Keberagaman Lingkungan Sekitar BahanAjar KELAS 7 SEMESTER 1 SMP Narsin, S. Pd 2021
Kata Pengantar Bahan ajar ini dirancang agar sesuai dengan kurikulum yang berlaku dengan penjelasan yang mudah dipahami, contoh-contoh yang relevan serta latihan yang akan membantu peserta didik dan guru dalam menguasai materi dengan baik. Belajar adalah sebuah petualangan, dan kami berkomitmen untuk membantu peserta didik memiliki potensi yang besar, dan bahan ajar ini adalah alat yang akan membantu peserta didik mengembangkan kemampuannya. Terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi dalam pembuatan bahan ajar ini. Semoga kita semua menikmati proses belajar dan mencapai prestasi yang gemilang. Selamat belajar dan selamat menjelajah ilmu pengetahuan. Rejotangan, Juli 2021 Penulis, Narsin, S, Pd 2
Daftar Isi Home Work Creative Lesson A. Berkenalan dengan Lingkungan Sekitar............................................................. 1. Berkenalan dengan Alam................................................................................................... 2. Berkenalan dengan Masyarakat.................................................................................. B. Pembiasaan Diri untuk Melestarikan Lingkungan....................................... 1. Pembiasaan Melestarikan Sumber Daya Udara................................................ 2. Pembiasaan Melestarikan Sumber Daya Air........................................................ 3. Pembiasaan Melestarikan Sumber Daya Tanah............................................... 4. Aktivitas Manusia Zaman Praaksara......................................................................... 5. Mengenal Leluhur Bangsa Indonesia........................................................................ 6. Diaspora Bangsa Indonesia............................................................................................. C. Pembangunan Berkelanjutan dan Kelangkaan........................................... 1. Pembangunan Berkelanjutan.......................................................................................... 2. Karakteristik Pembangunan Berkelanjutan........................................................... 3. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan....................................................................... 4. Kelangkaan dan Kebutuhan Manusia yang Tidak Terbatas.................... 5. Faktor yang Menyebabkan Kelangkaan................................................................. 6. Dampak Ekonomi atas Kelangkaan Sumber Daya......................................... 7. Langkah Pencegahan Kelangkaan Sumber Daya........................................... 8. Masalah Pokok Ekonomi..................................................................................................... Latihan Soal....................................................................................................................................... Daftar Pustaka................................................................................................................................ 5 5 6 7 7 8 8 9 10 10 10 10 11 11 11 12 12 12 12 13 14 3
PETA KONSEP Keberagaman Lingkungan Sekitar Berkenalan dengan Lingkungan Sekitar Pembiasaan Diri untuk Melestarikan Lingkungan Pembangunan Berkelanjutan dan Kelangkaan 4
a. Zaman Arkaekum (Arkeozoikum) merupakan periode awal sejarah Bumi. Pada masa ini, terbentuknya beberapa jenis batuan, seperti batuan vulkanik dan batuan metamorf, serta muncul berbagai bentuk kehidupan primitif, seperti bakteri dan ganggang biru-hijau. b. Zaman Primer (Paleozoikum) adalah periode di mana terjadi diversifikasi kehidupan yang signifikan, seperti munculnya invertebrata laut, ikan, dan tumbuhan darat. Pada zaman ini, terbentuknya berbagai bentuk batuan, seperti batuan sedimen dan batuan karbonat. c. Zaman Sekunder (Mesozoikum) ditandai dengan munculnya dinosaurus dan tumbuhan berbunga. Pada zaman ini juga terbentuknya berbagai jenis batuan, seperti batuan kapur dan batuan dasar laut. d. Zaman Hidup Baru (Neozoikum) adalah zaman di mana manusia modern mulai muncul. Pada masa ini, diversifikasi kehidupan semakin berkembang, termasuk munculnya mamalia dan manusia purba. Perubahan iklim dan pergeseran lempeng bumi juga terjadi pada zaman ini. KEBERAGAMAN LINGKUNGAN SEKITAR A. Berkenalan dengan Lingkungan Sekitar 1. Berkenalan dengan Alam 5
2. Berkenalan dengan Masyarakat Interaksi sosial adalah proses saling berhubungan dan berdampak antara individu atau kelompok individu dalam masyarakat. Hal ini melibatkan pertukaran informasi, pendapat, emosi, dan perilaku antara individu atau kelompok yang berinteraksi. Interaksi sosial dapat berlangsung dalam berbagai bentuk, baik positif maupun negatif. a. Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial adalah proses saling berhubungan dan berdampak antara individu atau kelompok individu dalam masyarakat. Hal ini melibatkan pertukaran informasi, pendapat, emosi, dan perilaku antara individu atau kelompok yang berinteraksi. Interaksi sosial dapat berlangsung dalam berbagai bentuk, baik positif maupun negatif. b. Syarat Interaksi Sosial Interaksi sosial dapat terjadi dengan adanya beberapa syarat, yaitu: 1.Kehadiran dua individu atau lebih yang saling berinteraksi. 2.Ketergantungan antara individu atau kelompok yang berinteraksi. 3. Hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi satu sama lain. c. Bentuk Interaksi Sosial Interaksi sosial dapat terjadi dalam berbagai bentuk, antara lain: Interaksi sosial asosiatif adalah bentuk interaksi yang berlandaskan pada ketertarikan dan kepentingan bersama antara individu atau kelompok yang berinteraksi. Contoh dari interaksi sosial asosiatif adalah kolaborasi dalam sebuah proyek, membentuk kelompok, dan menjalin persahabatan. 1. Interaksi sosial disosiatif adalah bentuk interaksi yang melibatkan konflik, persaingan, dan perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok yang berinteraksi. Contoh dari interaksi sosial disosiatif adalah pertengkaran, perkelahian, dan sikap saling menghindar. 2. d. Pembentukan Karakteristik Budaya (Kebiasaan) Masyarakat Daerah Budaya masyarakat daerah akan membentuk karakteristik (kebiasaan) yang dapat membedakannya dengan masyarakat daerah lain. Setiap daerah memiliki kebudayaan yang khas, seperti kebiasaan dalam berpakaian, makanan, bahasa, dan adat istiadat. Hal ini merupakan hasil dari interaksi sosial dan pengaruh lingkungan sekitar. 6
B. Pembiasaan Diri untuk Melestarikan Lingkungan Untuk melestarikan lingkungan sekitar, kita perlu membiasakan diri dengan cara-cara yang berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam. Hal ini melibatkan upaya untuk melestarikan sumber daya udara, air, dan tanah, serta mengubah pola konsumsi dan produksi yang tidak ramah lingkungan. Berikut merupakan beberapa pembiasaan diri yang dapat dilakukan untuk melestarikan lingkungan: 1. Pembiasaan Melestarikan Sumber Daya Udara Udara adalah salah satu sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Untuk melestarikan sumber daya udara, kita dapat melakukan beberapa tindakan berikut: Menjaga kebersihan udara dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi udara. Menggunakan transportasi yang ramah lingkungan, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan kendaraan listrik. Menanam pohon dan menjaga kelestariannya untuk menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida. Mengurangi pemakaian bahan bakar fosil dengan menggunakan energi terbarukan, seperti energi surya atau energi angin. Mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah dalam pencegahan polusi udara dan perubahan iklim 7
2. Pembiasaan Melestarikan Sumber Daya Air Air adalah sumber daya alam yang juga sangat penting bagi kehidupan manusia. Untuk melestarikan sumber daya air, kita dapat melakukan beberapa tindakan berikut: Mengurangi pemakaian air secara berlebihan, seperti memperbaiki kerusakan pipa dan menghindari pemborosan air. Menggunakan teknologi yang efisien dalam penggunaan air, seperti toilet dengan sistim pembilasan yang hemat air dan pompa air yang efisien. Menghindari pencemaran air dengan membuang limbah secara bertanggung jawab, seperti menggunakan toilet yang ramah lingkungan dan tidak membuang limbah industri ke sungai atau danau. Mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. 3. Pembiasaan Melestarikan Sumber Daya Tanah Tanah adalah salah satu sumber daya alam yang menjadi dasar kehidupan manusia. Untuk melestarikan sumber daya tanah, kita dapat melakukan beberapa tindakan berikut: Menggunakan metode pertanian yang berkelanjutan, seperti sistem organik, rotasi tanaman, dan pemanfaatan kompos sebagai pupuk. Menghindari penggunaan pestisida dan bahan kimia berbahaya dalam pertanian yang dapat merusak kualitas tanah. Menjaga kelestarian hutan dan lahan gambut untuk mencegah erosi tanah. Mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sumber daya tanah yang berkelanjutan. 8
4. Aktivitas Manusia Zaman Praaksara a. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Sederhana Zaman praaksara merupakan masa di mana manusia belum menggunakan tulisan atau memiliki catatan sejarah tertulis. Pada masa ini, manusia hidup sebagai pemburu dan pengumpul makanan tingkat sederhana. Mereka bergantung pada hasil buruan, seperti binatang, ikan, dan tumbuhan liar yang dikumpulkan. Masyarakat pada masa ini hidup secara nomaden, berpindah-pindah tempat dalam mencari sumber makanan. b. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Lanjut Seiring berjalannya waktu, manusia pada masa praaksara mengembangkan teknologi dan strategi berburu yang lebih canggih. Mereka mulai menggunakan alat-alat yang dipahat, seperti tombak dan panah, untuk membantu dalam berburu. Selain itu, mereka juga mulai mengenal teknik pertanian sederhana dan mengumpulkan makanan dari tanaman yang tumbuh liar. c. Masa Bercocok Tanam Masa bercocok tanam merupakan periode penting dalam sejarah manusia. Pada masa ini, manusia mulai mengembangkan pertanian dan menciptakan permukiman tetap. Mereka mengenal sistem bercocok tanam, seperti membajak tanah, menanam biji-bijian, dan merawat tanaman. Pertanian menjadi sumber utama penghidupan dan manusia mulai membentuk masyarakat yang lebih kompleks. d. Masa Perundagian Masa perundagian adalah masa di mana manusia memperkenalkan sistem barter dan pertukaran barang. Mereka mulai mengenal nilai dan penggunaan logam, seperti emas, perak, dan tembaga. Hal ini memungkinkan manusia untuk berdagang dengan daerah-daerah lain dan meningkatkan hubungan sosial dan budaya antar masyarakat. 9
5. Mengenal Leluhur Bangsa Indonesia Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan kaya, termasuk tentang leluhur bangsa Indonesia yang telah menghuni wilayah ini sejak zaman praaksara. Leluhur bangsa Indonesia dikenal dengan sebutan “orang Indonesia purba” atau “manusia purba Indonesia”. Mereka hidup sebagai pemburupengumpul pada masa praaksara dan berkembang menjadi pembudidaya pertanian pada masa bercocok tanam. 6. Diaspora Bangsa Indonesia Diaspora adalah migrasi penduduk dari suatu negara atau wilayah ke negara atau wilayah lain. Bangsa Indonesia memiliki sejarah diaspora yang panjang. Sejak zaman kuno, bangsa Indonesia sudah melakukan berbagai perdagangan dengan bangsa-bangsa Asia, Eropa, dan Arab. Hal ini membawa pengaruh budaya, agama, dan bahasa asing ke Indonesia. Selain itu, diaspora bangsa Indonesia juga terjadi pada masa kolonialisme. Para pekerja migran Indonesia dibawa oleh bangsa-bangsa kolonial, seperti Belanda dan Inggris, untuk bekerja di perkebunan dan tambang di berbagai negara seperti Suriname, Maladewa, dan Afrika Selatan. C. Pembangunan Berkelanjutan dan Kelangkaan 1.Pembangunan Berkelanjutan Pembangunan berkelanjutan adalah konsep pembangunan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi masa depan untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Pembangunan berkelanjutan melibatkan pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana, perlindungan lingkungan, dan pemerataan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. 10
2. Karakteristik Pembangunan Berkelanjutan Pembangunan berkelanjutan memiliki beberapa karakteristik, antara lain: Pembangunan yang memperhatikan kelestarian lingkungan dan penggunaan sumber daya alam secara bijaksana. Pembangunan yang berfokus pada pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup manusia. Pembangunan yang melibatkan partisipasi masyarakat, melindungi hak asasi manusia, dan mempromosikan keadilan sosial. Pembangunan yang berorientasi pada inovasi dan pengembangan teknologi yang ramah lingkungan . 4. Kelangkaan dan Kebutuhan Manusia yang Tidak Terbatas Kelangkaan adalah kondisi di mana sumber daya yang tersedia tidak mencukupi untuk memenuhi semua kebutuhan atau keinginan manusia. Kelangkaan terjadi karena sumber daya alam yang terbatas dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Manusia memiliki kebutuhan yang terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi dan pertumbuhan populasi, namun sumber daya alam yang tersedia terbatas 3. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Tujuan pembangunan berkelanjutan adalah untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan manusia, perlindungan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi. Tujuan pembangunan berkelanjutan meliputi: Menjamin keberlanjutan sumber daya alam. Mengurangi kemiskinan dan meningkatkan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan yang layak. Mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengatasi perubahan iklim. Mempromosikan kerjasama internasional dalam pembangunan berkelanjutan. 11
5. Faktor yang Menyebabkan Kelangkaan 8. Masalah Pokok Ekonomi Kelangkaan sumber daya alam merupakan salah satu masalah pokok dalam ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi mempelajari bagaimana mengelola sumber daya yang terbatas agar dapat memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Masalah pokok ekonomi meliputi masalah alokasi, distribusi, dan produksi sumber daya untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, ilmu ekonomi juga mempertimbangkan keberlanjutan sumber daya alam dan preservasi lingkungan. 6. Dampak Ekonomi atas Kelangkaan Sumber Daya Faktor-faktor yang menyebabkan kelangkaan antara lain: Pertumbuhan populasi yang cepat. Penggunaansumber daya yang berlebihan dan tidak efisien. Perubahan iklim dan bencana alam. Kerusakan lingkungan dan kehilangan habitat alam Kelangkaan sumber daya alam memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Kelangkaan sumber daya dapat menyebabkan naiknya harga atau biaya produksi, terganggunya pasokan bahan baku, dan berkurangnya lapangan kerja. Dampak ekonomi lainnya adalah terjadinya persaingan yang intens dalam mendapatkan sumber daya, sehingga bisa memunculkan konflik sosial dan politik. 7. Langkah Pencegahan Kelangkaan Sumber Daya Untuk mencegah kelangkaan sumber daya, kita perlu mengambil langkah-langkah berikut: Menerapkan pengelolaan sumber daya yang bijaksana dan berkelanjutan. Menggunakan teknologi dan inovasi yang ramah lingkungan. Mendorong penggunaan energi terbarukan dan penghematan energi. Melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait sumber daya alam. 12
Latihan Soal Jawablah dengan benar dengan memilih a,b,c atau d ! 1.Makhluk hidup yang muncul di awal permukaan bumi menandakan bumi sudah mulai stabil pada zaman….. a.Arkaekum c. mezozoikum b.Palaezoikum d. neozoikum 2.Kota-kota metropolitan seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung mempunyai pencemaran udara yang cukup tinggi karena aktivitas penduduknya yang cukup banyak menggunakan kendaraan bermontor. Sebaliknya di kota-kota yang pencemarannya rendah mempunyai aktivitas penduduk yang cenderung sedikit menggunakan kendaraan bermotor dalam aktivitas sehari-harinya. Maka dapat disimpulkan bahwa…. a. kota-kota metropolitan mempunyai sumbangan yang kecil terhadap pencemaran udara dibandingkan kota-kota kecil b. kota-kota metropolitan mempunyai sumbangan yang besar terhadap pencemaran udara dibandingkan kota-kota kecil c. kota-kota metropolitan mempunyai sumbangan yang sama dengan pencemaran udara yang terjadi di kota-kota kecil d. kota-kota metropolitan mempunyai sumbangan yang cukup terhadap pencemaran udara yang terjadi di kota-kota kecil 3. (1) Menggunakan sarana transportasi umum ( 2 )Mengembangkan kendaraan bertenaga Listrik ( 3 )Menanam pohon-pohon di hutan ( 4 )Memakai masker ketika beraktivitas Solusi yang tepat untuk menanggulangi pencemaran udara dari pernyataan di atas yaitu… a.1 dan 2 c. 3 dan 4 b.2 dan 3 d. 1 dan 4 4.Syarat adanya interaksi sosial adalah kontak sosial yang terjadi karena…. a.Keterlibatan satu individu dengan individu b.Keterlibatan satu individu dengan kelompok c.Keterlibatan satu kelompok dengan kelompok d.Keterlibatan satu individu dengan individua tau kelompok dengan kelompok lain 5.Masyarakat di sekitar Pegunungan Kendeng dan aktivis peduli lingkungan menentang perusahaan pabrik semen karena dikhawatirkan dapat merusak ekosisten di Pegunungan Kendeng yang berdampak pada lingkungan sekitar. Hal tersebut dapat disimpulkan merupakan bentuk interaksi sosial yaitu…. a.Konflik c. kontraversi b.Persaingan d. kerusuhan 13
Daftar Pustaka Nurdin, Muh., dkk. 2008. IPS SMP/MTs Kelas VII. Jakarta : Pusat Perbukuan Departeman Pendidikan Nasional Nursa’ban, M, dkk. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII. Jakarta : Pusat Kuirikulum dan Perbukuan Setiawan, Iwan, dkk. 2016. Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII. Jakarta : Pusat Kuirikulum dan Perbukuan 14