PEDOMAN PENULISAN
SKRIPSI
Tim Penyusun
H. Mustamin, SP, M.Kes
Dr. Nadimin, SKM, M.Kes
Dr. Lydia Fanny, DCN, M.Kes
Sirajuddin, SP, M.Kes
Editor
Ramlan Asbar, S.Gz, M.Si
Manjilala, S.Gz, M.Gizi
Nursalim, S.Gz, M.Si
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
MAKASSAR
2018
SAMBUTAN KETUA JURUSAN GIZI
Penyusunan buku Pedoman Penulisan Skripsi ini, merupakan salah
satu upaya untuk mempermudah mahasiswa Jurusan Gizi Politeknik
Kesehatan Kementerian Kesehatan Makasasar, dalam menyusun proposal
dan penulisan hasil penelitian yang memenuhi syarat ilmiah.
Pedoman penulisan skripsi ini juga dapat dijadikan acuan bagi para
pembimbing dan penguji untuk memberi penilaian tentang kemampuan
mahasiswa dalam menulis skipsi sehingga format skripsi yang dihasilkan
menjadi seragam. Semoga Buku Pedoman Penulisan skripsi ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.
Makassar, Juli 2017
Ketua Jurusan,
H.Mustamin,SP, M.Kes
ii
KATA PENGANTAR
Skripsi sebagai salah satu tugas akhir mahasiswa dapat ditulis dengan
bermacam-macam cara/format, tergantung dari ketentuan-ketentuan yang
dibuat oleh perguruan tinggi yang bersangkutan. Demikian juga halnya
dengan cara penulisan karya ilmiah lainnya. Hal tersebut seringkali
menimbulkan kesulitan bagi mahasiswa, cara mana yang harus diikuti.
Akibatnya sering ditemui cara-cara penulisan yang tidak konsisten dan tidak
ada keseragaman pada karya ilmiah yang dihasilkan.
Disamping format yang tidak seragam, apa yang harus ditulis dalam
bab-bab di dalam skripsi masih kurang diketahui oleh banyak mahasiswa.
Perkembangan dalam penulisan daftar pustaka, penggunaan bahasa
Indonesia dengan baik dan benar perlu mendapat perhatian kalangan
ilmuwan.
Kami menyadari pedoman ini masih banyak kekurangannya, oleh
karena itu sangat diharapkan sumbang saran para pembaca untuk
perbaikannya. Do’a kami semoga pedoman ini bermanfaat terutama bagi
mahasiswa dan pembimbing.
Makassar, September 2016
Tim Penyusun
iii
DAFTAR ISI
halaman
SAMBUTAN KETUA JURUSAN GIZI ................................................. ii
KATA PENGANTAR ........................................................................... iii
DAFTAR ISI ........................................................................................ iv
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang ........................................................ 1
B. Pengertian................................................................. 2
C. Tujuan .......................................................................
3
BAB II PEMBIMBING DAN PERSYARATAN UJIAN 4
A. Kriteria Pembimbing .................................................. 4
B. Uraian Tugas.............................................................
C. Persyaratan Skripsi .................................................. 6
10
BAB III KERANGKA SKRIPSI 19
A. Bagian Awal ..............................................................
B. Bagian Utama ........................................................... 21
C. Bagian Akhir.............................................................. 21
21
BAB IV TATA CARA PENULISAN 22
A. Kaidah Bahasa ......................................................... 23
B. Jenis dan Ukuran Kertas ........................................... 25
C. Pengetikan ................................................................ 28
D. Alinea, Paragraf, Permulaan Kalimat ........................ 30
E. Penomoran................................................................ 32
F. Tabel dan Gambar ....................................................
G. Spasi .......................................................................
H. Penulisan Tinjauan Pustaka......................................
I. Cara Penulisan Daftar Pustaka .................................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
iv
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1. Contoh format sampul luar proposal penelitian ............... 36
Lampiran 2. Contoh format sampul dalam proposal penelitian ........... 37
Lampiran 3. Contoh format sampul luar hasil penelitian ..................... 38
Lampiran 4. Contoh format sampul dalam hasil penelitian ................. 39
Lampiran 5. Contoh format sampul luar Ujian Akhir Program (UAP) .... 40
Lampiran 6. Contoh format sampul dalam Ujian Akhir Program (UAP) 41
Lampiran 7. Contoh penulisan halaman pengesahan proposal
42
penelitian ..........................................................................
Lampiran 8. Contoh penulisan halaman pengesahan setelah 43
44
proposal penelitian..........................................................
Lampiran 9. Contoh penulisan halaman pengesahan hasil penelitian . 45
Lampiran 10. Contoh penulisan halaman pengesahan setelah ujian
46
hasil penelitian .................................................................. 47
Lampiran 11. Contoh penulisan halaman pengesahan ujian akhir 48
50
program ............................................................................ 51
Lampiran 12. Contoh cara penulisan ringkisan....................................... 53
Lampiran 13. Contoh penulisan kata pengantar ..................................... 54
Lampiran 14. Contoh cara penulisan daftar singkatan............................ 55
Lampiran 15. Contoh penulisan daftar isi .............................................. 56
Lampiran 16. Contoh penulisan daftar tabel ........................................... 57
Lampiran 17. Contoh penulisan daftar gambar....................................... 58
Lampiran 18. Contoh penulisan daftar lampiran ..................................... 59
Lampiran 19. Contoh penulisan tinjauan pustaka................................... 60
Lampiran 20. Contoh penulisan tabel ..................................................... 61
Lampiran 21. Contoh penulisan gambar/grafik ....................................... 64
Lampiran 22. Contoh rumus perhitunga sampel ....................................
Lampiran 23. Tabel uji hipotesis ............................................................
Lampiran 24. Lembar Konsultasi ...........................................................
Lampiran 25. Data Dosen ......................................................................
v
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mata kuliah Skripsi adalah salah satu bagian dari kurikulum di Jurusan
Gizi Politeknik Kesehatan Makassar. Berdasarkan hal tersebut, setiap
mahasiswa wajib membuat Skripsi sederhana dalam rangka penyelesaian
program pendidikan sesuai minat dan jurusannya. Penyusunan Skripsi
dilakukan di semester lima dan atau semester enam.
Mata Kuliah Skripsi diambil pada semester tujuh dalam bentuk proposal
skripsi dan semester VIII dalam bentuk Ujian Akhir Skripsi. Mahasiswa Diploma
IV pada semester VI langsung membuat proposal dan dinilai hasil ujian
proposalnya, lalu atas proposal inilah dilanjutkan penelitiannya pada semester
VIII hingga laporan akhir dalam bentuk skripsi dan di presentasekan di depan 3
orang penguji pada ujian akhir.
Skripsi merupakan salah satu bentuk karya ilmiah, sehingga dalam
penyusunannya harus berdasarkan kaidah-kaidah penulisan secara ilmiah mulai
dari tingkat yang sangat sederhana sampai ke tingkat yang lebih komplek sesuai
dengan kemampuan dan minat mahasiswa. Pengalaman membuat proposal
penelitian, melaksanakan penelitian dan menulis laporan hasil penelitian
diharapkan dapat memberikan bekal kepada mahasiswa untuk dapat berpikir
secara sistematis, logis, kritis dan analitis.
Level skripsi Diploma IV adalah minimal sampai pada tahap analisis atas
penelitian terapan. Penelitian terapan adalah penelitian yang dilakukan pada
salah satu bentuk intervensi gizi yang sedang berjalan yang dilakukan oleh
satuan kerja perangkat daerah atau pusat. Intervensi yang dimaksud adalah
intervensi gizi yang dijalankan di Dinas Kesehatan dan jajarannya atau rumah
sakit dan segala sub unitnya, atau kebijakan tentang pangan dan gizi yang
dijalankan oleh instansi strategis lainnya seperti badan ketahanan pangan,
badan pengawasan obat dan makanan, dan balai balai kesehatan lainnya yang
terkait langsung ataupun tidak langsung dengan masalah gizi.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 1
Penelitian terapan bercirikan observasi atas input, proses ataupun
aoutput dari sebuah intervensi yang telah dijalankan oleh instansi pemerintah
atau swasata atau individu. Peneliti jelas hanya akan menilai dan menelaah sisi
positif dan contoh layak tiru dari program dimaksud, apabila ditemukan adanya
kekeliruan segera dilakukan kajian atau analisis perbaikan atas rekomendasi
hasil observasi peneliti.
Penelitian terapan juga bercirikan rekayasa sosial atai
Ketentuan yang berkaitan penulisan skripsi yang berlaku di Jurusan Gizi
Politeknik Kesehatan Makassar beragam. Perlu disusun suatu pedoman
penulisan yang dapat dijadikan acuan sehingga tercipta keseragaman tentang
ketentuan dan teknis penulisan Skripsi di lingkungan Jurusan Gizi politeknik
Kesehatan Makassar.
B. Pengertian
Skripsi adalah Skripsi akademik akhir yang menunjukkan hasil studi dan
atau hasil penelitian, sesuai peraturan akademik dan ketentuan penulisan yang
telah ditetapkan. Penyusunan Skripsi dilakukan oleh mahasiswa Program Studi
Diploma IV Gizi (PRODI D-IV Gizi) dibawah pengawasan dan bimbingan dosen
pembimbing sebagai salah satu kewajiban atau syarat penyelesaian studi di
Jurusan Gizi. Isi skripsi diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran
yang penting untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya
dibidang Pangan, Gizi dan Kesehatan.
C. Tujuan
Penyusunan SKRIPSI merupakan salah satu metode yang memberikan
pengalaman kepada mahasiswa untuk perpikir sistematis, logis, kritis dan
analitis, sehingga mahasiswa mampu:
1. Menetapkan masalah kesehatan yang akan dibahas sesuai minat mahasiswa
Jurusan Gizi.
2. Membuat usulan (proposal) penelitian sederhana dalam bidang pangan, gizi
dan kesehatan.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 2
3. Melaksanakan kegiatan penelitian sederhana dalam bidang pangan, gizi dan
kesehatan.
4. Menganalisis hasil penelitian dalam bidang pangan, gizi dan kesehatan yang
telah dilaksanakan.
5. Membuat laporan hasil penelitian yang memenuhi ketentuan penulisan karya
ilmiah.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 3
BAB II
PEMBIMBING DAN PERSYARATAN UJIAN
Penulisan SKRIPSI setiap mahasiswa sebaiknya sudah didampingi oleh para
pembimbing. Pembimbing SKRIPSI terdiri 2 (dua) orang, yaitu pembimbing utama
yang bertanggung jawab terhadap materi penulisan dan pembimbing pendamping
yang bertanggung jawab terhadap teknis penulisan. Apabila diperlukan, dengan
sepengetahuan pembimbing yang telah ditunjuk, mahasiswa dapat meminta bantuan
dosen lain atau staf ahli lain di luar Jurusan Gizi.
A. Kriteria Pembimbing
Pembimbing adalah dosen Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Makassar
yang diberikan kewenangan dalam membimbing penyusunan SKRIPSI
mahasiswa serta sesuai dengan SK Bersama Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara No. 61409/MPK/KP/99
dan No. 171 Tahun 1999 tanggal 13 Oktober 1999 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya yaitu:
1. Pembimbing Utama
a. Jabatan Fungsional Asisten Ahli dan pendidikan terakhir S-2 atau S-3.
b. Jabatan Fungsional Lektor dan pendidikan terakhir S-2 atau S-3.
c. Jabatan Fungsional Lektor Kepala dan pendidikan terakhir S-2 atau S-3.
d. Jabatan Fungsional Guru Besar dan pendidikan terakhir S-2 atau S-3.
e. Dianggap cakap dibidang ilmu yang berkaitan dengan permasalahan
penelitian yang dibahas dalam SKRIPSI
f. Bersedia membimbing dan melaksanakan tugas sesuai uraian tugas
pembimbing.
2. Pembimbing Pendamping
a. Jabatan Fungsional Asisten Ahli dan pendidikan terakhir S-2.
b. Dianggap cakap dibidang ilmu yang berkaitan dengan permasalahan
penelitian yang dibahas dalam SKRIPSI
c. Bersedia membimbing dan melaksanakan tugas sesuai uraian tugas
pembimbing.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 4
B. Uraian Tugas
Pembimbing bertanggung jawab terhadap penyelesaian penyusunan
Skripsi mahasiswa bimbingannya, oleh karena itu seorang pembimbing berusaha
memotivasi, mengawasi dan membantu memecahkan masalah yang dihadapi
mahasiswa bimbingannya, khususnya yang terkait dengan proses penyusunan
Skripsi. Rincian tugas pembimbing selengkapnya adalah:
1. Membimbing mahasiswa dalam penyusunan proposal SKRIPSI.
2. Mempertimbangkan saran-saran penyempurnaan proposal SKRIPSI yang
dihasilkan mahasiswa sebelumnya, pada mata kuliah metode penelitian.
3. Menetapkan judul atau topik dalam penyusunan proposal SKRIPSI.
4. Membimbing dan mengarahkan mahasiswa dalam pengolahan dan analisis
data hasil penelitian, serta menyusun naskah SKRIPSI.
5. Mendampingi mahasiswa pada seminar proposal, seminar hasil penelitian
dan ujian komprehensip.
C. Persyaratan Ujian SKRIPSI
1. Proposal Penelitian
a. Telah melunasi biaya pendidikan Semester I s/d V
b. Bimbingan (pembimbing utama dan pendamping) minimal 5 kali
c. Mengisi formulir pendaftaran pada unit SKRIPSI Jurusan Gizi Poltekkes
Kemenkes Makassar
d. Pernah menjadi moderator ujian SKRIPSI sebanyak 1 (satu) kali dan 3
(tiga) kali sebagai penyanggah
2. Hasil Penelitian
a. Telah melunasi biaya pendidikan Semester I s/d VI
b. Bimbingan (pembimbing utama dan pendamping) minimal 5 kali
c. Mengisi formulir pendaftaran pada unit SKRIPSI Jurusan Gizi Poltekkes
Kemenkes Makassar
d. Pernah menjadi moderator ujian SKRIPSI minimal 1 (satu) kali,
penyanggah minimal 3 (tiga) kali dan Audiance minimal 5 (lima) kali.
3. Ujian Akhir Program (UAP)
a. Telah melunasi biaya administrasi UAP
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 5
b. Lulus mata kuliah semester I s/d VI
c. Bebas Pustaka, Jasa Laboratorium, dll.
d. Menyerahkan lembar konsultasi perbaikan pembimbing utama,
pendamping dan penguji
e. Mengisi formulir pendaftaran pada unit SKRIPSI Jurusan Gizi Poltekkes
Kemenkes Makassar
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 6
BAB III
KERANGKA SKRIPSI
A. Bagian Awal
Bagian awal terdiri dari sampul depan (cover), sampul dalam tanpa logo
disertai tulisan “Skripsi I dan II” halaman persetujuan, halaman pengesahan,
abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, dan daftar grafik/gambar.
1. Sampul depan (cover)
Sampul depan berwarna biru muda, memuat informasi sebagai
berikut :
a. Judul Skripsi yang ditulis dengan HURUF KAPITAL seluruhnya, dengan
ukuran huruf 14-16 point. Apabila judul tersebut lebih dari satu baris
maka ditulis dengan spasi tunggal (satu spasi). Judul yang lebih dari satu
baris hendaknya diatur sedemikian rupa, dan setiap penggalan
hendaknya mempunyai arti apabila dibaca tersendiri. Judul tidak boleh
terlalu panjang (maksimal 20 kata), ditulis secara simetris dengan pola
piramida terbalik. Judul harus menggambarkan masalah dan tujuan
Skripsi itu sendiri.
b. Logo Politeknik Kesehatan dengan ukuran diameter 4.5 cm.
c. Nama lengkap mahasiswa (tanpa gelar), huruf kapital
d. NIM (nomor induk mahasiswa)
e. Tulisan: PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
f. Tulisan: JURUSAN GIZI POLITEKNIK KESEHATAN
g. Tulisan: KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
h. Tulisan: MAKASSAR.
i. Tulisan: TAHUN (sesuai tahun lulus).
Semua tulisan dan gambar ditempatkan di tengah-tengah ruang
tulisan (simetris kiri-kanan). Tulisan nama lembaga dan tahun (point e-i)
menggunakan ukuran huruf (font size) 14 point (Contoh Terlampir).
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 7
2. Sampul dalam
Halaman ini memuat tulisan dan komponen yang sama dengan
halaman depan (cover) tetapi dicetak di atas kertas putih yang sama dengan
naskah keseluruhan, tanpa logo institusi, ditambah tulisan “Skripsi sebagai
syarat untuk menyelesaikan program pendidikan Diploma III Gizi” yang
ditempatkan antara nama penulis dan keterangan lembaga. Halaman ini
terhitung sebagai nomor halaman “i”, meskipun nomor halaman tersebut
tidak dicantumkan.
3. Halaman Pengesahan
Halaman ini merupakan pengesahan bahwa Skripsi tersebut telah
dianggap memenuhi syarat untuk diseminarkan/diujikan. Halaman ini
diperhitungkan sebagai halaman “ii”. Judul HALAMAN PERSETUJUAN
ditulis ditengah-tengah (simetris kiri-kanan) pada batas margin atas, halaman
pengesahan memuat :
a. Tulisan : HALAMAN PERSETUJUAN
b. Tulisan Skripsi dengan judul: ……(sesuai judul Skripsi) telah disetujui
untuk dipertahankan di depan Panitia Seminar Proposal (untuk perbaikan
setelah ujian proposal) dan di depan Panitia Ujian Skripsi Jurusan Gizi
(untuk perbaikan setelah ujian hasil penelitian).
c. Makassar, tanggal – bulan dan tahun, ditulis paling kanan.
d. Nama dan NIP pembimbing I dan pembimbing II
e. Nama dan NIP ketua jurusan
Contoh halaman persetujuan terlampir pada lampiran 3.
4. Ringkasan
Judul Skripsi yang didahului dengan tulisan nama penulis dalam
HURUF BESAR diakhiri tanda titik (.). Judul SKRIPSI dalam abstrak ditulis
dengan jarak 3 spasi dari kata ABSTRAK, menggunakan huruf yang
ditebalkan dilanjutkan dengan tanda titik, kemudian diikuti tulisan dibimbing
oleh (sesuai nama pembimbing). Alinea pertama naskah abstrak dimulai
pada jarak 3 spasi dari judul SKRIPSI dalam abstrak tersebut.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 8
Ringkasan merupakan intisari dari keseluruhan bagian penelitian,
memuat empat unsur utama: masalah dan tujuan umum penelitian, metode
yang digunakan, hasil-hasil yang menonjol, kesimpulan dan saran. Isi abstrak
ditulis secara utuh, ringkas dan jelas, maksimal 200 kata
Diakhir ringkasan ditulis kata kunci dari topik atau judul penelitian dan
daftar pustaka. Kata kunci sebaiknya tidak melebihi satu baris. Tulisan Daftar
pustaka disertai tanda titik dua (:) diikuti bilangan tentang jumlah dan (tahun
terbit dari yang paling awal sampai terakhir) dari kepustakaan yang
digunakan.
Keseluruhan naskah dalam abstrak yaitu judul SKRIPSI (jika lebih
dari dua baris) dan isi abstrak ditulis dengan spasi tunggal. Contoh penulisan
abstrak dapat dilihat pada lampiran 4. Diakhir abstrak ditulis kata kunci:
sesuai topik penelitian (contoh terlampir).
5. Kata Pengantar
Kata Pengantar mengandung uraian singkat tentang maksud dan
tujuan penyusunan Skripsi, penjelasan-penjelasan dan ucapan terima kasih.
Pada bagian ini tidak terdapat hal-hal yang bersifat ilmiah. Pada bagian akhir
Kata Pengantar, di sebelah kanan, 4 spasi dari baris terakhir ditulis tempat,
bulan dan tahun penulisan, dan disusul dengan penulis. Bagian kata
pengantar dibuat tidak melebihi 2 halaman, dan menyantumkan nomor
halaman sesuai urutan dari halaman sebelumnya. Contoh terlampir pada
lampiran 5.
6. Daftar Isi
Daftar isi disusun secara teratur menurut nomor halaman dan
memuat hal-hal berikut beserta nomor halamannya:
a. Kata Pengantar
b. Daftar Isi
c. Daftar Tabel
d. Dafatr Grafik/Gambar
e. Daftar Lampiran
f. Judul dan sub bab dari seluruh bagian Skripsi
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 9
g. Daftar Pustaka
h. Lampiran
Tulisan DAFTAR ISI diketik dengan huruf besar tanpa diakhiri tanda
baca, diletakkan tengah-tengah (simetris kiri-kanan) pada batas margin atas.
Tulisan halaman diketik berjarak 2 spasi di bawah tulisan DAFTAR ISI,
merapat ke batas margin kanan
Susunan daftar isi dimulai 2 spasi di bawah tulisan halaman. Jarak
antara judul dan sub judul adalah 2 spasi. Jika judul dan sub judul lebih dari
satu baris ditulis dengan 1 spasi (spasi tunggal).
Judul atau BAB ditulis dangan HURUF BESAR. Sub bab dan sub-sub
bab ditulis dengan huruf yang sama pada naskah, yaitu pada awal katanya
ditulis dengan huruf besar kecuali pada kata sambung. Contoh format daftar
isi dicantumkan pada lampiran 6.
7. Daftar Tabel, Daftar Gambar/Grafik, Daftar Lampiran
Daftar tabel, daftar gambar/grafik dan daftar lampiran disusun secara
berurut sesuai nomor dan halamannya. Tulisan SINGKATAN, TABEL,
DAFTAR GAMBAR/GRAFIK, dan DAFTAR LAMPIRAN diketik dengan
HURUF BESAR tanpa tanda baca, ditempatkan secara simetris kiri-kanan
pada batas margin atas. Tulisan nomor diketik mulai pada batas margin kiri
dan tulisan halaman ditulis tepat pada batas margin kanan. Jarak antara
tulisan judul-judul tersebut dengan tulisan nomor dan halaman adalah 3
spasi. Jarak antara tulisan nomor dan halaman dengan Judul Tabel, Judul
Gambar/Grafik dan Judul Lampiran, atau antar Judul Tabel, Judul
Gambar/Grafik dan Judul Lampiran adalah 2 spasi.
Nomor Tabel, Nomor Gambar/Grafik dan Nomor Lampiran ditulis
angka (sesuai dengan cara penulisannya pada naskah). Judul Tabel, Judul
Gambar/Grafik, dan Judul Lampiran diketik dengan huruf besar pada awal
katanya, kecuali kata sambung yang semuanya ditulis dengan huruf biasa.
Apabila panjang judul lebih dari satu baris maka ditulis dengan 1 spasi
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 10
B. Bagian Utama
Bagian utama Skripsi terdiri atas pendahuluan, gambaran umum
perusahaan/lokasi penelitian, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil dan
pembahasan, kesimpulan dan saran.
1. Pendahuluan
Pendahuluan terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan
penelitian, serta manfaat penelitian. Latar belakang mengungkapkan secara
sistematis mengapa penelitian dilaksanakan dan uraian tentang kedudukan
masalah masalah yang akan diteliti. Masalah diuraikan dari yang masalah
yang umum ke masalah yang khusus. Uraian masalah perlu diawali dengan
identifikasi antara kesenjangan yang terjadi antara kondisi nyata dan kondisi
ideal, serta pengaruh yang ditimbulkannya.
Rumusan masalah dituangkan dalam bentuk pertanyaan. Rumusan
masalah merupakan dasar untuk merumuskan tujuan dan hipotesis
penelitian. Rumusan masalah harus dirumuskan secara tegas dan jelas.
Tujuan penelitian terdiri dari tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan
penelitian harus relevan dengan masalah atau rumusan penelitian. Rumusan
tujuan penelitian merupakan dasar untuk menarik kesimpulan. Tujuan khusus
harus dirumuskan secara tegas dan jelas, dan harus dapat diukur atau
dioperasionalakan.
Manfaat dan kegunaan penelitian menggambarkan kaitan dan
sumbangan hasil penelitian bagian pemecahan masalah kesehatan atau
kontsribusinya palam pelaksanaan program kesehatan, perkembangan ilmu
pengetahuan khususnya dibidang kesehatan, maupun bagi mahasiswa itu
sendiri. Manfaat penelitian sebaiknya ditinjau dari pelaksanaan program
kesehatan sesuai bidang ilmu masing-masing, lembaga-lembaga terkait,
institusi pendidikan, pengembagan ilmu pengetahuan dan bagi penulis
sendiri.
Naskah pendahuluan dimulai pada halaman pertama dengan
menggunakan angka Arab 1, dilanjutkan dengan nomor halaman 2, 3 dan
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 11
seterusnya untuk halaman berikutnya. Nomor halaman dicantumkan
ditengah (simetris kiri-kanan) pada margin bawah.
Tulisan PENDAHULUAN diketik huruf besar seluruhnya, diletakkan
secara simetris kiri-kanan. Sebelumnya didahului oleh tulisan BAB I yang
ditulis dengan huruf besar semuanya dan berjarak 2 spasi dengan tulisan
PENDAHULUAN. (Ketentuan ini berlaku juga untuk penulisan bab-bab
selanjutnya).
Sub bab pertama (A. Latar Belakang Masalah) diketik 3 spasi di
bawah PENDAHULUAN. Alinea pertama diketik 2,5 spasi di bawah sub bab
dengan indensi 5 ketukan dari huruf pertama sub bab.
2. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka memuat uraian sistematik tentang teori, pemikiran
dan fakta hasil penelitian sebelumnya yang ada hubungan dengan penelitian
yang dilakukan oleh penulis. Bagian ini dimaksudkan memberikan kerangka
acuan yang komprehensif mengenai konsep, prinsip atau teori yang
digunakan dalam pemecahan masalah.
Sumber bacaan yang digunakan dapat berupa acuan umum misalnya
buku, ensiklopedia. Sumber pustaka dapat juga diambil dari hasil-hasil
penelitian sebelumnya baik yang sudah dipublikasikan maupun yang belum
dipublikasikan. Hasil publikasi dapat berupa majalah, bulletin atau tulisan-
tulisan ilmiah di koran. Hasil penelitian dalam disertasi, tesis, skripsi, dan
laporan-laporan dapat dijadikan sebagai bahan tinjauan pustaka.
Tinjauan pustaka diusahakan diambil dari sumber primer atau
karangan aslinya. Bila sangat diperlukan dapat juga digunakan sumber/data
skunder atau tersier. Pemilihan sumber acuan sedapat mungkin berdasar
pada kemutakhiran (data terbaru). Semua sumber yang digunakan harus
disebutkan dengan mencantumkan nama penulis dan tahun penerbitan.
3. Kerangka Konsep
Bagian ini memuat tentang kerangka konsep, variabel penelitian,
definisi operasional dan kriteria objeSkripsif, dan hipotesis.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 12
a. Kerangka konsep
Kerangka pemikiran adalah suatu alur pemikiran atau pola terstruktur
dari suatu penelitian yang akan dilakukan. Kerangka pemikiran memuat
variabel-variabel yang akan diteliti, serta mengambarkan bagaimana
hubungan atau pengaruh antara variabel yang diteliti. Jika sulit
menggambarkan pola hubungan antara variabel (seperti pada penelitian
deskriptif), pada bagian ini cukup digambarkan jenis atau bagian-bagian
variabel yang akan diteliti, baik dalam bentuk narasi atau skema.
Kerangka konsep dijabarkan atau disintesis dari tinjauan pustaka
sebagai tuntunan untuk memecahkan masalah penelitian. Untuk
penelitian analitik, kerangka konsep dijadikan sebagai dasar untuk
merumuskan hipotesis.
b. Variabel Penelitian
Pada bagian ini dijabarkan veriabel-variabel yang akan diteliti
secara rinci. Variabel yang dimaksud meliputi variabel bebas, variabel
terikat, variabel antara dan variabel kontrol.
c. Definisi Operasional dan Kriteria ObjeSkripsif
d. Hipotesis (jika ada)
4. Metode Penelitian
Metode penelitian menjelaskan secara rinci tentang jenis dan
rancangan penelitian, populasi dan sampel penelitian, cara pengumpulan
data, cara pengolahan, analisis dan penyajian data.
a. Jenis Penelitian
Bagian ini menjelaskan tentang jenis penelitian yang akan
digunakan, apakah deskriptif atau analitik. Dijelaskan juga jenis
rancangan penelitian yang digunakan, baik untuk penelitian misalnya
rancangan cross sectional study, case control dan kohort, dan
sebagainya.
Contoh :
… penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan
menggunakan rancangan case control study.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 13
b. Tempat dan waktu penelitian
Bagian ini memuat secara jelas dan tegas lokasi penelitian,
berapa lama dan kapan penelitian dilakukan. Tempat penelitian dapat
berupa suatu wilayah (untuk penelitian lapangan) dan institusi tertentu
(untuk penelitian laboratorium dan studi kasus).
Contoh :
1) Penelitian lapangan : …… Penelitian dilakukan di Kelurahan
Paccerakkang Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Penelitian
dilaksanakan selama dua bulan dari bulan Januari sampai Pebruari
2005.
2) Penelitian Laboratorium : …..Penelitian ini dilakukan di Laboratorium
Kimia Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Makassar, mulai tanggal 15
Januari sampai 20 Pebruari 2005.
3) Penelitian Studi Kasus : ……. Penelitian dilakukan di Ruang Rawat
penyakit Dalam RSUP Dr. Wahiddin Sudirohusodo Makassar, mulai
tanggal 20 Maret sampai 5 April 2005.
c. Populasi dan Sampel/Bahan dan Alat/Kasus
Istilah yang digunakan pada sub bab ini dibedakan menurut
lingkup penelitian. Penelitian lapangan menggunakan istilah Populasi
dan dan sampel, penelitian laboratorium menggunakan istilah bahan dan
alat, dan penelitian klinik menggunakan istilah kasus.
1) Populasi dan Sampel (khusus penelitian lapangan)
Sub bab ini menjelaskan secara rinci tentang kelompok orang
yang akan menjadi sasaran penelitian (populasi), sampel beserta
kriterianya, besar sampel dan teknik pengambilan sampel. Populasi
dan sampel harus dijelaskan secara tegas siapa dan apa saja
kriterianya. Penentuan jumlah sampel sebaiknya menggunakan cara
yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Teknik sampling
tidak cukup menjelaskan metode random atau non random, tetapi
harus juga disebut secara rinci teknik apa yang digunakan.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 14
Penjelasannya dapat dirinci menurut sub bab tersendiri, atau cukup
diuraikan dalam suatu paragrap.
Contoh :
a) Populasi
Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil yang ada di
Kecamatan Rapocini Kota Makassar tahun 2005
b) Sampel
Ibu hamil dengan umur kehamilan tujuah bulan atau lebih
yang tinggal di wilayah Kecamatan Rapocini dan yang
memeriksakan kehamilan pada bulan Juni dan Juli tahun 2005 di
Puskesmas Kassi-kassi Kota Makassar. Pengambilan sampel
dilakukan secara purposive. Jumlah sampel ditentukan dengan
menggunakan rumus sebagai berikut :
n (N NZ 2PQ 2 PQ
1)d 2 Z
N = Perkiraan jumlah populasi usia lanjut (350)
n = Jumlah sampel
Z = Standar Normal pada kepercayaan 95% (1.96)
d = tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan (95%)
P = Proporsi usila yang mengalami masalah (0.5)
Q = 1- P
Berdasarkan formula tersebut, maka jumlah sampel
minimal yang diperlukan sebanyak 131 orang.
2) Bahan dan alat (khusus penelitian laboratorium)
Sub bab ini menjelaskan tentang bahan dan alat yang akan
digunakan dalam penelitian. Tidak semua bahan dan alat yang
digunakan dalam penelitian ditulis dalam Skripsi (berbeda dengan
laporan praSkripsikum). Bahan dan alat yang ditulis hanyalah yang
dianggap penting saja dan tidak terlalu umum.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 15
Bahan dibedakan dua macam, yaitu bahan sebagai sampel,
biasa disebut bahan baku atau bahan mentah yang akan diteliti (misal
buah pepaya, buah mengkudu, kunyit, darah, urin, dll) dan bahan
kimia (reagen) untuk menganalisis sampel tersebut. Khusus bahan
sebagai sampel sebaiknya dijelaskan pula spesifikasi dan cara
pengambilannya.
Contoh :
a) Bahan
….bahan yang menjadi sampel penelitian ini adalah buah
mangga arum manis (………..nama latin) yang sudah masak yang
dijual pedagang kaki lima di sekitar jalan A. Pettarani Makassar.
Pemilihan sampel dari penjual dilakukan secara purposive
sampling berdasarkan kriteria.
Bahan kimia yang digunakan meliputi: leusin (90%),
natrium bikarbonat (80%), NaCl 0,9%, N-pentafluoropropyl, n-
propylester, campuran asam amino bentuk L (l-amino acid), dan
NaOh 0,1 M. ………
b) Alat
….Alat yang digunakan adalah timbangan bayi, dacin,
micrptoice, papan viksasi, dan ukuran tinggi lutut.
3) Kasus (khusus penelitian klinik)
Istilah ini digunakan khusus untuk penelitian klinik yang
dilakukan dalam bentuk studi kasus. Sub bab ini menjelaskan tentang
jumlah dan kriteria pasien yang akan dijadikan sebagai kasus.
Contoh:
Pasien yang akan dijadikan sebagai kasus penelitian ini
penderita penyakit Diabetes mellitus sebanyak 3 orang, dengan
kriteria sebagai berikut:
a) Gula darah sewaktu waktu > 250 mg/dL
b) Tidak mengalami gangren
c) Tidak mengalami komplikasi
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 16
d) Rawat inap
e) Suhu badan normal
f) Tekanan darah normal
g) Tidak memiliki komplikasi penyakit lain
d. Cara Pengumpulan Data/Prosedur Kerja
Bagian ini menguraikan data-data yang akan dikumpulkan sesuai
dengan tujuan dan variabel yang akan diteliti dan atau prosedur
pengumpulan. Penjelasan jenis data tidak cukup hanya menuliskan data
primer dan data sekunder, tetapi harus dijelaskan satu per satu menurut
kelompok data tersebut.
Penjelasan tentang cara pengukuran pada setiap jenis data atau
kelompok data tertentu perlu ditulis dengan lengkap. Cara pengukuran
yang dimaksud meliputi:
1) Jenis alat
2) Spesifikasi alat ukur
3) Kualifikasi pengukur
4) Prosedur pengukuran.
Contoh:
… Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data
sekunder. Jenis data primer yang dikumpulkan adalah identitas keluarga,
pengeluaran keluarga, kunjungan ibu hamil ke puskesmas, kepatuhan
konsumsi tablet besi dan kadar Hb (hemoglobin).
Data identitas keluarga, pengeluaran keluarga, kunjungan ibu
hamil ke puskesmas dan konsumsi tablet besi dikumpulkan dengan cara
wawancara oleh peneliti dan petugas gizi puskesmas dengan
menggunakan kuesioner. Data kadar Hb dikumpulkan oleh tenaga analis
kesehatan puskesmas dengan menggunakan metode
Cyamenthemoglobin, dengan prosedur kerja sebagai berikut : …….
Data sekunder yang dikumpulkan meliputi keadaan geografis dan
demografis, serta sarana dan prasarana kesehatan di lokasi penelitian.
Data ini dicatat dari profil puskesmas.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 17
e. Cara Pengolahan, Analisis dan Penyajian Data
Sub bab ini sedapat mungkin ditulis secara tepat, ringkas dan
jelas. Pada bagian ini diceritakan bagaimana data yang diperoleh diolah,
dianalisis dan disajikan. Cara pengolahan data yang perlu ditulis adalah
metode yang digunakan, apakah secara manual atau menggunakan
program komputer. Jika menggunakan program komputer, dijelaskan
nama dan versi program komputer tersebut.
Cara analisis data menjelaskan tentang metode statistik yang
digunakan. Penelitian deskriptif tentu menggunakan metode analisis
statistik deskriptif, namun yang perlu dijelaskan adalah jenis statistik
deskriptif yang digunakan (misalnya, rasio, proporsi, rate, median, mean,
standar deviasi, dll). Jika menggunakan uji hipotesis, perlu ditulis dengan
lengkap jenis uji statistik beserta rumusnya, tingkat kepercayaan yang
digunakan dan cara pengambilan kesimpulannya. Jenis analisis statistik
yang digunakan sangat tergantung jenis data pada setiap variabel, dan
bisa lebih dari satu.
Penyajian data menjelaskan cara yang digunakan untuk
menampilkan data hasil penelitian pada Skripsi. Cara penyajian data
yang biasa digunakan meliputi narasi, tabel dan gambar/grafik.
Penggunaannya dapat dipadukan, tergantung dari jenis data dan
kebutuhan.
Contoh:
… Data-data primer yang dikumpulkan diolah dan dianalisis
menggunakan program komputer, yaitu program SPSS for Windows
versi 11.0. Data jumlah paritas, umur kehamilan, tingkat pengeluaran
keluarga dan kepatuhan konsumsi tablet besi dianalisis menggunakan
proporsi (%). Kadar Hb dianalisis berdasarkan nilai mean dan standar
deviasi.
Analisis tentang hubungan kepatuhan konsumsi tablet besi
dengan kadar Hb menggunakan uji statistik yaitu Uji t dua bebas,
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 18
dengan tingkat kepercayaan 95%. Ho ditolak jika nilai p hitung lebih kecil
dari 5% (0.05).
Data jumlah paritas, umur kehamilan, tingkat pengeluaran
keluarga dan kepatuhan konsumsi tablet besi disajikan dalam bentuk
tabel dan narasi. Data hubungan kapatuhan konsumsi tablet besi
dengan kadar Hb disajikan dalam bentuk grafik batang dan disertai
dengan narasi.
5. Hasil dan Pembahasan
Bab ini dibagi dua sub bab yaitu sub bab hasil dan sub bab
pembahasan. Masing-masing sub bab dibagi lagi menjadi beberapa sub bab
sesuai dengan tujuan penelitian.
a. Hasil
Bagian ini berisi hasil-hasil penelitian yang dapat ditampilkan
dalam bentuk tabel dan gambar. Setiap penyajian sekelompok data (tabel
atau gambar), didahului atau dilanjutkan dengan narasi. Isi narasi
hendaknya menyinggung parameter-perameter kunci atau saja. Tidak
perlu semua parameter yang terdapat dalam tabel/gambar yang
bersangkutan dinarasikan.
Data yang dimasukkan pada bagian ini harus mencakup semua
data yang akan menjawab tujuan penelitian. Apabila terdapat lebih dari
satu tujuan, penyajian data berikut narasi singkatnya dapat
dikelompokkan ke dalam sub-sub bab. Bagian ini juga dapat diisi dengan
data pendukung yang biasanya ditujukan untuk memperkaya/
memperjelas penelitian. Hasil analisis statistik (jika ada) juga harus
dimasukkan ke dalam bagian ini.
b. Pembahasan.
Bagian ini diisi pembahasan dari data yang telah ditampilkan pada
bagian hasil. Semua data yang dimasukkan untuk menjawab tujuan
penelitian harus dibahas. Pembahasan yang dimaksud dapat dilakukan
dengan cara sebagai berikut:
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 19
1) Mengaitkan data hasil penelitian dengan teori atau hasil penelitian
terdahulu dari tinjauan pustaka, data dengan penunjang, dan antar
data hasil penelitian (analisis silang).
2) Menjelaskan penyebab perbedaan (lebih tinggi atau lebih rendah)
yang terjadi dari hasil perbandingan di atas, baik secara teoritis
maupun berdasarkan pemikiran dan asumsi penulis.
3) Menjelaskan data/fakta yang sesuai maupun data/fakta yang bertolak
belakang dengan teori atau hipotesis.
6. Kesimpulan dan saran
a. Kesimpulan
Semua butir yang tercantum dalam tujuan khusus, harus memiliki
kesimpulan yang tertulis pada bagian ini. Hasil analisis statistik tidak perlu
lagi dimasukkan ke dalam kesimpulan. Kesimpulan sinergi dengan tujuan
khusus penelitian, sehingga jumlah item kesimpulan adalah sama
dengan jumlah item tujuan khusus.
b. Saran
Bagian ini berisi saran yang dapat mengemukakan: (1) saran
yang dapat dipakai untuk pengembangan ilmu pengetahuan; dan (2)
tindakan atau langkah pemecahan masalah atas dasar hasil-hasil
penelitian.
C. Bagian Akhir
1. Daftar Pustaka
Daftar pustaka memuat semua pustaka yang telah menjadi acuan
dalam penulisan Skripsi. Pustaka yang dimaksud termasuk buku teks, jurnal
atau majalah ilmiah, karangan populer di surat kabar dan majalah, penuntun
praSkripsikum dan diktat/modul. Daftar pustaka harus memuat semua
pustaka yang telah dikutip di dalam naskah.
Daftar pustaka diatur menurut metode Harvard. Penulisan daftar
pustaka dilakukan secara manual atau dengan aplikasi (software) Mendeley.
Pengetikan di dalam satu sumber pustaka menggunakan satu spasi, baris
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 20
pertama dimulai dari tepi kiri, baris kedua dan selanjutnya diketik dengan
indensi lima ketukan. Sumber pustaka harus ditulis lengkap agar
memungkinkan untuk ditelusuri kembali tulisan aslinya.
Bahan pustaka yang dapat di rujuk adalah bahan pustaka yang dapat
digolongkan kedalam karya ilmiah. Karya ilmiah yang dimaksud adalah buku
referensi, jurnal ilmiah, repository, prosiding, makalah seminar, makalah
symposium, konfrensi, laporan penelitian, laporan praktek kerja lapang,
laporan studi kasus.
Tulisan pribadi atas opini dan persepsi pribadi tanpa dasar ilmiah,
tidak dapat dirujuk sebagai daftar pustaka. Atas dasar inilah maka tulisan di
blog tidak dapat dijadikan sumber pustaka.
2. Lampiran
Lampiran digunakan untuk menempatkan data atau keterangan lain
yang berfungsi untuk melengkapi uraian yang dalam penelitian. Setiap
lampiran diberi nomor sesuai urutannya, dimulai Lampiran 1, disusul
Lampiran 2, dan seterusnya. Lampiran dimulai oleh suatu halaman penyekat
yang hanya memuat kata “LAMPIRAN” yang ditulis secara simetris ditengah-
tengah halaman tersebut.
Jenis lampiran yang dibuat adalah izin penelitian, master tabel
dengan identitas subjek yang disingkat atau inisialnya, hasil analisis data
SPSS atau aplikasi lain, dan foto Penelitian, serta lampiran lain yang
dianggap penting dan disarankan pembimbing.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 21
BAB IV
TATA CARA PENULISAN
A. Kaidah Bahasa
Penulisan Skripsi (SKRIPSI) mengacu pada Ejaan Bahasa Indonesia
yang Disempurnakan (EYD).
Prinsip dasar tulisan ilmiah adalah menggunakan struktur Subjek Pridekat
Objek dan Keterangan (SPOK). Kalimat yang tidak menggunakan kaidah struktur
baku bahasa ilmiah tidak dapat digunakan dalam penulisan skripsi, termasuk
ilmiah populer tidak diizinkan penggunaannya dalam dokumen skripsi.
Subjek dalam kaidah bahasa Indonesia adalah selalu kata benda,
sehingga tidak dibenarkan menggunakan kata sambung di awal kalimat. Contoh
kata sambung yang sering muncul diawal kalimat adalah ; pada, dengan
demikian, menurut, berdasarkan, untuk. Jika terdapat kata ini diawal kalimat
maka itu adalah bentuk kesalahan dalam struktur SPOK.
Alinea dalam skripsi minimal terdiri dari dua kalimat dan maksimal tidak
dibatasi sepanjang masih mengikuti satu kesatuan pokok fikiran. Meskipun
demikian jumlah kalimat dalam satu alenia tidak dapat melebihi setengah
halaman cetak skripsi. Ini hanya untuk memudahkan pembaca menangkap ide
atau pokok fikiran utama dalam alinea yang ditulis.
Bentuk kalimat baku dalam skripsi adalah kalimat pasif bukan kalimat
aktif. Penciri kalimat pasif adalag berawalan di. Contoh kalimat pasif adalah
“….Hasil penelitian ini diketahui bahwa kadar glukosa darah penderita DM
adalah…..”
Kata dari bahasa asing harus diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia
kecuali tidak ada terjemahan yang tepat dalam bahasa Indonesia, maka tetap
menggunakan bahasa asli dengan tulisan miring. Hal yang sama untuk nama
dan istilah local ditulis miring apabila tidak ada padanannya dalam bahasa
Indonesia. Istilah lokal yang menggambarkan identitas budaya tidak dapat
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Contoh kata “lagaligo” tidak dapat
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, maka tetap di tulis lagaligo.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 22
Tulisan adalah hasil karya penulis yang dirujuk dari berbagai sumber dan
dinyatakan bebas dari plagiat. Ketentuan atas pelanggaran hak cipta akibat
mengutif langsung ataupun tidak langsung, kalimat tanpa penyebutan nama
sumber dianggap melanggar ketentuan dalam naskah ilmiah.
B. Jenis dan Ukuran Kertas
1. Naskah
Naskah Skripsi diketik menggunakan kertas HVS 70 gram, berwarna
putih. Pengetikan naskah hanya manggunakan satu halaman, tidak bolak
balik, dengan menggunakan tinta warna hitam.
2. Sampul
Sampul luar dibuat dari kertas bofalo atau sejenisnya, yang diperkuat
dengan karton dan dilapisi dengan plastik. Warna sampul SKRIPSI berwarna
biru.
3. Ukuran kertas
Naskah atau sampul karya tulis diketik atau dibuat pada kertas ukuran
A4 (21 cm x 29,7 cm).
C. Pengetikan
1. Mesin tulis
Semua naskah ditulis menggunakan komputer. Tidak diperkenankan
menggunakan mesin ketik atau tulisan tangan, kecuali untuk dokumen-
dokumen tertentu yang tidak memungkinkan untuk diketik dengan komputer,
atau dokumen-dokumen yang menjadi lampiran.
2. Jenis dan ukuran huruf (font)
a. Pengetikan naskah ditulis menggunakan huruf (font) Arial ukuran 12
point.
b. Judul Skripsi pada sampul ditulis dengan huruf Arial ukuran 14–16 point.
c. Tulisan nama lembaga (KEMENTRIAN KESEHATAN RI, POLITEKNIK
KESEHATAN, nama JURUSAN GIZI, MAKASSAR dan tahun) pada
sampul depan menggunakan huruf Arial ukuran 14 point.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 23
d. Huruf miring untuk ejaan tertentu, seperti yang diatur dalam Pedoman
Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD)
3. Bilangan dan satuan
a. Lambang bilangan ditulis dengan angka, kecuali pada awal kalimat.
b. Satuan dinyatakan dengan singkatan resmi tanpa tanda titik di
belakangnya. Jika belum ada singkatan resmi, maka satuan ditulis secara
lengkap.
Contoh :
Lambang bilangan dan satuan seperti 5 cm, 10 kg, 1 jam, 50 menit
Lima orang ibu hamil diperiksa di posyandu.
4. Batas tepi (margin)
Batas-batas pengetikan, ditinjaua dari tepi kertas diatur dengan jarak
sebagai sebagai berikut:
a. Tepi atas : 4 cm
b. Tepi bawah : 3 cm
c. Tepi kanan : 3 cm
d. Tepi kiri : 4 cm
5. Pengisian ruang tulis
Ruang tulis, yaitu halaman yang terdapat di sebelah dalam batas tapi
bawah, sedapat mungkin diisi penuh, artinya penulisan dimulai dari batas tepi
kiri kiri sampai tepi kanan tanpa ada ruang yang terbuang, kecuali jika akan
memulai alinea baru, persamaan, daftar, rincian ke bawah, gambar, subjudul
atau hal-hal khusus.
D. Alinea, paragraf dan permulaan kalimat
1. Paragraf adalah kumpulan kalimat yang mempunyai satu pokok pikiran atau
mengandung satu tema dan kesatuan susunan. Jadi satu paragraf disusun
oleh lebih dari satu kalimat.
2. Rangkaian paragrap pada setiap akhir halaman atau yang mengawali
halaman baru diupayakan tidak kurang dari dua baris.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 24
3. Alinea baru yang mengawali sebuah paragrap ditulis pada indetasi (masuk) 5
ketukan dari tepi kiri.
4. Bilangan/angka, lambang atau rumus kimia yang memulai suatu kalimat
harus dieja. Misalnya: Sepuluh anak balita di desa A pada tahun 2005 lahir
dengan BBLR.
E. Penomoran
1. Nomor halaman
a. Nomor halaman ditulis ditengah-tengah (center) bagian bawah halaman
(footer), dengan jarak 2 cm dari tepi bawah.
b. Bagian awal Skripsi ditulis dengan angka Romawi kecil (i, ii, iii, …. dst).
c. Bagian utama (mulai pendahuluan) sampai bagian akhir (lampiran)
Skripsi diberi nomor halaman menggunakan angka Arab (1, 2, 3, ….. dst).
2. Tingkatan judul
Penulisan nomor BAB dan sub bab selanjutnya mengunakan cara
sebagai berikut:
a. Setiap bab diberi nomor menggunakan angka Romawi besar. Penulisan
nomor bab didahului dengan tulisan BAB, ditulis secara simetris
(ditengah-tengah) pada baris pertama halaman baru.
Contoh: BAB I, BAB II, BAB III, dst.
b. Sub bab diberi nomor abjad (huruf) besar (A, B, C, ……….dst). Nomor
Sub bab ditulis tepat pada batas kiri halaman diikuti tanda titik. Jika Sub
bab ditulis lebih dari satu baris, baris berikutnya dimulai sejajar huruf
pertama pada baris sebelumnya dengan jarak satu spasi.
Contoh:
A. Pembahasan
B. Tinjauan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemeriksaan Kehamilan
pada Masyarakat Pedesaan
c. Sub sub bab diberi nomor dalam angka arab kecil (1, 2, 3 ,……… dst).
Nomor sub sub bab ditulis tepat pada batas kiri naskah sebelumnya,
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 25
diikuti tanda titik. Sub sub bab yang melebihi dari satu baris, baris
berikutnya dimulai sejajar huruf pertama pada baris sebelumnya.
Contoh.:
1. Pengertian ASI Eksklusif
2. Hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan tingkat pengetahuan dan
sikap ibu
d. Sub sub diberi nomor menggunakan abjad/huruf kecil (a, b, c, … dst).
Nomor sub bab ditulis tepat pada batas kiri naskah sebelumnya, diikuti
tanda titik. Sub sub yang melebihi dari satu baris, baris berikutnya dimulai
sejajar huruf pertama pada baris sebelumnya dengan jarak satu spasi.
Contoh:
a. Pengertian status gizi
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi
e. Rincian yang memerlukan penomoran diurut ke bawah, tidak disambung
dalam satu rangkaian kalimat. Penulisan nomor rincian yang dapat
menggunakan angka arab kecil (1, 2, 3, … dst) maupun abjad (a, b, c …
dst) yang diikuti tanda titik atau tanda kurung penutup tanpa tanda titik.
Penggunaan jenis nomor rincian sangat tergantung pada lokasi
rinciannya.
1. Rincian yang merupakan bagian dari Sub bab, penomorannya
menggunakan angka arab kecil yang diikuti tanda titik. Jika salah satu
atau setiap rincian tersebut masih memerlukan rincian lebih lanjut,
maka nomor rinciannya menggunakan abjad yang diikuti tanda titik.
2. Penomoran rincian yang merupakan bagian dari sub-sub bab
menggunakan menggunakan huruf kecil diikuti tanda titik. Jika setiap
rincian tersebut masih perlu dirinci lagi, maka nomor rincian
selanjutnya menggunakan angka arab yang diikuti tanda kurung
penutup tanpa tanda titik.
Jadi pola penulisan nomor tingkatan judul dan rincian mengikuti
pola sebagai berikut:
Contoh penomoran adalah sebagai berikut:
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 26
A. Tinjauan Umum tentang Status Gizi
B. Pola Asuh Balita
1. Asuhan Pemberian Makan Anak
2. dan seterusnya
C. Pemberian ASI Eksklusif
1. Definisi ASI Eksklusif
2. Fakta Pemberian ASI Eksklusif
D. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu
E. Pemberian Makanan Pengganti Air Susu Ibu
1. Asuhan Kebersihan Anak
2. Asuhan Pengobatan Anak
3. Tabel
Tabel diberi nomor urut menggunakan angka Arab. Nomor tabel
berurut dari awal sampai akhir.
4. Gambar/grafik
Gambar/grafik diberi nomor urut menggunakan angka Arab. Nomor
gambar/grafik berurutan dari awal sampai akhir.
5. Persamaan
Tanda urut persamaan yang berbentuk rumus matematika, reaksi kimia
dan lain-lainnya ditulis dengan angka Arab yang diapit tanda kurung dan
ditempatkan merapat di tepi (margin) kanan.
Y = ax + b
HCl + KOH KCl + H2O
F. Tabel dan Gambar
1. Tabel
Judul tabel diawali dengan tulisan Tabel dan nomor urutnya, dengan
angka Arab dan tanda titik. Judul tabel ditulis dengan jarak 2,5 spasi dari
naskah sebelumnya. Huruf pertama dari setiap kata pada judul tabel
menggunakan huruf besar, kecuali kata sambung (dan, dengan, atau, dsb)
dan kata depan (di, ke, se, dsb). Judul tabel tidak diakhiri tanda titik,
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 27
ditempatkan secara asimetris di atas tabel yaitu dimulai pada tepi kanan
naskah sebelumnya. Jika judul tabel lebih dari satu baris, kata pertama baris
berikut dan seterusnya ditulis tepat di bawah huruf pertama judul tabel
dengan jarak spasi tunggal (1 spasi).
Satuan tidak boleh dicantumkan dalam judul tabel, contoh cm, kg,
kkal, dan lain-lain. Tabel diusahakan jangan terpotong. Apabila tabel
memerlukan lebih dari satu halaman, harus diperkecil sehingga tidak ada
yang terpotong. Jika terpaksa karena memang panjang sehingga tidak
mungkin ditulis dalam satu halaman, maka pada halaman lanjutan
dicantumkan kata Lanjutan Tabel diikuti nomor tabel, tanpa disertai judulnya
lagi. Nama-nama kolom tabel tabel perlu ditulis kembali. Tabel yang lebih
dari dua halaman ditempatkan di bagian lampiran.
Kolom-kolom diberi nama dan dijaga agar pemisahan antar kolom
yang satu dengan lainnya cukup tegas dapat atau tanpa garis pemisah
kolom. Jarak antarlajur adalah 1,5 spasi, jika judul lajur pada kolom tertentu
lebih dari satu bari maka penulisannya menggunakan jarak 1 spasi.
Jika tabel lebih lebar dari ukuran lebar naskah, sehingga harus dibuat
memanjang maka bagian atas tabel diletakkan di sebelah kiri kertas atau di
sisi jilidan. Tabel yang dikutip dari sumber lain harus dinyatakan dengan
menulis sumbernya pada bagian bawah tabel. Cara penulisan sumber tabel
mengacu pada penulisan sumber pustaka.
Isi tabel normal ditulis menggunakan jarak 1,5 spasi. Jika isi tabel
cukup banyak sehingga menyebabkan tabel tersebut akan terpenggal, maka
isi tabel tersebut dapat menggunakan jarak 1 spasi.
Jika tabel merupakan data sekunder, sumber data berupa nama
penulis dan tahun harus dicantumkan pada bagian akhir tabel. Jika tabel
merupakan kumpulan dari berbagai sumber, maka setiap sumber tadi
ditandai dengan huruf a, b, c dan seterusnya, diketik ½ spasi di atas data,
selanjutnya tanda huruf tersebut dijelaskan pada keterangan tabel, 2 spasi di
bawah garis bawah tabel dengan jarak 1 spasi.
Contoh penulisan tabel adalah
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 28
Tabel 01
Distribusi Responden menurut Status Gizi Anak di Kelurahan Lero
Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang Tahun 2010
Status Gizi n %
Gizi Buruk 5 5.0
Gizi Kurang 10 10.0
Gizi Baik 70 70.0
Gizi Lebih 15 15.0
Jumlah 100 100
Sumber : Data Primer
Perhatikan prinsip cara penulisan tabel di atas:
1. Kata tabel dan nomor tabel di tempatkan simetris pada baris pertama.
2. Pada spasi berikutnya di tulis judul tabel, tempat, dan waktu penelitian
dilaksanakan.
3. Pada garis pertama dibuat double sedangkan pada garis kedua tunggal
untuk judul kolom dan baris, tanpa diberi pembatas.
4. Pada kolom jumlah garis pemisah dengan isi tabel hanya 1 garis
5. Sumber ditulis secara jelas data primer atau data sekunder, tanpa tahun
jika pada tahun telah ditulis tahun.
Penulisan naskah selanjutnya pada halaman yang sama dimulai pada
jarak 3 spasi dari bagian akhir tabel.
2. Gambar
Bagian Skripsi yang diatur sama dengan gambar adalah bagan,
grafik, peta, foto, konfigurasi dan langkah-langkah reaksi kimia.
Gambar dibuat mulai pada jarak 3 spasi dari naskah sebelumnya,
untuk halaman yang sama. Gambar tidak boleh dipenggal, jika lebih luas dari
satu halaman maka gambar dapat dilipat yang rapi. Bila gambar dilukis
memanjang halaman naskah, maka bagian atas gambar diletakkan di
sebelah kiri sisi jilidan.
Keterangan gambar ditulis pada tempat-tempat yang lowong dalam
gambar dan tidak pada halaman lain. Skala pada grafik dicantumkan.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 29
Gambar yang dibuat diatas kertas grafik tidak dibenarkan, demikian juga jika
kemudian grafik tersebut ditempelkan pada kertas naskah.
Foto-foto hitam putih atau berwarna yang merupakan bagian dari
Skripsi sebaiknya discanner. Gambar yang dikutip harus dituliskan
sumbernya. Cara penulisan sumber gambar mengacu pada bagian penulisan
pustaka.
Judul gambar diletakkan 2 spasi secara asimetris di bawah gambar,
diawali dengan tulisan Gambar dan nomor dalam angka Arab yang diikuti
tanda titik, selanjutnya ditulis judul gambar. Huruf pertama dari setiap kata
pada judul gambar menggunakan huruf besar, kecuali kata sambung (dan,
dengan, atau, dsb) dan kata depan (di, ke, se, dsb). Judul gambar tidak
diakhiri tanda titik. Jika judul gambar lebih dari satu baris, kata pertama baris
berikut dan seterusnya ditulis tepat di bawah huruf pertama judul gambar
dengan jarak spasi tunggal (1 spasi).
Satuan tidak boleh dicantumkan dalam judul tabel, contoh cm, kg,
kkal, dan lain-lain. Bagian akhir gambar berjarak 3 spasi dari naskah
selanjutnya. Contoh penulisan gambar dilihat pada lampiran ……?
G. Spasi
1. Hal – hal yang di ketik satu spasi adalah :
a. Isi penulisan Skripsi pada halaman judul
b. Judul bab bila lebih dari satu baris
c. Sub bab bila lebih dari satu baris
d. Judul bab atau sub bab pada daftar isi, jika lebih dari satu baris
e. Judul tabel, grafik dan gambar bila lebih dari satu baris
f. Judul tabel, grafik dan gambar pada daftar tabel grafik dan gambar , jika
lebih dari satu baris
g. Kutipan langsung yang lebih dari 3 baris.
h. sumber pustaka pada catatan kaki dan daftar pustka bila lebih dari satu
baris
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 30
i. sumber data ( tabel, grafik atau gambar) bila lebih dari satu baris, dan
jarak sumber tersebut dari badan tabel.
2. Yang diketik dengan jarak dua spasi adalah sebagai berikut :
a. kalimat-kalimat dalam teks Skripsi
b. jarak antara dua pustaka sumber dalam daftar pustaka
c. jarak antara dua judul tabel, judul gambar atau judul grafik dalam daftar
tabel, daftar gambar atau daftar grafik
d. jarak antara kata “ halaman “ dengan baris pertama dari isi pada daftar
isi, tabel, grafik dan gambar pada halaman daftar tersebut.
e. kutipan langsung yang tidak lebih dari tiga baris.
f. jarak antara baris dalam kutipan tidak langsung
g. jarak antara kata bab dengan judul bab
3. Yang dketik dengan jarak dua setegah spasi adalah sebagai
berikut
a. Jarak antara judul tabel, gambar, atau grafik dengan isi tabel, grafik atau
gambar
b. jarak antara sub bab dengan bagian sub bab atau baris pertama suatu
paragraph
c. jarak antara isi tabel, gambar atau grafik dengan kata sumber.
d. jarak rangkaian judul Skripsi dengan baris pertama naskah pada
halaman ringkasan.
4. Yang diketik dengan jarak tiga spasi adalah sebagai berikut :
a. Jarak antara kata DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL, DAFTAR GAMBAR,
DAFTAR GRAFIK, atau DAFTAR LAMPIRAN dengan kata “ halaman”
pada halaman-halaman tersebut.
b. Jarak antara kata DAFTAR PUSTAKA dengan pustaka yang berada pada
urutan pertama
c. Jarak antara judul bab dengan sub bab atau baris kalimat.
d. Jarak antara baris terakhir paragraf dengan sub bab, judul tabel, judul
gambar atau judul grafik.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 31
H. Penulisan Tinjauan Pustaka
1. Berbasis Aplikasi
Aplikasi referensi adalah salah satu alat yang dapat digunakan dalam
menyusun karya ilmiah termasuk skripsi di Prodi Diploma IV Gizi. Salah satu
aplikasi yang digunakan adalah Aplikasi Mendeley.
Tulisan yang menggunakan aplikasi Mendeley, adalah wajib
memperbaiki data base aplikasi di komputer masing masing. Hal ini
disebabkan aplikasi ini tidak semuanya mampu merekam data publikasi
ilmiah yang di citasi karena perbedaan format aplikasi. Jika menggunakan
aplikasi Mendeley yang sudah diedit dengan baik, maka cukup mencitasi
sesuai dengan prosedur aplikasi dengan memberikan pilihan metode
Harvard pada aplikasi.
Peserta yang menggunakan aplikasi referensi maka tidak perlu
membaca ketentuan pada cara penulisan secara manual, karena aturan
penulisannya telah disesuaikan secara otomatis di aplikasi.
Jika proposal dan skripsi ditulis tidak menggunakan aplikasi referensi
maka secara manual harus mentaati ketentuan penulisan sebagaimana
diuraikan dalam bagian lanjuta point 2 dst.
2. Cara pengutipan seri
Gunakan koma (,) antara hal (item) bila isi hal berupa kata-kata
pendek dan jangan menggunakan titik dua (:) sesudah kata yaitu, yakni, dan
ialah.
Contoh :
…..Smith (1982) menyatakan bahwa sampel penelitiaannya terbagi tiga
kategori status gizi yaitu (a) status gizi baik, (b) status gizi kurang, dan (c)
status gizi buruk………
Gunakan titik koma (;) bila isi hal agak panjang dan ada koma di
dalam kalimatnya dan gunakan titik dua (:) sebelum hal pertama ditulis.
Contoh :
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 32
... Smith (1982) menyatakan bahwa sampel penelitiannya terbagi ke dalam
tiga kategori status gizi
3. Pengutipan nama penulis
Nama penulis yang dicantumkan di dalam tinjauan pustaka hanya
satu kata saja, yaitu nama akhirnya saja, kecuali nama Cina yang ditulis
hanya nama awalnya saja, baik untuk laki-laki maupun perempuan (lihat cara
penulisan daftar pustaka).
Contoh :
Sirajuddin (2016) telah melaporkan hasil penelitiannya tentang kemampuan
menghirup oksigen dengan daya tahan remaja .... (Sirajuddin, 2016).
Jika penulisnya lebih dari satu, yang ditulis ditinjauan pustaka hanya
nama yang pertama saja kemudian diikuti tulisan dkk (untuk karangan
berbahasa Indonesia) atau et al (untuk karangan berbahasa Inggris).
Nama penulis dicantumkan di akhir kalimat pada setiap paragraf.
Pada kutipan yang lebih dari satu paragraf, nama penulis hanya ditulis pada
paragraf terakhir saja.
Contoh :
Cara penilaian status gizi dapat dilakukan dengan cara langsung dan cara
tidak langsung. ………….. Cara langsung meliputi cara biokimia,
antropometri dan cara klinis (Supariasa, dkk, 2001).
Cara membedakan rujukan yang satu dengan yang lain dari penulis
yang menghasilkan karya lebih dari satu dalam tahun yang sama, digunakan
nomor urut: a, b, c, … dan seterusnya yang ditulis dalam kurung di belakang
tahun. Nomor urut yang dimaksud disesuaikan dengan urutan penulisannya
di daftar pustaka.
Contoh :
Penelitian yang dilakukan oleh Hadju (2001 (a)) disebutkan bahwa zat gizi
makro meliputi karbohidrat, lemak dan protein……… Hadju (2001 (b))
mengemukakan meskipun vitamin dan mineral dibutuhkan dalam jumlah
yang sangat kecil, namun zat gizi tersebut harus dikonsumsi setiap hari.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 33
Jika rujukan bersumber dari buku atau risalah (prosiding) maka yang
ditulis adalah nama penulis asli bukan penyuntingnya. Rujukan yang
diterbitkan oleh suatu lembaga atau organisasi resmi yang tidak ada ada
nama penulisnya, maka lembaga yang menerbitkannya dianggap sebagai
penulis. Rujukan yang tidak mencantumkan nama penulis maupun
penerbitnya digunakan tulisan Anonymous sebagai pengganti nama
penulisnya. Jika rujukan diambil dari dokumen-dokumen resmi seperti
undang-undang, peraturan pemerintah, garis besar haluan negara, peraturan
daerah, surat keputusan dan koran maka nama sumber ditulis sebagai
pengganti nama penulis.
Contoh :
Kementerian Keseharan RI (2017) disebutkan bahwa hati-hati akan wabah
flu burung…….. Dua orang yang diduga terinfeksi flu burung di Makassar
dirawat di rumah sakit (Anonymois, 2017)…….Kasus demam berdarah
kembali mewabah di Sulsel ……..(Fajar, 3 Oktober 2017). Sesuai Peraturan
Pemerintah Nomor ……tahun ……, setiap keluarga miskin berhak mendapat
pelayanan kesehatan secara gratis.
I. Cara Penulisan Daftar Pustaka
Penulisan rujukan yang lengkap minimal mengandung tiga unsur, yaitu
nama pengarang/penulis, judul tulisan dan informasi penerbitan. Nama penulis
bisa juga bukan nama orang melainkan nama lembaga atau organisasi resmi
sepeti WHO, Depkes, BKKBN, PPNI, IBI, LIPI, dan sebagainya.
Nama orang yang lebih dari satu kata, penulisan dimulai dari nama
keluarga atau nama yang disamakan dengan nama keluarga, seperti nama
orang tua, nama suami, nama marga, dan sebagainya. Nama lainnya disingkat
dan ditulis dibelakang nama keluarga. Urutan penulisan rujukan pada daftar
pustaka berdasarkan abjad.
Contoh penulisan beberapa nama tertentu:
Nama orang tua : Sudjono Djuned Pusponegoro ditulis Pusponegoro SD
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 34
: Rostiaty Muh. Natsier ditulis Natsier RM
Nama marga : Andi Hakim Nasution ditulis Nasution AH
: Andi Alfian Malarangen ditulis Malarangen AA
Nama suami : Nani Hasanuddin ditulis Hasanuddi N
: Sri Dara Ayu Nadimin ditulis Nadimin SDA
Nama tunggal : Soeharto ditulis Soeharto
: Hendrayati ditulis Hendrayati
Nama pribadi lebih 1 kata : Sitti Saenab ditulis Saenab
: Muhammad Anshar ditulis Anshar
Nama Cina : Poey Seng Hin ditulis Poey SH
: Yo Kian Tjiay ditulis Yo KT
Nama Arab : Husain Alatas ditulis Alatas H
: Abdullah Thalib ditulis Thalib A
Nama Barat : Michael Samuel Gracey ditulis Gracey MS
: John Eliot Rohde ditulis Rohde JE
Penulis kurang dari 6 orang; nama penulis dicantumkan semua dalam
daftar pustaka, tidak menggunakan dkk atau et al.
Penulis lebih sama atau lebih 6 orang; nama penulis 1-3 dicantumkan,
disertai tulisan dkk (dan kawan-kawan) untuk tulisan berbahasa Indonesia atau
tulisan et al (and associates) untuk tulisan berbahasa Inggris.
Judul buku ditulis dibelakang nama penulis. Judul mencakup judul dan
subjudul suatu majalah, buku atau bagian/bab dari suatu buku. Informasi
penerbitan harus ditulis lengkap, mencakup nama majalah/buku, edisi, volume,
penerbit, kota tempat penerbitan, dan tahun penerbitan.
Penulisan judul jurnal, majalah dan surat kabar menggunakan huruf
besar hanya pada awal kata pertama, tetapi untuk buku dan sebagainya harus
menggunakan huruf besar pada semua awal kata suatu judul. Nama jurnal boleh
disingkat sesuai dengan aturan dari jurnal yang dikutip.
1. Rujukan dari buku
Ditulis berturut-turut; nama penulis. (Tahun Terbit). Judul Buku
(dengan huruf miring), jilid (bila ada). Kota penerbit; Penerbit.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 35
Contoh :
Notoatmojo S. (1995). Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta; Rineka
Cipta.
Sastroasmoro S & Ismael S. (1995). Dasar-Dasar Metodologi Penelitian
Klinis. Jakarta; Binarupa aksara.
Khomsan A, Rustiawan A, Setiawan B, dkk. (1992). Pedoman Penulisan
Skripsi. Bogor; Jurusan GMSK Fakultas Pernaian IPB.
2. Bab pada buku yang ada penyunting/editor
Ditulis berturut-turut; nama penulis. (Tahun terbit). Judul
tulisan/bab/bagian (dengan huruf miring). Dalam: Nama penyunting (yang
tertera di sampul buku). Judul Buku. jilid (bila ada). Kota penerbit; Penerbit.
Contoh:
Djojosugito A. (2002). Peran Rumah Sakit dalam Kesehatan dan
Keselamatan Kerja. Dalam; Aditama TY & Hastuti T. Kesehatan
Kerja. Jakarta; UI-Press.
3. Rujukan dari jurnal
Ditulis berturut-turut; nama penulis. (Tahun terbit). Judul tulisan
(dengan huruf miring). Nama jurnal. Volume (nomor).
Muljanti S, Heryudirini, Sandjaja, Irawati A & Sudjasmin. (2002). Faktor-
Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Mental Psikomotor pada
Anak Balita Gizi Kurang. Penelitian gizi dan makanan. Volume 25 (2).
Hadi R. (2001). Persalinan dengan cara ekstraksi vakum oleh bidan di RSUD
dr. Soedono Madiun tahun 1998. Cermin dunia kedokteran. Volume
133
4. Rujukan dari majalah
Ditulis berturut-turut; nama penulis (jika ada). (Tahun terbit). Judul
tulisan (dengan huruf miring). Nama majalah. Volume (nomor).
Contoh :
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 36
Heryana R dan Heryadie B. (2005). Pemberdayaan masyarakat dalam
pencegahan dan penyalahgunaan napza melalui pendidikan dan
latihan kesehatan. Majalah SDM kesehatan. Volume 1(2).
Harini SA, Nadimin, Ayu SD. (2000). Pembuatan jajanan lokal untuk pmt ibu
hamil. Bina Diknakes. Volume 2 (2)
5. Rujukan dari koran
Ditulis berturut-turut; nama penulis (jika ada). Judul tulisan (dengan
huruf miring). Nama koran, tanggal bulan tahun terbit; halaman. Contoh :
Gani A. Atasi bau mulut saat puasa. Tribun timur, 9 Oktober 2005;
halaman 4.
Anonim. RS A. Makassau kerap jadi rujukan penyakit KLB. Fajar, 7 Oktober
2005; halaman 27.
6. Rujukan dari prosiding hasil pertemuan ilmiah
Ditulis berturut-turut; nama penulis. (Tahun terbit). Judul tulisan
(dengan huruf miring). Tulis prosiding dilanjutkan dengan judul prosiding.
Kota penerbit; Penerbit. Tahun.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 37
Contoh :
Djalil R. (2002). APBN dan pengeluaran di sektor kesehatan. Prosiding
Kongres nasional Persagi dan temu ilmiah XII. Jakarta; DPP
Persagi
7. Rujukan dari makalah hasil pertemuan ilmiah
Ditulis berturut-turut; nama penulis. (Tahun terbit). Judul tulisan
(dengan huruf miring). Tulis Makalah dilanjutkan dengan nama kegiatan
ilmiah (seminar/lokakarya/muktamar, dll). Kota pelaksanaan pertemuan
ilmiah; pelaksana Kota penerbit; Penerbit.
Contoh :
Pramantara S. (2002). Pengkajian Geriatric Komprehensip; Suatu
Pendekatan Holistik pada Pasien Usia Lanjut. Makalah Seminar
Asuhan Gizi Geriatri. Yogjakarta, Fakultas kedokteran UGM.
8. Rujukan dari internet
Ditulis berturut-turut; nama penulis (jika ada). (Tahun terbit) Judul
tulisan (dengan huruf miring). Alamat sumber rujukan (keterangan tanggal
bulan tahun diakses).
Contoh:
Laksmiarti T dan Maryani H. (2002). Tetap Sehat di Usia Lanjut Dengan Gizi
Sehat. http://www.tempo.co.id/medika/arsip/092002/hor-1.htm
(diakses, 14 April 2005)
9. Rujukan dari Skripsi, skripsi, tesis dan disertasi
Ditulis berturut-turut; Nama penulis. (Tahun terbit). Judul
Skripsi/skripsi/tesis/disertasi (ditulis miring). Tulisan Judul
Skripsi/skripsi/tesis/disertasi. Jurusan fakultas program studi,
Akademi/Universitas.
Contoh :
Ina E. (2005). Pengaruh Perilaku Pemberian MP-ASI terhadap Status Gizi
Baduta Usia 6-24 Bulan di Daerah Kumuh Kecamatan Mariso Kota
Makassar. Skripsi. Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Makassar.
Pedoman Penulisan Skripsi | Jur. Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar | 2017 38