The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas V semester I BAB II "Buku Jendela Dunia"

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by 115_IDA AYU KETUT PURNAMIASIH, 2024-05-11 22:02:02

Modul Ajar Bahasa Indonesia

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas V semester I BAB II "Buku Jendela Dunia"

Kurikulum Merdeka


Modul ini bertujuan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia pada fase C (kelas IV dan V). Lebih tepatnya untuk kelas V semester I Bab II. Pada modul dipaparkan Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk fase C, Materi dan sub materi kelas V Bab II,Latihan soal cerita dan pemahaman konsep, serta kunci jawaban.


Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan dan konteks sosial, menunjukkan minat terhadap teks, mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi dan pesan dari paparan lisan dan tulis tentang topik yang dikenali dalam teks narasi dan informatif, mampu menanggapi dan mempresentasikan informasi yang dipaparkan,berpartisipasi aktif dalamdiskusi, menuliskan tanggapannya terhadap bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya,


menulis teks untuk menyampaikan pengamatan dan pengalamannya dengan lebih terstruktur, memiliki kebiasaan membaca untuk hiburan, menambah pengetahuan, dan keterampilan.


A.Unsur intrinsik cerita dan Unsur ekstrinsik cerita B.Majas (metafora, personifikasi, dan hiperbola) C.kalimat langsung dan tidak langsung D.Teks naratif, deskriptif, Teks anekdot, teks argumentasi dan teks prosedur MATERI BAHASA INDONESIA KELAS V BAB II “BUKU JENDELA DUNIA” SUB MATERI


A. Cerpen adalah bentuk sastra yang mengisahkan suatu peristiwa atau kejadian dalam jumlah kata yang terbatas. Dalam cerpen, pengarang berusaha untuk menyampaikan pesan atau menggambarkan karakter dengan cara yang padat dan efektif. Meskipun cerpen singkat, ia mampu membangkitkan imajinasi pembaca dan menyampaikan pengalaman yang kuat. Ciri-ciri cerpen yaitu: Ringkas, fokus pada inti cerita,Karakter Terbatas, Menarik. Teks Cerpen dibangun oleh unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. PEMAPARAN MATERI


a. Unsur intrinsik, Menurut Nurgiyantoro (2002, hlm. 23) mengatakan bahwa “ Unsur Intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Struktur yang menyebabkan karya sastra hadir, sebagai unsur-unsur yang secara faktual akan dijumpai jika orang membaca karya sastra”. unsur intrinsik cerpen adalah sebagai berikut. 1) Tema Menurut Aminuddin (2011, hlm. 91) “ Tema dikatakan sebagai ide yang mendasari suatu cerita sehingga mempunyai peranan sebagai pangkal seorang pengarang dalam memaparkan karya fiksi yang telah


diciptakan. Maka ia harus memahami tema apa yang akan dipaparkan dalamceritanya. Sehingga, pengarang harus berangkat dari tema untuk memulai sebuah cerita pendek yang akan dibuat “ . Maka dapat dikatakan bahwatema dipandang sebagai gagasan umum, lahirnya sebuah cerita yang sangat penting dalam sebuah cerita pendek. 2) Tokoh dan Penokohan Menurut Nurgiyantoro (2007, hlm. 164) “Penokohan adalah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita, penokohan merupakan unsur intrinsik agar hidupnya sebuah cerpen.


Dalam suatu cerpen terdapat beberapa tokoh dan biasanya terdapat tokoh utama yang menjalankan perannya sebagai kunci di dalam sebuah cerpen “. Nurgiyantoro (2015, hlm. 165) menyatakan, “ Tokoh dalam cerpen bisa banyak, tetapi, berperan sebagai tokoh utama biasanya tidak lebih dari dua orang saja. Tokoh lain berfungsi sebagai penegas keberadaan tokoh utamanya. Tokoh utama biasanya menjadi sentral cerita, baik protagonis maupun antagonis.”


3) Latar Menurut Mido dalam suhendi (2016, hlm. 56) “ Latar adalah gambaran tentang tempat, waktu, dan situasi terjadinya peristiwa. Semakin jelas dan menarik latar yang digambarkan pengarang, maka kualitas karyanya akan semakin tinggi”. Serupa dengan yang dikatakan oleh Abrams dalam Nurgiyantoro (2017, hlm. 216), “Latar atau setting yang disebut juga sebagai landasan tumpu, menyaran pada waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa.”


4) Alur Alur merupakan jalinan suatu peristiwa di dalam sebuah cerpen untuk mencapai jalan cerita yang dituju. Menurut Stanton dalam Nurgiyantoro (2007, hlm. 35) ” Plot adalah cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan sebabakibat, peristiwa yang satu disebabkan atau menyembabkan terjadinya peristiwa yang lain.” Sejalan dengan Santon, Foster dalam Tuloli (2000, hlm. 64) mengatakan bahwa “ Plot merupakan rentetan peristiwa


dalam suatu fiksi (novel dan cerpen) tersusun dalam uraian waktu dan berdasarkan hukum sebab akibat. Plot sama dengan kerangka cerita yang menjadi susunan struktur cerita.” Sehingga dapat disimpulkan bahwa alur merupakan jalinan berbagai kejadian yang dihubungkan melalui sebab-akibat untuk mencapai sebuah peristiwa dalam cerita. Menurut Surastina (2008:34) , alur memiliki tiga jenis diantaranya.


1. Alur maju, Merupakan serangkaian peristiwa secara kronologis maju atau lurus disebut juga alur progresif. Cerita berjalan secara runtut dari tahapan awal, tahapan tengah, hingga tahap akhir cerita. Alur ini umumnya digunakan pada cerita yang sederhanasehingga memudahkan untuk dipahami atau dicerna, misalnya ceritaanak-anak. 2. Alur mundur, Dapat dikatakan sebagai alur regresif atau flashback. Jalan cerita yang dibuka atau dimulai justru dengan penyelesaian,


kemudian dilanjutkan pengisahan masa lalu tokoh. Alur mundur sering ditemui pada cerita dengan setting waktu pada masa lampau yang dialami tokoh cerita. Pengisahan ceritadengan alur mundur membutuhkan kemampuan pemaknaan khusus agar tidak membuat pembaca kebingungan. 3. Alur campuran, Merupakan alur yang diawali dengan klimaks cerita, kemudian melihat masa lalu dan diakhiri dengan penyelesaian cerita. Alur campuran mudah digunakan dalam pembuatan cerita, jika pengarang cerita mengerti cara mengatur plot ceritanya.


5) Amanat Ada beberapa hal yang dapat dipelajari oleh pembaca ketika membaca cerpen, yaitu terselipnya sebuah amanat. Hal tersebut adalah bentuk pesan moral pengarang, yang melahirkan sebuah makna. Seperti yang dikatakan Sumaryanto (2019, hlm. 15), “Amanat adalah pemecahan yang diberikan oleh pengarang bagi permasalahan di dalam sebuah karya sastra, amanat bisa disebut makna.” Menurut Kosasih (2006, hlm. 40) menyatkan bahwa,


“Amanat ialah pesan yang disampaikan pengarang terhadap pembaca melalui tulisan-tulisannya, Sehingga, pembaca akan mendapatkan pesan yang tersirat maupun tersurat dan menyimpulkan keseluruan cerita. 6). Sudut pandang, Merupakan cara penulis menempatkan dirinya di dalam cerita atau sudut pandang adalah teknik yang dipilih penulis untuk menyampaikan ceritanya. Sudut pandang pengarang terdiri tiga yakni :


1. Sudut pandang orang pertama tunggal, Penulis sebagai pelaku sekaligus narator yang menggunakan kata ganti “aku”. 2. Sudut pandang orang pertama jamak, Penulis sebagai pelaku sekaligus narator yang menggunakan kata ganti “kami” 3. Sudut pandang orang kedua, Penulis adalah narator yang sedang berbicara kepada kata ganti “kamu” dan menggambarkan apa yang dilakukan “kamu” atau “kau” atau “anda”.


4. Dan sudut pandang orang ketiga, Penulis ada di luar cerita tak terlibat dalam cerita. Penulis juga menampilkan para tokoh dengan menyebut namanya atau kata ganti “dia”. 7). Gaya bahasa, Merupakan dialog, naskah atau percakapan dalam cerita memiliki style atau gaya bahasa yang berbeda-beda tergantung dari tema atau kategori cerpen yang ditulis.


b) .Unsur Ekstrinsik Menurut Sumasari (2014, hlm. 55) mengatakan bahwa “Unsur Ekstrinsik ialah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari luar yang menyangkut aspek sosiologi, psikologi, dan lain-lain.” Menurut Aminuddin (2004, hlm. 85) menyatakan bahwa, “Unsur Ekstrinsik merupakan unsur yang berada di luar dari suatu karya atau cerita, tetapi dapat menentukan bentuk dan isi suatu karya itu sendiri.” Adapun ciri-ciri unsur ekstrinsik menurut Nurgiyantoro (2005, hlm. 24), Unsur Ekstrinsik terbagi atas:


1) Keadaan subjektivitas dari pengarang, Keadaan subjektivitas dari pengarang menjadi karakter dalam penulisan cerita yang dibuatnya. keadaan subjektivitas ini biasanya meliputi sikap, ideologi, keyakinan, pandangan hidup dan lain-lain. 2) Biografi pengarang, Tidak sedikit novel atau pada umumnya terdapat beberapa pengalaman pribadi yang penulis coba sisipkan ke dalam ceritanya. Mengaitkan hal tersebut, ternyata riwayat hidup dari pengarang atau penulis dapat menentukan alur cerita juga. Oleh karenanya memahami biografi penulis akan membuat kita untuk mengetahui jalan


pikiran penulis terhadap tulisan yang dibuatnya. 3) Keadaan psikologi, Kondisi pengarang sangat mempengaruhi penulisan, penulisan bergantung pada kondisi suasana hati dan pikiran penulis, sehingga lebih kurang keadaan psikologi memiliki peran dalam sebuah tulisan. 4) Keadaan sosial dan lingkungan pengarang, Keadaan sosial dan lingkungan mempengaruhi bagaimanapengarang membuat sebuah karya.


1. Karya sastra yang menceritakan suatu peristiwa yang jumlah katanya terbatas dan bertujuan untuk menyampaikan pesan serta mampu membuat pembaca ber-imajinasi disebut… a. Novel b. Cerpen c. Puisi d. Pantun 2. Aku duduk termenung di halte bus pusat kota sambil menikmati hujan dan dinginnya udara. Aku gadis kecil yang berjuang di jalanan, naik-turun dari satu bus ke bus yang lain. LATIHAN


Demi tetap bisa pergi ke sekolah dan menggapai cita-citaku menjadi seorang penyanyi yang sukses dan terkenal. Sudut pandang yang terdapat pada kutipan cerita di atas adalah .... a. Sudut pandang orang kedua tunggal b. Sudut pandang kedua jamak c. Sudut pandang orang pertama tunggal d. Sudut pandang orang ketiga 3. Unsur yang membangunkarya sastra dari dalam karya sastra itu sendiri disebut .... a. unsur intrinsik b. unsur ekstrinsik c. unsur pengembang d. unsur pembangun


4. Unsur yang membangun karya sastra dari luar karya sastra itu sendiri disebut .... a. Unsur Intrinsik b. Unsur Ekstrinsik c. Unsur Pengembang d. Unsur Pembangun 5. Alur yang menceritakan kisah lampau disebut .... a. Alur depan b. Alur belakang c. Alur mundur d. Alur maju 6. Suara bising deru kendaraan menemaniku dalam lamunan. Asapasap knalpot yang membawa sesak tidak serta merta menyadarkan dari


lamunan panjang tentang masa laluku.Teriakan kernet bus pun turut mengiringi aktifitas melamunku pagi ini. Latar tempat yang digambarkan pada kutipan cerita di atas adalah .... a. Terminal bus b. Hutan c. Perkotaan d. Pedesaan 7. Yang bukan termasuk unsur intrinsik cerita adalah ... a. Latar b. Alur cerita c. Keadaan penulis d. Tema dan Amanat


8. Pesan yang terkadung dalam cerpenyang bisa diambil pelajaran oleh pembaca merupakan pengertian .... a. Latar b. Amanat c. Tema d. Alur Kutipan cerita untuk soal no 9-10 (1) Jam sudah menunjukkan Pukul 16.00 Adi bangun dari tempat tidur dan bergegas keluar. (2) Sesaat itu juga, Ia menemui Bayu untuk diajak menyusuri jalan. (3) kemudian, Ia sampai di tangga batu dekat tepi pantai (4) Seketika itu, Ardi dan Bayu bergegas untuk berenang


9. Bukti latar di tepi pantai ditunjukkannomor .... a. (1) b. (2) c. (3) d. (4) 10. Bukti latar waktu yang menunjukkan sore hari ditunjukkan nomor….. a. (1) b. (2) c. (3) d. (4) 11. Ide atau gagasan dasar yang melatar belakangi keseluruhan cerita disebut…


a. Gaya Bahasa b. Tema c. Alur d. Latar 12. Alur ini menggambarkan jalan cerita yang urut dari awal perkenalan tokoh, situasi lalu menimbulkan konflik hingga puncak konflik dan terakhir penyelesaian konflik adalah alur .... a. campuran b. biasa c. maju d. mundur 13. Dibawah ini yang merupakan unsur entrinsik dari cerpen adalah .... a. Tema


b. Amanat c. Gaya bahasa d. Biografi penulis Kutipan cerita soal no 14-16 (1) Sepulang sekolah Ardi merasa sangat bahagia. (2) Karena ia mendapat kejutan ulang tahun dari ayah dan ibu nya. (3) Ayah Ardi memberikan ia sepeda sebagai hadiahdan Ibu nya memberi sepatu . (4) Walaupun hanya dirayakan di rumah Ardi merasa sangat senang. 14. Latar yang menunjukkan siang hari ditunjukkan pada nomor….. a. (1) b. (3) c. (2) d. (4)


15. Latar tempat pada cerita tersebut ditunjukkan pada nomor….. a. (3) b. (4) c. (1) d. (2) 16. Suasana yang ditunjukkan pada cerita tersebut adalah……. a. Sedih b. Bahagia c. Marah d. Takut Kutipan cerita soal no 17-20 Dua kegagalan telah berlalu. Akhirnya aku berhasil masuk jurusan bahasa inggris, aku dengan sepenuh hati mengikuti pendidikan. Kondisi finansial mendorong aku untuk


bekerja sampingan. Suatu hari saudari sepupu ku menemui ku ka Ica namanya. “Nanda,sebelah toko Bunda ada kios yang dijual bagaimana kalau kita patungan untuk mebeli kios itu dan menjual pakaian? Akhirnya aku dan kak Ica patungan membeli kios itu dan memulai usaha, alhasil usaha kami berkembang dan mendapa keuntungan. 17. Aku yang dimaksud dalam cerita tersebut adalah…… a. Ica b. Bunda c. Nanda d. Orang penjual kios


18. Kata sepenuh hati bermakna….. a. Ikhlas b. Percaya diri c. Semangat d. Bertanggung jawab 19. Suasana dalam cerita tersebut adalah….. a. Tegang b. Senang c. Sedih d. Takut 20. Berapakah tokoh yang berperan dalam cerita tersebut….. a. 2 b. 3 c. 1 d. 4


Cerita soal no 1-6 "Perjalanan Sang Pena" Di sebuah desa kecil hiduplah seorang pemuda bernama Angga. Angga adalah seorang penulis amatir yang bercita-cita menjadi penulis terkenal. Setiap hari, dia duduk di bawah pohon rindang di halaman belakang rumahnya sambil menulis cerita-cerita pendek. Namun, meskipun sudah berusaha keras, ceritaceritanya belum pernah diterbitkan oleh penerbit COBA DISKUSIKAN!


manapun. Walaupun begitu Angga terus berusaha tanpa menyerah sehingga Dia bertemu dengan seorang penerbit tanpa disengaja, akhirnya cerita-cerita yang dia tulis dterbitka dan Angga berhasil menjadi penulis terkenal. 1. Apa tema utama yang diangkat dalam cerita tersebut? 2. Berapakah tokoh yang ada dalam cerita tersebut? 3. Dimanakah latar tempat ceritatersebut? 4. Bagaimana karakter tokoh dalam cerita tersebut?


5. Siapakah nama tokoh dalam cerita tersebut? 6. Bagaimana konflik utama yang dialami oleh tokoh utama? Cerita soal no 7-10 "Detektif Cilik" Dito memiliki obsesi menjadi detektif terkenal. Suatu hari tepat nya pukul 9 malam, ia mendengar suara aneh dari rumah sebelah dan memutuskan untuk menyelidiki. Dengan bantuan kucing peliharaannya, ia mulai mengumpulkan petunjuk dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.Setelah melakukan penyelidikan,


Dito tidak menemukan apapun. 7. Apa motivasi utama dari tokoh utama dalam cerita di atas? 8. Latar waktu cerita di atas tejadi pada saat? 9. Apa pesan moral yang disampaikan dalam cerita di atas? 10. Apa saja unsur ikstrinsik yang mempengaruhi cerita di atas?


B. Majas adalah salah satu bentuk gaya bahasa yang digunakan dalam kalimat agar semakin hidup dan menarik. Umumnya majas digunakan dalam penulisan karya sastra, baik lisan maupun tulisan. Jenis-jenis Majas yaitu; 1.Majas metafora, adalah majas yang menggunakan perbandingan dua objek berbeda, namun memiliki kemiripan. Contoh majas metafora: - Perusahaan itu bangkrut karena ulahtikus berdasi. - Jangan sembarangan,


kabarnya Agung Sejati itu keturunan darah biru. 2.Majas personifikasi, adalah majas yang membandingkan manusia dan benda mati. Gaya bahasa yang digunakan seolah-olah benda tersebut bersikap selayaknya manusia. Contoh majas personifikasi: - Laut yang biru seakan menatapku dalam keheningan. - Angin berbisik di telingaku. 3.Majas hiperbola, adalah majas atau gaya bahasa yang digunakan dengan cara melebih-lebihkan suatu objek, bahkan dengan permisalan yang tidak masuk akal.


Contoh Majas Hiperbola: - Yasmin tidak berkutik ketika mendengar amarah ayahnya yang menggelegar. -Kata-katanya begitu menusuk hati.


1. Gaya bahasa yang digunakan dalamkalimat agar semakin hidup dan menarik disebut…. a. Majas b. Irama c. Diksi d. Sinopsis 2. Majas yang membandingkan benda-benda yang tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat seperti manusia disebut majas.. LATIHAN


a. Paralelisme b. Personifikasi c. Metafora d. Hiperbola 3. Saat dedaunan mulai memanggilmu.Tersenyum manis kala bersentuhan dengan alam. Yang tak akan bosan menyapamu. Awan pun akan menangis merindukan hadirmu. Majas yang terkandung dalam puisi diatas adalah…… a. Majas hiperbola. b. Majas personifikasi. c. Majas pararelisme. d. Majas metonimia


4. Oh guruku….. Kau laksana pelita dalam gulita. Entah kata apa yang pantas ku ucap. Sebagai tanda terimakasih. Majas pada kutipan puisi diatas terletak pada baris ke…. a. Pertama. b. Kedua. c. Ketiga. d. Keempat. 5. Burung itu bersiul-siul di pantai merupakan majas…. a. Perumpamaan b. Personifikasi c. Metafora d. Metonimia


6. Majas yang menjelaskan sesuatu secara berlebihan dibanding aslinnya di sebut dengan majas… a. Majas Hiperbola b. Majas Personifikasi c. Majas Epifora d. Majas Antiklimaks 7. Kalimat berikut memakai majas hiperbola, kecuali …. a. Suaranya menggelegar memekakkan telinga b. Hatiku gerah terbakar cemburu c. Ia mati kelaparan di tengah-tengah kekayaan yang melimpah d. Hampir saja jantungku copot garagara perbuatanmu


8.Berikut yang merupakan Kalimat yang menggunakan majas metafora adalah…… a. Kecantikan gadis itu laksana malaikat tanpa sayap. b. Pena menari-nari diatas kertas. c. Dewi malam bersembunyi dibalik awan. d. Halilintar bersahut-sahutan ditengah derasnya hujan. 9. Gaya bahasa yang digunakan seolah-olah benda tersebut bersikap selayaknya manusia disebut majas…. a. Metafora b. Personifikasi c. Hiperbola d. Ironi


10. Bulan pun tersipu malu untuk menampakkan kecantikannya” merupakan majas…. a. Perumpamaan b. Personifikasi c. Metafora d. Metonimia


1. Dalam upacara peringatan kemerdekaan, suasana terasa begitu haru dan penuh semangat. Bendera merahputih berkibar tinggi seperti semangat para pejuang kemerdekaan. Majas apa yang terdapat dalam kalimat tersebut? 2. Suasana di rumah sakit terasa begitu sunyi. Bahkan detik-detik terasa berjalan begitu lambat, seolah waktu berhenti berputar. COBA DISKUSIKAN!


Majas apa yang terdapat dalam kalimat tersebut? 3. Hujan turun dengan derasnya menyelimuti tanah yang kering dan haus. Pepohonan bergoyang diiringi gemuruh petir. Majas apa yang terdapat dalam kalimat tersebut? 4. Dalam pidato presiden, ia menyampaikan harapan agar bangsa ini seperti matahari yang terus bersinar dalam kegelapan. Majas apa yang digunakan dalam pidato tersebut? 5. Suasana rapat yang tegang, ketika semua orang memegang napas, tibatiba seorang peserta berkata, "Mari kita buka pintu diskusi agar ide-ide segar bisa masuk."


Majas apa yang terdapat dalam kalimat tersebut?


C. Pengertian Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung a). Kalimat langsung, adalah kalimat yang diucapkan langsung oleh pembicara kepada orang lain tanpa merubah apa pun. Ciri-ciri kalimat langsung yaitu: 1. Dalam bahasa tulis atau sebuah teks, kalimat langsung menggunakan tanda petik (“...”). 2. Bagian kutipan dapat berupa kalimat berita, kalimat perintah dan kalimat tanya. 3. Kata ganti orang dalam bagian kalimat yang dikutip tetap. 4. Intonasi bagian yang dikutip lebih tinggi daripada bagian lainnya.


b). Kalimat tidak langsung, adalah kalimat yang berisi ungkapan yang disampaikan orang lain. Ciri-ciri kalimat tidak langsung yaitu: 1. Tidak menggunakan tanda petik dalam bahasa tulis. 2. Bagian kutipan berupa kalimat berita. 3. Menggunakan kata tugas. 4. Kata ganti orang pada bagian kalimat yang dikutip mengalami perubahan. 5. Intonasi mendatar dan menurun pada bagian akhir kalimat.


Click to View FlipBook Version