The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rica.rustika, 2020-11-28 10:24:44

BAHAN AJAR SUHU DAN KALOR. MERGER.

BAHAN AJAR SUHU DAN KALOR. MERGER.

MODUL

SUHU dan
PERPINDAHANNYA

IPA SMP KELAS VII

oleh :

RICA RUSTIKAWATY, S.Pd

TUGAS AKHIR
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBEAJARAN

MODUL
SUHU DAN PERUBAHANNYA

Penulis :

NAMA : RICA RUSTIKAWATY, S.Pd
KELAS : IPA-1
NO. PESERTA PPG
20080809710009

PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN
PROGRAM STUDI ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2020

PANDUAN BELAJAR

Modul ini mendeskripsikan tentang pokok bahasan kalor dan perpindahan kalor. Modul ini juga
dilengkapi dengan latihan-latihan soal.

Agar dapat mencapai penguasaan yang optimal, tentu diperlukan peran aktif Ananda dalam
mempelajari modul ini, diantaranya dengan membaca Uraian dan contoh, mengerjakan tugas-tugas dan
latihan yang diberikan pada modul serta membaca rangkuman. Jika ananda berhasil menjawab seluruh
pertanyaan dengan benar, maka Ananda telah cukup menguasai bahan ini. Jika masih ada beberapa
jawaban yang salah, maka pelajari kembali Uraian yang diberikan pada modul ini. Ketekunan dalam
mempelajari dan mengerjakan semua tugas dan latihan yang dberikan akan sangat membantu Ananda
dalam mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Secara rinci kajian dalam modul ini memuat :
a. Tujuan pembelajaran agar Ananda mengetahui target yang harus dicapai setelah mempelajari modul

ini.
b. Peta konsep yang memudahkan Ananda untuk memahami konsep-konsep penting dalam modul ini.
c. Pendahuluan, untuk memberikan gambaran pembahasan modul ini secara umum.
d. Uraian materi yang mendeskripsikan pokok-pokok minimal yang harus Ananda kuasai.
e. Rangkuman yang disajikan agar Ananda mampu memahami garis baesar materi yang dipelajari.
f. Kegiatan siswa, berupa Kegiatan Literasi Fungsional, Diskusi Penerapan, dan Evaluasi yang

diberikan sebagai sarana untuk mengukur penguasaan konsep Ananda setelah mempelajari materi
pada setiap kegiatan yang diberikan.
g. Daftar rujukan yang disajikan untuk memberi informasi sumber belajar yang dapat digunakan oleh
Ananda sebagai bahan pendalaman materi.

Selamat belajar, semoga Ananda memahami keseluruhan materi yang disajikan pada Modul Kalor dan
Perpindahannya ini untuk bekal dalam mengaplikasikan konsep-konsep sains dalam menjelaskan maupun
menyelessaikan berbagai persoalan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

KOMPETENSI DASAR dan INDIKATOR

A. ASPEK KOGNITIF
Kompetensi Dasar :
3.4 Menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari termasuk mekanisme menjaga

Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar :
3.4.1. Menganalisis konsep suhu
3.4.2 Menemukan titik tetap bawah dan titik tetap atas pada thermometer sederhana yang
dihasilkan

B. ASPEK PSIKOMOTOR
Kompetensi Dasar :
4.4. Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap suhu dan wujud
benda serta perpindahan kalor.

Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar :
4.4.1. Membuat termometer sederhana
4.4.2. Menentukan titik tetap atas dan titik tetap bawah termometer.

TUJUAN PELAJARAN

Setelah mempelajari Modul ini, ananda diharapkan mampu untuk :
1. Melalui percobaan memasukan tangan ke dalam air dingin dan air hangat secara sinkronous,

siswa mampu menganalisis konsep suhu dengan tepat
2. Melalui pengamatan video pembuatan termometer sederhana secara sinkronous, siswa dapat

melakukan eksperimen untuk membuat termometer sederhana
3. Melalui pembuatan termometer sederhana secara asinkronous, siswa dapat menentukan titik

tetap atas dan titik tetap bawah suatu termometer
4. Melalui pembuatan termometer sederhana, siswa dapat membandingkan skala suhu

DESKRIPSI KONSEP

Konsep pada bahan ajar IPA Terpadu yang digunakan adalah suhu dan perubahannya. Istilah suhu
sering disalah artikan dengan istilah panas, meskipun suhu dan panas merupakan hal yang berkaitan. Pada
materi suhu dan perubahannya akan dibahas mengenai apa itu suhu, jenis-jenis thermometer, skala
thermometer dan perubahan akibat suhu, serta cara membuat alat ukur suhu yang sederhana.

PETA KONSEP

PENDAHULUAN

Pada suhu berapa air mendidih? Pada suhu berapa air membeku? Pada suhu berapakah orang dikatakan
mengalami sakit demam? Suhu selalu dibicarakan dalam kehidupan sehari-hari. Mempelajari suhu
sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Pada modul ini, Ananda akan mempelajari suhu, cara
pengukurannya, dan cara membuat alat ukur suhu sederhana.

URAIAN MATERI

SUHU DAN PERUBAHANNYA

A. SUHU
Suhu sebuah benda adalah tingkat (derajat) panas suatu benda. Benda yang panas mempunyai

derajat panas lebih tinggi daripada benda yang dingin. Suhu termasuk besaran pokok. Suhu benda yang
diukur dengan indra perasa menghasilkan ukuran suhu kualitatif yang tidak dapat dipakai sebagai
acuan. Suhu harus diukur secara kuantitatif dengan alat ukur suhu yang disebut Thermometer.

B. JENIS-JENIS TERMOMETER
1. Termometer zat cair
Thermometer zat cair dibuat berdasarkan perubahan volume. Secara umum, benda-benda di alam
akan memuai (ukurannya bertambah besar) jika suhunya naik. Kenyataan ini dimanfaatkan untuk
membuat termometer dari zat cair. Termometer yang umum digunakan adalah termometer zat cair
dengan pengisi pipa kapilernya adalah raksa atau alkohol. Pertimbangan dipilihnya raksa sebagai
pengisi pipa kapiler termometer adalah sebagai berikut :
 raksa tidak membasahi dinding kaca,
 raksa merupakan penghantar panas yang baik,
 kalor jenis raksa rendah akibatnya dengan perubahan panas yang kecil cukup dapat mengubah
suhunya,

 jangkauan ukur raksa lebar karena titik bekunya -39 ºC dan titik didihnya 357ºC.

Gambar Termometer Alkohol Gambar Termometer Raksa

Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id

2. Termometer Bimetal
Dua logam dengan jenisnya berbeda yang dilekatkan menjadi satu, jika suhunya berubah akan
melengkung, karena logam yang satu memuai lebih panjang dibanding yang lain. Hal ini
dimanfaatkan untuk membuat termometer.

Gambar termometer Bimetal yang melengkung saat dipanaskan
Sumber : www.physics.upenn.edu

3. Termometer Kristal Cair
Terdapat kristal cair yang warnanya dapat berubah jika suhu berubah. Kristal ini dikemas dalam
plastik tipis, untuk mengukur suhu tubuh, suhu akuarium, dan sebagainya.

4. Termometer Digital
Termometer digital merupakan alat ukur suhu yang dibuat khusus dalam bentuk digital, dimana ia
mampu memberikan tingkat akurasi yang tinggi dalam menyatakan besaran suhu pada suatu benda,
ruang, maupun zat.
Termometer digital tersebut biasanya memakai termokopel sebagai sensornya. Sensor tersebut
berguna untuk membaca perubahan nilai tahanan. Prinsip kerjanya memanfaatkan karakteristik
hubungan antara tegangan (volt) dengan temperatur.

Sumber : https://www.jakartanotebook.com

C. SKALA SUHU
Skala termometer ada empat yaitu: Celcius, Reamur, Fahreinheit, Kelvin.
Berikut adalah gambar titik tetap atas dan titik tetap bawah thermometer

Sumber : https://helloimiga.wordpress.com
Berikut ini adalah penetapan titik tetap pada skala termometer.

1. Termometer Celcius. Titik tetap bawah diberi angka 0 dan titik tetap atas diberi angka 100.
Diantara titik tetap bawah dan titik tetap atas dibagi 100 skala.

2. Termometer Reaumur. Titik tetap bawah diberi angka 0 dan titik tetap atas diberi angka 80. Di
antara titik tetap bawah dan titik tetap atas dibagi menjadi 80 skala.

3. Termometer Fahrenheit. Titik tetap bawah diberi angka 32 dan titik tetap atas diberi angka
212. Suhu es yang dicampur dengan garam ditetapkan sebagai 0ºF. Di antara titik tetap bawah
dan titik tetap atas dibagi 180 skala.

4. Termometer Kelvin. Pada termometer Kelvin, titik terbawah diberi angka nol. Titik ini disebut
suhu mutlak, yaitu suhu terkecil yang dimiliki benda ketika energi total partikel benda tersebut
nol. Kelvin menetapkan suhu es melebur dengan angka 273 dan suhu air mendidih dengan angka
373. Rentang titik tetap bawah dan titik tetap atas termometer Kelvin dibagi 100 skala.

Perbandingan skala antara temometer Celcius, termometer Reaumur, dan termometer Fahrenheit
adalah:

C : R : F = 100 : 80 : 180
C:R:F=5:4:9

Bagaimana Cara Pembuatan Skala Suatu Termometer?
Jenis termometer yang paling banyak digunakan adalah termometer zat cair. Termometer zat cair
bekerja berdasarkan pemuaian zat cair. Maka diperlukan zat cair yang mempunyai spesifikasi khusus,
antara lain dikenai panas cepat memuai, jika panasnya berkurang mudah menyusut.
Skala yang digunakan untuk mengetahui derajat panas benda yang diukur dibuat di antara pemuaian
maksimal (titik tetap atas) dengan penyusutan maksimalnya (titik tetap bawah).
Untuk membuat skala termometer terlebih dahulu harus ditentukan titik tetap atas dan titik tetap
bawahnya, kemudian ditentukan jumlah skalanya. Misalnya, pada termometer Celcius ditentukan
sebagai berikut.

Sumber : www.fisikabc.com

 Titik tetap bawah yang digunakan adalah es yang sedang mencair (es yang sedang melebur)
pada tekanan 1 atm. Titik tetap bawah diberi angka 0 (nol).

 Titik tetap atas yang digunakan adalah air yang sedang mendidih pada tekanan 1 atm. Titik
tetap atas diberi angka 100.

 Antara angka 0 sampai 100 dibuat skala 100 masing-masing skala mewakili 1oC.

Batas bawah dan batas atas yang digunakan pada termometer celcius adalah es yang sedang
melebur dan air yang sedang mendidih, karena pada saat melebur atau mendidih sedang terjadi
perubahan wujud zat. Pada saat perubahan wujud zat suhunya tidak mengalami perubahan
(suhunya tetap)

Kita dapat melakukan konversi skala dari satu thermometer ke thermometer lain dengan menggunakan
mengetahui titik bawah dan titik atas thermometer tersebut. Untuk perumusannya adalah sebagai
berikut

Contoh penggunaan matematika untuk mengkonversi suhu. 25oC = …..oR

100 − 0 = 80 − 0
25 − 0 − 0

100 = 80
25

100. X = 25.80
X = 25.80 = 20OC

100

Sumber : https://helloimiga.wordpress.com

Ketika suatu benda mengalami perubahan suhu maka getaran partikel-partikel penyusun benda
tersebut juga berubah sehingga benda mengalami perubahan-perubahan sebagai berikut:
a. Wujud

Jika zat cair didiginkan dapat berubah wujud menjadi padat misalnya air es, atau sebaliknya jika
zat padat dipanaskan akan mencait misalnya lilin yang dipanaskan akan menjadi cair.
b. Volume
Zat padat, cair atau gas pada umumnya akan mengalami pemuaian atau penambahan volume jika
dipanaskan dan akan mengalami penyusutan jika didinginkan.
c. Konduktivitas
Zat-zat padat terutama logam yang merupakan penghantar listrik yang baik ternyata jika
dipanaskan daya hantar listriknya atau konduktivitasnya akan berkurang.
d. Warna

D. PERUBAHAN AKIBAT SUHU

Salah satu perubahan yang terjadi pada benda adalah ukuran benda itu berubah, secara umum ukuran
benda bertambah. Peristiwa ini disebut pemuaian

1. Pemuaian zat padat
Zat padat dapat mengalami tiga macam pemuaian yaitu:
a. Pemuaian panjang
Contoh pemanfaatan pemuaian panjang dalam kehidupan sehari-hari adalah pemasangan rel
dengan cara memberi rongga pada sambugan rel agar rel tidak bengkok dan pemasangan kabel
listrik yang kendor agar kabel tidak putus saat hari dingin.

Sumber: Sumber : https://gurusekolah.co.id
https://www.google.com/search?q=pemuaia
n+panjang

Rumusan pemuaian panjang seperti berikut

L = L0 + ΔL

ΔL = L0. Α. Δt
L = L0 (1+ α Δt)

Keterangan:
L = Panjang akhir (m)
L = Panjang mula-mula (m)
ΔL = Pertambahan panjang (m)
α = Koefisien muai panjang (/ºC)
Δt = kenaikan suhu (oC)

b. Pemuaian luas
Pemuaian luas terjadi pada benda yang berbentuk lempengan di panaskan, contoh dalam
kehidupan sehari-hari dapat dilakukan pada pemasangan kaca yang dibuat lebih longgar agar
saat cuaca panas kaca tidak pecah, contoh lainnya adalah pada pemasangan kaca mobil
menggunakan karet.

c. Pemuaian volume
Contoh sederhana mengenai pemuaian volume pada benda atau zat cair adalah ketika air
dipanaskan hingga mendidih. Ketika mendidih, air akan memuai sehingga mampu mengangkat

tutup panci. Secara umum, volume zat cair akan bertambah jika dipanaskan.

Gambar Pemuaian Volume pada zat cair yang dipanaskan.
Sumber : https://mafia.mafiaol.com
2. Pemuaian zat cair dan gas
Zat cair dan gas hanya mengalami pemuaian volume. Dalam kehidupan sehari-hari botol sirup
kemasan tidak diisi penuh karena pemuaian zat cair lebih cepat dibandingkan pemuaian zat
padat, sehingga air tidak menekan tutup botol ketika memuai.

Sumber : Dok. Kemdikbud

E. TERMOMETER SEDERHANA
Apabila sepotong logam, misalnya besi dipanaskan maka selama proses pemanasan besi tersebut

akan berpijar dari kemerah-merahan hingga makin tinggi suhunya menjadi kekuning-kuningan sampai
biru keunguan.

Berdasarkan sifat termometrik zat ini maka kita dapat membuat alat pengukur suhu atau
termometer. Dalam pembuatan termometer hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
1. Nilai suhu yang ditunjukkan tidak dipengaruhi oleh nilai suhu yang diukur sebelumnya.
2. Memberikan pembacaan suhu dengan cepat dan tepat.
3. Dapat diproduksi lagi dengan teliti bila diperlukan.

Pembuatan termometer sekarang tidak lagi menggunakan prinsip pemuaian gas dalam labu
erlenmeiyer, melainkan ada beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu menggunakan hubungan antara
perubahan suhu dengan perubahan sifat fisis benda, misalnya :
1. Menggunakan prinsip pemuaian zat cair dalam pipa kapiler, biasanya pada termometer raksa

maupun alkohol.
2. Menggunakan prinsip pemuaian hambatan listrik logam platina, biasanya pada thermometer

logam /aneroid.
3. Menggunakan prinsip perubahan warna, misalnya pada perometer optik.
4. Menggunakan kepekaan komponen elektronika terhadap panas misalnya termistor, biasanya pada

thermometer digital.
Selain itu juga menggunakan perubahan wujud benda yang terjadi pada suhu tertentu. Setiap

termometer harus mempunyai dua syarat yaitu :
1. Konstruksinya, harus memenuhi perubahan fisis akibat adanya perubahan suhu.
2. Dikalibrasikan, dibuat skalanya dengan mengambil standart tertentu. Misalnya, titik lebur es pada

0° C, titik didih air pada 100° C, dan sebagainya.

Termometer sederhana dapat dibuat dari bahan yang bisa ditemukan sehari-hari di rumah, seperti
alkohol, pewarna makanan, sedotan plastik, plastisin, dan karton.

Sumber : https://juniorsciences.blogspot.com dan https://www.mikirbae.com

Sumber : https://www.fisikabc.com/2018/04/cara-membuat-termometer.html
Untuk menambah referensi Ananda tentang cara pembuatan Thermometer sederhana,
Ananda dapat mengklik link Video berikut :
https://www.youtube.com/watch?v=B9vThJpuwDI atau bisa juga dengan menscan
Barcode dibawah ini dari Android :

RANGKUMAN MATERI

1. Suhu menyatakan tingkat panas dinginnya suatu benda; diukur dengan termometer
2. Berbagai macam termometer:

a. Termometer zat cair
b. Termometer kristal cair
c. Termometer bimetal
3. Berbagai skala termometer: Celcius, Kelvin, Fahrenheit, dan Reamur
4. Perubahan suhu menyebabkan pemuaian pada benda.
5. Pemuaian dapat terjadi pada zat padat, cair, maupun gas.

DAFTAR RUJUKAN

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. Buku Siswa Imu Pengetahuan Alam SMP/MTs
Kelas VII semester I. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang, Kemendikbud.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. Buku Guru Ilmu pengetahuan Alam SMP/MTs
Kelas VII semester I. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang, Kemendikbud.

Diana Puspita dan Iip Rohima. 2009. IPA Terpadu Untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta:
Depdiknas.

Tim Abdi Guru. 2016. IPA Terpadu untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Erlangga

https://dinasuciwahyuni.blogspot.com/2016/09/suhu-materi-ipa-untuk-smp-kelas-vii.html,
diakses 1 Oktober 2020

https://maglearning.id/2020/09/26/suhu-dan-perubahannya/, diakses 1 Oktober 2020

https://www.dosenpendidikan.co.id/fungsi-termometer/ , diakses 1 Oktober 2020

www.physics.upenn.edu , diakses 2 Oktober 2020

https://helloimiga.wordpress.com/materi/semeser-ii/suhu-dan-perubahan/skala-pada-
termometer/, diakses 2 Oktober 2020

https://www.jakartanotebook.com , diakses 3 Oktober 2020

https://juniorsciences.blogspot.com/2017/12/cara-mudah-membuat-termometer-
sederhana.html, diakses 3 Oktober 2020

https://www.mikirbae.com/2015/12/meringkas-teks-membuat-termometer.html, diakses
3 Oktober 2020

https://www.fisikabc.com/2018/04/cara-membuat-termometer.html . diakses 3 Oktober
2020

https://www.fisikabc.com/2018/03/rumus-dasar-penetapan-skala- , diakses 3 Oktober 2020

https://gurusekolah.co.id/rumus-pemuaian-panjang-luas-dan-volume-secara-lengkap/ , diakses 3
Oktober 2020

KEGIATAN SISWA

1 Kegiatan Literasi Fungsional

Membuat skala pada thermometer zat cair
1. Celupkan thermometer dalam bejana yang berisi es sedang melebur
2. Tunggu beberapa saat, setelah thermometer berhenti bergerak turun dan naik tandai dengan spidol
atau tinta warna. Tanda ini menjadi titik tetap bawah. Beri angka sesuka ananda
3. Panaskan air dalam bejana lain sampai mendidih
4. Celupkan thermometer ke dalam bejana berisi air yang sedang mendidh, tunggu sampai berhenti
bergerak, kemudian tandai dengan spidol atau tinta warna.ini menjadi titik tetap atas, Beri angka
sesuka ananda!
5. Ukur jarak titik terbawah dan titik teratas, bagi jarak tersebut dalam bagian-bagian yang sama.
6. Ananda sudah membuat thermometer sesuai skala buatan.

2 Diskusi Penerapan

Berikut ini adalah contoh-contoh pengaplikasian dari materi kalor dan perpindahannya dalam kehidupan

sehari-hari.

Jawablah pertanyaan sehubungan dengan pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari!

1. Seorang ibu habis mencuci pakaian, merasakan tubuh anaknya sangat panas, karena khwatir ibu tadi
mengukur suhu badan anaknya dengan thermometer ternyata suhu badan anaknya normal. Kenapa ibu
tadi merasakan tubuh anaknya panas, Jelaskanlah!
Jawab:
……………………………………………………………………………………….…
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....

2. Bagaimana kamu menjelaskan pada wisatawan asal Amerika Serikat yang terbiasa menggunakan skala
Fahrenheit, bahwa suhu rata-rata di kotamu sebesar 25oC?

Jawab:
……………………………………………………………………………………….…
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....

3. Binatang yang hidup di daerah dingin pada umumnya berbulu tebal.
Unta yang hidup di daerah gurun mempunyai punuk di bagian punggungnya.
Jelaskanlah hubungan bulu yang tebal pada binatang yang hidup di daerah dingin dan punuk yang ada
di punggung unta dengan kosep Suhu !
Jawab:

……………………………………………………………………………………….…
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....

3 Evaluasi

A. OBJEKTIF

1. Pernyataan berikut ini benar, kecuali ….
A. suhu merupakan besaran satuan
B. alat ukur suhu adalah termometer
C. suhu menyatakan derajat panas benda
D. molekul benda bergetar cepat jika suhu dinaikkan

2. Perhatikan beberapa zat cair berikut!

1) bensin 3) air

2) alkohol 4) raksa

Zat cair yang paling tepat digunakan sebagai pengisi thermometer adalah ….

A. 1 dan 2 C. 2 dan 3

B. 1 dan 3 D. 2 dan 4

3. Air tidak dapat dipakai untuk mengisi termometer, karena ….
A. volume air tetap
B. tidak memuai ketika dipanaskan
C. memiliki pemuaian yang kecil
D. air membasahi dinding kaca

4. Perhatikan gambar percobaan anak berikut!

Seorang anak memasukkan tangan kananya ke dalam wadah berisi air hangat dan tangan kirinya ke
wadah berisi air dingin, kemudian secara bersamaan memasukkan tangannya ke dalam air biasa,
ternyata tangan kiri dan kanan merasakan suhu yang berbeda, peristiwa ini terjadi karena ….
A. Tangan bukannlah alat ukur suhu yang handal
B. Tangan merupakan alat ukur yang handal
C. Tangan merupakan alat ukur volume yang handal
D. Tangan bukanlah alat ukur volume

5. Perhatikan peryataan berikut!
1. Mudah dilihat karena mengkilat
2. Pemuaiannya teratur
3. Harganya murah
4. Titik bekunya rendah

5. Pemuaiannya cukup besar
Keuntungan menggunakan alkohol sebagai pengisi thermometer adalah ….

A. 1, 2 dan 3 C. 2, 3, dan 4

B. 1, 3 dan 4 D. 3, 4, dan 5

6. Titip tetap atas termometer Celcius adalah ….
A. suhu es yang mencair
B. suhu air yang membeku
C. suhu air panas
D. suhu air yang mendidih

7. Termometer klinis mempunyai daerah ukur antara ….
A. (0 – 50)°C
B. (0 – 100)°C
C. (30 – 50)°C
D. (35 – 42)°C

8. Jika thermometer Fahreinheit menunjukkan angka 77oF ketika dimasukkan ke dalam air, Thermometer

celcius akan menunjukkan angka ….

A. 20oC C. 58oC

B. 25oC D. 77oC

9. Ketika thermometer X digunakan untuk mengukur suhu es yang sedang mencair, menunjukkan angka

20o, dan ketika mengukur air yang sedang mendidih menunjukkan angka 120o. jika thermometer X

menunjukkan angka 45oC, suhu tersebut setara dengan ….

A. 20oC C. 65oC

B. 25oC D. 70oC

10. Penunjuk skala termometer berikut yang mempunyai suhu paling rendah adalah ….
A. 0 K
B. 0°C
C. 0°R
D. 0°F

B. ESAAY
1. Tono merasakan hangat ketika ia mencelupkan tangannya ke dalam air. Erma merasakan panas ketika

mencelupkan tangannya ke dalam air yang sama. Apa kesimpulan yang dapat diperoleh dari kejadian
tersebut?

2. Avian influenza (flu burung) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza
dengan tipe A (H5N1). Virus ini dapat bertahan hidup di air sampai empat hari pada suhu 22°C. Berapa
derajatkah suhu tersebut jika diukur menggunakan termometer Reamur dan Fahrenheit?

3. Perhatikan tabel data titik leleh dan titik didih beberapa zat berikut!

a. Dari tabel di atas, zat apakah yang titik didihnya paling tinggi?
b. Berapa derajat Fahrenheit titik didih nitrogen?
c. Berapa derajat Reamur titik leleh parafin?

4. Seorang siswa mengukur es yang melebur 0°Y dan suhu air saat mendidih 150°Y. Berapakah angka
yang ditunjukkan pada termometer Reamur dan Celsius?

KUNCI JAWABAN 6. D
A. OBJEKTIF 7. D
8. B
1. A 9. B
2. D 10. A
3. D
4. A
5. D

B. ESSAY
1. Indra peraba (kulit) tidak bisa dijadikan sebagai alat ukur suhu yang handal. Karena
ketika dua orang yang berbeda mengukur suhu zat yang sama, akan merasakan suhu hal
yang berbeda.
Jadi diperlukan alat ukur yang handal dalam mengukur suhu, yaitu Termometer.

2. TR = 17,6 0R
TF = 71,6 0F

3. a. Besi
b. -320,8 0F
c. 44 0R

4. Pada termometer Reamur, es melebur 0 0R, dan air mendidih 80 0R
Pada termometer Celcius, es melebur 0 0C dan air mendidih 100 0C

MODUL

KALOR
dan

PERUBAHAN WUJUD
ZAT

SMP KELAS VII

OLEH :
RICA RUSTIKAWATY, S.Pd

1

TUGAS AKHIR
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN

MODUL
KALOR DAN PERUBAHAN WUJUD ZAT

Penulis :

NAMA : RICA RUSTIKAWATY, S.Pd
KELAS : IPA-1
NO. PESERTA PPG
20080809710009

PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN
PROGRAM STUDI ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2020

1

2

PANDUAN BELAJAR

Modul ini mendeskripsikan tentang pokok bahasan kalor dan perpindahan kalor. Modul
ini juga dilengkapi dengan latihan-latihan soal.

Agar dapat mencapai penguasaan yang optimal, tentu diperlukan peran aktif Ananda
dalam mempelajari modul ini, diantaranya dengan membaca Uraian dan contoh, mengerjakan
tugas-tugas dan latihan yang diberikan pada modul serta membaca rangkuman. Jika ananda
berhasil menjawab seluruh pertanyaan dengan benar, maka Ananda telah cukup menguasai
bahan ini. Jika masih ada beberapa jawaban yang salah, maka pelajari kembali Uraian yang
diberikan pada modul ini. Ketekunan dalam mempelajari dan mengerjakan semua tugas dan
latihan yang dberikan akan sangat membantu Ananda dalam mencapai tujuan pembelajaran
secara optimal. Secara rinci kajian dalam modul ini memuat :
a. Tujuan pembelajaran agar Ananda mengetahui target yang harus dicapai setelah

mempelajari modul ini.
b. Peta konsep yang memudahkan Ananda untuk memahami konsep-konsep penting dalam

modul ini.
c. Pendahuluan, untuk memberikan gambaran pembahasan modul ini secara umum.
d. Uraian materi yang mendeskripsikan pokok-pokok minimal yang harus Ananda kuasai.
e. Rangkuman yang disajikan agar Ananda mampu memahami garis baesar materi yang

dipelajari.
f. Kegiatan siswa, berupa Kegiatan Literasi Fungsional, Diskusi Penerapan, dan Evaluasi yang

diberikan sebagai sarana untuk mengukur penguasaan konsep Ananda setelah mempelajari
materi pada setiap kegiatan yang diberikan.
g. Daftar rujukan yang disajikan untuk memberi informasi sumber belajar yang dapat
digunakan oleh Ananda sebagai bahan pendalaman materi.

Selamat belajar, semoga Ananda memahami keseluruhan materi yang disajikan pada Modul Kalor
dan Perpindahannya ini untuk bekal dalam mengaplikasikan konsep-konsep sains dalam
menjelaskan maupun menyelessaikan berbagai persoalan yang ditemui dalam kehidupan sehari-
hari.

KOMPETENSI DASAR dan INDIKATOR

A. ASPEK KOGNITIF
Kompetensi Dasar :
3.4 Menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari termasuk mekanisme menjaga

Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar :
3.4.1. Mendeskripsikan kalor
3.4.2. Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat

2

3
B. ASPEK PSIKOMOTOR
Kompetensi Dasar :
4.4. Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap suhu dan wujud
benda serta perpindahan kalor.
Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar :
4.4.1. Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap perubahan wujud
benda

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari modul ini, Ananda diharapkan mampu :
1. Mendeskripsikan kalor
2. Menganalisis tiga faktor yang mempengaruhi kalor suatu benda
3. Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda

3

4

PETA KONSEP

PENDAHULUAN

Cobalah perhatikan gagang panci saat memasak air. Pada saat kita memasak air, lalu setelah air
matang kita pegang gagang panci dan kita rasakan panas pada tangan kita. Mengapa hal tersebut
bisa terjadi? Contoh lain misalnya, saat kita meletakkan es batu di ruangan yg panas, es akan
perlahan-lahan mencair. Mengapa demikian?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyan tersebut, pelajarilah dengan seksama pokok bahasan
berikut ini.

4

5

URAIAN MATERI

KALOR DAN PERUBAHAN WUJUD ZAT

A. KALOR
Kalor adalah energi yang berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang

bersuhu rendah. Kalor dapat mengubah suhu benda dan kalor dapat mengubah wujud benda.
Satuan kalor dalam SI adalah joule dan kalori. Satu kalori adalah banyaknya kalor yang
diperlukan untuk memanaskan 1 gram air hingga suhunya naik 1oC.

1 kalori = 4,2 joule atau 1 joule = 0,24 kalori

Gambar Kalor berindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah.
Sumber : Dok. Kemdikbud

1. Kalor dapat mengubah suhu benda
Kalor merupakan energy yang diterima atau dilepaskan suatu benda. Kalor

yang diterima suatu benda bisa berasal dari matahari, api, atau benda lain. Kalor
yang diterima oleh benda dapat mengubah suhu benda. Ketika kalor diberikan
kepada air, maka suhu air bertambah. Makin banyak kalor yang diberikan makin
banyak pula perubahan pada suhu air. Bila kalor terus diberikan, lama kelamaan
air akan mendidih. Ketika air sudah mendidih suhu air tidak akan bertambah
melainkan tetap.

Dapat disimpulkan bahwa kalor mengubah suhu benda. Benda yang
melepaskan kalor seperti air panas dalam gelas. Air panas yang kita letakkan
diatas meja akan melepaskan kalor keudara titik karena air panas melepaskan
kalor, maka suhu air panas makin lama makin turun. Air panas berubah menjadi
air dingin. Hal ini menunjukkan bahwa kalor merubah suhu benda.

Perubahan kalor dapat menyebabkan terjadinya perubahan suhu suatu benda. Jika
kalor diberikan pada suatu benda maka akan menaikan suhu benda, sebaliknya jika kalor
dilepaskan oleh benda, suhu benda itu akan menurun.

Banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk mengubah suhu suatu benda di pengaruhi
oleh massa benda, kalor jenis benda, dan perubahan suhu benda.

5

6

Q= m.c. Δt

Keterangan:
Q = kalor (joule)
m = massa zat (kg)
c = kalor jenis zat (J/kgoC)
Δt = perubahan suhu benda (oC)

Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu setiap 1
kilogram zat sebesar 1oC.

2. Kalor dapat mengubah wujud benda
Saat terjadi perubahan wujud benda maka suhu benda tidak berubah (tetap)
Berikut merupakan bagan perubahan wujud benda

6 Gas
5
3
Padat 4

Keterangan: 1
1 : mencair Cair
2 : membeku
2

3: menguap 5: menyublim
4: mengembun 6 : mengkristal

Dalam proses perubahan wujud, kalor dapat dilepas dan diterima. Proses yang menerima
kalor adalah 1, 3, dan 5, sedangkan proses yang melepaskan kalor adalah 2, 4, dan 6.

6

7

Kalor uap yaitu banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menguapkan 1kg zat. Kalor yang
dibutuhkan untuk menguap dirumuskan sebagai berikut:

Q = m. U
Keterangan:

Q = kalor (Joule)
m = massa benda (kg)
U = kalor uap (J/kg)
Sedangkan kalor yang dibutuhkan untu melebur dirumuskan dengan :
Q = m. L
Keterangan:
Q = kalor (Joule)
m = massa benda (kg)
L = kalor lebur (J/kg)
Pada proses penguapan tidak selalu melalui proses pemanasan, penguapan tidak selalu
melalui proses mendidih terlebih dahlu. Beberapa cara yang dapat mempercepat
terjadinya penguapan adalah sebagai berikut:
a. Menambahkan kalor
b. Memperluas permukaan
c. Mengurangi tekanan permukaan
d. Meniupkan udara kering di atas permukaan

7

8

RANGKUMAN MATERI

1. Kalor merupakan salah satu bentuk energi yang berpindah dari benda yang suhunya lebih
tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah jika kedua benda saling bersentuhan.

2. Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 g zat sebesar
1°C.

3. Zat dapat berubah wujud apabila:
a) perubahan wujud zat yang memerlukan kalor yang mencair, menguap, dan
menyublim;
b) perubahan wujud zat yang melepas kalor yang membeku, mengembun, dan
menghablur.

8

9

DAFTAR RUJUKAN

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. Buku Siswa Imu Pengetahuan Alam SMP/MTs
Kelas VII semester I. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang, Kemendikbud.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. Buku Guru Ilmu pengetahuan Alam SMP/MTs
Kelas VII semester I. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang, Kemendikbud.

Diana Puspita dan Iip Rohima. 2009. IPA Terpadu Untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Depdiknas.
Tim Abdi Guru. 2016. IPA Terpadu untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Erlangga.
https://www.google.com/search?q=contoh+perpindahan+kalor+konduksi, diakses 2 Oktober

2020
https://www.google.com/search?q=kalor+radiasi, diakses 2 Oktober 2020
https://blog.ruangguru.com/perpindahan-kalor, diakses 2 Oktober 2020
http://www.damaruta.com/2018/01/perpindahan-kalor-secara-radiasi_15.html, diakses 2 Oktober

2020
https://pahamify.com/blog/artikel/fisika-kalor-dan-perpindahan-kalor/ , diakses 2 Oktober 2020

9

10

KEGIATAN SISWA

1 Kegiatan Literasi Fungsional

a. Menulis
Setelah memahami tentang kalor dan perpindahannya. Buatlah satu paragraf mengenai pemahaman
ananda mengenai kalor dan perpindahannya dalam kehidupan sehari-hari!
Jawab:

.......................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
.....................................

b. Menggambar Informasi

Perhatikanlah gambar!
Berdasarkan gambar tersebut gambarkanlah informasi apa yang dapat ananda kemukakan, hal ini
berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan serta kaitannya dengan kalor dan perpindahannya.
Jawablah pada tempat yang telah disediakan!
Jawab:

.......................................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................................

.......................

10

11
c. Menggambar
Gambarkanlah aliran arus konveksi pada air yang dipanaskan

e. Mencoba
Mengamati perpindahan kalor secara konduksi

1. Celupkan sendok kayu dan sendok logam pada air panas.
2. Pegang ujung kedua sendok
Mengidentifikasi perpindahan kalor secara konveksi
1. Siapkan es batu berwarna (saat pembuatannnya diberi pewarna makanan)
2. Ambil gelas beker, isilad dengan air sampai penuh
3. Masukkan es batu perlahan jke dalam air
4. Amati pola pergerakan es batu

11

12

2 Diskusi Penerapan

Berikut ini adalah contoh-contoh pengaplikasian dari materi kalor dan perpindahannya dalam
kehidupan sehari-hari.
Jawablah pertanyaan sehubungan dengan pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari!

1. Saat kita mendidihkan air, ketika kita amati ketika akan mendidih terdapat gelembung-gelembung yang
naik ke atas permukaan air, dan saat medidih terlihatlah bahwa air terus bergerak naik. Jelaskanlah
kenapa peristiwa ini terjadi, kaitkan dengan materi perpindahan kalor
Jawab:
……………………………………………………………………………………….…
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....

2. Saat kemah pramuka berlangsung, peserta kemah menyalakan api unggun pada malam hari. Api unggun
dinyalakan agar peserta tidak kedinginan. Kenapa api unggun dapat menghangatkan tubuh. Jelaskan!
Jawab:
……………………………………………………………………………………….…
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....
……………………………………………………………………………………….....

12

13

3 Evaluasi

A. OBJEKTIF

1. Perhatikan pernyataan berikut!

1. Massa zat

2. Suhu awal zat

3. Kalor jenis zat

4. Perubahan suhu

5. Wujud zat

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya kalor untuk menaikkan suhu benda adalah….

A. 1, 2, dan 3 C. 2, 3, dan 4

B. 1, 3, dan 4 D. 2, 3, dan 5

2. Perhatikan diagram berikut!

Gas

6 3
5 4

Padat 1 Cair
2

Proses yang menunjukkan perubahan wujud yang melepaskan kalor adalah ….

A. 1,3, dan 5 C. 2, 3, dan 5

B. 1, 4, dan 5 D. 2,4, dan 6

3. Batang aluminium bermassa 2 kg mengalami kenaikan suhu sebesar 25oC. jika kalor jenis aluminium
900 J/kgoC, banyaknya kalor yang diperlukan pada proses tersebut adalah ….

A. 11.250 J C. 45.000 J

B. 22.500 J D. 54.000 J

4. Kalor yang diperlukan untuk meleburkan 2 kg es yang bersuhu 0oC (kalor lebur es 340.000 J/kg )
adalah….

A. 170.000 J D. 510.000 J

B. 340.000 J E. 680.000 J

5. Perhatikan grafik di bawah ini!

Berapakah banyaknya kalor yang diperlukan 200 g es yang mempunyai suhu -5 °C untuk

menaikkan suhunya menjadi 00C (Proses A-B), jika kalor jenis es 2.100 J/kg °C dan kalor

lebur es 340.000 J/ kg?

A. 2.100 Joule C. 68.000 joule

B. 4.800 Joule D. 70.100 joule

13

14

6. Berikut ini yang tidak termasuk dalam upaya mempercepat penguapan adalah…..
A. memperluas permukaan
B. meniupkan udara kering di atas permukaan
C. mengurangi tekanan pada permukaan
D. menambahkan zat pelarut

7. Perhatikan peristiwa berikut!

1) memanaskan setrika listrik

2) terjadinya angin darat dan angin laut

3) sampainya energi panas dari Matahari ke bumi

4) kita merasakan panas ketika berada dekat dengan api unggun
Proses perpindahan kalor secara konduksi terdapat pada penyataan nomor ….

A. 1 C. 3

B. 2 D. 4

8. Perhatikan gambar berikut!

1 2 34

Berdasarkan gambar aliran arus konveksi yang benar ketika di panaskan oleh api lilin
adalah….

A. 1 C. 3

B. 2 D. 4

9. Ketika berada di dekat api unggun, badan terasa panas. Hal ini membuktikan bahwa panas api unggun
berpindah secara ….

A. konduksi . C. radiasi

B. konveksi dan konduksi D. radiasi dan konduksi

10. Perhatikan gambar penguin berikut!

Penguin dapat bertahan hidup pada cuaca yang dingin karean memiliki lapisan

lemak tipis di bawah kulitnya, fungsi lemak tipis adalah untuk mencegah
perpindahan kalor secara ….

A. konveksi C. radiasi

B. konduksi D. reduksi

B. ESAAY
1. Ketika memanaskan air dalam panci dengan kompor gas. Benda apa sajakah yang menerima kalor,

perpindahan kalor apa yang terjadi pada saat pemanasan air dalam panci!
2. Jelaskanlah perpindahan kalor secara konveksi, konduksi dan radiasi!
3. Berapakah kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 3 kg air yang bersuhu 30oC menjadi 80oC.

kalor jeinis air 4.200 J/kgoC!

14

15
4. Perhatikan grafik di bawah ini!

Berapakah banyaknya kalor yang diperlukan 300 g es yang mempunyai suhu -5 °C untuk
mengubah wujudnya menjadi air dengan suhu 0oC (Proses A-B-C), jika kalor jenis es 2.100

J/kg °C dan kalor lebur es 340.000 J/ kg?

KUNCI JAWABAN 6. D
A. OBJEKTIF 7. A
8. B
1. B 9. C
2. D 10. C
3. C
4. E
5. A

C. ESSAY
1. Benda yang menerima kalor (panci, pegangan panci, tutup panci dan air dalam panci), perpindahan
kalor yang terjadi adalah Konduksi dan Konveksi.
2. a. Konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai perpindahan partikel zat.
b. Konveksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat yang disertai perpindahan partikel
zat tersebut.
c. Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa melalui zat perantara

3. Diketahui : m = 300 g = 0,3 Kg
Δt = 80oC - 30oC = 50 oC
Ditanya : C = 4.200 J/kgoC
Jawab : Q..... ?
Q = m x C x Δt
Q = 3 kg x 4.200 J/kgoC x 50 oC

Q = 630.000 J

4. Diketahui : m = 300 g = 0,3 Kg
Δt = 0oC – (-5)oC = 5 oC
C = 2.100 J/kgoC

L = 340.000 J/Kg

Ditanya : Q. ....?
Jawab : Q AB = m x C x Δt

Q AB = 0,3 kg x 2.100 J/kgoC x 5 oC
= 3.150 J

15

16
Q BC = m x L
= 0,3 Kg x 340.000 J/Kg
= 102.000 J

Q AB + Q BC = 3.150 J + 102.000 J
= 105.150 J

16

MODUL

KALOR
dan

PERPINDAHANNYA

SMP KELAS VII

OLEH :
RICA RUSTIKAWATY, S.Pd

1

TUGAS AKHIR
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN

MODUL
KALOR DAN PERPINDAHANNYA

Penulis :

NAMA : RICA RUSTIKAWATY, S.Pd
KELAS : IPA-1
NO. PESERTA PPG
20080809710009

PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN
PROGRAM STUDI ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2020

1

2

PANDUAN BELAJAR

Modul ini mendeskripsikan tentang pokok bahasan kalor dan perpindahan kalor.
Modul ini juga dilengkapi dengan latihan-latihan soal.

Agar dapat mencapai penguasaan yang optimal, tentu diperlukan peran aktif Ananda
dalam mempelajari modul ini, diantaranya dengan membaca Uraian dan contoh,
mengerjakan tugas-tugas dan latihan yang diberikan pada modul serta membaca rangkuman.
Jika ananda berhasil menjawab seluruh pertanyaan dengan benar, maka Ananda telah cukup
menguasai bahan ini. Jika masih ada beberapa jawaban yang salah, maka pelajari kembali
Uraian yang diberikan pada modul ini. Ketekunan dalam mempelajari dan mengerjakan
semua tugas dan latihan yang dberikan akan sangat membantu Ananda dalam mencapai
tujuan pembelajaran secara optimal. Secara rinci kajian dalam modul ini memuat :
a. Tujuan pembelajaran agar Ananda mengetahui target yang harus dicapai setelah

mempelajari modul ini.
b. Peta konsep yang memudahkan Ananda untuk memahami konsep-konsep penting dalam

modul ini.
c. Pendahuluan, untuk memberikan gambaran pembahasan modul ini secara umum.
d. Uraian materi yang mendeskripsikan pokok-pokok minimal yang harus Ananda kuasai.
e. Rangkuman yang disajikan agar Ananda mampu memahami garis baesar materi yang

dipelajari.
f. Kegiatan siswa, berupa Kegiatan Literasi Fungsional, Diskusi Penerapan, dan Evaluasi

yang diberikan sebagai sarana untuk mengukur penguasaan konsep Ananda setelah
mempelajari materi pada setiap kegiatan yang diberikan.
g. Daftar rujukan yang disajikan untuk memberi informasi sumber belajar yang dapat
digunakan oleh Ananda sebagai bahan pendalaman materi.

Selamat belajar, semoga Ananda memahami keseluruhan materi yang disajikan pada Modul
Kalor dan Perpindahannya ini untuk bekal dalam mengaplikasikan konsep-konsep sains dalam
menjelaskan maupun menyelessaikan berbagai persoalan yang ditemui dalam kehidupan
sehari-hari.

2

3

KOMPETENSI DASAR dan INDIKATOR

A. ASPEK KOGNITIF
Kompetensi Dasar :
3.4 Menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari termasuk mekanisme menjaga
Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar :
3.4.3 Mengidentifikasi macam-macam perpindahan kalor
3.4.4 Menjelaskan karakteristik perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi
3.4.5 Menganalisis pengaruh jenis bahan terhadap konduktivitas

B. ASPEK PSIKOMOTOR
Kompetensi Dasar :
4.4. Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap suhu dan
wujud benda serta perpindahan kalor.
Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar :
4.4.2 Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh jenis bahan terhadap
konduktivitas

3

4

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari modul ini, Ananda diharapkan mampu :
1. Mengidentifikasi macam-macam perpindahan kalor
2. Menjelaskan karakteristik perpindahan kalor secara konduksi, konveksi dan radiasi
3. Menganalisis pengaruh jenis bahan terhadap konduktivitas

4

5

PETA KONSEP

PENDAHULUAN

Cobalah perhatikan gagang panci saat memasak air. Pada saat kita memasak air, lalu setelah
air matang kita pegang gagang panci dan kita rasakan panas pada tangan kita. Mengapa hal
tersebut bisa terjadi? Contoh lain misalnya, saat kita meletakkan es batu di ruangan yg
panas, es akan perlahan-lahan mencair. Mengapa demikian?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyan tersebut, pelajarilah dengan seksama pokok bahasan
berikut ini.

5

6

URAIAN MATERI

PERPINDAHAN KALOR

A. PERPINDAHAN KALOR
Kalor berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Proses
perpindahan kalor ini dapat terjadi dengan cara konduksi, konveksi dan radiasi.
1. Konduksi
Konduksi adalah perpindahan kalor melalui zat tanpa diserta perpindahan partikel-
pertikel zat tersebut. Contoh perpindahan kalor secara konduksi dapat kita lihat pada
saat memanaskan salah satu ujung logam, ternyata lama kelamaan ujung logam
lainnya ikut panas. Selain itu contoh peristiwa Konduksi lainnya adalah ketika
memanaskan setrika, maka panas dari setrika akan berpindah ke pakaian.

Gambar Proses Konduksi pada sebatang logam dan setrika yang dipanaskan.
Sumber : https://blog.ruangguru.com/perpindahan-kalor

Benda yang berbeda akan memiliki kemampuan yang berbeda dalam menghantarkan
panas. Berdasarkan kemampuan zat menghantarkan panas bahan dapat dibendakan
kepada:
a. Konduktor, yaitu bahan yang baik dalam mengantarkan panas.

Contoh:baja, besi
b. Isolator, yaitu bahan yang buruk dalam menghantarkan panas.

Contoh : air, kayu, dan bata.

6

7

Berbagai peralatan rumah tangga yang memanfaatkan sifat konduktivitas bahan,
terlihat pada gambar berikut :

Sumber : Dok. Kemdikbud

2. Konveksi
Konveksi adalah proses perpindahan kalor yang diikuti oleh perpindahan zat. Contoh
perpindahan kalor secra konveksi adalah pada proses air mendidih, ketika dipanaskan
air yang berada di bagian bawah (dekat pembakar) akan mengalami kenaikan suhu
sedangkan di atas permukaan air masih dingin. Partkel-partikel air yang panas naik ke
permukaan dan patikel-partikel air yang dingin akan turun. Aliran arus konveksi dapat
dilihat sebagai berikut

Gambar aliran arus konveksi pada air yang dipanaskan

7

8

Selain itu, contoh peristiwa Konveksi dalam kehidupan sehari-hari adalah :
1. Terjadinya angin darat dan angin laut

Gambar Arus Konveksi pada angin laut dan angin darat.
Sumber : Dok. Kemdikbud
o Siang Hari
Daratan lebih cepat panas daripada lautan (kalor jenisnya kecil), udara di atas
daratan ikut panas dan bergerak naik, digantikan oleh udara dari lautan.
Dengan demikian, terjadilah angin laut.
o Malam Hari
Daratan lebih cepat mendingin daripada lautan, udara di atas lautan lebih
hangat dan bergerak naik, digantikan oleh udara dari daratan. Dengan
demikian, terjadilah angin darat.

2. Konveksi pada Oven dan Hair Dryer

Sumber : Dok. Kemdikbud

8

9

3. Radiasi
Radiasi adalah proses perpindahan kalor tanpa memerlukan medium. Contoh
perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari antara lain kita merasakan panas saat
berada dekat dengan api unggun.
Setiap benda dapat memancarkan dan menyerap radiasi kalor, yang besarnya
bergantung pada suhu dan warna benda.
 Makin panas benda dibandingkan dengan panas lingkungan sekitar, makin besar pula
kalor yang diradiasikan ke lingkungan,
 Makin luas permukaan benda panas, makin besar kalor yang diradiasikan ke lingkungan.
 Makin rendah suhu benda, makin besar kalor yang diterima dari lingkungan.
 Makin luas permukaan benda dingin, makin besar pula kalor yang diterima dari
lingkungannya.
 Makin gelap benda yang terasa panas, makin besar pula kalor yang diradiasikan
ke lingkungan. Makin gelap benda yang terasa dingin, makin besar pula kalor yang
diterima dari lingkungannya.

Beberapa contoh peristiwa radiasi dalam kehidupan sehari-hari :
1. Kalor dari api unggun berpindah ke orang yang mengelilinginya secara Radiasi

Sumber:http://www.damaruta.com/2018/01/perpindahan-kalor-secara- radiasi_15.html

9


Click to View FlipBook Version