M a ri B e r m ain Mari Bermain Permainan Tradisional Anak Minangkabau Layang-layang, Sipak tekong, Kalereang, Congkak, Badia balantak, Cik mancik Dilla Restika Putri Laya ng - l aya ng, S ip ak t e ko ng, Kal e r e a ng, C o ngkak, B a di a b al a nt ak, C ik ma n c ik
KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya ,sehingga penulis dapat menyelesaikan produk berupa buku elektronik mengenai permainan tradisional anak Indonesia. Buku dirancang untuk meningkatkan minat baca siswa dan memperkenalkan permainan tradisional yang ada di Indonesia. Adapun permainan yang diperkenalkan antara lain yaitu : (1) layang-layang, (2) sipak tekong, (3) Kalereang, (4) Congkak, (5) Badia balantak, (6) Cik mancik. Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yan telah membantu menyelesaikan produk ini. Penulis menyadari buku ini masih banyak kekurangan. Semoga buku elektronik ini dapat memberikan manfaat dan berguna bagi siswa. i
DAFTAR ISI Kata Pengantar................................................................................i Daftar Isi...........................................................................................ii Permainan Tradisional Anak Minangkabau.........................1 Layang-layang.......................................................................2 Sipak Tekong..........................................................................4 Kalereang.................................................................................6 Congkak....................................................................................7 Badia Balantak........................................................................8 Cik Macik...................................................................................9 Penutup............................................................................................11 Daftar Pustaka...............................................................................12 Profil Penulis........................................................................................13 ii
Apa itu permainan tradisional ? suatu aktivitas yang dilakukan oleh beberapa anak untuk mencari kesenangan yang dapat membentuk proses kepribadian anak dan membantu anak mencapai perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional dan moral. Saat ini permainan tradisional tidak sepopuler dulu lagi. Hal ini disebabkan oleh teknologi yang masuk, juga disebabkan tidak ada lagi generasi penerus yang tertarik kepada permainan yang dinilai sudah kuno dan tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. Bermain bagi anak merupakan caranya untuk menjelajahi dunianya, dari yang tidak dikenali sampai pada yang diketahui, dan dari yang tidak dapat diperbuatnya sampai mampu melakukannya PERMAINAN TRADISIONAL ANAK MINANGKABAU 1
LAYANG-LAYANG Layangan merupakan lembaran kertas minyak yang berkerangka dan diterbangkan oleh pemain ke udara di area yang lapang. Layang-layang memiliki seutas benang yang dipegang pemain untuk mengendalikan layang-layang. Permainan ini memanfaatkan kekuatan angin untuk menerbangkannya Layangan menjadi permainan tradisional Indonesia yang seru untuk dimainkan bersamateman-teman. Layangan ini populer di kalangananak laki-laki. Aturan dalam permainan ini adalapemain yang layangannya putus lebih awal akanmenjadi milik pemain yang layangannya belumputus. 2
Heyyy liat layangan itu!!! 3
SIPAK TEKONG Permainan tradisional Sipak Tekonga dalah permainan yang telah diturun-temurunkan oleh masyarakat Indonesiasejak dahulunya. Sipak dalam bahasa Minangkabau berarti menendang, sedangkan tekongadalah sejenis kaleng.Oleh karena itu, permainan sipak tekong ini adalah permainan yang menggunakan kalenguntuk ditendang oleh pemain. Permainan ini berbentuk sebuah permainan petak umpet yaitu ada yang bersembunyi dan ada yang mencari 4
1,2,3,4,5....... ssttttt diam !!! nanti kita ketahuan 5
KALEREANG Kelereng adalah permainan yang bisa dimainkan secara ramai-ramai, baik individu melawan individu, maupun kelompok melawan kelompok. Ukuran kelereng umumnya memiliki diameter ½ inci atau 1,25 cm dari ujung ke ujungnya. Permainan kelereng biasanya dilakukan di lapangan terbuka, karangan rumah dan sebagainya. Jumlah pemain 2 atau lebih. Permainan ini dimainkan oleh anak laki dan anak perempuan , tetapi cenderung lebih sering anak laki-laki yang memainkannya. 6
CONGKAK Congkak adalah permainan yang biasa dilakukan oleh anak perempuan yang dimainkan dengan cara mengumpulkan buah sebanyak-banyaknya, bermain congkak bisa dilakukan didalam maupun diluar ruangan. Peralatan yang digunakan dalam permainan ini berupa 1 buah papan congkak dengan 14 lubang dan 2 buah lumbung 98 buah cangkang kerang kecil atau kuciang-kuciang yang biasa disebut masyarakat minangkau. Permainan ini biasanya digemari oleh anak-anak perempuan dari usia 5 sampai dengan 15 tahun, dengan jumlah pemain sebanyak 2 orang 7
BADIE BALANTAK Badie balantak merupakan permainan perang-perangan yang dimainkan oleh anak laki-laki. Badie (bedil) biasanya terbuat dari batang aua (aur) yaitu bambu lompat tali berukuran kecil yang memiliki lubang atau rongga, bagian ruasnya dibuang , bagian ini disebut dengan induak (induk) badie. Anak badie terbuat dari batang bambu atau kayu yang dibentuk sehingga bisa masuk kedalam lubang/rongga induk badie. Panjang induk badie lebih kurang 30 cm dan anak badie 40 cm termasuk dengan tangkainya 8
CIK MANCIK Permainan cik mancik dimainkan oleh anak-anak lebih dai 3 orang, diawali dengan hompimpa untuk menentukan siapakah yang akan menjadi "kucing" (pencari temannya saat bersembunyi). Si ucing menghitung dari satu sampai sepuluh, sampai teman-temannya selesai bersembunyi. setelah selesai barulah si ucing mencari keberadaan teman yang bersembunyi. 9
kaburrrrrr ayo larii jangan sampai ketinggalan 10
penutup KESIMPULAN Permainan tradisional anak Minangkabau adalah warisan budaya yang berharga yang telah dilestarikan selama berabad-abad. Mereka memiliki peran penting dalam mempromosikan interaksi sosial, kebugaran fisik, serta pembelajaran dan pemahaman nilai-nilai tradisional. Melalui permainan tradisional seperti layang-layang, sipak tekong, kalereang, congkak, badia balantak, dan cik mancik anak-anak Minangkabau belajar tentang kerjasama, strategi, dan keterampilan motorik. Selain itu, permainan ini mempromosikan budaya Minangkabau yang kaya dan melestarikan nilai-nilai seperti rasa hormat terhadap sesama, keberanian, dan semangat persaudaraan. SARAN Dengan dirancangnya produk berupa buku elektronik ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca siswa dan dapat menambah wawasan siswa mengenai permainan tradisional yang ada di Minangkabau i1i1
12 Delima, D., Tisnawati, T., & Herwati, H. (2022). Pengembangan Buku Permainan Tradisional Minangkabau Terhadap Optimalisasi Kecerdasan Psikososial Anak Usia Prasekolah. Jurnal Basicedu, 6(6), 10189-10196. Nataliya, P. (2015). Efektivitas penggunaan media pembelajaran permainan tradisional congklak untuk meningkatkan kemampuan berhitung pada siswa sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 3(2), 343-358. Rahmawati, C. (2018). Perancangan Flap Book Sebagai Sarana Pengenalan Permainan Tradisional Indonesia Untuk Anak Usia 7-10 Tahun (Doctoral dissertation, State University of Surabaya). Velini, R. S., & Suryadi, M. (2023). Usaha Pemertahanan Bahasa Minangkabau melalui Permainan dan Tradisi Budaya Lokal di Kota Padang, Sumatera Barat. Jurnal Sastra Indonesia, 12(1), 71-80. DAFTAR ISI
Dilla Restika Putri, panggilan Dilla. Lahir di Batusangkar, 11-03-2001. Alamat di batusangkar. Sedang menyelesaikan pendidikan di Universitas Negeri Padang dengan program studi Informasi Perpustakaan dan Kearsipan. Telah menamatkan pendidikan di SDN 20 Kampung Baru, SMP 2 Batusangkar, dan SMKN 1 Batusangkar. PROFIL PENULIS 13