The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Cek Similirity_Pemasaran Sosial Pencegahan Stunting

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by SIRAJUDDIN SIRA, 2021-01-08 01:13:50

Pemasaran Sosial Pencegahan Stunting

Cek Similirity_Pemasaran Sosial Pencegahan Stunting

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

Gambar 7. Mind Map
1h1 ttps://www.tehrantimes.com/news/451235/How-to-determine-a-good-

online-mind-mapping-software

Setiap lobi harus direncanakan dalam berbagai scenario ide. Jika ide A tidak

diterima maka harus ada opsi ide B, C dan D. Seorang negosiator ulung memiliki

segudang idea yang menguntungkan kedua belah pihak. Ini dapat dilakukan

hanya jika kita mampu mendeskripsikan peta konsep lawan diskusi.

2. Bentuk Lobi Sederhana untuk Pemasaran Sosial Pencegahan Stunting

Gambar 8. Lobi Sederhana Pencegahan Stunting

37

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 51/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

http://dinkes.kukarkab.go.id/baca-berita-239-rembuk-stunting-tahun-2020.html
Salah satu bentuk lobi sederhana pencegahan stunting adalah rembuk

stunting yang dilakukan pemerintah desa. Tentu pelaku lobi adalah pelaksana
program tingkat desa agar semua pihak atau pemangku kepentingan melakukan
langkah yang sama mengeluarkan anggaran biaya dan tenaga untuk upaya
pencegahan stunting. Kenapa demikian? Pemerintah desa diberi kewenangan
untuk mengatur kebijakan pencegahan stunting. Perhatikan gambar berikut ini:

https://portal.tanahlautkab.go.id/sosialisasi-stunting--permendes
Landasan hukumnya adalah 2U1 ndang Undang Nomor 11 Tahun 2019 yang
mengatur tentang upaya pencegahan stunting dengan dukungan dana desa.
Setiap tenaga dietisien tidak hanya paham soal karbohidrat, protein, lemak,
vitamin mineral dan penyakit tetapi juga harus memahami legal aspek yang
memayungi seluruh upaya perbaikan gizi.

38

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 52/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

BAB VI
KAJIAN ILMIAH PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING
A. Pendahuluan
Kajian ilmiah pemasaran sosial pencegahan stunting adalah sekumpulan
bukti bukti ilmiah yang dapat dipakai sebagai bahan komunikasi informasi dan
edukasi 1k0epada semua pihak yang terlibat langsung ataupun tidak langsung
dengan upaya pencegahan stunting. Bahan bahannya dikumpulkan dari materi
seminar dan atau kongres baik nasional maupun internasional, jurnal dan bentuk
publikasi lain khususnya yang berkaitan langsung dengan kondisi terkini di
Indonesia. Materi pada bagian ini diambil dari berbagai sumber dan sifatnya
akses terbuka sebagai bahan konsumsi pengetahuan public.
B. Tujuan
Tujuan materi kajian ilmiah pemasaran social pencegahan stunting
adalah untuk memberikan data dan informasi update terkait upaya pencegahan
stunting di Indonesia

C. Materi
Intervensi Konvergensi dan Indikator

Intervensi stunting secara nasional telah mengadopsi pendekatan
multidisiplin, karena faktor risiko stunting adalah rumit dan memerlukan
keterpaduan berbagai sektor pembangunan dalam pencegahannya. Keterpaduan
berbagai sektor ini dalam satu koordinasi kegiatan di tingkat nasional disebut

39

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 53/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

intervensi konvergensi. Lima pilar intervensi konvergensi 2yaitu (1) Komitmen
dan visi kepemimpinan (2) Kampanye nasional dan perubahan perilaku (3)
Konvergensi program Pusat. Daerah dan Desa (4) Ketahanan pangan dan gizi (5)
Pemantauan dan evaluasi 24

Kelima pilar intervensi konvergensi, kemudian diimplementasikan dalam
intervensi sensitif dan spesifik. Output yang dapat diukur dari kedua jenis
intervensi tersebut selama periode 1000 HPK adalah perbaikan konsumsi gizi,
perbaikan pola asuh, pelayanan kesehatan dan kesehatan Lingkungan. Output
ini dapat diukur dalam jangka pendek yang juga dikenal sebagai sekunder
indikator.

Gambar 9. Intervensi Konvergensi
Indikator antara (intermediate outcome) dari program pencegahan
stunting adalah indikator yang sangat dekat dengan indikator primer. Jika

40

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 54/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

sejumlah indikator intermedia dapat diketahui sudah dicapai maka, diyakini
indikator primer atau dampak dari program intervensi adalah sangat feasible
atau mudah dicapai. Indikator dampak adalah penurunan prevalensi stunting
dalam jangka panjang. Berbagai pola intervensi pencegahan stunting idealnya
tidak menetapkan indikator dampak sebagai indikator sekunder atau pun
indikator intermediate, karena ini akan menurunkan objektivitas pelaksana
program dalam menilai kinerja proyek.
Intervensi Sensitif

Intervensi sensitif terdiri dari empat jenis intervensi yaitu (61) Peningkatan
penyediaan air bersih (2) peningkatan akses kualitas pelayanan gizi dan
kesehatan (3) Peningkatan kesadaran komitmen dan praktik pengasuhan gizi ibu
dan anak dan (4) peningkatan akses pangan dan gizi. Secara lengkap dapat
dilihat pada gambar berikut:

Disebut sebagai intervensi sensitif karena diyakini kalau komponen
kegiatan ini dilakukan taat azas maka penurunan stunting akan sangat peka. Ia
melingkupi 15 komponen kegiatan. Semakin banyak dilakukan bersamaan
semakin baik, tetapi biaya yang dibutuhkan juga semakin banyak. Pada sisi lain
biaya penanggulangan stunting tidak hanya satu atau dua tahun tetapi tidak
berbatas waktu hingga stunting mampu diturunkan < 20%.

41

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 55/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

Gambar 10. Intervensi Sensitif

Penurunan stunting < 20% tahun 2025 adalah target global yang harus dicapai
oleh setiap negara agar mampu menurunkan stunting < 100 juta balita akhir tahun
2030.
Intervensi Gizi Spesifik

Intervensi gizi spesifik, terdiri dari Jika dibedakan berdasarkan tiga jenis
intervensi yaitu intervensi gizi prioritas, pendukung dan prioritas sesuai kondisi
tertentu.

42

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 56/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

Gambar 11. Intervensi Spesifik

Intervensi gizi spesifik ini disebut demikian karena ia sangat khusus dipahami
oleh ahli kesehatan sebagai ahli yang berkaitan langsung dengan dimensi biologis
pertumbuhan. Dalam model UNICEF 1998 juga disebutkan bahwa konsumsi dan infeksi
sebagai faktor 2l8angsung yang berhubungan dengan status gizi termasuk stunting.
Spesifik ini juga sering diartikan sebagai semua upaya yang dilakukan oleh sektor
kesehatan.

Fakta lain adalah bahwa pembagian konsep sensitif dan spesifik ditujukan untuk
membedah dua kubu intervensi yang harus saling dikombinasikan. Jika sisi sensitif
dapat dikombinasikan dengan sisi sensitif maka bukti bukti ilmiah mendukung
percepatan penurunan stunting. Lebih banyak kepada upaya pendampingan keluarga
kurang mampu karena risiko keluarga kurang mampu lebih besar dibanding keluarga
mampu. Kemiskinan adalah padanan kata kurang mampu yang dinilai berdasarkan

43

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 57/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

rendahnya upah harian atau bulanan dibanding standar kebutuhan minimum.

Stunting dan Kemiskinan
Gambar ini berasal dari Dr Atmarita MPH pada seminar Nasional bulan

November 2020. Diprediksi stunting akan naik tahun 2020 karena COVID-19 menaikkan
angka kemiskinan. Stunting sebagai dimensi sosial ekonomi akan berkontraksi saat
pandemic.

Gambar 12. Prediksi Kemiskinan dan Stunting
Berikut digambarkan dalam persamaan linier antara risiko stunting dan variabel
kemiskinan, cuci tangan, akses sanitasi, akses air bersih dan imunisasi selama pandemic

44

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 58/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

CO VID-19 di Indonesia .

Setiap kenaikan angka kemiskinan satu digit akan menaikkan angka stunting
sebesar 0,386%. Jika pada saat yang bersamaan kebiasaan cuci tangan, akses
sanitasi, akses air bersih dan imunisasi tidak berjalan normal maka kontribusinya
akan semakin bertambah.

45

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 59/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

Stunting dan Fortifikasi
Prof Soekirman memiliki konsep bahwa jalan terbaik untuk cegah

stunting adalah fortifikasi. Sederhana alasannya adalah bahwa kebanyakan
stunting terkonsentrasi pada penduduk miskin dengan akses keragaman pangan
yang rendah. Jika keragaman pangan rendah maka kuantitas dan kualitas asupan
gizi mikro tidak pernah mencukupi. Sementara sisi lain pemasaran sosial gizi
seimbang sulit dipenuhi pada penduduk miskin.

Gambar 13 Alasan Fortifikasi
Dibutuhkan makanan yang difortifikasi agar semua masyarakat terpapar dengan
makanan yang sudah diperkaya tanpa ia harus membayar mahal. Vehicle adalah
pada makanan yang dikonsumsi banyak dan terus menerus, contoh garam,
terigu dan minyak goreng. Jika mikronutrien ini mampu dititipkan (fortifikasi)
maka urusan stunting akan nyata teratasi.

46

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 60/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

Stunting dan Mikronutrien
Prof Soekirman (2020) dalam sebuah seminar nasional stunting menyajikan

info grafis berikut ini:

Perhatikan fakta diatas bahwa kurva miring kiri artinya lebih banyak yang
defisiensi mikronutrien dan inilah yang menyulitkan banyak negara keluar dari
lingkaran malnutrisi. Jika saja ada upaya sistematis memastikan bahwa semua
anak yang lahir cukup konsumsi mikronutriennya maka stunting akan dapat
diatasi. Berbeda dengan penduduk dari negara kaya angka stunting akan sangat
rendah, karena keragaman makanannya cukup. Satu satunya hambatan di
Indonesia adalah tidak selalu konsisten mengeluarkan kebijakan untuk fortifikasi
pangan potensial. Masih butuh kerjasama yang luas dengan dunia industri.

47

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 61/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

Stunting dan Ketimpangan Ekonomi
Prof Abdul Razak Thaha, M.Sc (2020) dalam sebuah seminar nasional stunting

menyajikan info grafis berikut ini:

Gambar 14. Kemiskinan dan Gini Rasio
Pada periode 2013 -2018 adalah periode dengan terjadinya penurunan angka
kemiskinan di Indonesia mencapai 1 digit selama kita Merdeka. Ini memberi andil
besar pada penurunan stunting antara tahun 2013 ke 2018. Penurunan ini juga
dirasakan oleh kelompok miskin dengan angka ketimpangan yang menurun yang
dikenal dengan gini rasio. Angka gini rasio17semakin kecil atau mendekati Null maka
distribusi pendapatan semakin merata demikian juga sebaliknya.
Stunting akan menurun dengan menurunnya angka kemiskinan dan angka
ketimpangan.

48

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 62/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

Stunting dan COVID-19
Stunting dan COVID-19 diantarai oleh variabel kemiskinan. Naiknya stunting di

masa pandemic bukan karena infeksi tetapi karena naiknya angka kemiskinan.
Perhatikan infografis berikut ini.

Gambar 15. Kemiskinan dan COVID-19

Sebenarnya fakta bahwa dimensi kemiskinan dan stunting sudah ditemukan
pada sistematik review yang dipublikasikan pada jurnal Internasional bereputasi,
khusus Indonesia. Jadi perlu diperhatikan bahwa dimensi stunting di Indonesia sangat
luas menyangkut banyak dimensi kehidupan. Semua determinan stunting yang ada di
negara berkembang dan negara miskin di dunia, juga ada di Indonesia. Inilah alasannya
mengapa pemerintah Indonesia bertekad sangat kuat untuk menurunkan stunting 16%
tahun 2025

49

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 63/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

Gambar 16. Publikasi Stunting Indonesia

Stunting dan Dukungan Keuangan Negara
Indonesia adalah negara berkembang yang masuk dalam kelompok G20

bersama dengan negara maju di Eropa, bukan karena kemajuannya tetapi karena
potensi pasar dan kekayaannya. Pemerintah Indonesia mengalokasikan banyak
anggaran pada kementerian dan lembaga untuk pencegahan stunting.

50

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 64/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

Ada 12 program yang dirilis pada masa pandemic yang ditujukan untuk
mengamankan gizi masyarakat, khususnya keluarga miskin. Inilah bukti bahwa kita
punya cara dan strategi yang dapat ditiru negara lain.

51

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 65/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

Stunting dan Konvergensi Level Desa
Negara dalam wujud miniature adalah desa. Pemerintah desa adalah

ujung tombak mengimplementasi seluruh kebijakan kementerian dan lembaga.
Pemerintah desa adalah tatanan norma yang berada paling dekat dengan
masyarakat.

Pencegahan stunting melalui konvergensi harus terjadi secara nyata di tingkat desa.
Seperti gambar diatas.

52

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 66/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

Stunting dan Indikator Kinerja Pencegahan Stunting
Perkembangan terbaru yang berkaitan dengan indikator kinerja

pencegahan stunting adalah IKPS. Apa itu IKPS? Adalah Indikator Kinerja
Pencegahan Stunting. Indikator ini dikembangkan oleh BPS dengan sumber data
dari SUSENAS. Berikut contoh IKPS Sulawesi Selatan tahun 2019.

IKPS ini juga dapat mendeskripsikan sector yang memiliki kontribusi kuat pada
pencegahan stunting sebagaimana diagram radar berikut. Ada enam komponen
utama dalam IKPS yaitu Kesehatan, Gizi, Pangan, Pendidikan dan Perlindungan Sosial.
Kita dapat mengetahui perkembangan dukungan setiap komponen sebagai pembentuk
agregat indicator IKPS. Semakin baik nilai IKPS maka semakin dapat diyakini bahwa

53

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 67/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

stunting akan mampu diturunkan secara sistematis. Ini sering juga disebut sebagai
upaya mitigasi stunting.

Stunting Sulsel 2020

54

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 68/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

Reference

1. Krishna A., Mejía-Guevara I., McGovern M., Aguayo VM., Subramanian
S V. Trends in inequalities in child stunting in South Asia. Matern Child
Nutr. 2018;14(August 2017):1-12, doi: 10.1111/mcn.12517.

2. Paknawin-Mock J., Jarvis L., Jahari a B., Husaini M a., Pollitt E.
Community-level determinants of child growth in an Indonesian tea
plantation. Eur J Clin Nutr. 2000;54 Suppl 2:S28-42.

3. Lahsaeizadeh A. Sociological analysis of food and nutrition in.
2001;31(3):129-36.

4. LAwrence Haddad, Endang Achadi, Mohamed Ag Bendech, Arti Ahuja,
Komal Bhatia, Zulfiqar Bhutta, Monika Blossner EB. Global Nutrition
Report Actions and Accontability to Accelerate The Wordlds Progress on
Nutrition. 2014.

5. Balitbangkes. Laporan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2010. Jakarta; 2010.
6. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan Nasional

Riskesdas 2007 [National Report on Basic Health Research 2007].
Kementeri Kesehat Republik Indones. 2008:1-384, doi: 1 Desember 2013.
7. Ministry of Health Indonesia. Hasil Utama Laporan Riskesdas 2018 [Main
Report of Indonesia Basic Health Research 2018]. Natl Inst Heal Reseach
Dev Jakarta. 2018, doi: 1 Desember 2013.
8. Kemenkes. Basic Health Research Report of Indonesia Year 2018.
Riskesdas 2018. 2018:182-3.
9. Aryastami NK., Shankar A., Kusumawardani N., Besral B., Jahari AB.,
Achadi E. Low birth weight was the most dominant predictor associated
with stunting among children aged 12–23 months in Indonesia. BMC Nutr.
2017;3(1):1-6, doi: 10.1186/s40795-017-0130-x.
10. Balitbangkes. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2018. 2018:582.
11. Indonesia HD of. Nutritional Status Survei 2017. Jakarta: Kementerian
Kesehatan RI; 2017.
12. Robertson RC., Manges AR., Finlay BB., Prendergast AJ. The Human
Microbiome and Child Growth – First 1000 Days and Beyond. Trends
Microbiol. 2019;27(2):131-47, doi: 10.1016/j.tim.2018.09.008.
13. Young MF., Nguyen PH., Gonzalez Casanova I., Addo OY., Tran LM.,
Nguyen S., et al. Role of preconception nutrition in offspring growth and
risk of stunting across the first 1000 days in Vietnam. PLoS One.
2017;71(Supplement 2):538, doi: 10.1159/000480486.
14. Smith Fawzi MC., Andrews KG., Fink G., Danaei G., McCoy DC.,
Sudfeld CR., et al. Lifetime economic impact of the burden of childhood
stunting attributable to maternal psychosocial risk factors in 137
low/middle-income countries. BMJ Glob Heal. 2019;4(1):1-11, doi:
10.1136/bmjgh-2018-001144.
15. Angood C., Khara T., Dolan C., Berkley JA., Roberfroid D., Seal A., et al.
Research priorities on the relationship between wasting and stunting. PLoS
One. 2016;11(5):1-13, doi: 10.1371/journal.pone.0153221.
16. Beatty A., Ingwersen N., Leith W., Null C. Stunting Prevalence and

55

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 69/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

Correlates Among Children in Indonesia. Math Policy Res Publ Reports.
2017;2013(JuLY):1-5.
17. Hall C., Syafiq A., Crookston B., Bennett C., Hasan MR., Linehan M.,
et al. Addressing Communications Campaign Development Challenges to
Reduce Stunting in Indonesia. Health (Irvine Calif). 2018;10(12):1764-78,
doi: 10.4236/health.2018.1012133.
18. Rachmi CN., Agho KE., Li M., Baur LA. Stunting, underweight and
overweight in children aged 2.0-4.9 years in Indonesia: Prevalence trends
and associated risk factors. PLoS One. 2016;11(5):1-18, doi:
10.1371/journal.pone.0154756.
19. Maehara M., Rah JH., Roshita A., Suryantan J., Rachmadewi A., Izwardy
D. Patterns and risk factors of double burden of malnutrition among
adolescent girls and boys in Indonesia. PLoS One. 2019;14(8):e0221273,
doi: 10.1371/journal.pone.0221273.
20. Tri Windiarto, MSi Al Huda Yusuf Ms., DR. Ambar Dwi Santoso Setio
Nugroho, MA Siti Latifah, MA Riyadi Solih Ms., Fera Hermawati Ms.,
Lukmi Ana Purbasari, SST Anita Rahmawatiningsih S. Profil Anak
Indonesia 2018. s. f.
21. Beal T., Tumilowicz A., Sutrisna A., Izwardy D., Neufeld LM. A review
of child stunting determinants in Indonesia. Matern Child Nutr.
2018;14(4):1-10, doi: 10.1111/mcn.12617.
22. Bardosono S., Sastroamidjojo S., Lukito W. Determinants of child
malnutrition during the 1999 economic crisis in selected poor areas of
Indonesia. Asia Pac J Clin Nutr. 2007;16(3):512-26.
23. Hall C., Bennett C., Crookston B., Dearden K., Hasan M., Linehan M.,
et al. Maternal Knowledge of Stunting in Rural Indonesia. Int J Child Heal
Nutr. 2018;7(4):139-45, doi: 10.6000/1929-4247.2018.07.04.2.
24. Bappenas. Intervensi Penurunan Stunting. 2018; Jakarta.
25. WHO, UNICEF, 1993, Buku Pegangan Peserta Pelatihan Konselor ASI
40 Jam.
26. Quinn GP, Ellery J, Thomas KB, Marshall R. Developing a common
language for using social marketing: an analysis of Public Health
literature. Health Mark Q. 2010 Oct;27(4):334-53. doi:
10.1080/07359683.2010.519989. PMID: 21058098.
27. Firestone R, Rowe CJ, Modi SN, Sievers D. The effectiveness of
socialmarketing in global health: a systematic review. Health Policy Plan.
2017 Feb;32(1):110-124. doi: 10.1093/heapol/czw088. Epub 2016 Jul 31.
PMID: 27476502.

28. Tan EJ, Tanner EK, Seeman TE, Xue QL, Rebok GW, Frick KD, Carlson
MC, Wang T, Piferi RL, McGill S, Whitfield KE, Fried LP. Marketing
public health through older adult volunteering: Experience Corps as a
social marketing intervention. Am J Public Health. 2010 Apr;100(4):727-
34. doi: 10.2105/AJPH.2009.169151.

29. 1: Quinn GP, Ellery J, Thomas KB, Marshall R. Developing a common

56

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 70/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

language for using social marketing: an analysis of Public Health
literature. Health Mark Q.2010 Oct;27(4):334-53. doi:
10.1080/07359683.2010.519989. PMID: 21058098.

30. Firestone R, Rowe CJ, Modi SN, Sievers D. The effectiveness of social
marketing in global health: a systematic review. Health Policy Plan. 2017
Feb;32(1):110-124. doi: 10.1093/heapol/czw088. Epub 2016 Jul 31.
PMID: 27476502.

31. Tan EJ, Tanner EK, Seeman TE, Xue QL, Rebok GW, Frick KD, Carlson
MC, Wang T, Piferi RL, McGill S, Whitfield KE, Fried LP. Marketing
public health through older adult volunteering: Experience Corps as a
social marketing intervention. Am J Public Health. 2010 Apr;100(4):727-
34. doi: 10.2105/AJPH.2009.169151. Epub
2010 Feb 18. PMID: 20167888; PMCID: PMC2836353.

32. Gallegos-Riofrío CA, Waters WF, Salvador JM, Carrasco AM, Lutter CK,
Stewart CP, Iannotti LL. The Lulun Project's social marketing strategy in a
trial to introduce eggs during complementary feeding in Ecuador. Matern
Child Nutr. 2018. Oct;14 Suppl 3(Suppl 3):e12700. doi:
10.1111/mcn.12700. PMID: 30332535; PMCID:

33. Evans WD, Pattanayak SK, Young S, Buszin J, Rai S, Bihm JW. Social
marketing of water and sanitation products: a systematic review of peer-
reviewed literature. Soc Sci Med. 2014 Jun;110:18-25. doi:
10.1016/j.socscimed.2014.03.011. Epub 2014 Mar 21. PMID: 24704890.

34. Langford R, Panter-Brick C. A health equity critique of social marketing:
where interventions have impact but insufficient reach. Soc Sci Med. 2013
Apr;83:133-41. doi: 10.1016/j.socscimed.2013.01.036. Epub 2013 Feb 11.
PMID: 23452864.

35. Parletta N, Zarnowiecki D, Cho J, Wilson A, Bogomolova S, Villani A,
Itsiopoulos C, Niyonsenga T, Blunden S, Meyer B, Segal L, Baune BT,
O'Dea K. A Mediterranean-style dietary intervention supplemented with
fish oil improves diet quality and mental health in people with depression:
A randomized controlled trial (HELFIMED). Nutr Neurosci. 2019
Jul;22(7):474-487. doi: 10.1080/1028415X.2017.1411320. Epub 2017 Dec
PMID: 29215971.

36. Luecking CT, Hennink-Kaminski H, Ihekweazu C, Vaughn A, Mazzucca
S, Ward DS. Social marketing approaches to nutrition and physical
activity interventions in early care and education centres: a systematic
review. Obes Rev. 2017 Dec;18(12):1425-1438. doi: 10.1111/obr.12596.
Epub 2017 Sep 29. PMID: 28960764;
PMCID: PMC5702552.

57

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 71/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

37. Olawepo JO, Pharr JR, Kachen A. The use of social marketing campaigns
to increase HIV testing uptake: a systematic review. AIDS Care. 2019.
Feb;31(2):153-162. doi: 10.1080/09540121.2018.1533631. Epub 2018 Oct
10. PMID: 30304940.

38. Powell LM, Chriqui JF, Khan T, Wada R, Chaloupka FJ. Assessing the
potential effectiveness of food and beverage taxes and subsidies for
improving public health: a systematic review of prices, demand and body
weight outcomes. Obes Rev. 2013 Feb;14(2):110-28. doi:
0.1111/obr.12002. Epub 2012 Nov 23. PMID: 23174017; PMCID:
PMC3556391.

39. Wei C, Herrick A, Raymond HF, Anglemyer A, Gerbase A, Noar SM.
Social marketing interventions to increase HIV/STI testing uptake among
men who have sex with men and male-to-female transgender women.
Cochrane Database Syst Rev. 2011 Sep 7;(9):CD009337. doi:
10.1002/14651858.CD009337. PMID: 21901734.

40. Aya Pastrana N, Lazo-Porras M, Miranda JJ, Beran D, Suggs LS. Social
marketing interventions for the prevention and control of neglected
tropical diseases: A systematic review. PLoS Negl Trop Dis. 2020 Jun
17;14(6):e0008360. doi: 10.1371/journal.pntd.0008360. PMID: 32555705;
PMCID: PMC7299328.

41. Stead M, Angus K, Langley T, Katikireddi SV, Hinds K, Hilton S, Lewis
S, Thomas J, Campbell M, Young B, Bauld L. Mass media to
communicate public health messages in six health topic areas: a systematic
review and other reviews of the evidence. Southampton (UK): NIHR
Journals Library; 2019 Apr. PMID: 31046212.

42. Knai C, Petticrew M, Durand MA, Eastmure E, Mays N. Are the Public
Health Responsibility Deal alcohol pledges likely to improve public
health? An evidence synthesis. Addiction. 2015 Aug;110(8):1232-46. doi:
10.1111/add.12855. Epub 2015 Mar 26. PMID: 25807862.

43. Evans WD, Blitstein J, Hersey JC, Renaud J, Yaroch AL. Systematic
review of public health branding. J Health Commun. 2008 Dec;13(8):721-
41. doi: 10.1080/10810730802487364. PMID: 19051110.

44. Sawada K, Wada K, Shahrook S, Ota E, Takemi Y, Mori R. Social
marketing including financial incentive programs at worksite cafeterias for
preventing obesity: a systematic review. Syst Rev. 2019 Feb 28;8(1):66.
doi: 10.1186/s13643-019-0965-0. PMID: 30819251; PMCID:
PMC6394016.

58

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 72/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

45. Clar C, Dyakova M, Curtis K, Dawson C, Donnelly P, Knifton L, Clarke
A. Just telling and selling: current limitations in the use of digital media in
public health: a scoping review. Public Health. 2014 Dec;128(12):1066-
75. doi: 10.1016/j.puhe.2014.09.009. Epub 2014 Nov 24. PMID:
25443388.

46. Vaughn AE, Bartlett R, Luecking CT, Hennink-Kaminski H, Ward DS.
Using a social marketing approach to develop Healthy Me, Healthy We: a
nutrition and physical activity intervention in early care and education.
Transl Behav Med. 2019 Jul 16;9(4):669-681. doi: 10.1093/tbm/iby082.
PMID: 30107586; PMCID: PMC6629844.

47. Visram S, Cheetham M, Riby DM, Crossley SJ, Lake AA. Consumption
of energy drinks by children and young people: a rapid review examining
evidence of physical effects and consumer attitudes. BMJ Open. 2016 Oct
8;6(10):e010380. doi: 10.1136/bmjopen-2015-010380. PMID: 27855083;
PMCID: PMC5073652.

48. techniques encourage employees to make healthier food choices: a
randomized controlled trial in 30 worksite cafeterias in The Netherlands.
Am J Clin Nutr.2018 Feb 1;107(2):236-246. doi: 10.1093/ajcn/nqx045.
PMID: 29474510.

49. Ussher MH, Faulkner GEJ, Angus K, Hartmann-Boyce J, Taylor AH.
Exercise interventions for smoking cessation. Cochrane Database Syst
Rev. 2019 Oct 30;2019(10):CD002295. doi:
10.1002/14651858.CD002295.pub6. PMID: 31684691; PMCID:
PMC6819982.

59

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 73/74

1/6/2021 BUKU PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING 2020_SIRAJUDDIN.pdf - Sirajuddin

GIZI TINGGI PRESTASI

PEMASARAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING

Pemasaran sosial adalah kajian baru dalam dinamika
pencegahan stunting. Kajian ini dikembangkan dari konsep
pemasaran, tetapi lebih fokus kepada produk untangible.
Mengapa penting karena pendekatan pemasaran sosial
telah sukses pada berbagai program kesehatan masyarakat
di Indonesia. Contoh sederhana suksesnya program dua
anak cukup dari BKKBN.

Pencegahan stunting juga memerlukan penetrasi sosial
dalam wujud pesan pesan sederhana yang mudah
dipahami masyarakat agar mereka mau menerima konsep
bahwa gizi tinggi prestasi. Buku ini adalah buku pertama
yang membahas dimensi pemasaran sosial pencegahan
stunting di Indonesia.

03

https://poltekkes-mks.turnitin.com/viewer/submissions/oid:26284:4188031/print?locale=en 74/74


Click to View FlipBook Version