1Tahun 2025
2BAB I PENDAHULUANA. Latar BelakangSetelah melakukan supervisi akademik, kepala sekolah akan mendapatkan gambaran terkait dengan profil kompetensi guru. Gambaran ini diperoleh berdasarkan hasil analisis dari instrumen yang digunakan pada saat melakukan supervisi akademik. Berdasar pada profil kompetensi guru tersebut kepala sekolah melaksanakan tindak lanjut hasil supervisi akademik. Hasil analisis serta catatan kepala sekolah, dimanfaatkan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan guru. Berdasarkan kondisi tersebut kepala sekolah dapat menyusun program pembinaan pengembangan keterampilan mengajar guru atau meningkatkan profesionalisme guru.Salah satu prinsip supervisi pembelajaran adalah obyektif, artinya dalam penyusunan program tindak lanjut supervisi akademik harus didasarkan pada kebutuhan nyata pengembangan keprofesian berkelanjutan guru.B. TujuanTindak lanjut hasil supervisi akademik dilaksanakan dengan tujuan:1. Mengumpulkan informasi yang obyektif, akurat, dan valid mengenai pelaksanaan program tindak lanjut hasil supervisi2. Mengidentifikasi tingkat ketercapaian program tindak lanjut, meliputi:a. Teridentifikasinya hambatan, kelemahan dan keberhasilan keterlaksanaan program b. Tersusunnya program tindak lanjut hasil supervisi sekolah untuk menindaklanjuti permasalahan yang ada.C. SasaranDalam pelaksanaannya kegiatan tindak lanjut supervisi akademik sasaran utamanya adalah kegiatan belajar mengajar. Sasaran tindak lanjut hasil supervisi di SMA Negeri 1 Sindangwangi adalah hasil/temuan pada saat pelaksanaan supervisi akademik, yaitu pelaksanan pembelajaran oleh guru di kelasnya.
3BAB IIPROSEDUR PELAKSANAAN SUPERVISIA. Prosedur Pelaksanaan Supervisi AkademikSupervisi Akademik di SMA Negeri 1 Sindangwangi dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut:1. Penyusunan Program dan Jadwal Supervisi2. Kunjungan Kelas dan Observasi Mengajar3. Diskusi Hasil SupervisiB. Pelaksanaan Supervisi AkademikSupervisi yang dilaksanakan adalah supervisi kunjungan kelas. Kepala Sekolah sebagai supervisor mengunjungi kelas dan melakukan observasi dan wawancara serta studi dokumen. Supervisor sambil melakukan kunjungan kelas mengisi instrumen yang telah disiapkan. Dari observasi dan hasil pengisian intrumen tersebut dapat diketahui seberapa tingkat kemampuan guru dalam penyusunan administrasi pembelajaran dan proses pembelajaran.C. Hasil Supervisi Akademik1. Rekap Hasil SupervisiHasil supervisi direkap untuk mengetahui gambaran profil kompetensi guru. Adapun hasil yang diperoleh dari kegiatan supervisi ini adalah sebagai berikut.Tabel 2.1Hasil Supervisi Guru Tahun 2025No Nama GuruAdm PBMAdm RPPPelaksanaan Keterangan1 SRI SULASTRI, S.Pd., M.Si. 4.6 92.9 92.32 Drs. ADE SUCAHYADI 3.9 85.7 86.23 EDI WARSONO, S.E., M.Pd. 3.1 74.8 71.14 LAILA ZAKIYAH, S.Si 4.8 95.4 90.55 TATUN ROHIMATUN, S.Pd., M.Pd. 4.8 94.1 90.96 IDA INDRAWATI, S.Sos. 4.1 85.6 83.97 Hj. IRA PURWATI RAHAYU, S.Pd. 4.0 85.5 87.3
48 TETI OKPIANTI, S.Pd. 4.8 97.6 92.29 IDA NURHAMIDAH, S.Pd. 4.8 96.4 92.010 JUHADI, S.Pd.I. 4.2 89.1 87.411 YENNY RISNAWATY, S.Pd. 4.3 89.3 84.812 AGUS ANWAR, S.Pd., M.I.Kom. 4.4 88.2 86.413 MEGA FITRIYANTI, S.Pd. 4.8 95.6 93.714 M. KAHFI, S.Pd. 4.8 93.6 92.815 RISMA RISTANTIA,S.Pd. 4.3 85.5 83.016 DEDE ZAENAL ARIPIN, S.Pd. 4.4 89.6 86.417 ASEP ROHMANUDIN, S.Pd. 4.1 88.6 82.918 LIA SUARANTRI, S.Pd 4.2 86.6 87.719 UNANG ZUKHIJUL KARNAEN, S.Pd.I. 4.8 93.8 92.020 HAMDJAH IBRAHIM, S.Pd. 4.1 85.0 86.921 IIP JAYAHURIPNA, S.T. 4.0 86.0 83.922 IPAH HANIPAH, S.Pd 4.8 93.6 92.523 SRI NOVIYANTI, S.S. 4.3 85.0 83.324 DENI FADLIHAKIM, S.IP. 4.1 85.2 86.625 NUR HIDAYAT, S.Pd.I. 4.4 86.8 84.626 ARIS PURNADI, S.Ag. 3.2 71.4 73.127 LISNA OCTA ROLINA, S.Pd. 4.5 89,4 88.328 TANTRA ADI PERMADI, S.Pd. 4.7 97.0 92.129 ADE HERRY SUPRAYOGI, S.E. 4.2 89.9 86.630 KURNIAWAN, S.T. 4.0 88.1 82.431 HENI JUNIYANTI, S.P., M.P. 4.1 86.4 83.832 HERYANTO, S.Pd. 4.3 85.0 83.033 TASDIK ISMAIL ALI S, S.E. 4.0 86.4 84.434 MOHAMAD YAMIN, S.Pd.I. 4.0 87.7 86.935 SUCI NOVIRA ADITIANI M, S.Pd 4.4 89.7 87.136 TITI SURYANI, S.T. 4.6 93.6 92.337 UJEN ZAENAL MUTTAQIN, S.Pd.I. 4.2 88.4 86.938 AVIV OKTORA HUTABRI, S.Pd. 4.3 89.5 85.839 SETIADI PRADANA, S.Pd. 4.2 86.9 87.8
540 RANI APRIANTI, S.Pd. 4.4 88.5 85.941 DENA TAUFIQ RAMLAN, S.Pd. 4.2 85.7 83.242 NENG SITI SINTA, S.Pd. 4.3 89.1 87.443 DETIA FAUZIAH, S.Pd 4.8 95.3 92.344 ARIE KHARISMA SUNDARI, S.Pd. 4.0 85.7 84.845 DIAH RAYHANUNI, S.Pd. 4.2 85.1 82.6Berdasarkan data di atas, secara umum guru sudah mampu menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan instrumen pembelajaran dan RPP.2. Analisis Hasil SupervisiDari rekap hasil supervisi, kemudian Kepala Sekolah melakukan analisis hasil supervisi tersebut untuk menentukan tindak lanjut yang tepat dan efektif bagi masing-masing guru dalam rangka perbaikan proses pembelajaran.Hasil analisis didukung dengan catatan kepala sekolah, dimanfaatkan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan guru. Berdasarkan kondisi tersebut kepala sekolah dapat menyusun program pembinaan pengembangan keterampilan mengajar guru atau meningkatkan profesionalisme guru.Adapun analisis terhadap kegiatan supervisi yang sudah dilakukan yaitu sebagai berikut.
TaAnalisis Hasil SuperviNo Permasalahan pada Instrumen RPP 1 Meliputi dimensi sikap, keterampilan dan pengetahuan 2 Menggunakan kata kerja operasional yang mengandung satu prilaku 3 Mengadung satu prilaku yang dapat diobservasi 4 Mencakup level berpikir tinggi (analisis, evaluasi, atau mencipta). 5Meliputi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan/atau metakognit(learning how to learn) 6 Mencakup pengembangan sikap, keterampilan dan pengetahuan 7 Mengandung unsur menciptakan karya 8Sesuai dengan perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual siswa 9 Materi yang disajikan aktual 10 Memudahkan siswa menguasai materi pelajaran 11 Memfasilitasi siswa menerapkan pendekatan saintifik 12 Memberdayakan teknologi informasi dan komunikasi 13 Sesuai dengan pendekatan saintifik
5abel 2.2isi terhadap Instrumen RPPJumlah % Tindak Lanjut10 20.8 Melakukan IHT pada semester genap.25 52.1 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.10 20.8 Melakukan IHT pada semester genap.15 31.3 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.tif 10 20.8 Melakukan IHT pada semester genap.10 20.8 Melakukan IHT pada semester genap.10 20.8 Melakukan IHT pada semester genap.15 31.3 Melakukan IHT pada semester genap.25 52.1 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.30 62.5 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.12 25.0 Melakukan IHT pada semester genap.12 25.0 Melakukan IHT pada semester genap.12 25.0 Melakukan IHT pada semester genap.
No Permasalahan pada Instrumen RPP 14 Sesuai dengan model model inkuiri, pembelajaran berbasis masalah, atau proyek. 15 Mengembangkan kapasitas individu dan kerja sama peserta didik 16 Merencanakan kegiatan siswa mengamati 17 Merencanakan kegiatan siswa menanya 18 Merancang kegiatan siswa mencoba 19 Merancang kegiatan siswa menalar atau mengasosiasi (eksplorasi, elaboradan konfirmasi) 20 Merancang kegiatan siswa membentuk jejaring atau mengomunikasikan produk penalarannya 21 Merancang kegiatan siswa berkarya atau mencipta 22 Mengandung rencana kegiatan tindak lanjut (penugasan, remedial, dan pengayaan) 23 Mengukur sikap, pengetahuan, dan keterampilan 24 Merancang penilaian otentik 25 merancang penilai tugas 26 Menetapkan pedoman penskoran
6Jumlah % Tindak Lanjut12 25.0 Melakukan IHT pada semester genap.30 62.5 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.12 25.0 Melakukan IHT pada semester genap.12 25.0 Melakukan IHT pada semester genap.12 25.0 Melakukan IHT pada semester genap.asi, 12 25.0 Melakukan IHT pada semester genap.12 25.0 Melakukan IHT pada semester genap.10 20.8 Melakukan IHT pada semester genap.22 45.8 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.22 45.8 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.22 45.8 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.24 50.0 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.24 50.0 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.
TaAnalisis Hasil Supervisi terhadaNo Permasalahan pada Instrumen Pelaksanaan PBM 1Mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman peserta didiatau pembelajaran sebelumnya. 2 Mengajukan pertanyaan menantang. 3 Mendemonstrasikan sesuatu yang terkait dengan materi pembelajaran. 4 Melaksanakan pembelajaran secara runtut. 5 Menguasai kelas. 6 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanaka7 Memberikan pertanyaan mengapa dan bagaimana. 8 Memfasilitasi peserta didik untuk mengamati. 9 Memancing peserta didik untuk bertanya. 10 Memfasilitasi peserta didik untuk mencoba. 11 Memfasilitasi peserta didik untuk menganalisis. 12 Memberikan pertanyaan peserta didik untuk menalar (proses berfikir yanglogis dan sistematis). 13 Menyajikan kegiatan peserta didik untuk berkomunikasi.
7abel 2.3ap Instrumen Program PembelajaranJumlah % Tindak Lanjutik 38 79.2 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.7 14.6 Melakukan IHT pada semester genap.7 14.6 Melakukan IHT pada semester genap.7 14.6 Melakukan IHT pada semester genap.7 14.6 Melakukan IHT pada semester genap.kan. 7 14.6 Melakukan IHT pada semester genap.7 14.6 Melakukan IHT pada semester genap.7 14.6 Melakukan IHT pada semester genap.7 14.6 Melakukan IHT pada semester genap.7 14.6 Melakukan IHT pada semester genap.7 14.6 Melakukan IHT pada semester genap.g 7 14.6 Melakukan IHT pada semester genap.10 20.8 Melakukan IHT pada semester genap.
No Permasalahan pada Instrumen Pelaksanaan PBM 14 Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media pembelajaran. 15 Menghasilkan pesan yang menarik. 16 Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan media pembelajaran. 17 Menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik melalui interaksi guru, pesertdidik, sumber belajar. 18 Menumbuhkan keceriaan atau antuisme peserta didik dalam belajar. 19 Menilai sikap dalam pembelajaran 20 Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar. 21 Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. 22 Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan peserta didik. 23 Mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan portofolio. 24 Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan kegiatan berikutnydan tugas pengayaan.
8Jumlah % Tindak Lanjut10 20.8 Melakukan IHT pada semester genap.10 20.8 Melakukan IHT pada semester genap.10 20.8 Melakukan IHT pada semester genap.ta 6 12.5 Melakukan IHT pada semester genap.18 37.5 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.15 31.3 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.24 50.0 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.10 20.8 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.8 16.7 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.12 25.0 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.ya 16 33.3 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.
TaAnalisis Hasil Supervisi terhadap No Permasalahan pada Instrumen Administrasi PBM 1 guru memiliki dan menggunakan buku teks dan buku referensi 2guru memiliki rancangan penilaian, penilaian, Instrumen, kunci, rubrik dakriteria penilaian UH 3 guru memiliki Instrumen, kunci, rubrik dan kriteria penilaian UTS 4 guru memiliki Instrumen, kunci, rubrik, kriteria dan kisi-kisi penilaian UA5 guru mengoreksi hasil ulangan 6guru membuat program dan instrumen penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri terstruktur 7guru mendokumentasikan hasil penugasan terstruktur dan kegiatan mandirterstruktur 8guru memiliki buku daftar nilai dan berisi Nilai UH, Remidi, UTS, UAS dan Nilai Tugas 9 guru melakukan analisis hasil evaluasi UH 10 guru menyusun dan melaksanakan program remedial 11 guru menyusun dan melaksanakan program pengayaan 12 guru memiliki buku agenda mengajar
9abel 2.4 Instrumen Pelaksanaan PembelajaranJumlah % Tindak Lanjut44 91.7 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.an 30 62.5 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.30 62.5 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.AS 30 62.5 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.35 72.9 Diskusi dengan guru yang bersangkutan. 12 25.0 Melakukan IHT pada semester genap.ri 12 25.0 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.32 66.7 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.12 25.0 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.12 25.0 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.12 25.0 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.15 31.3 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.
No Permasalahan pada Instrumen Administrasi PBM 13 guru melakukan pengembangan bahan ajar 14 guru memiliki karya ilmiah populer 15 guru memiliki hasil PTK Berdasarkan data temuan pada tabel 4.2 sampai 4.4 , permasbersangkutan setelah supervisi selesai dengan cara berdiskusi dalam myang dianggap berat/sukar diselesaikan proses penyelesaiannya akan d
10Jumlah % Tindak Lanjut15 31.3 Diskusi dengan guru yang bersangkutan.2 4.2 Melakukan IHT pada semester genap.2 4.2 Melakukan IHT pada semester genap.salahan yang tidak dianggap sulit/berat sudah dilakukan dengan guru yang menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Sedangkan untuk permasalahan dilakukan melalui IHT/Workshop pada awal tahun 2026.
11BAB IIIPROGRAM TINDAK LANJUT HASIL SUPERVISIA. Program Tindak LanjutSalah satu prinsip supervisi pembelajaran adalah obyektif, artinya dalam penyusunan program tindak lanjut supervisi akademik harus didasarkan pada kebutuhan nyata pengembangan keprofesian berkelanjutan guru. Penyusunan program tindak lanjut diawali dengan melakukan analisis kebutuhan peserta berdasarkan analisis hasil supervisi akademik. Analisis kebutuhan merupakan upaya menentukan perbedaan antara pengetahuan,ketrampilan dan sikap yang dipersyaratkan dan yang secara nyata dimiliki. Analisis kebutuhan ini dapat dilakukan dalam tahapan sebagai berikut:1. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan terkait masalah-masalah pembelajaran dan kesenjangan apa saja yang ada antara pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang dimiliki guru dan yang seharusnya dimiliki guru. Perbedaan tersebut kemudian dikelompokkan, disintesiskan dan diklasifikasikan untuk menentukan jenis kegiatan tindak lanjut.2. Mencatat prosedur-prosedur untuk mengumpulkan informasi tambahan tentang pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang dimiliki guru.3. Mengidentifikasi dan mencatat kebutuhan-kebutuhan khusus pembinaan ketrampilan pembelajaran guru.4. Menetapkan jenis pembinaan keterampilan pembelajaran guru.5. Menetapkan tujuan pemilihan jenis pembinaan.6. Mengidentifikasi dukungan lingkungan dan hambatan-hambatannya.7. Mengidentifikasi tugas-tugas manajemen yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tindak lanjut seperti keuangan,sumber-sumber belajar, sarana prasarana.B. Tindak Lanjut Hasil SupervisiBentuk tindak lanjut supervisi akademik dapat dilakukan melalui kegiatan pembinaan.a. Pembinaan LangsungPembinaan ini dilakukan terhadap hal-hal yang sifatnya khusus, yang perlu perbaikan dengan segera dari hasil analisis supervisi.
12Kegiatan pembinaan langsung yang dilakukan setelah kepala sekolah selesai melakukan observasi pembelajaran adalah pertemuan pasca observasi. Pada pertemuan ini kepala sekolah memberi balikan untuk membantu mengembangkan perilaku guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.Dari umpan balik itu pula dapat tercipta suasana komunikasi yang tidak menimbulkan ketegangan, tidak menonjolkan otoritas, memberi kesempatan untuk mendorong guru memperbaiki penampilan dan kinerjanya.Pada kegiatan ini kepala sekolah dapat melakukan lima langkah pembinaan kemampuan guru yaitu:1) menciptakan hubungan-hubungan yang harmonis,2) analisis kebutuhan,3) mengembangkan strategi dan media,4) menilai, dan5) revisib. Pembinaan Tidak LangsungPembinaan ini dilakukan terhadap hal-hal yang sifatnya umum yang perlu perbaikan dan perhatian setelah memperoleh hasil analisis supervisi. Peran Kepala Sekolah dalam pembinaan tidak langsung adalah mendengarkan, memberi penguatan, menjelaskan, menyajikan, dan memecahkan masalah. Beberapa jenis komponen yang dapat dipilih kepala sekolah dalam membina guru untuk meningkatkan proses pembelajaran adalah sebagai berikut:1) Menggunakan buku pedoman/petunjuk bagi guru dan bahan pembantu guru lainnya secara efektif.2) Menggunakan buku teks secara efektif.3) Menggunakan praktek pembelajaran yang efektif yang dapat mereka pelajari selama bimbingan teknis profesional/inservice training.4) Mengembangkan teknik pembelajaran yang telah mereka miliki5) Menggunakan metodologi yang luwes (fleksibel).6) Merespon kebutuhan dan kemampuan individual peserta didik.7) Menggunakan lingkungan sekitar sebagai alat bantu pembelajaran.8) Mengelompokkan peserta didik secara lebih efektif.9) Mengevaluasi peserta didik dengan lebih akurat/teliti/seksama.
1310) Bekerjasama/berkolaborasi dengan guru lain agar lebih berhasil.11) Mengikutsertakan masyarakat dalam mengelola kelas.12) Memperkenalkan teknik pembelajaran modern untuk inovasi dan kreatifitas layanan pembelajaran.13) Membantu peserta didik dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, menyelesaikan masalah dan pengambilan keputusan.14) Menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif.Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 41 tahun 2007 mengatur tentang pengawasan proses pembelajaran yang meliputi pemantauan dan supervisi. Berdasarkan peraturan tersebut kegiatan tindak lanjut supervisi akademik dapat dilakukan kepala sekolah dengan pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi. Kepala sekolah dapat memilih alternatif kegiatan tindak lanjut tersebut di atas sesuai dengan analisis hasil supervisi akademik terhadap komponen-komponen tersebut di atas.Kepala sekolah menentukan kelompok guru dengan permasalahan yang seperti apa, pada komponen yang mana, dapat diberikan tindak lanjut dengan pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi. Pada setiap kegiatan tindak lanjut yang dipilih kepala sekolah harus merumuskan latar belakang dan tujuan pemilihan kegiatan, serta target yang harus dicapai.
14BAB IVPENUTUPA. KesimpulanDengan tersusunnya program tindak lanjut hasil supervisi di SMA Negeri 1 Sindangwangi, diharapkan dapat mendorong pelaksanaan proses pembelajaran menjadilebih baik. Program tindak lanjut hasil supervisi ini juga diharapkan bermanfaat sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran berikutnya, serta dapat meningkatkan profesionalisme guru yang muaranya adalah peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Sindangwangi. Adapun bentuk tindak lanjut yang akan dilakukan setelah dilakukan supervisi ini adalah sebagai berikut.1. Pembinaan langsung yang dilakukan oleh kepala sekolah.2. Pembinaan sudah ditindaklanjuti di IHT semester genap.B. SaranAdapun saran yang dapat dikemukakan dalam kesempatan ini adalah sebagai berikut.1. Program ini merupakan salah satu upaya untuk dapat meningkatkan kinerja para guru dan pada gilirannya dapat meningkatkan pelayanan pada siswa. Oleh karena itu, program ini harus sudah menjadi program baku bagi tiap sekolah.2. Guru yang disupervisi tidak harus merasa ketakukan dengan nilai yang diperoleh, sebab melalui program ini guru pada akhirnya dapat mengetahui kelemahan yang dimilikinya. Sehingga pada kesempatan mendatang tiap guru dapat meningkatkan bagian kelemahan yang dimilikinya.Sindangwangi, 31 Oktober 2025Kepala Sekolah,Ading Rochendy, S.Pd., M.Pd.NIP 19710929 199512 1 002