NAMA : ABDULLOH FAUZI, S.Kom
KELOMPOK : NUSANTARA 6
KWARCAB : JOMBANG
TANGGAL : 9 DESEMBER 2020
TUGAS PERORANGAN 1
KEMAMPUAN MENULIS SEORANG PELATIH
1. Tulislah semua tentang diri Kakak yang terkait Kakak sebagai calon Pelatih.
2. Tulisan Kakak adalah jawaban dari 5W2H (what, who, when, where, why, how, dan
hope).
3. Tulislah paling sedikit 12 alinea dengan jumlah 3 sampai 5 kalimat setiap alinea.
4. Kirim ke email pelatih pendamping masing – masing.
5. Ditunggu paling lambat besok pukul 17.00 WIB setelah materi ini ditayangkan
Jawaban :
Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Salam pramuka....
Mengawali pembahasan materi hari ini, ijinkan saya untuk memperkenalkan diri.
Seperti pepatah mengatakan, “Jika tak kenal, maka tak sayang”. Oleh karena itu perkenalkan
saya :
Nama : ABDULLOH FAUZI , S.Kom
Tempat Lahir : Jombang
Tanggal Lahir : 10 Januari 1981
Tinggi : 172 Cm
Berat : 65 Kg
Suku : Jawa
Agama : Islam
Alamat : Tebel, Bareng, Jombang, Jatim
No Hp/Wa : 085851973730
Email : [email protected]
Saya lahir di Jombang, di Dusun Jlopo Desa Tebel Kecamatan Bareng Kabupaten
Jombang 40 tahun yang lalu tepatnya 10 Januari 1981, dan di berinama oleh kedua orang tua
saya ABDULLOH FAUZI dan biasa di panggil DUL/FAUZI.
Saya pernah sekolah di RA AISYAH tahun 1988, kemudian melanjutkan MI Darul
Hikmah Tebel 1987 – 1993, dan melanjutkan di MTs Darussalam Ngoro tahun 1994-1996.
Kemudian SMA nya di SMA Islam Ngoro tahun 1997 – 1999, setelah itu saya melanjutkan
Pendidikan 1 tahun/D1 di IMKA Surakarta tahun 2000.
Di tahun 2001-2003 saya melanjutkan Pendidikan di STMIK Sinar Nusantara
Surakartauntuk jenjang D3 Jurusan Manajemen Informatika. Di tahun 2010 ini juga saya
melanjutkan S1 ke STMIK BU Tambakberas dengan jurusan Sistem Informasi.
Kiprah saya sebagai Pembina Pramuka dimulai akhir tahun 2014 Di bulan desember
tahun 2014, mengikuti KMD dari Kwarcab Jombang yang diselenggarakan di MTs Negeri 11
Jombang. Kemudian di bulan Oktober tahun 2015, mengikuti KML dari Kwarcab Jombang di
sekitar wilayah air terjun coban rondo Batu Malang.
Dan di masa pandemi covid-19 ini, bulan Desember 2020, Kwarda Jawa Timur
membuka Pelatihan Kursus Pelatih Dasar (KPD) Gerakan Pramuka secara daring (Online)
maupun luring (tatap muka) yang diselenggarakan secara serentak di beberapa Kwarcab
yang ada di Jawa Timur maupun luar jawa timur. Dengan bekal yang sudah saya miliki yaitu
telah melaksankan KML dan Narakarya Lanjutan, dan mendapat persetujuan dari Kwarcab
Jombang, serta syarat-syarat lainnya yang sudah dimiliki. Maka saya berniat untuk menjadi
Pelatih Pembina dengan mengikuti KPD Online dari Kwarda Jawa Timur ini yang
pelaksanaannya di Pusdiklat Tunggorono Jombang.
KMD Online yang di laksanakanselama 7 hari ini, dari Senin sampai Minggu, mulai
tanggal 7 Desember sampai 13 Desember 2020, saya berharap dapat mengikuti semua
kegiatan dengan sebaik mungkin. Mendapatkan ilmu, ketrampilan, wawasan dan pengalaman
yang bermanfaat bagi sendiri dan orang lain. Dan utamanya menjadi PELATIH PEMBINA
yang professional.
Didalam kegiatan kepramukaan, karakter kita dilatih untuk menjadi pribadi yang lebih
disiplin, bertanggungjawab, bermanfat bagi orang lain, bergotong royong dan bermusyawarah
untuk mengambil suatu keputusan. Dilatih untuk mengendalikan ego, merasa lebih baik dari
orang lain, dan sebagainya. Kenapa saya ingin jadi Pelatih ? itu dikarenakan ada beberapa
alasan, yaitu :
1. Ingin mendapat tambahan ilmu tentang kepramukaan, dengan ikut KPD ini saya
mendapatkan banyak ilmu dari Pelatih dari pengurus Kwarda Jatim, juga dari
pengurus Pusdiklatcab Jombang.
2. Mendapat lebih banyak teman, sahabat, disini saya bisa berteman dan bersahabat
dengan 16 peserta KPD yang lain, saling berbagi cerita, bekerjasama dan saling
membantu, sharing banyak hal dalam dunia kepramukaan.
3. Saya berharap dengan ilmu yang akan saya dapat disini, akan bisa saya kembangkan
di Gugus Depan saya dan di Kwartir Ranting Bareng, juga mungkin bisa diterapkan di
wilayah Kwarcab Jombang.
Dengan semangat belajar saya menyampaikan tentang pentingnya pengembangan diri
dengan memahami konsep 5W2H. Dalam proses pengembangan diri seseorang
membutuhkan usaha untuk meningkatkan potensi yang ada pada diri masing-masing pelatih.
Dalam konteks menganalisa sebuah permasalahan yang dihadapi pelatih, modifikasi
pertanyaannya bisa dibuat seperti contoh berikut :
1. What. Apa masalah yang akan dihadapi dalam melatih ? Dalam proses melatih dan
persiapannya, definisikan masalah utama dari proses pelatihan yang ingin dilakukan.
Biasanya, bagian ini didefinisikan oleh pelatih senior, dalam konteks melatih pembina
pramuka. Misalnya : Apa saja persiapan materi seorang pelatih. Definisi operasional
dari permasalahan ini bisa dijelaskan secara ringkas.
2. Who. Siapa target yang dihadapi ? Pihak yang dimaksud adalah target audience yang
dihadapi, target market, baik yang primer maupun sekunder. Misalnya dalam pelatih
dan pembina pramuka; orang tua, dan pembina. Target prosesnya adalah pembina di
gudep.
3. Why. Mengapa target harus mengadopsi perilaku yang dihadapikan ? Bagian ini
menjelaskan argumen, mengapa ia menjadi target utama yang dihadapi.
Misalnya mengapa para pembina tidak semangat dalam membina di gudepnya. Data
sekunder dan primer bisa disajikan untuk mendukung argumen ini.
4. When. Kapan permasalahan itu biasanya terjadi ? Waktu yang krusial dalam
mendukung terjadinya perilaku yang dipermasalahkan. Bagian ini berdasarkan
berbagai penelitian sebelumnya, atau perilaku ideal yang disarankan oleh para ahli.
Dalam contoh di atas, kapan Pelatih harus meningkatkan kwalitas dan mutu penyajian
dalam melatih. Data detail mengenai proses peningkatan kwalitas pelatih bisa
disajikan, beserta sumber yang kredibel/valid.
5. Where. Dimana permasalahan itu terjadi ? Mengacu pada konteks permasalahan
yang bisanya berupa perilaku, membutuhkan penjelasan yang detil kapan biasanya
terjadi.
Dalam contoh kasus ini, Dimana pelatih bisa meningkatkan kwalitas dan peningkatan
mutu nya. Intinya lokasi yang memungkinkan pelatih mengupgrade kwalitasnya.
6. How. Bagaimana proses terjadinya permasalahan tersebut ? Permasalahan yang akan
diatasi, harus dapat didefinisikan prosesnya, agar dapat dicarikan/ditemukan
solusinya. Semakin rumit perilaku yang disarankan, semakin besar tantangan yang
dihadapinya.
Dalam contoh ini, Bagaiamana upaya untuk meningkatkan kwalitas pelatih dan apa
saja masalah yang dihadapinya. Informasi tentang proses terjadinya permasalahan ini
harus sudah tersedia, baik dari referensi maupun wawancara dengan para pelatih.
7. Hope. Harapan dari peningkatan kwalitas pelatih apa ? sehingga bisa di definisikan
target dan tujuan dari batas minimal sampai maksimal, sehingga nantinya langka -
langkah yang akan di tempuh bisa terukur.
Dalam contoh : seorang pelatih yang belum mumpuni punya harapan supaya ada
peningkatan kwalitas yang terukur.
Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
Ihlas Bakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana
Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuhu.
Salam Pramuka......
Jombang, 9 Desember 2020
ABDULLOH FAUZI, S.Kom