MODUL AJAR PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN BUDAYA KERJA KEBEKERJAAN SUB-TEMA : Kolaborasi dalam Dunia Kerja FASE E (KELAS X) Disusun oleh : Tim P5 SMKN 1 KOTA TANGERANG SELATAN PEMERINTAH PROVINSI BANTEN DINAS PENDIDIKAN PROVINSI PROVINSI BANTEN SMK NEGERI 1 KOTA TANGERANG SELATAN 2023
A. INFORMASI UMUM Nama Penulis Tim P5 SMKN 1 Kota Tangerang Selatan Sarana dan Prasarana 1) Gawai/laptop; 2) Akses internet; 3) Buku teks; 4) Papan tulis dan spidol; 5) LCD Proyektor; 6) Speaker mini. 6) LKPD Target Peserta Didik Peserta didik reguler Relevansi tema ke sekolah Relevansi kegiatan pembelajaran utamanya menerapkan Project Based Learning dengan melibatkan peserta didik dalam kerja dan dalam melaksanakan projek sosial. Kompetensi yang didapat peserta didik dapat diimplementasikan pada penyelesaian permasalahan sekitar dengan memaksimalkan fungsi Ruang Praktik Siswa (Teaching Factory). Alokasi Waktu: 3 x Pertemuan (3 x 8 JP) Fase: E (Kelas X) Jenjang / Kelas: SMK / X Mapel: Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya kerja (P5BK) B. KOMPETENSI INTI Deskripsi singkat Projek pada tema kebekerjaan dimaksudkan untuk menggali dan mengembangkan potensi peserta didik agar memahami ruang lingkup dan karakteristik pekerjaan sesuai dengan program keahliannya. Dimensi Kreatif, dan Bernalar Kritis. Sub Elemen 1. Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan 2. Menganalisis dan mengevaluasi penalaran 3. Merefleksikan pemikiran dan proses berpikir 4. Mengambil keputusan Tujuan Spesifik Peserta didik mampu meningkatkan kemampuan kolaborasi menuju dunia kerja, melalui kiat-kiat yg akurat dan efektif.
Alur Kegiatan Pertemuan 1 Persiapan : Guru membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang struktur organisasi yang tepat sesuai dengan tuntunan kecakapan dunia kerja. Pelaksanaan Peserta didik dapat memahami pentingnya Struktur Organisasi. 1. Pertanyaan pembuka untuk siswa Guru dapat memulai sesi ini dengan diskusi dan menanyakan kepada siswa: a. “Apa yang kalian ketahui tentang struktur organisasi?” b. “Mengapa struktur organisasi sangat penting dalam suatu perusahaan?” Tugas : Peserta didik menyusun Struktur Organisasi dalam dunia kerja Pertemuan 2 : Persiapan : Guru membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang teknik Kolaborasi yang efektif sesuai dengan tuntunan kecakapan dunia kerja. Pelaksanaan Penjelasan Guru Guru memberikan pemaparan tentang kemampuan kolaborasi dalam dunia kerja serta memberikan gambaran kepada peserta didik mengenai pentingnya kemampuan kolaborasi dalam dunia kerja Tugas : Peserta didik menuliskan Langkah-langkah yang perlu dilakukan agar kolaborasi dalam dunia kerja dapat berjalan secara efektif
Asesmen Pertemuan 3 : Persiapan : Guru membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang teknik kemampuan kolaborasi yang efektif sesuai dengan tuntunan kecakapan dunia kerja. Pelaksanaan - Peserta didik diminta membuat scenario sebuah drama yang menarik, dengan memanfaatkan struktur organisasi yang telah dibuat pada pertemuan 1 dan menerapkan langkah kolaborasi yang efektif dengan tuntutan dunia kerja. - Peserta didik membuat video bermain peran lengkap menggunakan atribut dalam dunia kerja berdasarkan scenario yang telah dibuat, kemudian diupload ke dalam youtube. Asesmen Diagnostik Kognitif Tes Lisan : 1. Apa pelajaran yang anda harapkan dari kegiatan projek profil pelajar pancasila (kebekerjaan) ? 2. Menurut anda apa tantangan untuk mendapatkan hasil maksimal dari kegiatan profil pelajar pancasila (kebekerjaan dan budaya kerja) ? 3. Dalam skala nilai 1 – 10, berapakah skor tingkat pemahaman anda terhadap materi yang akan disampaikan Asesmen Formatif 1. Menilai proses peserta didik dalam mempelajari bagaimana mengidentifikasi potensi diri yang ada. 2. Menilai proses peserta didik dalam mengaplikasikan Teknik kolaborasi yang ada pada dirinya. 3. Menilai proses peserta didik dalam menganalisis langkahlangkah kolaborasi yang efektif yang harus dirinya lakukan. 4. Menilai proses peserta didik dalam membuat Struktur Organisasi Asesmen Sumatif Tes Tertulis : 1. Peserta didik diminta untuk membuat struktur organisasi di sebuah perushaan. Tes Praktik : 1. Peserta didik diminta membuat skenario drama sebagai penerapan kolaborasi yang efektif.
Pertanyaan Pemantik 1. Apa yang kalian ketahui tentang struktur organisasi? 2. Mengapa struktur organisasi sangat penting dalam suatu perusahaan? 3. Menurut anda apa pentingnya kemampuan kolaborasi, dalam persiapan kerja anda setelah lulus SMK? 4. Menurut anda apakah kemampuan kolaborasi akan memperkuat potensi diri anda dalam memasuki dunia kerja/kebekerjaan? 5. Menurut anda apakah kemampuan kolaborasi yang anda kuasai selaras dengan tuntutan dunia kerja? 6. Menurut anda kompetensi apa yang perlu anda tingkatkan agar kemampuan kolaborasi anda mempengaruhi keberhasilan anda di dunia kerja ? Pengayaan dan remedial 1. Pengayaan : Diberikan pada peserta didik yang telah mencapai Capaian materi. 2. Remedial : Diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai Capaian Pembelajaran, untuk membantu mereka dalam mencapainya. Refleksi Peserta Didik dan Guru Refleksi Peserta didik tema Eksplorasi potensi lokal: 1. Apakah kalian mengenali potensi lokal dapat dijadikan peluang usaha ? 2. Apakah tantangan yang dihadapi untuk meraih kesuksesan melalui potensi lokal 3. Tuliskanlah beberapa potensi lokal apa yang dapat dikembangkan 4. Apakah kalian telah memliki toko onine ? Refleksi Guru tema Eksplorasi potensi lokal: 1. Apakah objektif/tujuan dari projek ini tercapai? 2. Apa yang berjalan dengan baik dalam projek ini? 3. Masalah yang muncul. Mengapa masalah ini muncul? 4. Strategi untuk menyelesaikan masalah yang Muncul Bagaimana tingkat kepercayaan diri Bapak/Ibu dalam memfasilitasi pembicaraan mengenai tema Eksplorasi potensi lokal 5. Bagaimana tingkat kepercayaan diri Bapak/Ibu dalam memfasilitasi pembicaraan mengenai tema Eksplorasi potensi lokal LAMPIRAN 1. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) 2. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik; 3. Glosarium; 4. Daftar Pustaka.
Lampiran 1 Lembar Kerja Peserta Didik (Aktivitas 2) Nama : .............................................. Materi :............................................. Kelas : .............................................. Hari/Tanggal : ............................................. Kolaborasi dalam Dunia Kerja Pertanyaan ? 1. Menurut anda, apakah informasi tentang jabatan dan struktur organisasi yang ada di dunia kerja dapat menunjang persiapan kerja anda setelah lulus SMK? 2. Menurut anda, apa makna kolaborasi jabatan yang ada di dunia kerja dan seberapa jauh dapat mempengaruhi keberhasilan pekerjaan anda setelah lulus SMK? 3. Menurut anda, apa manfaat yang sudah anda dapatkan dari Teknik kolaborasi dalam dunia kerja? 4. Menurut anda, apa yang dapat meningkatkan cara berkolaborasi dalam dunia kerja agar berhasil dalam pekerjaan anda? Jawaban : ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ..................................................................................................................................... ..................................................................................................................... ............................................................................................................................. .............................................................................................................................
Lampiran 2. ASSESMEN Capaian Pembelajaan Tujuan Pembelajaran Lingkup Materi Peserta didik mampu meningkatkan kemampuan kolaborasi menuju dunia kerja, melalui kiat-kiat yg akurat dan efektif. Tema : Kebekerjaan Kolaborasi dalam Dunia Kerja Asesmen Diagnostik Non-Kognitif: 1. Apa yang sedang kamu rasakan saat ini? Atau perasaan lain ?? 2. Bagaimana perasaanmu saat belajar di rumah? 3. Apa saja kegiatanmu selama belajar di rumah? 4. Apa hal yang paling menyenangkan dan tidak menyenangkan ketika belajar di rumah? 5. Apa harapanmu? Siswa mengekspresikan perasaannya selama belajar di rumah serta menjelaskan aktivitasnya: Asesmen Diagnostik Kognitif: 1. Apa yang kalian ketahui tentang struktur organisasi? 2. Mengapa struktur organisasi sangat penting dalam suatu perusahaan? 3. Menurut anda apa pentingnya kemampuan kolaborasi, dalam persiapan kerja anda setelah lulus SMK? 4. Menurut anda apakah kemampuan kolaborasi akan memperkuat potensi diri anda dalam memasuki dunia kerja/kebekerjaan? 5. Menurut anda apakah kemampuan kolaborasi yang anda kuasai selaras dengan tuntutan dunia kerja? 6. Menurut anda kompetensi apa yang perlu anda tingkatkan agar kemampuan kolaborasi anda mempengaruhi keberhasilan anda di dunia kerja ?
Lampiran 2. Materi/ Bahan Bacaan Memahami Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja (Apa itu Profil Pelajar Pancasila? Mengapa diperlukan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja?) “Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.” Profil Pelajar Pancasila memiliki enam kompetensi yang dirumuskan sebagai dimensi kunci: 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. 2. Berkebinekaan global. 3. Bergotong-royong. 4. Mandiri. 5. Bernalar kritis. 6. Kreatif.
Ruang lingkup tema Projek pada tema Bhineka Tunggal Ika ini meliputi: Projek pada tema kebekerjaan ini meliputi : (1) Kenali Diri/Impian; (2) Bekali Diri/Penguatan Kompetensi; (3) Eksplorasi Potensi Lokal; (4) Kemampuan Komunikasi Efektif; (5) Kolaborasi dalam dunia kerja; (6) Kreativitas dan Proaktif; (7) Aktualisasi Diri; (8) Penerapan Komunikasi dalam Wawancara; (9) Personal Branding (Menuju Dunia Kerja); (10).Rencana Tindak Lanjut (RTL dan Change) KOLABORASI DALAM DUNIA KERJA A. Struktur Organisasi: Definisi dan Cara Membangun yang Efektif Jika Anda adalah seorang fresh graduate atau baru memiliki sedikit pengalaman kerja, mungkin akan bertanya-tanya mengenai struktur organisasi di dalam suatu perusahaan. Beberapa pembaca mungkin menemukan kesulitan dalam mengoptimalkan tim dan organisasi Anda atau butuh untuk menciptakan struktur tim dan divisi baru. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan organisasi? Organisasi adalah sebuah sistem dimana pekerjaan dibagi menjadi kelompok-kelompok khusus untuk mencapai satu tujuan. Kelompok-kelompok tersebut memiliki lapisan dengan peran yang berbeda dan saling berkesinambungan. Yang paling sering Anda dengar mungkin adalah jabatan-jabatan seperti Direktur, Manajer, Manajer Operasional, Manajer HRD, Supervisor, dsb. Lalu Anda akan berpikir apakah di semua perusahaan sama? Kalau tidak, apa yang menjadi pembeda? Agar dapat mengoptimalkan tim dan organisasi Anda, dalam artikel kali ini, mari kita bahas struktur organisasi mulai dari pengertian hingga cara membuatnya. B. Pengertian, Fungsi, dan Peran Struktur Organisasi Perusahaan Sebelum masuk ke dalam contoh serta tips bagaimana membentuk struktur organisasi yang baik, mari kita pahami terlebih dahulu pengertian serta fungsi dari adanya struktur organisasi yang jelas di dalam sebuah perusahaan. 1. Pengertian Struktur Organisasi Struktur organisasi adalah sebuah garis hierarki atau bertingkat yang
mendeskripsikan komponen-komponen yang menyusun perusahaan, di mana setiap individu atau SDM yang berada pada lingkup perusahaan tersebut memiliki posisi dan fungsinya masing-masing. Struktur organisasi dibuat untuk kepentingan perusahaan dengan menempatkan orang-orang yang berkompeten sesuai dengan bidang dan keahliannya. Bagi HRD, dengan adanya struktur organisasi, kita juga bisa mengetahui peran dan tanggung jawab karyawan-karyawannya. Dengan menempatkan seseorang ke dalam sebuah posisi dalam struktur sesuai dengan kemampuannya juga bisa menjadi patokan HR dalam menentukan jumlah gaji karyawan bersangkutan. Mengapa kita butuh struktur organisasi? -Menurut Drucker- ‒Canajemen adalah tentang manusia. Jungsinya adalah untuk memungkinkan `rang bekerja sama untuk menhapai hasil dan memungkinkan mereka untuk mengembangkan kekuatan mereka dan membuat kelemahan mereka tidak relevan. ‒ Jika A pandai dalam pemasaran tetapi tidak dengan penjualan, sedangkan B sebaliknya, pandai dalam penjualan tetapi tidak dengan pemasaran, kerja sama adalah cara paling efisien untuk mencapai tujuan tunggal. Setiap kekuatan berguna dalam sistem organisasi. 2. Fungsi dan Peran Struktur Organisasi Apakah kehadiran struktur organisasi penting di dalam sebuah perusahaan? Jawabannya, ya, sangatlah penting. Struktur organisasi yang tersusun sesuai karakteristik perusahaan akan sangat bermanfaat bagi jalannya operasional perusahaan. Bagi sebuah perusahaan, struktur organisasi merupakan salah satu fungsi dasar bagi sebuah manajemen untuk mencapai target, strategi, dan sasaran yang ditetapkan oleh sebuah perusahaan. Adapun beberapa hal yang membuat struktur organisasi dalam perusahaan menjadi sangat penting, adalah karena berbagai perannya sebagai berikut: Review Singkat: Peran Struktur Organisasi 1. Menjelaskan Tanggung Jawab Anggota 2. Menjelaskan Kedudukan Anggota 3. Memperjelas Jalur Hubungan Kerja 4. Memperjelas Uraian Tugas 1. Menjelaskan tanggung jawab setiap anggota organisasi/perusahaan
Setiap anggota suatu organisasi atau perusahaan tentunya harus bertanggung jawab kepada pimpinannya atau kepada atasannya yang telah memberikan kewenangan, karena pelaksanaan atau implementasi kewenangan tersebut yang perlu dipertanggungjawabkan. 2. Menjelaskan kedudukan setiap anggota organisasi/perusahaan Kejelasan mengenai kedudukan disini artinya setiap anggota atau seseorang yang ada di dalam struktur organisasi dapat mempermudah dalam melakukan koordinasi dan hubungan. Hal ini dikarenakan adanya keterkaitan penyelesaian mengenai suatu fungsi yang telah dipercayakan kepada seseorang atau anggota. 3. Memperjelasjalur hubungan dalam melaksanakan pekerjaan Artinya, semua orang dapat mengetahui batas tanggung jawab masing-masing personil, juga tahu kapan dan bagaimana cara berkolaborasi untuk memudahkan dalam mencapai tujuan atau kebutuhan. 4. Memperjelas uraian tugas Uraian tugas yang jelas akan sangat membantu pihak atasan maupun pimpinan untuk dapat melakukan pengawasan dan pengendalian. Selain itu, bagi bawahan juga dapat lebih berkonsentrasi dalam melaksanakan suatu tugas atau pekerjaan karena uraian yang jelas. Keberadaan struktur perusahaan akan memperjelas pembagian tugas untuk masing-masing pemegang jabatan. Rincian pembagian tugas dalam perusahaan tentu saja merupakan hal yang wajib dipahami oleh tim HRD. Hal ini menyangkut fungsi HR sebagai jembatan informasi antara perusahaan dengan seluruh karyawan. Dengan mengetahui pembagian tugas untuk setiap jabatan, artinya tim HR telah mengetahui seperti apa alur penyampaian informasi yang ideal dalam perusahaan tersebut. C.Pentingnya Kolaborasi Dalam Dunia Kerja. Tanpa kemampuan kolaborasi, kemungkinan besar kamu akan kesulitan dalam menjalani dunia kerja. Bagaimana tidak, di setiap proses yang kamu lalui pasti akan selalu melibatkan kemampuan tersebut. Misalnya, saat hendak menjalankan proyek dengan departemen lain. Disitu, skill kolaborasi memegang peran penting dalam menunjang pekerjaanmu. Lantas, apa sih pengertiannya? Seberapa penting kemampuan tersebut untuk dimiliki dalam dunia kerja? Jangan khawatir, dalam hal ini Sistersnet telah merangkumnya
untukmu. Yuk, simak baik-baik! Apa Itu Kemampuan Kolaborasi? Dilansir dari The Balance Careers, kemampuan kolaborasi adalah kemampuan yang dapat membuatmu dapat bekerja sama dengan orang lain. Dengan kemampuan ini, kamu dapat mewujudkan tujuan bersama dengan orang lain, entah rekan kerja ataupun rekan bisnismu. Menjaga komunikasi, menjadi pendengar yang aktif, saling menghormati satu sama lain, saling empati, merupakan sebagian dari jenis-jenis kemampuan ini. Secara umum, dalam dunia kerja, kemampuan ini sangat penting dimiliki oleh karyawan. Jangan heran apabila perusahaan mencari karyawan dengan kemampuan kerja sama tim yang baik. D. Pentingnya Kemampuan Kolaborasi dalam Kerja 1. Menyelesaikan masalah dengan cepat Saat berkolaborasi, kamu akan berhadapan dengan banyak sekali orang yang profesional di bidangnya masing-masing. Menurut Indeed, dari hal tersebut akan menghasilkan beragam pikiran sehingga dapat menyelesaikan masalah dari berbagai perspektif. Dengan hal tersebut, kemungkinan besar masalah akan terpecahkan dengan cepat. Sebagai contoh, tim marketing dan salessedang menghadapi masalah terkait hust`mer. Nah, dari situ diskusikan bersama mengenai jalan keluarnya. Setiap orang pasti memiliki solusi masing- masing. Setelah semuanya terkumpul, cari yang lebih masuk akal dan dapat dijalankan secara efektif dan efisien. Cara ini tepat untuk dilakukan dalam mengidentifikasi sebuah masalah agar dapat mengetahui gambaran besar beserta solusinya. 2. Lebih mengenal dirisendiri Kemampuan kolaborasi memungkinkan seseorang untuk lebih mengenal dirinya sendiri, mulai dari kelebihan dan kekurangannya. Saat sedang berkolaborasi dengan orang lain, secara tidak langsung kamu akan mengetahui apa keterampilan yang bisa ditonjolkan dan di bagian apa harus butuh bantuan dari orang lain.
Di sisi lain, hal ini juga akan dirasakan oleh rekan kerjamu. Dengan demikian, kalian akan saling melengkapi satu sama lain dalam naungan kolaborasi. 3. Saling belajar satu sama lain Salah satu alasan kenapa kemampuan ini sangat penting dalam dunia kerja adalah kamu dapat belajar bersama dengan rekan kerjamu. Setiap kali berkolaborasi, kamu akan mendapatkan pelajaran yang berharga dari masing-masing orang. Dengan suasana seperti ini, dipastikan produktivitas kerja dari setiap karyawan akan meningkat secara drastis. E. Cara Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi Nah, setelah mengetahui pengertian serta pentingnya kemampuan kolaborasi, kira-kira bagaimana caranya untuk meningkatkan skill tersebut? 1. Aktif mendengar Cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi adalah dengan aktif mendengar ide, saran, ataupun feedback yang dilontarkan oleh rekan kerja. Meskipun kamu memiliki gagasan tersendiri terkait proyek yang akan dijalankan, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan ide dari orang lain. Sebab, dari situ bisa jadi akan tercipta hasil yang brilian dari idemu dan ide rekan-rekan kerjamu. 2. Bersikap terbuka Dikarenakan kolaborasi akan melibatkan banyak orang, bersikap terbuka merupakan salah satu cara yang tepat untuk meningkatkan kemampuan ini. Dalam hal ini, kamu harus terbuka dengan ide-ide yang keluar dari rekan kerjamu. Terima dengan baik, lalu sikapi dengan terbuka jika ada ide yang menurutmu kurang cocok untuk digunakan dalam suatu proyek. 3. Menjaga komunikasi Menjaga komunikasi adalah hal yang penting dalam berkolaborasi. Saat ada sesuatu yang kurang jelas dalam suatu proyek, segera komunikasikan hal tersebut kepada rekan kerjamu. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi kesalahpahaman antara kamu dengan orang lain. Jika hal ini dilakukan secara konsisten, tidak menutup kemungkinan skill kolaborasimu akan meningkat dari waktu ke waktu. Untuk membentuk kolaborasi kerja yang efektif, kamu membutuhkan kemampuan komunikasi, menghargai perbedaan dan kecerdasan emosional. 1. Kemampuan komunikasi Saat berkolaborasi, kamu tidak boleh malu untuk mengungkapkan pendapatmu.
Begitu juga sebaliknya, kamu juga harus mendengarkan pendapat orang lain dan menghargainya. Jika dilihat lebih detail, berikut kemampuan komunikasi yang perlu kamu miliki: Kemampuan mendengar. Bukan hanya mendengar, namun juga memahami apa yang mereka katakan. Komunikasi verbal Komunikasi tertulis Kemampuan non-verbal. Kemampuan ini meliputi memahami bahasa tubuh, nada bicara. 2. Menghargai perbedaan Saat berkolaborasi dalam dunia kerja, kamu pasti akan mengalami bekerjasama dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Dengan berkolaborasi dengan sesama orang Indonesia saja, kamu akan menemui berbagai suku, agama dan ras yang tentunya memiliki kebiasaan yang berbeda. Apalagi, jika kamu harus bekerja dengan tim yang berasal dari luar negeri. Mungkin saja, etos kerja mereka bahkan berbeda. Itu sebabnya, kemampuan mempelajari dan menghargai perbedaan sangat penting untuk dimiliki. Berbagai kemampuan menghargai perbedaan meliputi: Komunikasi terbuka. Fasilitasi diskusi grup. Peka terhadap etnis dan pandangan keagamaan. Membangun pemufakatan. Dapat mengumpulkan berbagai perspektif dari tim. 3. Kecerdasan emosional Kecerdasan emosional menjadi salah satu skills yang banyak dicari dan diperbincangkan saat ini. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi emosi dari dirimu sendiri dan juga memahami emosi yang ada pada orang lain. Saat berkolaborasi, kecerdasan emosional sangat penting. Karena, kamu dapat memahami dan tahu apa yang harus diperbuat jika keadaan salah seorang di tim kamu sedang tidak baik. Begitu juga jika kondisimu sedang tidak baik, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan. Berikut beberapa kemampuan yang termasuk kecerdasan emosional: Empati. Tidak mudah tersinggung.
Memiliki energi yang positif. Sensitive terhadap perubahan mood di tim. Dapat memberikan motovasi jika ada yang membutuhkan. F. Jenis-jenis kolaborasi Secara umum, kolaborasi terbagi menjadi dua jenis yaitu kolaborasi terbuka dan kolaborasi tertutup. Agar kamu lebih memahami perbedaannya, kamu dapat mempelajari tabel berikut: Open Collaboration Closed Collaboration Mengundang banyak pihak luar untuk memberikan ide Hanya mengundang pihak internal dan cenderung terbatas. Cocok untuk pekerjaan yang besar dan menantang Menargetkan orang-orang dengan kemampuan khusus untuk bergabung Terdiri dari tim besar. Tim cenderung kecil. Mendapatkan insight yang luas. Insight terbatas dan hanya focus pada tema yang spesifik. Selain kolaborasi terbuka dan tertutup, kamu juga bisa mencoba berbagai tipe kolaborasi seperti; Kolaborasi lintas budaya: bekerjasama dengan pihak dari negara atau budaya yang berbeda. Kolaborasi ini bisa bermanfaat jika kamu ingin menyasar target market unik dan belum mengetahui pendekatan yang cocok. Kolaborasi lintas fungsi: berkolaborasi dengan berbagai fungsi di kantor misalnya untuk sebuah proyek. Kamu dapat bergabung dengan tim finance, IT, customer service, dan lain-lain. Kolaborasi virtual: seperti namanya, berkolaborasi secara virtual melalui Zoom, Google Drive atau Skype. G. Langkah kolaborasi kerja yang efektif dan sukses Tentu, kamu sudah memahami pentingnya kolaborasi dalam tim dan apa saja kemampuan yang perlu dimiliki. Nah, supaya kolaborasi kerjamu berjalan dengan lancar, kamu bisa menerapkan langkah-langkah berikut ini: 1. Menetapkan tujuan Seperti yang sudah kamu pahami, kolaborasi adalah bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama. Jadi, sebelum memutuskan untuk berkolaborasi, pastikan kamu sudah menetapkan tujuan dan tim yang terlibat juga memahami
tujuan tersebut. 2. Memilih antara kolaborasi terbuka atau tertutup Setelah mengetahui perbedaan kolaborasi terbuka dan tertutup, kamu kemudian dapat memilih mana yang dibutuhkan saat ini. Jika kamu menginginkan banyak ide-ide baru, kolaborasi terbuka merupakan pilihan yang tepat. Kamu bahkan bisa melibatkan seluruh pegawai perusahaan misalnya ketika ingin mengumpulkan ide untuk desain produk terbaru dan membutuhkan ide yang out of the box namun tetap relevan. Sebaliknya, jika kamu hanya memiliki isu spesifik yang perlu diselesaikan seperti menangani masalah penurunan angka kunjungan website. Kamu mungkin hanya perlu melibatkan pihak-pihak yang sudah paham untuk memberikan solusinya. 3. Libatkan orang yang tepat Tahap kolaborasi ini sangat penting jika kamu memilih kolaborasi tertutup. Kamu harus memilih orang-orang dengan kemampuan spesifik dapat membantumu mencapai tujuan tersebut. Selain itu, kamu juga bisa membagi peran dalam tim kolaborasi. Siapa yang akan bertindak sebagai pemimpin, pengumpul data dan lain- lain. Pastikan setiap orang mendapatkan kesempatan yang adil, ya! 4. Meyakinkan orang untuk terlibat Kamu mungkin akan menjumpai situasi saat seseorang enggan untuk ikut berkolaborasi dengan tim yang akan kamu buat. Mereka bisa saja ragu apakah kolaborasi ini bisa bermanfaat untuk mereka atau jangan-jangan hanya menambah beban pekerjaan saja. Nah, kamu perlu meyakinkan mereka untuk ikut dalam kolaborasi dengan memberikan benefit apa saja yang akan didapatkan. Misalnya, kesempatan untuk menjalin koneksi dengan pihak internasional, jenjang karier yang lebih cepat, mempelajari skills baru secara gratis dan lain-lain. 5. Mengedepankan sikap kolaboratif Saat memutuskan berkolaborasi, kamu harus siap untuk bersifat kolaboratif sesuai dengan kemampuan kolaborasi yang telah disebutkan di atas. Kamu perlu memiliki kemampuan berbicara dan mendengar, menghargai perbedaan dan peka terhadap situasi.