om swastyastu swastyastu Oleh : NiMade Ayu Suryaningsih,S.Ag
Lagu Stop Bullying (Nada disini senang disana senang) Disini teman Disana teman Dimana-mana kita berteman Tak ada musuh, tak ada lawan Semuanya saling menyayangi. Tidak ejek-ejekanTidak pukul-pukulanSaling tolong dan sayang dengan temanTidak ejek-ejekan Tidak Pukul-pukulanSaling tolong dan sayang dengan teman.
ASTA AISWARYA
TUJUAN PEMBELAJARAN : Memahami konsep Asta Aiswarya sebagai kemahakuasaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN : Pada akhir pembelajaran , peserta didik menunjukan kemampuan: 1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian Asta Aiswarya 2. Peserta didik dapat menguraikan bagian-bagian dari Asta Aiswarya
PENGERTIAN ASTA AISWARYA Asta Aiswarya berasal dari bahasa Sansekerta yakni dari kata “Asta yang artinya Delapan” , dan Aiswarya yang berarti kemahakuasaan “ . Jadi Asta Aiswarya memiliki pengertian delapan sifat kemahakuasaan dari Sang Hyang Widhi Wasa.
Asta Aiswarya digambarkan dalam wujud Padma Astadala yang artinya teratai berdaun delapan. yang pada umumnya menyebutkan arah mata angin, yang didalamnya terdapat dewa penguasa. Kedelapan kelopak padma ini melambangkan keseimbangan alam semesta.
Asta Aiswarya terdiri dari delapan bagian seperti yang tercantum dalam kutipan Sloka “Wraspati Tattwa Sloka 66” yaitu “Anima laghima caiwa mahima praptir ewa ca, prakamyanca isitwam, wasitwam yatrakamatwam” artinya ada yang disebut anima, laghima, mahima, prapti, prakamya, isitwa, wasitwa, dan Yatrakamawasayitwa. Bagian-bagian Asta Aiswarya
1.Anima Kemahakuasaan Sang Hyang Widhi yang disebut Anima yang berarti “Atom” . Kata Anima dalam Asta Aiswarya adalah sifat yang halus bagaikan kehalusan atom yang dimiliki oleh Tuhan yang susah untuk dilihat dengan mata biasa akan tetapi dapat dirasakan keberadaanya.
2.Laghima Kemahakuasaan Sang Hyang widhi disebut laghima. Kata Laghima berasal dari kata “Laghu” yang artinya ringan. Laghima berarti sifatnya yang amat ringan lebih ringan dari ether dalam unsur Panca Mahabhuta.
3. Mahima Kemahakuasaan Sang Hyang Widhi yang disebut Mahima. Mahima berasal dari kata “Maha yang artinya besar” disini berarti Tuhan meliputi semua tempat . Tidak ada tempat yang kosong (hampa) baginya, semua ruang di alam semesta ini dipenuhi olehnya.
4. Prapti Kemahakuasaan sang Hyang Widhi yang disebut “Prapti” . Prapti berasal dari kata “Prapta” yang artinya tercapai. Prapti adalah segala tempat tercapai olehnya, kemana hendak ia pergi disana ia telah ada.
5. Prakamya Kemahakuasaan Sang Hyang WIdhi yang disebut Prakamya. Prakamya berasal dari kata “Pra Kama” yang berarti segala kehendaknya selalu terlaksana atau terjadi.
6. Isitwa Kemahakuasaan Sang Hyang Widhi yang disebut Isitwa. Isitwa berasal dari kata “Isa” yang berarti Raja. Jadi Isitwa artinya merajai segala-galanya dalam segala hal yang paling utama.
7. Wasitwa Kemahakuasaan Sang Hyang Widhi yang disebut wasitwa, berasal dari kata “Wasa” yang berarti menguasai dan mengatasi. Jadi wasitwa artinya paling berkuasa.
8. Yatrakamawasayitwa Kemahakuasaan Sang Hyang Widhi yang disebut Yatrakamawasayitwa berarti tidak ada yang dapat menentang kehendaknya atau kodratnya.
ASTA AISWARYA Delapan sifat kemahakuasaan Sang Hyang Widhi Simbol ; Singasana bunga teratai/Padmasana = Astadala Sang Hyang Widhi menguasai dan mengatur alam semesta beserta semua mahluk.
Di dalam Upanisad 1.2 menyebutkan ; Tuhan adalah telinga dari semua telinga, pikiran dari segala pikiran, ucapan dari segala ucapan, nafas dari segala nafas, dan mata dari segala mata. Namun Sang Hyang Widhi itu bersifat gaib, Abstrak tetapi ada.
OM SANTIH, SANTIH, SANTIH, OM