The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by eka anjar wahyu pratiwi, 2023-08-27 04:55:38

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL EKA ANJAR

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL EKA ANJAR

Tugas 1.1.a.6 Modul 1.1 DEMONSTRASI KONTEKSTUAL Oleh : Eka Anjar Wahyu Pratiwi, S.Pd., M.M. FILOSOFI PENDIDIKAN MENURUT KI HAJAR DEWANTARA


5 Asas Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara Kemerdekaan Kebudayaan Kebangsaan Kemanusiaan Kodrat Alam


Hakikat Pendidikan dan Pengajaran Menurut Ki Hajar Dewantara Hakikat Pendidikan dan Pengajaran Menurut Ki Hajar Dewantara Pengajaran adalah bagian dari pendidikan, yaitu proses pendidikan dalam memberi ilmu untuk bekal hidup seorang anak secara lahir dan batin. Sedangkan pendidikan adalah tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan sebagai seorang manusia ataupun bagian dari masyarakat


Tujuan Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara


SSeemmbbooyyaannPPeennddiiddiikkaann MMeennuurruuttKKiiHHaajjaarr DDeewwaannttaarraa Ing Ngarso Sung Tulodo (Di Depan Memberi Teladan) Ing Madyo Mbangun Karso (Di Tengah Memberi Semangat) Tut Wuri Handayani (Di Belakang Memberi Dorongan)


Konteks Penerapan ide/ gagasan sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara Alasan yang kontekstual mengenai penerapan ide/ gagasan sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara Hasil Penerapan ide/ gagasan terkait pemikiran Ki Hajar Dewantara secara kontekstual Tantangan dan solusi penerapan pemikiran Ki Hajar Dewantara sesuai dengan konteks kelas dan sekolah 1. 2. 3. 4. Penerapan ide/ gagasan sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara Alasan yang kontekstual mengenai penerapan ide/ gagasan sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara Hasil Penerapan ide/ gagasan terkait pemikiran Ki Hajar Dewantara secara kontekstual Tantangan dan solusi penerapan pemikiran Ki Hajar Dewantara sesuai dengan konteks kelas dan sekolah 1. 2. 3. 4.


Ide/ Gagasan yang sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara Pendidikan berpusat pada murid Pendidikan budi pekerti Pendidikan berasaskan TriKon Pendidikan bersumber pada Trilogi Pendidikan Tripusat pendidikan sebagai sumber belajar Mendidik anak ibarat seperti menanam padi Pendidikan menuntun anak pada kodratnya Belajar sambil bermain


Pendidikan yang berpusat pada murid menekankan minat, bakat, kebutuhan dan kemampuan individu, menghadirkan model dan metode dalam pengajaran yang mampu menggali potensi murid menjadi pembelajar sejati. Sebagai pendidik, kita harus mampu menciptakan proses pembelajaran yang mengembangkan kualitas manusia yang dibutuhkan di era mendatang Pendidikan Berpusat pada Murid


Budi pekerti, watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak sehingga menimbulkan tenaga. Budi pekerti menjadi satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan dari pendidikan dan pengajaran yang seorang pendidik lakukan. Sebagai pendidik harus selalu memberikan teladan yang baik bagi siswa dalam mengembangkan budi pekerti Pendidikan Budi Pekerti


Ki Hajar Dewantara menetapkan asas Trikon yaitu kontinyu (tidak melupakan akar nilai budaya), konvergensi (pendidikan harus memanusiakan manusia) dan konsentris (Pendidikan harus menghargai keberagaman dan memerdekakan murid). Sebagai pendidik kita harus mengutamakan kemerdekaan dalam belajar. Murid dapat merdeka dalam melakukan pembelajaran sesuai dengan kodrat yang dimiliki Pendidikan yang Berasaskan Trikon


Ki Hajar Dewantara mencetuskan Trilogi Pendidikan yang sangat menginspirasi hingga saat ini yaitu Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani. Sebagai pendidik kita harus mampu memusatkan pembelajaran pada murid Pendidikan yang Bersumber pada Trilogi Pendidikan


Orang tua mendidik anak di dalam keluarga Sekolah menjadi tempat pendidikan selanjutnya setelah dirumah Masyarakat menjadi fasilitator bagi anak untuk mengaktualisasikan keterampilannya Tripusat pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Kaitannya dapat dilihat dari : 1. 2. 3. Tripusat Pendidikan sebagai Sumber Belajar


Jika diibaratkan, guru adalah seorang petani yang menanamkan benih, sekolah adalah ladangnya. Maka petani tidak dapat memaksakan tanaman padi menjadi tanaman selain padi. Hal ini mengisyaratkan bahwa guru tidak dapat memaksa anak karena anak memiliki potensi, bakat dan minat yang beranekaragam. Mereka memiliki kodrat dan potensinya masing- masing Mendidik Diibaratkan Menanam Padi


Pendidikan bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi- tingginya . Menurut KHD, dasar pendidikan anak berhubungan erat dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan sifat dan lingkungan tempat anak berada dan kodrat zaman berkaitan dengan zaman saat ini. Kita sebagai pendidik harus membekali keterampilan sesuai dengan zaman mereka hidup Pendidikan yang Menuntun Anak pada Kodratnya


Pada dasarnya, anak- anak memiliki kodrat untuk suka bermain, maka pembelajaran dikelas harus memperhatikan hal tersebut. Dengan bermain, anak- anak menemukan kegembiraannya. Sebagai pendidik kita harus mampu memasukkan unsur permainan dalam pembelajaran sehingga siswa senang dan tidak bosan. Permainan- permainannya dapat mengambil permainan tradisional, selain menyenangkan kita juga secara tidak langsung mengajak anak untuk melestarikan kebudayaan Belajar sambil Bermain


Alasan yang kontekstual mengenai penerapan ide/ gagasan sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara Konsep pemikiran KHD sangat relevam dengan kehidupan saat ini, dimana inti filsafat pendidikan KHD adalah perubahan. Pendidikan layaknya sistem tata surya yang terus bergerak. Sistem ini tidak akan berhenti bergerak karena akan menimbulkan kehancuran jika berhenti. Sama halnya dengan kebudayaan yang lahir dari pendidikan yang memiliki sifat dinamis. Dimana perubahan adalah sebuah keharusan. Konsep pemikiran KHD sangat relevam dengan kehidupan saat ini, dimana inti filsafat pendidikan KHD adalah perubahan. Pendidikan layaknya sistem tata surya yang terus bergerak. Sistem ini tidak akan berhenti bergerak karena akan menimbulkan kehancuran jika berhenti. Sama halnya dengan kebudayaan yang lahir dari pendidikan yang memiliki sifat dinamis. Dimana perubahan adalah sebuah keharusan.


Alasan yang kontekstual mengenai penerapan ide/ gagasan sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara Anak adalah peniru ulung yang harus selalu kita beri contoh yang baik. Bakat dan minat anak harus kita motivasi supaya semakin terasah sehingga proses pembelajaran dapat tercipta suasana yang nyaman, menyenangkan, menarik dan menantang. Semua kegiatan dalam pembelajaran memiliki titik fokus yaitu anak. Anak adalah peniru ulung yang harus selalu kita beri contoh yang baik. Bakat dan minat anak harus kita motivasi supaya semakin terasah sehingga proses pembelajaran dapat tercipta suasana yang nyaman, menyenangkan, menarik dan menantang. Semua kegiatan dalam pembelajaran memiliki titik fokus yaitu anak.


Hasil Penerapan Ide/ Gagasan Terkait Pemikiran Ki Hajar Dewantara Secara Kontekstual Menurut Ki Hajar Dewantara, sekolah adalah taman bermain. Oleh karenanya proses pembelajaran harus menyenangkan dengan bermain sambil belajar, menanamkan nilai- nilai agama dan budi pekerti, memberikan kebebasan dan kemerdekaan untuk anak untuk dapat berkreasi dan berinovasi, yang tentu saja sumbu pembelajaran adalah berpusat pada siswa. Guru juga harus bekerja sama dengan seluruh warga sekolah Pada akhirnya, terbentuknya siswa yang memiliki karakter berakhlak mulia dan memiliki budi pekerti yang sejalan dengan profil pelajar pancasila


6 Profil Pelajar Pancasila


Tantangan dan Solusi Penerapan Pemikiran Ki Hajar Dewantara Sesuai dengan Konteks Kelas dan Sekolah Tantangannya adalah ketika kita harus melalukan pembelajaran sesuai dengan kodrat anak yaitu kodrat alam dan kodrat zaman. Solusinya adalah dengan terus belajar dan menguasai keterampilan abad 21 sehingga siswa memiliki bekal untuk terjun baik sebagai manusia seutuhnya maupun menjadi bagian dari masyarakat Tantangannya adalah ketika kita harus melalukan pembelajaran sesuai dengan kodrat anak yaitu kodrat alam dan kodrat zaman. Solusinya adalah dengan terus belajar dan menguasai keterampilan abad 21 sehingga siswa memiliki bekal untuk terjun baik sebagai manusia seutuhnya maupun menjadi bagian dari masyarakat


Tantangan dan Solusi Penerapan Pemikiran Ki Hajar Dewantara Sesuai dengan Konteks Kelas dan Sekolah


Click to View FlipBook Version