The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Merupakan kumpulan blibliografi beranotasi artikel Minangkabau bersumber dari internet untuk mempermudah pengguna dalam mencari informasi.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sri.azizahxakt, 2021-06-17 07:27:12

BLIBLIOGRAFI BERANOTASI ARTIKEL MINANGKABAU SUMBER INTERNET (SRI AZIZAH-18234056)

Merupakan kumpulan blibliografi beranotasi artikel Minangkabau bersumber dari internet untuk mempermudah pengguna dalam mencari informasi.

Keywords: Bibliografi beranotasi,Minangkabau,Artikel

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

qwertybbybv

1

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

BIBLIOGRAFI MINANGKABAU
“TAHAPAN PEMBUATAN BIBLIOGRAFI”
Dosen Pengampu : Malta Nelisa, S.Sos., M.Hum

SRI AZIZAH 18234056

JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
PRODI PERPUSTAKAAN DAN ILMU INFORMASI
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2021

i

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

Kumpulan Bibliografi Beranotasi Artikel Sumber Internet Beserta Tahapan-tahapannya
Penulis :

SRI AZIZAH
Bimbingan :
MALTA NELISA, S.Sos,, M.hum
Desain Cover :
SRI AZIZAH
Penata Letak :
SRI AZIZAH

Penerbit :
Perpustakaan dan Ilmu Informasi Universitas Negeri Padang
Jl. Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat, Padang Utara, Padang, Sumatera Barat

2021

ii

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah Ta‟ala atas segala nikmat dan hidayah yang
tidak henti-hentinya Allah Ta‟ala berikan kepada penulis. Salawat serta salam semoga
terlimpahkan kepada Nabi besar Muhammad Shallallahu „alaihi wa sallam yang telah
membawa sedikit ilmu Allah Subhanahu wa Ta‟ala dan memberi contoh bagaimana
mengamalkan ilmu itu, yang telah menghamparan permadani yang indah dan menggulung
tikar-tikar kebatilan, kemudian semoga terlimpahkan pula keselamatan bagi keluarga dan
sahabat Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi wa sallam.
Pada kesempatan kali ini penulis membuat bibliografi beranotasi artikel Minnagkabau
bersumber dari internet yang erjumlah 20 buah. Banyaknya koleksi Minangkabau membuat
artikel tersebut kadang dilupakan, artikel Minangkabau kadang juga sulit ditemukan. Untuk
itu tujuan penulisan bibliografi beranotasi ini agar artikel tentang Minangkabau tersebut bisa
dilestarikan, selanjutnya agar koleksi tersebut bisa diketahui penjelasan singkat melalui
anotasi yang sudah dijabarkan.
Susunan penulisan pada laporan ini penulis mengelompokkan sesuai dengan subjek
yang sama, sehingga pembaca mudah dalam menemukan referensi yang dibutuhkan. Harapan
penulis, meskipun masih banyak kekurangan. Semoga ebook ini bermanfaat bagi yang
membutuhkan.

Padang, 14 Juni 2021

Sri Azizah

iii

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................ iii
DAFTAR ISI ............................................................................................................................. iv
PETUNJUK PENGGUNAAN BIBLIOGRAFI........................................................................... v
BIBLIOGRAFI BERANOTASI ARTIKEL MINANGKABAU.................................................. 1

ADAT ISTIADAT & BUDAYA........................................................................................................ 1
KEARIFAN LOKAL.......................................................................................................................... 6
KABA / BERITA..............................................................................................................................14
SEJARAH ......................................................................................................................................... 18
INDEKS KATA KUNCI........................................................................................................... 21
INDEKS PENGARANG ........................................................................................................... 22
INDEKS SUBJEK .................................................................................................................... 23

iv

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

PETUNJUK PENGGUNAAN BIBLIOGRAFI

001
Azizah, Sri. Pentingnya Kemandirian belajar di Masa Pandemi. 19

Mei 2021. 19 Mei
2021<https://www.kompasiana.com/dyskapriantiaqisna8190/60a
481208ede482a6a0b3bc2/pentingnya-kemandirian-belajar-di-
masa-pandemi> Artikel ini menjelaskan
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
3 ………………………………………………………………………
……………………………………………

Kata Kunci : Belajar Mandiri, Pandemi Covid19

Keterangan :

5 1. Nomor entry
2. Bibliografi (MLA), baris kedua
dijorokkan kedalam sesuai dengan
aturan MLA
3. Anotasi, terdiri dari penjelasan
singkat dari artikel yang dibuat
4. Gambar artikel, berguna untuk
memberikan penjelasan lebih
lanjut tentang artikel tersebut.
5. Kata kunci, terdiri dari kata/istilah
penting dalam artikel yang dibuat,
setiap kata kunci diberi tanda ;
(titik koma) sebgai pemisah dan

v

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

BIBLIOGRAFI BERANOTASI ARTIKEL MINANGKABAU

ADAT ISTIADAT & BUDAYA

001
Akral. Orang Minangkabau Merantau Guna Mengentas Kemiskinan. 4 Desember 2014.

14 Juni
2021http://kotaku.pu.go.id:8081/wartaarsipdetil.asp?mid=7132&catid=2&.Sebag
aimana diketahui masyarakat Minangkabau sangat ulet sekali berusaha. Mereka
berusaha keluar dari kampung
halamannya atau pergi meninggalkan
kampung halaman guna menyambung
hidup di negeri orang lain. Peristiwa ini
sering disebut dengan “merantau”.
Populasi orang Minangkabau di luar
Sumatera Barat melebih dari yang tinggal
di kampung halamannya sendiri (di
Sumatera Barat). Daerah yang menjadi
tujuan mereka merantau rata-rata adalah
daerah perkotaan atau dimana saja asal
ada orang ramai. Rata-rata usaha yang
dilakoni orang Minangkabau di rantau
adalah berdagang atau berjualan. Seperti
berjualan nasi, jualan kain atau pakaian,
jualan buku dan sebagainya. Tidak dapat
dimungkiri, di seantero dunia, di mana
saja sudah dipastikan kita akan menemukan rumah makan padang. Saat merantau,
orang Minangkabau tidak pernah membawa modal berupa uang. Yang dibawa
hanyalah semangat dan keuletannya.
Kata Kunci : Merantau, Orang Minangkabau, Ekonomi

1

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

002
Anggun, Teguh Gunung. Mengenal Adat dan Budaya Minangkabau. 25 November

2016. 14 Juni 2021 <https://sumbarprov.go.id/home/news/9286-mengenal-adat-
dan-budaya-minangkabau>. Ninik mamak atau yang lebih dikenal dengan dengan
nama penghulu adalah pemimpin
adat(fungsional adat) di minangkabau
kepemimpinan ninik mamak ,merupakan
kepemimpinan tradisional,sesuai pola yang
telah digariskan adat secara
berkesinambungan,dengan arti kata “ patah
tumbuah hilang baganti” kaum masing-
masing,dalam suku dan nagari. Seseorang
tidak akan dapat berfungsi sebagai ninik
mamak dalam masyarakat adat, sendainya
dalam kaum keluarga sendiri tidak
mempunyai gelar kebesaran kaum yang
diwarisinya. Penghulu terpilih karena tinggi
tampak jauh gadang tampak dakek(jolong
basuo)tinggi karena di sertakkan (ruas)
gadang dilintang pungkam.Dia tinggi bukan
karena diganjal jadi tinggi dia tinggi karena ruasnya yang menyentak. Maksudnya,
peribadinya berkembang terus,dia berilmu,punya wawasan yang luas,mempunyai
kelebihan dari yang lainnya mempunyai kemampuan dan punya kapabilitas,punya
wibawa,disegani anak kemenakan,kukuh dengan pendirian,tidak terombang ambing
dan solid (dia besar karena dilintang pungkam) ,punya urat dan akar tunggang yang
dalam,punya teras kayu yang kuat serta utuh.
Kata Kunci : Adat, Budaya, Minangkabau

2

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

003
Balqis, Razira. Pembagian Harta Warisan di Minangkabau. 2 Juni 2021. 14 Juni 2021

<https://www.kompasiana.com/razira21041/60b6d218d541df76742e2a12/pembag
ian-harta-warisan-di-minangkabau>. Dalam masyarakat Minangkabau, ahli waris
atau yang menjawat waris yaitu orang dari keturunan ibu karena Minangkabau
menganut sistem Matrilineal (turunan
ibu). Sehingga anak dari turunan ibu lah
atau disebut kemenakan yang berhak
menerima harta warisan.Sehingga jika
seorang penghulu meninggal dunia
maka kemenakannya yang akan
mewarisi harto pusako dan juga
gelarnya. Namun, tidak semua harta
warisan dapat digunakan dengan
sekehendak hati karena harta warisan di
Minangkabau ada dua yaitu,harto
pusako tinggi dan harto pusako randah
atau harto pancaharian.Harto pusako
tinggi tidak dapat dijual karena itu
merupakan hak milik bersama dari pada suatu kaum yang mempunyai pertalian darah
dan diwarisi secara turun temurun dari nenek moyang terdahulu, dan harta ini berada
di bawah pengelolahan mamak kepala waris (lelaki tertua dalam kaum).
Kata Kunci : Adat, Harta Warisan, Minangkabau

3

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

004
Hendra, Yose. Memahami Padusi Minangkabau. 21 April 2021. 14 Juni 2021

<https://langgam.id/memahami-pedusi-minangkabau/ >. Selain bundo kanduang
atau mande sako di lingkungan Pagaruyung, sejak tahun 2010, Mubes ke-9 LKAAM
dan ke-7 Bundo Kanduang Sumatra Barat pada bulan Juni 2010, menetapkan Puti
Reno Raudha Thaib sebagai Ketua
Umum Bundo Kanduang Sumatera
Barat yang ke-7, menggantikan Nur
Ainas Abidzar. Raudha Thaib
mengatakan, pada periode kedua dia
kembali terpilih sehingga akan menjabat
hingga tahun 2021. Di samping itu,
tahun 2016 lalu, dia ditunjuk menjadi
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bundo
Kanduang Alam Minangkabau.
Organisasi pertama yang dibentuk di
Padang tahun 2016 ini, mengakomodir
siapa pun perempuan yang berdarah
Minang di dunia ini, menjadi bagian
integral di dalamnya. Ini semakin menguatkan peran perempuan kelahiran
Pagaruyung, Tanah Datar, 31 Agustus 1947 ini, dalam menjaga adat Minangkabau
dari sisi keperempuan bundo kanduang.
Kata Kunci : Perempuan Minangkabau, Budaya, Sosial

4

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

005
Sari, Endah Wulan. Surau dan Kehidupan Sosial Budaya Minangkabau. 19 03 2012.

2021
062021<https://www.kompasiana.com/oktaputrirahayu3119/60b5eb47d541df3fff
1e2c64/kesenian-minangkabau-mengenal-susunan-tari-piring>. Kehidupan sosial
dan budaya masyarakat Minangkabau berkembang di surau karena sisi religiusitas
masyarakat Minangkabau tidak dapat kita pisahkan dari kesehariannya. Surau atau
musalla/mesjid ini di masyarakat luas, hanya di gunakan untuk tempat beribadah, tapi
di masyarakat Minangkabau surau
memiliki peran yang cukup banyak seperti
belajar mengenai agama, akhlak, pantun,
randai dan adat budaya Minangkabau
lainnya bahkan di surau jugalah tempat
pembentukan pribadi penerus generasi
Minang yang siap menanggung bebean
dan amanah dikemudian harinya.Bila
membaca sejarah Minangkabau, maka
akan ditemukan Kearifan adat dan budaya
Minangkabau yang dilandasi dengan nilai-
nilai keislaman telah menjadi ciri khas
masyarakat Minangkabau. Maka salah
satu falsafah yang dikenal dari masyarakat
Minangkabau adalah Adat Basandi Syara‟, Syara‟ Basandi Kitabullah (ABS SBK),
Syara‟ mangato, Adat mamakai.
Kata Kunci : Budaya, Sosial, Minangkabau

5

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

KEARIFAN LOKAL

006
Aniyavi, Ita Kunnisa. Mengenal Makna Tari Piring: Tarian Budaya Asal

Minangkabau. 2 Desember 2020. 14 Juni 2021 <https://tirto.id/mengenal-makna-
tari-piring-tarian-budaya-asal-minangkabau-
f7Gr?utm_source=Tirtoid&utm_medium=Terkait>. Tari Piring merupakan
warisan budaya masyarakat Minangkabau yang dilestarikan oleh masyarakat Minang
dalam kehidupannya, sehingga menjadi identitas budaya Minangkabau hingga saat
ini. Tari Piring semakin melekat dengan kehidupan sosial masyarakat Minangkabau di
Sumatera Barat maupun di daerah perantauan. Menurut penelitian, setiap wilayah
memiliki ciri khas Tari Piring tersendiri. Letak geografis ternyata mempengaruhi
bentuk dan gaya Tari Piring.
Namun, perbedaan Tari Piring
hanya terletak pada gaya
memainkan dan struktur
penyajiannya saja. Daerah
Luhak (darek) merupakan daerah
asal suku Minangkabau (pusat
Kerajaan Minangkabau), secara
geografis terletak di daerah
perbukitan atau daerah
ketinggian. Sehingga tarian
cenderung mempunyai gerakan
yang bervolume lebar, dan posisi
badan cenderung membungkuk
dengan pola langkah dan kuda-
kuda yang agak lebar. Gerakan yang dihasilkannya pun cenderung monoton dengan
langkah yang berat. Piring yang digunakan adalah piring makan.
Kata Kunci : Kearifan Lokal Minangkabau, Seni, Tari Piring

6

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

007

Ardee. Rumah Gadang : Arsitektur yang Menjadi Wajah Minangkabau. 18 05 2013. 14

06 2021<https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/rumah-gadang-

arsitektur-yang-menjadi-wajah-minangkabau/>.Karakteristik bangunan

berarsitektur khas Minangkabau memang mudah dikenali. Hal ini membuatnya

menjadi identitas masyarakat Sumatera Barat, bahkan mereka yang berada di

perantauan sekalipun. Karena itulah, jika di suatu tempat ditemukan atap bangunan

yang terlihat mengadaptasi bentuk tanduk kerbau, hampir bisa dipastikan ada 'urang

awak' di daerah tersebut.Di luar Sumatera Barat, jenis rumah adat khas Minangkabau

populer dengan sebutan rumah

gadang. Di kampung

halamannya sendiri, rumah

tradisional ini lebih dikenal

dengan sebutan 'rumah

bagonjong'. Menurut sejarah

aslinya, tidak semua wilayah

di Sumatera Barat dapat

dibangun rumah adat seperti

ini. Rumah bagonjong hanya

didirikan di kawasan tertentu

yang berstatus nagari. Karena

itulah, eksistensi rumah

bagonjong atau rumah gadang

di luar Minangkabau terjadi karena aturan adat yang melemah seiring perkembangan

zaman.

Kata Kunci : Minangkabau, Rumah gadang, Seni

7

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

008

Febrian, Haisyah Qadri. Tradisi Babako di Minangkabau. 31 05 2021. 14 Juni 2021
<https://www.beritaminang.com/artikel/92/tradisi-adat-babako-di
minangkabau.html>. Babako adalah suatu upacara adat pra perkawinan di
Minangkabau yang diselenggarakan oleh kerabat pihak ayah. Babako atau berbako
merupakan tradisi yang mencerminkan kehidupan bergotong royong pada masyarakat
Minangkabau. Minangkabau merupakan salah satu suku bangsa yang menganut
sistem matrelineal. Secara
sederhana kata Matrelinial
dapat kita artikan sebagai
struktur masyarakat yang
diatur menurut garis
keturunan ibu. Prinsip
Matrelineal berlaku umum
dan alami. Hal ini berarti,
secara alami anak lebih
dekat dengan ibunya
dibanding dengan ayah.
Meskipun demikian ada
beberapa upacara adat
yang dapat menjalin kedekatan anak dengan keluarga si ayah. Misalnya, ketika
upacara pernikahan maka pihak keluarga dari sang ayah memiliki peran penting
dalam upacara tersebut, yang mana pihak ayah tersebut dikenal dengan istilah Bako.
Bako ialah seluruh keluarga dari pihak ayah mempelai baik dari mempelai perempuan
maupun mempelai laki-laki yang keduanya memiliki Bako yang berbeda.Tradisi itu
terlihat ketika pihak keluarga dari ayah calon mempelai wanita (bako) memberikan
barang antaran untuk calon pengantin wanita. Barang antaran tersebut terdiri dari
seperangakat kebutuhan wanita yang disusun dalam baki-baki sesuai dengan jumlah
barang yang akan diantar tadi (disebut babaki). Tujuan diselenggarakannya tradisi ini
untuk memperkernalkan keluarga ayah kepada sang anak. Anak yang dijemput
dibawa kerumah bakonya, agar anak bisa berkenalan dengan lingkungan keluarga
ayah (bako).

Kata Kunci : Tradisi, Babako, Minangkabau

8

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

009

Minang, Pelaminan. SILEK MINANGKABAU. Agustus 2013. 14 Juni 2021

<https://pelaminanminang.com/adat-minangkabau/silek-minangkabau.html>.

Silek adalah nama Minangkabau buat seni beladiri yang ditempat lain dikenal dengan

Silat. Sistem matrilineal yang dianut membuat anak laki-laki setelah akil balik harus

tinggal di surau dan silat adalah salah satu dasar pendidikan penting yang harus

dipelajari oleh anak laki-laki disamping pendidikan agama islam. Silek merupakan

unsur penting dalam tradisi dan adat masyarakat Minangkabau yang merupakan

ekspersi etnis Minang.

Silek sudah merasuk dalam

setiap kehidupan sehari-

hari dan muncul sebagai

unsur penting dalam cerita

rakyat, legenda, pepatah

dan tradisi lisan di

Minangkabau. Ada banyak

jenis aliran beladiri silek di

Sumatera Barat dan dapat

dikatagorikan dalam

sebelas aliran silek yang

berhasil didata antara lain:

Silek Kumanggo, Silek Lintau, Silek Tuo, Silek Harimau dan lain-lain. Menurut

Hiltrud Cordes hanya sepuluh pertama saja yang dapat digolongkan sebagai aliran

beladiri silek tetapi silek Ulu Ambek banyak terdapat pada pesisir Pariaman. Metoda

Latihan Silek biasanya dilakukan ditempat yang disebut sasaran, sebuah tempat

terbuka atau kosong dan luas yang dekat dengan rumah guru silek. Latihan beladiri

silek dilaksanakan pada saat menjelang malam setelah sholat magrib dan berlangsung

selama 2-3 jam meskipun kadang sampai tengah malam. Sebuah karakter unik dari

silek adalah barisan melingkar (galombang) yang dipakai saat latihan pada beberapa

aliran silek. Setiap peserta latihan melaksanakan gerakan secara simultan sehingga

memberikan kesan seperti tarian. Maka tidaklah mengherankan bila seni beladiri silek

merupakan asal dari banyak seni tari dan seni teater di Minangkabau seperti randai,

tari ratak, tari persembahan dan tari tanduk (tari tanduak).

Kata Kunci : Kearifan Lokal, Silek, Seni

9

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

010
Oktaviana, Dea. Tradisi Hoyak Tabuik Pariaman. 1 Juni 2021. 14 Juni 2021

<https://www.kompasiana.com/dea40759/60b5e7318ede4821d27d77a6/tradisi-
hoyak-tabuik-pariaman>. Oyak Tabuik merupakan perayaan yang diadakan setiap
tanggal 10 Muharram untuk memperingati Asyura, gugurnya Imam Husain, cucu
Nabi Muhammad SAW. Perayaan adat ini diadakan di daerah pantai, khususnya di
Kota Pariaman. Oyak Tabuik diadakan setiap tahun dan telah diadakan sejak puluhan
tahun yang lalu dan diperkirakan telah ada sejak abad ke-19 masehi. Menurut sejara,
Husain beseerta keluarga wafat dalam perang di Padang Karbala. Oyak tabuik berasal
dari kata 'Oyak' dan 'Tabuik'
yang bermakna 'guncang' dan
'peti kayu'. Nama ini
mengacu pada legenda
tentang munculnya makhluk
berwujud kuda bersayap dan
berkepala manusia yang
disebut buraq. Legenda ini
mengisahkan bahwa setelah
wafatnya cucu nabi, koptak
kayu yang berisi potongan
jenazah Husain diterbangkan
.ke langit. Berdasarkan legenda inilah, setiap tahun masayarakat Pariaman membuat
tiruan dari buraq yang sedang mengusung tabuik di punggungnya. Setiap tahunnya
puncak acara tabuik selalu disaksikan puluhan ribu masyarakat yang datang dari
berbagai daerah Sumatera Barat. Tidak hanya masyarakat lokal saja, perayaan oyak
tabuik ini juga banyak menarik perhatian para turis asing. Sehingga perayaan Oyak
Tabuik ini menjadi perayaan yang sangat ditunggu-tunggu setiap tahunnya.
Kata Kunci : Kearifan Lokal, Oyak Tabuik, Tradisi

10

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

011

Putri, Marsha Haniya. Tradisi Makan Bajamba Di Minangkabau. 1 Juni 2021. 14 Juni

2021

<https://www.kompasiana.com/marsahaniyaaa/60b6472ed541df3f652883f2/tradi

si-makan-bajamba-di-minangkabau>. Makan bajamba atau juga bisa disebut

dengan makan barapak merupakan suatu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat

Minangkabau yang umumnya dilangsungkan pada hari-hari besar agama Islam dan

dalam berbagai upacara adat. Tradisi ini diyakini berasal dari Koto Gadang,

kabupaten Agam, Sumatra Barat, dan diperkirakan telah ada sejak abad ke-7 saat

agama Islam masuk ke Minangkabau. Makan bajamba berasal dari dua kata yaitu

makan dan jamba. Jamba sendiri memiliki arti hidangan yang disajikan pada sebuah

pinggan besar. Dapat diartikan bahwa makan bajamba merupakan makan dengan

menggunakan pinggan besar secara bersama-sama dalam sebuah ruangan yang sudah

ditentukan. Dalam sebuah pinggan besar tersebut biasanya diisi oleh 3 sampai 7 orang

yang duduk melingkar. Adapun tujuan dari dilaksanakannya makan bajamba ini ialah

untuk memupuk tali

silaturahmi antar masyarakat

Minangkabau. Dalam

pelaksanaannya, makan

bajamba memiliki banyak

aturan yang mesti diketahui

dan dipahami mulai dari jenis

makanan, serta tata cara

penyajian hidangan makan

bajamba. Hidangan yang

disajikan pada tradisi makan

bajamba biasanya hanya

berupa dua macam gulai, atau

yang biasa disebut dengan gulai duo. Selain itu, tata cara pada saat makan bajamba

berbeda dengan saat kita makan sendiri. Pada saat makan bajamba, nasi dimasukkan

ke dalam mulut dengan cara diambuang.

Kata Kunci : Kearifan Lokal, Makan Bajamba, Tradisi

11

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

012
Utami, Silmi Nurul. Limpapeh Rumah Nan Gadang, Baju Tradisional Sumatera Barat.

3 Mei2021.14Juni2021
<https://www.kompas.com/skola/read/2021/05/03/171936769/limpapeh-rumah-
nan-gadang-baju-tradisional-sumatera-barat>. Suku Minangkabau sendiri
memiliki baju tradisional yang disebut dengan Limpapeh rumah nan Gadang. Dalam
budaya Suku Minangkabau, seorang ibu memiliki pernanan yang sangat penting.
Garis keturunan seorang anak diambil dari ibunya, pendidikan dan juga suri tauladan
seorang anak juga bersumber dari
ibunya. Dalam budaya Suku
Minangkabau, seorang ibu
kandung atau wanita yang telah
memiliki anak disebut sebagai
Bundo kanduang atau ibu
kandung. Bundo kanduang dalam
suatu rumah tangga memiliki
fungsi sebagai Limpapeh rumah
nan gadang atau dalam bahasa
Indonesia memiliki arti penyangga
rumah gadang. Rumah gadang adalah rumah khas penduduk Suku Minangkabau,
sehingga seorang ibu haruslah menjadi pendidik dan tauladan anak dan keluarganya.
Dari budaya tersebut, kemudian lahirlah baju tradisional Suku Minangkabau bagi Ibu
kanduang yang dinamakan dengan Limpapeh Rumah nan Gadang. Baju Limpapeh
Rumah nan Gadang terdiri dari tengkuluk, baju batabue, minsie, sarung, dan
salempang. Baju Limpapeh Rumah nan Gadang juga menggunakan berbagai aksesoris
seperti kalung, gelang dan cincin yang terbuat dari emas maupun batu alam. Aksesoris
yang digunakan memiliki motif yang beragam namun memiliki makna filosofis.
Kata Kunci : Baju Adat Minang, Kearifan Lokal, Adat

12

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

013

Welianto, Ari. Rumah Gadang, Rumah Adat Minangkabau Sumatera Barat. 14

Januari 2021.14Juni2021

<https://www.kompas.com/skola/read/2021/01/14/120000069/rumah-gadang-

rumah-adat-minangkabau-sumatera-barat>. Rumah Gadang adalah nama untuk

rumah tradisional adat Minangkabau. Minangkabau merupakan salah satu kelompok

etnis yang berada di Provinsi Sumatera Barat. Rumah Gadang utama biasanya

dibangun di atas tanah yang cukup luas dan milik keluarag induk secara turun

temurun. Tidak jauh dari kompleks

rumah Gadang, biasanya didirikan

surau keluarga yang berfungsi sebagai

tempat berkumpul pada pemuda atau

sebagai tempat untuk

menyelanggarakan segala bentuk

kegiatan sosial dan keagamaan.

Bentuk arsitek bangunan rumah

Gadang berupa bangunan balok segi

empat, yang mengembang ke atas dan mengecil ke bawah. Garis melintang dari

bangunan rumah Gadang melengkung tajam di sebelah dua tepinya, menyerupai

tanduk kerbau. Bentuk yang menyerupai tanduk tersebut sebagai simbol kemenangan.

Bentuk atap melengkung dan runcing ke atas yang disebut gonjong. umah milik

bersama sebuah kaum (keluarga besar). Dalam pembangunan rumah di atas tanah

kaum dilakukan secara gotong royong.

Kata Kunci : Kearifan Lokal, Rumah Gadang, Seni

13

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

KABA / BERITA

014
Fatinisa, Hani. 7 Keunikan Adat Minagkabau yang Jarang Diketahui, Bikin Kagum. 17

November 2020. 14 Juni 2021 <https://www.idntimes.com/life/inspiration/hani-
fatinisa/keunikan-adat-minang-c1c2/7>. Adat Minang merupakan aturan serta tata
cara yang berlaku dalam kehidupan harian masyarakat Minangkabau, terutama bagi
mereka yang masih bertempat tinggal di Tanah Minang atau Sumatra Barat. Bagi
mereka yang sudah bertempat tinggal di tanah rantau, tak jarang mereka masih
memegang teguh adat-adat yang
sudah diterapkan oleh anduang
puyang atau nenek moyangnya. Adat
istiadat tersebut nantinya akan
diterapkan kepada anak dan cucu
mereka yang tujuannya, agar adat
Minang tetap lestari dan tidak luntur
digerus oleh zaman yang semakin
berkembang. Berikut adalah adat
Minangkabau yang jarang diketahui
banyak orang. Keunikannya yaitu
Perempuan Minang harus membeli pria Minang untuk bisa menikah, Semakin tinggi
pendidikan seorang pria Minang akan semakin tinggi nilai jualnya, Prosesi adat
pernikahan yang sangat panjang, Warisan atau pusako jatuh ke anak perempuan,
Garis keturunan ibu, Menjual anak laki-lakinya jika mirip dengan ayahnya, Sangat
menjunjung cita rasa dalam setiap masakan yang dibuat
Kata Kunci : Adat Minang, Keunikan, Tradisi dan Budaya

14

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

015
Mardiana, Ayu. Rendang Jadi Makanan Paling Enak Nomor Satu. 4 Juni 2021. 14 Juni

2021
<https://www.kompasiana.com/ayumardianaa/60b9efcb8ede4870cf6ad123/rend
ang-jadi-makanan-paling-enak-nomor-satu>. Rendang adalah makanan berbahan
dasar daging yang proses memasaknya dengan suhu rendah serta waktu yang lama
dan menggunakan banyak rempah-rempah pilihan serta santan. Rendang menjadi
salah satu makanan yang selalu ada ketika hari raya Idul Fitri dan hari raja Idul
Adha. Berdasarkan teori dan kepercayaan masyarakat Minang, rendang memiliki
tiga makna yang berkaitan dengan sikap, antara lain kesabaran, kebijaksanaan, dan
ketekunan. Tiga unsur yang mereka yakini itu berkaitan dengan proses memasak
rendang yang membutuhkan waktu yang lama serta dalam memilih bahan yang
berkualitas. Unsur-unsur tersebut sangat berguna dalam proses memasak rendang
guna agar cita rasa dari rendang tersebut tetap terjaga. Bahkan dalam survey
tersebut, rendang mengalahkan
makanan dari Thailand, Jepang, dan
Cina yang juga memiliki begitu banyak
makanan enak. Dalam hal ini,
Indonesia tentunya sangat bangga
karena rendang merupakan bagian dan
buatan asli dari Indonesia. Rendang
yang kini sudah dikenal oleh
masyarakat luas membuat banyak
orang dari luar negeri sangat ingin mencoba makanan yang satu ini. Oleh karena itu,
sebagai warga yang berasal Indonesia, khusunya Minangkabau harus tetap menjaga
makanan khas ini dan terus melestarikannya hingga anak cucu-cucu nanti.

Kata Kunci : Makanan Khas Minang, Rendang, Tradisi

15

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

016
Safutra, Ilham. Pengamat : Masyarakat Minangkabau Itu Sangat Terbuka. 23

Desember 2021. 14 Juni 2021 <https://www.jawapos.com/jpg-
today/23/12/2019/pengamat-masyarakat-minangkabau-itu-sangat-terbuka/ >.
Keberagaman dan kerukunan antarumat beragama di Minangkabau atau Sumatera
Barat terusik. Hal itu dipicu oleh kabar dugaan larangan perayaan Natal bagi umat
Kristiani yang bertempat tinggal di jorong (dusun) Kabupaten Dharmasraya dan
Sijunjung. Namun dugaan itu dibantah oleh pemerintah. Baik pemerintah daerah
maupun pemerintah pusat. Umat Nasrani dipastikan boleh dan bisa bernatalan. Di
balik itu, publik bertanya-tanya
seperti apa kehidupan bertoleransi
kerukunan yang multikultur di
Sumatera Barat. Pengamat
Multikultur Universitas Negeri
Padang (UNP) Susi Fitria Dewi
menyebut, multikultur di Sumbar
berbeda dengan daeerah lain.
Kedamaian di Sumbar tidak terlepas
dari filosofi adat yang dipegang
teguh oleh masyarakat Minang.
Filosofi itu juga ditanamkan kepada
para pendatang, yakni Malakok.
Artinya, setiap para pendatang harus
melekat atau mendekat. Dalam sosiologi disebut dengan asimilasi. Di Sumbar itu
sebaran penduduknya masih dominan dan hampir di atas 80 persen adalah masyarakat
asli Minangkabau dan beragama Islam. Sisanya adalah masyarakat bukan orang
Minangkabau dan beragama selain Islam.
Kata Kunci : Masyarakat Minangkabau, Budaya, Sosial

16

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

017
Sastra, Yola. Pusat Kebudayaan Minangkabau Diluncurkan. 3 Juni 2021. 14 Juni 2021

<https://www.kompas.id/baca/nusantara/2021/06/03/pusat-kebudayaan-
minangkabau-diluncurkan/>. Pusat
Kebudayaan Minangkabau akhirnya
diluncurkan Rabu (2/6/2021) malam
setelah tertunda sejak didirikan sekitar
enam tahun silam. Keberadaan pusat
kebudayaan ini ditujukan untuk
memuliakan kebudayaan sebagai
pendorong kemajuan Minangkabau
sebagai bagian dari Indonesia. Pusat
kebudayaan yang dikelola Yayasan
Pusat Kebudayaan Minangkabau (PKM) ini diluncurkan di Ladang Tari Nan
Jombang, Padang, Sumatera Barat. Acara peluncuran dihadiri, antara lain, oleh
gubernur dan beberapa bupati/wali kota di Sumbar serta tokoh-tokoh Sumbar.
Peluncuran juga diikuti peserta lainnya secara daring.
Kata Kunci : Kebudayaan, Minangkabau

17

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
SEJARAH

018

Gischa, Serafica. Tari Payung, Berawal dari Pertunjukan Sandiwara di Minangkabau.

12 Maret2021.14Juni2021

<https://www.kompas.com/skola/read/2021/03/12/200800569/tari-payung-

berawal-dari-pertunjukan-sandiwara-di-minangkabau>. Tari Payung sebagai tari

Melayu Minangkabau di Sumatera Barat (2015) oleh Diah Rosari Syafrayuda,

sejarahtari Payung tak lepas dari seniman dari Semenanjung Malaya yang melakukan

pertunjukan kesenian di daerah-daerah orang Melayu. Selain ke Singapura dan

Malaysia, mereka juga ke Nusantara. Pertunjukan yang dibawa orang-orang

Semenanjung Malaya adalah komedi bangsawan. Untuk busana tari Payung, penari

perempuan menggunakan baju adat Minangkabau seperti baju kurung, bawahan rok

dari kain songket, serta hiasan kepala seperti mahkota. Sedangkan untuk penari pria

memakai atasan dengan

bawahan yang memiliki warna

sama. Dibagian pinggang

dililitkan songket hingga lutut.

Bagian kepala juga

menggunakan hiasan khas

Minangkabau. Musik pengiring

tari Payung di antaranya

talempong, akordian, biola,

dan gitar. Irama yang diberikan

dengan ritme cepa kemudian

lambat di akhir pementasan. Makna tersebut dapat terlihat dari properti yang

digunakan, yaitu payung dan selendang. Payung dimaknai sebagai bentuk

perlindungan pria yang merupakan pilar utama dalam keluarga. Sedangkan selendang

yang digunakan penari perempuan melambangkan ikatan cinta suci dari pasangan.

Selain itu, selendang juga memiliki arti kesetiaan seorang wanita dan siap membina

rumah tangga.

Kata Kunci : Kearifan Lokal, Tari Piring, Seni

18

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

019
Krisnawati, Ega. Tirto.id. 25 September 2020. 5 Juni 2021 <https://tirto.id/asal-usul-

nama-minangkabau-dan-sejarah-suku-minang-f5aG>. Menurut isi Buku Kecil
Sejarah Situs-situs Budaya Minangkabau di Jorong Batur, umumnya sejarah
Minangkabau hanya dapat diketahui dari Tambo. Tambo merupakan hiyakat ataupun
cerita yang menjelaskan tentang asal-usul nenek moyang orang Minangkabau, hingga
tersusunnya berbagai peraturan yang tersusun hingga saat ini. Namun begitu, muncul
sebuah penilaian bahwa hanya sekitar 2 persen isi cerita dalam tambo yang adalah
fakta sejarah. Hal ini disebabkan
karena isi tambo dipenuhi dengan
interpretasi umum, maupun
pribadi. Jenis tambo sangatlah
variatif, di antaranya tambo
tulisan, lisan, asli, saduran, dan
terjemahan. Sementara itu, tambo
yang tersebar di Sumatera
dinamakan dengan Tambo
Layang. Tambo Layang telah
berumur sekitar 200 tahun. Tambo
jenis ini, berisi tentang tulisan
Arab Melayu. Kemudian, saat ini
Sumatera Barat atau Minangkabau
terdiri dari 19 kota dan kabupaten. Suku Minangkabau hingga sekarang tetap
memegang teguh ungkapan “Adaik basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” atau
Adat yang didasari oleh hukum Islam, dan mengacu kepada Kitabullah
Kata Kunci : Asal Usul, Sejarah, Suku Minang

19

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

020

Rahayu, Okta Putri. Kesenian Minangkabau-Mengenal Susunan Tari Piring. 01 06

2021. 14062021

<https://www.kompasiana.com/oktaputrirahayu3119/60b5eb47d541df3fff1e2c64/

kesenian-minangkabau-mengenal-susunan-tari-piring>. Etnis minangkabau

memiliki beragam atraksi dan kesenian, seperti upacara adat, tari-tarian pengiring

pesta dalam perkawinan dan sebagainya. Tari Piring adalah tarian khas dari Sumatera

Barat. Hampir dalam setiap acara tari piring selalu ditampilkan pada acara

pernikahan, penyambutan tamu agung, pergelaran seni dan upacara-upacara adat

lainnya. Tari piring ini juga

sering dijadikan sebagai

ajang promosi dan pariwisata

kebudayaan di Indonesia.

Persiapan awal. Sebelum

memulai tarian atau

menampilkan tarian,

diperlukan persiaan awal

seperti memeriksa properti,

menggantikan piring yang

pecah atau retak agar tidak

membahayakan si penari.

Mengawali tarian. Tari piring ini di awali dengan alat musik raban dan gong yang

dimainkan oleh para pemusik. Saat menari. Jumlah penari piring ini biasanya

berjumlah ganjil yaitu tiga hingga tujuh orang. Penari memakai pakaian berwarna

cerah yaitu merah dan kuning keemasan serta menggunakan penutup kepala.

Mengakhiri tarian. Di akhir tarian, biasanya piring-piring yang dibawa oleh para

penari akan dilemparkan ke lantai. Mereka pun menari di atas pecahan piring. Adegan

tersebut menandakan bahwa tarian piring akan berakhir.

Kata Kunci : Kesenian, Tari Piring, Minangkabau

20

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

INDEKS KATA KUNCI R

A Rumah Gadang 13

Adat 2 3 Rendang 15

Asal usul 19 T
Adat Minang 14
Tradisi 10 11 14 15
B Tari Piring 6 18 20

Babako 8
Baju Adat Minang 12

Budaya 2 4 5

E

Ekonomi 1

H

Harta Warisan 3

K

Kearifan Lokal 6 9 10 11 12 13 18
Kebudayaan 17
Keunikan 14

M

Masyarakat Minangkabau 16
Makan Bajamba 11
Makanan Khas Minang 15
Merantau 1
Minangkabau 3 5 8 17 20

O

Orang Minangkabau 1
Oyak Tabuik 10

P

Padusi 7
Perempuan Minang 4

S

Sejarah 16 19
Seni 6 7 9 13 18
Silek 9
Suku Minang 6
Sosial 4

21

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021

INDEKS PENGARANG S

A Silmi Nurul Utami 12

Akral 1
Arde 7

Ari Welianto 13

Ayu Mardiana 15

D T

Dea Oktaviana 10 Teguh Gunung Anggun 2

E

Ega Krisnawati 19
Endah Wulan Sari 5

G Y

Gischa Seraticha 18 Yola Sastra 17

H

Haisyah Qadri Febrian 8
Hani Fatinisa 14

I

Ilham Safutra 16
Ita Kunnisa Aniyavi 6

M

Marsha Haniya Putri 11

O

Okta Putri Rahayu 20

P

Pelaminan Minang 9

R

Razira Balqis 3

22

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
INDEKS SUBJEK

A

Adat Istiadat dan Budaya 1

K

Kaba/ Berita 18

S

Sejarah 18

23

Bibliografi Beranotasi Artikel Minangkabau Sumber Internet 2021
24


Click to View FlipBook Version