A. PENGERTIAN TENDA
Tenda adalah tempat berlindung yang terdiri dari lembaran kain atau bahan lainnya
menutupi dan melekat pada kerangka tiang atau menempel pada tali pendukung. Manusia
mulai mengenal tenda setidaknya sejak jaman besi, tenda tradisional telah digunakan oleh
orang-orang di beberapa belahan dunia, seperti penduduk asli Amerika, Mongolia, Turki.
Nomad, Tibet, serta Badui. Kebanyakan tenda tradisional menggunakan bahan dari kulit
hewan, seperti yang digunakan oleh tentara romawi di masa lampau yang mana desain dari
tenda itu akan menjadi cikal bakal dari tenda modern. Tenda tradisonal banyak digunakan
oleh para pengelana dan para peternak kambing atau domba yang tempat tinggalnya jauh
dari padang rumput.
B. KEGUNAAN DAN FUNGSI TENDA
Sejak masa lampau tenda telah digunakan oleh militer di berbagai belahan dunia,
tenda di jadikan barak-barak tentara serta markas utama sementara pada peperangan atau
pertempuran khususnya ketika melakukan penyerangan. Dalam keadaan darurat para
tentara hanya mendirikan tenda sederhana yang biasa disebut tenda bivak yang atapnya
dilapisi daun-daun dan ranting. Tenda bivak juga banyak digunakan oleh para pengelana
danpeternak, hingga saat ini tenda bivak masih banyak digunakan oleh para pelaku
kegiatan outdoor dan adventure. Untuk tenda bivak modern kita dapat membeli bahannya
di toko outdoor. Tidak hanya militer dimasa lampau, Di era modern ini pun, tenda masih
banyak di gunakan oleh militer di dunia. Militer Indonesia juga menggunakan tenda pada
beberapa kegiatannya. Kegunaan dan fungsi tenda lainnya adalah untuk acara pesta, event,
pameran, bazar juga lapak, Kegiatan sepeti ini banyak sekali bisa kita jumpai, seperti acara
penikahan, kawinan atau resepsi yang menggunakan tenda pernikahan atau bisa juga
disebut pelampang. Kegiatan lainnya seperti event atau pameran, biasanya menggunakan
tenda roder atau bisa juga menggunakan tenda carnaval.
C. JENIS-JENIS TENDA
1. Bivak
Bivak atau lebih sering dikenal dengan nama tenda darurat atau tenda
sederhana sering di pakai pada saat perkemahan di alam bebas atau kegiatan praktek
bertahan hidup di alam bebas (survival). bahan yang digunakan lazimnya adalah ponco
(jas hujan) yang biasa kita pakai pada saat berkendaraan roda 2 di kala hujan, atau
boleh juga di buat dengan reranting pohon dan lain sebagainya dengan cara yang
sederhana serta menjadikan tenda camping ini tempat berlindung sementara/harian.
2. Tenda Dome
Sesuai dengan namanya, tenda camping berikut ini berbentuk seperti
lingkaran dan unik dengan berbahankan parachut nylon dan fiber frame sebagai
tiang penyangga dan dilengkapi dengan cyber tent atau lapisan luar yang tentunya
tahan air. Tenda dome dapat di didirikan cukup oleh 1 orang saja pada dasarnya,
ukuran tenda ini juga beragam mulai dari tenda perorangan, 2 orang bahkan untuk
tenda beregu.
3. Tenda Pramuka/Tenda Pleton
Disebut tenda pramuka, karena tenda camping yang satu ini sering dipakai
untuk berkemah oleh anggota pramuka, bentuknya standar namun lebih sulit dalam
mendirikanya, artinya akan sangat sulit jika dikerjakan oleh 1 orang. Namun di lain
sisi, tenda ini memiliki kekuatan yang baik dan cukup untuk menampung personil
dalam ukuran regu. Tenda Pramuka ini juga ada dalam ukuran besar bahkan 1
pleton, hingga ada yang menyebutnya dengan nama tenda pleton.
4. TENDA QUICK PITCH
Perbedaan dengan tenda pop-up adalah tenda ini memiliki tiang yang
terintegrasi yang memiliki sambungan, saat dilepas tiang penyangga tenda akan
menutup seperti payung. Ketika tiang sudah dilebarkan, panel tenda hanya perlu
diikatkan disepanjang tiang penyangga. Dan dapat difiksasi dibagian tengah tenda.
Keunggulannya adalah pemasangan mudah dan cepat dan hanya perlu satu orang
saja untuk memasang, memiliki kelebihan yang sama dengan tenda kubah biasa,
sangat tepat digunakan untuk kegitan berkemah sendiri. Sedangkan kekurangannya
adalah harga lebih mahal dari harga tenda rata-rata dan memiliki ruang yang
terbatasTidak cocok untuk kegiatan berkemah dengan banyak orang.
5. TENDA KELUARGA (Vis–à–Vis)
Sobat mungkin belum familiar dengan tenda jenis ini. Tenda yang dikenal
dengan sebutan Vis–à–Vis dirancang dengan dua bagian pertemuan di bagian
dalam. Nama Vis–à–Vis berarti tatap muka, merujuk pada posisi dua bagian tidur.
Tenda Vis–à–Vis dirancang dengan gaya terowongan atau kubah. Jika sobat
berpergian dengan teman, tenda ini sangat memungkinkan privasi yang terjaga
karena adanya kompatermen pada bagian tengah. Keunggulannya adalah ruang
multi-kamar tidur dengan pintu masuk yang terpisah sehingga meningkatkan
privasi dari pengguna dan memiliki kapasitas yang besar sehingga dapat
menampung banyak orang. Sedangkan kekurangannya adalah memiliki pengaturan
pemasangan yang lebih sulit, memiliki bobot yang berat, dan memiliki harga yang
mahal.
6. TENDA KUTBAH ATAU POP-UP
Tenda ini dirancang agar langsung terbentuk membuka sendiri ketika
dibuka dan tidak memerlukan tiang penyangga dalam pemasangan. Tenda ini
hanya memerlukan satu kali kaitan untuk mendirikannya. Umumnya dirancang
untuk 2 orang. Tenda ini menawarkan kemudahan dalam pemasangan. Tenda ini
sangat mudah dikemas kedalam tas bundar, ringan serta sangat mudah dibawa.
Sobat akan merasakan sensai instan saat mengeluarkan tenda dari kantong dan
menariknya terbuka. Tenda ini memiliki pintu yang sangat sederhana dan didesain
dengan dinding tunggal dengan jenis lantai built-in untuk mempermudah proses
pemasangannya. Keunggulannya adalah mudah untuk dipasang, hanya diperlukan
beberapa detik untuk memasang tenda ini, simpel dan sangat ringan, sehingga
sangat mudah dalam mobilisasi. Sedangkan kekurangannya adalah harga lebih
mahal dari tenda kubah biasa, tidak bisa menahan terjangan angin yang kencang,
tidak memiliki banyak ruang pada bagian depan karena desain yang kompak, tidak
cocok untuk berkemah di hutan pedalaman, padang gurun atau kondisi cuaca yang
sangat buruk.
7. TENDA TUNEL
Tenda ini membentuk terowongan memanjang yang didalamnya akan
memberikan ruang yang lebih. Tiang penyangga membentung deretan lengkungan
setengah lingkaran yang akan menciptakan struktur terowongan yang panjang.
Keunggulannya adalah ujungnya yang runcing menawarkan perlindungan yang
lebih terhadap terpaan angina, menampung dengan kapasitas orang yang banyak,
sangat serbaguna, cocok untuk berbagai macam lingkungan, dan nyaman
digunakan dan memiliki banyak ruang. Sedangkan kekurangannya adalah
pemasangan memakan waktu yang lebih lama dan biasanya memerlukan lebih dari
satu orang untuk memasang tenda ini dan memerlukan ruang yang lebih besar
untuk mendirikan tenda ini. Karena bentuknya, ventilasi pada bagian tengah tenda
mungkin terbatas.Sulit untuk memposisikan kembali jika tenda ambruk akibat
perubahan cuaca.
8. TENDA RIDGE
Tenda ini memiliki gaya retro dengan bentuk tenda yang klasik dan
memiliki dua kutub di kedua ujungnya membentuk desain segitiga sederhana.
Jenis tenda ini populer karena memiliki kontruksi yang kokoh. Tenda Ridge
memiliki banyak variasi dari segi ukuran, mulai untuk satu atau dua orang sampai
dengan berkelompok. Rata-rata yang masih sering menggunakan tenda ini adalah
pramuka. Keunggulannya adalah lebih kokoh dari kebanyakan jenis tenda lainnya,
tetap stabil saat diterpa angin kencang dan cuaca buruk, memiliki berbagai macam
ukuran, mudah dipasang, namun pengaturannya bisa lebih rumit dari pada
kebanyakan tipe tenda, umumnya tahan lama, beberapa model bisa berlangsung
selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun. Sedangkan kekurangannya
adalah mengurangi ruang penyimpanan dan ruang tidur karena memiliki dinding
yang miring, saat ini sudah kurang banyak yang menyediakan jenis tenda ini, jadi
pilihan modelnya terbatas, desainnya kuno, memiliki bobot yang berat sehingga
sulit untuk dibawa-bawa.
9. TENDA GEODESI / SEMI GEODESI
Tenda geodesi memiliki struktur yang mirip dengan tenda kubah namun
memiliki tiang tambahan yang saling silang untuk menciptakan area dalam yang
luas dengan struktur kuat yang dapat mentolerir angin dan hujan yang substansial
tanpa roboh. Harga tenda ini mahal namun sangat ideal untuk kondisi dan ekspedisi
yang sulit, terutama di pendakian gunung. Bentuk lain tenda ini adalah tenda semi-
geodesik, yang memiliki kerangka tiang yang lebih sedikit sehingga lebih ringan
dan lebih ramping. Jenis tenda semi-geodesik Ini tidak akan tahan terhadap kondisi
cuaca yang sama namun menawarkan gaya dan bentuk yang jauh lebih simpel yang
lebih sesuai untuk backpacking. Desain semi-geodesik memiliki bentuk
aerodinamis untuk membantu ketahanan angin.
Tenda geodesi memiliki banyak ukuran dan struktur yang kuat yang
membuat tenda ini ideal untuk orang tidur dalam kondisi cuaca berangin. Desain
tenda ini memberika ruang interna yang lapang dengan langit-langit yang lebih
tinggi sehingga tenda ini tepat digunakan untuk menghabiskan waktu sementara
sobat menunggu cuaca mereda. Keunggulannya adalah paling cocok untuk cuaca
ekstrim karena mampu menahan hujan salju lebat, angin dan hujan, struktur kuat
dengan stabilitas yang prima, memiliki ruang depan atau teras yang besar, dapat
bertahan lebih lama dari pada rata-rata tenda. Sedangkan kekurangannya adalah
tidak cocok untuk kelompok besar seperti keluarga, harganya jauh lebih mahal, dan
lebih berat dibawa saat jarak jauh.
10. TENDA INFLATEBLE (UDARA)
Tenda tiup ini tidak memiliki tiang. Memiliki ruang yang besar. Memiliki
panel yang berongga yang mengisi dengan udara sehingga membentuk struktr yang
kaku. Tenda jenis ini memerlukan kompa untuk mengembang. Keunggulannya
adalah pemasangan mudah hanya dengan menggunakan kompa dan bisa dilakukan
oleh satu orang tanpa bantuan ekstra, memiliki ruang yang lebar dan memiliki
risiko kecelakaan penggunaan yang rendah karena tidak memiliki tiang logam
untuk menyangga. Sedangkan kekurangannya adalah memiliki bobot yang berat,
harga cukup mahal, dan untuk mencari yang ukuran sangat besar susah.
11. TENDA LONCENG
Tenda lonceng memiliki ciri khas yaitu tiang yang melintang ditengah
dengan panel berbahan kanvas yang disampirkan disekelilingnya. Tenda yang
bebahan kanvas merupakan pengatur suhu yang efektif dan digunakan saat musim
panas. Jenis tenda ini tidak direkomendasikan untuk perjalanan berkemah yang
berbasis kegiatan outdoor, jenis ini cocok untuk berkemah di tempat khusus
berkemah dan pada saat festival tentunya saat cuaca cerah. Keunggulannya adalah
sangat bergaya dan trendi, pemasangan sangat mudah, penggunaan panel kanvas
dapat menurunkan suhu panas, panel samping dapat digulung sehingga dapat
dijadikan ventilasi, dan ruang lantai bisa sangat besar, dan ideal untuk tidur banyak
orang. Sedangkan kekurangannya adalah biayanya sangat mahal, tidak cocok
untuk kegiatan dialam terbuka, dan memiliki bobot yang berat.
D. CARA MENDIRIKAN TENDA KECIL
Langkah 1:
Letakkan tenda di atas tanah yang datar
dengan bagian punggung (bagian dalam
tenda) ada di atas. Kemudian pasang
tongkat/tiang tenda baik yang bagian
belakang maupun depan. Setelah itu
pasangkan pula patok-patok tenda pada pintu
dan juga di tiap-tiap sudut tenda.
Langkah 2:
Tegakkan tongkat bagian belakang, kemudian
ikatkan tali pada patok baik yang depan
maupun di sudut kanan kiri tenda.
Langkah 3:
Tegakan tongkat bagian depan, kemudian
ikatkan tali pada patok baik yang depan
maupun di sudut kanan. kiri tenda
Langkah 4:
Ikatkan tali tengah dan tarik kuat-kuat agar
kencang, kemudian ikatkan tali-tali dinding
dan tarik kuat-kuat sehingga posisi tenda
menjadi kencang.
Yang harus diperhatikan:
Hati-hati pada saat memasukan paku/ujung tiang tenda ke tenda dan hati-hati juga ketika menari
tali-tali tenda. Masukan tiang dan menarik tali tenda yang tidak hati-hati bisa menyebabkan tenda
robek.
E. CARA MENDIRIKAN TENDA BESAR
Langkah 1:
Letakkan tenda di atas tanah yang datar dengan bagian punggung (bagian dalam tenda) ada di
atas.Pasang tian tenda baik di bagian depan maupun belakang pintu tenda. Tancapkan dua patok
pada garis tengah tenda. Lipat tenda menurut arah panah yang terlihat dalam gambar di bawah
ini:
Langkah 2:
Tunjuk 4 orang anggota regu untuk mendirikan tenda. 2 orang (a dan b, dalam gambar) bertugas
mengangkat, mendirikan dan memegangi tiang tenda. 2 orang (c dan d), dalam gambar) bertugas
menarik tali-tali tenda yang disiapkan.
Langkah 3
2 orang (c dan d, dalam gambar), menarik dan mengikat tali pada patok tenda, dengan pembagian
kerja sbb :
Pertama mengikat tali di yang ada di kedua sudut (kanan atau kiri), kemudian mengikat tali pada
bagian depan/pintu tenda. Tariklah tari dengan kuat dan ikatlah dengan ikatan yang benar.
Langkah 4 :
Ikatkan tali-tali dinding tenda pada patok yang telah disiapkan. Tarik kuat-kuat agar tenda dapat
berdiri kokoh dan kencang. Ikatan yang kuat dan benar akan menjadikan tenda kokoh, kuat, rapi
dan enak dipandang.
Yang harus diperhatikan :
Hati-hati pada saat menarik tali agar tenda robek.
F. CARA MEMASANG PATOK TENDA
Medan/lokasi pekemahan seringkali dijumpai bukan tanah yang mudah untuk
menancapkan patok-patok pengikat tali tenda. Tidak jarang lokasi perkemahan merupakan
tanah keras berbatu, sebaliknya juga kadang tanah gembur atau berpasir yang sangat sulit
untuk menancapkan patok tenda.
Pengikat tali tenda di tanah keras. Dapat memanfaatkan batang pohon baik satu
batang atau beberapa batang pohon.Tenda yang didirikan di bawah pohon hendaknya
diamati dulu kondisi pohon apakah ada batang atau ranting yang sudah rapuh sehingga
beresiko jatuh ke tenda. Apakah pohon dimaksud kuat jika tertipu angin, dsb. Teknik ini
dibutuhkan pengenalan kondisi pohon secara baik agar terhindar dari malapetaka.
Di tanah yang keras, tali tenda juga bisa diikatkan di tongkat kemudian sebagai
penguat ditindih dengan batu-batu besar. Lihat gambar di bawah ini.
Pengikat tali tenda di tanah berpasir atau tanah gembur.
Tali teda dapat diikatkan dengan benda berat (batu, besi, batang pohon, dsb). Atau juga
dapat dikaitan dengan kombinasi beberapa patok sekaligus dan kombinasi antara patok
dengan batang-batang bambu/besi. Lihat gamber di bawah ini.
Sekian dan Terima Kasih
Jangan Lupa Bahagia