The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by asw p, 2023-02-20 21:25:44

P5 Tema Kebekerjaan

P5 Tema Kebekerjaan

Alur Kegiatan Pertemuan 1 Persiapan : Guru membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang struktur organisasi yang tepat sesuai dengan tuntunan kecakapan dunia kerja. Pelaksanaan Peserta didik dapat memahami pentingnya Struktur Organisasi. 1. Pertanyaan pembuka untuk siswa Guru dapat memulai sesi ini dengan diskusi dan menanyakan kepada siswa: a. “Apa yang kalian ketahui tentang struktur organisasi?” b. “Mengapa struktur organisasi sangat penting dalam suatu perusahaan?” Tugas : Peserta didik menyusun Struktur Organisasi dalam dunia kerja Pertemuan 2 : Persiapan : Guru membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang teknik Kolaborasi yang efektif sesuai dengan tuntunan kecakapan dunia kerja. Pelaksanaan Penjelasan Guru Guru memberikan pemaparan tentang kemampuan kolaborasi dalam dunia kerja serta memberikan gambaran kepada peserta didik mengenai pentingnya kemampuan kolaborasi dalam dunia kerja Tugas : Peserta didik menuliskan Langkah-langkah yang perlu dilakukan agar kolaborasi dalam dunia kerja dapat berjalan secara efektif


Asesmen Pertemuan 3 : Persiapan : Guru membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang teknik kemampuan kolaborasi yang efektif sesuai dengan tuntunan kecakapan dunia kerja. Pelaksanaan - Peserta didik diminta membuat scenario sebuah drama yang menarik, dengan memanfaatkan struktur organisasi yang telah dibuat pada pertemuan 1 dan menerapkan langkah kolaborasi yang efektif dengan tuntutan dunia kerja. Asesmen Diagnostik Kognitif Tes Lisan : 1. Apa pelajaran yang anda harapkan dari kegiatan projek profil pelajar pancasila (kebekerjaan) ? 2. Menurut anda apa tantangan untuk mendapatkan hasil maksimal dari kegiatan profil pelajar pancasila (kebekerjaan dan budaya kerja) ? 3. Dalam skala nilai 1 – 10, berapakah skor tingkat pemahaman anda terhadap materi yang akan disampaikan Asesmen Formatif 1. Menilai proses peserta didik dalam mempelajari bagaimana mengidentifikasi potensi diri yang ada. 2. Menilai proses peserta didik dalam mengaplikasikan Teknik kolaborasi yang ada pada dirinya. 3. Menilai proses peserta didik dalam menganalisis langkahlangkah kolaborasi yang efektif yang harus dirinya lakukan. 4. Menilai proses peserta didik dalam membuat Struktur Organisasi Asesmen Sumatif Tes Tertulis : 1. Peserta didik diminta untuk membuat struktur organisasi di sebuah perushaan. Tes Praktik : 1. Peserta didik diminta membuat skenario drama sebagai penerapan kolaborasi yang efektif.


Pertanyaan Pemantik 1. Apa yang kalian ketahui tentang struktur organisasi? 2. Mengapa struktur organisasi sangat penting dalam suatu perusahaan? 3. Menurut anda apa pentingnya kemampuan kolaborasi, dalam persiapan kerja anda setelah lulus SMK? 4. Menurut anda apakah kemampuan kolaborasi akan memperkuat potensi diri anda dalam memasuki dunia kerja/kebekerjaan? 5. Menurut anda apakah kemampuan kolaborasi yang anda kuasai selaras dengan tuntutan dunia kerja? 6. Menurut anda kompetensi apa yang perlu anda tingkatkan agar kemampuan kolaborasi anda mempengaruhi keberhasilan anda di dunia kerja ? Pengayaan dan remedial 1. Pengayaan : Diberikan pada peserta didik yang telah mencapai Capaian materi. 2. Remedial : Diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai Capaian Pembelajaran, untuk membantu mereka dalam mencapainya. Refleksi Peserta Didik dan Guru Refleksi Peserta didik tema Eksplorasi potensi lokal: 1. Apakah kalian mengenali potensi lokal dapat dijadikan peluang usaha ? 2. Apakah tantangan yang dihadapi untuk meraih kesuksesan melalui potensi lokal 3. Tuliskanlah beberapa potensi lokal apa yang dapat dikembangkan 4. Apakah kalian telah memliki toko onine ? Refleksi Guru tema Eksplorasi potensi lokal: 1. Apakah objektif/tujuan dari projek ini tercapai? 2. Apa yang berjalan dengan baik dalam projek ini? 3. Masalah yang muncul. Mengapa masalah ini muncul? 4. Strategi untuk menyelesaikan masalah yang Muncul Bagaimana tingkat kepercayaan diri Bapak/Ibu dalam memfasilitasi pembicaraan mengenai tema Eksplorasi potensi lokal 5. Bagaimana tingkat kepercayaan diri Bapak/Ibu dalam memfasilitasi pembicaraan mengenai tema Eksplorasi potensi lokal LAMPIRAN 1. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) 2. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik; 3. Glosarium; 4. Daftar Pustaka.


Lampiran 1 Lembar Kerja Peserta Didik (Aktivitas 2) Nama : .............................................. Materi :............................................. Kelas : .............................................. Hari/Tanggal : ............................................. Kolaborasi dalam Dunia Kerja Pertanyaan ? 1. Menurut anda, apakah informasi tentang jabatan dan struktur organisasi yang ada di dunia kerja dapat menunjang persiapan kerja anda setelah lulus SMK? 2. Menurut anda, apa makna kolaborasi jabatan yang ada di dunia kerja dan seberapa jauh dapat mempengaruhi keberhasilan pekerjaan anda setelah lulus SMK? 3. Menurut anda, apa manfaat yang sudah anda dapatkan dari Teknik kolaborasi dalam dunia kerja? 4. Menurut anda, apa yang dapat meningkatkan cara berkolaborasi dalam dunia kerja agar berhasil dalam pekerjaan anda? Jawaban : ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................... ............................................................................................................................. .............................................................................................................................


Lampiran 2. ASSESMEN Capaian Pembelajaan Tujuan Pembelajaran Lingkup Materi Peserta didik mampu meningkatkan kemampuan kolaborasi menuju dunia kerja, melalui kiat-kiat yg akurat dan efektif. Tema : Kebekerjaan Kolaborasi dalam Dunia Kerja Asesmen Diagnostik Non-Kognitif: 1. Apa yang sedang kamu rasakan saat ini? Atau perasaan lain ?? 2. Bagaimana perasaanmu saat belajar di rumah? 3. Apa saja kegiatanmu selama belajar di rumah? 4. Apa hal yang paling menyenangkan dan tidak menyenangkan ketika belajar di rumah? 5. Apa harapanmu? Siswa mengekspresikan perasaannya selama belajar di rumah serta menjelaskan aktivitasnya: Asesmen Diagnostik Kognitif: 1. Apa yang kalian ketahui tentang struktur organisasi? 2. Mengapa struktur organisasi sangat penting dalam suatu perusahaan? 3. Menurut anda apa pentingnya kemampuan kolaborasi, dalam persiapan kerja anda setelah lulus SMK? 4. Menurut anda apakah kemampuan kolaborasi akan memperkuat potensi diri anda dalam memasuki dunia kerja/kebekerjaan? 5. Menurut anda apakah kemampuan kolaborasi yang anda kuasai selaras dengan tuntutan dunia kerja? 6. Menurut anda kompetensi apa yang perlu anda tingkatkan agar kemampuan kolaborasi anda mempengaruhi keberhasilan anda di dunia kerja ?


Lampiran 2. Materi/ Bahan Bacaan Memahami Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja (Apa itu Profil Pelajar Pancasila? Mengapa diperlukan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja?) “Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.” Profil Pelajar Pancasila memiliki enam kompetensi yang dirumuskan sebagai dimensi kunci: 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. 2. Berkebinekaan global. 3. Bergotong-royong. 4. Mandiri. 5. Bernalar kritis. 6. Kreatif.


Ruang lingkup tema Projek pada tema Bhineka Tunggal Ika ini meliputi: Projek pada tema kebekerjaan ini meliputi : (1) Kenali Diri/Impian; (2) Bekali Diri/Penguatan Kompetensi; (3) Eksplorasi Potensi Lokal; (4) Kemampuan Komunikasi Efektif; (5) Kolaborasi dalam dunia kerja; (6) Kreativitas dan Proaktif; (7) Aktualisasi Diri; (8) Penerapan Komunikasi dalam Wawancara; (9) Personal Branding (Menuju Dunia Kerja); (10).Rencana Tindak Lanjut (RTL dan Change) KOLABORASI DALAM DUNIA KERJA A. Struktur Organisasi: Definisi dan Cara Membangun yang Efektif Jika Anda adalah seorang fresh graduate atau baru memiliki sedikit pengalaman kerja, mungkin akan bertanya-tanya mengenai struktur organisasi di dalam suatu perusahaan. Beberapa pembaca mungkin menemukan kesulitan dalam mengoptimalkan tim dan organisasi Anda atau butuh untuk menciptakan struktur tim dan divisi baru. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan organisasi? Organisasi adalah sebuah sistem dimana pekerjaan dibagi menjadi kelompok-kelompok khusus untuk mencapai satu tujuan. Kelompok-kelompok tersebut memiliki lapisan dengan peran yang berbeda dan saling berkesinambungan. Yang paling sering Anda dengar mungkin adalah jabatan-jabatan seperti Direktur, Manajer, Manajer Operasional, Manajer HRD, Supervisor, dsb. Lalu Anda akan berpikir apakah di semua perusahaan sama? Kalau tidak, apa yang menjadi pembeda? Agar dapat mengoptimalkan tim dan organisasi Anda, dalam artikel kali ini, mari kita bahas struktur organisasi mulai dari pengertian hingga cara membuatnya. B. Pengertian, Fungsi, dan Peran Struktur Organisasi Perusahaan Sebelum masuk ke dalam contoh serta tips bagaimana membentuk struktur organisasi yang baik, mari kita pahami terlebih dahulu pengertian serta fungsi dari adanya struktur organisasi yang jelas di dalam sebuah perusahaan. 1. Pengertian Struktur Organisasi Struktur organisasi adalah sebuah garis hierarki atau bertingkat yang


mendeskripsikan komponen-komponen yang menyusun perusahaan, di mana setiap individu atau SDM yang berada pada lingkup perusahaan tersebut memiliki posisi dan fungsinya masing-masing. Struktur organisasi dibuat untuk kepentingan perusahaan dengan menempatkan orang-orang yang berkompeten sesuai dengan bidang dan keahliannya. Bagi HRD, dengan adanya struktur organisasi, kita juga bisa mengetahui peran dan tanggung jawab karyawan-karyawannya. Dengan menempatkan seseorang ke dalam sebuah posisi dalam struktur sesuai dengan kemampuannya juga bisa menjadi patokan HR dalam menentukan jumlah gaji karyawan bersangkutan. Mengapa kita butuh struktur organisasi? -Menurut Drucker- ‒Canajemen adalah tentang manusia. Jungsinya adalah untuk memungkinkan `rang bekerja sama untuk menhapai hasil dan memungkinkan mereka untuk mengembangkan kekuatan mereka dan membuat kelemahan mereka tidak relevan. ‒ Jika A pandai dalam pemasaran tetapi tidak dengan penjualan, sedangkan B sebaliknya, pandai dalam penjualan tetapi tidak dengan pemasaran, kerja sama adalah cara paling efisien untuk mencapai tujuan tunggal. Setiap kekuatan berguna dalam sistem organisasi. 2. Fungsi dan Peran Struktur Organisasi Apakah kehadiran struktur organisasi penting di dalam sebuah perusahaan? Jawabannya, ya, sangatlah penting. Struktur organisasi yang tersusun sesuai karakteristik perusahaan akan sangat bermanfaat bagi jalannya operasional perusahaan. Bagi sebuah perusahaan, struktur organisasi merupakan salah satu fungsi dasar bagi sebuah manajemen untuk mencapai target, strategi, dan sasaran yang ditetapkan oleh sebuah perusahaan. Adapun beberapa hal yang membuat struktur organisasi dalam perusahaan menjadi sangat penting, adalah karena berbagai perannya sebagai berikut: Review Singkat: Peran Struktur Organisasi 1. Menjelaskan Tanggung Jawab Anggota 2. Menjelaskan Kedudukan Anggota 3. Memperjelas Jalur Hubungan Kerja 4. Memperjelas Uraian Tugas


1. Menjelaskan tanggung jawab setiap anggota organisasi/perusahaan Setiap anggota suatu organisasi atau perusahaan tentunya harus bertanggung jawab kepada pimpinannya atau kepada atasannya yang telah memberikan kewenangan, karena pelaksanaan atau implementasi kewenangan tersebut yang perlu dipertanggungjawabkan. 2. Menjelaskan kedudukan setiap anggota organisasi/perusahaan Kejelasan mengenai kedudukan disini artinya setiap anggota atau seseorang yang ada di dalam struktur organisasi dapat mempermudah dalam melakukan koordinasi dan hubungan. Hal ini dikarenakan adanya keterkaitan penyelesaian mengenai suatu fungsi yang telah dipercayakan kepada seseorang atau anggota. 3. Memperjelasjalur hubungan dalam melaksanakan pekerjaan Artinya, semua orang dapat mengetahui batas tanggung jawab masing-masing personil, juga tahu kapan dan bagaimana cara berkolaborasi untuk memudahkan dalam mencapai tujuan atau kebutuhan. 4. Memperjelas uraian tugas Uraian tugas yang jelas akan sangat membantu pihak atasan maupun pimpinan untuk dapat melakukan pengawasan dan pengendalian. Selain itu, bagi bawahan juga dapat lebih berkonsentrasi dalam melaksanakan suatu tugas atau pekerjaan karena uraian yang jelas. Keberadaan struktur perusahaan akan memperjelas pembagian tugas untuk masing-masing pemegang jabatan. Rincian pembagian tugas dalam perusahaan tentu saja merupakan hal yang wajib dipahami oleh tim HRD. Hal ini menyangkut fungsi HR sebagai jembatan informasi antara perusahaan dengan seluruh karyawan. Dengan mengetahui pembagian tugas untuk setiap jabatan, artinya tim HR telah mengetahui seperti apa alur penyampaian informasi yang ideal dalam perusahaan tersebut. C.Pentingnya Kolaborasi Dalam Dunia Kerja. Tanpa kemampuan kolaborasi, kemungkinan besar kamu akan kesulitan dalam menjalani dunia kerja. Bagaimana tidak, di setiap proses yang kamu lalui pasti akan selalu melibatkan kemampuan tersebut. Misalnya, saat hendak menjalankan proyek dengan departemen lain. Disitu, skill kolaborasi memegang peran penting dalam menunjang pekerjaanmu. Lantas, apa sih pengertiannya? Seberapa penting kemampuan tersebut untuk dimiliki


dalam dunia kerja? Jangan khawatir, dalam hal ini Sistersnet telah merangkumnya untukmu. Yuk, simak baik-baik! Apa Itu Kemampuan Kolaborasi? Dilansir dari The Balance Careers, kemampuan kolaborasi adalah kemampuan yang dapat membuatmu dapat bekerja sama dengan orang lain. Dengan kemampuan ini, kamu dapat mewujudkan tujuan bersama dengan orang lain, entah rekan kerja ataupun rekan bisnismu. Menjaga komunikasi, menjadi pendengar yang aktif, saling menghormati satu sama lain, saling empati, merupakan sebagian dari jenis-jenis kemampuan ini. Secara umum, dalam dunia kerja, kemampuan ini sangat penting dimiliki oleh karyawan. Jangan heran apabila perusahaan mencari karyawan dengan kemampuan kerja sama tim yang baik. D. Pentingnya Kemampuan Kolaborasi dalam Kerja 1. Menyelesaikan masalah dengan cepat Saat berkolaborasi, kamu akan berhadapan dengan banyak sekali orang yang profesional di bidangnya masing-masing. Menurut Indeed, dari hal tersebut akan menghasilkan beragam pikiran sehingga dapat menyelesaikan masalah dari berbagai perspektif. Dengan hal tersebut, kemungkinan besar masalah akan terpecahkan dengan cepat. Sebagai contoh, tim marketing dan salessedang menghadapi masalah terkait hust`mer. Nah, dari situ diskusikan bersama mengenai jalan keluarnya. Setiap orang pasti memiliki solusi masing- masing. Setelah semuanya terkumpul, cari yang lebih masuk akal dan dapat dijalankan secara efektif dan efisien. Cara ini tepat untuk dilakukan dalam mengidentifikasi sebuah masalah agar dapat mengetahui gambaran besar beserta solusinya. 2. Lebih mengenal dirisendiri Kemampuan kolaborasi memungkinkan seseorang untuk lebih mengenal dirinya sendiri, mulai dari kelebihan dan kekurangannya. Saat sedang berkolaborasi dengan orang lain, secara tidak langsung kamu akan mengetahui apa keterampilan yang bisa ditonjolkan dan di bagian apa harus butuh


bantuan dari orang lain. Di sisi lain, hal ini juga akan dirasakan oleh rekan kerjamu. Dengan demikian, kalian akan saling melengkapi satu sama lain dalam naungan kolaborasi. 3. Saling belajar satu sama lain Salah satu alasan kenapa kemampuan ini sangat penting dalam dunia kerja adalah kamu dapat belajar bersama dengan rekan kerjamu. Setiap kali berkolaborasi, kamu akan mendapatkan pelajaran yang berharga dari masing-masing orang. Dengan suasana seperti ini, dipastikan produktivitas kerja dari setiap karyawan akan meningkat secara drastis. E. Cara Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi Nah, setelah mengetahui pengertian serta pentingnya kemampuan kolaborasi, kira-kira bagaimana caranya untuk meningkatkan skill tersebut? 1. Aktif mendengar Cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi adalah dengan aktif mendengar ide, saran, ataupun feedback yang dilontarkan oleh rekan kerja. Meskipun kamu memiliki gagasan tersendiri terkait proyek yang akan dijalankan, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan ide dari orang lain. Sebab, dari situ bisa jadi akan tercipta hasil yang brilian dari idemu dan ide rekan-rekan kerjamu. 2. Bersikap terbuka Dikarenakan kolaborasi akan melibatkan banyak orang, bersikap terbuka merupakan salah satu cara yang tepat untuk meningkatkan kemampuan ini. Dalam hal ini, kamu harus terbuka dengan ide-ide yang keluar dari rekan kerjamu. Terima dengan baik, lalu sikapi dengan terbuka jika ada ide yang menurutmu kurang cocok untuk digunakan dalam suatu proyek. 3. Menjaga komunikasi Menjaga komunikasi adalah hal yang penting dalam berkolaborasi. Saat ada sesuatu yang kurang jelas dalam suatu proyek, segera komunikasikan hal tersebut kepada rekan kerjamu. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi kesalahpahaman antara kamu dengan orang lain. Jika hal ini dilakukan secara konsisten, tidak menutup kemungkinan skill kolaborasimu akan meningkat dari waktu ke waktu. Untuk membentuk kolaborasi kerja yang efektif, kamu membutuhkan kemampuan komunikasi, menghargai perbedaan dan kecerdasan emosional. 1. Kemampuan komunikasi


Saat berkolaborasi, kamu tidak boleh malu untuk mengungkapkan pendapatmu. Begitu juga sebaliknya, kamu juga harus mendengarkan pendapat orang lain dan menghargainya. Jika dilihat lebih detail, berikut kemampuan komunikasi yang perlu kamu miliki: Kemampuan mendengar. Bukan hanya mendengar, namun juga memahami apa yang mereka katakan. Komunikasi verbal Komunikasi tertulis Kemampuan non-verbal. Kemampuan ini meliputi memahami bahasa tubuh, nada bicara. 2. Menghargai perbedaan Saat berkolaborasi dalam dunia kerja, kamu pasti akan mengalami bekerjasama dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Dengan berkolaborasi dengan sesama orang Indonesia saja, kamu akan menemui berbagai suku, agama dan ras yang tentunya memiliki kebiasaan yang berbeda. Apalagi, jika kamu harus bekerja dengan tim yang berasal dari luar negeri. Mungkin saja, etos kerja mereka bahkan berbeda. Itu sebabnya, kemampuan mempelajari dan menghargai perbedaan sangat penting untuk dimiliki. Berbagai kemampuan menghargai perbedaan meliputi: Komunikasi terbuka. Fasilitasi diskusi grup. Peka terhadap etnis dan pandangan keagamaan. Membangun pemufakatan. Dapat mengumpulkan berbagai perspektif dari tim. 3. Kecerdasan emosional Kecerdasan emosional menjadi salah satu skills yang banyak dicari dan diperbincangkan saat ini. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi emosi dari dirimu sendiri dan juga memahami emosi yang ada pada orang lain. Saat berkolaborasi, kecerdasan emosional sangat penting. Karena, kamu dapat memahami dan tahu apa yang harus diperbuat jika keadaan salah seorang di tim kamu sedang tidak baik. Begitu juga jika kondisimu sedang tidak baik, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan. Berikut beberapa kemampuan yang termasuk kecerdasan emosional: Empati.


Tidak mudah tersinggung. Memiliki energi yang positif. Sensitive terhadap perubahan mood di tim. Dapat memberikan motovasi jika ada yang membutuhkan. F. Jenis-jenis kolaborasi Secara umum, kolaborasi terbagi menjadi dua jenis yaitu kolaborasi terbuka dan kolaborasi tertutup. Agar kamu lebih memahami perbedaannya, kamu dapat mempelajari tabel berikut: Open Collaboration Closed Collaboration Mengundang banyak pihak luar untuk memberikan ide Hanya mengundang pihak internal dan cenderung terbatas. Cocok untuk pekerjaan yang besar dan menantang Menargetkan orang-orang dengan kemampuan khusus untuk bergabung Terdiri dari tim besar. Tim cenderung kecil. Mendapatkan insight yang luas. Insight terbatas dan hanya focus pada tema yang spesifik. Selain kolaborasi terbuka dan tertutup, kamu juga bisa mencoba berbagai tipe kolaborasi seperti; Kolaborasi lintas budaya: bekerjasama dengan pihak dari negara atau budaya yang berbeda. Kolaborasi ini bisa bermanfaat jika kamu ingin menyasar target market unik dan belum mengetahui pendekatan yang cocok. Kolaborasi lintas fungsi: berkolaborasi dengan berbagai fungsi di kantor misalnya untuk sebuah proyek. Kamu dapat bergabung dengan tim finance, IT, customer service, dan lain-lain. Kolaborasi virtual: seperti namanya, berkolaborasi secara virtual melalui Zoom, Google Drive atau Skype. G. Langkah kolaborasi kerja yang efektif dan sukses Tentu, kamu sudah memahami pentingnya kolaborasi dalam tim dan apa saja kemampuan yang perlu dimiliki. Nah, supaya kolaborasi kerjamu berjalan dengan lancar, kamu bisa menerapkan langkah-langkah berikut ini: 1. Menetapkan tujuan Seperti yang sudah kamu pahami, kolaborasi adalah bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama. Jadi, sebelum memutuskan untuk berkolaborasi,


pastikan kamu sudah menetapkan tujuan dan tim yang terlibat juga memahami tujuan tersebut. 2. Memilih antara kolaborasi terbuka atau tertutup Setelah mengetahui perbedaan kolaborasi terbuka dan tertutup, kamu kemudian dapat memilih mana yang dibutuhkan saat ini. Jika kamu menginginkan banyak ide-ide baru, kolaborasi terbuka merupakan pilihan yang tepat. Kamu bahkan bisa melibatkan seluruh pegawai perusahaan misalnya ketika ingin mengumpulkan ide untuk desain produk terbaru dan membutuhkan ide yang out of the box namun tetap relevan. Sebaliknya, jika kamu hanya memiliki isu spesifik yang perlu diselesaikan seperti menangani masalah penurunan angka kunjungan website. Kamu mungkin hanya perlu melibatkan pihak-pihak yang sudah paham untuk memberikan solusinya. 3. Libatkan orang yang tepat Tahap kolaborasi ini sangat penting jika kamu memilih kolaborasi tertutup. Kamu harus memilih orang-orang dengan kemampuan spesifik dapat membantumu mencapai tujuan tersebut. Selain itu, kamu juga bisa membagi peran dalam tim kolaborasi. Siapa yang akan bertindak sebagai pemimpin, pengumpul data dan lain- lain. Pastikan setiap orang mendapatkan kesempatan yang adil, ya! 4. Meyakinkan orang untuk terlibat Kamu mungkin akan menjumpai situasi saat seseorang enggan untuk ikut berkolaborasi dengan tim yang akan kamu buat. Mereka bisa saja ragu apakah kolaborasi ini bisa bermanfaat untuk mereka atau jangan-jangan hanya menambah beban pekerjaan saja. Nah, kamu perlu meyakinkan mereka untuk ikut dalam kolaborasi dengan memberikan benefit apa saja yang akan didapatkan. Misalnya, kesempatan untuk menjalin koneksi dengan pihak internasional, jenjang karier yang lebih cepat, mempelajari skills baru secara gratis dan lain-lain. 5. Mengedepankan sikap kolaboratif Saat memutuskan berkolaborasi, kamu harus siap untuk bersifat kolaboratif sesuai dengan kemampuan kolaborasi yang telah disebutkan di atas. Kamu perlu memiliki kemampuan berbicara dan mendengar, menghargai perbedaan dan peka terhadap situasi.


MODUL AJAR PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN BUDAYA KERJA KEBEKERJAAN SUB-TEMA : KREATIVITAS DAN PROAKTIF FASE E (KELAS X) Disusun oleh : Tim P5 SMKN 1 KOTA TANGERANG SELATAN PEMERINTAH PROVINSI BANTEN DINAS PENDIDIKAN PROVINSI PROVINSI BANTEN SMK NEGERI 1 KOTA TANGERANG SELATAN 2023


A. INFORMASI UMUM Nama Penulis Tim P5 SMKN 1 Kota Tangerang Selatan Sarana dan Prasarana 1) Gawai/laptop; 2) Akses internet; 3) Buku teks; 4) Papan tulis dan spidol; 5) LCD Proyektor; 6) Aplikasi Teachmint 7) LKPD 8) Google Form Target Peserta Didik Peserta didik reguler Relevansi tema ke sekolah Relevansi kegiatan pembelajaran utamanya menerapkan Project Based Learning dengan melibatkan peserta didik dalam kerja dan dalam melaksanakan projek sosial. Kompetensi yang didapat peserta didik dapat diimplementasikan pada penyelesaian permasalahan sekitar dengan memaksimalkan fungsi Ruang Praktik Siswa (Teaching Factory). Alokasi Waktu: 3 x Pertemuan (3 x 8 JP) Fase: E (Kelas X) Jenjang / Kelas: SMK / X Mapel: Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya kerja (P5BK) B. KOMPETENSI INTI Deskripsi singkat Projek pada subtema kreativitas dan proaktif dimaksudkan untuk membangun kreativitas dan proaktif peserta didik agar memahami ruang lingkup dan karakteristik pekerjaan sesuai dengan program keahliannya. Dimensi Kreatif, Berkebhinekaan Global, Bergotong Royong, Mandiri; Bernalar Kritis Sub Elemen 1. Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan 2. Menganalisis dan mengevaluasi penalaran 3. Merefleksikan pemikiran dan proses berpikir 4. Mengambil keputusan Tujuan Spesifik Peserta didik mampu meningkatkan Kreativitas dan Proaktif menuju dunia kerja, melalui kiat-kiat yg akurat dan efektif.


Alur Kegiatan Pertemuan 1 Persiapan : Guru membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang cara membangun Kreativitas dan Proaktif yang efektif sesuai dengan tuntunan kecakapan dunia kerja. Pelaksanaan - Peserta didik dapat memahami pentingnya Kreativitas dan Proaktif. Tugas : - Menerapkan Teknik berdiskusi yaitu Brainstroming, Brain Writing tetang pentingnya Kreativitas dan Proaktif dalam dunia kerja. Setiap siswa menyapaikan pendapatkan secara tertulis melalui Aplikasi Teachmint. Pertemuan 2 : Persiapan : Guru membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang cara membangun Kreativitas dan Proaktif yang efektif sesuai dengan tuntunan kecakapan dunia kerja. Pelaksanaan - Peserta didik mengenali ciri-ciri berfikir kreatif dan proaktif. Tugas : - Menganalisis dan mengindentifikasi ciri-ciri berfikir kreatif dan Proaktif melalui kiat-kiat akurat dan efektif baik secara langsung dan tidak langsung. Siswa menyapaikan hasil analisisnya melalui aplaikasi teachmint. Pertemuan 3 : Persiapan : Guru membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang cara membangun Kreativitas dan Proaktif yang efektif sesuai dengan tuntunan kecakapan dunia kerja. Pelaksanaan - Peserta didik mampu mendeskripsikan proses berfikir kreatif. - Peserta didik memamahi Teknik mengembangkan Ide dan Gagasan Tugas : - Peserta didik diminta membuat Poster Simbol-simbol tentang K3LH dan Budaya kerja industri yang menarik, dengan menggunakan aplikasi Canva.


Asesmen Asesmen Diagnostik Kognitif Tes Lisan : 1. Apa pelajaran yang anda harapkan dari kegiatan projek profil pelajar pancasila (kebekerjaan) ? 2. Menurut anda apa tantangan untuk mendapatkan hasil maksimal dari kegiatan profil pelajar pancasila (kebekerjaan dan budaya kerja) ? 3. Dalam skala nilai 1 – 10, berapakah skor tingkat pemahaman anda terhadap materi yang akan disampaikan Asesmen Formatif 1. Menilai proses peserta didik dalam mempelajari bagaimana mengidentifikasi potensi diri yang ada. 2. Menilai proses peserta didik dalam membuat Kreativitas dan Proaktifyang ada pada dirinya. 3. Menilai proses peserta didik dalam menganalisis peluang dan potensi usaha yang bersumber dari potensi diri, sebagai Kreativitas dan Proaktif. 4. Menilai proses peserta didik dalam membuat membuat poster simbolsimbol K3LH dan Budaya Kerja Indsutri. Asesmen Sumatif Tes Tertulis : 1. Peserta didik diminta untuk menuliskan ide-ide apa saja yang dimilikinya sebagai Kreativitas dan Proaktif. Tes Praktik : 1. Peserta didik diminta membuat Poster K3LH dan Budaya Kerja Industri yang menarik, dengan menggunakan aplikasi Canva. Pertanyaan Pemantik 1. Menurut anda apa pentingnya Kreativitas dan Proaktif, dalam persiapan kerja anda setelah lulus SMK? 2. Menurut anda apakah Kreativitas dan Proaktif akan memperkuat potensi diri anda dalam memasuki dunia kerja/kebekerjaan? 3. Menurut anda apakah kemampuan Kreativitas dan Proaktif yang anda kuasai selaras dengan tuntutan dunia kerja? 4. Menurut anda apa yang dapat meningkatkan teknik mengembangkan ide dan gagasan agar berhasil dalam pekerjaan anda? Pengayaan dan remedial 1. Pengayaan : Diberikan pada peserta didik yang telah mencapai Capaian materi. 2. Remedial : Diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai Capaian Pembelajaran, untuk membantu mereka dalam mencapainya.


Refleksi Peserta Didik dan Guru Refleksi Peserta didik tema Eksplorasi potensi lokal: 1. Apakah kalian mengenali potensi lokal dapat dijadikan peluang usaha ? 2. Apakah tantangan yang dihadapi untuk meraih kesuksesan melalui potensi lokal 3. Tuliskanlah beberapa potensi lokal apa yang dapat dikembangkan 4. Apakah kalian telah memliki toko onine ? Refleksi Guru tema Eksplorasi potensi lokal: 1. Apakah objektif/tujuan dari projek ini tercapai? 2. Apa yang berjalan dengan baik dalam projek ini? 3. Masalah yang muncul. Mengapa masalah ini muncul? 4. Strategi untuk menyelesaikan masalah yang Muncul 5. Bagaimana tingkat kepercayaan diri Bapak/Ibu dalam memfasilitasi pembicaraan mengenai tema Eksplorasi potensi lokal LAMPIRAN 1. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) 2. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik; 3. Glosarium; 4. Daftar Pustaka.


Lampiran 1 Lembar Kerja Peserta Didik (Aktivitas 2) Membangun Impian Peserta Didik Nama : .............................................. Materi :............................................. Kelas : .............................................. Hari/Tanggal : ............................................. Kreativita dan Proaktif (Menuju Dunia Kerja) Pertanyaan ? 1. Menurut anda apa pentingnya Kreativitas dan Proaktif, dalam persiapan kerja anda setelah lulus SMK? 2. Menurut anda apakah Kreativitas dan Proaktif akan memperkuat potensi diri anda dalam memasuki dunia kerja/kebekerjaan? 3. Menurut anda apakah kemampuan Kreativitas dan Proaktif yang anda kuasai selaras dengan tuntutan dunia kerja? 4. Menurut anda apa yang dapat meningkatkan teknik mengembangkan ide dan gagasan agar berhasil dalam pekerjaan anda? Jawaban : ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................... ............................................................................................................................. .............................................................................................................................


Lampiran 2. ASSESMEN Capaian Pembelajaan Tujuan Pembelajaran Lingkup Materi Peserta didik mampu meningkatkan Kreativitas dan Proaktif menuju dunia kerja, melalui kiat-kiat yg akurat dan efektif. Tema : Kebekerjaan Kreativitas dan Proaktif (menuju dunia kerja) Asesmen Diagnostik Non-Kognitif: 1. Apa yang sedang kamu rasakan saat ini? Atau perasaan lain ??? 2. Bagaimana perasaanmu saat belajar di sekolah? 3. Apa saja kegiatanmu selama belajar di sekolah? 4. Apa hal yang paling menyenangkan dan tidak menyenangkan ketika belajar di sekolah? 5. Apa harapanmu? Siswa mengekspresikan perasaannya selama belajar di sekolah serta menjelaskan aktivitasnya: Asesmen Diagnostik Kognitif: 1. Menurut anda apa pentingnya Kreativitas dan Proaktif, dalam persiapan kerja anda setelah lulus SMK? 2. Menurut anda apakah Kreativitas dan Proaktif akan memperkuat potensi diri anda dalam memasuki dunia kerja/kebekerjaan? 3. Menurut anda apakah kemampuan Kreativitas dan Proaktif yang anda kuasai selaras dengan tuntutan dunia kerja? 4. Menurut anda apa yang dapat meningkatkan teknik mengembangkan ide dan gagasan agar berhasil dalam pekerjaan anda?


Lampiran 2. Materi/ Bahan Bacaan Memahami Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja (Apa itu Profil Pelajar Pancasila? Mengapa diperlukan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja?) “Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.” Profil Pelajar Pancasila memiliki enam kompetensi yang dirumuskan sebagai dimensi kunci: 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. 2. Berkebinekaan global. 3. Bergotong-royong. 4. Mandiri. 5. Bernalar kritis. 6. Kreativitas.


Ruang lingkup tema Projek pada tema Bhineka Tunggal Ika ini meliputi: Projek pada tema kebekerjaan ini meliputi : (1) Kenali Diri/Impian; (2) Bekali Diri/Penguatan Kompetensi; (3) Eksplorasi Potensi Lokal; (4) Kemampuan Komunikasi Efektif; (5) Kolaborasi dalam dunia kerja; (6) Kreativitas dan Proaktif; (7) Aktualisasi Diri; (8) Penerapan Komunikasi dalam Wawancara; (9) Kreativitas dan Proaktif(Menuju Dunia Kerja); (10).Rencana Tindak Lanjut (RTL dan Change) Kreativitas dan Proaktif A. Defenisi Kreativitas dan Proaktif Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang (thinking new thing). Dari pengertian kreativitas diatas, terdapat juga beberapa pendapat para ahli yang mendefinisikan pengertian kreativitas antara lain sebagai berikut : Widayatum : Menurut Widayatum, pengertian kreativitas adalah suatu kemampuan untuk memecahkan masalah, yang memberikan individu menciptakan ide-ide asli/adaptif fungsi kegunaan secara penuh untuk berkembang. Asep : Menurut Asep, pengertian kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk berpikir mencapai produk yang beragam dan baru, baik dalam bidang keilmuan, seni, sastra, dan bidang lainnya, dimana produk bisa diterima dan disukai oleh masyarakat sebagai sesuatu yang berguna James R. Evans : Menurut James R. Evans, pengertian kreativitas adalah keterampilan untuk menentukan pertalian baru, melihat subjek perspektif baru, dan membentuk kombinasikombinasi baru dari dua konsep atau lebih konsep yang telah tercatat dalam pikiran. Santrock : Menurut Santrock, pengertian kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan tentang sesuatu dalam cara baru dan tidak biasanya serta untuk mendapatkan solusi-solusi yang unik. Yatin Rianto (2012: 233) : Menurut Yatin Rianto, pengertian kreativitas adalah sesuatu yang baru bagi diri sendiri dan tidak harus merupakan sesuatu yang baru bagi orang lain atau dunia pada umumnya, Semiawan (1987) : Menurut Semiawan, pengertian kreativitas adalah kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menetapkannya dalam pemecahan masalah. Harris : Menurut Harris, pengertian kreativitas adalah kemampuan, sikap dan proses menghasilkan ide-ide baru dengan mengombinasikan, mengubah, atau menerapkan kembali ide-ide yang telah ada. Utami Munandar (1995: 25) : Menurut utami munandar, pengertian kreativitas adalah suatu kemampuan umum untuk menciptakan suatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya Imam Musbikin (2006: 6) : Menurut imam musbikin, pengertian kreativitas adalah kemampuan memulai ide, melihat hubungan baru, atau tak diduga sebelumnya, kemampuan


memformulasikan konsep yang tak sekedar menghafal, menciptakan jawaban baru untuk soalsoal ada, dan mendapatkan pertanyaan baru yang perlu di jawab. Woolfook (1984) : Menurut Woolfook, pengertian kreativitas adalah kemampuan individu untuk menghasilkan sesuatu (hasil) yang baru atau asli atau pemecahan masalah. Freedam (1982) : Menurut Freedam, pengertian kreativitas adalah sebagai kemampuan untuk memahami dunia, menginterpretasi pengalaman dan memecahkan masalah dengan cara yang baru dan asli. Selo Sumarjan : Menurut Selo Sumarjan, pengertian kreativitas adalah kemampuan yang efektif dalam menciptakan sesuatu yang baru, yang berbeda dalam bentuk susunan, gaya, tanpa atau dengan mengubah fungsi pokok dari sesuatu yang dibuat itu. B. Ciri-Ciri Kreativitas Terdapat beberapa ciri-ciri kreativitas antara lain sebagai berikut : Memiliki rasa ingin tahu yang luas dan mendalam Memiliki daya imajinasi yang tinggi Selalu memberikan gagasan atau usulan terhadap suatu masalah Melihat suatu masalah dalam berbagai sudut pandang Orisinal dalam ungkapan gagasan dan dalam pemecahan masalah C. CARA MENGEMBANGKAN KREATIVITAS MENINGKATKAN KREATIVITAS ORGANISASI Kreativitas tidak begitu saja terjadi dalam organisasi wirausahawan harus membuat lingkungan yang dapat menyuburkan kreativitas bagi dirinya sendiri maupun bagi karyawanny. Ide baru merupakan kreasi yang mudah dihancurkan,tetapi lingkunganorganisasi yang tepat dapat mendorong orang untuk mengembangkan dan mengolahnya. 1. Masukkan kreativitas sebagai nilai inti perusahaan Para wirausahawan memiliki tanggung jawab untuk membentuk budaya inovatif dalam perusahaaan mereka dan membuat nuansa kreatif dalam perusahaan yang dimulai dengan misi perusahaan. 2. Merangkul keragaman Salah satu cara terbaik untuk menggali budaya kreativitas adalah dengan mempekerjakan berbagai macam angkatan kerja. 3. Mengharapkan Kreativitas Karyawan cenderung untuk bangkit atau surut sesuai dengan tinggi rendahnya harapan wirausahawan terhadap karyawan tersebut. 4. Mengharapkan dan memberi ruang pada kegagalanIde-ide kreatif akan menghasilkan kegagalan dan kesuksesan. 5. Mendorong rasa ingin tahu. Wirausahawan dan karyawan harus selalu mengajukan pertanyaan. 6. Melakukan perubahan tata ruangan secara periodic. Lingkungan fisik tempat orang bekerja mempengaruhi tingkat kreativitasnya. 7. Memandang masalah sebagai tantangan


Setiap masalah menawarkan peluang untuk inovasi. 8. Memberikan pelatihan kreativitas Hampir setiap orang memiliki kapasitas untuk menjadi kreatif, tetapi mengembangkan kapasitas tersebut memerlukan pelatihan. 9. Memberikan dukungan Para wirausahawan harus memberikan alat dan sumber daya yang diperlukan olehkaryawannya agar bisa menjadi kreatif. 10. Mengembangkan prosedur untuk menangkap ide-idePara pekerja dalam setiap organisasi bisa memunculkan ide kreatif. 11. Berbicara dengan pelanggan Perusahaan yang inovatif akan meluangkan waktu untuk mendapatkan umpan balik mengenai cara pelanggan tersebut menggunakan produk atau jasa perusahaan, atau mendapatkan ide-ide baru. 12. Mencari tahu kegunaan produk atau jasa perusahaan Memfokuskan diri pada penggunaan “tradisional” produk atau jasa perusahaan, akanmembatasi kreativitas dan juga penjualan perusahaan. 13. Memberi penghargaan terhadap kreativitas Wirausahawan dapat mendorong kreativitas dengan cara memberikan penghargaan ketika kreativitas muncul. D. Proaktif dan Reaktif Sikap proaktif adalah sikap stimulus dimana seseorang dapat menentukan pilihan jika ia dirangsang untuk melakukannya. Dengan adanya sikap proaktif ini menjadikan seseorang mampu untuk memilih dan juga merespon sesuai dengan kebutuhan. Orang yang proaktif memiliki sikap maju dan punya tujuan yang jelas, mereka juga bisa menghadapi masa depan dengan baik. Sikap proaktif juga memicu perilaku internal yang dimiliki oleh seorang individu, sehingga mereka memiliki perilaku yang positif. Bagi manusia, sikap proaktif memiliki manfaat yang besar, misalnya ia bisa membantu Anda untuk menghadapi permasalahan yang datang tiba-tiba. Sikap proaktif juga bisa digunakan untuk berinteraksi dengan manusia yang lain karena jika seseorang memiliki sifat yang proaktif maka kemungkinan besar ia juga memiliki kecerdasan emosional yang baik. Ciri Sikap Proaktif Ada beberapa ciri yang bisa menunjukkan bahwa seseorang dapat memiliki sifat yang proaktif, diantaranya adalah: - Ia dapat memilih jawaban dengan lebih mudah, baik satu buah jawaban atau lebih. - Terbiasa untuk berpikir sebelum bertindak, sehingga mereka punya alasan untuk setiap tindakan yang dimiliki. - Secara emosional lebih stabil dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki sifat ini, sebab ketika seorang yang proaktif mendapatkan stimulas ia masih bisa mengendalikan emosinya. - Cenderung aktif dan memiliki inisiatif yang tinggi untuk memulai sesuatu. - Setiap tindakannya dipikirkan matang-matang, sehingga kemungkinan menyakiti perasaan orang lain cukup kecil. - Punya rasa tanggung jawab yang besar atas tindakan yang mereka lakukan. - Dapat mengambil keputusan dengan baik meskipun dalam situasi yang sulit. - Tidak mudah menyalahkan keadaan apabila tidak berjalan sesuai dengan keinginannya


Manfaat Sikap Proaktif Seseorang yang memiliki sikap proaktif pastinya akan banyak mendapatkan manfaat dibaliknya karena segala sesuatu yang berjalan sudah sesuai dengan pertimbangan terbaiknya. Adapun manfaat tersebut seperti : - Tidak mudah tersinggung - Bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan - Semua perilaku berjalan sesuai kesadaran - Mampu membuat keputusan terbaik dalam kondisi terburuk sekalipun - Fokus pada apa yang bisa mereka ubah - Selalu berpikir dua kali dalam segala hal Contoh Sikap Proaktif Seseorang yang memiliki sikap proaktif biasanya dapat melakukan pekerjaannya dengan baik dan menjaga perilakunya agar tidak memberikan masalah bagi orang lain. Contoh dari sikap proaktif, misalnya, Anda dipukul oleh seseorang, setelah dipukul maka Anda akan berpikir, “kenapa dipukul? Apa alasan atas pukulan tersebut?” Dari sana, Anda kemudian memikirkan apakah Anda hendak membalas pukulan tersebut atau mendiamkannya sebagai bentuk jalur damai. Yang mana pun pilihan seseorang yang proaktif, ia tetap bisa bertanggung jawab dan berpikir logis setelah stimulus atau kejadian terjadi. Lampiran 3 Glosarium : - Lampiran 4 Daftar Pustaka : - Panduan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila_Kemdikbudristek tahun 2021-10-13 - Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila_ PDF_Drs. SLLIPAN, MPd. - Bahan Ajar Penguatan Projek Profil Pelajar Pancasila, ,Kemdikbud 2021 - https://www.scribd.com/doc/140123338/Kreatif-Dan-Proaktif - https://www.scribd.com/doc/140123338/Kreatif-Dan-Proaktif - Modul pembelajaran - https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mediator/article/download/3626/pdf - http://eprints.radenfatah.ac.id/4134/3/BAB%20II.pdf


- RUBRIK PENILAIAN EKSPOLARASI POTENSI LOKAL Dimensi Belum Berkembang <30% Mulai Berkembang 30%-<60^ Berkembang Sesuai Harapan 60%-<90% Sangat Berkembang Mandiri Peserta didik belum sepenuhnya mampu merancang karir Peserta didik sudah mulai dapat melihat gambaran karis masa depan Peserta didik telah mampu merancang beberapa jenis karir masa depan Peserta didik telah mampu merancang berbagai karir masa depan Bernalar Kritis Peserta didik belum sepenuhnya mampu mengemukakan, atau menyetujui, atau menyangkal suatu ide atas dasar penalaran logis. Peserta didik sudah mampu mengemukakan, atau menyetujui, atau menyangkal beberapa ide atas dasar Peserta didik telah mampu mengemukakan, atau menyetujui, atau menyangkal Banyak ide atas dasar penalaran logis. Peserta didik telah sepenuhnya mampu mengemukaka n, atau menyetujui, atau menyangkal banyak ide atas dasar penalaran logis Kreativitas Peserta didik mempunyai satu ide yang dapat memberikan sumbangan Pemikiran kepada orang lain Peserta didik mempunyai beberapa ide dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada orang lain Peserta didik mempunyai banyak ide dan bisa mengembangkan satu ide dan melakukan usaha untuk mewujudkannya menjadi nyata Peserta didik bisa mengembangk an ide yang berbeda sebagai terobosan dan mewujudkannya menjadi nyata.


- LEMBAR REFLEKSI MEMBANGUN MIMPI, VISION DAN PASSION PESERTA DIDIK NO PERTANYAAN TANGGAPAN ANDA 1 Menurut anda apa pentingnya Kreativitas dan Proaktif, dalam persiapan kerja anda setelah lulus SMK? 2 Menurut anda apakah Kreativitas dan Proaktifakan memperkuat potensi diri anda dalam memasuki dunia kerja/kebekerjaan? 3 Menurut anda apakah kemampuan Kreativitas dan Proaktifyang anda kuasai selaras dengan tuntutan dunia kerja? 4 Menurut anda apa yang dapat meningkatkan teknik mengembangkan ide dan gagasan agar berhasil dalam pekerjaan anda?


- LEMBAR REFLEKSI GURU NO PERTANYAAN TANGGAPAN ANDA 1 Menurut anda apakah metode yang digunakan untuk mencapai tujuan aktifitas telah sesuai ? 2 Menurut anda, apakah aktifitas tema telah berjalan sesuai dengan alur? Jelaskan! 3 Menurut anda, apa kendala dan hambatan dalam melaksanakan aktifitas tema ini ? 4 Menurut anda, apakah pesan dimensi Profil Pelajar Pancasila sudah tercapai ? -


Modul P5 Tema Aktualisasi Diri Istilah self-actualization sering kali dikaitkan dengan Abraham Maslow, seorang psikolog berkebangsaan Amerika Serikat, yang dikenal dengan teorinya Hierarki Kebutuhan Maslow (Maslow’s Hierarchy of Needs). © Simplypsychology.com Melalui teorinya tersebut, Maslow menyebut bahwa aktualisasi diri artinya adalah kebutuhan tertinggi dalam hidup manusia. Sehingga, menurut Maslow, tidak banyak manusia yang dapat memenuhi kebutuhan ini. Walaupun istilah ini dipopulerkan oleh Maslow, pencetusnya sendiri bukanlah Maslow. Kurt Goldstein merupakan orang pertama yang memperkenalkan istilah self-actualization. Goldstein yang merupakan dokter spesialis psikiatri dan neuroanatomi ini memandang aktualisasi diri sebagai tujuan akhir setiap manusia.


Artinya, aktualisasi ini mengacu pada keinginan untuk memenuhi kebutuhan diri, dan kecenderungan individu untuk teraktualisasikan dalam potensinya. Goldstein menunjukkan bahwa manusia kemudian berperilaku sesuai dengan motivasi menyeluruh ini. Karakteristik individu yang menerapkan aktualisasi diri Untuk memahami self-actualization, Maslow melakukan observasi terhadap beberapa orang terkenal seperti Albert Einstein, Ruth Benedict, dan Eleanor Roosevelt. Berdasarkan hasil observasi tersebut, Maslow kemudian menjabarkan karakteristik-karakteristik yang menjadi ciri khas orang telah yang menerapkan aktualisasi diri. Dilansir dari Simply Psychology, berikut beberapa contoh karakteristik aktualisasi diri atau self-actualization dalam dunia kerja. Mampu menerima kekurangan orang lain dan juga kekurangan mereka sendiri, seringkali dengan humor dan toleransi. Ia tidak hanya menerima orang lain sepenuhnya, namun juga jujur pada diri sendiri daripada berpurapura untuk mengesankan orang lain. Cenderung mandiri dan tidak bergantung pada faktor eksternal untuk mengarahkan hidup mereka. Dapat memupuk hubungan yang dalam dan penuh kasih dengan orang lain. Cenderung memancarkan rasa syukur dan mempertahankan penghargaan yang dalam bahkan untuk berkat yang biasa dalam hidup. Mampu menganalisis situasi dengan cepat.


Jarang bergantung pada lingkungan atau budaya mereka untuk membentuk opini mereka. Cenderungan memandang hidup sebagai misi yang memanggil mereka untuk mencapai tujuan di luar dirinya. Menerapkan Aktualisasi Diri dalam Kehidupan Lantas, bagaimana cara menerapkannya? Berikut adalah beberapa contoh aktualisasi diri yang bisa kamu lakukan. 1. Belajarlah menerima diri Hal pertama yang harus kamu lakukan untuk menerapkan aktualisasi diri adalah belajar menerima diri sendiri. Menerima diri bisa berarti merasa lebih nyaman menerima hal-hal yang tidak diketahui dalam hidupmu. Selain itu, kamu juga perlu mencoba menghindari angan-angan dan melihat sesuatu dengan cara yang lebih realistis. 2. Kenali dirimu Menurut Maslow, aktualisasi diri menyiratkan ada diri yang harus diaktualisasikan.


Manusia menurutnya bukanlah tabula rasa, segumpal tanah liat atau plastisin, melainkan sesuatu yang sudah ada. Daripada berkonsultasi dengan rekan-rekanmu, cobalah untuk mulai mengenal dirimu lebih dalam. Sering kali tidak disadari, kita menyerahkan pendapat kita kepada otoritas, tetapi dalam pendapat itulah kita dapat mengidentifikasi diri kita yang sebenarnya. 3. Belajarlah merasa nyaman dengan lingkungan sekitar Hal selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah mencoba merasa nyaman dengan lingkungan sekitar. Hubunganmu dengan teman, keluarga, bahkan rekan kerja memainkan peran penting dalam hidupmu. Namun itu sama pentingnya untuk memelihara hubungan Anda dengan diri sendiri. Orang yang mengaktualisasikan diri menurut Healthline biasanya merasa tenang dan damai dengan sendirinya. Ini karena mereka merasa nyaman dengan apa yang ada di sekitar mereka. Lingkungan yang nyaman membuatnya lebih mudah untuk terbuka dan mengekspresikan dirinya.


4. Bersikap jujur Meski tidak setiap saat, kamu perlu bersikap jujur. Pada saat lainnya, kamu juga perlu bersikap diplomatis atau sopan. Maslow berpendapat bahwa menjadi benar-benar jujur, terutama dengan diri sendiri, adalah metode mengambil tanggung jawab. Menurutnya, dalam psikoterapi seseorang dapat melihat, merasakan, dan mengetahui momen tanggung jawab. Kemudian ada pengetahuan yang jelas tentang bagaimana rasanya. Ini adalah salah satu langkah besar. Setiap kali seseorang mengambil tanggung jawab, ini adalah aktualisasi diri. 5. Jangan mengkhawatirkan kesesuaian Bagian dari belajar lebih banyak tentang diri sendiri berarti kamu bisa lebih sering mengandalkan diri sendiri untuk membuat penilaian. Berbagai faktor lain mungkin bertindak sebagai penengah, namun ketika kamu memahami diri sendiri dengan lebih baik, kamu juga akan memahami apa yang berhasil untukmu dan apa yang tidak. Secara khusus, Maslow menggarisbawahi bagaimana hal ini dapat membuatmu tidak populer.


Kemudian, mampu mengakui bahkan mengandalkan diri sendiri adalah hal yang baik adalah sesuatu yang dia yakini sangat diperlukan untuk aktualisasi diri. 6. Kembangkan rasa belas kasih Orang yang mengaktualisasikan diri memiliki perasaan yang dalam terhadap makhluk hidup lainnya. Rasa belas kasih mereka melampaui lingkaran sosial langsung mereka dan orang-orang yang mereka kenal dalam kehidupan sehari-hari hingga kemanusiaan dan dunia secara keseluruhan. Welas asih datang lebih mudah bagi sebagian orang daripada yang lain. Jika kamu kesulitan memahami dan berempati dengan orang yang sangat berbeda darimu, cobalah belajar lebih banyak tentang orang yang memiliki pengalaman hidup berbeda. Kamu bisa mempelajarinya dengan membaca buku atau mengonsumsi media lain yang diproduksi oleh orang dari latar belakang yang berbeda denganmu. Aktualisasi diri bukanlah tujuan satu ukuran untuk semua. Tidak ada dua orang yang persis sama, jadi setiap orang mungkin memiliki jalan yang sedikit berbeda. Sebagai contoh, bagi sebagian besar orang, self-actualization merupakan tujuan jangka panjang, bahkan seumur hidup.


Meski demikian, bekerja untuk memaksimalkan potensimu dan menjadi diri versi terbaik dari dirimu adalah cara yang bagus untuk menjalani hidup yang lebih memuaskan. Yuk, terus kembangkan dirimu untuk mengejar karier impian. https://glints.com/id/lowongan/aktualisasi-diri/#.Y-IcqHZBzrc


Lampiran 1 Lampiran 2. Lembar Kerja Peserta Didik (Aktivitas 2) Mengembangkan Aktualisasi Diri Peserta Didik Nama : .............................................. Materi :............................................. Kelas : .............................................. Hari/Tanggal : ............................................. Aktualisasi Diri (Menuju Dunia Kerja) Pertanyaan ? 1. Menurut anda apa pentingnya Aktualisasi Diri, dalam persiapan kerja anda setelah lulus SMK? 2. Menurut anda apakah Aktualisasi Diriakan memperkuat potensi diri anda dalam memasuki dunia kerja/kebekerjaan? 3. Menurut anda apakah kemampuan Aktualisasi Diri yang anda kuasai selaras dengan tuntutan dunia kerja? 4. Menurut anda apa yang dapat meningkatkan teknik mengembangkan aktualisasi diri agar berhasil dalam pekerjaan anda? Jawaban : ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................... ............................................................................................................................. .............................................................................................................................


ASSESMEN Capaian Pembelajaan Tujuan Pembelajaran Lingkup Materi Peserta didik mampu meningkatkan Aktualisasi Dirimenuju dunia kerja, melalui kiat-kiat yg akurat dan efektif. Tema : Bhineka Tunggal Ika Aktualisasi Diri Asesmen DiagnostikNon-Kognitif: 1. Apayangsedangkamurasakansaat ini? Atau perasaanlain ??? 2. Bagaimanaperasaanmusaatbelajardisekolah? 3. Apasaja kegiatanmuselama belajardisekolah? 4. Apahalyangpalingmenyenangkan dan tidak menyenangkan ketikabelajar di sekolah? 5. Apaharapanmu? Siswamengekspresikanperasaannya selamabelajar disekolahsertamenjelaskan aktivitasnya: AsesmenDiagnostik Kognitif: 1. Menurut anda , apakah Aktualisasi Diri itu ? 2. Menurut anda apa pentingnya Aktualisasi Diri dalam persiapan kerja anda setelah lulus SMK? 3. Menurut anda apakah Aktualisasi diri akan memperkuat potensi diri anda dalam memasuki dunia kerja/kebekerjaan? 4. Menurut anda bagaimana cara menerapkan Aktualisasi Diri dalam kehidupan? 5. Menurut anda apa yang dapat meningkatkan pengembangan Aktualisasi Diri agar berhasil dalam pekerjaan anda?


MODUL AJAR PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN BUDAYA KERJA KEBEKERJAAN SUB-TEMA : PENERAPAN KOMUNIKASI DALAM WAWANCARA FASE E (KELAS X) Disusun oleh : Tim P5 SMKN 1 KOTA TANGERANG SELATAN PEMERINTAH PROVINSI BANTEN DINAS PENDIDIKAN PROVINSI PROVINSI BANTEN SMK NEGERI 1 KOTA TANGERANG SELATAN 2023


A. INFORMASI UMUM Nama Penulis Tim P5 SMKN 1 Kota Tangerang Selatan Sarana dan Prasarana 1) Gawai/laptop; 2) Akses internet; 3) Buku teks; 4) Papan tulis dan spidol; 5) LCD Proyektor; 6) Speaker mini. 6) LKPD Target Peserta Didik Peserta didik reguler Relevansi tema ke sekolah Relevansi kegiatan pembelajaran utamanya menerapkan Project Based Learning dengan melibatkan peserta didik dalam kerja dan dalam melaksanakan projek sosial. Kompetensi yang didapat peserta didik dapat diimplementasikan pada penyelesaian permasalahan sekitar dengan memaksimalkan fungsi Ruang Praktik Siswa (Teaching Factory). Alokasi Waktu: 3 x Pertemuan (3 x 8 JP) Fase: E (Kelas X) Jenjang / Kelas: SMK / X Mapel: Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya kerja (P5BK) B. KOMPETENSI INTI Deskripsi singkat Projek pada tema kebekerjaan dimaksudkan untuk menggali dan mengembangkan potensi peserta didik agar memahami ruang lingkup dan karakteristik pekerjaan sesuai dengan program keahliannya. Dimensi Kreatif, dan Bernalar Kritis. Sub Elemen 1. Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan 2. Menganalisis dan mengevaluasi penalaran 3. Merefleksikan pemikiran dan proses berpikir 4. Mengambil keputusan Tujuan Spesifik Peserta didik mampu menerapkan teknik berkomunikasi dalam menghadapi wawancara di dunia kerja


Alur Kegiatan Pertemuan 1 Persiapan : Guru membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang teknik wawancara yang efektif sesuai dengan tuntutan kecakapan dunia kerja Pelaksanaan - Peserta didik dapat memahami pentingnya teknik wawancara Tugas : - Bermain peran/roleplay teknik terbaik wawancara dunia kerja Pertemuan 2 : Persiapan : Guru membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang teknik wawancara yang efektif sesuai dengan tuntutan kecakapan dunia kerja Pelaksanaan - Peserta didik dapat menunjukan potensi dirinya dalam konteks komunikasi melalui wawancara di dunia kerja Tugas : - Meningkatkan kemampuan komunikasi wawancara melalui penerapan metode wawancara yang efektif Pertemuan 3 : Persiapan : Guru membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang teknik wawancara yang efektif sesuai dengan tuntutan kecakapan dunia kerja Pelaksanaan - Peserta didik dapat menerapkan metode wawancara yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing bidang pekerjaan Tugas : - Menganalisis komunikasi melalui kiat-kiat efektif komunikasi secara langsung dan tidak langsung. - Meningkatkan kemampuan komunikasi melalui Latihan public speaking dalam wawancara


Asesmen Asesmen Diagnostik Kognitif Tes Lisan : 1. Apa pelajaran yang anda harapkan dari kegiatan projek profil pelajar pancasila (kebekerjaan) ? 2. Menurut anda apa tantangan untuk mendapatkan hasil maksimal dari kegiatan profil pelajar pancasila (kebekerjaan dan budaya kerja) ? 3. Dalam skala nilai 1 – 10, berapakah skor tingkat pemahaman anda terhadap materi yang akan disampaikan Asesmen Formatif 1. Menilai proses peserta didik dalam menerima perbedaan pendapat dan menjelaskan pemikiran dengan detail sebagai respons terhadap pemikiran orang lain. 2. Menilai proses peserta didik dalam memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan tugas kelompok. 3. Menilai proses peserta didik dalam mengembangkan ide yang berbeda sebagai terobosan dan mewujudkannya menjadi nyata. 4. Menilai proses peserta didik dalam mengemukakan, atau menyetujui, atau menyangkal banyak ide atas dasar penalaran logis. Asesmen Sumatif Tes Tertulis : 1. Peserta didik diminta untuk menuliskan potensi diri apa saja yang dimilikinya dalam konteks melalui wawancara di dunia kerja Tes Praktik : 1. Peserta didik diminta bermain peran/roleplay teknik terbaik saat wawancara di dunia kerja Pertanyaan Pemantik 1. Menurut anda mengapa penting menguasai teknik komunikasi wawancara dalam persiapan kerja anda setelah lulus SMK? 2. Menurut anda apa makna dari kemampuan menunjukan potensi diri pada saat wawancara sebagai syarat memasuki dunia kerja/Keberkerjaan? 3. Menurut anda apakah kemampuan berkomunikasi anda akan mempengaruhi hasil wawancara sesuai dengan kebutuhan masing-masing bidang pekerjaan? 4. Menurut anda kompetensi apa yang perlu anda tingkatkan agar berhasil dalam wawancara mengisi peluang kerja yang ditawarkan?


Pengayaan dan remedial 1. Pengayaan : Diberikan pada peserta didik yang telah mencapai Capaian materi. 2. Remedial : Diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai Capaian Pembelajaran, untuk membantu mereka dalam mencapainya. Refleksi Peserta Didik dan Guru Refleksi Peserta didik tema Eksplorasi potensi lokal: 1. Apakah kalian mengenali potensi lokal dapat dijadikan peluang usaha ? 2. Apakah tantangan yang dihadapi untuk meraih kesuksesan melalui potensi lokal 3. Tuliskanlah beberapa potensi lokal apa yang dapat dikembangkan 4. Apakah kalian telah memliki toko onine ? Refleksi Guru tema Eksplorasi potensi lokal: 1. Apakah objektif/tujuan dari projek ini tercapai? 2. Apa yang berjalan dengan baik dalam projek ini? 3. Masalah yang muncul. Mengapa masalah ini muncul? 4. Strategi untuk menyelesaikan masalah yang Muncul 5. Bagaimana tingkat kepercayaan diri Bapak/Ibu dalam memfasilitasi pembicaraan mengenai tema Eksplorasi potensi lokal LAMPIRAN 1. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) 2. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik; 3. Glosarium; 4. Daftar Pustaka.


Lampiran 1 Lembar Kerja Peserta Didik (Aktivitas 2) Membangun Impian Peserta Didik Nama : .............................................. Materi :............................................. Kelas : .............................................. Hari/Tanggal : ............................................. Penerapan komunikasi dalam wawancara Pertanyaan ? 1. Menurut anda mengapa penting menguasai teknik komunikasi wawancara dalam persiapan kerja anda setelah lulus SMK? 2. Menurut anda apa makna dari kemampuan menunjukan potensi diri pada saat wawancara sebagai syarat memasuki dunia kerja/Keberkerjaan? 3. Menurut anda apakah kemampuan berkomunikasi anda akan mempengaruhi hasil wawancara sesuai dengan kebutuhan masing-masing bidang pekerjaan? 4. Menurut anda kompetensi apa yang perlu anda tingkatkan agar berhasil dalam wawancara mengisi peluang kerja yang ditawarkan? Jawaban : ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................... ............................................................................................................................. .............................................................................................................................


Lampiran 2. ASSESMEN Capaian Pembelajaan Tujuan Pembelajaran Lingkup Materi Peserta didik mampu menerapkan teknik berkomunikasi dalam menghadapi wawancara di dunia kerja Tema : Kebekerjaan Penerapan Komunikasi dalam Wawancara Asesmen Diagnostik Non-Kognitif: 1. Apa yang sedang kamu rasakan saat ini? Atau perasaan lain ??? 2. Bagaimana perasaanmu saat belajar di rumah? 3. Apa saja kegiatanmu selama belajar di rumah? 4. Apa hal yang paling menyenangkan dan tidak menyenangkan ketika belajar di rumah? 5. Apa harapanmu? Siswa mengekspresikan perasaannya selama belajar di rumah serta menjelaskan aktivitasnya: Asesmen Diagnostik Kognitif: 1. Menurut anda apa pentingnya komunikasi, dalam persiapan wawancara kerja anda setelah lulus SMK? 2. Menurut anda apakah public speacking akan memperkuat kelancaran wawancara anda dalam memasuki dunia kerja/kebekerjaan? 3. Menurut anda apakah kemampuan public speacking yang anda kuasai selaras dengan tuntutan dunia kerja? 4. Menurut anda kompetensi apa yang perlu anda tingkatkan agar anda mempengaruhi keberhasilan anda di dunia kerja ?


Lampiran 2. Materi/ Bahan Bacaan Memahami Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja (Apa itu Profil Pelajar Pancasila? Mengapa diperlukan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja?) “Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.” Profil Pelajar Pancasila memiliki enam kompetensi yang dirumuskan sebagai dimensi kunci: 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. 2. Berkebinekaan global. 3. Bergotong-royong. 4. Mandiri. 5. Bernalar kritis. 6. Kreatif.


Ruang lingkup tema Projek pada tema Bhineka Tunggal Ika ini meliputi: Projek pada tema kebekerjaan ini meliputi : (1) Kenali Diri/Impian; (2) Bekali Diri/Penguatan Kompetensi; (3) Eksplorasi Potensi Lokal; (4) Kemampuan Komunikasi Efektif; (5) Kolaborasi dalam dunia kerja; (6) Kreativitas dan Proaktif; (7) Aktualisasi Diri; (8) Penerapan Komunikasi dalam Wawancara; (9) Personal Branding (Menuju Dunia Kerja); (10).Rencana Tindak Lanjut (RTL dan Change) PENERAPAN KOMUNIKASI DALAM WAWANCARA A. Defenisi Wawancara Wawancara atau sering disebut juga interview mempunyai definisi atau batasan sebagai suatu proses komunikasi interaksional antara dua pihak dengan cara melakukan pertukaran informasi, baik menggunakan cara verbal dan/nonverbal, serta mempunyai tujuan tertentu yang spesifik. Ketika melakukan wawancara, seorang pewawancara biasanya bertemu untuk pertamakalinya dengan yang diwawancarai, dengan begitu pewawancara akan memberikan kesan awal pada orang yang diwawancarai. Seiring kegiatan wawancara yang berlangsung, maka sangat besar terjadi kesan lain yang akan terbentuk dengan adanya dinamika proses yang ada, dan dapat saja terjadi, bahwa kesan awal akan dimodifikasi berdasarkan hubungan yang sedang berjalan. Perubahan kesan terhadap pewawancara dengan sendirinya akan mempengaruhi proses wawancara selanjutnya, dan berdampak terhadap akurasi dan kelengkapan data yang dikumpulkan. Oleh karena itu, diperlukan keterampilan wawancara yang baik, agar data yang diperoleh lebih lengkap dan akurat.


Beberapa keterampilan dasar wawancara yang harus dikuasai adalah sebagai berikut :


Click to View FlipBook Version