PERANCANGAN FLIP BOOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SISWA SEKOLAH DASAR DI POJOK BACA SDN 09 BARINGIN MAKALAH TUGAS AKHIR untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelas Ahli Madya Informasi Perpustakaan dan Kearsipan DILLA RESTIKA PUTRI NIM 2020/20026028 DEPARTEMEN ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2023
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana pembelajaran dan proses belajar agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara (UUD No.20 Tahun 2003). Pendidikan pada masa kini seharusnya mampu meningkatkan kemampuan seseorang untuk dapat menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi (Putri, 2013). Dalam proses pembelajaran dibutuhkan sebuah media yang berfungsi sebagai alat bantu agar pembelajaran dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuannya. Media adalah bagian penting dari proses pembelajaran, media bukan hanya sekedar alat bantu pengajar saja., tetapi merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran. Penggunaan berbagai media dalam satu kegiatan pembelajaran bukan hanya sekedar selingan/pengisi waktu atau hiburan, melainkan mempunyai tujuan yang menyatu dengan pembelajaran yang sedang berlangsung. Media pembelajaran merupakan segala sesuatu (baik manusia, benda, atau lingkungan sekitar) yang dapat digunakan untuk menyampaikan atau menyalurkan pesan dalam pembelajaran sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan (Daryanto,
2010). Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah flipbook. Menurut Kalalo et al. (2021) flipbook adalah serangkaian gambar yang beragam dari satu laman ke laman berikutnya, ketika halaman dibuka dengan cepat gambar tersebut tampak teranimasi oleh beberapa gambar lain. Penggunaan media flipbook ini adalah sebagai salah satu alternatif media yang dapat digunakan saat pembelajaran karena siswa dapat mengakses buku bacaan dengan mudah. Media flipbook digunakan sebagai pengganti buku cetak karena flipbook adalah buku digital. Di era revolusi industri 4.0 teknologi semakin canggih dan berkembang. Pada era ini guru juga dapat menyediakan buku bacaan digital sehingga memudahkan siswa mengakses buku-buku bacaan kapan saja dan dimana saja untuk digunakan dalam melatih keterampilan dalam mengolah informasi. Secara umum, flipbook sebagai media pembelajaran memiliki keunggulan menarik. Pertama, mampu menyajikan materi yang beragam dan sangat variatif misalnya jika buku elektronik biasa hanya bisa menyajikan materi dalam bentuk teks dan disisipi gambar. Maka di dalam flipbook bisa lebih beragam lagi, mulai dari gambar biasa, kemudian video yang tinggal klik langsung berputar, animasi dan teks berjalan. Kedua, tampilan lebih atraktif dan menarik yaitu flipbook mampu menyuguhkan buku yang atraktif dan terlihat menarik, baik dari segi semua elemen yang bisa dimasukan ke dalamnya. Maupun dari segi permainan warna yang bisa dibuat kaya warna tanpa perlu usaha ekstra dari pembuatnya. Ketiga, proses pembuatan flipbook ini mudah karena flipbook dibuat dengan aplikasi khusus sehingga guru hanya perlu menyiapkan dokumen dalam format PDF. Dokumen ini
kemudian di import atau dimasukan ke aplikasi khusus tersebut dan selang beberapa detik flipbook sudah jadi. Keempat, harga flipbook yang tergolong murah dimana flipbook yang mudah dibuat dan tidak perlu dicetak. Menjadikannya bisa dijual dengan harga terjangkau, sehingga peserta didik tidak perlu keluar modal besar untuk memiliki atau mengaksesnya. Kelima, media flipbook ini tidak memenuhi memori perangkat kita karena aplikasi pembuat flipbook mayoritas menyediakan link sebagai hasil akhir, sehingga peserta didik yang membutuhkannya tidak perlu mengunduh dokumen. Cukup membuka link, baik lewat aplikasi maupun lewat browser. Keenam, meningkatkan penguasaan peserta didik terhadap hal yang abstrak dimana flipbook memungkinkan guru untuk menambahkan video dan animasi atau gambar bergerak di dalam halaman media pembelajaran. Lewat fitur ini maka flipbook memudahkan peserta didik untuk memahami materi yang abstrak. Misalnya, saat ada materi tentang perputaran bumi dan planet-planet mengelilingi matahari. Bagi anak SD tentu tidak ada gambaran jelas mengenai materi seperti ini. Sehingga di dalam flipbook bisa ditambahkan video. Flipbook merupakan salah satu media pembelajaran yang interaktif, karena dapat menyajikan buku digital seperti buku yang dapat dibolak-balik, dengan adanya flipbook diharapkan dapat meningkatkan literasi membaca siswa dan siswa dapat lebih aktif dalam melaksanakan kegiatan literasi. Literasi membaca siswa sangat penting untuk ditingkatkan karena pengalaman literasi siswa diyakini akan akan membentuk pondasi yang kuat dalam perkembangan membacanya, pengetahuan, keterampilan, serta sikap siswa menjadi dasar membaca dan menulis yang disebut dengan kemampuan literasi awal siswa (Sukma et al., 2019).
Literasi adalah kemampuan untuk membaca, menulis dan membangun komunikasi. Membaca salah satu kegiatan dalam berliterasi. Membaca merupakan keterampilan dalam proses pembelajaran karena membaca siswa dapat memperoleh berbagai sumber informasi. Literasi dapat menjadi sarana bagi siswa dalam mengenal dan memahami ilmu yang didapatkan di sekolah yang memiliki manfaat untuk meningkatkan nilai mata pelajaran dan meningkatkan kreativitas siswa dalam berpikir. Melalui membaca siswa dapat menyerap pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupannya. Literasi yang baik dapat mengasah kemampuan untuk menjadi beripikir secara kritis, kreatif, inovatif serta menumbuhkan budi pekerti siswa. Keterampilan berliterasi juga dapat mendorong siswa untuk bisa memahami informasi secara reflektif, analitis dan krisis. Oleh karena itu, bagi generasi muda harus sudah mulai menerapkan budaya membaca atau literasi. Pentingnya literasi dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan dan kemampuan siswa untuk memahami informasi secara jelas. Penguasaan literasi ini penting dalam mencapai kesuksesan. Dengan berliterasi siswa dapat mengembangkan wawasan seluas mungkin sehingga, semakin bertambahnya wawasan maka harapan bagi siswa dapat membawa dunia pendidikan Indonesia lebih maju. Kesenangan siswa pada buku akan senantiasa tercemin pada kemampuan literasinya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan Ibu Yuniel Fitri selaku wali kelas 4 SDN 09 Baringin dapat diperoleh informasi bahwa guru kelas dihadapkan dengan hambatan dalam menyampaikan materi pembelajaran karena kurangnya alat media sebagai bantuan. Apalagi dengan adanya perubahan kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka. Pada kurikulum ini siswa dan guru diberi kebebasan
dalam melakukan proses pembelajaran. Namun, selama ini para guru hanya mengandalkan buku sebagai proses belajar mengajar, sehingga pembelajaran tersebut menyebabkan siswa menjadi bosan dan tidak memperhatikan pelajaran yang disampaikan oleh guru. Bahkan ada siswa yang keluar masuk kelas serta berbicara sendiri saat guru menerangkan pelajaran. Guru berharap adanya media digital yang dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang menarik kepada siswa agar dapat membantu dalam pengajaran dan berlatih sehingga tujuan pembelajaran yang optimal dapat tercapai. Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka judul Tugas Akhir ini adalah “Perancangan Flipbook Sebagai Media Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar di Pojok Baca SDN 09 Baringin’’. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam tugas akhir ini adalah Bagaimana Perancangan Flipbook sebagai Media Pembelajaran di Pojok Baca SDN 09 Baringin. C. Tujuan Penulisan Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana Perancangan FlipBook sebagai Media Pembelajaran di Pojok Baca SDN 09 Baringin. D. Manfaat Penulisan Adapun manfaat dari penelitian ini dilaksanakan dapat dilihat dari dua sisi yaitu sebagai berikut :
1. Secara Teoritis, yaitu hasil penulisan ini dapat digunakan sebagai sumber informasi ilmiah dan dapat memberikan sumbangan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya tentang flipbook sebagai media pembelajaran. 2. Secara Praktis a. Bagi penulis, yaitu dapat menambah wawasan, pengalaman dan menjadi suatu wahana latihan pengembangan ilmu pengetahuan melalui kegiatan penelitian. b. Bagi SDN 09 Baringin, diharapkan dapat memanfaatkan flipbook ini dengan baik agar proses belajar mengajar lebih menarik dan menyenangkan serta dapat meningkatkan aktivitas siswa. c. Bagi Universitas Negeri Padang, yaitu untuk menambah koleksi bahan pustaka dan dapat dijadikan sebagai pedoman referensi bagi mahasiswa lain khususnya dalam pencarian informasi mengenai flipbook sebagai media pembelajaran. E. Tinjauan Pustaka 1. Media Pembelajaran a. Pengertian Media Pembelajaran Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pengirim kepada penerima, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat peserta didik untuk belajar. (Hamka, 2018) berpendapat bahwa media pembelajaran dapat didefinisikan sebagai alat bantu berupa fisik maupun nonfisik yang sengaja digunakan sebagai perantara antara tenaga pendidik dan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran agar
efektif dan efisien. Sehingga materi pembelajaran lebih cepat diterima peserta didik dengan utuh serta menarik minat peserta didik untuk belajar lebih lanjut. Menurut Steffi Adam dan Muhammad Taufik Syastra (2015) bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu baik berupa fisik maupun teknis dalam proses pembelajaran yang dapat membantu guru untuk mempermudah dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa sehingga memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Sedangkan menurut Haryoko (2012) media pembelajaran umumnya didefinisikan sebagai alat, metode, dan Teknik yang digunakan untuk lebih memudahkan komunikasi dan interaksi dalam proses pendidikan dan pengajaran yang lebih efektif. Berdasarkan teori di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan alat bantu dalam proses pembelajaran untuk mempermudah tercapainya tujuan pembelajaran serta tercipta suasana belajar yang efektif dan efisien. b. Manfaat Media Pembelajaran Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi guru diharapkan dapat memberikan materi pelajaran sesuai dengan kemajuan tersebut. Guru harus dapat menggunakan media pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Sehingga siswa dapat dengan mudah menerima pelajaran yang di berikan oleh guru. Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Tetapi secara lebih khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci.
Kemp dan Dayton (1985) mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran yaitu : (1) Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan, (2) Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik, (3) Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, (4) Efisiensi dalam waktu dan tenaga, (5) Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa, (6) Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, (7) Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar, (8) Merubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif. Manfaat media pembelajaran yang dinyatakan oleh Sudjana dan Rifai dalam Arsyad (2013, h. 28) dalam proses belajar siswa, yaitu: (1) Dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa karena pengajaran akan lebih menarik perhatian mereka. (2) Makna bahan pengajaran akan lebih jelas sehingga dapat dipahami siswa dan memungkinkan terjadinya penguasaan serta pencapaian tujuan pengajaran, (3) Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata didasarkan pada komunikasi verbal melalui kata-kata. Dengan menggunakan media maka metode mengajar akan berbeda disesuaikan dengan materi ajar yang akan diberikan, (4) Siswa lebih banyak melakukan aktivitas selama kegiatan belajar, tidak hanya mendengarkan tetapi juga mengamati, mendemonstrasiskan, melakukan langsung dan memerankan. Dari pendapat diatas media pembelajaran sangat bermanfaat dalam proses pembelajaran, dengan penggunaan media yang beragam dan menarik diharapkan siswa dapat menangkap bahan ajar dengan cepat. Selain itu juga dapat
menghilangkan kejenuhan siswa saat belajar dan lebih menarik perhatian siswa agar tetap fokus pada pelajaran yang diberikan oleh guru. 2. Flipbook a. Pengertian Flipbook Flipbook diambil dari sebuah mainan anak-anak yang berisi serangkaian gambar yang berbeda-beda, jika dibuka dari halaman yang satu ke halaman lain akan memperlihatkan bahwa gambar-gambar tersebut seakan-akan bergerak (Ramdayana, 2014). Ramdayana menambahkan, perpindahan halaman dapat dilakukan dengan melakukan drag halaman seperti jari kita yang membalik sebuah halaman buku, dan bersamaan dengan proses draging halaman terlipat secara real seperti kertas yang sedang ditekuk. Menurut website animasi Teknokids dalam Diena, (2010) Flipbook adalah salah satu jenis animasi klasik yang dibuat dari setumpuk kertas menyerupai buku tebal, pada setiap halamannya di gambarkan proses tentang sesuatu yang nantinya proses tersebut terlihat bergerak atau beranimasi. Penggunaan media Flipbook dapat meningkatkan berfikir kreatif siswa dan juga dapat mempengaruhi prestasi atau hasil belajar siswa (Ramdania, 2013). Riyanto (2011) menyatakan flipbook adalah teknologi buku digital atau e-book tiga dimensi yang saat ini banyak diminati oleh masyarakat. Dikatakan tiga dimensi, karena memang sekilas buku elektronik satu ini mampu menyuguhkan banyak unsur menarik. Seperti penambahan video yang dengan satu kali klik maka akan berputar. Desain tampilan buku digital yang kini banyak diminati masyarakat adalah buku digital dengan teknologi e-book tiga dimensi yang dikenal dengan
flipbook, dimana halaman sudah bisa dibuka seperti membaca buku di layar monitor (Riyanto et al. 2012).. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan dengan adanya flipbook dapat menunjang proses pembelajaran menjadi lebih efektif lagi. Flipbook dirancang semenarik mungkin agar siswa tertarik dan bersemangat saat pembelajaran berlangsung. b. Kelebihan dan Kekurangan Flipbook Kelebihan dari flipbook adalah (1) Dapat menghilangkan kejenuhan saat belajar, karena media yang digunakan lebih menarik, (2) Flipbook mudah diakses, dapat digunakan dimana saja, (3) Dapat meningkatkan efektivitas belajar, (4) Mampu menyajikan materi yang beragam. (5) membantu meningkatkan penguasaan siswa terhadap hal-hal abstrak atau peristiwa yang tidak bisa dihadirkan dalam kelas (Andarini et al, 2013). Adapun kekurangan dari flipbook adalah hanya bisa digunakan perindividu atau kelompok kecil, yaitu hanya sampai 4-5 orang (Wahyuliyani et al, 2014) 3. Pojok Baca Pojok baca merupakan pemanfaatan sudut ruang kelas sebagai tempat koleksi buku dari para siswa di tiap-tiap kelas (Nugroho, 2016: 145). Pojok sama seperti seperti perpustakaan namun dalam skala kecil dan dibuat di pojokan kelas masingmasing sehingga siswa dapat mengakses dengan mudah, selain itu menumbuhkan rasa nyaman siswa berada dalam kelas sehingga menjadi suatu kebiasaan. Anakanak pada dasarnya memiliki minat dalam membaca, namun daya bacanya yang kurang sehingga timbul rasa bosan dan enggan untuk membaca.
Kemendikbud (2018) menjelaskan bahwa pojok baca merupakan sebuah ruangan yang terletak di sudut ruangan kelas yang dilengkapi dengan koleksi buku dan berperan sebagai perpanjangan fungsi perpustakaan. Sedangkan menurut Gipayana (2011: 2) pojok baca didefinisikan sebagai sebuah ruang yang menyediakan buku-buku dengan jumlah banyak atau sedikit untuk dibaca , dipinjam, dan untuk melakukan aktivitas pembaca. Pojok baca berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pojok baca merupakan sebuah sudut yang berisikan kumpulan buku-buku baik itu buku pelajaran maupun non pelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh siswa sebagai media belajar dan dapat memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan. Dengan adanya pojok baca diharapkan siswa menjadi legih gemar membaca dan dapat menciptakan kegiatan Gerakan literasi sekolah (GLS). F. Metode Penulisan 1. Jenis Penulisan Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan makalah tugas akhir ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat- sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki (Nasir, 2002 :61). Pendekatan kualitatif menghasilkan data deskriptif berupa katakata tertulis atau lisan dari orang- orang dan perilaku yang diamati. Penulisan ini menggambarkan situasi sebenarnya guna untuk mendukung penyajian data.
2. Obyek Kajian Obyek kajian dalam penulisan tugas akhir ini adalah SDN 09 baringin yang terletak di Kabupaten Tanah Datar tepatnya di Kecamatan Lima Kaum, Baringin. Pengumpulan data ini melalui observasi dan wawancara langsung dengan guru di Sekolah Dasar Negeri 09 Baringin. 3. Pengumpulan Data Pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis dalam penulisan tugas akhir diperoleh dengan berbagai cara yaitu : (1) Observasi, penulis menggunakan teknik ini untuk mengumpulkan data yang dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung tentang keadaan yang terjadi, untuk membuktikan suatu kebenaran dari penelitian di Sekolah Dasar Negeri 09 Baringin. (2) Wawancara, pengumpulan data dengan Teknik wawancara dilakukan dengan bertatap muka secara langsung antara pewawancara dan narasumber untuk mengumpulkan fakta mengenai data yang dibutuhkan penelitian. (3) Dokumentasi, dokumentasi merupakan pelengkap metode observasi dan wawancara, digunakan untuk mengumpulkan data berupa gambar atau foto, rekaman dan hal lain yang diperlukan untuk penelitian. 4. Tahapan Kerja Berikut tahapan kerja tentang Perancangan Flipbook sebagai Media Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar di Pojok Baca SDN 09 Baringin.
Gambar diatas merupakan tahapan kerja Perancangan Flipbook sebagai Media Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar di Pojok Baca SDN 09 Baringin. Tahapan ini terdiri dari beberapa tahapan diantaranya, (1) Identifikasi Pengguna, pada tahap ini penulis mencari tau apakah flipbook berguna kedepannya bagi siswa; (2) Pengumpulan Informasi, dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi; (3) Pengolahan data, disini penulis mengumpulkan data-data tentang pembelajaran yang dilaksanakan oleh siswa; (4) Desain dan Pembuatan Flipbook, Pada tahap desain penulis merancang materi yang sudah ada mencari menarik dan bagus agar diminati siswa; (5) Setelah desain selesai penulis aplikasikan hasil flipbook pada saat pembelajaran berlangsung, Setelah itu Wali kelas melakukan Observasi Wawancara Dokumentasi Identifikasi Pengguna Pengumpulan Informasi Pengolahan Data Desain dan Pembuatan Digital Flipbook Review dan Evaluasi Produk Produk Jadi : Digital Flipbook
review dan evaluasi terhadap produk yang penulis hasilkan; (6) Flipbook jadi, siap digunakan untuk membantu proses pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA Mustofa Abi Hamid, R. R. (2020). Media Pembelajaran. Yayasan Kita Menulis. Jalinus, N. (2016). Media dan Sumber Pelajaran. Kencana. Dendik Udi Mulyadi, S. W. (2016). Pengembangan Media Flash Flipbook untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kreatif Siswa Dalam Pembelajaran IPA di SMP. Jurnal Pembelajaran Fisika. Dina Rahayu, R. A. (2021). Penerapan Media Pembelajaran Flipbook Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Indonesia Journal of Mathematics and Natural Science Education, Vol 2, No 2, Vol 2. No 2,105- 114. Hijrawatil Aswat, N. G. (2020). Analisis Gerakan Literasi Pojok Baca Kelas terhadap Eksistensi Dayabaca Anak di Sekolah Dasar, vol 4(1). Jurnal Basicedu, 70-78. Lilik binti Mirnawati, R. A. (2022). Penerapan Media Flipbook untuk Meningkatkan Literasi Membaca Siswa SD. Jurnal pemikiran dan pengembangan Sekolah Dasar, 22-38. Rozie, F. (2018). Persepsi guru sekolah dasar tentang penggunaan media pembelajaran sebagai alat bantu pencapaian tujuan pembelajaran. Widyagogik: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Sekolah Dasar, Vol 5(2), 99. Sarah Rizqi Ramadhina, K. P. (2022). Pengembangan E-Modul Berbasis Aplikasi Flipbook di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu. Widya Nindia Sari, M. A. (2021). Pengembangan Media Pembelajaran Flipbook di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 2819-2826.