!3. Tulislah dengan teliti, rapi sesuai dengan contoh
َتـ ْسـ َتـ ْبـ ِد ُلـ ْو َن
.............................
َقـ َل ا َتـ ْسـ َتـ ْبـ ِد ُلـ ْو َن ا َّلـ ِذ ُهـ َو َخـ ْيـر
...............................................................
َحـ ْبـل
...............
ِ ِ ي ْف ج ْيـ ِد َهـا َحـ ْبـل ِمـ ْن َمـ َسـ ٍد
...........................................................
َو ِجـ ْبـ ِر ْيـ َل
.............................
َو ِجـ ْبـ ِر ْيـ َل َو ِمـ ْيـ ٰكـ َل َفـ ِا َّن ا لـ هلـ َه َعـ ُد ٌّو ِّلـ ْلـ ٰكـ ِفـ ِر ْيـ َن
......................................................................
َخـ ََل ٍق
..............
لـ َمـ ِن ا ْشـ َتـ ٰر ـ ُه َمـا لـ ٗه ِ ِف ا ْل ٰا ِخـ َر ِة ِمـ ْن َخـ ََل ٍق
..........................................................................
51
TT Guru PAI TT Orang Tua / Wali Nilai
52
“WAQOF DAN PEMBAGIANYA”
3.2 Memahami bacaan Waqaf Taam
3.3 Memahami bacaan Waqaf Kafi
3.4 Memahami bacaan Waqaf Hasan
3.5 Memahami bacaan Waqaf Qabih
4.3 Membaca bacaan Waqaf Taam
4.4 Membaca bacaan Waqaf Kafi
4.5 Membaca bacaan Waqaf Hasan
4.6 Membaca bacaan Waqaf Qabih
1. TANDA WAQOF
Waqof artinya berhenti di suatu kata ketika membaca, baik di akhir ayat
maupun di tengah ayat yang di sertai nafas. Sedangkan berhenti dengan tanpa nafas di
sebut saktah. Berhenti ketika melakuian tilawah al Qur’an memerlukan pengetahuan
yang khusus, agar tilawah terdengar bagus. Tilawah dapat diartikan sebagai
pembacaan yang bersifat spiritual atau aktifitas membaca yang diikuti komitmen dan
kehendak untuk mengikuti apa yang dibaca. Qiro’ah dapat dimaknai sebagai aktifitas
membaca secara kognitif atau kegiatan membaca secara umum, sementara tilawah
adalah membaca sesuatu dengan sifat pengagungan. Oleh karena itu, dalam al Qur’an
kata tilawah lebih sering digunakan daripada kata qiro’ah dalam konteks tugas para
rasul ‘alaihimussalam.
ا ْو ِزْد َعـلـ ْيـ ِه َو َر ِّتـ ِل ا ْلـ ُقـ ْر َءا َن َتـ ْر ِتـ ْيـ ًَل
Artinya : atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.
(QS Al Muzzammil 73 : 4 )
Ali bin Abu Thalib ra. menafsirkan kata-kata At-Tartil dalam surat Al Muzzammil
ayat 4 dengan: "Membaguskannya dan mengetahui tempat-tempat perberhentian
yang tepat." Untuk mengetahui tempat-tempat berhenti yang tepat diperlukan
pemahaman terhadap ayatayat yang dibaca, sehingga setiap pemberhentian memberi
kesan arti yang sempurna. Oleh karena itu, bagi mereka yang sudah memahami Al-
Qur'an dengan baik, maka dirinya dapat menentukan pemberhentian yang tepat
walaupun tanpa terikat dengan tanda-tanda waqaf. Oleh karena itu, mengikuri tanda-
tanda waqaf yang ada dalam Al-Quran, kedudukannya tidak dihukumi wajib atau
haram syar'i bagi yang melanggarnya, kecuali yang dilakukan dengan sengaja untuk
mengaburkan makna, Sebagaimana perkataan Imam Jazari: "Di dalam Al-Qur'an tidak
ada waqaf yang berhukum wajib syar'i, kecuali karena suatu sebab." Misal waqaf yang
dapat mengubah arti :
53
لـ َقـ ْد َسـ ِمـ َع ا لـ هلـ ُه َقـ ْو َل ا َّلـ ِذ ْيـ َن َقـا ُلـ ْوآ ِا َّن الـ هلـ َه َفـ ِقـ ْيـر َو َنـ ْحـ ُن ا ْغـ ِنـ َيـاا
Artinya : "Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang
mengatakan: sesunguhnya Allah miskin dan kami kaya......”.(QS. Ali Imran:
181)
Berhenti pada kata َفـ ِقـ ْيـرberarti sebuah pernyataan yang salah. Maka haram
hukumnya bila dilakukan :deاnيـاgَ نـaِ غـnْ اseُنnحـgْ aنـjَ aو.َ Seharusnya berhenti pada kata yang berarti
"....dan kami kaya" yaitu
2. PEMBAGIAN WAQAF
Secara umum waqaf dibagi menjadi empat kategori, yaitu :
a. Waqaf Ikhtibari
Yaitu berhenti pada ayat yang belum sempurna yang dilakukan oleh seorang
Ustadz dalam proses menguji muridnya, hal ini hukumnya boleh.
b. .Waqaf Intizhari
Yaitu berhenti pada ayat yang belum sempurna yang dilakukan khusus dalam
proses belajar mengajar Al Qur'an, hal ini dilakukan dalam rangka untuk menguasai
cara membacanya dan hukumnya boleh.
c. Waqaf Idhthirari
Yaitu berhenti pada ayat yang belum sempurna yang dilakukan dalam keadaan
darurat atau terpaksa atau tidak sengaja karena kehabisan nafas, lupa, bersin, batuk,
menguap, menjawab salam, dan sebagainya. Hal ini hukumnya boleh.
d. Waqaf Ikhtiyari
Waqaf Ikhtiyari disebut juga dengan waqaf Ijtihadi, yaitu berhenti sesuai
dengan pilihan sendiri. Hal ini hanya dapat dikuasai oleh orang yang memahami
kaedah bahasa Arab
Karena memilih sendiri tempat-tempat yang dijadikan sebagai tempat berhenti,
maka waqaf Ikhtiyari bisa menjadi empat kemungkinan, yaitu :
54
.1. Waqaf At-Taamm
Waqaf At-Taam yaitu Waqaf pada ayat yang sudah sempurna artinya dan tidak
ada hubungannya dengan ayat sesudahnya, baik secara lafadz atau arti. Oleh karena
itu, sebaiknya seorang pembaca setelah berhenti langsung memulai dengan ayat
berikutnya. Hal ini sering terjadi ketika waqaf ini berada di ujung ayat atau waqaf pada
akhir sebuah cerita. Seperti waqaf pada ayat:
ِا َّيـا َك َنـ ْعـ ُبـ ُد َو ِا َّيـا َك َنـ ْسـ َتـ ِعـ ْيـ َن# ٰمـ ِلـ ِك َيـ ْو ِم الـ ِّد ْيـ ِن
Ayat yang pertama merupakan pemujaan terhadap Allah.
Dan ayat yang kedua merupakan ungkapan komunikasi dengan Allah
2. .Waqaf Al-Kaafii
Waqaf Al-Kaafi yaitu waqaf pada ayat yang sudah sempurna artinya, namun
ayat selanjutnya masih ada hubungan lafadz. Oleh karena itu sangat dianjurkan
langsung memulai dengan ayat selanjutnya. Contoh ;
ِا َّن ال َّــ ِذ ْيـ َن كـ َفـ ُر ْوا َسـ َوآء َعـلـ ْيـ ِهـ ْم َء ا ْنـ َذ ْر َتـ ُهـ ْم ا ْم لـ ْم ُتـ ْنـ ِذ ْر ُهـ ْم
َلا ُيـ ْؤ ِمـ ُنـ ْو َن
Artinya: Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri
peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan
beriman.
Berhenti pada kata َلا ُيـ ْؤ ِمـ ُنـ ْو َنsebuah ungkapan yang sempurna. Perkataan
selanjutnya secara arti masih terkait dengan sebelumnya, namun dari segi lafazh
merupakan susunan kata yang baru .
3.Waqaf Al-Hasan
Waqaf Al-Hasan yaitu waqaf pada ayat yang sempurna artinya. Namun secara
arti dan lafazh masih terdapat hubungan. Oleh karena itu sangat dianjurkan memulai
dari ayat sebelumnya, kecuali berhenti di akhir ayat. Contoh : QS Al-Baqarah 2 : 3
ا َّلـ ِذ ْيـ َن ُيـ ْؤ ِمـ ُنـ ْو َن ِبا ا ْلـ َغـ ْيـ ِب َو ُيـ ِقـ ْيـ ُمـ ْو َن الـ َّصـ ٰلـو َة َو ِمـ َّمـا َز ْقـ ٰنـ ُهـ ْم ُيـ ْنـ ِفـ ُقـ ْو َن
55
Artinya : “(....yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat,
dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada
mereka."
dianjurkBaenrhmenetmi uplaaidadarkiataُمـ ْو َانلـ َّالـصـ ٰ َلّـصـوٰ َلـةو َةsـeقـ ْيbِ ـu ُيaوhَ , ungkapan yang sempurna, namun
karena ayat selanjutnya masih ada
hubungan arti dan lafadz. Dalam bahasa arab diistilahkan ma'tuf .
4. Waqaf Al-Qabiih
Waqaf Al-Qabiih yaitu waqaf pada ayat yang belum sempurna artinya, karena
adanya keterkaitan dengan kata berikutnya, baik secara lafadz maupun arti, sehingga
menimbulkan kesan arti yang tidak bagus atau yang merusak. Contoh :
ا ْلـ ٰعـلـ ِمـ ْيـ َن............... ا ْلـ َحـ ْمـ ُد ِلـ هلـ ِه َر ِّبdan
ا لـ هلـ ُه................ ُمـ َحـ َّمـ ًدا َّر ُسـ ْو ُل
Waqaf seperti di atas tercela hukumnya, apabila dilakukan dengan sengaja, kecuali
karena darurat, yang disebabkan nafas yang tidak kuat, bersin, menguap atau hal
lainnya. Contoh lainnya :
هلـ ُهَل َاm الـe.n..u...n..ju...k.k..a..n. ََل ِا ٰلـ َه ِا َّلا Dan Tidak ada ilah kecuali Allah. Berhenti pada kata ِا ٰلـ َه
bertentangan dengan aqidah
kesan yang
TANDA-TANDA WAQAF :
1. Tanda mim ( ) مTanda mim disebut juga dengan Waqaf Lazim, yaitu berhenti di
akhir kalimat sempurna. Wakaf Lazim disebut juga Waqaf Taamm (sempurna) karena
waqaf terjadi setelah kalimat sempurna dan tidak ada kaitan lagi dengan kalimat
sesudahnya. Contoh : QS Al An'am ayat (6) : 36
ِا ن َّــ َمـا َيـ ْسـ َتـ ِجـ ْيـ ُب ا َّلـ ِذ ْيـ َن َيـ ْسـ َمـ ُعـ ْو َن َو ا ْلـ َمـ ْو ٰتـى َيـ ْبـ َعـ ُثـ ُهـ ُم ا لـ هلـ ُه ُثـ َّم ِا لـ ْيـ ِه
) ٣٦( ُيـ ْر َجـ ُعـ ْو َن
56
Artinya : “Hanya mereka yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan
orangorang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian
kepada-Nyalah mereka dikembalikan”.
2. Tanda Laa ( ) لاbermaksud "Jangan berhenti!". Tanda ini muncul kadang terdapat
pada akhir maupun pertengahan ayat. Jika ia muncul di pertengahan ayat, maka tidak
dibenarkan untuk berhenti dan jika berada di akhir ayat, pembaca tersebut boleh
berhenti atau tidak. Contoh : QS An-Nahl (16) : 32
ا َّلـ ِذ ْيـ َن َتـ َتـ َو ّٰفـ ُهـ ُم ا ْلـ َمـ ٰلـ ِئـكـ ُة َطـ ِّيـ ِبـ ْيـ َنلا َيـ ُقـ ْو ُلـ ْو َن َسـ ٰلـم
َعـلـ ْيـ ُكـ ُم ا ْد ُخـ ُلـ ْوا ا ْلـ َجـ َّنـ َة ِبـ َمـا ُكـ ْنـ ُتـ ْم َتـ ْعـ َمـ ُلـ ْو َن
Artinya : "(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat
dengan mengatakan (kepada mereka): "
Salaamun´alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang
telah kamu kerjakan".
3. Tanda Jim ( ) جTanda jim adalah Waqaf Jaiz. Lebih baik berhenti seketika di sini
walaupun diperbolehkan juga untuk tidak berhenti. Contoh: QS Al-Anfal (8) : 13
ذٰ ِلـ َك ِبـا َّنـ ُهـ ْم َشـآ ُّقـوا ا لـ هلـ َه َو َر ُسـ ْو لـ ٗه ج َو َمـ ْن ُي ّـ َشـا ِقـ ِق ا لـ هلـ َه
َو َر ُسـ ْو ل ٗه َفـ ِا َّن ا لـ هلـ َه َشـ ِد ْيـ ُد ا ْلـ ِعـ َقـا ِب
Artinya : "(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka
menentang Allah dan Rasul-Nya dan barangsiapa menentang Allah dan
Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya."
4. Tanda Shad-Lam-Ya’ ( ) صلىTanda shad-lam-ya’ merupakan singkatan dari “Al-
Washl Awlaa” yang bermakna “Washal yaitu meneruskan bacaan adalah lebih baik”,
maka dari itu meneruskan bacaan tanpa mewaqafkannya adalah lebih baik. Contoh :
QS Al-An’am (6) : 17
) ِشـ َف لـ ٗه ِا َّلا ُهـ َو صلى َو ِا ْن َّيـ ْمـ َسـ ْسـ َك ِبـ َخـ ْيـ ٍر١كا٧ََفـو ُِاهـ َْنو َّيَـعـْٰلمــ َىسـ ُ ْكـسـ ِّلَكَشاـ ْلـ هيلـ ٍُءه َِبـقـ ُِدضـٍّْيـرر َفـ(ََل
57
Artinya : “dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, Maka tidak
ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. dan jika Dia
mendatangkan kebaikan kepadamu, Maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap
sesuatu”.
5. Tanda Waqaf Aula ( ) قـلىTanda waqaf Aula yaitu anda waqaf yang menunjukkan
lebih bagus berhenti walaupun nafas masih kuat. Contoh : QS Fusshilat/Haa’miim
Sajdah (41) : 45
ِّر ِمـ ْن َسـ َبـ َقـ ْت كـ ِلـ َمـة َلا لـ ْو ِفـ ْيـ ِه قلى َو ََتـبـْْيـيـََنـنـاُهـ ُ ْمـمْوج ٰ َسـو ِاى َّنـاُ ْهـلـ ِْمكـ ٰتـلـ ِفَـبْي َفـ َاشـ ْ ٍّخـ ُكتـ ِلِـمـ ْنَـ ُفه َو لـ َقـ ْد َءا
ُمـ ِر ْيـ ٍب ِّبـ َك لـ ُقـ َي
Artinya : "Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Taurat lalu
diperselisihkan tentang Taurat itu. Kalau tidak ada keputusan yang telah
terdahulu dari Rabb-mu, tentulah orang-orang kafir itu sudah dibinasakan.
Dan Sesungguhnya mereka terhadap Al Quran benar-benar dalam keragu-
raguan yang membingungkan."
6. Tanda bertitik tiga ~ Mu'anaqah ( ... ) Tanda bertitik tiga yang disebut sebagai
Waqaf Muraqabah atau Waqaf Ta'anuq (Terikat). Waqaf ini akan muncul sebanyak dua
kali di mana-mana saja dan cara membacanya adalah harus berhenti di salah satu
tanda tersebut. Jika sudah berhenti pada tanda pertama, tidak perlu berhenti pada
tanda kedua dan sebaliknya. Contoh : QS Al-Baqarah (2) : 2
Artinya : “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang
bertaqwa”.
7. Tanda Sin ( ) سatau Saktah ( ) سكتهTanda waqaf tersebut disebut saktah, artinya
berhenti sebentar, tetapi tidak boleh bernafas. Kemudian dilanjutkan ke kalimat
berikutnya. Di dalam Al-Qur’an, saktah hanya terdapat di 4 tempat, yaitu : Surat : [Al-
Kahfi 18:1-2] - [Yaasiin 36:52] - [Al-Qiyamah 75:27] - [Al-Muthaffifin 83:14]
58
Evaluasi
!1. Tentukan nama waqof pada ayat – ayat berikut dan cara membacanya
َ .١يـ ْو ُم َيـ ُقـ ْوـ ُم ا لـ ُّر ْو ُح َو ا ْلـ َمـ ٰلـ ِئـكـ ُة َصـ ًّفـا لا َلا َيـ َتـكـ َّلـ ُمـ ْو َن ِا َّلا َمـ ْن
ا ِذ َن لـ ٗه ا لـ َّر ْحـ ٰمـ ُن َو َقـا َل َصـ َوا ًبـا
..................................................................................
.٢ذٰ ِلـ َك ا ْلـ َيـ ْو ُم ا ْلـ َحـ ُّق ج َفـ َمـ ْن َشـآ َء ا َّتـ َخـ َذ ِا ٰلـى َر ِّبـ ٖه َمـ ٰا ًبـا
....................................................................................................
ِ .٣مـ ْن ُّنـ ْطـ َفـ ٍة قلى َخـلـ َقـ ٗه َفـ َقـ َّد َر ٗه
.................................................................................
.٤كـ ََّل َبـ ْلسكته َرا َن َعـ ٰلـى ُقـ ُلـ ْو ِبـ ِهـ ْم َّمـاكا ُنـ ْوا َيـ ْكـ ِسـ ُبـ ْو َن
..................................................................................
َ .٥فـكـ َّذ ُبـ ْو ـ ٗه َفـ َعـ ُقـ ُر ْو َهـاصلى َفـ َد ْمـ َد َم َعـلـ ْيـ ِهـ ْم
....................................................................................................................................
TT Guru PAI TT Orang Tua / Wali Nilai
59
!2. Tulislah ayat – ayat berikut dengan benar dan indah
َ .١يـ ْو ُم َيـ ُقـ ْوـ ُم ا لـ ُّر ْو ُح َو ا ْلـ َمـ ٰلـ ِئـكـ ُة َصـ ًّفـا لا َلا َيـ َتـكـ َّلـ ُمـ ْو َن ِا َّلا َمـ ْن
ا ِذ َن لـ ٗه ا لـ َّر ْحـ ٰمـ ُن َو َقـا َل َصـ َوا ًبـا
..................................................................................
.٢ذٰ ِلـ َك ا ْلـ َيـ ْو ُم ا ْلـ َحـ ُّق ج َفـ َمـ ْن َشـآ َء ا َّتـ َخـ َذ ِا ٰلـى َر ِّبـ ٖه َمـ ٰا ًبـا
....................................................................................................
ِ .٣مـ ْن ُّنـ ْطـ َفـ ٍة قلى َخـلـ َقـ ٗه َفـ َقـ َّد َر ٗه
.................................................................................
.٤كـ ََّل َبـ ْلسكته َرا َن َعـ ٰلـى ُقـ ُلـ ْو ِبـ ِهـ ْم َّمـاكا ُنـ ْوا َيـ ْكـ ِسـ ُبـ ْو َن
..................................................................................
َ .٥فـكـ َّذ ُبـ ْو ـ ٗه َفـ َعـ ُقـ ُر ْو َهـاصلى َفـ َد ْمـ َد َم َعـلـ ْيـ ِهـ ْم
....................................................................................................................................
TT Guru PAI TT Orang Tua / Wali Nilai
!3. Carilah dalam al Qur’an ayat - ayat yang terdapat tanda waqof
No Tanda Waqof Lafal/Ayat
ج1
60
2 سكته
3 لا
4 ... ...
5م
6 صلى
7 قلى
TT Guru PAI TT Orang Tua / Wali Nilai
4. Bacalah ayat – ayat al Qur’an berikut dengan memperhatikan tanda waqof!
61
62
t
63
TT Guru PAI TT Orang Tua / Wali Nilai
64
4.8 Menulis Surat Al-‘alaq
4.9 Menulis surat Al-Maidah ayat 2-3
4. 10 Menulis surat Al-Hujurat ayat 12-13
Menulis ayat –ayat al Qur’an dengan baik dan indah
Tulislah ayat – ayat berikut dengan baik dan indah!
........................................................................................................................ ........
......................................................................................................... ...................................
.
........................................................................................................................ ..........
..................................................................................................................................
65
........................................................................................................................ ..........
........................................................................................................................ .........
........................................................................................................................ .........
........................................................................................................................ .........
........................................................................................................................
66
....................................................................................................................... ..
........................................................................................................................ ..
........................................................................................................................ ....
........................................................................................................................ ....
........................................................................................................................ ...
........................................................................................................................ ....
67
........................................................................................................................ ....
........................................................................................................................ ........
........................................................................................................................ .
........................................................................................................................ ............
Q. S al Maidah ayat 2 dan 3
68
Tugas!
Tulislah lafal berdasarkan surat al Maidah ayat 2 dan 3!
NO Keterangan Lafal
1 Qolqolah
2 Huruf Isti’la’
3 Jahr
4 Al Washal Aula
5 Waqof Jaiz
69
TT Guru PAI PENILAIAN Nilai
TT Orang Tua / Wali
Q.S al Hujurat ayat 12 dan 13
Evaluasi
Menulis Q.S al Hujurat ayat 13 dengan per kata!
........................ ......................... ........................ ....................... ......... .....................
........................ ......................... ......................... ....................... .............................
......................... .......................... ......................... ........................ .............................
......................... .......................... .......................... ......................... .............................
70
........................ ......................... ......................... ........................... ............................
TT Guru PAI PENILAIAN Nilai
TT Orang Tua / Wali
71
REFERENSI
Departemen Agama RI. 2011. Al Qur’an Terjemah. Bandung: Diponegoro.
Munir, Sirajul. 2015. Dirosati; Cara Praktis Belajar Membaca Al Qur’an. Jember:
Murtadho, Basri Alwi. 2009. Pokok Pokok Ilmu Tjwid . Malang: Rahmatika.
Said bin Sa’ad Nabhan, Hidayatush Shibyan. Surabaya:. Salim Nabhan.
Sayuti. Ilmu Tajwid Lengkap; Qaidah Bagaimana Seharusnya Membaca
Alqur’an dengan Baik dan Benar. Sangkala.
Suroto Suruji, Ach. Tajwid Praktis At-Tanzil. Pamekasan: Raudlatul Athfal
Mambaul Ulum Bata-bata.
UPT Penerbitan UNEJ.
Ya’la Kurnaedi, Abu. Dan Nizar Sa’ad Jabal. 2014. Metode Asy-Syafi’I Ilmu
Tajwid Praktis.. Jakarta: Pustaka Imam Syafi’I.
Zarkasi, Imam. 1995. Pelajaran Tajwid; Qa’idah Bagaimana Mestinya Membaca
Al Qur’an Untuk Pelajaran Permulaan. Ponorogo: Trimurti.
72