The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PRAKTIKUM BIOTEKNOLOGI KELOMPOK 1 XII MIPA 7

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Andika Yusuf, 2024-02-23 07:35:17

PRAKTIKUM BIOTEKNOLOGI KELOMPOK 1 XII MIPA 7

PRAKTIKUM BIOTEKNOLOGI KELOMPOK 1 XII MIPA 7

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI BIOTEKNOLOGI Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Biologi Disusun Oleh: KELOMPOK 1 1. Akbar Muhamad Hisam (02) 2. Andika Yusuf (04) 3. Dinda Oktaviani (08) 4. Fahrani Rahmaningtyas (12) 5. Nisa Zahrawani (26) 6. Syalsha Vindyani Putri (33) XII MIPA 7 SMA NEGERI 1 PALIMANAN Jalan K.H. Agus Salim No.128, Pegagan,Kec.Palimanan, Kab.Cirebon


Praktikum Bioteknologi | 1 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan bimbingan dan pertolongannya sehingga dalam penulisan Laporan Praktikum Biologi ini bisa berjalan dengan lancar. Penulisan Laporan Praktikum Biologi ini dimaksudkan kami untuk memenuhi tugas mata pelajaran Biologi Kelas 12 MIPA 7 semester 1 tahun ajaran 2023/2024. Selain itu penulisan Laporan Praktikum Biologi ini dimaksudkan sebagai penambah wawasan pembaca serta sumbang saran kepada pelajar dan masyarakat Indonesia,khususnya pelajar dan masyarakat Desa dalam memahami tentang Mikorooorganisme Saccharomyces cerevicae (ragi) berpengaruh pada pembuatan roti burger. Disisi lain, penulis mengajak kepada para pembaca agar dapat memahami dan mendalami masalah topik di atas, sekaligus menerapkan hasil Laporan Praktikum Biologi ini dalam kehidupan sehari-hari. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih atas kontribusi berbagai pihak, yaitu: 1. Ibu Ratna selaku Guru Bilogi kami 2. Orang tua kami yang telah memberi dorongan, baik secara moril maupun materil sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Praktikum Biologi ini 3. Sahabat-sahabat kami yang telah memberi dukungan dan telah membantu pelaksanaan penelitian hingga karya ini selesai 4. Dan semua pihak terkait yang mendukung penyelesaian Laporan Praktikum Biologi ini. Dalam penyusunan Laporan Praktikum Biologi ini, kami menyadari akan segala kekurangannya, untuk itu kritik dan saran dari pembaca sangat diperlukan demi perbaikan Laporan Praktikum Biologi ini. Akhir kata, semoga Laporan Praktikum Biologi ini bermanfaat bagi penulis dan juga teman-teman yang membutuhkan. Cirebon, 23 Februari 2024 Penulis


Praktikum Bioteknologi | 2 DAFTAR PUSTAKA KATA PENGANTAR ...................................................................................................................... 1 DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................... 2 BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................ 3 A. Latar Belakang..................................................................................................................... 3 B. Tujuan .................................................................................................................................. 3 C. Rumusan Masalah ............................................................................................................... 4 D. Hipotesis............................................................................................................................... 4 BAB II LANDASAN TEORI ......................................................................................................... 5 A. PENGERTIAN BIOTEKNOLOGI..................................................................................... 5 B. JENIS JENIS BIOTEKNOLOGI........................................................................................ 5 C. PENERAPAN BIOTEKNOLOGI DALAM PEMBUATAN BURGER ATAU ROTI ....... 6 D. PENGARUH SACCHAROMYCES CEREVICEAE ......................................................... 7 BAB III PRAKTIKUM.................................................................................................................. 9 A. JUDUL ................................................................................................................................. 9 B. TEMPAT DAN WAKTU...................................................................................................... 9 C. VARIABEL PENELITIAN.................................................................................................. 9 D. ALAT DAN BAHAN............................................................................................................ 9 E. LANGKAH KERJA .......................................................................................................... 10 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN......................................................................................... 12 BAB V PENUTUP......................................................................................................................... 13 A. KESIMPULAN .................................................................................................................. 13 B. SARAN............................................................................................................................... 13 C. LAMPIRAN ....................................................................................................................... 13 DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................................... 14


Praktikum Bioteknologi | 3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bioteknologi adalah terapan biologi yang melibatkan ilmu mikrobiologi, biokimia, genetika, dan biologi monokuler. Definisi bioteknologi secara klasik atau konvensional adalah teknologi yang memanfaatkan agen hayati atau bagianbagiannya untuk menghasilkan barang dan jasa dalam skala industri untuk memenuhi kebutuhan manusia. Bioteknologi dikembangkan untuk meningkatkan nilai bahan mentah dengan memanfaatkan kemampuan mikroorganisme atau bagian-bagiannya misalnya bakteri. Contohnya saja pada pembuatan roti dengan melibatkan suatu organisme patogen seperti mikroorganisme. Salah satu bahan baku roti yang paling penting adalah ragi. Ragi adalah mikroorganisme hidup yang berkembang biak dengan cara memakan gula. Fungsi utama ragi adalah mengembangkan adonan. Pengembangan. adonan terjadi karena ragi menghasilkan gas karbondioksida (CO2) selama fermentasi. Gas ini kemudian terperangkap dalam jaringan gluten yang menyebabkan roti bisa mengembang. Komponen lain yang terbentuk selama proses fermentasi adalah asam dan alkohol yang berkontribusi terhadap rasa dan aroma roti, namun alkohol akan menguap dalam proses pemanggangan roti. Berdasarkan uraian di atas, praktikum ini kami akan membuat roti dengan tampilan yang lebih modern yaitu burger. Burger adalah sejenis roti berbentuk bundar yang diiris dua, dan di tengahnya diisi dengan patty yang biasanya diambil dari daging, kemudian sayur-sayuran berupa selada, tomat dan timun. Sebagai sausnya, hamburger diberi berbagai jenis saus seperti mayones, saus tomat dan sambal pedas. Bahan dasar membuat burger adalah roti, oleh karena itu burger dapat dikatakan makanan yang muncul karena kemajuan bioteknologi. B. Tujuan Untuk mengetahui Bagaimana mikroorganisme saccharomyces cereviciae (ragi) berpengaruh pada pembuatan burger sebagai implementasi dari bioteknologi modern


Praktikum Bioteknologi | 4 C. Rumusan Masalah Apakah mikroorganisme saccharomyces cereviciae (ragi) berpengaruh pada pembuatan burger sebagai implementasi dari bioteknologi modern? D. Hipotesis Mikroorganisme saccharomyces cereviciae (ragi) berpengaruh pada pembuatan burger sebagai implementasi dari bioteknologi modern Sumber:https://www.studocu.com/id/document/universitas-jenderal soedirman/biologi/laporan-praktikum-fermentasi-saccharomyces-cerevisiae/44364523


Praktikum Bioteknologi | 5 BAB II LANDASAN TEORI A. PENGERTIAN BIOTEKNOLOGI Bioteknologi berasal dari dua kata yaitu kata Bio dan kata Teknologi. Kata Bio dapat diartikan kehidupan sedangkan kata Teknologi diartikan sebagai suatu metode ilmiah yang digunakan untuk mencapai tujuan secara praktis. Bioteknologi adalah metode yang melibatkan makhluk hidup atau organisme hidup untuk menghasilkan produk baru sehingga dapat bermanfaat bagi manusia. Dapat dikatakan juga bioteknologi merupakan suatu cabang ilmu yang mempelajari cara memanfaatkan organisme hidup dalam melakukan proses produksi untuk menghasilkan barang maupun jasa yang bermanfaat bagi manusia. B. JENIS JENIS BIOTEKNOLOGI 1. Bioteknologi Konvensional/ Bioteknologi konvensional atau biasa juga disebut bioteknologi tradisional adalah suatu penerapan bioteknologi yang telah digunakan sejak ilmu pengetahuan masih belum berkembang pesat, penggunaannya terbatas pada peran organisme melalui teknik fermentasi yang terjadi dalam skala kecil, dan prosesnya masih sangat sederhana. Adapun beberapa contoh penerapan bioteknologi konvensional dapat kita temui dalam proses pembuatan bahan pangan yang menerapkan teknik fermentasi seperti tape, tempe, oncom, kecap, dan lain sebagainya.


Praktikum Bioteknologi | 6 2. Bioteknologi Modern Berbeda dengan bioteknologi konvensional atau tradisional yang umumnya masih menggunakan alat dan cara kerja yang sederhana, pengertian bioteknologi modern dianggap sebagai suatu terobosan baru dalam perkembangan ilmu biologi. Bioteknologi modern adalah penerapan bioteknologi yang telah menggunakan alat dan cara kerja yang canggih, dilakukan dalam keadaan bersih dan steril, kualitas produk lebih baik, dan kuantitas hasil produk yang dibuat lebih banyak. 3. C. PENERAPAN BIOTEKNOLOGI DALAM PEMBUATAN BURGER ATAU ROTI Dilihat dari cara pengolahannya, roti dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu roti yang dikukus, dipanggang, dan digoreng. Bakpao dan mantao adalah contoh roti yang di kukus, Donat dan panada adalah contoh roti yang digoreng. Sedangkan roti tawar, roti manis, burger dan bagutte adalah contoh roti yang dipanggang. Ragi adalah mikroorganisme hidup yang berkembang biak dengan cara memakan gula. Ragi merupakan zat yang menyebabkan fermentasi. Umumnya jenis yeast yang digunakan adalah ragi roti Saccharomyces cereviceae. Ragi ini mudah ditumbuhkan, membutuhkan nutrisi sederhana, laju pertumbuhan cepat, sangat satbil dan aman digunakan. Fungsi utama ragi adalah untuk mengembangkan adonan dalam pembuatan roti atau burger. Ragi melakukan fermentasi dengan


Praktikum Bioteknologi | 7 mengubah glukosa menjadi alkohol dan karbon dioksida atau asam amino organik stabil dan aman untuk digunakan. Ragi menghasilkan karbon dioksida selama fermentasi. Gas ini kemudian terperangkap dalam adonan yang menyebabkan roti bisa mengembang. Kondisi ini akan memungkinkan untuk mengembangkan gas secara merata dan menahannya, membentuk cita rasa akibat terjadinya fermentasi. Komponen lain yang terbentuk selama proses fementasi seperti alkohol juga berkontibusi terhadap rasa dan aroma roti atau burger, namun alkohol menguap dalam proses pengembangan roti. D. PENGARUH SACCHAROMYCES CEREVICEAE Ragi untuk roti dibuat dari Saccharomyces cereviceae yang dapat mengubah gula menjadi gas karbondioksida untuk pengembangan adonan burger. Gula yang diubah dapat berasal dari tepung maupun gula yang sengaja ditambahkan dalam adonan. Pada ragi terdapat enzim yaitu protease yang dapat memecah protein, lipase yang dapat memecah lemak, invertase yang memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa, maltase yang memecah maltosa menjadi glukosa-glukosa, serta zymase yang memecah glukosa menjadi alkohol dan karbondioksida (Koswara, 2009). Pembuatan roti diawali dengan proses pencampuran yang sebenarnya terdiri dari beberapa teknik. Salah satunya adalah straight dough yaitu teknik pencampuran paling sederhana yang dilakukan dengan mencampur semua bahan sekaligus hingga menjadi adonan lalu dilakukan fermentasi sebagai tahapan selanjutnya. Adapun teknik lain yaitu sponge and dough yang dilakukan dengan cara mencampur sebagian besar tepung dan air, ragi, garam, serta zat pengemulsi kemudian difermentasi terlebih dahulu lalu ditambahkan dengan bahan lain yang belum ikut tercampur. Walau terdapat berbagai teknik pencampuran yang dapat dilakukan, namun tahap pencampuran ini memiliki tujuan utama yaitu untuk membuat dan mengembangkan sifat daya rekat atau gluten. Tepung mengandung protein tinggi yang sebagian besarnya akan membentuk gluten apabila dibasahi, diaduk-aduk, ditarik, dan diremas-remas. Gluten inilah yang akan bertanggungjawab menahan gas CO2 . Tahapan proses selanjutnya adalah fermentasi atau peragian. Ragi yang telah ikut tercampur di dalam adonan roti didiamkan selama 3-6 jam untuk memberi


Praktikum Bioteknologi | 8 waktu terjadinya proses fermentasi. Selama fermentasi, enzim pada ragi akan bereaksi dengan pati dan gula untuk menghasilkan gas karbondioksida. Gas karbondioksida yang terbentuk akan menyebabkan adonan pizza menjadi mengembang sehingga adonan menjadi lebih ringan dan lebih besar. Suhu dan kelembaban kondisi saat fermentasi akan mempengaruhi adonan pizza hasil fermentasi yang dihasilkan. Hasil dari proses fermentasi akan menyebabkan penurunan pH dari 5,3 menjadi 4,5. Hal ini disebabkan karena selama fermentasi terjadi pembentukan asam seperti asam asetat dan asam laktat. Tahapan proses selanjutnya adalah pembentukan. Pada proses ini adonan dibagi dan dibulatkan, didiamkan, dipulung, dan dimasukkan ke dalam loyang untuk fermentasi akhir sebelum dipanggang. Adonan dapat dibagi menggunakan pemotong adonan. Adonan yang telah dibagi dan dibulatkan kemudian didiamkan pada ruang dengan suhu hangat selama 3-25 menit. Proses pendiaman ini bertujuan untuk memberikan waktu fermentasi agar dihasilkan gas karbondioksida lagi sehingga adonan bertambah elastis dan dapat mengembang setelah banyak kehilangan gas karbondioksida akibat pembagian/pemotongan. Kemudian adonan dipulung yang antara lain terdiri dari pemipihan dan penggulungan. Lalu adonan diletakkan dalam loyang yang telah dioles dengan margarin ataupun mentega agar adonan tidak lengket pada loyang. Selanjutnya adonan didiamkan lagi agar terjadi proses fermentasi akhir pada suhu sekitar 38˚C yang bertujuan agar adonan mencapai volume dan struktur remah yang optimum. Setelah itu, tahapan terakhir dari proses pembuatan roti adalah pemanggangan (Koswara, 2009).


Praktikum Bioteknologi | 9 BAB III PRAKTIKUM A. JUDUL Mikroorganisme saccharomyces cereviciae (ragi) berpengaruh pada pembuatan burger sebagai implementasi dari bioteknologi modern. B. TEMPAT DAN WAKTU Waktu : Jum'at, 25 Januari 2024 Pukul : 15.30 s/d selesai Tempat Pelaksanaan : Rumah Nisa C. VARIABEL PENELITIAN Variable bebas : adonan burger Variable Terikat : Perbedaan adonan burger sebelum dan sesudah dicampurkan saccharomyces cereviceae Variable kontrol : Ragi, tepung, susu, blueband, gula, telur, wijen D. ALAT DAN BAHAN 1. Roti Burger 1) Alat 300gr tepung terigu 190ml susu cair 1 sdm bluband 60 gram gula pasir 1 butur telor ragi instant


Praktikum Bioteknologi | 10 2) Bahan Baskom sendok teh gelas takar mangkok 2. Daging Burger 1) Bahan 300gr daging giling 2 butir telur 100gr tepung terigu 1 buah bawang bombay 1/2 biji bawang putih 2 sdt garam 1/2 sdt merica 1/2 kaldu bubuk ayam 2) Alat pisau talenan mangkok sendok E. LANGKAH KERJA 1. Roti Burger 1) siapkan wadah kocok lepas telur 2) Masukkan gula pasir ragi dan diaduk sampai rata 3) masukkan susu cair dan tepung terigu lalu diuleni sampai rata atau setengah kalis 4) setelah setengah kalis lalu masukkan Blue Band uleni sampai kalis kurang lebih 15-20 menit 5) setelah kalis tutup rapat adonan Diamkan selama 1 jam atau mengembang dua kali lipat 6) setelah mengembang bagi adonan jadi 6 bagian atau untuk ukuran besar kecilnya sesuai selera 7) rapikan adonan bentuk bulatan dengan cara dilipat-lipat ke dalam


Praktikum Bioteknologi | 11 8) setelah semua selesai dibentuk diamkan selama 20 menit atau mengembang 2 kali lipat dan jangan lupa ditutup dengan plastik atau kain bersih 9) siapkan untuk bahan olesan yaitu terdiri dari 2 sendok makan susu cair dan 1 butir telur dikocok lepas sampai rata 10) untuk taburan siapkan wijen putih secukupnya 11) setelah didiamkan selama 20 menit sudah mengembang 2 kali lipat lalu diolesi dengan bahan olesan dan taburi dengan wijen sampai rata 12) setelah itu Diamkan selama 5 menit biar kering dan wijen menempel sempurna Panaskan oven selama 10 menit 13) panggang roti burger selama 50 menit dengan api atas bawah suhu 180 sampai 200°Celcius atau menyesuaikan oven masingmasing 14)Setelah matang keluarkan dari oven roti burger siap dikonsumsi dengan isian sesuai selera 2. Daging Burger 1) cincang bawang bombay dan bawang putih cincang halus atau kasar sesuai selera 2) langkah selanjutnya siapkan mangkok dan tuang semua daging daging gilingnya ini sekitar 300gram 3) kemudian masukkan semua Bawang Putih dan Bawang bombay 4) masukan semua bumbu garam, merica, kaldu bubuk dan telur 5) kita aduk secara merata biar benar-benar tercampur merata bawang dan semua bahannya ke dagingnya 6) setelah tercampur merata baru masukan 5 sendok makan tepung terigu 7) cetak menggunakan plastik wrap,kemudian nanti ditaruh di freezer


Praktikum Bioteknologi | 12 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada percobaan membuat Roti Burger dimana ini merupakan implementasi dari Bioteknologi Modern membutuhkan mikroorganisme untuk dimanfaatkan pada pembuatan Roti Burger. Mikroorganisme yang digunakan untuk membuat Roti Burger yaitu Saccharomyces cerevisiae yang terdapat pada ragi. Saccharomyces cerevisiae merupakan spesies khamir (mikroorganisme jamur bersel tunggal) yang berperan penting dalam pembuatan minuman kue (termasuk roti burger). Proses pembuatan burger dengan bantuan mikroorganisme Saccharomyces cerevisiae melalui proses Respirasi Anaerob (fermentasi alkohol). Respirasi Anaerob terjadi karena terdapat bahan berupa glukosa. Glukosa merupakan bahan utama dalam respirasi anaerob karena tujuan dari Saccharomyces cerevisiae yaitu mengubah glukosa menjadi gas karbondioksida (CO2). Adapun proses membuat Roti Burger dengan bantuan mikroorganisme Saccharomyces cerevisiae yaitu ketika ragi (Saccharomyces cerevisiae) yang terdapat pada adonan roti akan memakan kandungan gula yang terdapat pada tepung yang tinggi akan protein dan gula yang telah ditambahkan sehingga terjadilah proses respirasi anaerob (fermentasi alkohol) dimana gula tersebut akan berubah menjadi gas karbondioksida (CO2) yang pada akhirnya akan membuat adonan roti menjadi mengembang.


Praktikum Bioteknologi | 13 BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN Berdasarkan percobaan yang dilakukan dapat kita ketahui, bahwa: Dengan adanya ragi, adonan roti tersebut mengalami fermentasi. Fermentasi pada adonan roti adalah contoh fermentasi secara anaerob atau tanpa udara, yaitu dengan ditutupinya adonan roti dengan kain sehingga tidak ada udara yang masuk dan membuat adonan roti mengambang dengan sempurna. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa Mikroorganisme Saccaromyces Cereviceae berpengaruh terhadap pembuatan adonan burger. B. SARAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat kami sarankan bahwa: Tunggu ragi dan gula aktif terlebih dahulu sebelum memasukkan tepung ke dalam adonan, agar adonan dapat mengembang. Waktu pengocokan dapat mempengaruhi tekstur roti. Proses pemanggangan yang pas dapat membuat roti lebih enak dikonsumsi C. LAMPIRAN


Praktikum Bioteknologi | 14 DAFTAR PUSTAKA Purnamasari,Apon 2020. Modul Biologi Kelas XII. Bandung: Kemendikbud Laporan praktikum Praktikum Bioteknologi, Diakses pada tanggal 31 Januari 2023: https://www.studocu.com/id/document/universitas-jenderal-soedirman/biologi/laporan-praktikumfermentasi-saccharomyces-cerevisiae/44364523


Click to View FlipBook Version