan Aceh untuk melakukan perlawanan dari berbagai arah. Cut Nyak Dhien juga memiliki kepintaran dalam memahami kondisi geografis di wilayah sekitar, contohnya adalah pemahaman mengenai kondisi cuaca dan budaya Aceh untuk menentukan taktik perang. Sehingga rata-rata taktik yang digunakan menjadi relevan dan efektif untuk digunakan. 25
informasi intelijen motivasi dan semangat Selain taktik perang yang mengandalkan tenaga dan fisik, Cut Nyak Dhien juga memberikan dorongan berupa semaangat perjuangan kepada seluruh pasukan Aceh agar mampu bertahan di kondisi apapun. Tujuannya adalah agar jumlah pasukan Aceh tidak berkurang dan rakyat Aceh masih memiliki nilai juang yang tinggi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Cut Nyak Dhien mampu memperoleh banyak informasi mengenai gerak-gerik pasukan Belanda. Informasi ini menjadi bahan dukungan bagi Cut Nyak Dhien dalam enentukan strategi perang. Cut Nyak Dhien mendapatkan informasi-informasi tersebut karena banyaknya jaringan orang yang beliau miliki. 26
infografis 27
28
penutup IDENTITAS BUKU Judul : Gelora Jiwa Pemimpin Cut Nyak Dhien Penulis : Shavina Rahmalia Editor : Shavina Rahmalia Penerbit : PT Kompas Gramedia Cetakan : 1. Tangerang 2023 Ukuran : A5 Jumlah Halaman : 37 identitas buku Buku ini cukup bagus dan mudah untuk dipahami oleh seluruh kalangan masyarakat Indonesia, sehingga buku ini dapat dijadikan sebagai referensi terutama untuk bahan ajar muridmurid di sekolahan maupun perkuliahan. Sejarah perjalanan dan tokoh dari Cut Nyak Dhien yang terdapat pada buku ini memiliki cerita yang mampu menginspirasi banyak orang terutama kalangan wanita Indonesia. Meskipun dengan adanya kelebihan tersebut, penulis menyadari akan adanya kekurangan pada buku ini terutama penyajian informasi dan sejarah yang masih kurang.
daftar pustaka Kristina. (2021, November 11). Cut Nyak Dien, Lahir dari Keluarga Bangsawan dan DIdidik di Lingkungan Masjid. detikedu. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5805933/cut-nyak-dienlahir-dari-keluarga-bangsawan-dan-dididik-di-lingkungan-masjid Srikandi, C. N. (2021). Representasi Sosok Cut Nyak Dien Sebagai Agensi Feminisme Alternatif dalam FIlm Tjoet Nja’Dhien. 20(3), 387-404 Rino, A. (2019, November 8). Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien, Dua Sejoli Pembakar Semangat Petriotisme Rakyat Aceh. Liputan6. https://www.liputan6.com/regional/read/4104917/teuku-umar-dancut-nyak-dhien-dua-sejoli-pembakar-semangat-patriotisme-rakyataceh?page=2 Nurkholish< G. A. (2019). PENGASINGAN CUT NYAK DHIEN DI SUMEDANG TAHUN 1906-1908 M. Skripsi. 1-113 Kamran, D. (2022, August 26). Jalan Perjuangan Cut Nyak Dien. REPUBLIKA. https://www.republika.id/posts/31204/jalanperjuangan-cut-nyak-dien
about author Shavina Rahmalia lahir di Batam pada tahun 2004. Shavina merupakan seorang mahasiswi dari Universitas Multimedia Nusantara angkatan 2022 dan mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual. ia memiliki minat dan bakat dalam menggambar. Sejak kecil hampir setiap hari ia menghabiskan waktunya dengan menggambar berbagai jenis objek, subjek, dan pemandangan. Ia merancang buku ini dengan penuh semangat dan memiliki harapan bahwa buku ini dapat menarik minat masyarakat agar mau membacanya. Shavina memiliki persepsi bahwa orangorang lebih senang melihat gambar dan mudah mengingat sesuatu dengan dukungan visual. Sehingga buku ini ia rancang dengan beragamnya gambar ilustrasi yang dirancang oleh tangannya sendiri. Nama : Shavina Rahmalia Tahun Kelahiran : 2004 Asal : Batam Status : Pelajar / Mahasiswa Pendidikan : Universitas Multimedia Nusantara Jurusan : Desain Komunikasi Visual Email: [email protected] Instagram: @shavinarr
Cut Nyak Dhien merupakan sebuah nama yang tidak asing didengar oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ya, beliau merupakan seorang tokoh pahlawan wanita Indonesia yang berasal dari Aceh. Kontribusinya dalam medan tempur melawan belanda memberikan banyak pengaruh positif yang mampu mendorong rakyat Indonesia untuk mencapai kemerdekaan. Kira-kira bagaimana kisah hidup Cut Nyak Dhien? Apa sajakah taktik atau cara berperang Cut Nyak Dhien melawan pasukan Belanda? Hal apa saja yang dapat dijadikan inspirasi dari tokoh Cut Nyak Dhien tersebut? Apa peran beliau di medan pertempuran? Buku yang berjudul Gelora Jiwa Pemimpin Cut Nyak Dhien ini merupakan buku yang menyajikan beberapa informasi yang dapat menjawab berbagai pertanyaan di atas. Anda juga dapat menemukan banyak ilustrasi atau gambar visual yang menarik di dalamnya.