KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt., karena atas limpahan
rahmat dan karunia-Nya lah sehingga kami dapat menyelesaikan E-book Sejarah
ini sesuai waktunya.
Kami mencoba berusaha menyusun E-book ini sedemikian rupa dengan
harapan dapat membantu pembaca dalam memahami pelajaran Sejarah yang
merupakan judul dari E-book kami, yaitu “ASEAN (Association of South East
Nation)”. Disamping ini dapat dijadikan bekal pengetahuan untuk melangkah ke
jenjang yang lebih tinggi lagi.
Kami menyadari bahwa didalam pembuatan E-book sejarah ini masih ada
kekurangan sehingga kami berharap saran dan kritik dari pembaca sekalian
khususnya dari guru mata pelajaran PKn agar dapat meningkatkan mutu dalam
penyajian berikutnya.
Akhir kata kami ucapkan terima kasih.
Pangkalan Bun, 25 November 2021
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..........................................................................................
DAFTAR ISI.........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................
1. Latar Belakang.............................................................................................
2. Tujuan Penulisan .........................................................................................
3. Masalah........................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................
1. Latar Belakang Terbentuknya ASEAN.....................................................
2. Negara-Negara Anggota ASEAN ............................................................
3. Lambang ASEAN .....................................................................................
4. Tujuan Dibentuknya ASEAN ..................................................................
5. Struktur Organisasi ASEAN .....................................................................
6. Kerja Sama ASEAN..................................................................................
7. Keuntungan Indonesia dengan Bergabung Dalam ASEAN......................
BAB III PENUTUP ............................................................................................
1. Kesimpulan ...............................................................................................
2. Saran..........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Adakalanya tingkah laku binatang menjadi inspirasi bagi manusia.
Bahkan, yang kecil sekalipun, seperti semut.suatu waktu kamu pasti pernah
melihat sekelompok semut mampu mengangkut benda yang besar. Jika
hanya seekor semut mampu mengangkut benda itu, pasti tidak kuat.
Kejadian itu menjadi contoh bagi orang, masyarakat, bahkan negara. Inti
kejadian tersebut adalah kerja sama. Sebuah negara kecil dapat menjadi kuat
bila saling bekerja sama dengan negara-negara kecil lainnya. Contoh yang
lebih nyata adalah negara-negara Asia Tenggara.
Karena adanya masalah yang terjadi di Asia Tengga, sehingga negara-
negara yang merupakan anggota Asia Tenggara bersatu dan membentuk
organisasi yang dinamakan ASEAN (Asociation of South East Asian
Nation). ASEAN merupakan perhimpunan bangsa-bangsa di Asia Tenggara
yang didirikan pada tanggal 8 Agustusb1967 di Bangkok, Thailand, melalui
penandatanganan Deklarasi Bangkok oleh Menteri Luar Negeri Filipina,
Indonesia Malaysia, dan Singapura.
2. Tujuan
Tujuan pembuatan E-book ini adalah untuk memperluas wawasan kita
tentang hal-hal yang dikaji dalam masalah ini. Di mana dalam E-book ini
telah dikaji tentang salah satu organisasi yang berperan dalam meningkatkan
hubungan internasional, yaitu ASEAN (Asociation of South East Asian
Nation).
3. Masalah
Adapun masalah yang akan dibahas dalam masalah ini, yaitu:
Bagaimana latar belakang terbentuknya ASEAN?
Negara-negara manakah yang merupakan anggota ASEAN?
Jelaskan tentang lambang ASEAN?
Jelaskan tujuan dibentuknya ASEAN?
Sebutkan struktur organisasi ASEAN?
Bagaimana kerja sama ASEAN?
Apa keuntungan Indonesia dengan bergabung dalam ASEAN?
BAB II
PEMBAHASAN
1. Latar Belakang Terbentuknya ASEAN
Negara-negara yang termasuk dalam wilayah Asia Tenggara adalah
Indonesia, Malaysia, Filiphina, Myanmar, Singapura, Brunei Darussalam,
Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Laos.
Letak Asia Tenggara sangat trategis. Kekayaan alamnya sangat melimpah.
Ini membuat bangsa lain menjadi iri dan ingin menguasainya. Buktinya, sejak
abad ke-15 bangsa Eropa sudah mengacak-acak Asia Tenggara. Spanyol,
Portugis, Inggris, Prancis, Amerika Serikat, dan Belanda ke Asia Tenggara
tidak hanya ingin berdagang. Penjajahan bangsa Inggris atas Malaysia,
Singgapura, Myanmar dan Indonesia. Penjajahan bangsa Spanyol dan Amerika
Serikat atas Filipina, penjajahan bangsa Belanda atas Indonesia, penjajahan
bangsa Prancis atas Laos, Kampuchea, dan Vietnam, serta penjajahan bangsa
Portugis atau Timor-Timur adalah contoh nyata betapa besar keinginan bangsa
Eropa dan Amerika menguasai Asia Tenggara.
Negara-negara yang dijajah tersebut akhirnya dapat melepaskan diri dari
penjajahan. Mereka merasa senasib dan memiliki banyak persamaan.
Persamaan-persamaan tersebut menimbulkan perasaan setia kawan. Akirnya,
ada lima negara di wilayah Asia Tenggara sepakat untuk membentuk sebuah
organisasi. Kelima negara tersebut adalah Indonesia, Malaysia, Thailand,
Singapura, dan Filiphina.
Pada tanggal 5-8 Agustus 1967 kelima negara tersebut mengadakan
pertemuan di tepi pantai Bangsaem, Bangkok, Thailand. Pertemuan tersebut
dihadiri oleh lima orang yang merupakan wakil dari lima negara. Kelima orang
tersebut sebagai berikut.
1) Adam Malik; Menteri Presidium Urusan Politik/Menteri Luar Negeri
Indonesia.
2) Tun Abdul Razak; Wakil Perdana Menteri Pembangunan Malaysia.
3) Thanat Khoman; Menteri Luar Negeri Thailand.
4) S. Rajaratnam; Menteri Luar Negeri Singapura.
5) Narciso Ramos; Menteri Luar Negeri Filiphina.
Pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand dan melauli
penandatanganan Deklarasi Bangkok oleh Menteri Luar Negei Filiphina,
Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura, maka dibentuklah sebuah
organisasi, yaitu ASEAN (Association of South East Asian Nation).
2. Negara-negara Anggota ASEAN
Mula-mula anggota ASEAN hanya lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia,
Thailand, Singapura, dan Filiphina. Pada tanggal 7 Januari 1984, negara Brunei
Darussalam menjadi anggota keenam ASEAN. Selanjutnya, pada tanggal 28
Juli 1995, negara Vietnam menjadi anggota kedelapan dan kesembilan ASEAN
pada tanggal 23 Juli 1997. Kamboja tidak mau ketinggalan. Negara ini
bergabung menjadi anggota kesepuluh ASEAN pada tanggal 6 Desember 1998.
Pada saat ini, kesepuluh negara di Asia Tenggara itulah yang menjadi anggota
ASEAN.
3. Lambang ASEAN
Seperti halnya organisasi lainnya, ASEAN juga mempunyai lambang.
Adapun lambang ASEAN yang dilukiskan atau digambarkan sebagai berikut.
Penjelasan mengenai simbol tersebut, adalah:
1) Lingkaran, mengandung arti kesatuan ASEAN. Dalam logo ASEAN
terdapat dua buah lingkaran, yaitu lingkaran luar dan lingkaran dalam.
Lingkaran luar berwarna biru melambangkan perdamaian dan stabilitas.
Lingkaran dalam berwarna putih melambangkan kesucian dan ketulusan.
2) Batang padi berjumlah sepuluh, melambangkan jumlah anggota ASEAN.
Warna kuning padi tersebut melambangkan kemakmuran.
3) Tulisan ASEAN dan lingkaran lambang berwarna biru, melambangkan
keteguhan dan kedinamisan.
Secara keseluruhan lambang ASEAN menggambarkan hal-hal berikut:
1) Solidaritas dan kesepakatan ASEAN
2) Keterikatan dalam kerja sama demi kemakmuran rakyat negara-negara
ASEAN.
3) Setia pada perdamaian dan stabilitas kawasan ASEAN dan dunia
umumnya.
4. Tujuan Dibentuknya ASEAN
Tujuan pembentukan ASEAN tertuang dalam piagam ASEAN yang
memuat hal-hal sebagai berikut:
1) Memelihara dan meningkatkan perdamaian, keamanan, dan stabilitas
serta lebih memperkuat nilai-nilai yang berorientasi pada perdamaian di
kawasan;
2) Meningkatkan ketahanan kawasan dengan memajukan kerja sama politik,
keamanan, ekonomi, dan sosial budaya yang lebih luas;
3) Mempertahankan Asia Tenggara sebagai Kawasan Bebas Senjata Nuklir
dan bebas dari semua jenis senjata pemusnahan massal lainnya;
4) Menjamin bahwa rakyat dan negara-negara Anggota ASEAN hidup
damai dengan dunia secara keseluruhan di lingkungan yang adil,
demokratis, dan harmonis.
5) Menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang stabil, makmur,
sangat kompetitif, dan terintegrasi secara ekonomis melalui fasilitas yang
efektif untuk perdagangan dan investasi, yang di dalamnya terdapat arus
lalu lintas barang, jasa-jasa dan investasi yang bebas, terfasilitasinya
pergerakan pelaku usaha, pekerja profesional, pekerja berbakat dan
buruh, arus modal yang lebih bebas.
6) Mengurangi kemiskinan dan mempersempit kesenjangan pembangunan
di ASEAN melalui bantuan dan kerja sama timbal balik
7) Memperkuat demokrasi, meningkatkan tata kepemerintahan yang baik
dan aturan hukum, dan memajukan serta melindungi hak asasi manusia
dan kebebasan-kebebasan fundamental, dengan memperhatikan hak-hak
dan kewajiban-kewajiban dan negara-negara anggota ASEAN.
8) Menanggapi secara efektif, sesuia dengan prinsip keamanan menyeluruh,
segala bentuk ancaman, kejahatan lintas negara dan tantangan lintas
batas.
9) Memajukan pembangunan berkelanjutan untuk menjamin perlindungan
lingkungan hidup di kawasan, sumber daya alam yang berkelanjutan,
pelestarian warisan budaya, dan kehidupan rakyat yang berkualitas
tinggi.
10) Mengembangkan sumber daya manusia melalui kerja sama yang lebih
erat di bidang pendidikan dan pembelajaran dan sepanjang hayat, serta
di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk pemberdayaan rakyat
ASEAN dan penguatan komunitas ASEAN.
11) Meningkatkan kesejahteraan dan penghidupan yang layak bagi rakyat
ASEAN melalui penyediaan akses yang setara terhadap peluang
pembangunan sumber daya manusia, kesejahteraan sosial, dan keadilan.
12) Memperkuat kerja sama dalam membangun lingkungan yang aman dan
terjamin bebas dari narkotika dan obat-obat terlarang bagi rakyat
ASEAN.
13) Memajukan ASEAN yang berorientasi kepada rakyat yang di dalamnya
seluruh lapisan masyarakat didorong untuk berpartisipasi dalam, dan
memperoleh manfaat dari, proses integrasi dan pembangunan komunitas
ASEAN.
14) Memajukan identitas ASEAN dengan meningkatkan kesadaran yang
lebih tinggi akan keanekaragaman budaya dan warisan kawasan.
15) Mempertahankan sentralitas dan peran proaktif ASEAN sebagai
kekuatan penggerak utama dalam hubungan dan kerja samanya dengan
para mitra eksternal dalam arsitektur kawasan yang terbuka, transparan,
dan inklusif,
Tujuan ASEAN tercantum dalam Deklarasi Bangkok, yaitu:
Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan
perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.
Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional.
Meningkatkan kerja sama di bidang pertanian, industri, perluasan
perdagangan, perbaikan sarana pengangkutan dan komunikasi, serta
peningkatan taraf hidup rakyat.
Memelihara kerja sama dengan organisasi-organisasi internasional dan
regional agar semakin mempererat anggota ASEAN.
Secara singkat dapat disebutkan bahwa maksud dan tujuan didirikan
ASEAN adalah untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial,
budaya, dan politik, serta mewujudkan ketertiban dan perdamaian di kawasan
Asia Tenggara.
5. Struktur Organisasi ASEAN
Struktur lembaga dan mekanisme di ASEAN, antara lain sebagai beikut:
1) Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN sebagai pengambil keputusan
utama yang akan memberikan arah kebijakan KTT doselenggarakan
minimal 2 kali setahun, KTT merupakan pertemuan tinggi dalam
ASEAN yang dihadiri oleh kepala negara ASEAN.
2) Dewan koordinasi ASEAN (ASEAN Coordinating Council) yang terdiri
dari para Menteri Luar Negeri ASEAN dengan tugas mengkoordinasi
Dewan Komunitas ASEAN (ASEAN Coordinating Community
Courcils).
3) Dewan komunitas ASEAN (ASEAN Communiti Courcil) dengan ketiga
pilar komunitas ASEAN yakni Dewan Komunitas Politik Keamanan
ASEAN (ASEAN Political-Security Community Council/APSCC), dan
Dewan Komunitas Sosial Budaya (ASEAN Socio Cultural Community
Council/ASCC).
4) Badan-badan Sektoral Tingkat Menteri (ASEAN Sectoral Ministerial
Bodies).
5) Komite Wakil Tetap (Committee of Permanet Representatives) yang
terdiri dari wakil tetap negara ASEAN, pada tingkat duta besar dari
berkedudukan di Jakarta.
6) Sekretaris Jenderal ASEAN yang dibantu oleh empat orang wakil
sekretaris jenderal dan sekretariat ASEAN.
7) Sekretariat Nasional ASEAN yang dipimpin oleh pejabat senior untuk
melakukan koordinasi internal di masing-masing negara ASEAN.
8) ASEAN Human Rights Body, yang akan mendorong perlindungan dan
promosi HAM di ASEAN.
9) Yayasan ASEAN (ASEAN Foundation), yang akan membantu sekjen
ASEAN dalam meningkatkan pemahaman mengenai ASEAN, termasuk
pembentukan identitas ASEAN.
6. Kerja Sama ASEAN
Hubungan kerja sama ASEAN saat ini meliputi kerja sama di bidang
ekonomi, sosial budaya, dan politik pertahanan.
1) Kerja Sama Ekonomi
Kerja sama ekonomi ASEAN ditujukan untuk menghilangkan hambatan-
hambatan ekonomi dengan cara saling membuka perekonomian negara-negara
anggota dalam menciptakan kesatuan ekonomi kawasan. Kerja sama ekonomi
mencakup berbagai kerja sama di sektor perindustrian, perdagangan, dan
pembentukan kawasan perdagangan bebas di ASEAN (AFTA).
2) Kerja Sama di Bidang Sosial Budaya
Kerja sama fungsional dalam ASEAN meliputi bidang-bidang
kebudayaan, penerangan, pendidikan, lingkungan hidup, ilmu pengetahuan dan
teknologi, penanganan bencana alam, kesehatan, ketenagakerjaan,
pembangunan sosial, pengatasan kemiskinan, pemberdayaan perempuan,
kepemudaan, penanggulangan narkoba, serta peningkatan administrasi dan
kepegawaian publik.
3) Kerja Sama Politik dan Keamanan
Kerja sama ini ditujukan untuk menciptakan keamanan, stabilitas dan
perdamaian khususnya di kawasan ASEAN dan umumnya di dunia. Kerja
sama dalam bidang politik dan keamanan dilakukan menggunakan alat politik,
seperti berikut ini.
a. Kawasan Damai, Bebas dan Netral (Zone of Peace, Freedom and
Neutrality/ZOPFAN);
b. Trakat Persahabatan dan Kerja Sama (Treaty of Amity and
Cooperation/TAC in Southeast Asia);
c. Kawasan Bebas Senjata Nuklir di Asia Tenggara (Trety on Southeast
Sia Nuclear weapon-Free Zone/SEANWFZ);
Selain ketiga intrumen politik tersebut, terdapat pula forum kerja sama
dalam bidang politik dan keamanan yang disebut ASEAN Regional Forum
(ARF). Beberapa bentuk kerja sama politik dan keamanan di ASEAN, antara
lain sebagai berikut:
a. Trakat Bantuan Hukum Timbal Balik di Bidang Pidana (Treaty on
Mutual Legal Assistance in Criminal Matters/MLAT).
b. Konvensi ASEAN tentang pemberantasan terorisme (ASEAN
Convention on Counter Terorism/ACCT).
c. Pertemuan para menteri pertahanan (Defence Ministers
Metting/ADMM).
d. Penyelesaian sengketa laut cina selatan.
e. Kerja sama pemberantasan kejahatan lintas negara yang mencangkup
pemberantasan terorisme, perdagangan obat terlarang, pencucian uang,
penyelundupan dan perdagangan senjata ringan dan manusia, bajak
laut, kejahatan internet, dan kejahatan ekonomi internasional.
f. Kerja sama di bidang hukum, bidang imigrasi dan kekonsuleran, serta
kelembagaan antarparlemen.
Sebagai sebuah organisasi regional di kawasan Asia Tenggara yang
bersifat non militer dan non politik, ASEAN telah mampu menciptakan
stabilitas, perdamaian, dan keteraturan di kawasan sehingga membanu
Indonesia untuk melanjutkan progam-progam pembangunan di segala
bidang dan mendorong Indonesia untuk menjadi bangsa yang lebih maju.
Pada intinya hubungan Indonesia dengan ASEAN saling menguntungkan.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
ASEAN (Assiciation of South East Asian Nation) merupakan organisasi
regional di kawasan Asia tenggara. ASEAN didirikan oleh bangsa-bangsa
asia tenggara atas dasar persamaan nasib dan kepentingan bersama. Lima
negara yang sepakat menjadi pelopor membentuk ASEAN adalah Indonesia,
Malaysia, Thailand, dan Filiphina. Organisasi ini didirikan pada tanggal 8
Agustus 1967 di Bangkok, Thailand dan melalui penandatanganan Deklarasi
Bangkok oleh Menteri Luar Negeri Filiphina, Indonesia, Thailand,
Malaysia, Singapura.
Pada awalnya, negara-negara anggota ASEAN hanya berjumlah lima,
namun beberapa tahun setelah berdirinya ASEAN, lima negara lainnya
bergabung ke dalam angogota ASEAN secara bertahap. Tujuan didirikannya
ASEAN adalah untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial,
budaya, dan polittik, serta mewujudkan ketertiban dan perdamaian di
kawasan Asia Tenggara.
2. Saran
Negara kita, Indonesia merupakan salah satu anggota ASEAN untuk itu,
kita harus membantu mewujudkan cita-cita atau tujuan ASEAN itu sendiri.
Karena bagaimanapun, tujuan tersebut merupakan keinginan dari bangsa
kita sendiri.
Selain itu, sebagai negara anggota ASEAN yang terbesar, kita harus lebih
menunjukan partisipasi kita dalam mewujudkan tujuan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Maylani, S. (2021). ASEAN (Assiciation of South East Asian Nation). Pangkalan Bun,
Kalimantan Tengah, Indonesia.