Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
qwertybbybv
1
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
BIBLIOGRAFI MINANGKABAU
“TAHAPAN PEMBUATAN BIBLIOGRAFI”
Dosen Pengampu : Malta Nelisa, S.Sos., M.Hum
SRI AZIZAH 18234056
JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
PRODI PERPUSTAKAAN DAN ILMU INFORMASI
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2021
i
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
Kumpulan Bibliografi Beranotasi Artikel Sumber Internet Beserta Tahapan-tahapannya
Penulis :
SRI AZIZAH
Bimbingan :
MALTA NELISA, S.Sos,, M.hum
Desain Cover :
SRI AZIZAH
Penata Letak :
SRI AZIZAH
Penerbit :
Perpustakaan dan Ilmu Informasi Universitas Negeri Padang
Jl. Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat, Padang Utara, Padang, Sumatera Barat
2021
ii
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah Ta‟ala atas segala nikmat dan hidayah yang
tidak henti-hentinya Allah Ta‟ala berikan kepada penulis. Salawat serta salam semoga
terlimpahkan kepada Nabi besar Muhammad Shallallahu „alaihi wa sallam yang telah
membawa sedikit ilmu Allah Subhanahu wa Ta‟ala dan memberi contoh bagaimana
mengamalkan ilmu itu, yang telah menghamparan permadani yang indah dan menggulung
tikar-tikar kebatilan, kemudian semoga terlimpahkan pula keselamatan bagi keluarga dan
sahabat Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi wa sallam.
Pada kesempatan kali ini penulis membuat bibliografi beranotasi artikel Minnagkabau
bersumber dari internet yang erjumlah 20 buah. Banyaknya koleksi Minangkabau membuat
artikel tersebut kadang dilupakan, artikel Minangkabau kadang juga sulit ditemukan. Untuk
itu tujuan penulisan bibliografi beranotasi ini agar artikel tentang Minangkabau tersebut bisa
dilestarikan, selanjutnya agar koleksi tersebut bisa diketahui penjelasan singkat melalui
anotasi yang sudah dijabarkan.
Susunan penulisan pada laporan ini penulis mengelompokkan sesuai dengan subjek
yang sama, sehingga pembaca mudah dalam menemukan referensi yang dibutuhkan. Harapan
penulis, meskipun masih banyak kekurangan. Semoga ebook ini bermanfaat bagi yang
membutuhkan.
Padang, 14 Juni 2021
Sri Azizah
iii
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................................ iii
DAFTAR ISI ............................................................................................................................. iv
PETUNJUK PENGGUNAAN BIBLIOGRAFI........................................................................... v
BIBLIOGRAFI BERANOTASI ARTIKEL MINANGKABAU.................................................. 1
ADAT ISTIADAT & BUDAYA........................................................................................................ 1
KEARIFAN LOKAL.......................................................................................................................... 6
KABA / BERITA..............................................................................................................................14
SEJARAH ......................................................................................................................................... 18
INDEKS KATA KUNCI........................................................................................................... 21
INDEKS PENGARANG ........................................................................................................... 22
INDEKS SUBJEK .................................................................................................................... 23
iv
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
PETUNJUK PENGGUNAAN BIBLIOGRAFI
001
Azizah, Sri. Pentingnya Kemandirian belajar di Masa Pandemi. 19
Mei 2021. 19 Mei
2021<https://www.kompasiana.com/dyskapriantiaqisna8190/60a
481208ede482a6a0b3bc2/pentingnya-kemandirian-belajar-di-
masa-pandemi> Artikel ini menjelaskan
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
3 ………………………………………………………………………
……………………………………………
Kata Kunci : Belajar Mandiri, Pandemi Covid19
Keterangan :
5 1. Nomor entry
2. Bibliografi (MLA), baris kedua
dijorokkan kedalam sesuai dengan
aturan MLA
3. Anotasi, terdiri dari penjelasan
singkat dari artikel yang dibuat
4. Gambar artikel, berguna untuk
memberikan penjelasan lebih
lanjut tentang artikel tersebut.
5. Kata kunci, terdiri dari kata/istilah
penting dalam artikel yang dibuat,
setiap kata kunci diberi tanda ;
(titik koma) sebgai pemisah dan
v
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
BIBLIOGRAFI BERANOTASI ARTIKEL MINANGKABAU
ADAT ISTIADAT & BUDAYA
001
Akral. Orang Minangkabau Merantau Guna Mengentas Kemiskinan. 4 Desember 2014.
14 Juni
2021http://kotaku.pu.go.id:8081/wartaarsipdetil.asp?mid=7132&catid=2&.Sebag
aimana diketahui masyarakat Minangkabau sangat ulet sekali berusaha. Mereka
berusaha keluar dari kampung
halamannya atau pergi meninggalkan
kampung halaman guna menyambung
hidup di negeri orang lain. Peristiwa ini
sering disebut dengan “merantau”.
Populasi orang Minangkabau di luar
Sumatera Barat melebih dari yang tinggal
di kampung halamannya sendiri (di
Sumatera Barat). Daerah yang menjadi
tujuan mereka merantau rata-rata adalah
daerah perkotaan atau dimana saja asal
ada orang ramai. Rata-rata usaha yang
dilakoni orang Minangkabau di rantau
adalah berdagang atau berjualan. Seperti
berjualan nasi, jualan kain atau pakaian,
jualan buku dan sebagainya. Tidak dapat
dimungkiri, di seantero dunia, di mana
saja sudah dipastikan kita akan menemukan rumah makan padang. Saat merantau,
orang Minangkabau tidak pernah membawa modal berupa uang. Yang dibawa
hanyalah semangat dan keuletannya.
Kata Kunci : Merantau, Orang Minangkabau, Ekonomi
1
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
002
Anggun, Teguh Gunung. Mengenal Adat dan Budaya Minangkabau. 25 November
2016. 14 Juni 2021 <https://sumbarprov.go.id/home/news/9286-mengenal-adat-
dan-budaya-minangkabau>. Ninik mamak atau yang lebih dikenal dengan dengan
nama penghulu adalah pemimpin
adat(fungsional adat) di minangkabau
kepemimpinan ninik mamak ,merupakan
kepemimpinan tradisional,sesuai pola yang
telah digariskan adat secara
berkesinambungan,dengan arti kata “ patah
tumbuah hilang baganti” kaum masing-
masing,dalam suku dan nagari. Seseorang
tidak akan dapat berfungsi sebagai ninik
mamak dalam masyarakat adat, sendainya
dalam kaum keluarga sendiri tidak
mempunyai gelar kebesaran kaum yang
diwarisinya. Penghulu terpilih karena tinggi
tampak jauh gadang tampak dakek(jolong
basuo)tinggi karena di sertakkan (ruas)
gadang dilintang pungkam.Dia tinggi bukan
karena diganjal jadi tinggi dia tinggi karena ruasnya yang menyentak. Maksudnya,
peribadinya berkembang terus,dia berilmu,punya wawasan yang luas,mempunyai
kelebihan dari yang lainnya mempunyai kemampuan dan punya kapabilitas,punya
wibawa,disegani anak kemenakan,kukuh dengan pendirian,tidak terombang ambing
dan solid (dia besar karena dilintang pungkam) ,punya urat dan akar tunggang yang
dalam,punya teras kayu yang kuat serta utuh.
Kata Kunci : Adat, Budaya, Minangkabau
2
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
003
Balqis, Razira. Pembagian Harta Warisan di Minangkabau. 2 Juni 2021. 14 Juni 2021
<https://www.kompasiana.com/razira21041/60b6d218d541df76742e2a12/pembag
ian-harta-warisan-di-minangkabau>. Dalam masyarakat Minangkabau, ahli waris
atau yang menjawat waris yaitu orang dari keturunan ibu karena Minangkabau
menganut sistem Matrilineal (turunan
ibu). Sehingga anak dari turunan ibu lah
atau disebut kemenakan yang berhak
menerima harta warisan.Sehingga jika
seorang penghulu meninggal dunia
maka kemenakannya yang akan
mewarisi harto pusako dan juga
gelarnya. Namun, tidak semua harta
warisan dapat digunakan dengan
sekehendak hati karena harta warisan di
Minangkabau ada dua yaitu,harto
pusako tinggi dan harto pusako randah
atau harto pancaharian.Harto pusako
tinggi tidak dapat dijual karena itu
merupakan hak milik bersama dari pada suatu kaum yang mempunyai pertalian darah
dan diwarisi secara turun temurun dari nenek moyang terdahulu, dan harta ini berada
di bawah pengelolahan mamak kepala waris (lelaki tertua dalam kaum).
Kata Kunci : Adat, Harta Warisan, Minangkabau
3
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
004
Hendra, Yose. Memahami Padusi Minangkabau. 21 April 2021. 14 Juni 2021
<https://langgam.id/memahami-pedusi-minangkabau/ >. Selain bundo kanduang
atau mande sako di lingkungan Pagaruyung, sejak tahun 2010, Mubes ke-9 LKAAM
dan ke-7 Bundo Kanduang Sumatra Barat pada bulan Juni 2010, menetapkan Puti
Reno Raudha Thaib sebagai Ketua
Umum Bundo Kanduang Sumatera
Barat yang ke-7, menggantikan Nur
Ainas Abidzar. Raudha Thaib
mengatakan, pada periode kedua dia
kembali terpilih sehingga akan menjabat
hingga tahun 2021. Di samping itu,
tahun 2016 lalu, dia ditunjuk menjadi
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bundo
Kanduang Alam Minangkabau.
Organisasi pertama yang dibentuk di
Padang tahun 2016 ini, mengakomodir
siapa pun perempuan yang berdarah
Minang di dunia ini, menjadi bagian
integral di dalamnya. Ini semakin menguatkan peran perempuan kelahiran
Pagaruyung, Tanah Datar, 31 Agustus 1947 ini, dalam menjaga adat Minangkabau
dari sisi keperempuan bundo kanduang.
Kata Kunci : Perempuan Minangkabau, Budaya, Sosial
4
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
005
Sari, Endah Wulan. Surau dan Kehidupan Sosial Budaya Minangkabau. 19 03 2012.
2021
062021<https://www.kompasiana.com/oktaputrirahayu3119/60b5eb47d541df3fff
1e2c64/kesenian-minangkabau-mengenal-susunan-tari-piring>. Kehidupan sosial
dan budaya masyarakat Minangkabau berkembang di surau karena sisi religiusitas
masyarakat Minangkabau tidak dapat kita pisahkan dari kesehariannya. Surau atau
musalla/mesjid ini di masyarakat luas, hanya di gunakan untuk tempat beribadah, tapi
di masyarakat Minangkabau surau
memiliki peran yang cukup banyak seperti
belajar mengenai agama, akhlak, pantun,
randai dan adat budaya Minangkabau
lainnya bahkan di surau jugalah tempat
pembentukan pribadi penerus generasi
Minang yang siap menanggung bebean
dan amanah dikemudian harinya.Bila
membaca sejarah Minangkabau, maka
akan ditemukan Kearifan adat dan budaya
Minangkabau yang dilandasi dengan nilai-
nilai keislaman telah menjadi ciri khas
masyarakat Minangkabau. Maka salah
satu falsafah yang dikenal dari masyarakat
Minangkabau adalah Adat Basandi Syara‟, Syara‟ Basandi Kitabullah (ABS SBK),
Syara‟ mangato, Adat mamakai.
Kata Kunci : Budaya, Sosial, Minangkabau
5
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
KEARIFAN LOKAL
006
Aniyavi, Ita Kunnisa. Mengenal Makna Tari Piring: Tarian Budaya Asal
Minangkabau. 2 Desember 2020. 14 Juni 2021 <https://tirto.id/mengenal-makna-
tari-piring-tarian-budaya-asal-minangkabau-
f7Gr?utm_source=Tirtoid&utm_medium=Terkait>. Tari Piring merupakan
warisan budaya masyarakat Minangkabau yang dilestarikan oleh masyarakat Minang
dalam kehidupannya, sehingga menjadi identitas budaya Minangkabau hingga saat
ini. Tari Piring semakin melekat dengan kehidupan sosial masyarakat Minangkabau di
Sumatera Barat maupun di daerah perantauan. Menurut penelitian, setiap wilayah
memiliki ciri khas Tari Piring tersendiri. Letak geografis ternyata mempengaruhi
bentuk dan gaya Tari Piring.
Namun, perbedaan Tari Piring
hanya terletak pada gaya
memainkan dan struktur
penyajiannya saja. Daerah
Luhak (darek) merupakan daerah
asal suku Minangkabau (pusat
Kerajaan Minangkabau), secara
geografis terletak di daerah
perbukitan atau daerah
ketinggian. Sehingga tarian
cenderung mempunyai gerakan
yang bervolume lebar, dan posisi
badan cenderung membungkuk
dengan pola langkah dan kuda-
kuda yang agak lebar. Gerakan yang dihasilkannya pun cenderung monoton dengan
langkah yang berat. Piring yang digunakan adalah piring makan.
Kata Kunci : Kearifan Lokal Minangkabau, Seni, Tari Piring
6
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
007
Ardee. Rumah Gadang : Arsitektur yang Menjadi Wajah Minangkabau. 18 05 2013. 14
06 2021<https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/rumah-gadang-
arsitektur-yang-menjadi-wajah-minangkabau/>.Karakteristik bangunan
berarsitektur khas Minangkabau memang mudah dikenali. Hal ini membuatnya
menjadi identitas masyarakat Sumatera Barat, bahkan mereka yang berada di
perantauan sekalipun. Karena itulah, jika di suatu tempat ditemukan atap bangunan
yang terlihat mengadaptasi bentuk tanduk kerbau, hampir bisa dipastikan ada 'urang
awak' di daerah tersebut.Di luar Sumatera Barat, jenis rumah adat khas Minangkabau
populer dengan sebutan rumah
gadang. Di kampung
halamannya sendiri, rumah
tradisional ini lebih dikenal
dengan sebutan 'rumah
bagonjong'. Menurut sejarah
aslinya, tidak semua wilayah
di Sumatera Barat dapat
dibangun rumah adat seperti
ini. Rumah bagonjong hanya
didirikan di kawasan tertentu
yang berstatus nagari. Karena
itulah, eksistensi rumah
bagonjong atau rumah gadang
di luar Minangkabau terjadi karena aturan adat yang melemah seiring perkembangan
zaman.
Kata Kunci : Minangkabau, Rumah gadang, Seni
7
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
008
Febrian, Haisyah Qadri. Tradisi Babako di Minangkabau. 31 05 2021. 14 Juni 2021
<https://www.beritaminang.com/artikel/92/tradisi-adat-babako-di
minangkabau.html>. Babako adalah suatu upacara adat pra perkawinan di
Minangkabau yang diselenggarakan oleh kerabat pihak ayah. Babako atau berbako
merupakan tradisi yang mencerminkan kehidupan bergotong royong pada masyarakat
Minangkabau. Minangkabau merupakan salah satu suku bangsa yang menganut
sistem matrelineal. Secara
sederhana kata Matrelinial
dapat kita artikan sebagai
struktur masyarakat yang
diatur menurut garis
keturunan ibu. Prinsip
Matrelineal berlaku umum
dan alami. Hal ini berarti,
secara alami anak lebih
dekat dengan ibunya
dibanding dengan ayah.
Meskipun demikian ada
beberapa upacara adat
yang dapat menjalin kedekatan anak dengan keluarga si ayah. Misalnya, ketika
upacara pernikahan maka pihak keluarga dari sang ayah memiliki peran penting
dalam upacara tersebut, yang mana pihak ayah tersebut dikenal dengan istilah Bako.
Bako ialah seluruh keluarga dari pihak ayah mempelai baik dari mempelai perempuan
maupun mempelai laki-laki yang keduanya memiliki Bako yang berbeda.Tradisi itu
terlihat ketika pihak keluarga dari ayah calon mempelai wanita (bako) memberikan
barang antaran untuk calon pengantin wanita. Barang antaran tersebut terdiri dari
seperangakat kebutuhan wanita yang disusun dalam baki-baki sesuai dengan jumlah
barang yang akan diantar tadi (disebut babaki). Tujuan diselenggarakannya tradisi ini
untuk memperkernalkan keluarga ayah kepada sang anak. Anak yang dijemput
dibawa kerumah bakonya, agar anak bisa berkenalan dengan lingkungan keluarga
ayah (bako).
Kata Kunci : Tradisi, Babako, Minangkabau
8
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
009
Minang, Pelaminan. SILEK MINANGKABAU. Agustus 2013. 14 Juni 2021
<https://pelaminanminang.com/adat-minangkabau/silek-minangkabau.html>.
Silek adalah nama Minangkabau buat seni beladiri yang ditempat lain dikenal dengan
Silat. Sistem matrilineal yang dianut membuat anak laki-laki setelah akil balik harus
tinggal di surau dan silat adalah salah satu dasar pendidikan penting yang harus
dipelajari oleh anak laki-laki disamping pendidikan agama islam. Silek merupakan
unsur penting dalam tradisi dan adat masyarakat Minangkabau yang merupakan
ekspersi etnis Minang.
Silek sudah merasuk dalam
setiap kehidupan sehari-
hari dan muncul sebagai
unsur penting dalam cerita
rakyat, legenda, pepatah
dan tradisi lisan di
Minangkabau. Ada banyak
jenis aliran beladiri silek di
Sumatera Barat dan dapat
dikatagorikan dalam
sebelas aliran silek yang
berhasil didata antara lain:
Silek Kumanggo, Silek Lintau, Silek Tuo, Silek Harimau dan lain-lain. Menurut
Hiltrud Cordes hanya sepuluh pertama saja yang dapat digolongkan sebagai aliran
beladiri silek tetapi silek Ulu Ambek banyak terdapat pada pesisir Pariaman. Metoda
Latihan Silek biasanya dilakukan ditempat yang disebut sasaran, sebuah tempat
terbuka atau kosong dan luas yang dekat dengan rumah guru silek. Latihan beladiri
silek dilaksanakan pada saat menjelang malam setelah sholat magrib dan berlangsung
selama 2-3 jam meskipun kadang sampai tengah malam. Sebuah karakter unik dari
silek adalah barisan melingkar (galombang) yang dipakai saat latihan pada beberapa
aliran silek. Setiap peserta latihan melaksanakan gerakan secara simultan sehingga
memberikan kesan seperti tarian. Maka tidaklah mengherankan bila seni beladiri silek
merupakan asal dari banyak seni tari dan seni teater di Minangkabau seperti randai,
tari ratak, tari persembahan dan tari tanduk (tari tanduak).
Kata Kunci : Kearifan Lokal, Silek, Seni
9
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
010
Oktaviana, Dea. Tradisi Hoyak Tabuik Pariaman. 1 Juni 2021. 14 Juni 2021
<https://www.kompasiana.com/dea40759/60b5e7318ede4821d27d77a6/tradisi-
hoyak-tabuik-pariaman>. Oyak Tabuik merupakan perayaan yang diadakan setiap
tanggal 10 Muharram untuk memperingati Asyura, gugurnya Imam Husain, cucu
Nabi Muhammad SAW. Perayaan adat ini diadakan di daerah pantai, khususnya di
Kota Pariaman. Oyak Tabuik diadakan setiap tahun dan telah diadakan sejak puluhan
tahun yang lalu dan diperkirakan telah ada sejak abad ke-19 masehi. Menurut sejara,
Husain beseerta keluarga wafat dalam perang di Padang Karbala. Oyak tabuik berasal
dari kata 'Oyak' dan 'Tabuik'
yang bermakna 'guncang' dan
'peti kayu'. Nama ini
mengacu pada legenda
tentang munculnya makhluk
berwujud kuda bersayap dan
berkepala manusia yang
disebut buraq. Legenda ini
mengisahkan bahwa setelah
wafatnya cucu nabi, koptak
kayu yang berisi potongan
jenazah Husain diterbangkan
.ke langit. Berdasarkan legenda inilah, setiap tahun masayarakat Pariaman membuat
tiruan dari buraq yang sedang mengusung tabuik di punggungnya. Setiap tahunnya
puncak acara tabuik selalu disaksikan puluhan ribu masyarakat yang datang dari
berbagai daerah Sumatera Barat. Tidak hanya masyarakat lokal saja, perayaan oyak
tabuik ini juga banyak menarik perhatian para turis asing. Sehingga perayaan Oyak
Tabuik ini menjadi perayaan yang sangat ditunggu-tunggu setiap tahunnya.
Kata Kunci : Kearifan Lokal, Oyak Tabuik, Tradisi
10
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
011
Putri, Marsha Haniya. Tradisi Makan Bajamba Di Minangkabau. 1 Juni 2021. 14 Juni
2021
<https://www.kompasiana.com/marsahaniyaaa/60b6472ed541df3f652883f2/tradi
si-makan-bajamba-di-minangkabau>. Makan bajamba atau juga bisa disebut
dengan makan barapak merupakan suatu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat
Minangkabau yang umumnya dilangsungkan pada hari-hari besar agama Islam dan
dalam berbagai upacara adat. Tradisi ini diyakini berasal dari Koto Gadang,
kabupaten Agam, Sumatra Barat, dan diperkirakan telah ada sejak abad ke-7 saat
agama Islam masuk ke Minangkabau. Makan bajamba berasal dari dua kata yaitu
makan dan jamba. Jamba sendiri memiliki arti hidangan yang disajikan pada sebuah
pinggan besar. Dapat diartikan bahwa makan bajamba merupakan makan dengan
menggunakan pinggan besar secara bersama-sama dalam sebuah ruangan yang sudah
ditentukan. Dalam sebuah pinggan besar tersebut biasanya diisi oleh 3 sampai 7 orang
yang duduk melingkar. Adapun tujuan dari dilaksanakannya makan bajamba ini ialah
untuk memupuk tali
silaturahmi antar masyarakat
Minangkabau. Dalam
pelaksanaannya, makan
bajamba memiliki banyak
aturan yang mesti diketahui
dan dipahami mulai dari jenis
makanan, serta tata cara
penyajian hidangan makan
bajamba. Hidangan yang
disajikan pada tradisi makan
bajamba biasanya hanya
berupa dua macam gulai, atau
yang biasa disebut dengan gulai duo. Selain itu, tata cara pada saat makan bajamba
berbeda dengan saat kita makan sendiri. Pada saat makan bajamba, nasi dimasukkan
ke dalam mulut dengan cara diambuang.
Kata Kunci : Kearifan Lokal, Makan Bajamba, Tradisi
11
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
012
Utami, Silmi Nurul. Limpapeh Rumah Nan Gadang, Baju Tradisional Sumatera Barat.
3 Mei2021.14Juni2021
<https://www.kompas.com/skola/read/2021/05/03/171936769/limpapeh-rumah-
nan-gadang-baju-tradisional-sumatera-barat>. Suku Minangkabau sendiri
memiliki baju tradisional yang disebut dengan Limpapeh rumah nan Gadang. Dalam
budaya Suku Minangkabau, seorang ibu memiliki pernanan yang sangat penting.
Garis keturunan seorang anak diambil dari ibunya, pendidikan dan juga suri tauladan
seorang anak juga bersumber dari
ibunya. Dalam budaya Suku
Minangkabau, seorang ibu
kandung atau wanita yang telah
memiliki anak disebut sebagai
Bundo kanduang atau ibu
kandung. Bundo kanduang dalam
suatu rumah tangga memiliki
fungsi sebagai Limpapeh rumah
nan gadang atau dalam bahasa
Indonesia memiliki arti penyangga
rumah gadang. Rumah gadang adalah rumah khas penduduk Suku Minangkabau,
sehingga seorang ibu haruslah menjadi pendidik dan tauladan anak dan keluarganya.
Dari budaya tersebut, kemudian lahirlah baju tradisional Suku Minangkabau bagi Ibu
kanduang yang dinamakan dengan Limpapeh Rumah nan Gadang. Baju Limpapeh
Rumah nan Gadang terdiri dari tengkuluk, baju batabue, minsie, sarung, dan
salempang. Baju Limpapeh Rumah nan Gadang juga menggunakan berbagai aksesoris
seperti kalung, gelang dan cincin yang terbuat dari emas maupun batu alam. Aksesoris
yang digunakan memiliki motif yang beragam namun memiliki makna filosofis.
Kata Kunci : Baju Adat Minang, Kearifan Lokal, Adat
12
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
013
Welianto, Ari. Rumah Gadang, Rumah Adat Minangkabau Sumatera Barat. 14
Januari 2021.14Juni2021
<https://www.kompas.com/skola/read/2021/01/14/120000069/rumah-gadang-
rumah-adat-minangkabau-sumatera-barat>. Rumah Gadang adalah nama untuk
rumah tradisional adat Minangkabau. Minangkabau merupakan salah satu kelompok
etnis yang berada di Provinsi Sumatera Barat. Rumah Gadang utama biasanya
dibangun di atas tanah yang cukup luas dan milik keluarag induk secara turun
temurun. Tidak jauh dari kompleks
rumah Gadang, biasanya didirikan
surau keluarga yang berfungsi sebagai
tempat berkumpul pada pemuda atau
sebagai tempat untuk
menyelanggarakan segala bentuk
kegiatan sosial dan keagamaan.
Bentuk arsitek bangunan rumah
Gadang berupa bangunan balok segi
empat, yang mengembang ke atas dan mengecil ke bawah. Garis melintang dari
bangunan rumah Gadang melengkung tajam di sebelah dua tepinya, menyerupai
tanduk kerbau. Bentuk yang menyerupai tanduk tersebut sebagai simbol kemenangan.
Bentuk atap melengkung dan runcing ke atas yang disebut gonjong. umah milik
bersama sebuah kaum (keluarga besar). Dalam pembangunan rumah di atas tanah
kaum dilakukan secara gotong royong.
Kata Kunci : Kearifan Lokal, Rumah Gadang, Seni
13
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
KABA / BERITA
014
Fatinisa, Hani. 7 Keunikan Adat Minagkabau yang Jarang Diketahui, Bikin Kagum. 17
November 2020. 14 Juni 2021 <https://www.idntimes.com/life/inspiration/hani-
fatinisa/keunikan-adat-minang-c1c2/7>. Adat Minang merupakan aturan serta tata
cara yang berlaku dalam kehidupan harian masyarakat Minangkabau, terutama bagi
mereka yang masih bertempat tinggal di Tanah Minang atau Sumatra Barat. Bagi
mereka yang sudah bertempat tinggal di tanah rantau, tak jarang mereka masih
memegang teguh adat-adat yang
sudah diterapkan oleh anduang
puyang atau nenek moyangnya. Adat
istiadat tersebut nantinya akan
diterapkan kepada anak dan cucu
mereka yang tujuannya, agar adat
Minang tetap lestari dan tidak luntur
digerus oleh zaman yang semakin
berkembang. Berikut adalah adat
Minangkabau yang jarang diketahui
banyak orang. Keunikannya yaitu
Perempuan Minang harus membeli pria Minang untuk bisa menikah, Semakin tinggi
pendidikan seorang pria Minang akan semakin tinggi nilai jualnya, Prosesi adat
pernikahan yang sangat panjang, Warisan atau pusako jatuh ke anak perempuan,
Garis keturunan ibu, Menjual anak laki-lakinya jika mirip dengan ayahnya, Sangat
menjunjung cita rasa dalam setiap masakan yang dibuat
Kata Kunci : Adat Minang, Keunikan, Tradisi dan Budaya
14
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
015
Mardiana, Ayu. Rendang Jadi Makanan Paling Enak Nomor Satu. 4 Juni 2021. 14 Juni
2021
<https://www.kompasiana.com/ayumardianaa/60b9efcb8ede4870cf6ad123/rend
ang-jadi-makanan-paling-enak-nomor-satu>. Rendang adalah makanan berbahan
dasar daging yang proses memasaknya dengan suhu rendah serta waktu yang lama
dan menggunakan banyak rempah-rempah pilihan serta santan. Rendang menjadi
salah satu makanan yang selalu ada ketika hari raya Idul Fitri dan hari raja Idul
Adha. Berdasarkan teori dan kepercayaan masyarakat Minang, rendang memiliki
tiga makna yang berkaitan dengan sikap, antara lain kesabaran, kebijaksanaan, dan
ketekunan. Tiga unsur yang mereka yakini itu berkaitan dengan proses memasak
rendang yang membutuhkan waktu yang lama serta dalam memilih bahan yang
berkualitas. Unsur-unsur tersebut sangat berguna dalam proses memasak rendang
guna agar cita rasa dari rendang tersebut tetap terjaga. Bahkan dalam survey
tersebut, rendang mengalahkan
makanan dari Thailand, Jepang, dan
Cina yang juga memiliki begitu banyak
makanan enak. Dalam hal ini,
Indonesia tentunya sangat bangga
karena rendang merupakan bagian dan
buatan asli dari Indonesia. Rendang
yang kini sudah dikenal oleh
masyarakat luas membuat banyak
orang dari luar negeri sangat ingin mencoba makanan yang satu ini. Oleh karena itu,
sebagai warga yang berasal Indonesia, khusunya Minangkabau harus tetap menjaga
makanan khas ini dan terus melestarikannya hingga anak cucu-cucu nanti.
Kata Kunci : Makanan Khas Minang, Rendang, Tradisi
15
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
016
Safutra, Ilham. Pengamat : Masyarakat Minangkabau Itu Sangat Terbuka. 23
Desember 2021. 14 Juni 2021 <https://www.jawapos.com/jpg-
today/23/12/2019/pengamat-masyarakat-minangkabau-itu-sangat-terbuka/ >.
Keberagaman dan kerukunan antarumat beragama di Minangkabau atau Sumatera
Barat terusik. Hal itu dipicu oleh kabar dugaan larangan perayaan Natal bagi umat
Kristiani yang bertempat tinggal di jorong (dusun) Kabupaten Dharmasraya dan
Sijunjung. Namun dugaan itu dibantah oleh pemerintah. Baik pemerintah daerah
maupun pemerintah pusat. Umat Nasrani dipastikan boleh dan bisa bernatalan. Di
balik itu, publik bertanya-tanya
seperti apa kehidupan bertoleransi
kerukunan yang multikultur di
Sumatera Barat. Pengamat
Multikultur Universitas Negeri
Padang (UNP) Susi Fitria Dewi
menyebut, multikultur di Sumbar
berbeda dengan daeerah lain.
Kedamaian di Sumbar tidak terlepas
dari filosofi adat yang dipegang
teguh oleh masyarakat Minang.
Filosofi itu juga ditanamkan kepada
para pendatang, yakni Malakok.
Artinya, setiap para pendatang harus
melekat atau mendekat. Dalam sosiologi disebut dengan asimilasi. Di Sumbar itu
sebaran penduduknya masih dominan dan hampir di atas 80 persen adalah masyarakat
asli Minangkabau dan beragama Islam. Sisanya adalah masyarakat bukan orang
Minangkabau dan beragama selain Islam.
Kata Kunci : Masyarakat Minangkabau, Budaya, Sosial
16
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
017
Sastra, Yola. Pusat Kebudayaan Minangkabau Diluncurkan. 3 Juni 2021. 14 Juni 2021
<https://www.kompas.id/baca/nusantara/2021/06/03/pusat-kebudayaan-
minangkabau-diluncurkan/>. Pusat
Kebudayaan Minangkabau akhirnya
diluncurkan Rabu (2/6/2021) malam
setelah tertunda sejak didirikan sekitar
enam tahun silam. Keberadaan pusat
kebudayaan ini ditujukan untuk
memuliakan kebudayaan sebagai
pendorong kemajuan Minangkabau
sebagai bagian dari Indonesia. Pusat
kebudayaan yang dikelola Yayasan
Pusat Kebudayaan Minangkabau (PKM) ini diluncurkan di Ladang Tari Nan
Jombang, Padang, Sumatera Barat. Acara peluncuran dihadiri, antara lain, oleh
gubernur dan beberapa bupati/wali kota di Sumbar serta tokoh-tokoh Sumbar.
Peluncuran juga diikuti peserta lainnya secara daring.
Kata Kunci : Kebudayaan, Minangkabau
17
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
SEJARAH
018
Gischa, Serafica. Tari Payung, Berawal dari Pertunjukan Sandiwara di Minangkabau.
12 Maret2021.14Juni2021
<https://www.kompas.com/skola/read/2021/03/12/200800569/tari-payung-
berawal-dari-pertunjukan-sandiwara-di-minangkabau>. Tari Payung sebagai tari
Melayu Minangkabau di Sumatera Barat (2015) oleh Diah Rosari Syafrayuda,
sejarahtari Payung tak lepas dari seniman dari Semenanjung Malaya yang melakukan
pertunjukan kesenian di daerah-daerah orang Melayu. Selain ke Singapura dan
Malaysia, mereka juga ke Nusantara. Pertunjukan yang dibawa orang-orang
Semenanjung Malaya adalah komedi bangsawan. Untuk busana tari Payung, penari
perempuan menggunakan baju adat Minangkabau seperti baju kurung, bawahan rok
dari kain songket, serta hiasan kepala seperti mahkota. Sedangkan untuk penari pria
memakai atasan dengan
bawahan yang memiliki warna
sama. Dibagian pinggang
dililitkan songket hingga lutut.
Bagian kepala juga
menggunakan hiasan khas
Minangkabau. Musik pengiring
tari Payung di antaranya
talempong, akordian, biola,
dan gitar. Irama yang diberikan
dengan ritme cepa kemudian
lambat di akhir pementasan. Makna tersebut dapat terlihat dari properti yang
digunakan, yaitu payung dan selendang. Payung dimaknai sebagai bentuk
perlindungan pria yang merupakan pilar utama dalam keluarga. Sedangkan selendang
yang digunakan penari perempuan melambangkan ikatan cinta suci dari pasangan.
Selain itu, selendang juga memiliki arti kesetiaan seorang wanita dan siap membina
rumah tangga.
Kata Kunci : Kearifan Lokal, Tari Piring, Seni
18
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
019
Krisnawati, Ega. Tirto.id. 25 September 2020. 5 Juni 2021 <https://tirto.id/asal-usul-
nama-minangkabau-dan-sejarah-suku-minang-f5aG>. Menurut isi Buku Kecil
Sejarah Situs-situs Budaya Minangkabau di Jorong Batur, umumnya sejarah
Minangkabau hanya dapat diketahui dari Tambo. Tambo merupakan hiyakat ataupun
cerita yang menjelaskan tentang asal-usul nenek moyang orang Minangkabau, hingga
tersusunnya berbagai peraturan yang tersusun hingga saat ini. Namun begitu, muncul
sebuah penilaian bahwa hanya sekitar 2 persen isi cerita dalam tambo yang adalah
fakta sejarah. Hal ini disebabkan
karena isi tambo dipenuhi dengan
interpretasi umum, maupun
pribadi. Jenis tambo sangatlah
variatif, di antaranya tambo
tulisan, lisan, asli, saduran, dan
terjemahan. Sementara itu, tambo
yang tersebar di Sumatera
dinamakan dengan Tambo
Layang. Tambo Layang telah
berumur sekitar 200 tahun. Tambo
jenis ini, berisi tentang tulisan
Arab Melayu. Kemudian, saat ini
Sumatera Barat atau Minangkabau
terdiri dari 19 kota dan kabupaten. Suku Minangkabau hingga sekarang tetap
memegang teguh ungkapan “Adaik basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” atau
Adat yang didasari oleh hukum Islam, dan mengacu kepada Kitabullah
Kata Kunci : Asal Usul, Sejarah, Suku Minang
19
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
020
Rahayu, Okta Putri. Kesenian Minangkabau-Mengenal Susunan Tari Piring. 01 06
2021. 14062021
<https://www.kompasiana.com/oktaputrirahayu3119/60b5eb47d541df3fff1e2c64/
kesenian-minangkabau-mengenal-susunan-tari-piring>. Etnis minangkabau
memiliki beragam atraksi dan kesenian, seperti upacara adat, tari-tarian pengiring
pesta dalam perkawinan dan sebagainya. Tari Piring adalah tarian khas dari Sumatera
Barat. Hampir dalam setiap acara tari piring selalu ditampilkan pada acara
pernikahan, penyambutan tamu agung, pergelaran seni dan upacara-upacara adat
lainnya. Tari piring ini juga
sering dijadikan sebagai
ajang promosi dan pariwisata
kebudayaan di Indonesia.
Persiapan awal. Sebelum
memulai tarian atau
menampilkan tarian,
diperlukan persiaan awal
seperti memeriksa properti,
menggantikan piring yang
pecah atau retak agar tidak
membahayakan si penari.
Mengawali tarian. Tari piring ini di awali dengan alat musik raban dan gong yang
dimainkan oleh para pemusik. Saat menari. Jumlah penari piring ini biasanya
berjumlah ganjil yaitu tiga hingga tujuh orang. Penari memakai pakaian berwarna
cerah yaitu merah dan kuning keemasan serta menggunakan penutup kepala.
Mengakhiri tarian. Di akhir tarian, biasanya piring-piring yang dibawa oleh para
penari akan dilemparkan ke lantai. Mereka pun menari di atas pecahan piring. Adegan
tersebut menandakan bahwa tarian piring akan berakhir.
Kata Kunci : Kesenian, Tari Piring, Minangkabau
20
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
INDEKS KATA KUNCI R
A Rumah Gadang 13
Adat 2 3 Rendang 15
Asal usul 19 T
Adat Minang 14
Tradisi 10 11 14 15
B Tari Piring 6 18 20
Babako 8
Baju Adat Minang 12
Budaya 2 4 5
E
Ekonomi 1
H
Harta Warisan 3
K
Kearifan Lokal 6 9 10 11 12 13 18
Kebudayaan 17
Keunikan 14
M
Masyarakat Minangkabau 16
Makan Bajamba 11
Makanan Khas Minang 15
Merantau 1
Minangkabau 3 5 8 17 20
O
Orang Minangkabau 1
Oyak Tabuik 10
P
Padusi 7
Perempuan Minang 4
S
Sejarah 16 19
Seni 6 7 9 13 18
Silek 9
Suku Minang 6
Sosial 4
21
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
INDEKS PENGARANG S
A Silmi Nurul Utami 12
Akral 1
Arde 7
Ari Welianto 13
Ayu Mardiana 15
D T
Dea Oktaviana 10 Teguh Gunung Anggun 2
E
Ega Krisnawati 19
Endah Wulan Sari 5
G Y
Gischa Seraticha 18 Yola Sastra 17
H
Haisyah Qadri Febrian 8
Hani Fatinisa 14
I
Ilham Safutra 16
Ita Kunnisa Aniyavi 6
M
Marsha Haniya Putri 11
O
Okta Putri Rahayu 20
P
Pelaminan Minang 9
R
Razira Balqis 3
22
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
INDEKS SUBJEK
A
Adat Istiadat dan Budaya 1
K
Kaba/ Berita 18
S
Sejarah 18
23
Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
24