The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by vera wati, 2023-07-20 22:59:55

Best Practise Aksara Jawa Verawati

Best Practise Aksara Jawa Verawati

Keywords: vera1234

LK. 3.1 BEST PRACTICE Penerapan Pendekatan Saintifik, Model Problem Based Learning, Metode Diskusi, Media Kartu Berhuruf Jawa dan Power point Meningkatkan Keterampilan Membaca Aksara Jawa Peserta Didik dalam Memenggal dan Melafalkan Kata demi Kata Beraksara Jawa hingga Kalimat serta Paragraf secara Tepat. VERAWATI NIM : 22001039317466037 PENDIDIKAN BAHASA JAWA PPG DALJAB KEMENAG KELAS 03 KELOMPOK 1 UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2023


LK 3.1 Menyusun Best Practices Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran Lokasi MTs Negeri 6 Klaten Lingkup Pendidikan SMP Tujuan yang ingin dicapai Meningkatkan Keterampilan Membaca aksara Jawa Peserta Didik dalam Memenggal dan Melafalkan Kata demi Kata Beraksara Jawa hingga Kalimat serta Paragraf secara Tepat. Penulis Verawati Tanggal 6 Juli 2023 Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. Latar Belakang Kondisi yang menjadi latar belakang dari best practice ini adalah rendahnya motivasi peserta didik dalam pembelajaran bahasa Jawa khususnya materi aksara Jawa. Peserta didik kurang antusias dan kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Peserta didik kurang melakukan drill atau latihan membaca aksara Jawa. Akar penyebab masalah dalam pembelajaran membaca aksara Jawa yaitu kesulitan peserta didik dalam pemenggalan dan pelafalan kata, kalimat, hingga paragraf. Pembelajaran juga biasanya masih berpusat pada guru, dan pembelajaran biasanya belum berbasis IT. Guru kurang lengkap dalam menyiapkan perangkat pembelajaran meliputi RPP / Modul Ajar, Bahan Ajar, Media Pembelajaran, LKPD, Instrumen Penilaian (Evaluasi, Kisi-kisi dan rubrik penilaian). Model dan metode pembelajaran yang digunakan Guru juga kurang inovatif. Peran Peran saya sebagai guru dalam praktik ini adalah memfasilitasi peserta didik untuk meningkatkan motivasi dan keaktifan dalam mengikuti pembelajaran bahasa Jawa khususnya materi membaca aksara Jawa. Selain itu praktik pembelajaran ini dapat menjadi inspirasi bagi sesama guru bahasa Jawa yang mengalami permasalahan yang sama.


Tanggung jawab Tanggung jawab saya sebagai guru dalam praktik pembelajaran ini adalah membuat desain pembelajaran yang kreatif, dan menarik dengan menggunakan media, pendekatan, model, dan metode pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan pembelajaran Abad 21, untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif agar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi aksara Jawa elemen membaca. Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat, Berdasarkan kajian literatur dan hasil wawancara tantangan yang menjadi penyebab kesulitan peserta didik membaca aksara Jawa adalah rendahnya motivasi peserta didik dalam pembelajaran materi aksara Jawa. Peserta didik terkesan kurang antusias dan kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik menganggap aksara Jawa itu materi tersulit pada mata pelajaran Bahasa Jawa, peserta didik kurang drill atau latihan membaca aksara Jawa. Guru belum memanfaatkan media pembelajaran yang inovatif, dan masih kesulitan dalam menentukan media pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran dan karakter peserta didik. Media yang digunakan Guru belum berbasis IT (TPACK). Guru masih menerapkan pembalajaran yang monoton dengan metode ceramah. Dari tantangan di atas, yang harus terlibat dalam praktik pembelajaran ini adalah guru sebagai pengajar yang harus menguasai kemampuan pedagogik dan profesional. Setelah itu peserta didik yang bermasalah dengan motivasi belajar. Kepala sekolah sebagai pembuat kebijakan, dan teman sejawat sebagai korektor sekaligus motivator serta membantu dalam proses perekaman kegiatan pembelajaran. Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini Terdapat beberapa langkah yang dilakukan oleh Guru dalam menghadapi tantangan tersebut yaitu dengan penerapan pendekatan dalam pembelajaran, pemilihan model pembelajaran, metode pembelajaran, dan media pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan membaca aksara Jawa. Strategi yang dilakukan dengan menerapkan pendekatan Saintifik. Sedangkan strategi yang dilakukan Guru dalam menentukan model pembelajaran ini adalah memahami karakteristik peserta didik dan karakteristik materi, sehingga


terpilih model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Metode pembelajaran yang digunakan yaitu Metode Diskusi. Media pembelajaran yang sesuai dengan karakter peserta didik dan materi menggunakan kartu berhuruf Jawa, power point (PPT). Strategi yang dilakukan Guru tersebut dapat meningkatkan motivasi peserta didik dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik yang dituangkan dalam bentuk RPP / Modul Ajar yang menarik. Proses yang sudah dilakukan oleh Guru dalam penerapan praktik pembelajaran ini adalah menuangkan pendekatan, model, metode, dan media pembelajaran dan motivasi peserta didik dalam RPP / Modul Ajar yang didalamnya mencakup solusi atas tantangan tersebut. Dari RPP/ Modul Ajar yang sudah dikembangkan tadi diaplikasikan dalam praktik pembelajaran di kelas. Berikut ini proses pembelajaran yang sudah saya laksanakan dengan materi aksara Jawa pada elemen membaca. Pembelajaran diawali dengan PENDAHULUAN yang di dalamnya mencakup salam, berdoa (profil beriman bertakwa kepada Tuhan YME), mengecek kehadiran peserta didik dan kebersihan kelas (profil Mandiri dan Bergotong royong), memotivasi, apersepsi untuk mengetahui pembelajaran yang sudah dipelajari peserta didik pada pertemuan sebelumnya dan menunjukkan contoh kalimat sederhana beraksara Jawa menggunakan kartu aksara. Dalam kegiatan pendahuluan ini disampaikan tujuan pembelajaran supaya peserta didik mengetahui apa yang menjadi capaian pembelajaran materi aksara Jawa elemen membaca. Pada KEGIATAN INTI yang di dalamnya berisi langkah-langkah model pembelajaran kooperatif Problem Based Learning (PBL) dengan dikolaborasikan dengan pembelajaran abad 21, yaitu menggunakan media pembelajaran kartu beraksara Jawa, power point (PPT), yang memanfaatkan teknologi informasi. Pendekatan Saintifik untuk membuat pembelajaran yang berpusat pada siswa. Langkah-langkah pada kegiatan inti: 1. Orientasi peserta didik tentang masalah.


Guru melakukan pertanyaan pemantik pengetahuan peserta didik tentang membaca aksara Jawa, kemudian mempersilahkan peserta didik bertanya jawab tentang membaca aksara Jawa dan Guru membagikan bahan ajar. (Keberanian dan Percaya diri). (Pendekatan Saintifik dan Model Problem Based Learning). 2. Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar. Guru membimbing peserta didik untuk memahami cara membaca memenggal kata demi kata beraksara Jawa menjadi kalimat hingga paragraf dan pelafalannya menggunakan media Power Point (PPT) / Berbasis IT . Membimbing penyelidikan secara individu dan kelompok. o Guru membentuk kelompok, setiap kelompok terdiri dari 8 peserta didik sehingga terbentuk menjadi 4 kelompok. o Guru membagikan LKPD dan kartu aksara Jawa. o Peserta didik memecahkan soal (C3) pada lembar kerja secara bersama-sama / LOTS sesuai dengan kartu aksara yang diperoleh. (gotong-royong). o Setiap kartu aksara terdiri dari 4 kalimat beraksara Jawa, sehingga bisa saling bagi tugas 2 siswa 1 kalimat. Apabila 4 kalimat sudah terbaca, diurutkan kalimat tersebut agar menjadi 1 paragraf utuh. 3. Mengembangkan hasil. o Peserta didik belajar membaca aksara Jawa (C1) dalam pemenggalan kata demi kata sampai terbaca menjadi kalimat dan mengurutkan hingga menjadi paragraf (C6) / HOTS dalam kelompok dengan metode diskusi kemudian di tulis pada LKPD. (bernalar kritis). o Peserta didik belajar melafalkan bacaan (C1) beraksara Jawa dalam kelompok dengan metode diskusi. (kreatif dan mandiri). o Guru membagikan kunci jawaban kartu aksara Jawa secara acak kepada kelompok lain untuk mengoreksi hasil kerjaan kelompok lain dan tanggapan disampaikan pada saat kelompok lain presentasi.


5. Menganalisa dan Menyelesaikan masalah. Kelompok yang sudah selesai berdiskusi mempresentasikan hasil diskusi dengan kelompoknya. Salah satu anggota kelompok membacakan hasilnya, Peserta didik dari kelompok lain diberi kesempatan untuk mengevalusi dengan mengoreksi dan menanggapi berdasarkan kartu kunci jawaban yang telah diberikan oleh guru (C5) / HOTS. Hal ini untuk menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri, sopan santun. Kegiatan PENUTUP dalam pembelajaran peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran mengenai materi aksara Jawa. Peserta didik dapat membaca aksara Jawa dalam pemenggalan dan pelafalan dengan tepat sesuai kaidah. Kemudian peserta didik bersama guru merefleksikan pembelajaran. Guru menyampaikan informasi materi yag akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya. Guru menutup pertemuan dengan berdoa dan mengucapakan salam penutup. Dalam hal ini yang terlibat dalam mengatasi tantangan ini adalah Kepala Sekolah yang berperan memberikan kebijakan untuk memfasilitasi Guru dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah dan mendukung segala keperluan yang dibutuhkan oleh guru, berikutnya yang terlibat adalah Guru itu sendiri yang memberikan materi, motivasi, mengenalkan pendekatan, model, metode, dan media pembelajaran inovatif, kemudian yang ikut berperan adalah teman sejawat sesama Guru yang memberikan masukan saat proses dan pelaksanaan praktik pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah, dan yang terakhir adalah peserta didik yang berperan sebagai subjek dan objek pembelajaran. Subjek disini adalah sebagai pelaku/pusat dalam kegiatan pembelajaran, sedang objek adalah peserta didik berperan sebagai objek penerima materi pelajaran yang diberikan oleh Guru. Sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini adalah Guru menggunakan buku panduan bahasa Jawa, aplikasi Hanacaraka, power point, kartu berhuruf Jawa, LCD, dan laptop. Dari peserta didik menggunakan buku pendamping bahasa Jawa, bahan ajar yang disusun oleh guru, dan LKPD. Guru juga harus memahami mengenai model pembelajaran yang digunakan, kemampuan Guru menggunakan teknologi aplikasi,


perangkat pembelajaran guru. Hal ini mendukung suksesnya strategi yang direncanakan. Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut Dampak dari aksi langkah-langkah yang dilaksanakan sangat efektif untuk dilaksanakan. Peserta didik senang dengan pendekatan, model, metode, dan media pembelajaran yang dipilih oleh guru. Peserta didik antusias dan bersemangat dalam kegiatan pembelajaran karena tidak monoton mendengarkan ceramah Guru. Media kartu berhuruf Jawa, power point, dan penggunaan aplikasi Hanacaraka menjadikan pembelajaran bahasa Jawa materi aksara Jawa lebih menarik perhatian siswa, sehingga menambah motivasi belajar peserta didik. Diskusi antar teman sebaya memberi ruang kepada peserta didik untuk bisa lebih aktif dan interaktif dalam pembelajaran. Capaian nilai siswa juga menunjukkan hasil yang positif, sebelum dilaksanakan langkah-langkah aksi di atas tingkat keberhasilan siswa mencapai KKM yaitu 75, hanya 11 siswa atau 34 % dari jumlah peserta didik dikelas praktik sebanyak 32 siswa. Setelah dilaksanakan aksi capaian siswa bisa mencapai 31 siswa atau 97% dengan nilai variatif yaitu nilai 75 sebanyak 8 siswa, nilai 80 sebanyak 15 siswa, dan nilai 90 sebanyak 8 siswa. Hal ini menunjukkan bahwa langkah-langkah aksi yang dilakukan dalam praktik pembelajaran ini efektif dilakukan. Respon terhadap strategi yang dilakukan adalah sangat positif terutama dari Kepala Sekolah dan rekan Guru sebagai teman sejawat mengapresiasi langkahlangkah pembelajaran yang sudah saya laksanakan, dan memberi motivasi kepada guru-guru lain untuk membuat pembelajaran dengan model kooperatif Problem Based Learning, metode diskusi, pendekatan saintifik, dan media yang sesuai untuk menarik perhatian dan memotivasi peserta didik. Yang menjadi faktor keberhasilan strategi yang dilaksanakan adalah persiapan Guru dalam membuat perangkat pembelajaran, pemilihan media, model, metode, dan pendekatan yang tepat dalam pembelajaran serta dukungan dari siswa, Kepala Sekolah, rekan sejawat dan tenaga kependidikan. Pembelajaran dari keseluruhan proses yang sudah dilakukan adalah bahwa untuk mencapai satu tujuan pembelajaran diperlukan usaha yang keras dari Guru untuk bisa menyiapkan perangkat


Evaluasi pembelajaran yang menarik dengan berpusat pada siswa, selain itu pemilihan media yang menggunakan TPACK, model, metode, dan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan kreatif yang sangat mendukung keberhasilan tujuan pembelajaran. Dukungan dari seluruh warga sekolah meliputi Kepala Sekolah, teman sejawat, siswa dan tenaga kependidikan serta yang terakhir adalah dukungan sarana prasarana sekolah juga menjadi faktor utama pendukung keberhasilan tercapainya tujuan pembelajaran. Peserta didik mengerjakan tugas di LKPD mengalihaksarakan dari aksara jawa ke aksara latin, dan sebaliknya.


Click to View FlipBook Version