Negara Indonesia (3) Lulus dari pendidikan : SMU/SMA/MA/SMK/MAK
atau sederajat atau paket C (4) Usia calon peserta maksimal 27 tahun pada
awal tahun akademik (5) Memiliki kesehatan yang dapat mendukung
kelancaran proses pembelajaran. Persyaratan Khusus untuk jalur minat PMDP
adalah nilai raport minimal 70 untuk setiap mata pelajaran sejak semester I
sampai dengan semester V, Bila nilai skala 1 – 4 maka harus dikonfersi ke
skala 0 – 100 sesuai peraturan yang berlaku, Mempertimbngkan penghargaan
atau prestasi calon peserta, Sekelsi calon dilakukan sebelum ujian tulis,
Mekanisme seleksi ditetapkan oleh masing-masing poltekkes. Peserta Lintas
Provinsi di dilaksanakan untuk semua prodi dipoltekkes khususnya untuk
prodi spesifik yang tidak ada di poltekkes Makassar. Poltekkes Makassar
memfasilitasi pendaftar jalur lintas provinsi ke poltekkes tujuan. Selanjutnya
poltekkes tujuan juga memfasilitasi calon mahasiswa jalur lintas provinsi.
Proses Seleksi calon mahasiswa baru di laksanakan melalu; Seleksi
Administrasi yang dilaksanakan oleh panitia sipenmaru yang meliputi surat
keterangan lulus/surat keterangan kelas XII atau Ijazah. Seleksi ujian tulis,
Rasio pengawas dengan peserta adalah 1:20. Pemeriksaan hasil ujian tulis
yang dilaksanakan oleh panitia Poltekkes Kemeneks Makassar; Pemeriksaan
kesehatan, Mata, Fisik, Bebas Narkoba. Peringkat kelulusan bagi peserta
sipenmaru dengan dua pilihan prodi ditentukan dengan cara berdasarkan
tingkat kelulusan, calon mahasiswa baru ditempatkan ke prodi sesuai pilihan
pertama sampai alokasi terpenuhi. Apabila alokasi masih tersedia maka
berdasarkan peringkat kelulusan tersebut diisi oleh peserta seleksi dengan
pilihan kedua.
Penentuan kelulusan melalui Panitia Poltekkes menentukan kelulusan
calon mahasiswa. Jumlah kelulusan yang ditetapkan agar memperhatikan
cadangan yang besarnya ditentukan panitia poltekkes dari alokasi yang
tersedia. Kelulusan yang telah ditentukan telah memperhatikan peserta seleksi
PMDP. Sistem monitoring dan evaluasi pelaksanaan Sipenmaru dilakukan
melalui rapat panitia sipenmaru mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan
dan penentuan kelulusan. Tiga pilar utama dalam implementasi system seleksi
di Prodi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetik Politeknik Kesehatan Makassar
yaitu; Sistem seleksi menjamin mutu calon mahasiswa dengan sangat baik,
46
Terdokumentasi dengan sangat baik dan Dilaksanakan dengan sangat
konsisten
Perwujudan ketiga pilar diatas selanjutnya dietapkan system seleksi yang
ketat dan terukur disetiap tahapan dengan kontrol kegiatan yang akuntable
dimana system seleksi dikukan melalui akun sipenmaru Poltekkes Makassar
yang dibuka setiap tahun sesuai dengan kalender akademik. Tidak ada
interaksi langsung antara pelamar dengan pengelola prodi, melainkan
semuanya melalui pendaftaran online.
Soal ujian ditetapkan oleh panitia Pusat Badan PPSDM Kesehatan, yang
dijamin tidak kerahasiaannya karena mekanisme pengawasan yang sangat
kredible. Kegiatan seleksi mahasiswa adalah kegiatan rutin yang secara
konsisten menerapkan aturan yang sama dengan peningkatan perbaikan pada
berbagai aspek teknis pengaturan ruang ujian dan distribusi pengawas ujian
yang credible.
Pengambilan keputusan penerimaan mahasiswa baru berdasarkan nilai
kelulusan yang ditetapkan setiap tahun, dengan batas kelulusan ditetapkan
dengan cara :Hasil ujian tulis di urutkan dari yang tertinggi hingga yang
terendah, Tetapkan batas kelulusan diurut ke bawah hingga jumlah kuota
terpenuhi, Apabila pada jumlah kuota yang sama ditemukan nilai yang sama
maka pemilihan peserta didasarkan pada nilai yang diurut oleh system
komputerized. Penetapan lulus cadangan 20% dari jumlah Kuota yang
ditetapkan. Pemanggilan cadangan berutut seseuai dengan kuota peserta lulus
utama yang tidak lulus ujian kesehatan atau mengundurkan diri.
Sistem dokumentasi seleksi penerimaan mahasiswa baru terpusat di
Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Kesehatan Makassar. Prodi
Sarjana Terapan Gizi & Dietetik menerima Salinan dokumen hanya pada
mahasiswa yang dinyatakan lulus olah panitia seleksi. Dokumen Berkas Hasil
Seleksi dan Uji Kesehatan tersimpan di Dokumen Kontrol Penjaminan Mutu.
Pemantauan prestasi belajar khusus jalur PMDP dilaporkan kepada Direktur
Poltekkes setiap semester.
47
2. Profil mahasiswa: akademik, sosio-ekonomi, pribadi (termasuk kemandirian
dan kreativitas).
Prodi S.Tr Gz dan Dietetika, sejak tahun telah mencatat kenaikan jumlah
mahasiswa secara signifikan. Ini terlihat pada grafik berikut ini:
Seiring dengan peningkatan jumlah mahasiswa maka kegiatan kampus
baik yang berhubungan dengan bidang akademik maupun yang berhubungan
dengan non akademik tumbuh secara baik. Aktivitas mahasiswa dalam bidang
seni tari, olah raga, presenter, dan kuliner bergizi menjadi tumbuh dengan
pesat. Pada tahun mahasiswa Jurusan Gizi membentuk kelompok dara daeng
bergabung dengan seluruh Mahasiswa Poltekkes Makassar. Pada tahun
Jurusan Gizi menjadi Juara 1 lomba dara daeng. Pada tahun 2016 juga
mahasiswa gizi menjadi juara pada lomba Big 20 Alfa Zetizen of Year 2016,
yang diselenggarakan oleh Fajar Media.
Dalam bidang olah raga, kegiatan mahasiswa Prodi S.Tr Gz Dietetika
seperti olah raga karate, bola basket. Berikut kegiatan kemahasiswaan dalam
bidang
48
No. Nama Prestasi/Penghargaan/Kegiatan dan Tingkat (Lokal, Prestasi yang
Waktu Penyelenggaraan Wilayah, Dicapai
Nasional, atau
1 Lomba Dara dan Daeng Internasional) Juara 1
2 Lomba Big 20 Alpha Zetizen Of The Year Lokal Juara
Nasional Harapan 1
2016 FAJAR Juara III
3 Kejurda Komite Perorangan Putri -55 Kg Daerah
Juara II
Under 20 Daerah Komite
4 Kejuaraan Daerah Kata Perorangan Putri Juara I
Juara I
5 Lomba Grandfood Festival Nasional Juara III
6 Lomba Edukator Smart Eater Nasional Nasional Juara II
7 Kejuaraan Daerag Basket Putri Daerah Juara I
8 Lomba Youth Speak BEM Day Lokal Juara II
9 Open Karate Turnamen Cup II Daerah Juara III
10 Bola Basket Putra Pornimakes Nasional Juara I
11 Lomba Youth Speak BEM Day Lokal Juara I
12 Oral Presenter International Congress International
13 Kejuaraan Pornimakes Bulutangkis Nasional Juara II
Juara III
Campuran Nasional Juara I
14 Lomba Kreasi Pangan Darurat Uhamka Daerah
15 Lomba Pidato Bahasa Inggris Daerah Daerah Juara 2
16 Lomba MPASI Lokal usia 12- 24 bulan
Daerah
pada peringatan HGN tahun 2019
17 Lomba PMT Lokal untuk Ibu Hamil pada
peringatan HGN tahun 2019
3. Kegiatan ekstra-kurikuler.
Mahasiswa prodi S.Tr Gz & Dietetika, terlibat aktif dalam kegiatan ekstra
kurikuler sebagaimana terlihat pada table berikut:
No Nama Jenis/Nama
Mahasiswa Prestasi
1 Group Jurusan Gizi Juara Dara dan Daeng
Poltekkes Makassar
Juara Harapan I
2 Group Jurusan Gizi Big 20 Alpha Zetizen Of The Year 2016 FAJAR
Poltekkes Makassar Juara II Komite Perorangan Putri -55 Kg Under 20
Juara III Kata Perorangan Putri
3 Andi Rifara Defi Juara Harapan I
4 Andi Rifara Defi Grandfood Festival
5 Group Jurusan Gizi Juara I Edukator Smart Eater
Juara I Edukator Smart Eater
Poltekkes Makassar Juara III Basket Putri
6 Andi Biangka Batari Juara II Youth Speak BEM Day
7 Muhammad Sabir
8 Andi Rifara Defi
9 Ahmad Dinul Islam
49
10 Andi Rifara Defi Juara I Kadispora Open Karate Turnamen Cup II
11 Mufdiarsah Eggy Juara II Bola Basket Putra Pornimakes
Pradana
12 Nuraqilah Awal Juara III Youth Speak BEM Day
13 Alya Fajrani Risal Best Oral Presenter
14 Ika Suryatika Surasman Juara I Bulutangkis Campuran
15 Haura Mawaddah S Juara II Kreasi Pangan Darurat
16 Sukmayanti Juara II Kreasi Pangan Darurat
17 Nuraqilah Awal Juara III Pidato Bahasa Inggris
18 Sulnaningash Thalib dan Juara I lomba Menu MPASI Lokal Usia 12 – 24
Suci Anggreny R Bulan
19 Adiyatmah dan Firayanti Juara II Lomba Menu PMT Lokal Untuk Ibu Hamil
Maelia
4. Keberlanjutan penerimaan mahasiswa (minat calon mahasiswa dan kebutuhan
akan lulusan program studi).
Keberlanjutan penerimaan mahasiswa sangat baik karena jumlah peminat
setiap tahun bertambah. Pada sisi lain, kebutuhan akan lulusan S.Tr Gz &
Dietetika tetap konsisten. Ini dapat diketahui dari lembaga yang menerima
alumni untuk bekerja di sector kesehatan, penyelenggara makan, industry
pangan dan penelitian. Pengguna lulusan paling baik adalah penelitian
mencapai 65 orang lulusan.
Persentase serapan lulusan dari seluruh pengguna lulusan adalah 84,6% dari
176 orang alumni.
50
5. Pelayanan untuk mahasiswa:
a. Bantuan tutorial yang bersifat akademik.
Bentuk bimbingan dan Konsultasi Reguler oleh dosen Pembimbing
Akademik (PA). Pelaksanaan oleh Pembimbing Akademik (PA)
melaksanakan bimbingan pada hari Jumat setelah kegiatan senam.Hasilnya:
Dilakuykan bimbingan akademik sebnyak 6 kali setiap semester yang
dituangkan dalam bentuk laporan bimbingan. Bentuk bimbingan Konseling
untuk merujuk mahasiswa yang bermasalah dengan kehadiran, nilai dan IPK.
Pelaksanaan oleh Dosen (BK) melaksanakan bimbingan setelah mendapat
surat rujukan dari prodi. Dosen (PA) melaksanakan bimbingan setelah
mendapatkan surat rujukan dari prodi. Hasilnya adalah mahasiswa sudah tidak
bermasalah dengan kehadiran, nilai dan IPK
Bentuk kegiatan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) adalah
Siparata (Bentuknya pentas seni, Pelaksanaannya mahasiswa dan dimbimbing
dosen. Hasilnya sudah ada kelompok tari, kelompok paduan suara yang dapat
mentas pada acara acara resmi pembukaan konfrensi, dan seminar) Paraga
(Bentuknya kegiatan olah raga. Pelaksananya mahasiswa dibimbing oleh
dosen dan kegiatannya. Hasilnya ada klub olahraga Footsal, Volly Ball, dan
Basket) LPM Intelligent (Bentuknya lembaga pers mahasiswa.
Pelaksanaannya adalah mahasiswa sebagai peliput berita sekitar kehidupan
kampus Poltekkes Makassar lalu di terbitkan dan dibimbing oleh Wartawan
Harian Fajar. Hasilnya sudah ada terbitan regular. Pramuka (Bentuknya
adalah Pramuka di Jurusan (Prodi) diberi nama Gugus Depan 0708 Wahidin
Sudirohusodo (putra), 0808 Sulianti Saroso (putri). Kegiatannya adalah latihan
rutin setiap minggu dipusatkan di Direktorat Poltekkes Makassar. Hasilnya
adalah telahdilakukan penerimaan tamu racana (PTR) bagi semua mahasiswa
baru, mengirimkan delegasi untuk mengikuti Kemnakes setiap 3 tahun,
melaksanakan Kemah Sehat setiap tahun yang diikuti oleh SMA di Kota
Makassar.
Svastha Harena Fair (Bentuknya adalah pekan promosi gizi dan
kesehatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa di lingkungan Kampus
Jurusan Gizi, diikuti oleh kader Posyandu, dan Pelajar di Kota Makassar.
51
Pelaksanaannya adalah dilakukan setiap tahun yang dikoordinir oleh HMJ
Jurusan Gizi. (lomba cerdas cermat kader, olah raga dan seni, bazar makanan
sehat, lomba masak dan donor darah). Hasilnya kegiatan ini sudah menjadi
agenda tetap promosi gizi dan kesehatan masyarakat dan dikenal luas oleh
masyarakat
LDK (Bentuknya adalah Latihan Penyegaran atau pembekalan dasar
terhadap prinsip prinsip dasar kepemimpinan. Pelaksanannya adalah
Mahasiswa Jurusan Gizi. Pembimbing kegiatan dan narasumber adalah dosen
baik dari dalam institusi maupun dari luar institusi sesuai dengan kompetensi
yang dibutuhkan. Hasilnya sertifikat diberikan kepada mahasiswa yang telah
berpartisipasi
Permakris dan imun (Bentuknya adalah kegiatan keagamaan
dilakukan oleh komunitas agama Islam (Imun), Kristen (Permakis), dan
dibimbing oleh pendakwa di kedua komunitas. Pelaksanaanya adalah untuk
muslim (hari Jum’at), Kristen (Hari Jumat). Hasilnya adalah untuk telah
dilakukan peringatan hari hari besar keagamaan.
Kelas Belajar Oky Makassar (Bentuknya adalah keluarga binaan
khusus gizi dan kesehatan anak. Pelaksanaanya dilakukan oleh Mahasiswa dan
dimbimbing oleh Dosen. Kegiatan ini dilakukan setiap bulan dalam bentuk
kelas edukasi ibu dan anak. Lokasinya adalah di Kelurahan Sudiang Raya
Kota Makassar. Hasilnya adalah kegiatan ini telah dikenal dan diliput oleh TV
One dan Media Cetak Majalah Tempo.
Training Motivasi (Bentuknya adalah kegiatan edukasi yang
bertujuan untuk membangun karakter dan menggali potensi yang terdapat
pada setiap pengurus, melatih kepercayaan diri dan kreativitas serta
mengembangkan kualitas sumber daya manusia menjadi individu yang
unggul. Pelaksanaannya adalah kegiatan training motivasdi dilaksankan setiap
tahun dikoordinir oleh HMJ Jurusan Gizi. Hasilnya adalah semua pengurus
mengikuti kegiatan Training Motivasi dan semua rencana kegiatan HMJ
Jurusan Gizi dapat dilaksanakan dan dilaporkan ke Ketua Jurusan Gizi.
KSR/PMI (Bentuknya adalah kegiatan donor darah dilakukan dua kali
setahun. Pelaksananya Mahasiswa bekerjasama dengan Palang Merah
Indonesia Sulawesi Selatan. Hasilnya terkumpul beberapa kantong darah.
52
Bimtaq. (Bentuknya adalah kegatan edukasi untuk meningkatkan
imandan taqwa semua mahasiswa baru Jurusan Gizi Poltekkes Makassar.
Kegiatannya adalah pelaksanaan bimtaq pada kegiatan PKKMB yang
menghadirkan pemateri ESQ dan lembaga keagamaan lainnya. Hasilnya
adalah pelaksanaan bimtaq dilaksanakan pada mahasiswa baru sehingga
memiliki bekal untuk melaksanakan perkuliahan. Selanjtnya mahasiswa
bergabung ke lembaga keagamaan masing-masing.
b. Informasi dan bimbingan karir.
Membentuk wadah untuk mengumpulkan informasi tentang
kesempatan kerja dan membantu lulusan memperoleh pekerjaan (job
placement center). Kami membuat link pendataan alumni yang belum bekerja
melalui website : http://kemahasiswaan.poltekkes-mks.ac.id/pengembangan-
karir/formulir-biodata-lulusan/ formulir ini bertujuan untuk mengumpulkan
data alumni yang membutuhkan pekerjaan dan mereka akan kami hubungi
melalui telepon maupun E-mail jika terdapat pekerjaan yang sesuai dengan
profil mereka.
1) Rekrutmen dan Pelatihan Tenaga enumerator PSG Tahun 2016
2) Rekrutmen dan Pelatihan Tenaga Enumerator PSG Tahun 2017
3) Rekrutmen dan Pelatihan Tenaga Lapangan Survei Tabel Komposisi
Pangan Indonesia, tahun 2017.
4) Rekrutmen dan Pelatihan Enumerator Survailans Gizi Melalui EPPGBM
Sulsel Tahun 2018
5) Rekrutmen dan Pelatihan Enumerator Survei Pangan Pungsional Ibu
Hamil Kota Makassar, tahun 2019
c. Konseling pribadi dan sosial.
Bentuk bimbingan Konseling untuk merujuk mahasiswa yang
bermasalah dengan kehadiran, nilai dan IPK. Pelaksanaannya adalah dosen
(BK) melaksanakan bimbingan setelah mendapat surat rujukan dari prodi
Dosen (PA) melaksanakan bimbingan setelah mendapatkan surat rujukan dari
prodi. Hasilnya adalah Mahasiswa sudah tidak bermasalah dengan kehadiran,
nilai dan IPK.
53
6. Kompetensi dan etika lulusan yang diharapkan.
Kompetensi yang diharapkan pada alumni adalah kompetensi utama dan
kompetensi pendukung.
Kompetensi Utama Lulusan Prodi S.Tr Gz & Dietetik adalah sebagai (1)
Pengelola Gizi Masyarakat (2) Pengelola Gizi Institusi (3) Pengelola Gizi
Klinik, (4) Pengelola Edukator dan Konselor Gizi (5) Peneliti terapan Gizi dan
(6) Pengelola kewirausahaan Gizi. Didalam menjalankan keenam
kompetensi utama diatas lulusan Prodi S.Tr Gz Dietetik memiliki
keterampilan khusus antara lain
(1) Mampu merencanakan pemikiran logis, kritis, sistematis dan inovatif
dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan
dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora
yang sesuai dengan bidang keahliannya.
(2) Mampu menunjukkan budaya kerja manidiri, bermutu dan terukur
(3) Mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu
pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai
humaniora yang sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata
cara dan etika ilmah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan,
disain atau kritik seni.
(4) Mampu menyusun deskripsi saintifik hasil kajian tersebut diatas dalam
bentuk skripsi atau laporan tugas akhir dan mengunggahnya dalam
laman perguruan tinggi.
(5) Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian
masalah di bidang keahliannya berdasarkan hasil analisis informasi dan
data.
(6) Mampu memelihara dan mengembangkan jaringan kerja dengan
pembimbing kolega, sejawat baik di dalam maupun di luar
lembaganya.
(7) Mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan
ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggung jawabnya
(8) Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang
berada di bawah tanggungjawabnya dan mampu mengelola
pembelajaran secara mandiri.
54
(9) Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan dan
menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah
plagiasi.
Kompetensi Pendukung Lulusan Prodi S.Tr Gz & Dietetik adalah
(10) Mampu merencanakan dan melaksanakan pelayanan gizi masyarakat
dengan memanfaatkan IPTEK secara tepat
(11) Mampu merencanakan, melakukan pelayanan gizi masyarakat dan
melakukan advokasi gizi, monitoring dan evaluasi pelayanan gizi,
pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan asuhan gizi serta
dokumentasi pelayanan gizi masyarakat
(12) Menguasai konsep teoritis, prinsip, pangan gizi dan kesehatan dalam
pelayanan pangan gizi dengan memanfaatkan IPTEK secara tepat
(13) Menguasai konsep teoritis advokasi gizi, perencanaan, monitoring dan
evaluasi pelayanan gizi, pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan
asuhan gizi serta dokumentasi pelayanan gizi klinik/dietetic
(14) Mampu merencanakan dan melakukan manajemen penyelenggaraan
makanan institusi
(15) Mampu merencanakan dan melakukan berbagai strategi komunikasi
dalam pendidikan, pelatihan dan konseling gizi
(16) Mampu merencanakan dan melakukan pendidikan pelatihan dan
konseling gizi serta pendokumentasian kegiatan
(17) Mampu mengembangkan metode dan media pendidikan pelatihan dan
konseling gizi
(18) Mampu melakukan monitoring evalasi pendidikan, pelatihan, dan
konseling gizi
(19) Mampu membuat perencanaan, pelaksanaan dan penyusunan laporan
penelitian
(20) Mampu membuat naskah publikasi ilmiah
Kompetensi Pilihan Lulusan S.Tr Gz & Dietetik adalah
1. Mampu menguasai konsep teoritis tentang mutu, konsumsi pangan,
kebugaran, interaksi obat dan makanan, resep gizi, motivator makanan
55
anak, advokasi dan pengelola latihan gizi, disain persuasive pencegahan
masalah gizi, advokasi dan pengelola latihan gizi
2. Mampu menguasai implementasi kewiraushaan gizi, disain persuasive
masalah gizi advokasi dan pengelola latihan gizi.
7. Hasil pembelajaran:
a. Kompetensi yang dicapai dibandingkan dengan yang diharapkan.
Kompetensi yang dicapai oleh mahasiswa jurusan gizi adalah
kompetensi utama dan kompetensi pendukung. Hasil ini dapat dilihat,
pada hasil kelulusan ujian kompetensi adalah 82,2% yang lulus pada
pelaksanaan ujian kompetensi pertama kali (first taker).
b. Kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan
pemanfaat lulusan.
Kompetensi utama dan kompetensi pendukung yang diperoleh oleh
alumni S.Tr Gz & Dietetikan adalah sangat sesuai dengan tuntutan dan
kebutuhan tenaga gizi di Rumah Sakit, Puskesmas, Dinas Kesehatan,
Pengelola Makanan (Catering), Pusat Penelitian. Kesesuain ini
dicerminkan oleh kecepatan serapan alumni di pasar tenaga kerja, dengan
waktu tunggu sekita 4 bulan.
c. Data tentang kemajuan, keberhasilan, dan kurun waktu penyelesaian studi
mahasiswa (termasuk IPK dan yudisium lulusan).
Data tentang kemajuan, keberhasilan dan kurun waktu penyelesaian,
studi di Prodi S.Tr Gz & Dietetika adalah sangat baik, karena waktu
penyelesaian studi pada umumnya tepat waktu 4 tahun dengan IPK > 3,0.
Pada tahun 2017, 2018 dan 2019 persentase mahasiswa dengan IPK > 3,0
adalah 64,4%, 79,1% dan 91% adalah membuktikan bahwa setiap tahun
kelulusan mahasiswa dengan peringkat yang membaik.
56
d. Kepuasan lulusan.
Kepuasan lulusan terhadap penyelenggaraan pendidikan adalah
sangat tinggi karena hasilnya mereka sangat mudah diterima dibidang
pelayanan gizi dan kesehatan baik di Puskesmas maupun di rumah Sakit.
Selain itu dalam lembaga lembaga survey dan kegiatan projek perbaikan
gizi. Prioritas utama adalah alumni Poltekkes Kemenkes Makassar secara
keseluruhan. Berbagai program percepatan perbaikan gizi dan kesehatan
secara nasional yang menjadi tempat paling sering dipilih adalah
Nusantara Sehat. Selain itu secara local seperti kegiatan pendamping gizi
di Propinsi Sulawesi Selatan, juga telah menjadikan prodi S.Tr Gz &
Dietetika sebagai mitra utama dari sisi sumber daya.
8. Kepuasan pemanfaat lulusan dan keberlanjutan penyerapan lulusan
Kepuasan pemanfaat lulusan terhadap berbagai jenis kemampuan
alumni yang dihimpun dari studi pelacakan adalah sangat baik pada aspek
intergaritas dan moral, Keahlian berdasarkan bidang ilmu (kompetensi
utama), engguna Teknologi Informasi, Komunikasi, kerjasama tim, dan
pengembangan diri.
Lulusan S.Tr Gz & Dietetika sangat terserap baik di pasar kerja,
sehingga keberlanjutan prodi ini sangat baik. Berikut daftar lembaga pemesan
lulusan.
9. Produk program studi berupa model-model, karya inovatif, hak paten, hasil
pengembangan prosedur kerja, produk fisik sebagai hasil penelitian.
Prodi S.Tr Gz&Dietetika adalah sangat baik dalam aspek penciptaan
model, karya inovatif, hak paten dan telah diperoleh sebanyak 29 HAKI
dalam periode 2015-2019.
57
Tabel 3
Deskripsi SWOT Mahasiswa dan Lulusan Prodi S.Tr Gz &
Dietetika
Kekuatan Kelemahan
1. Kenaikan jumlah peminat setiap tahun 1. Kompetensi pendukung dalam
terhadap prodi S.Tr Gz & Dietetik kewirausahaan gizi, belum
2. Kompetensi lulusan jelas dan pemanfaatan memiliki lahan praktek mandiri
lulusan dipasar kerja sangat baik bagi mahasiswa
3. Alumni sudah tersebar di berbagai tempat
dan memiliki jejaring yang sangat luas
Peluang Ancaman
1. Mahasiswa dan Alumni prodi S.Tr Gz & 1. Kualifikasi jenjang pendidikan
Ditetika berpeluang melanjutkan kegizian belum dipandang
pendidikan profesi dietisien. sebagai pembeda kemampuan
2. Alumni prodi S.Tr Gz & Dietetika kompetensi bagi instansi
Poltekkes Makassar lebih mampu bekerja pengguna tenaga gizi, sehingga
secara professional dibanding competitor lebih memilih karyawan jenjang
pendidikan gizi yang standard
gajinya lebih murah, tanpa
melihat kemampuan
kompetensinya.
Strategi pemecahan masalah, perbaikan dan pengembangan :
1. Pelatihan dosen dan instruktur dalam bidang kewirausahaan gizi
2. Kerjasama dengan balai latihan kerja
3. Advokasi budaya mutu kualifikasi tenaga gizi kepada user baik instansi
pemerintah maupun swasta
58
D. SUMBER DAYA MANUSIA.
1. Sistem rekrutmen dan seleksi dosen dan tenaga pendukung.
Seleksi/rekruitmen CPNS dosen dan tenaga kependidikan di Prodi
S.Tr.Gz & Dietetik adalah sesuai dengan Undang-undang RI tentang Aparatur
Sipil Negara (ASN) No. 5 tahun 2014, Peraturan Pemerintah No. 11 tahun
2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Rekruitmen jalur CPNS
Untuk mekanisme tata cara dan prosedur pendaftaran telah dilakukan
secara transparan melalui pendaftaran online di portal PANSELNAS
(https://sscn/bkn.go.id) dan melalui website Kementerian Kesehatan
(https://cpns.kemkes.go.id). Proses pendaftaran tersebut melalui :
a. Seleksi Administrasi
Seleksi administrasi dilakukan oleh panitia Poltekkes Kemenkes
Makassar untuk melakukan verifikasi kelengkapan berkas pelamar jalur CPNS
kemudian memvalidasi bukti print out pendaftaran pelamar sesuai dengan
berkas pelamar yang dilampirkan sesuai denga persyaratan pada saat
pendaftaran.
b. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)
Seleksi Kompetensi Dasar dilaksanakan bagi pelamar yang dinyatakan
lulus seleksi administrasi dan berhak untuk mengikuti ujian SKD dengan
sistem online dalam hal ini melalui sistem CAT (Computeri Assited Test).
c. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)
Seleksi Kompetensi Bidang dilaksanakan bagi pelamar yang dinyatakan
lulus ujian SKD kemudian mengikuti seleksi substansi yang juga
menggunakan sistem CAT
2. Pengelolaan dosen dan tenaga pendukung.
Pengelolaan dosen di Prodi S.Tr Gz & Dietetika adalah sesuai tugas pokok dan
fungsinya yaitu dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian
masyarakat. Selain menjalankan tugas akademik diatas dosen yang dilibatkan
dalam manajemen prodi dan jurusan merangkap jabatan sebagai pengelola dan
sebagai tenaga dosen. Pengaturannya adalah beban SKS untuk Ketua Jurusan,
59
Sekjur, Ketua Program Studi lebih rendah 3 SKS dari beban SKS dosen biasa
sesuai aturan Beban kerja Dosen.
3. Profil dosen dan tenaga pendukung: mutu, kualifikasi, pengalaman,
ketersediaan (kecukupan, kesesuaian, dan rasio dosen-mahasiswa).
Kualifikasi pendidikan dosen di Prodi S.Tr Gz & Dietetika adalah
sangat baik karena 35,29% status doktor dan sisanya magister kesehatan.
Selain jenjang pendidikan , jenjang kepangkatan juga sangat baik karena
lektor kepada sudah mencapai 35%.
Jumlah total kelas dalam satu tahun adalah 114 kelas dengan 1151 target
pertemuan sebagaimana grafik berikut:
60
4. Karya akademik dosen (hasil penelitian, karya lainnya).
Karya akademik dosen dalam bentuk penelitian adalah sangat baik. Jumlah
hasil penelitian dan kegiatan publokasi ilmiah yang dilaksanakan dilaksanakan
oleh dosen dan tenaga kependidikan sejak tahun 2016 di Prodi S.Tr Gizi dan
Dietetik disajikan dalam grafik di bawah ini :
Grafik Jumlah Penelitian dan Publikasi Ilmiah Dosen
Grafik di atas menyajikan jumlah jumlah hasil penelitian dan publikasi hasil
penelitian dosen setiap tahun. Jumlah hasil penelitian dosen pada tahun 2016 –
2019 sebanyak 55 penelitian. Sedangkan output penelitian berupa publikasi baik
secara local, nasional bahkan internasional. Sampai tahun 2019, jumlah publikasi
61
ilmiah yang telah dilakukan oleh dosen Prodi S.Tr Gizi dan Dietetik sebanyak 124
publikasi.
5. Peraturan kerja dan kode etik.
Peraturan kerja dosen dan staf di Prodi S.Tr Gz & Dietetika mengacu pada
aturan ASN di lingkungan Kemenkes. Khusus dosen diwajibkan rekam kehadiran
dengan pinger print pada pukul 07.30 sampai dengan 16.00. Pada hari Jumat
waktu pulan 16.30 sebagai kompensasi waktu sholat jumat. Hari kerja adalah
senin sampai jumat. Aturan Cuti sebagaimana diatur dalam undang undang ASN.
Kode etik yang berlaku di Prodi S.Tr Gz & Dietetika adalah mengacu pada
kode etik profesi dosen masing masing. 95% dosen di prodi S.Tr Gz & Dietetika
adalah ahli gizi maka kode etik yang dianut adalah kode etik profesi gizi.
6. Pengembangan staf.
Pengembangan staf didasarkan pada kebutuhan. Pengembangan staf dalam
bentuk studi lanjut yang dilakukan dalam tiga tahun terakhir adalah pendidikan
lanjut program doctor. Saat ini dosen dengan peringkat S3 adalah 6 orang dengan
home base S.Tr Gz & Dietetik dan 9 orang sudah menyelesaikan studi dan tahun
2019 adalah 1 orang sedang menjalani studi S3. Diperkirakan tahun 2022 jumlah
S3 adalah 10 orang.
Pengembangan tenaga kependidikan dilakukan dengan cara memberi
kesempatan untuk mengembangkan diri sesuai dengan bidang ilmu masing-
masing. Telah mencapai pendidikan setara S2 pada 4 orang instruktur, 1 orang
laboran dari D1 analis menjadi D 3 analis, 1 orang administrasi dari SMA ke S1
dan 1 orang pustakawan setara S1.
7. Keberlanjutan pengadaan dan pemanfaatannya.
Keberlanjutan dalam sumberdaya manusia adalah dianalisa dan ditetapkan
berdasarkan peta jabatan. Rekrutmen tenaga didasarkan pada kebutuhan peta
jabatan dan perhitungan beban kerja disamping mengacu pada undang undang
ASN tentang seleksi penerimaan ASN di Kemekes. Prodi S.Tr Gz & Dietetika
adalah instutusi pendidikan kesehatan dibawah naungan kemenkes, maka
keberlanjutan dan pemanfaatannya adalah mengacu pada ketentuan yang berlaku
di badan pengembangan sumberdaya manusia kesehatan Kemenkes.
62
Tabel 4
Deskripsi SWOT Sumber Daya Manusia Prodi S.Tr Gz &
Dietetika
Kekuatan Kelemahan
1. Sistem rekrutmen yang akuntabel 2. Peningkatan kemampuan
menghasilan tenaga calon dosen yang komunikasi dan publikasi karya
kualified. ilmiah di International perlu terus
2. Jenjang pendidikan dosen kualifikasi dilakukan
Doktor terus bertambah
3. Keberlanjutan manajemen SDM, sangat Ancaman
baik, karena didukung oleh manajemen 2. Perguruan tinggi asing di Asia
sumberdaya manusia dari kementerian
kesehatan sudah lebih maju dalam
kualifikasi jenjang pendidikan
Peluang dan jejaring international sudah
4. Sumberdaya manusia di Prodi S.Tr Gz & sangat berkembang.
Dietetika, mendukung peningkatan budaya
akademik yang unggul dan mandiri
5. Pengembangan program inovasi dalam
bidang pangan dan gizi lebih terbuka,
karena didukung oleh kompetensi dosen
yang terus berkembang.
Strategi pemecahan masalah, perbaikan dan pengembangan :
1. Peningkatan jumlah publikasi ilmiah di forum international, melalui seminar
dan konfrensi International di bidang gizi di berbagai negara
2. Peningkatan jumlah dukungan dana perjalanan untuk meeting international di
negara Asia khususnya.
63
E. KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK.
1. Kesesuaian dengan visi, misi, sasaran, dan tujuan.
Orientasi Capaian Pembelajaran yang ditetapkan diatas adalah dapat
mewujudkan tercapainya visi, misi prodi S.Tr Gz & Dietetik Politeknik Kesehatan
Makassar. Hal tersebut dapat dijelaskans sebagai bahwa Visi Prodi S.Tr Gz &
Dietetik adalah “Menghasilkan sarjana terapan gizi yang memiliki daya saing dan
unggul di bidang nutrientrepreneurship. Selanjutnya untuk mencapai visi diatas
kemudian dirumuskan misi sebagai berikut dalam urutan yang logic sebagai
berikut:
a. Menyelenggarakan pendidikan sesuai kurikulum , untuk pencapaian
kompetensi gizi masyarakat, gizi klinik, gizi institusi dan
nutrientrepreneursip.
b. Mengembangkan riset terapan bidang gizi & Dietetik yang mengarah
kepada pengembangan Nutrienterpreneurship
c. Melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan status
gizi masyarakat perkotaan.
d. Mengembangkan kerjasama kemitraan dengan lembaga pemerintah,
swasta, organisasi profesi yang mendukung pencapaian kompetensi,
penyerapan lulusan dan perbaikan gizi
Berdasarkan visi misi diatas kemudian ditetapkan profile Lulusan S.Tr Gz &
Dietetik menjadi 6 profile yaitu (1) Pengelola gizi masyarakat (2) Pengelola gizi
klinik (3) Pengelola gizi institusi (4) Edukator Konselor Gizi (5) Peneliti terapan
gizi (6) Pengelola kewirausahaan Gizi.
Profile diatas selanjutnya diturunkan menjadi capaian pembelajaran dan
bahan kajian, kedalaman, bobot dan beban SKS. Secara keseluruhan
menghasilkan KPT Prodi S.Tr Gz & Dietetik Politeknik Kesehatan Makassar
Tahun 2018.
Berdasarkan tata urutan kegiatan diatas dapat dibuktikan bahwa orientasi
kesesuaian visi misi dengan KPT Prodi S.Tr Gz & Dietetik Politeknik Kesehatan
Makassar adalah sangat sesuai.
2. Relevansi dengan tuntutan dan kebutuhan stakeholders.
Relevansi kurikulum dengan tuntutan kebutuhan stakeholder adalah sangat
kuat. Kebutuhan stakeholder pada sisi pemerintah adalah gizi rumah sakit, gizi
institusi dan gizi masyarakat. Ketiga kompetensi ini memang diajarkan sebagai
kurikulum ini. Kompetensi Utama Lulusan Prodi S.Tr Gz & Dietetik adalah
sebagai (1) Pengelola Gizi Masyarakat (2) Pengelola Gizi Institusi (3) Pengelola
Gizi Klinik, (4) Pengelola Edukator dan Konselor Gizi (5) Peneliti terapan Gizi
dan (6) Pengelola kewirausahaan Gizi. Didalam menjalankan keenam
kompetensi utama diatas lulusan Prodi S.Tr Gz Dietetik memiliki keterampilan
khusus antara lain (1) Mampu merencanakan pemikiran logis, kritis, sistematis
dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan
dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai
64
dengan bidang keahliannya.nya (2) Mampu menunjukkan budaya kerja manidir,
bermutu dan terukur (3) Mampu mengkaji implikasi pengembangan atau
implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan
menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah,
tata cara dan etika ilmah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, disain atau
kritik seni (4) Mampu menyusun deskripsi saintifik hasil kajian tersebut diatas
dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir dan mengunggahnya dalam laman
perguruan tinggi (5)Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks
penyelesaian masalah di bidang keahliannya berdasarkan hasil analisis informasi
dan data (6)Mampu memelihara dan mengembangkan jaringan kerja dengan
pembimbing kolega, sejawat baik di dalam maupun di luar lembaganya (7)
Mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan ditugaskan
kepada pekerja yang berada di bawah tanggung jawabnya (8)Mampu melakukan
proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada di bawah
tanggungjawabnya dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri (9)
Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan dan menemukan
kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi.
3. Struktur dan isi kurikulum (keluasan, kedalaman, koherensi, penataan/
organisasi).
Struktur program mata kuliah Program Studi Diploma DIV gizi adalah
terdiri dari 115 SKS kurikulum inti Poltekkes dan 31 SKS kurikulum institusi
yang ditempuh selama 8 semester atau setara dengan 4 tahun. Total SKS yang
diselesaikan adalah 246 SKS. Khusus kurikulum inti Poltekkes ditetapkan oleh
Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Gizi Indonesia (AIPVOGI) dan Persatuan
Ahli Gizi Indonesia (Persagi). Sedangkan kurikulum institusi ditetapkan oleh
masing masing program studi Diploma IV Gizi Politeknik Kesehatan Makassar
melibatkan institusi pengguna lulusan dari rumah sakit, pengelola katering,
pengelola diklat gizi, pelaku usaha bidang gizi, manajer program gizi Dinas
Kesehatan Kabupaten dan Propinsi dan Tenaga Gizi Puskesmas.
4. Derajat integrasi materi pembelajaran (intra dan antar disiplin ilmu).
Integrasi materi pembelajaran, antra dan antar disiplin ilmu sudah dilakukan
dengan memperhatikan kesesuaian penyajian dan sikuensi materi. Tidak ada
materi bahan ajar yang disajikan di dua mata kuliah. Hal ini dapat dilihat dari
strukut mata kuliah dan peta mata kuliah (Buku Peta Mata Kuliah)
5. Kurikulum lokal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdekat dan
kepentingan internal lembaga.
Kurikulum lokal di Prodi S.Tr Gz & Dietetika adalah fokus kepada
kewirausahaan gizi. Ini disesuaikan dengan kondisi dunia usaha yang ada di
Sulawesi Selatan dan Indonesia pada umumnya. Mahasiswa dibekali kemampuan
wirausaha, agar mampu membekali dirinya sendiri terhadap perkembangan dunia
kerja.
65
6. Mata kuliah pilihan yang merujuk pada harapan/kebutuhan mahasiswa secara
individual/kelompok mahasiswa tertentu.
Mata Kuliah pilihan di Prodi sarjana terapan gizi tidak ditetapkan oleh individu
mahasiswa karena sudah merupakan paket kurikulum perguruan tinggi (KPT).
7. Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri: melanjutkan studi,
mengembangkan pribadi, memperoleh pengetahuan dan pemahaman materi
khusus sesuai dengan bidang studinya, mengembangkan keterampilan yang dapat
dialihkan (transferable skills), terorientasikan ke arah karir, dan pemerolehan
pekerjaan.
Alumni S.Tr Gz & Dietetika, memiliki peluang sangat terbuka baik untuk
studi lanjut maupun untuk jenjang karir professional. Studi lanjut pada bidang
vokasi yaitu ke Prodi Profesi Dietisien di Politeknik Kesehatan Makassar, sebagai
satu satunya profesi di Kawasan Timur Indonesia.
8. Misi pembelajaran
a. Pengembangan/pelatihan kompetensi yang diharapkan.
Misi pembelajaran adalah peningkatan kompetensi mahasiswa.
Kompetensi yang lebih spesifik dikembangkan adalah dalam bentuk pelatihan.
Pengemban pelatihan kompetensi yang dilakukan untuk alumni S.Tr Gz adalah
pelatihan pengembangan HACCP, Pelatihan Survaillence, NutriClin dan
Pelatihan Konselor ASI, Pelatihan PMBA dan Pelatihan PAGT.
Kemampuan alumni sebagai pelaksana dan penyelia dalam kegiatan
HACCP adalah salah satu kemampuan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja,
yang behubungan langsung dengan gugus kendali mutu produk pangan.
Kemampuan alumni sebagai pengelola kegiatan surveilans gizi adalah
kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam bidang gizi masyarakat. Kemampuan
ini menjadi salah satu misi yang harus dikuasai oleh lulusan S.Tr Gz & Dietetika.
Kompetensi sebagai konselor ASI dan Makanan Pendamping ASI menjadi
kunci pokok pada kegiatan intervensi gizi ibu dan anak. Gizi ibu dan anak masih
menjadi focus yang sangat serius ditangani pemerintah dalam rangka eliminasi
66
stunting secara berkelanjutan. Alumni S.Tr Gz & Dietetika mampu melakukan
kompetensi
9. Mengajar
a. Kesesuaian strategi dan metode dengan tujuan.
Strategi mengajar dan metode sangat sesuai dengan tujuan pembelajaran
yang sudah diterapkan di Prodi STr Gz Dietetika. Pengembangan keterampilan
dilakukan melalui pembelajaran praktikum. Pendidikan Vokasi adalah focus
kepada keterampilan. Metode pembelajaran pada Prodi Sarjana Terapan Gizi
adalah Teori, Diskusi, Praktikum. Pembelajaran Teori dilakukan di kelas maupun
melalui media online dengan memanfaatkan informasi dan teknologi (IT)
mutakhir.
b. Kesesuaian materi pembelajaran dengan tujuan mata kuliah.
Kesesuaian materi pembelajaran dengan tujuan mata kuliah sudah menjadi
perhatian yang sangat serius di Prodi S.Tr Gz & Dietetika. Pembelajaran diskusi
adalah pembelajaran yang menggali kemampuan peserta didik untuk
berargumentasi dan menghargai pendapat orang lain melalui forum diskusi
kelompok dipandu oleh dosen dan instruktur. Pembelajaran Praktikum adalah
proses belajar mengajar yang dilakukan di laboratorium dibawah bimbingan
instruktur. Pembelajaran Praktek Lapangan adalah proses belajar yang dilakukan
di Instansi fasilitas pelayanan kesehatan atau pelayanan publik lainnya yang dapat
digunakan oleh ahli gizi sebagai lahan tempat bekerja dimasa yang akan datang.
c. Efisiensi dan produktivitas
Efisiensi dan produktifitas dalam pengajaran terukur dari persentase lulusan
tepat waktu dan serapan di pasar kerja dan waktu tunggu lulusan. Semakin tinggi
persentase kelulusan tepat waktu maka semakin efisien kurikulum dijalankan.
Semakin cepat mahasiswa mendapatkan pekerjaan maka semakin produktif
kurikulum di implementasikan. Waktu tunggu lulusan diperoleh dari rekaman
data lulusan pada penanggung jawab kemahasiswaan. Setiap lulusan tercatat
dalam buku catatan Alumni. Informasi tentang tempat bekerja dan waktu mulai
bekerja dicatat. Setiap angkatan telah diberikan tugas untuk mencatat teman
67
temannya yang sudah mulai berkerja. Selain itu informasi ini tercatat dalam hasil
pelacakan alumni. Berdasarkan metode ini maka diketahui bahwa persentase
alumni yang mendapatkan pekerjaan pertama adalah 4 bulan
d. Struktur dan rentang kegiatan mengajar.
Struktur dan rentang mengajar di kendalikan berdasarkan Rencana
Pembelajaran Semester (RPS). Rencana pembelajaran semester disusun setiap
koordinator mata kuliah dengan rentan pertemuan sebanyak 16 kali, termasuk
ujian tengah semester dan ujian akhir. Ujian tengah semester pada pertemuan ke-
8 dan ujian akhir semester pada pertemuan ke 16.
e. Penggunaan teknologi informasi.
Penggunaan teknologi informasi, dalam proses belajar mengajar sudah
diterapkan.
No Teknologi Deskripsi Implementasi
Pembelajaran
Distribusi Slide Materi Kuliah ke setiap
1 Aplikasi Google mahasiswa lebih merata dan cepat, umpan balik
Classroom tugas, nilai, dan komunikasi dosen dan mahasiswa
lebih luwes. Mata Kuliah menggunakan aplikasi
2 Virtual E- ini adalah Gizi Olahraga, Pengembangan program
Learning gizi, Seminar Iptek,
Mata Kuliah disajikan dalam bentuk pembelajaran
secara virtual. Masing masing 25% dari tatap
muka disediakan dalam bentuk kelas on line.
10. Belajar
a. Keterlibatan mahasiswa.
Keterlibatan mahasiswa dalam bidang pendidikan adalah secara penuh dengan
disain pembelajaran praktek dan kunjungan lapangan. Pada kegiatan penelitian
mahasiswa dilibatkan sebagai pelaksana pengumpulan data. Pada kegiatan penelitian
mahasiswa diberi kesempatan melakukan penelitian dibiayai oleh DIPA Poltekkes
dan dibimbing oleh dosen pembimbing masing masing.
b. Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai pengetahuan dan
keterampilan adalah dimediasi dengan baik. Hal ini dapat di urtaikan sebagai
berikut;
68
1) Pengembangan pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai bidang
gizi dan dietetic, telah dilakukan melalui sejumlah kegiatan praktek di
laboratorium pengolahan makanan dan juga dilakukan dengan praktek
klinik di rumah sakit. Ini akan memberikan kemampuan dan peluang yang
sangat besar untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampian dalam
bidang dietetic.
2) Keterampilan umum dan yang dapat dialihkan (transferable), adalah
kemampuan mahasiswa, untuk melakukan kegiatan pengorganisasi
masyarakat.
3) Pemahaman dan pemanfaatan kemampuannya sendiri, ini dilakukan dengan
memberikan penugasan dan praktek secara individu.
4) kemampuan belajar mandiri, dilakukan melalui kegiatan penugasan untuk
mengerjakan satu projek pembelajaran. Mahasiswa diberikan kasus, lalu
dipecahkan secara berkelompok dibawah bimbingan dosen.
5) Nilai, motivasi dan sikap yang ditanamkan di Kampus Gizi adalah
berpakaian sopan, tidak merokok, dan tidak menggunakan narkoba. Nilai
ini sudah menjadi acuan normatif karena tidak ada mahasiswa terkait kasus
narkoba dan merokok.
11. Penilaian kemajuan dan keberhasilan belajar:
a. Peraturan mengenai penilaian kemajuan dan penyelesaian studi
mahasiswa.
Peraturan yang mengatur penilaian kemajuan dan penyelesaian studi
tertuang dalam pedoman akademik. Pedoman akademik adalah panduan
penyelenggaraan pendidikan mulai dari perencanaan hingga evaluasi dan
pengembangan pembelajaran. Strategi dan metode penilaian kemajuan dan
keberhasilan mahasiswa. Penilaian terhadap kemajuan penyelesaian studi
mahasiswa dipantau melalui prestasi akademik, nilai indeks prestasi
komulatif. Laporan kemajuan akademik terekam setiap semester melalui
Kartu Rencana Studi Mahasiswa dan Kartu Program Studi Mahasiswa.
Kartu Program Studi mahasiswa ditandatangani oleh Pembimbing
Akademik, Ketua Program Studi.
69
b. Penentuan yudisium (pernyataan kualitatif dari hasil belajar seorang
mahasiswa pada akhir jenjang pendidikan).
Penentuan Yudisium adalah menelaah semua hasil studi mahasiswa
ditambah penilaian sikap dan perilaku serta catatan prestasi mahasiswa
selama kuliah di Prodi S.Tr Gz & Dietetika. Peringkat kualitatif
pencapaian mahasiswa berdasarkan urutan adalah lulus dengan peringkat,
memuaskan, sangat memuaskan dan dengan pujian.
c. Penelaahan mengenai kepuasan mahasiswa.
Kepuasan mahasiswa dalam naskah ini adalah kepuasan mahasiswa
terhadap layanan program studi S.Tr Gz & Dietetika. Sampel mahasiswa
yang diambil adalah 20 orang dipilih secara acak. Hasilnya dapat diuraikan
kepuasan mahasiswa terhadap unit pelayanan KPS diketahui bahwa
informasi cukup tersedia sebanyak 80% sangat mudah 80%. fleksibel
sebanyak 90% dan sangat fleksible 10%. kesopanan dan keramahan
petugas dianggap sopan sebanyak 80% dan kenyamanan di unit pelayanan
ini adalah nyaman 90% dan sangat nyaman 10%.
12. Sarana yang tersedia untuk memelihara interaksi dosen–mahasiswa, baik di
dalam maupun di luar kampus, dan untuk menciptakan iklim yang mendorong
perkembangan dan kegiatan akademik/profesional. Interaksi antara dosen dan
mahasiswa dilakukan berupa :
a. Proses belajar mengajar (PBM) dalam bentuk perkuliahan, diskusi ilmiah,
praktek di laboratorium. Hasilnya proses PBM berjalan sesuai dengan
kontrak perkuliahan.
b. Bimbingan akademik dilakukan untuk menyelesaikan masalah atau
problem yang dihadapi oleh mahasiswa yang berhubungan dengan PBM,
c. Kegiatan olahraga bersama setiap hari Jumat yang menciptakan suasana
akrab antara dosen dan mahasiswa
d. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa Bakti Sosial di Puskesmas
Manngasa Kota Makassar.
e. Tutorial saat praktek di laboratorium atau di lapangan
Interaksi antara mahasiswa dengan mahasiswa dilakukan dalam bentuk :
70
f. Proses PBM (perkuliahan, praktek di laboratorium, praktek belajar
lapangan dan praktek kerja lapangan). Hasilnya adalah telah terjadi
komunikasi yang efektif antara mahasiswa yaitu mengumpulkan tugas dan
laporan praktikum tepat waktu.
g. Organisasi kemahasiswaan seperti HMJ, BEM dan Pramuka. Hasilnya
adalah terbentuk struktur kepengurusan organisasi, telah terususun rencana
kegiatan organisasi dan program telah dilaksanakan sesuai rencana.
h. Interaksi antara dosen dengan dosen dalam bentuk :
1. Rapat kerja setiap awal tahun yang dihadiri oleh seluruh dosen dan staf
untuk menyusun rencana kegiatan Prodi S.Tr. Gz dan Dietetik. Hasilnya
telah tersusun rencana tahunan dan dilaksanakan sesuai rencana
2. Rapat berkala setiap bulan untuk membahas persiapan, pelaksanaan,
monitoring dan evaluasi PBM. Hasilnya dapat mengevaluasi pemenuhan
tatap muka dosen dan absensi mahasiswa.
3. Rapat monitoring pelaksanaan rencana kerja tahunan. Sehingga rencana
tahunan dapat dilaksanakan sesuai jadwal.
Tim teaching, penelitian, pengabdian pada masyarakat dan rekreasi.
Terjalin kerjasama antara dosen dalam satu tim teaching, pelaksanaan
penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
13. Mutu dan kuantitas interaksi kegiatan akademik dosen, mahasiswa dan civitas
academica lainnya.
Mutu dan kuantitas interaksi kegiatan akademik dosen, mahasiswa dan
civitas academica lainnya di prodi S.Tr Gz & Dietetika adalah sangat baik.
Hal ini terbukti dengan adanya kegiatan yang rutin dilakukan setiap semester
untuk dengar pendapat antara seluruh civitas akademik untuk membahas
evaluasi dan langkah perbaikan proses PBM (tudang sipulung).
14. Rancangan menyeluruh untuk mengembangkan suasana akademik yang
kondusif untuk pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rancangan menyeluruh tentang pengembangan suasana akademik di
Prodi S.TrGz & Dietetika adalah terdiri dari 8 unsur. Unsur pengembangan
suasana akademik terdiri dari (1) penetapan standar pengembangan suasana
71
akademik (2) Penetapan Suasana Akademik dengan SK Direktur Politeknik
Kesehatan Makassar (3) Rencana kegiatan suasana akademik (4) Suasana
pendukung akademik tentang fasilitas pemelajaran dan perpustakaan (5)
Pelaksanaan seminar, workshop, penelitian bersama, penulisan buku ajar,
pengabdian masyarakat (6) Laporan dan deseminasi seminar penelitian (7)
Pembimbingan kegiatan kemahasiswaan dan (8) penetapan delegasi ke forum
ilmiah dan seminar sebagai narasumber.
Pengembangan suasana akademik adalah bagian integral dari kegiatan
pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa dan
dosen di Prodi S.Tr Gz & Dietetika. Pembelajaran mengedepankan kegiatan
praktikum dan diskusi antara mahasiswa dan dosen. Pengabmas juga
merupakan kolaborasi antar dosen dengan melibatkan mahasiswa sebagai
pelaksana teknis pengabmas disupervisi dan dimbimbing oleh dosen
pembimbing. Penelitian bahkan melibatkan mahasiswa sebagai peneliti utama
dan dibimbing oleh dosen yang sesuai dengan topic kajian.
15. Keikutsertaan civitas academica dalam kegiatan akademik (seminar,
simposium, diskusi, eksibisi) di kampus.
Pada setiap kegiatan akademik seperti seminar, symposium, diskusi
dan eksebisi adalah selalu melibatkan dosen sebagai peserta ataupun sebagai
narasumber. Dalam kurun waktu satu tahun secara regular diselenggarakan
seminar Nasional oleh Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Gizi sebagai bagian
dari tugas mata kuliah Seminar Gizi. Semua dosen dan mahasiswa terlibat
sebagai peserta dan dosen juga sebagai narasumber pada setiap acara seminar
ini. Narasumber lain yang memiliki kompetensi sesuai dengan rekam jejak
akademiknya.
16. Pengembangan kepribadian ilmiah.
Pengembangan kepribadian ilmiah dikalangan mahasiswa diinisiasi
melalui berbagai cara. Cara paling sering dilakukan adalah dengan metode
presentase dan diskusi terhadap setiap mata kuliah. Semua mata kuliah
memiliki muatan tugas presentase dan diskusi di kelas dari dan oleh
mahasiswa. Dosen sebagai fasilitator dalam setiap diskusi mahasiswa.
72
17. Hasil pembelajaran:
a. Kompetensi yang dicapai dibandingkan dengan yang diharapkan.
Kompetensi yang dicapai oleh alumni prodi S.Tr Gz & Dietetika adalah
sangat baik karena sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.
Kompetensi
b. Kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan
pemanfaat lulusan.
Kesesuaian kompetensi yang dicapai oleh alumni prodi S.Tr Gz &
Dietetika adalah sangat sesuai karena sesuai dengan kebutuhan dipasar
kerja. Pekerjaan sebagai ahli gizi di rumah sakit, puskesmas, dinas
kesehatan dan catering service.
c. Data tentang kemajuan, keberhasilan, dan kurun waktu penyelesaian studi
mahasiswa (termasuk IPK dan yudisium lulusan).
Waktu tunggu lulusan diperoleh dari rekaman data lulusan pada
penanggung jawab kemahasiswaan. Setiap lulusan tercatat dalam buku
catatan Alumni. Informasi tentang tempat bekerja dan waktu mulai bekerja
dicatat. Setiap angkatan telah diberikan tugas untuk mencatat teman
temannya yang sudah mulai berkerja. Selain itu informasi ini tercatat
dalam hasil pelacakan alumni. Berdasarkan metode ini maka diketahui
bahwa persentase alumni yang mendapatkan pekerjaan pertama adalah 4
bulan.
d. Kepuasan lulusan.
Kepuasan lulusan terhadap pengelolaan pendidikan di Prodi S.Tr Gz
& Dietetika, adalah sangat puasa karena mereka dengan mudah
mendapatkan pekerjaan setelah selesai. Proses pendidikan di Prodi S.Tr Gz
& Dietetika sudah berjalan sebagaimana mestinya, sehingga tidak ada
73
yang merasa dirugikan dengan sistema akuntabilitas yang sangat
transparan dan bertanggungjawab.
18. Kepuasan pemanfaat lulusan dan keberlanjutan penyerapan lulusan.
Kepuasan pemanfaat lulusan dan keberlanjutan penyerapan lulusan adalah
sangat baik. Pada tahun 2017 jumlah lulusan 43 seluruhnya sudah bekerja.
Pada tahun 2018 jumlah lulusan 43 semua sudah mendapatkan pekerjaan
pertamanya dan tahun 2019 jumlah lulusan 106 semua sudah terserap dipasar
kerja kecuali yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
19. Produk program studi berupa model-model, karya inovatif, hak paten, hasil
pengembangan prosedur kerja, produk fisik sebagai hasil penelitian.
Karya berupa model, hak paten yang dihasilkan di prodi S.Tr Gz &
Dietetika, adalah sangat berkembang sesuai dengan potensi sumberdaya yang
dimiliki, sebanyak 29 buah.
Tabel 5
Deskripsi SWOT Kurikulum Pembelajaran dan Suasna Akademik Prodi S.Tr
Gz & Dietetika
Kekuatan Kelemahan
1. Pembelajaran tematik dan
1. Memiliki Kurikulum Pendidikan Tinggi
integrative perlu di inisiasi
(KPT) yang sangat baik, melalui kajian dikalangan dosen dan mahasiswa
2. Pembelajaran sudah efektif namun
akademis yang kuat. . belum efisien dari sisi pembiayaan.
3. Dinamika perubahan kebutuhan
2. Misi pembelajaran berbasis pada masyarakat sangat cepat melampaui
fleksibilitas kurikulum
kompetensi dan kabutuhan tenaga gizi di
Ancaman
berbagai instansi terkait. 1. Kurikulum pendidikan tinggi
bidang akademik di perguruan
3. Pembelajaran focus pada pembentukan tinggi negeri lebih fleksible,
menarik simpati mahasiswa.
keterampilan.
4. Keterlibatan mahasiswa dalam
pemebalajarn sangat tinggi
5. Sudah terintegrasi kegiatan pendidikan,
penelitian dan pengabdian masyarakat.
Peluang
1. Memiliki peluang membuka unit
usaha bisnis kuliner
2. Memiliki peluang untuk meembuka
unit pelatihan dibindang gizi preventif
3.
74
Strategi pemecahan masalah, perbaikan dan pengembangan :
1. Membuka u bisnis catering kampus
2. Membuka unit bisnis pelatihan
3. Membuat peta jabatan unit pengembangan kurikulum
75
F. PEMBIAYAAN, SARANA, DAN PRASARANA
1. Sistem alokasi dana.
Prodi Sarjana Terapan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar terlibat
langsung dalam proses penyusunan anggaran yang dilakukan setiap tahun secara
terstruktur pada setiap tahun anggaran berjalan. Perolahan dana mencakup
kebutuhan penyelenggaraan Prodi Sarjana Terapan Gizi. Pengembangan
dilakukan melalui upaya perbaikan secara berkelanjutan dan sistematis yang
tercermin dalam proses perencanaan, pengelolaan dan pelaporan
pertanggungjawaban penggunaan dana yang transparan dan akuntabel. Prodi
Sarjana Terapan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar menyusun rencana anggaran
kebutuhan Prodi selama 1 tahun anggaran.
Adapun dasar penyusunan rencana anggaran di Prodi Sarjana Terapan
Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar yaitu (1) Renstra Prodi Sarjana Terapan Gizi
Poltekkes Kemenkes Makassar (2) Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor
27/PMK.05/2019 tentang Tarif Layanan BLU Poltekkes kemenkes Makassar (3)
Standar Biaya Masukan (SBM) yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan
setiap tahun dan berlaku secara nasional (4) SOP Pengusulan dan Penyusunan
Anggaran (5) Format RKA yang dikeluarkan oleh Direktorat Poltekkes Kemenkes
Makassar tentang Mekanisme penyusunan rencana anggaran di Prodi Sarjana
Terapan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar adalah sebagai berikut:
Penyusunan anggaran dipimpin oleh Ketua Prodi Sarjana Terapan Gizi
Poltekkes Kemenkes Makassar dengan melibatkan Sekretaris Prodi, Unit
Laboratorium, dosen, dan tenaga kependidikan.
Penyusunan anggaran disusun dalam bentuk RAB yang memuat tantang
pengeluaran prodi meliputi biaya operasional prodi yang digunakan untuk
pendidikan dan pembiayaan operasional rutin seperti ATK, foto copy dan lainnya.
Penetapan besaran biaya satuan pada RAB disusun berdasarkan Standar Biaya
Umum (SBU) yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan setiap tahunnya dan
berlaku secara nasional.
Rencana anggaran yang telah disusun kemudian diajukan ke Direktur
Poltekkes Kemenkes Makassar untuk mendapat persetujuan, selanjutnya diberikan
kepada bagian perencanaan Poltekkes Kemenkes Makassar
Dilakukan desk anggaran antara Pembantu Direktur (Pudir) II, Kasubag
ADUM, bagian perencanaan dengan Ketua atau Sekretaris Prodi Sarjana Terapan
Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar dan pengelola keuangan jurusan gizi
Setelah desk anggaran, RAB direvisi kembali jika ada perbaikan dan
dilengkapi dengan data dukungnya. Kemudian diajukan kembali kepada Direktur
Poltekkes Kemenkes Makassar dan diteruskan ke Kasubag ADUM, bagian
perencanaan dalam bentuk Rencana Kerja Anggaran (RKA) .
Hasil perbaikan dari desk semua jurusan dan data dukungnya
kemudian akan diajukan dalam desk anggaran yang dilaksanakan oleh Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) sebagai Unit
Eselon I.
BPPSDM kemudian menetapkan PAGU Sementara.Jika terdapat hal-hal
yang tidak sesuai dengan ketentuan, maka dilakukan kembali hingga menghasilkan
PAGU definitive
76
Untuk Perencanaan kebutuhan alat-alat Lab dilakukan melalui Aplikasi
Pendataan Kelengkapan Alat Laboratorium (APKAL).. Dari hasil pengisian
APKAL Prodi Sarjana Terapan Gizi tersebut diperoleh data berupa daftar
kebutuhan dan exsisting alat yang ada di laboratorium yang kemudian diperoleh
informasi tentang kekurangan alat (gap) pada laboratorium. Hal tersebut kemudian
dikembalikan ke masing-masing PJ laboratorium . Data dukung ini berupa gambar
alat, harga satuan dan biaya ongkos kirim yang diperoleh dari penelusuran secara
online. Sumber harga berasal dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah (LKPP) yang dapat diakses melalui laman http://www.lkpp.go.id/v3/ ,
maka data dukung untuk masing-masing alat cukup satu saja. Tetapi jika data
dukung berasal dari penyedia barang selain LKPP, maka dibutuhkan tiga data
dukung sebagai pembanding.
Setelah data dukung untuk alat-alat laboratorium yang dibutuhkan telah
lengkap, maka tahap selanjutnya adalah isian APKAL tersebut kemudian dikirim
ke direktorat untuk diperiksa dan disetujui oleh operator APKAL direktorat untuk
dilakukan penginputan usulan pembelian alat laboratorium yang dilakukan melalui
aplikasi e-planning.
Selain APKAL, kebutuhan Alat Bantu Belajar Mengajar (ABBM) dan
operasional Prodi Sarjana Terapan Gizi juga melalui aplikasi e-planning. Pengisian
e-planning dilakukan dengan menginput kebutuhan harga dan data dukung setiap
usulan alat yang ingin dibeli/diadakan. Selanjutnya e-planning yang telah selesai
kemudian dikirim dengan menyertakan TOR dan analisis kebutuhan yang
diketahui oleh Ketua Prodi Sarjana Terapan Gizi untuk diperiksa dan disetujui
sebelum dikirim ke Pusat (Bidang PA/PI).
2. Pengelolaan dan akuntabilitas penggunaan dana.
Pengelolaan dan akuntabilitas penggunaan dana di prodi S.Tr Gz &
Dietetika adalah sangat baik, karena sudah menggunakan e-katalog dalam
pengadaan barang dan jasa. Pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan di
Poltekkes Kemenkes Makassar dalam bentuk Surat Pertanggungjawaban (SPJ)
keuangan. SPJ keuangan disusun oleh pengelola keuangan Prodi yang
berpedoman pada RKA yang telah ditetapkan dan berdasarkan penggunaan dana
rill. Setiap SPJ yang telah disusun kemudian diajukan ke bagian verifikator
keuangan yang telah ditetapkan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Makassar.
Verifikator keuangan bertugas untuk mengecek kelengkapan dokumen,
kebenaran tagihan, kebenaran data pihak yang berhak menerima, dan ketepatan
waktu pelaksanaan kegiatan. Apabila laporan keuangan dianggap belum lengkap
oleh verifikator keuangan , SPJ akan dikembalikan kepada pengelola keuangan
Prodi untuk melengkapi dokumen yang dibutuhkan.
Jika SPJ yang telah dilengkapi dianggap lengkap oleh verifikator
keuangan , maka laporan tersebut kemudian diberikan ke Bendahara Pengeluaran
untuk menunggu proses pencairan dana. Dana kegiatan yang telah dicairkan
kemudian dibayarkan kepada pengelola keuangan jurusan.
3. Keberlanjutan pengadaan dan pemanfaatannya.
Keberlanjutan pendaan dan pemantan semua barang pengadaan di Prodi
S.Tr Gz & Dietetika adalah sangat sesuai dengan skema perencanaan. Semua
77
pengadaan barang dan jasa adalah berdasarkan analisis kebutuhan. Pemanfaatan
semua asset adalah sesuai dengan kebutuhan.
4. Pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana.
Pengelolaan sarana dan prasarana adalah dibawah kordinasi pengelola
jurusan gizi. Bagian pengelola barang bertanggungjawab dalam koordinasi
pemanfaatan sarana oleh semua bagian di Prodi S.Tr Gz & Dietetika.
Pemeliharaa asset barang di Prodi S.Tr Gz & Dietetika adalah diatur
sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemeliharaan regular untuk alat mesin
seperti AC dan Personal Komputer dilakukan setiap enam bulan. Pemeliharaan
gedung, diserahkan kepada mekanisme pemeliharaan gedung di kantor Pusat
Rektorat Polrtekkes Kemenkes Makassar.
5. Ketersediaan dan kualitas gedung, ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan,
dll.
Keterseidan dan kualitas gedung di Prodi S.Tr Gz & Dietetika Politeknik
Kesehatan Makassar adalah sangat memadai untuk mendukung semua proses
belajar mengajar. Kualitas pemeliharaan gedung adalah sangat bagus dan terawat.
Disediakan tenaga pembersih ruangan dan taman oleh pihak ketiga. Pengelolaan
keberihan ruangan dan gedung serta taman dikelola secara independen oleh
pemenang tender kebersihan gedung, dibawa kendali Rektorat Politeknik
Kesehatan Makassar.
6. Fasilitas komputer dan pendukung pembelajaran dan penelitian.
Fasilitas computer dan pendukung proses pembelajaran di Prodi S.Tr Gz
& Dietetika adalah satu kesatuan dengan laboratorium Komputer Terpadu di
Politeknik Kesehatan Makassar. Laboratorium Kompuer Terpadu adalah salah
satu fasilitas laboratorium computer yang dilengkapi dengan semua fasilitas
pendukung termasuk jaringan internet.
7. Kesesuaian dan kecukupan sarana dan prasarana.
Sarana prasarana di Prodi S.Tr Gz & Dietetika adalah sudah sangat
memadai sesuai dengan jumlah dan spesifikasi untuk seluruh peserta didik.
Laboratorium Teknologi Pangan, Laboratorium organoleptik, Laboratorium
Kimia, Laboratorium Antropometri, Laboratorium Penyelenggaraan Makanan,
Perpustakaan, Ruang Kelas, Ruang Dosen, Lapangan Olah Raga, Ruang Seminar,
Ruang Rapat Dosen, Ruang Mini Seminar, Ruang Himpunan Mahasiswa Jurusan
Gizi, Gazebi, Klinik, Gazebo dan Mushalla adalah tersedia dan terawat dengan
baik.
78
8. Rancangan pengembangan sistem informasi.
Rancangan pengembangan system informasi di Prodi S.Tr Gz & Dietetika
adalah mengacu pada Rancangan Politeknik Kesehatan Makassar. Sistem
Informasi yang saat ini sudah berjalan adalah Sistem Informasi Terpadu
(Simpadu), Untuk Perencanaan kebutuhan alat-alat Lab dilakukan melalui
Aplikasi Pendataan Kelengkapan Alat Laboratorium (APKAL).. Dari hasil
pengisian APKAL. Selain APKAL, kebutuhan Alat Bantu Belajar Mengajar
(ABBM) dan operasional Prodi Sarjana Terapan Gizi juga melalui aplikasi e-
planning. Pengisian e-planning dilakukan dengan menginput kebutuhan harga
dan data dukung setiap usulan alat yang ingin dibeli/diadakan. Selanjutnya e-
planning yang telah selesai kemudian dikirim dengan menyertakan TOR dan
analisis kebutuhan yang diketahui oleh Ketua Prodi Sarjana Terapan Gizi untuk
diperiksa dan disetujui sebelum dikirim ke Pusat (Bidang PA/PI).
Manajemen administrasi di Jurusan Gizi dan Prodi S.Tr Gz & Dietetika,
juga telah menerapkan e-office untuk mengirim, menyimpan, melakukan
koordinasi administrasi dokumen kerja, yang dikelola secara virtual sehingga
sangat memudahkan koordinasi dimana dan kapan saja. Ini dapat diakses oleh
semua pegawai di Politeknik Kesehatan Makassar.
Rancangan system informasi dimasa yang akan datang adalah aplikasi on-
campus connectivity devices (intranet). Ini penting untuk mempercepat lalu
lintas data antar bagian di Prodi dan Jurusan gizi Politeknik Kesehatan Makassar.
9. Kecukupan dan kesesuaian sumber daya, sarana dan prasarana pendukung
untuk pemberdayaan sistem informasi.
Kecukupan dan kesesuaian sumberdaya, saranan dan prasaranan
pendukung untuk pemberdyaan system informasi adalah sangat baik. Sistem
jaringan yang baik untuk lalu lintas data sangat medukung dan berkerja dengan
baik di Prodi S.Tr Gz & Dietetika. Semua ruang kelas, ruang dosen, gazebo
sudah dilengkapi dengan akses internet bebas oleh seluruh mahasiswa dan civitas
akademika.
10. Efisiensi dan efektivitas pemanfaatan sistem informasi
Efisiensi dan efektivitas pemantaan sistem informasi adalah sangat baik.
Sistem informasi berbasis jaringan internet sudah dimanfaatkan dalam bidang
akademik untuk sistem penilaian, absensi, monitoring kehadiran dosen, monitoring
kehadiran mahasiswa, sistem pembelajaran berbasis e learing (vilep) Poltekkes
Kemenkes Makassar. Semua fasilitas sistem informasi adalah efektif untuk
mencapai tujuan pembelaran dimana mahasiswa mampu melakukan kegiatan
belajar secara on line, berinteraksi dengan dosen dan semua anggota kelas dengan
cepat dan tepat. Penyerahan tugas secara on line dan bahkan ujian dengan sistem
on line telah menghemat penggunaan kertas soal, dan sekaligus cepat dalam
pemeriksaan hasil ujian mahasiswa.
Berdasarkan fakta fakta diatas diketahui bahwa sistem informasi selain
efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran adalah juga efisien karena mampu
menekan beberapa komponen biaya pengadaan barang khususnya ATK.
79
11. Keberadaan dan pemanfaatan on-campus connectivity devices (intranet).
Keberadaan dan pemanfaatan on campus connectivity device belum
dikembangkan dimasa sekarang ini. Pada masa yang akan dating dengan
peningkatan jumlah mahasiswa dan beban pekerjaan yang semakin banyak, maka
penggunaan intranet dipandang perlu untuk lebih meningkatkan efektifitas dan
efisiensi dokumen dan system retensi data di prodi S.Tr Gz & Dietetika.
12. Keberadaan dan pemanfaatan global connectivity devices (internet).
Keberadaan dan pemanfatan global connectivity device (internet) di Prodi
S.Tr Gz & Dietetika adalah sudah dilakukan dengan baik. Applikasi E-Office
adalah salah satu pemanfaatan global connectivity device. Ini membantu
manajemen data dan informasi elektronik tersimpan dengan aman dan dapat
digunakan apabila dibutuhkan dengan kecepatan dan ketepatan akses yang
memadai. Dalam bidang penelitian, pengabdian masyarakat dan perpustakaan
pemanfaatan internet sudah sangat meluas dikalangan mahasiswa dan dosen.
Akses ke Journal International sudah dapat dilakukan melalui akun Willey
Poltekkes Kemenkes Makassar, memudahkan dosen dan mahasiswa mengakses
publikasi jurnal dan buku dari berbagai penerbit International.
Tabel 6
Deskripsi SWOT Pembiayaan dan Prasarana Prodi S.Tr Gz & Dietetika
Kekuatan Kelemahan
1. Memiliki sumber pembiayaan operasional 1. Pemanfaatan on campus
pendidikan yang sangat memadari dan connetivities perlu di inisiasi dan
berkelanjutan dikelola oleh administrator yang
2. Memiliki sarana dan prasaranan yang profesiona
sangat terawatt dan mendukung semua
kegiatan akademik Ancaman
3. Memiliki akuntabilitas pendanaan yang 1. Penerapan Cyber campus, pada
sangat baik
perguruan tinggi lain sudah berjalan
Peluang sangat baik
1. Mengembangkan syber campus
Strategi pemecahan masalah, perbaikan dan pengembangan :
1. Penempatan tenaga arsiparis berbasis IT
2. Manajemen big data on campus connectivities device
3. Pengembangan cyber campus
80
G. PENELITIAN, PELAYANAN/PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT,
DAN KERJASAMA.
1. Kualitas, produktivitas, relevansi sasaran, dan efisiensi pemanfaatan dana
penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat.
Kualitas penelitian dan pengabmas di prodi S.Tr Gz & Dietetik
didasarkan pada tempat publikasi hasil penelitian dan pengabdian masyarakat
selama tahun 2016 sampai tahun 2019. Publikasi di journal international
menyebabkan akses publik International untuk membaca hasil penelitian lebih
terbuka. Dosen Prodi S.Tr Gz & Dietetik menetapkan standar publikasi
International terindeks scopus dan lembaga pengindeks lainnya.
Produktivitas penelitian dan pengabmas adalah diukur dari total
naskah publikasi selama empat tahun terakhir yaitu 2016-2019. Berdasarkan
periode waktu tersebut maka total publikasi di tingkat lokal adalah 54 artikel,
nasional 42 artikel dan International adalah 38 artikel. Lebih jelasnya dapat
dilihat pada Grafik berikut:
81
Selama tiga tahun terakhir produktivitas dosen adalah sangat baik, berdasarkan
grafik diatas.
Relevansi sasaran penelitian dan pengabmas
Relevansi sasaran dalam penelitian dan pengabdian masyarakat adalah
kesesuaian antara sasaran dalam rencana induk penelitian dan pengabmas
dengan penelitian dan pengabmas yang terealisasi setiap tahun. Acuan sasaran
adalah ibu dan anak dengan kekhususan pada penanganan masalah gizi
perkotaan. Politeknik Kesehatan Makassar sebagai pusat pengembangan
kesehatan perkotaan perlu didukung dan dijabarkan dari setiap prodinya.
Prodi S.Tr Gz & Dietetika memiliki peran dan fungsi dalam pengembangan
kajian gizi perkotaan dengan sasaran ibu dan anak. Seluruh riset dan
pengabmas adalah sudah menetapkan ibu dan anak sebagai sasaran. Dengan
demikian relevansinya sangat sesuai dengan tujuan pengembangan gizi
perkotaan.
Efisiensi pemanfaatan dana penelitian dan pengabmas. Efisiensi
pemanfatan dana penelitian dan penbagmas di Prodi S.Tr Gz dan Dietetika
adalah sangat baik dengan serapan anggaran sesuai dengan rencana penelitian
dan pengabmas
82
2. Agenda, keberlanjutan, diseminasi hasil penelitian dan pelayanan/ pengabdian
kepada masyarakat.
Prodi S.Tr Gz & Dietetika sebagai bagian dari Jurusan Gizi telah
Rencana Induk Pengembangan (RIP)) dan Road Map Penelitian dan
Pengabdian Kepada Masyarakat yang akan menjadi dasar dan peta jalan
kepada dosen untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat secara kontinue setiap tahun. Setiap semester dosen dan
mahasiswa diberi kesempatan untuk melakukan penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat yang merupakan wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan
Tinggi. Poltekkes Kemenkes Makassar telah memfasilitasi keberlanjutan
pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui Pusat
Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat di tingkat direktorat dan unit
laboratorium di tingkat jurusan gizi. Selain itu melalui pendanaan dari
Poltekkes Kemenkes Makassar secara rutin, dosen dan mahasiswa dapat
mengakses pendanaan tersebut untuk pelaksanaan penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat. Adapun tahapan dalam pelaksanaan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat, dimulai dengan pengajuan proposal penelitian
dan pengabdian kepada masyarakat pada tahun sebelumnya (T-1) dan
selanjutnya pelaksanaan dilakukan pada tahun berikutnya (tahun berjalan).
Pada tahun berjalan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
dilaksanakan sampai selesai dan hasilnya didesiminasikan pada kegiatan
seminar nasional maupun internasional dan dapat pula melalui publikasi
ilmiah baik melalui jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional
bereputasi. Poltekkes Kemenkes Makassar juga memfasilitasi diseminasi hasil
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan seminar
maupun conferensi internasional yang dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes
Makassar melalui kepanitian yang dibentuk. Selain itu difasilitasi juga melalui
penerbitan buku prosiding sebagai media publikasi bagi dosen dan mahasiswa.
3. Kegiatan penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat bersama
dosen dan mahasiswa.
Kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat di Prodi S.Tr Gz &
Dietetika telah melibatkan dosen dan mahasiswa secara bersama sama.
83
Penelitian dosen dilakukan oleh dosen sebagai peneliti dan mahasiswa
dilibatkan dalam pengumpulan data dan sebagai tenaga lapangan atau asisten
peneliti, mempersiapkan administrasi penelitian dan bertindak sebagai petugas
lapangan. Dosen mengarahkan mahasiswa untuk memobilisasi masyarakat
pada kegiatan pengabdian masyarakat dan dosen sebagai fasilitator
pelaksanaan pengabmas.
Penelitian dan pengabmas juga dilakukan oleh mahasiswa sebagai
peneliti utama dibimbing oleh satu dosen pembimbing. Kegiatan yang sama
juga berlaku untuk pengabdian masyarakat. Jadi di Prodi S.Tr Gz & Dietetika
sudah diberlakukan dosen dan mahasiswa sebagai peneliti dan pelaksana
pengabdian masyarakat.
4. Banyak dan kualitas kegiatan penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada
masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa.
Jumlah penelitian dosen dan mahasiswa adalah ketajaman sisi
akademik dan subtansi penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan
oleh dosen dan mahasiswa adalah 134 penelitian selama 3 tahun terakhir.
Jumlah ini setara dengan 6-7 penelitian oleh dosen selama 3 tahun terakhir.
Kualitas penelitian, di prodi S.Tr Gz& Dietetika, diukur dari delapan
aspek yaitu (1) standar hasil (2) standar proses (3) standar penilain (4) standar
pengelolaan (5) standar isi (6) standar peneliti (7) standar pembiayaan dan
pendanaan (8) standar sarana dan prasarana.
Hasil penelitian di Prodi S.Tr Gz & Detetik adalah berupa produk
inovasi yang kongkrit dan inovasi ide dalam perbaikan pelayanan kesehatan
masyarakat. Hasil penelitian berupa karya ilmiah yang dipatenkan,
dipublikasikan di jurnal ilmiah baik nasional dan international. Problem gizi
masyarakat mendapat jalan keluar dan solusi berdasarkan bukti bukti terbaru
penelitian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian yang
telah terbukti secara ilmiah kemudian menjadi bahan untuk pengabdian
amsyarakat.
Proses penelitian di Prodi S.Tr Gz & Dietetik, adalah diawali dengan
proposal, seleksi peroposal, kode etik, perizinan, penelitian, quality control,
84
seminar proposal, seminar hasil, revisi perbaikan. Berdasarkan serangkaian
proses diatas jelas diketahui bahwa proses penelitian di prodi
S.TrGz&Dietetika adalah sangat berkualitas karena telah melalui tahapan
proses yang akuntabel secara ilmiah.
Penilaian penelitian di Prodi S.Tr Gz & Dietetika, didasarkan pada
rubrik yang jelas diatur dalam pedomen Penelitian yang diterbitkan oleh Unit
Penelitian Poltekkes Kemenkes Makassar. Pedoman penelitian teratur
diterbitkan oleh Politeknik Kesehatan, sebagai acuan bagi seluruh peneliti
untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas.
Pengelolaan penelitian di Prodi S.TrGz & Dietetika dilakukan oleh tim
peneliti yang terdiri dari ketua dan anggota. Tim peneliti bertanggunjawab
kepada Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan
Makassar. Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi menjalankan fungsi
koordinasi di tingkat jurusan. Pengelolaan keuangan penelitian
bertanggungjawab kepada bagian keuangan dalam mekanisme
pertanggungjawaban penggunaan dana penelitian dan pengabdian masyarakat.
Isi penelitian ditulis dalam sistematika Pendahuluan, Tinjauan Pustaka,
Kerangka Konsep, Metode, Hasil dan Pembasan Kesimpulan saran, referensi
dan lampiran. Isi penelitian mengacu pada Pedoman Penelitian.
Pembiaayan penelitian mendapat dukungan dana yang maksimal pada
Politeknik Kesehatan Makassar dengan standar terendah adalah 25 juta dan
tertinggi adalah 150 juta. Besarnya biaya penelitian adalah disesuaikan dengan
skema penelitian. Pembiayaan untuk kegiatan pengabdian masyarakat pada
dosen adalah 15 juta per topik pengabmas sedangkan pengabmas mahasiswa
adalah 5 juta per topik pengabmas. Jumlah ini adala sangat memadai untuk
menjalankan penelitian dan pengabdian masyarakat setiap tahun.
Sarana dan prasaran pendukung kegiatan riset adalah sangat memadai,
karena satu kesatuan dengan seluruh laboratorium di Politeknik Kesehatan
Makassar. Sarana dan prasarana penelitian juga didasarkan pada standar
penggunaan alat yang dipersyaratkan oleh penelitian dan diterima sebagai
standar alat pada tingkat nasional dan international.
85
5. Hubungan antara pengajaran, penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada
masyarakat.
Pengajaran penelitian dan pengabdian masyarakat adalah mata rantai
yang saling berkaitan satu sama lain di Prodi S.Tr Gz & Dietetika. Empat
Puluh (40%) proses belajar mengajar adalah dilakukan dikelas dan
laboratorium, 30% proses belajar dilakukan dalam bentuk penelitian oleh
dosen dan mahasiswa dan 30% proses belajar melalui kegiatan pengabdian
masyarakat. Proporsi kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian
masyarakat adalah berimbang.
Pengembangan bahan ajar adalah berasal dari hasil penelitian dan
pengandian masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Langkah
awal adalah dosen menetapkan luaran proses belajar, selanjutnya mahasiswa
melakukan belajar mandiri melalui tugas dan bedah kasus dilapangan. Hasil
bedah kasus dipresentasekan di kelas dibawah bimbingan dosen.
Pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah berbasis bukti bukti
yang diperoleh dari penelitian sebelumnya. Jadi pendidikan, penelitian dan
pengabdian masyarakat adalah berhubungan satu sama lain secara konsisten
dan setara.
6. Banyak dan kualitas kegiatan penelitian dan publikasi dosen.
Publikasi dosen sudah cukup banyak selama 3 tahun terakhir, Pada
tingkat local sebanyak 54 artikel, nasional 42 artikel dan international 38
artikel
7. Hubungan kerjasama dan kemitraan penelitian dengan lembaga dalam dan luar
negeri.
Hubungan kerjasama kemitraan penelitian dengan lembaga dalam
negeri seperti Pusat Penelitian Gizi dan Makanan dalam penyusunan table
Komposisi Pangan Indonesia Tahun 2017 sudah dilakukan dengan baik.
Selain itu kerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
86
dalam bentuk penyediaan tenaga supervisor lapangan dan pejabat teknis riset
untuk wilayah Sulawesi Selatan adalah sudah mendapatkan kepercayaan
sebagai mitra dari Politeknik Kesehatan Makassar.
Hubungan dengan lembaga penelitian luar negeri juga sudah
dilakukan tahun 2019, dengan melakukan riset kolaborasi antara Politeknik
Kesehatan Makassar, Jurusan Gizi dengan Managemen Sciences University
Malaysia. Fokus studi adalah stunting dan determinan factor pada etnis bugis
antara Bugis Sulawesi Selatan dengan Komunitas Bugis Selangor Malaysia.
8. Kualitas dan kurun waktu penyelesaian skripsi (termasuk proses penulisan
dan pembimbingannya).
Penyelesaian skripsi mahasiswa adalah selama satu semester yaitu
semester VII. Persiapan dan ujian proposal di semester VI, sehingga
penyelesaian skripsi sudah terjadwal dengan baik. Kegiatan bimbingan
mahasiswa berjalan dinamis sejak proposal di semester VI dan Riset di
Semester VII. Pembimbing dibagi dua yaitu pembimbing pertama dengan
kewenangan bimbingan substansi penelitian dan pembimbing kedua dengan
kewenagnan tata bahasa dan penulisan.
9. Publikasi hasil penelitian, karya inovatif, dan rangkuman
Publikasi hasil penelitian adalah terdokumentasi di repository
perpustakaan jurusan gizi politeknik Kesehatan Makassar. Khusus untuk
karya yang sangat layak diterbitkan di Journal Open System (OJS) Media
Gizi Pangan, yang dikelola oleh jurusan gizi Politeknik Kesehatan Makassar.
Selain itu publikasi juga di lakukan pada OJS Media Kesehatan Politeknik
Kesehatan Makassar dan terindeks sinta 4. Karya inovatif periode tahun -
2019 sebanyak buah dalam bentuk hak cipta.
10. Kerjasama dengan instansi yang relevan.
Kerjasama dengan instansi yang relevan antara lain dengan (1) RSU
Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar sebagai lahan praktek (2) RSU Kota
Makassar, (3) RS Tajuddin Chalid Makassar (4) RSU Labuang Baji Makassar
(4) Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan (5) Catering Service
87
Aeroprima (4) CV Kajian Gizi (5) RSUD Salewangan Maros (6) Dinas
Kesehatan Barru (7) Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai (8) Dinas Kesehatan
Kabupaen Takalar (9) Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar.
11. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama.
Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama, tetap dilakukan setiap
tahun. Khusus untuk kerjasama dengan berbagai rumah sakit, dilakukan setiap
selesai satu sesi praktikum. Evaluasi secara keseluruhan dilakukan setelah
masa berlaku kerjasam akan berakhir untuk memutuskan keberlanjutan
kerjasama berdasarkan hasil evaluasi.
Evaluasi, ini dilakukan oleh pengelola atas masukan dari seluruh
instruktur di lahan praktek serta mendengarkan masukan dari mahasiswa
selaku pihak yang menggunakan jasa pembimbingan di lahan praktek.
12. Hasil kerjasama yang saling menguntungkan.
Salah satu hasil kerjasama yang saling menguntungkan adalah
kerjasama dengan Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan sejak tahun
2016-2019. Setiap tahun serapan alumni dalam program penanggulangan
masalah gizi di Sulsel cukup baik. Tahun 2017-2018, alumni di rekrut untuk
tenaga enumerator Pemantaun Status Gizi di 33 Kabupaten Kota di Sulawesi
Selatan. Pada tahun 2019 sedang di persiaokan serapan tenaga gizi
pendamping untuk penempatan daerah lokus stunting.
Kerjasam dengan Yayasan Kalla, dalam bidang pengabdian
masyarakat di Kabupaten Maros,. Menjadi wahana untuk praktek pengabdian
masyarakat mahasiswa dan dosen.
Kerjasama dengan PT Otsuka, dalam fasting edukation menjadi
wahana kegiatan edukasi publik di berbagai instansi pemerintah dan swasta
13. Kepuasan fihak-fihak yang bekerjasama
Para pihak yang telah melakukan kerjasama dengan Prodi STr Gz &
Dietetik Politeknik Kesehatan Makassar, adalah merasa sangat puas atas cara
kami memperlakukan mitra kerja. Hal ini dibuktikan dengan tetap
dilanjutkannya berbagai kerjasama yang saling menguntungkan antara lain,
88
kerjasama dengan dinas kesehatan telah memasuki masa empat tahun.
Kerjasama dengan Yayasan Kalla sudah memasuki tahun kedua. Kerjasama
dengan PT Otsuka dalam Fasting Edukasi sudah memasuki tahun ke tiga.
Tabel 7.
Analisis SWOT Penelitian, Pengabdian Kepada Mayarakat dan Kerja Sama
Kekuatan Kelemahan
1 Kegiatan penelitian dan pengabdian 1. Penelitian kerjasama internasional
kepada masyarakat telah dijalankan perlu terus ditingkatkan
sesuai agenda Road Map Penelitian dan
Pengabmas Ancaman
2. Kegiatan penelitian dan pengabdian 1. Perguruan tinggi lain, sudah lama
kepada masyarakat yang dilakukan di
Program Studi telah sesuai Pusat melakukan kerjasama international
Unggulan Poltekkes Makassar yaitu dalam berbagai riset gizi dan
kesehatan perkotaan kesehatan
Peluang
1. Kerjasama penelitian international
dapat dimaksimalkan
2. Memaksimalkan potensi kerjasama
dengan pemerintah daerah dalam
pendampingan upaya perbaikan gizi
berbasis riset
Strategi pemecahan masalah, perbaikan dan pengembangan :
1. Mengembangkan kerjasama riset international
2. Mengembangkan kerjasama kemitraan dengan pemda dalam pencegahan
masalah gizi
89
BAB II
ANALISIS SWOT PROGRAM STUDI SECARA KESELURUHAN
Tabel 1
Deskripsi SWOT Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Prodi S.Tr Gz & Dietetika
Kekuatan Kelemahan
1. Memiliki dasar hukum pendirian yang 1. Jumlah dan implementasi
sangat jelas menurut aturan perundang- kerjasama internasional masih
undangan yang berlaku. perlu ditingkatkan
2. Memiliki visi, misi, tujuan dan sasaran
yang sangat jelas. Ancaman
3. Memiliki system audit internal secara 1. Semakin bertambahnya jumlah
rutin setiap tahun
4. Menerapkan sistem penjaminan mutu dan perguruan Tinggi lain (Negeri dan
telah mendapat sertifikat ISO Seri 9001. Swasta) yang menyelenggarakan
5. Implementasi visi dan misi Program Studi Prodi yang sama baik ditingkat
telah dilaksanakan dalam penyelenggaraan lokal, regional maupun
pendidikan, penelitian dan pengabdian internasional
kepada masyarakat 2. Perjanjian AFTA yang
memberikan kesempatan kepada
Peluang tenaga kerja asing (ASEAN) untuk
1. Kesesuaian visi program studi bekerja di dalam negeri.
kewirausahaan gizi dengan
perkembangan kebutuhan industry kuliner
Indoenesia berbasis on line.
2. Fokus pemerintah dalam pencegahan
stunting, membutuhkan tenaga
professional gizi masyarakat seperti
sarjana terapan gizi.
3. Adanya kesempatan untuk meningkatkan
kerjasama dengan pihak terkait lainnya
dalam rangka pencapaian visi dan misi
Program Studi.
Strategi pemecahan masalah, perbaikan dan pengembangan :
1. Menambah kerjasama interntional dalam bidang penelitian
2. Bekerjsama dengan peerintah daerah dalam upaya pendampingan akademis
perbaikan gizi berbasis bukti
3. Membuka kewirausahaan gizi, bersama forum ikatan alumi gizi
90
Tabel 2
Deskripsi SWOT Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaa,
Penjaminan Mutu dan Sistem Informasi Prodi S.Tr Gz &
Dietetika
Kekuatan Kelemahan
1. Tata pamong, kepemimpinan, system 1. Dibutuhkan minimal satu tenaga
pengelolaan, Penjaminan mutu dan system adminstrasi prodi, yang hanya
informasi berjalan sangat akuntabilitas, menata manajemen adminstrasi
dan terkordinasi yang sangat baik. akademik, penelitian dan
2. Pengelolaan bidang pendidikan, penelitian pengabdian masyarakat
dan pengabdian masyarakat dijalankan
berdasarkan gugus kendali mutu yang
konsisten
Peluang Ancaman
1. Memiliki kesempatan membuka unit 1. Perkembangan usaha kecil dan
usaha di bidang gizi dan makanan menengah dibidang makanan
2. Membuka kesempatan untuk dan kesehatan, tidak
meningkatkan kerjasama dengan pihak menempatkan kompetensi ahli
terkait lainnya dalam rangka pencapaian gizi sebgai entri point penting,
visi dan misi Program Studi. rekrutmen karyawan, dan pada
sisi lain, usaha dibidang ini
tergolong pada modal
Strategi pemecahan masalah, perbaikan dan pengembangan :
1) Peningkatan kompetensi dosen Kewirauasahaan gizi
2) Membuka kerjasama dengan pihak dunia usaha untuk pengembangan
produk gizi inovatif
91
Tabel 3
Deskripsi SWOT Mahasiswa dan Lulusan Prodi S.Tr Gz &
Dietetika
Kekuatan Kelemahan
1. Kenaikan jumlah peminat setiap tahun 1. Kompetensi pendukung dalam
terhadap prodi S.Tr Gz & Dietetik kewirausahaan gizi, belum
2. Kompetensi lulusan jelas dan pemanfaatan memiliki lahan praktek mandiri
lulusan dipasar kerja sangat baik bagi mahasiswa
3. Alumni sudah tersebar di berbagai tempat
dan memiliki jejaring yang sangat luas
Peluang Ancaman
1. Mahasiswa dan Alumni prodi S.Tr Gz & 1. Kualifikasi jenjang pendidikan
Ditetika berpeluang melanjutkan kegizian belum dipandang
pendidikan profesi dietisien. sebagai pembeda kemampuan
2. Alumni prodi S.Tr Gz & Dietetika kompetensi bagi instansi
Poltekkes Makassar lebih mampu bekerja pengguna tenaga gizi, sehingga
secara professional dibanding competitor lebih memilih karyawan jenjang
pendidikan gizi yang standard
gajinya lebih murah, tanpa
melihat kemampuan
kompetensinya.
Strategi pemecahan masalah, perbaikan dan pengembangan :
1. Pelatihan dosen dan instruktur dalam bidang kewirausahaan gizi
2. Kerjasama dengan balai latihan kerja
3. Advokasi budaya mutu kualifikasi tenaga gizi kepada user baik instansi
pemerintah maupun swasta
92
Tabel 4
Deskripsi SWOT Sumber Daya Manusia Prodi S.Tr Gz &
Dietetika
Kekuatan Kelemahan
1. Sistem rekrutmen yang akuntabel 1. Peningkatan kemampuan
menghasilan tenaga calon dosen yang komunikasi dan publikasi karya
kualified. ilmiah di International perlu terus
2. Jenjang pendidikan dosen kualifikasi dilakukan
Doktor terus bertambah
3. Keberlanjutan manajemen SDM, sangat
baik, karena didukung oleh manajemen
sumberdaya manusia dari kementerian
kesehatan
Peluang Ancaman
1. Sumberdaya manusia di Prodi S.Tr Gz & 1. Perguruan tinggi asing di Asia
Dietetika, mendukung peningkatan budaya sudah lebih maju dalam
akademik yang unggul dan mandiri kualifikasi jenjang pendidikan
2. Pengembangan program inovasi dalam dan jejaring international sudah
bidang pangan dan gizi lebih terbuka, sangat berkembang.
karena didukung oleh kompetensi dosen
yang terus berkembang.
Strategi pemecahan masalah, perbaikan dan pengembangan :
1. Peningkatan jumlah publikasi ilmiah di forum international, melalui seminar
dan konfrensi International di bidang gizi di berbagai negara
2. Peningkatan jumlah dukungan dana perjalanan untuk meeting international di
negara Asia khususnya.
93
Tabel 5
Deskripsi SWOT Kurikulum Pembelajaran dan Suasna Akademik Prodi S.Tr
Gz & Dietetika
Kekuatan Kelemahan
1. Memiliki Kurikulum Pendidikan Tinggi 1. Pembelajaran tematik dan
(KPT) yang sangat baik, melalui kajian integrative perlu di inisiasi
akademis yang kuat. . dikalangan dosen dan mahasiswa
2. Misi pembelajaran berbasis pada 2. Pembelajaran sudah efektif namun
kompetensi dan kabutuhan tenaga gizi di belum efisien dari sisi pembiayaan.
berbagai instansi terkait. 3. Dinamika perubahan kebutuhan
3. Pembelajaran focus pada pembentukan masyarakat sangat cepat melampaui
keterampilan. fleksibilitas kurikulum
4. Keterlibatan mahasiswa dalam
pemebalajarn sangat tinggi
5. Sudah terintegrasi kegiatan pendidikan,
penelitian dan pengabdian masyarakat.
Peluang Ancaman
1. Memiliki peluang membuka unit 1. Kurikulum pendidikan tinggi
usaha bisnis kuliner bidang akademik di perguruan
2. Memiliki peluang untuk meembuka tinggi negeri lebih fleksible,
unit pelatihan dibindang gizi preventif menarik simpati mahasiswa.
Strategi pemecahan masalah, perbaikan dan pengembangan :
1. Membuka u bisnis catering kampus
2. Membuka unit bisnis pelatihan
3. Membuat peta jabatan unit pengembangan kurikulum
94
Tabel 6
Deskripsi SWOT Pembiayaan dan Prasarana Prodi S.Tr Gz & Dietetika
Kekuatan Kelemahan
1. Memiliki sumber pembiayaan operasional 1. Pemanfaatan on campus
pendidikan yang sangat memadari dan connetivities perlu di inisiasi dan
berkelanjutan dikelola oleh administrator yang
2. Memiliki sarana dan prasaranan yang profesiona
sangat terawatt dan mendukung semua
kegiatan akademik
3. Memiliki akuntabilitas pendanaan yang
sangat baik
Peluang Ancaman
1. Mengembangkan syber campus 1. Penerapan Cyber campus, pada
perguruan tinggi lain sudah berjalan
sangat baik
Strategi pemecahan masalah, perbaikan dan pengembangan :
1. Penempatan tenaga arsiparis berbasis IT
2. Manajemen big data on campus connectivities device
3. Pengembangan cyber campus
95